Thursday, October 20, 2016

Sinopsis Drinking Solo Episode 12 Part 2

Sumber Gambar dan Konten dari tvN

Sinopsis Drinking Solo Episode 12  Part 2


Jung Suk akan naik lift dan ia menatap poster kelas gabungannya, tepatnya pada gambar Ha Na.

"No Geu Rae. Noryangjin bukan tempat indah seperti yang kau bayangkan. Dia punya impian indah tentang semuanya.. Aku yakin dia dapat pelajaran sekarang."


Pintu lift terbuka dan ada Profesor Seo (yang iri sama Ha Na itu). Profesor Seo membicarakan mengenai Ha Na,ia bertanya, ada apa gerangan antara Ha Na dan Bos Kim?

"Apa maksudmu?" Tanya Jung Suk.

"Aku sudah mendengar semuanya. Kau awalnya tidak mau memasukkannya ke dalam kelas gabunganmu. Tapi Direktur Kim yang memaksamu. Dia bahkan membuatkan program spesial untuknya. Wow. Aku yakin dia punya ilmu  sihir atau sesuatu."

Jung Suk tersenyum, apa karena itu Profesor Se menekan Bos Kim? Mau berhenti kalau kelasspesialnya Ha Na tidak dibatalkan?

"Bukankah sudah jelas semuanya? Dia hanya mengandalkan tampang. Dia menjilat orang-orang berpengaruh. Murahan sekali. Aku bahkan harus punya trik semacam itu untuk bekerja di Noryangjin."

"Kau bisa tidak, lebih jujur dari ini?"

Profesor Seo tak mengerti. Jung Suk melanjutkan, Seorang pengajar baru, dapat masuk kelas gabungan. Dan lagi, reputasinya semakin membaik. Pasti Profesor takut kalau Ha Na mengambil jam mengajarnya, kan?

"Aku bahkan bisa tahu kalau Professor Park sangat kompeten. Dan dia, adalah orang yang baik. Dia mau menggantikan kelas Professor Min, yang ibunya baru saja meninggal. Makanya, dia dapat program spesial. Kenapa itu jadi masalah? Kalau kau terus-terusan mengeluhkan yang tak penting, kau bahkan tidak akan kupertimbangkan untuk masuk ke kelas gabunganku nanti!"

Pintu lift terbuka, Jung Suk melangkah keluar tapi ia teringat sesuatu, "Aku tahu, kaulah yang sebenarnya penjilat. kau yang masih belum sadar semua orang sudah tahu skandalmu dengan Direktur sebelumnya."

Profesor Seo kelabakan, ia membantah kalau ia hanya diajak makan ramen doang.


Chae Yeon akhirnya mau bergabung dengan Ki Bum dan Dong Young. Ki Bum pura-pura menegur Chae Yeon yang benar-benar datang karena ia suruh.

"Aku terlalu takut untuk bertanya. Kau tidak bisa membedakan mana yang sungguhan mana yang bercanda.  Makanya kau disebut si Orang Jahat."

Chae Yeon jujur kalau sebenarnya ia juga tidak suka berada di sana. Lalu Chae Yeon mengambil sepotong daging yang sudah matang. Gong Myung senang melihat Chae Yeon makan banyak daging.

"Sudah lama sekali dan ini enak." Jawab Chae Yeon.

Diam-diam Ki Bum tersenyum. Dan ia bertanya, apa yang akan Chae Yeon lakukan jika ia tidak mengundangnya?

Dong Young hanya mengawasi dan membatin,

"Kau pikir dia dayang karena kau suruh? Dia ke sini karena Gong Myung yang memohon padanya. Dasar Kunyuk menyedihkan."


Gong Myung akan mengambil sepotong daging yang matang tapi keduluan Ki Bum yang langsung memberikannya pada Chae Yeon dengan alasan kalau semuanya akan terbuang sia-sia jika gosong.

Gong Myung bisa menerimanya, tapi saat ia akan mengambillagi, Ki Bum kembali mendahuluinya dan meletakkannya di piring Chae Yeon.

"Beri aku juga." Kesal Gong Myung.

Lalu ia mengambil dua potong daging di piring Chae Yeon dan langsung melahap semuanya. Chae Yeon terus sajamelihat Gong Myung.

Dan Dong Young terus membatin, "dasar Kunyuk menyedihkan" Saat melihat Ki Bum.


Jin Yi terus saja mengirim pesan untuk Min Ho.

"Min Ho, kau benar benar mau begini?"
"Kau tidak menelponku selama tiga hari. Apa itu artinya kau mau putus denganku !!"
"Kau mau putus denganku?"
"Kau benar-benar mau mengakhirinya?"
"Itu yang kau mau dariku?"

Jin Yi benar-benar kesal karena sekarang Min Ho bahkan tidak mau membaca pesannya.


Ha Na masuk lalu beberapa detik kemudian Bos Kim yang muncul. Bos Kim mengajak semuanya untuk makan. Ha Na setuju dan ia yang akan mentraktir kali ini karena ia mendapat program kelas spesial.

Jin Yi setuju, ia juga sedang ingin minum-minum lalu ia keluar duluan dan akan menunggu di luar saja. Bos Kim memuji perilaku Ha Na yang baik.

Jung Suk keluar dari ruangannya. Bos Kim mengatakan kalau Ha Na ingin mentraktir semuanya karena mendapatkan program kelas spesial, iamengajak Jung Suk ikut serta.

"Tidak. Terima kasih. Sampai jumpa besok." Jawab Jung Suk lalu pergi.

Bos Kim merasa bodoh telah menanyai Jung Suk. Setelahnya ia mendapat telfon dari Jin Woong yang ingin bertemu. Bos Kim mengatakan kalau mereka akan pergi minum-minum, ia mengajak Jin Woong ikut saja.


Gong Myung bertanya, apa benar daging-daging itu gratis. Ki Bum membenarkan karena pemilik bilang ia sudah meninggalkan kesan baik.

Chae Yeon tiba-tiba berhenti makan. Gong Myung bertanya kenap. Chae Yeon tidak bisa belajar kalau terlalu kenyang.

"Hei, kau kan belum makan banyak daging. Kau sudah bicara tentang pelajaran? Apa kau tidak stress kalau belajar terus? Bagaimana kau menghilangkan stressmu?" Tanya Ki Bum.


Chae Yeon biasanya menghilangkan stress dengan membayangkan dirinya sedang menari di tempat karaoke.

"Apa? Kau bukan membayangkan punya tempat karaoke, kan? Jadi kenapa kau hanya membayangkan sedang menari di sana? Ya ampun, kau membuatku tak punya pilihan. Kita harus ke karaoke sekarang."

Chae Yeon tidak mau, ia tahu kalau Ki Bum lah yang sebenarnya ingin ke karaoke bukan dirinya. Ki Bum menasehati kalau sikap inilah yang membuat Chae Yeon disebut orang jahat. Karena Chae Yeon stress, maka kelakuannya jadi bermasalah. 

"Memangnya kenapa dengan kelakukanku?" Tanya Chae Yeon.

Ki Bum tak menjawabnya karena ada telfon dari ibunya. Ibunya marah-marah karena Ki Bum menghabiskan banyak uang hanya untuk membeli daging. Apa yang Ki Bum beli sebenarnya?

Ki Bum pura-pura bicara manis pada ibunya dan menjauh dari sana.


Gong Myung menggunakan kesempatan ini untuk mengajak Chae Yeon ke karaoke dengan alasan kalau ia juga benar-benar mau membuang stress-nya. ChaeYeon pun menyuruh Gong Myung pergi dengan yang lain tanpa dirinya. 

"Apa? Kalau begitu, aku juga tidak pergi. Apa ini karena aku langsung belajar setelah keluar dari rumah sakit? Aku sepertinya jadi susah fokus. Baiklah. Tak ada yang bisa kulakukan. Kalau Shabu tidak pergi, mana bisa aku pergi sendiri. Astaga."

Dong Young hanya mengawasi reaksi mereka berdua.


Pada akhirnya Chae Yeon pun ikut ke karaoke. Dia menyanyikan sebuah lagu tapi bukan milik DIA.

Gong Myung melihat kalau Chae Yeon benar-benar bersenang-senang kali ini.

"Benar. Mau bagaimana dia kalau aku tidak memaksanya ikut?" Jawab Ki Bum dengan menatap Chae Yeon intens.

Batin Dong Young, "Kau pikir dia ikut karena kau  yang memaksanya? Ya ampun kau memang menyedihkan."


Gong Myung berkata kalau ini kali pertamanya melihat Chae yeon minum. Ki Bum menyuruh Gong Myung untuk membuat Chae Yeon minum lebih banyak lagi, ia akan membayar semuanya.

Batin Dong Young, "Ya ampun, kau pria menyedihkan."


Mereka berhenti untuk minum dan selanjutnya Chae Yeon menyanyi lagi, "pick me" milik Produce 101. Gong Myung berkata pada Dong Young kalau Chae Yeon benar-benar bersenang-senang.

"Tidak, si kunyuk itu yang sebenarnya bersenang-senang." Jawab Dong Young sambil melirik Ki Bum yang menari heboh di belakang Chae Yeon.

Minum lagi lalu lanjut nyani lagi dan kali ini semua ikutan joget. tetap dengan lagu "pick me"

Dong Young memperhatikan semuanya, ia melihat Chae Yeon yang fokus menatap Gong Myung, sementara Ki Bum malang joget sendirian di atas kursi.

Lagi-lagi Dong membantin, "Ya ampun, kau pria menyedihkan."


Selanjutnya Ki Bum menunjukkan kebolehannya dalam menyanyi, ia membawakan lagu "truth in wine" (suaranya keren lho).

"Benar. Aku tidak tahu kalau aku mabuk. Aku tidak tahu apakah ini kesalahan. Saat pagi datang aku tidak ingat apa-apa lagi. Aku tidak yakin itu yang membuatmu gugup. Bagaimanapun, malam ini ada sesuatu yang ingin kukatakan. Maaf karena aku menunjukkan kelemahanku. Jangan kau kira aku mengatakan ini hanya karena aku mabuk. Saat aku di depanmu. Kupikir aku sudah siap. Nyatanya aku malah mengatakan yang sebaliknya. Atau aku malah akan melihat ke belakang
dan menyesalinya. Aku ingin mengatakan padamu sejak awal bahwa aku menyukaimu. Aku akan mengatakan bahwa aku menyukaimu, seperti ini."

Selama Ki Bum menyanyi, Chae Yeon terus menatap Gong Myung dan Dong Young menyadari hal itu, ia kembali hanya bisa membatin, "Ampun deh benar benar menyedihkan... Si Idiot dari Noryangjin."


Jin Woong berterimakasih pada rekan-rekannya karena berkat bantuan mereka pemakaman ibundanya berjalan lancar.

"Aku sudah mengirimkan ibuku ke tempat yang lebih baik."

Bos Kim tahu pasti Jin Woong sedih karena mendadak harus tinggal sendirian. Jin Woong mengelak, ia sudah mempersiapkan diri sejak lama, sejak ibundanya jatuh sakit.

Jin Woong lalu mengajak semuanya untuk bersulang. Dan Jin Yi terus saja minum dengan kecepatan tinggi. Bos Kim menyuruhnya santai, minum pelan-palan saja nanti percernaan bisa terganggu.


"Jangan cemas. Aku akan mengurusnya." Jawab Jin Yi.

Jin Woong baru ingat kalau Ha Na menggantikan kelasnya, ia benar-benar tidak enak sampai tidak bisa mengatakan apa-apa.

"Apa maksudmu? Terima kasih, karena kau aku dapat program khusus."

Bos Kim membenarkan dan akibatnya kepalanya menjadi pusing. Ha Na tak mengerti, kenapa kepala Bos Kim jadi pusing?


"Profesor Bahasa Korea yang lain, Seo Do Yeon komplain karena aku dianggap memberikan perlakuan khusus padamu. Aku hampir membatalkan semuanya."

Ha Na tidak mengerti, padahal Profesor Seo kan terkenal. Jin Woo menjelaskan kalau iru sudah hukum alam, orang terus-terusan menghalangi para pengajar untuk menjadi lebih maju dan menghalangi pengajar baru untuk berkembang.

"Untunglah dia menyerah, dan membiarkanku memberimu program khusus. Professor Jin pasti sudah mengatakan sesuatu."

Ha Na jelas terkejut, Jin Yi juga. Jin Woong menebak, mungkin Jung Suk ingat dirinya yang masih baru dulu dan merasa kasihan pada Ha Na.

"Apa maksudmu?" Tanya Jin Yi.

Jin Woong baru-baru ini mendengar dari koleganya di acara pemakaman, Jung Suk juga mengalami masa sulit saat ia masih baru dulu. Jung Suk mengambil program doktor dan Dia ingin jadi pengajar di kampusnya.

"Tapi semua tak berjalan lancar seperti yang ia harapkan. Dia merasa kecewa sekali. Seseorang yang mengajar di Noryangjin menawarinya pekerjaan."

Kilas Balik..


Setelah posisi profesor tak berhasil di dapatkannya, Jung Suk bertemu dengan salah satu seniornya yang menawarinya untuk bekerja di Noryangjin.

Senior itu mengatakan kalau Jung Suk masih bisa mengajar di Noryangjin dan tidak perlu menjilat siapapun disana, jika kerja Jung Suk bagus maka Jung Suk bisa mendapat uang lebih dari yang didapatkan sebagai dosen di Kampus.

"Kau anak muda yang berbakat. Kau pasti akan sukses. Ini adalah kesempatan untukmu."


Maka Jung Suk bekerja keras di Noryangjin hingga mempertaruhkan hidupnya. Bahkan ia mengerjakan tugas Seniornya, ia membuat catatan agar seniornya bisa mengajar dengan mudah.

"Begitu, ya. Aku minta maaf ya. Aku terus-terusan minta tolong padahal kau sibuk."

Jung Suk tak apa, malah senang seniornya percaya padanya.

Cerita Jin Woong: Dia menganggapnya sebagai tutor dan mengikutinya ke mana mana.


Jung Suk juga sering minum bersama para seniornya. Jung Suk berterimakasih pada seniornya itu karena ia bisa mendapatkan banyak murid.

Suatu saat kelas Jung Suk dipenuhi oleh murid-murid, Seniornya takut melihatnya lalu mengancam pada Bos akan mengundurkan diri kalau Jung Suk tidak di pecat.


Bos pun tak punya pilihan lain selain memecat Jung Suk. Jung Suk protes, memangnya apa salahnya? Ia dengar kelasnya penuh untuk bulan depan, hasil evaluasinya juga bagus, lalu kenapa mendadak begitu?

"Profesor Jin, lakukan saja yang kuminta. Kalau tidak, Profesor Shin bilang dia yang akan berhenti."

Bos mengatakan kalau Jung Suk mencuri materi Seniornya (itu berdasarkan cerita senior).

"Baiklah, langsung saja. Karena kau mendapat murid lebih banyak, Profesor Shin merasa terancam."

Jung SUk tak mengerti, bagaimana seorang pengajar handal seperti seniornya itu terancam oleh orang baru seperti dirinya. Bos mengatakan kalau Jung SUk sudah lebih baik saat ini jadi seniornya itu ingin menyingkirkan Jung Suk sebelum Jung Suk jadi terlalu hebat.

"Kenapa bisa begitu? Dia yang membawaku ke sini. Kalau dia begitu mencemaskan posisinya, kenapa dia membawaku?" Protes Jung Suk.

Bos juga mendengar kalau Jung Suk membantu senior untuk menyiapkan materi. Jung Suk bahkan mengawasi seniornya ketika mengajar.

"Menurutku dia membawamu ke sini untuk  tujuan itu. Dia tidak tahu kalau kau akan menjadi ancaman baginya."

Jung Suk akan bicara pada seniornya sendiri tapi Bos melarangnya karena akan membuat Jung Suk semakin sakit hati. Sudahi saja di sini.

"Kuharap kau mengerti. Kalau Profesor Shin yang pergi, akademi kita akan ada dalam masalah besar.

Kilas balik selesai..


Cerita Jin Woong: Setelah dia dikhianatin oleh mentornya sendiri, dia berubah menjadi orang yang benar-benar berbeda. Dia berhenti bergaul dengan orang lain. Dia ingin punya kekuatan sendiri yang membuatnya bertahan. Dia jadi sangat kompetitif.

Diperlihatkan saat ini Jung Suk sedang minum sendirian.


Bos Kim tak menyangka kalau Jung SUk juga punya masalah, ia pikir jalan Jung Suk selama ini mulus kaya jalan tol tapi ternyata masa lalunya menyedihkan seperti itu.

Jin Woong membenarkan, ia juga kaget saat mendengarnya. Jin Yi menjelaskan kalau tak ada seorang pun di dunia ini yang tidak pernah merasakan sakit. Lalu ia curhat kalau ia sedang sakit, sangat sakit.

"Benar. Kau benar-benar terlihat seperti orang yang sedang mengalami rasa sakit. Makanya kau masih jomblo. Kalau kau sakit, pergi dan istirahatlah di rumah." Bentak Bos Kim.

Jin Yi lalu menengguk minumannya lagi, ia mengiyakan perintah Bos Kim. Ha Na termenung mendengar cerita Jin Woong.


Ha Na di toilet memikirkan kata-kata Jung Suk tadi kalau Noryangjin bukanlah tempat yang indah seperti yang Ha Na bayangkan. Noryangjin adalah medan perang yang harus Ha Na menangkan jika ingin bertahan. Ha Na juga tidak perlu repot untuk menolong orang lain. Satu-satunya yang bisa Ha Na percayai adalah diri Ha Na sendiri.

"Pantas saja dia mengatakan semua itu padaku. Aku tidak tahu."


Chae Yeon tidak sadar karena kebanyakan minum. Dong Young tak heran karena Chae Yeon sudah lama tak pernah minum.

Gong Myung berkata kalau tidak ada cara lain keculai menggendongnya, ia menyuruh Ki Bum menggendong Chae Yeon.

"Aku? Kenapa aku?"

"Apa maksudmu? Kau kan menyukainya! 'Kisah Cinta si Idiot dari Noryangjin' Apa kishanya bisa dipertanggungjawabkan?"

Ki Bum menjawab kalau itu sudah sangat lama dan ia bukan si Idiot dari Noryangjin lagi. Ia sama sekali tidak memiliki keinginan untuk menggendong Chae Yeon. Supaya adil Ki Bum mengajak suit.

Mereka pun menerima ajakan Ki Bum dan ternyata Ki Bum yang menang. Keduanya lalu akan suit lagi untuk menentukan siapa yang kalah tapi Ki Bum menghalangi. 

"Hey. Kenapa diulangi? Aku kan yang harus gendong dia? Siapapun yang menang, harus menggendongnya, kan? Ya ampun, aku benar-benar tidak beruntung. Tidak bisa kupercaya. Aku harus menggendong si Orang Jahat ini. Aku benar-benar kesal sekarang."

Kentara sekali lho kalau Ki Bum menawarkan diri secara suka rela. Gong Myung membenarkan julukan Ki Bum sebagai ideot dari Noryangjin karena memang kentara sekali sikapnya.


Ki Bum memimpin jalan dengan terus tersenyum sementara Gong Myung dan Dong Young mengikuti mereka dari belakang.

"Siapa yang tidak tahu dia sedang senang sekarang? Dia pasti sedang tersenyum lebar sekarang. Kelihatan sangat bahagia." Ujar Gong Myung.

"Apa dia kelihatan bahagia di matamu? Dia kelihatan menyedihkan di mataku."

"Apa maksudmu?"

"Ya, salah satu dari itu deh."


Chae Yeon tersenyum di gendongannya Ki Bum, ia membuka matanya sebentar dan melihat Gong Myung lah yang menggendongnya.

"Hey, ku pikir akan keterlaluan merayakan ulang tahun saat sedang mempersiapkan ujian PNS. Tapi aku sangat senang hari ini. Berkat kalian. Terima kasih. Kau sepertinya orang yang baik dan hangat."

Kalimat terakhir Chae Yeon malah membuat senyum Ki Bum semakinlebar karena ia mengira Chae Yeon mengatakan itu untuknya.


Jung Suk kembali minum sendirian dan seperti biasa, ia memulai narasinya.

"Aku minum sendiri lagi sekarang. Setelah hari yang panjang dan berat... Aku ingin minum."


Ha Na juga minum sendirian di depan mini market, ia teringat perlakuan manis Jung Suk hari ini dan cerita Bos Kim.

Narasi Jung Suk: Di hari saat aku meremehkan ketulusan seseorang. Aku ingin minum.


Bos Kim mengantar Jin Woong yang mabuk berat sampai ke apartemennya. Rumah Jin Woong seperti biasanya sangat berantakan dan cuma ada anjing disana, wife.

Bos Kim membuka kulkas tapi tak menemukan air, botol airnya kosong. Cuma ada banyak kaleng bir disana.

"Yang dia punya hanya bir saja."

Bos Kim pun mengambilnya satu dan meminumnya.


Bos Kim pun mengambilnya satu dan meminumnya.

Alaram Jin Woong berbunyi dan itu membuatnya terbangun lalu buru-buru pergi. Bos Kim menahannya,

"Ayolah. Mau ke mana sih?"

Jin Woong baru teringat kalau sudah tidak ada lagi. Sekarang kalau alarm berbunyi, ia tidak tahu mau ke mana lagi.

"Dulu ibuku yang menungguku. Sekarang dia sudah tidak menungguku lagi. Aku benar-benar ingin makan masakan ibuku. Aku benar-benar ingin."

Jin Woong menangis.

Narasi Jung Suk: Di hari ketika segalanya terasa suram dan menyedihkan aku ingin minum.


Jin Yi di rumahnya, masih melihat ponselnya, ia mengirim pesan lagi untuk kekasihnya, Min Ho.

"Min Ho, kau benar-benar mau melakukannya?"
"Kau tidak menelpon selama tiga hari. Apa itu artinya kau ingin berpisah?"
"Kau benar ingin putus denganku?"
"Kau benar ingin mengakhirinya?"
"Itu yang kau mau?"
"Bagaimana bisa kau melakukan ini padaku?"

Jin Yi mendesah karena Min Ho tak membaca pesannya, lalu ia menuang soju dan meminumnya.

"Dia mengabaikanku, kan?"

Jin Yi membulatkan hatinya untuk menulis satu kalimat lagi.

"Beginilah harusnya kau mengatasi ini. kita putus saja."

Secara ajaib pesan-pesan Jin Yi dibaca seketika dan Min Ho menulis jawaban.

"Baiklah."

Jin Yi menatap foto mereka bersama lalu ia menangis tersedu.

Narasi Jung Suk: Di hari yang sibuk dan kau sulit menerima kenyataan yang terjadi padamu, kau ditemani minuman.


Kembali pada Jung Suk yang minum sendirian, ia menatap orang-orang yang minum secara berkelompok. 

"di saat-saat seperti ini kalau minuman tak ada bersamamu, bagaimana bisa menghadapi hari yang berat ini."


Ha Na berjalan sendirian, ia mengambil ponselnya dan membuka kontak Jung Suk

"Benar. Aku mengkritiknya tanpa alasan." dan Ha Na mendesah, lalu ia melihat Jung Suk sedang minum sendirian.


Ha Na kemudian duduk di depan Jung Suk. Ha Na membenarkan apa yang Jung Suk katakan tadi, Noryangjin adalah medan perang.

"Apa maksudmu?" Tanya Jung Suk.

Ha Na berkata kalau ia sudah tahu soal Profesor Seo. Jung Suk sudah membantunya menyelesaikan urusan mengajarnya. Kenapa Jung Suk melakukannya? padahal ia sudah keterlaluan dan mengatai Jung SUk egois.

"Aku tidak mau kau jadi orang sepertiku."

"Apa?"

"Kau yang bilang tidak mau jadi orang egois sepertiku. Aku mau kau tetap berpikir begitu."

"Kenapa? Yang kau katakan semuanya benar. 'Kau hanya bisa mempercayai dirimu sendiri.' Sekarang aku tahu kenapa kau mengatakannya."

Jung Suk hanya memikirkan dirinya sendiri. ia sebenarnya selama ini memang hidup seperti sampah. Ia pikir akan lebih baik kalau melakukannya. Sekarang, kalau kuingat-ingat lagi, sepertinya ia malah kehilangan banyak hal.

"Aku kehilangan orang-orang di sekitarku dan wanita yang kusukai tidak menyukaiku lagi. Akhirnya, aku tahu mungkin tidak sebaiknya aku hidup begini."


Jung Suk selesai minum. Ha Na menawarkan untuk mencari taksi untuk Jung Suk. Jung Suk menolaknya karena ia tidak mabuk kok.

"Sampai jumpa, No Geu Rae." Jung SUk sudah melangkah tapi ia kembali lagi, "Ini mungkin salah satu keegoisanku, untuk membuat perasaanku lebih baik. Tapi aku benar-benar ingin mengatakan ini. Aku sungguh-sungguh. Saat aku bilang menyukaimu, aku sungguh-sungguh. Maaf karena sudah menyakitimu. Aku tidak akan mementingkan diriku lagi, dan akan berusaha mendapatkanmu lagi."


Dan Jung Suk benar-benar pergi. Tapi Ha Na memanggilnya,

"Profesor Jin. Kau masih saja egois, kau tahu tidak? Kau mau langsung pergi saja setelah mengatakan semunya?"

Dan Ha Na menuju Jung Suk lalu menciumnya. Ha Na minta maaf, ia lah yang egois di sini, ia salah menilai Jung Suk.

"Aku minta maaf."


Jung Suk maraih Ha Na dan menciumnya.


5 komentar

Semangat terus untuk menyelesaikan sinopsisnya dan terima kasih.....

Semangat terus untuk menyelesaikan sinopsisnya dan terima kasih.....

lanjutt ,ditunggu ep selanjutnyaa
makinn seru nih bakal ada cinta segi tiga antra jung suk hana sama gong hyung....
gomawo

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon