Friday, October 14, 2016

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 7 Part 1

Sumber Gambar dan Konten dari KBS2

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 7  Part 1


Soo Ah berlari ke arah Do Woo dan Do Woo memeluknya, Soo Ah pun mambalas pelukan Do Woo dan menangis bersama Do Woo.

Marie mengikuti arah Soo Ah berlari tadi dan ia melihat Do Woo dan So Ah saling peluk. Ia pun memalingkan pandangan dan berbalik kembali ke dalam rumah sakit.

Saat itu, ia tak sengaja bertabrakan dengan Hye Won. Ia mengenali Hye Won sebagai Ibunya Annie dan mengenalkan diri sebgai Marie, ibu kos Annie.



Marie menggenggam tangan Hye Won, turut berduka atas apa yang terjadi pada keluarga Hye Won lalu mengajaknya bicara di tempat lain. Hye Won terus melihat ke belakang, mencari-cari Ibunya Hyo Eun.

Hye Won mentraktir Marie secangkir kopi. Marie mengagumi kopi itu karena sudah 10 tahun lamanya tak pernah merasakannya.

Hye Won bertanya, kenapa Marie ke Korea. Marie berbohong kalau ada urusan keluarga yang harus ia datangi. Selanjutnya Hye Won bertanya mengenai Marie yang tadi memanggil seseorang dengan "Ibunya Hyo Eun".

"Apa ibunya Hyo Eun di sini?"

Lagi-lagi Marie berbohong kalau ia telah salah melihat orang. Dan ia balik bertanya, apa Hye Won mengenal Ibunya Hyo Eun?

"Tidak. Aku hanya tahu namanya saja."

Marie merasa kalau sudah sewajarnya keluarganya Hyo Eun kenal dengan keluarganya Annie. Hye Won jujur kalau ia tidak mengenalnya dengan baik, ia juga tidak pernah bertemu dengan ibunya Hyo Eun.

"Siapa yang tahu? Mungkin hanya aku yang tidak tahu." Lanjut Hye Won membuat Marie langsung diam.

Hye Won memastikan, apa Marie sudah membuang barang Annie yang dari kepolisian? Untuk kesekian kalinya Marie kembali berbohong, ia berkata kalau ia sudah membuangnya seperti yang Hye Won inginkan.

"Mulai sekarang, semua tentang Annie bicarakan padaku. Kalau kau menemukan sesuatu, berikan padaku. Aku tidak yakin kau tahu tentang ini... Tapi Do Woo bukan ayah kandungnya Annie. Annie... Anak kandungku."

Marie mengerti sekarang, alasan kenapa hatinya Hye Won dingin sekali pada Annie. Lalu Marie pamit karena tampaknya Hye WOn lelah dan ia tidak berpakaian yang layak untuk melayat. Ia cuma pesan agar Hye Won menyampaikan pada Do Woo kalau ia nanti akan menelfon.


Soo Ah mencuci beras, ia teringat saat Do Woo memeluknya. Teringat kata-kata terakhir Nyonya Go

"Sebelum seseorang meninggal, Mereka melakukan hal yang spesial untuk orang yang mereka sayangi. Karena mereka menghargai orang itu."

Lalu dilanjutkan dengan ingatannya akan perkataan Do Woo,

"Mereka, entah bagaimana menemukan cara untuk meninggalkan sesuatu yang mereka tahu akan diperlukan oleh orang yang mereka sayangi."


Soo Ah tadi juga menyampaikan wasiat Nyonya Go dan saat ini Do Woo membaca surat peninggalan ibunya.

"Untuk anakku tersayang, Doh Woo. Ibu pasti ketakutan karena penyakit ibu. Ibu menulis surat ini untukmu Untuk mengatakan padamu tentang impian panjang ibu. Kumpulkan semua hasil karya kesukaan ibu dan yang pertama kali ibu buat di awal karir ibu. Kumpulkan yang banyak dan simpan di rumah kecil dimana semua orang bisa berkunjung."


"Ibu berharap mereka bisa mendengar suara gelombang saat mereka masuk. Ibu harap mereka bia mencium bau batuan merasakan angin bertiup melalui pohon yang tinggi dimana matahari selalu bersinar. Lokasi rumah itu harus berada di tempat yang tenang. Ibu berharap hasil karya ibu dapat menikmati sinar matahari, menikmati pemandangan.

"Jalinan yang ibu buat waktu berumur 25 tahun. Terlihat di bunga Neillia bahkan di pohon ceri dan bunga kamelia. Ini alamatnya... pergilah kesana dan beritahu mereka apa yang kukatakan mereka akan mengerti dan akan menyerahkannya kepadamu.

"Do Woo, Hanya dengan memikirkannya saja membuat ibu bahagia."

"Pesan di sampaikan oleh Choi Soo Ah." Tulis Ibu Do Woo dalam suratnya.


Do Woo menangis setelah membacanya, ia menggumamkan kalimat yang ibunya tulis,


"Berjalanlah sepanjang dinding batu... Dan kau akan melihat lautan."


Jin Suk mendapat pesan dari Soo Eun, yang mengatakan kalau ia kemarin terbang bersama Soo Ah. Dan menawari Jin Suk minum teh bersama, ia juga menulis kalau sekarang ia ada di belakang Jin Suk.


Jin Suk hanya mengajak Soo Eun bicara di tempat yang sepi. Soo Eun keberatan, apa tidak ada tempat lain. Jin Suk beralasan kalau ia harus pulang cepat.

Soo Eun memuji Soo Ah sebagai orang baik. Jin Suk tak percaya, apa hanya itu yang ingin Soo Eun katakan?

"Tidak, Tidak kapten."

Jin Suk menebak pasti Soo Eun menahan amarah terhadapnya. Lalu ia minta untuk meluruskan semuanya. Ia bertemu dengan Soo Eun di pub waktu itu, jadi mereka berbicara sebentar. Saat mereka ketemu lagi keesokan harinya, mereka berbicara lagi.

"Apa terjadi sesuatu tanpa sepengetahuanku? Sesuatu bisa saja terjadi. Kau datang menemuiku di pagi hari untuk bertanya apakah kita bisa bertemu di Seoul. Oh, aku lupa, kau membawakan kopi."


Soo Eun mengaku kalau ia kehilangan penilaiannya karena mereka berbicara sepanjang malam. Saat wanita terjaga semalaman, mereka bisa bingung dengan mudahnya, meskipun itu datangnya dari pria yang sudah menikah.

"Saya tidak yakin apa Anda ingat. Tapi Anda juga membicarakan tentang Choi Soo Ah sunbaenim. Anda bilang isteri adalah perhiasan di rumah."

Jin Suk mengakui telah mengatakan itu. Ia menambahi, perhiasan di rumah berbeda dengan perhiasan di toko. Ia tidak bisa tidur fi kasur rumahnya tapi di pesawat tidak terlalu nyaman. "Itu aneh bukan?"

"Jadi, itu maksud Anda. Anda tidur dengan berisik di hotel. Saya berada di sisi Anda sampai Anda tertidur. Anda menyuruh Saya mematikan lampu saat Saya keluar. Anda sepertinya tidak ingat sama sekali.

Soo Eun kembali mengungkit Soo Ah yang sepertinya orang baik, Soo Ah sepertinya tidak bodoh atau cukup licik untuk memata-matai Jin Suk.

Jin Suk mengatakan kalau Soo Ah adalah orang yang baik juga ceroboh, tapi itu yang membuatnya tertarik pada Soo Ah. Jin Suk lalu pergi jika tidak ada yang ingin Soo Eun bicarakan lagi.


Jin Suk sudah berjalan beberapa langkah. Lalu Soo Eun teringat sesuatu,

"Choi Soo Ah Sunbaenim berbicara lama dan rahasia dengan seorang pria di pesawat. Saya rasa namanya Seo Doh Woo. Dia bilang pria itu ayah dari teman anaknya."

Jin Suk lalu melepaskan kopernya dan mendekati Soo Eun,

"Lalu kenapa?" Tantang Jin Suk.

"Aku cuma bilang saja."

Jin Suk tak menjawab lagi, ia memilih pergi dari sana.


Kemudian Jin Suk berhenti, ia menggumamkan nama "Soe Do Woo". Lalu menelfon Mi Jin, tapi Mi Jin menolaknya karena ia akan menjalani perawatan.


Soo Ah melakukan pelatihan keselamatan jika terjadi kecelakaan pesawat. Ia melakukannya dengan semangat.


Setelah sesi latihan usai. Sunbae Soo Ah mengajaknya bicara, Sunbae tahu kalau Soo Ah sebenarnya ingin berada di bagian latihan.

"Tapi tidak ada posisi, itu bagian yang populer." Jawab Soo Ah.

Sunbae lalu cerita, ibunya menjaga anaknya tapi tiba-tiba sakit, kemudian suaminya berhenti bekerja untuk memulai usaha di Cina bersama dengan temannya dan juga, jadwal penerbangannya panjang. Masa-masa itu membuat ia jadi gila, tapi saat itulah bagian pelatihan membuka lowongan.

"Cerita kita semua hampir sama, Tapi ceritamu berakhir bahagia. Aku rasa kau beruntung."


Soo Ah memposting permohonan penerbangan ke Oakland.

Saat itu ia sedang janjian dengan Marie dan tak lama kemudian Marie datang. Soo Ah senang Marie menghubunginya. Sambil makan mereka melanjutkan pembicaraan.


Soo Ah bertanya, apa marie sudah bertemu dengan semua orang yang ingin Marie temui. Marie sudah menemui semuanya tapi masalahnya adalah keluarganya. Ia merasa tidak nyaman. arena ia tidak ada, ia tidak yakin mereka (mungkin panti jompo) mengurusnya dengan baik.

Soo Ah meminta Marie untuk memberi alamat keluarganya agar ia bisa mampir sekali atau dua kali setahun.

"Kau baik pada Hyo Eun waktu dia berada di sana."

Kalau memeng begitu, marie meminta bantuan Soo Ah. Ia lalu bertanya, apa Soo Ah dekat dengan Do Woo.

"Aku rasa begitu." Jawab Soo Ah.

Marie meletakkan sumpitnya untuk bicara serius. Ia tidak begitu perduli dengan urusan lain. Marie jujur kalau ia melihat Soo Ah berlari ke arah Do Woo di pemakaman saat hujan.

"Annie mendatangi aku, Jadi aku cepat-cepat pergi."

Soo Ah menegaskan kalau mereka hanya berteman.


Jin Suk langsung menuju ke rumah sakit ibunya. Nyonya Kim berkata kalau Soo Ah ada di rumah. Jin Suk balik bertanya, kenapa Soo Ah tidak menunggui Nyonya Kim.

"Dia bersama Hyo Eun, dia ada di sini siang hari."

Lalu Nyonya Kim membahas Jin Suk yang datang dengan balutan seragamnya. Nyonya Kim berkata kalau ia sudah lama tidak melihat Jin Suk memakai seragam.

Ternyata dahulu Jin Suk pernah tidak mau memakai seragam lagi. Tapi itu sudah lama sekali. Nyonya Kim senang karena Jin Suk serhasil mengatasinya setelah kejadian itu.

"Kau membuat keributan waktu kau bilang tidak mau terbang. Apa semuanya baik-baik saja sekarang?"

Jin SUk beralasan kalau ia baru 20 tahun waktu itu dan rasanya sangat berat. Ia minta ibunya berhenti membicarakan masalah itu.

"Ini semua karena kau bertemu dengan isteri yang hebat. Kalau kau bertemu dengan isteri yang hebat, kesulitanmu berkurang..."

Jin Suk memotong, mengatakan kalau ia tidak punya kesulitan. Nyonya Kim menasehati kalau Jin Suk bertemu dengan istri yang salah, Jin Suk akan terbebani.

"Ibu langsung berpihak padanya padahal baru sebentar bersamanya." Protes Jin Suk.

Nyonya Kim mengaku kalau Soo AH itu ramah dan menyenangkan. Lalu saudara Jin Suk yang di New Zealand menghubungi Nyonya Kim. Jin Suk tidak ingin berbicara dengannya dan memilih keluar.

Jin Suk berharap agar operasi Nyonya Kim berjalan lancar. Jung Suk menegaskan kalau Nyonya Kim hanya akan menjalani operasi kecil, jadi tidak usah khawatir.


Jin Suk menelfon Soo Ah, menanyakan keberadaannya. Jin Suk juga menanyakan kenapa ia mendengar cerita tentang Soo Ah dan pria lain.

"Apa yang kau bicarakan?" Tanya Soo Ah tak mengerti.

"Apa kau tidak tahu bagaimana pramugari lain bergosipwaktu kau berbicara secara pribadi dengan salah satu penumpang? Kau bicara dengan siapa? Aku dengar itu ayah dari temannya Hyo Eun."

Soo Ah menjawab kalau Jin Suk tidak mengenalnya dan mereka hanya saling menyapa. Hyo EUn bertanya pada Soo Ah, apa yang menelfon ayahnya?

"Bagaimana kau tahu?" Tanya Soo Ah.

Hyo Eun menjawab kalau ibunya kelihatan sangat depresi. Lalu bertanya, kapan ayahnya akan datang?

Soo Ah lalu menanyakan pada Jin Suk, apa Jin Suk bisa mampir ke rumah sekarang. Jin Suk berkata kalau ia ada di Gayang-dong.

Soo Ah mengingatkan kalau Jin Suk harus menjaga Hyo Eun setelah pulang sekolah besok, ia minta Jin Suk datang agar bisa bicara sesuatu karena jadwalnya kacau.

Soo Ah teringat penegasannya pada Marie kalau dirinya dan Do Woo hanya teman biasa lalu ia teringat pelukan Do Woo. Dan teringat pertemuannya dengan Hye Won walaupun mereka tidak pernah saling melihat wajah masing-masing.

Jawaban Marie tadi : Aku tidak yakin apa yang benar. Aku tidak yakin siapa atau apa yang terbaik untuk Annie. Semakin banyak aku tahu, semakin aku merasa menyesal untuk Annie.


Soo Ah mendesah lalu meminta Hyo Eun mengoper bola padanya. Dan mereka berakhir bermain bola bersama.


Hye Won berkata pada Do Woo kalau Seok membuat sarapan untuk mereka sebelum pergi. Do Woo bertanya, apa Seok akan pergi hari ini. Seok  menjawab tidak.

Hye Won akan sibuk minggu ini jadi Seokbisa santai. Seok menegaskan kalau ia tidak akan pergi, ia akan tetap tinggal bersama mereka untuk mengawasi, apakah wasiat Almarhum Nyonya Go dijalankan.

"Maafkan aku, Hye Won."

Hye Won tak menjawabnya, ia pamit untuk bekerja.


Do Woo sangat jarang sarapan nasi setelah menikah. Ia beruntung memiliki Seok. Di masa lalu, kehidupannya pasti...

"Kau tidak akan berada dalam kekacauan ini kalau kau orang baik." Potong Seok tapi Do Woo berkata kalau ia bisa menerimanya.

Seok takjub pada Nyonya Go yang telah membesarkan Do Woo dengan sangat baik. Jadidia menyuruh Do Woo untuk hidup dengan baik.

"Bukankah ini sudah cukup baik?" tanya Do Woo.

Seok tak menjawabnya, hanya menatap Do Woo yang sibuk makan.


Soo Ah mengantar patjuk ke bar Hyun Woo. Ia membawa banyak jadi Hyun Woo bisa membaginya. Soo Ah juga berkata kalau dirinya yang membelikan patjuk sebelum Nyonya Go meninggal.

Soo Ah akan langsung pergi tapi Hyun Woo menahannya. Hyun Woo bercerita masa-masa SMA nya dimana dulu kedua orang tuanya saling berselingkuh.

"Mereka punya kehidupan sendiri dan aku tinggal di rumahnya Doh Woo. Jadi aku mengenal Nyonya Go dengan sangat baik. Dia adalah orang yang paling hangat sedunia. Aku dengar kau membawakannya makan malam untuk yang terakhir kalinya. Terima kasih."


Hyun Woo selanjutnya membawa patjuk itu ke kantor Do Woo. Do Woo tidak mau karena ia ingin bir, bir jepang. Do Woo mengira kalau Hyun Woo sedang berkancan makanya tidak membagikan bir Jepang. 

"Diam dan makan sajalah." Kata Hyun Woo lalu kembali ke bawah.


Do Woo melihat pesan tertulis di tutup patjuknya, ia membacanya lalu membukanya.


Hyun Jung merasa kalau mereka harus menghentikan semuanya. Hye Won tak mengerti maksudnya.

"Kami berpikir untuk menjadikan Go Eun Hee sebagai merek. Dengan kematian Nyonya Go dan Doh Woo masih berduka cita, sekarang bukan waktu yang tepat. Sebenarnya, bisnis akan terus berjalan bahkan tanpa namanya."

Lalu Hye Won bertanya, apa yang harus dilakukannya sekarang. Hyun Jung tak tahu pasti, mungkin mengadakan pameran untuk mengenang Nyonya Go atau semacamnya.

"Bukankah kau seharusnya menjaga keluargamu?"

"Bagaimana kita bisa menunjukkannya kalau Do Woo tidak menyetujuinya?" Tanya Hye Won.

Hyun Jung mendengar kalau Do Woo sudah menentangnya. Hye Won menjelaskan kalau Do Woo merasa bersalah akan banyak hal. Ia rasa Do Woo akan membantunya kali ini. 


Marie membuka kotak barang Annie, ia menyalakan ponsel Annie dan mengecek rekaman suara. Marie langsung memutarnya, ia mendengar..

Annie: AKu mau kembali. Aku rindu pada semua orang

Hyo Eun: Jangan kembali

Marie langsung mematikannya. Setelah mengetahui kalau Annie bukan anak kandung Do Woo, Marie memutuskan untuk tidak memberitahukan adanya rekaman itu pada Do Woo.

"Dia sudah punya banyak masalah. Ini bukan urusanku."


Hyo Eun semakin mahir main bola. Jae Ah yakin kalau Hyo Eun pasti akan di terima di tim inti sekolah besok.


Soo Ah melakukan pekerjaan ibu rumah tangga dan Do Woo melakukan pekerjaannya di kantor. Mereka kembali berhubungan lewat SMS.

Do Woo: Terima kasih atas patjuknya.

Soo Ah: Ibu Go juga menikmatinya. Beliau kelihatan sangat bahagia

Do Woo: Ibu tahu namamu

Soo Ah: Beliau bertanya padaku

Do Woo: Nama terakhir yang Ibu tuliskan adalah namamu

Soo Ah: Beliau bahkan memberiku hadiah hari itu, Gelang kaki. Beliau menyuruhku untuk merawat kakiku. Seperti Beliau tahu apa pekerjaanku

Do Woo: Ibu sering melakukan itu waktu dia masih hidup. Ibu punya cara untuk mengetahui sesuatu

Soo Ah: Ada lagi sebelum itu, jalinan. Juga ada kancing

Do Woo: Kancing, jalinan dan gelang kaki... Itu artinya kau harus mencari teman baru dan bebaslah. Pasti begitu

Soo Ah: Aku akan mencari tahu artinya untuk diriku sendiri. Apa kau bertemu dengan Marie?

Do Woo: Tidak

Soo Ah: Dia pasti melihat kita bersama


Do Woo lalu menghubungi Soo Ah, melarangnya khawatir karena mereka memiliki aturan "tiga hal tidak boleh". Soo Ah jujur kalau Do Woo membuatnya takut sesaat tadi. 

"Apa kau menikah karena cinta?" Tanya Do Woo.

"Kenapa kau bertanya?"

"Seberapa banyak kau mencintainya?"

Soo Ah bener-benar tidak ingin mengatakannya tapi Do Woo memaksa. Soo Ah menjawab kalau ia sangat menyukai suaminya. Suaminya adalah kapten yang populer diantara para kru, ia bisa melihatnya dan entah bagaimana mereka akhirnya bersama.

"Bagaimana tepatnya?" tanya Do Woo.


Soo Ah balik bertanya, apa yang ingin Do Woo ketahui. Do Woo menjawab kalau dirinya benar-benar ingin tahu.

Soo Ah bercerita, awalnya di Sydney, mereka berbicara sepanjang malam dan kebetulan mereka menginap di hotel yang sama.

Do Woo tersenyum, ia tidak menyangka Soo Ah akan membicarakan detailnya.


Mi Jin minum-minum bersama tim-nya, karena salah satu dari mereka memutuskan berhenti. Mi Jin semakin merasa sedih, ia bahkan merasa akan menangis. Ia rasa sudah saatnya juga ia berhenti. Saat ia melihat orang-orang berhenti ia sangat sedih.

"Hey.. Waktu Ji Yeon berhenti, Kau tidak begitu." Protes salah satu dari mereka.

Mi Jin malah bertanya, siapa itu Ji Yeon dan semuanya tertawa. lalu datanglah Soo Eun yang ingin mengajak Mi Jin bicara berdua.


Soo Eun bercerita kalau ia mengatakan pada Jin Suk mengenai Soo Ah yang bicara dengan Do Woo di pesawat. Mi Jin jelas protes.

"Mereka kelihatannya terlalu serius. Orang-orang biasanya hanya berbicara ringan saja." ALasan Soo Eun.

Mi Jin menjelaskan kalau putri Do WOo belum lama meninggal, sementara Soo Ah dan Do Woo saling mengenal. Apa pantas kalau mereka saling menggangguk kemudian pergi?

"Kenapa Soo Ah Sunbaenim selalu lurus seperti itu? Pantas saja suaminya..." Kesal Soo Eun sampai keceplosan, lalu ia cepat-cepat minta maaf.

"Kau berharap dia berselingkuh, benarkan?"

Soo Eun menjawab kalau pria Sidney menyelip de lengannya, ia bahkan tidak bisa membalas perkataan Jin Suk.

"Aku berharap dia menusukku dari belakang dengan isterinya yang setia."

"Choi Soo Ah? Dimimpimu."


Soo Ah gantian yang bertanya, ia penasaran seperti apa istri Do Woo tapi di saat yang sama, ia tidak ingin tahu. Kalau Do Woo tidak mau menjawabnya, maka jangan dijawab.

Do Woo bukan tak mau menjawab, ia sesaat tadi bingung, orang seperti apa istrinya itu.

"Apa kau pernah berpikir untuk... meninggalkan suamimu?"

Soo Ah langsung menjawab tidak. Do Woo sudah tahu itu, Soo Ah memang orang seperti itu. Do Woo mengingatkan kalau aturan "tiga hal tidak boleh" mereka masih berlaku., jadi jangan bingung dengan ucapannya tadi.


Hye Won menghentikan mobilnya di depan kantor Do Woo, ia melihat ke atas dan mendapati kantor Do Woo masih terang.


Do Woo bertanya, apa yang sedang Soo Ah kerjakan saat ini. Soo Ah berkata kalau tangannya kebas, ia penasaran, apa tangan Do Woo tidak kebas?

Do Woo menyarankan agar Soo Ah bergerak sehingga tidak terlalu terasa. Soo Ah berkata kalau ia tahan telfonan selama satu jam saat usia 20-an, sekarang pasti ia tambah tua.

"Kita harus berbicara secara langsung." saran Do Woo.

Soo Ah baru ingat, setrika! Do Woo mengulangi, setrika? dan ia ketawa. Soo Ah menjelaskan kalau ia ada penerbangan besok jadi ia harus menyetrika seragamnya.

"Kau mau pergi kemana?" Tanya Do Woo.

Soo Ah sudah pernah bilang kalau ia akan di Oakland selama 8 hari. Do Woo protes, kapan Soo Ah memberitahunya?

"Mari kita bertemu sekarang." Ajak Do Woo.

Soo Ah rasa sebaiknya mereka berbicara lewat telpon saja hari ini. Do Woo menggoda, apa Soo Ah takut akan menyentuhnya hari ini?

Soo Ah mengangguk, "Ya, aku bukan diriku sendiri belakangan ini."

Do Woo semakin yakin untuk pergi datang ke Soo Ah sekarang juga tapi Soo Ah melarangnya karena ia tidak bisa keluar sekarang. Do Woo pun menghentikan langkahnya.

"Kau ada dimana?" Tanya Soo Ah.

"Aku ada di kantor".

Soo Ah hanya penasaran... Dimana dan bagaimana Do Woo menjawab telponnya. Do Woo berkata
kalau ia sedang dalam perjalanan.


Hye Won melihat Do Woo turun sambil telfonan. Kemudian Do Woo tersenyum dan kembali lagi ke atas. Hye Won memegang kepalanya bingung.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon