Wednesday, October 26, 2016

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 9 Part 2

Sumber Gambar dan Konten dari KBS2

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 9 Part 2


Do Woo kembali esok harinya dan bertemu dengan Pak Mun. Pak Mun bercerita kalau Annie datang kesana sendirian naik bis setalah mendengar kata Nyonya Go.

"Dia ingin mengetahui rahasia neneknya."

Kilas balik..


Pak Mun menunjuukan hasil karnya Nyonya Go pada Annie. Annie bertanya, kenapa itu menjadi rahasia Nyonya Go, ada apa dibaliknya?

"Ada satu hal yang aku pikirkan." kata Pak Mun.

Aniie penasaran, apa itu. Pak Mun pikir, mungkin Nyonya Go menyukainya diam-diam.

"Aku rasa tidak." Jawab Annie.

Pak Mun tertawa, ternyata Annie tak tertipu. Kemudian ia menjelaskan kalau itu adalah hasil karya pertama yang Nyonya Go buat. Dahulu Nyonya Go tidak pernah mau belajar, beliau semalaman menjahit

"Dia suka mengerjakannya dengan tangan. Begitulah dia mulai bekerja dengan jalinan."

Annie baru mengerti kenapa sampai sekarang Nyonya Go masih suka dengan jalinan. Pak Mun belum selesai, Nyonya Go lalu menitipkan karyanya itu pada Pak Mun karena khawatir akan ketahuan ibunya.

"Dia bilang padaku itu adalah rahasia dan aku tidak boleh memberitahu siapapun. Tapi sekarang, Ini bahkan bukan rahasia besar lagi."


Annie menyentuh hasil karya neneknya. Pak Mun lalu menunjuk guci di pojokan, katannya itu guci ajaib, kalau mengatakan rahasia di sana, pasti akan tersimpan selamanya.

Tapi Annie tak mau, ia tidak mau rahasianya tersimpan. Pak Mun penasaran, jadi apa yang diinginkan Annie kalau begitu. 

"Aku mau rahasiaku berlalu supaya tidak jadi rahasia lagi."


Tapi Annie tetap mengatakan rahasianya di guci itu. Sambil menangis ia berkata:

"Aku ingin ibu, ayah, Aku, nenek dan kakek semuanya bahagia. Aku akan jadi gadis yang baik. Tolong biarkan keluargaku berbahagia."

Pak Mun memilih pergi dari sana.

Kilas balik selesai...


Do Woo menuju ke guci ajaib tersebut. Pak Mun melanjutkan ceritanya. Setelah itu, Annie bertanya apa ia bisa menerima ayahnya bekerja di sana.

"Saya?" Tanya Do Woo.

"Bukan."

Kilas Balik...


Pak Mun membawa Annie ke bukit, disana ia meminta Pak Mun untuk memberi ayahnya pekerjaan. Annie mengatakan kalau ayahnya juga membuat tembikar

"Dia tidak bisa bersamaku sekarang karena dia bekerja. Dia sering bepergian. Itu sebabnya dia tidak bisa menjagaku. Tapi dia sangat menyukai tembikar, dia baik dan aku menjamin bakatnya."

Pak Mun bertanya, apa itu rahasia Annie. Annie meminta Pak Mun untuk merahasiakan hal ini, pokonya jangan sampai mengatakan tentang ayah kandungnya pada Nyonya Go.

Kemudian Annie menatap kedepan, ayahnya menyukai pemandangan seperti itu.

Kilas balik selesai...


Do Woo membuka pintu belakang dan ia berjalan menuju bukit. Ia teringat kata-kata Hye Won.

"Apa yang masih kau cari? apa? Apakah tentang ayah kandungnya Annie? Apa kau serius?"

Dan ia juga teringat jawabannya kalau ia mengantar Anni pergi menemui ayahnya tapi seperti yang Hye Won bilang, itu hanya imajinasinya saja, Jadi siapa Annie yang ia yakini sebagai putrinya ?

Annie : Aku tidak mau rahasiaku terjaga. Aku mau rahasiaku berlalu supaya tidak jadi rahasia lagi.


Do Woo berdiri di tempat Annie mengambil foto, pikirannya kacau.


Soo Ah membuka kopernya dan seragamnya ada di sana, ia mengeluarkannya, lalu memeriksa bagian koper yang lain dan menemukan foto Do Woo disana, ia ingat kalau foto itu adalah foto yang diambilnya dari Malaysia. Ia membalik bagian belakang foto itu dan ada tulisan disana.

"TOLONG JAGA AYAH DO WOO"


Do Woo membawa karya ibunya, ia berterimakasih pada Pak Mun dan pemilik gudang atas apa yang sudah mereka lakukan untuk Annie.

Do Woo bertanya pada Pak Mun, apa Pak Mun mendengar rahasia Annie. Pak Mun menjawab kalau ia tidak bisa mengatakannya pada Do Woo. Do Woo ingin bertanya satu hal lagi

"Aku sangat penasaran, Kalau dia ingin melindungi satu hal, Apa itu kira-kira?"

"Keluarga. Dia mungkin berpikir, kedua keluarga akan tetap damai kalau dia terus berbohong."

"Kedua keluarga akan tetap damai kalau dia berbohong? Dua keluarga? Itu mungkin keluarga ayahnya dan kami."

Pak Mun tidak yakin. Lalu Do Woo masuk ke dalam mobilnya.


Pemilik gudang mengetuk kaca mobil Do Woo, ia merasa kalau sepertinya Pak Mun tidak menyebutkan apa yang akan dikatakannya ini, walaupun ia juga tidak mengikuti pembicaraan mereka.

"Tapi Annie dan ayahnya sepertinya tinggal bersama-sama. Dia bilang dia meninggalkan keluarganya demi dirinya dan ingin melindungi keduanya."


Kata-kata orang itu membuat Do Woo berpikir sampai ia tidak fokus nyetir dan memilih menghentikan mobilnya di tengah jalan. Kemudian Soo Ah mengiriminya gambar yang tadi ditemukannya di koper

"Aku menemukan ini waktu berkemas. Ini foto yang ada di atap kosnya Annie waktu itu."


Do Woo keluar dari mobilnya, ia merasa sesak di dadanya. Sampai ia harus memukul-mukulnya.  
 

Malam hari Do Woo menemui Seok. Seok yakin kalau Annie masih berkemunikasi dengan ayah kandungnya. bahkan mereka janjina untuk bertemu.

"Dia pasti menghubunginya diam-diam. Itu sebabnya Eun Woo menunggunya di sana. Mari kita cari tahu bagaimana. Apakah dia menelponnya atau mengiriminya email."

Seok juga mengatakan kalau Hye Won tidak membesarkan Annie, Hye Won berbohong mengenai hal itu. Seok sampai tidak percaya kalau Hye Won berbohong begitu banyak. Tapi hanya itu penjelasannya, Annie tinggal bersama ayahnya selama ini, Kemudian datang kesana dan...

"Oh benar-benar. Kenapa dia meninggalkan ayahnya untuk datang dan tinggal di sini?"

Do Woo tak menjawabnya, setiap Seok mengakhiri kalimatnya, ia meneguk soju. Seok meminta Do Woo agar kuat, jangan membela Hye Won kali ini

"Seberapa pendiamnya gadis itu sampai dia tidak bisa mengatakannya padamu? Semakin aku memikirkannya, aku semakin merasa... Marah dan takut."


Do Woo berjalan, ia memikirkan kata-kata pemilik gudang kalau Annie dan ayahnya tampaknya hidup bersama lalu ia teringat pernyataan Hye Won kalau ia membesarkan Annie sendirian saat masih 20 tahun dan Hye Won bekerja keras untuk itu.

Do Woo terus berjalan, saat ini ia sampai di jembatan penyebrangan. Ia teringat kata Annie yang takut tidak bisa melindungi sesuatu yang berharga, Itulah yang terburuk. Do Woo semakin penasaran akan apa yang sebenarnya ingin Annie lindungi.

"Keluarga, Mungkin dia berpikir kalau dia Berbohong, kedua keluarganya akan baik-baik saja." Akhirya ia menemukan jawabannya dari Pak Mun.


Do Woo sampai di depan bar Hyun Woo, ia memikirkan jawaban Pak Mun. Ia sudah di depan pintu namun balik lagi. Hyun Woo melihatnya namun diam saja.

"Do Woo terus berjalan. Dia benar-benar bersedih atau benar-benar tersiksa?" Tanya Hyun Woo.


Lalu Do Woo pulang ke rumah, ia masuk ke perpustakaan Hye Won (bekas kamar Annie). disana ia mencari petunjuk tapi ia tak menemukan apa-apa.

Lalu ia mengeluarkan laptop, mencoba login email Annie. Tak peduli berapa kali ia mencoba password tidak ada yang cocok hingga matahari terbit.


Jin Suk dan tim nya sudah kembali ke Seoul. Sang Yeob mengatakan kalau malam ini akan ada pesta perpisahannya Choi Soo Ah. Jin Suk tak mengerti, pesta perpisahan?

"Apa Anda tidak tahu? Sunbaenim mengundurkan diri beberapa hari yang lalu." Jelas Joo Hyun.

Jin Suk tak menjawabnya tapi kentara sekali kalau ia sangat terkejut. Lalu ia pamit duluan.

Mi Jin juga melihat kalau Jin Suk sangat terkejut. Mi Jin bertanya, apa Soo Ah akan datang.Joo Hyun menjawab kalau mereka akan minum-minum saja jika Soo Ah tidak muncul.

"Aku akan datang kalau dia ada. Sampai jumpa." Lalu Mi Jin menyusul Jin Suk.

"Itu kelihatannya sangat jelas bagiku." Ujar Sang Yeob menatap Mi Jin dan Jin SUk.

"Tidak, tidak begini seharusnya. Ini sangat aneh. Ini tidak benar." Elak Joo Hyun dan Eun Joo melihat aneh ke Mi Jin dan Jin Suk.


Mi Jin dan Jin Suk berhenti karena lampu merah. Jin Suk bertanya, apa Mi Jin tahu mengenai pengunduran diri Soo Ah.

"Tidak. Kalau Anda mau pulang, Bisakah Anda memberi saya tumpangan?"

Jin Suk menjawab ketus kalau ia mau ke tempat ibunya. lalu segera melangkah karena lampu sudah hijau. 


Soo Ah sedang mengecek sesuatu, sambil berbicara dengan Hyo Eun yang sedang belajar di kamar. Soo Ah senang karena ketiga pembuli Hyo Eun tidak sekolah hari ini.

"Hari ini sangat tenang. Siapa yang tahu? Besok mungkin mengerikan." Jawab Hyo Eun.

Soo Ah merasa kalau ia harus memindahkan Hyo Eun segera. Lalu telfon Soo Ah berbunyi dikamar. Hyo Eun bergegas memberikannya pada Soo Ah. Hyo Eun sangat gugup karena itu adalah telfon dari ayahnya.


Soo Ah lalu menyuruh Hyo Eun kembali ke kamar. Jin Suk menelfon dalam perjalanan menuju parkiran. Jin Suk bertanya, apa Soo AH berhenti. Soo Ah mengajaknya berbicara di rumah saja. Jin Suk menegaskan kalau ia tidak akan mengulangi pertanyaannya lagi, apa Soo AH berhenti?

Soo Ah mengiyakan. Jin Suk marah, siapa yang membolehkan Soo Ah berhenti?

"Tidakkah kau mempertimbangkan apa yang membuat aku berhenti?"

"Kenapa kau... Juga egois tentang pengunduran dirimu?"

Soo Ah mengingatkan kalau ia sudah bilang kalau Hyo Eun punya masalah di sekolah. Jin Suk membantah, kapan memangnya Hyo Eun tidak punya masalah? Itu bukan alasan.

"Anak-anak lain memukuli dan mengejeknya. Dia pingsan setelah protes tentang klub sepak bola wanita. Apa kau pernah melihatnya meringkuk di sudut selama berjam-jam karena terlalu takut untuk masuk? Kau melihatnya dan tidak tahu apa-apa. Kau pikir apa yang membuatku turun dari bis? Bisakah kau memutar waktu aku kembali ke bandara? Tidak bisa, kau tidak melihat bagaimana Hyo Eun berjuang."

"Choi Soo Ah. Aku tidak bisa lagi bertoleransi pada pemberitahuan egoismu."

"Kalau begitu jangan."

Soo Ah langsung mematikan ponselnya, dan sedari tadi Hyo Eun menguping pembicaraan orangtuanya itu.


Hye Won dan Ji Eun juga sampai di bandara. Hyn Jung mengirim pesan untuk Hye Won. 

"Nyonya Hong tahu kalau Kau berbohong tentang gelang Nyonya Go."

Saat naik taksi. Hye Won minta ijin untuk ikut ke tempat Ji Eun sekarang. 

"Rumahku? Ibuku menyuruhku untuk membawamu ke galeri. Masuklah" Ajak Ji Eun.


Hye Won tiba di galeri. Hyun Jung mondar mandir sementara Hye Won tegang. Ji Eun keluar setelah bicara pada ibunya, ia mengatakan kalau ia sudah bilang pada Nyonya Hong kalau Hye Won melakukan pekerjaan luar biasa di Sidney jadi saat ini lebih baik Hye Won langsung minta maaf saja pada Nyonya Hong.


Ji Eun menguping pembicaraan ibunya dengan Hye Won. Nyonya Hong berkata pada Hye Won kalau Do Woo sudah minta maaf atas nama Hye Won.

"Anggap saja kau terlalu bersemangat."

Hye Won hanya bisa minta maaf. Nyonya Hong meminta, tidak bisakah mereka tetap profesional, Nyonya Hong memang sudah pergi, tapi Hye Won masih punya ibu mertua.

"Dia tidak pernah memintaku melakukannya, Tapi aku bermaksud mengambil alih jadi ibu mertuamu. Kalau kau menyulitkan Do Woo, aku tidak akan melepaskanmu. Aku dengar kau mencurigai dia. Mari kita fokus saja pada pekerjaan atau mempercayai Doh Woo sepenuhnya. Aku bisa membuatnya mudah kalau kau memutuskan. Bisakah kita berkonsentrasi pada pekerjaan saja?"

"Apa maksud Anda?"

Ji Eun ke bar Hyun Woo dan ia meletakkan kepalanya di meja setelah minum, ia minta ijin untuk tinggal disana lebih lama.

"Tinggalah seperti itu dirumahmu."


Ji Eun mengaku kalau ia takut sekali dengan ibunya dan Hye Won. Ji Eun jujur kalau ibunya ingin Hye Won dan Do Woo bercerai supaya ia bisa bersama Do Woo.

"Ibuku pikir itu mudah saja. Ibuku yang malang."

Hyun Woo akan berpura-pura tidak mendengarnya.


Soo Ah mendapat hadiah gelang dari rekan-rekannya untuk merayakan kebebasannya. Soo Ah mengatakan kalau keluar dari pekerjaan bukanlah sesuatu yang layak mendapatkan hadiah.

Salah satu dari mereka menyahut kalau mereka membeli hadiah itu karena mereka ingin dan yang harus Soo AH lakukan cuma menerimanya saja.

Mi Jin memuji kalau gelang itu cantik di tangan Soo Ah. Sang Yeob berkata kalau semua ini seperti candu, terlalu tiba-tiba dan random.

"Aku berhenti karena sudah waktunya." Jawab Soo Ah.

"Tetap saja." Kesal Sang Yeob.

Soo Ah jujur kalau ia tidak tahu bagaimana perasaannya setelah berhenti. Ia tidak mengerti kenapa ia merasa berbeda. Melihat mereka semua membuat ia merasa aneh

"Aku harap kalian semua ingat. Aku ini pramugari yang bagus."

Mi Jin bertanya, apa memang perbedaannya. Soo Ah bercerita kalau ia habis minum teh dengan beberapa ibu tetangganya, ia hanya mengenal mereka sebagai ibunya ini dan ibunya itu

"Kemarin, mereka memberitahuku apa pekerjaan mereka. Ini menyedihkan, 'Inilah yang akan terjadi. Bagaimanapun kerasnya kau bekerja, Karirmu hanya akan jadi kenangan berharga."

"Ini membuat depresi saja. Ada apa denganmu? Kau bukan tipe sentimentil." Sambung sang Yeob.

Soo Ah protes, apa ia tidak diijinkan menjadi sentimentil setelah lama bekerja kemudian aku berhenti?


Eun Joo sedari tadi tidak ikut bicara, ia sibuk minum sendiri. Mi Jin mengeluh, Soo Ah dan dirinya bergabung ke maskapai bersama-sama tapi Soo Ah berhenti duluan daripada dirinya.

"Kau memainkan peranan ini." Ujar Eun Joo tiba-tiba.

Soo Ah berkata kalau Eun Joo pasti sudah mabuk. Eun Joo lalu beralih ke Soo Ah, pasti Soo Ah tahu kan kalau ia sangat menyukai Soo Ah.

"Waktu aku terpuruk, kau menghiburku dan memujiku. Semua orang menganggap aku saingan, Tapi kau baik padaku."

Soo Ah mengira kalau pujian itu hanya simbolik karena ini pesta perpisahannya, tapi ia menyukainya. Eun Joo kembali berkata, bagaimana bisa Soo Ah punya teman seperti itu (melirik Mi Jin).

"Aku? 'Teman seperti itu?' " tanya Mi Jin.


Eun Joo mengiyakan. Teman yang bermain mata dengan suaminya Soo Ah. Joo Hyun pura-pura menegur Eun Joo namun senyumnya kelihatan banget kalau ia suka Run Joo membongkar semuanya.

"Joo Hyun sunbae bilang dia melihatmu masuk ke kamarnya Kapten Park, tapi aku tidak mempercayainya. Kemudian aku melihat kau meninggalkan kamarnya." Lanjut Eun Joo.

Suasana hening seketika. Lalu Soo Ah memecahnya, ia mengatakan pada Eun Joo kalau Mi Jin dan Jin Suk itu teman dekat seperti ia dan Mi Jin

"Mereka berbicara dengan bebas. Kalau Kapten Park tidak menikahi aku, Dia bisa saja menikah dengannya. Begitulah dekatnya kami bertiga."

Mi Jin menyambung kalau ia kesana bukan untuk menemui Jin Suk secara pribadi. Ia mendapat telpon dari kantor dan mereka mendiskusikannya, Apa ada masalah?

"Oh, begitukah? Jadi itu tentang pekerjaan. Eun Joo, sudahlah, itu saja." tanggapan Joo Hyun.

Lalu Soo Ah meminta Sang Yeob untuk membawa Eun Joo yang kelihatannya sudah mabuk.

Eun Joo berdiri, ia minta maaf bukan karena mengambil kesimpulan sembarangan, Tapi karena merusak pesta perpisahan Soo Ah. Ia berterima kasih atas semuanya pada Soo Ah. Lalu Sang Yeob membawanya pergi diikuti Joo Hyun dan yang lainnya sehingga Soo Ah tinggal berdua dengan Mi Jin.


"Apa yang kalian bicarakan? Kau seharusnya lebih berhati-hati." Ujar Soo Ah dan Mi Jin membenarkannya.

Pasti darurat sampai Mi Jin ke kamar Jin Suk. Tapi yang membuat Mi Jin heran, kenapa Soo Ah bilang kalau dirinya sudah dekat lama dengan Jin Suk.

"Aku tidak tahu. Kita kan berteman, tidak mungkin kau tidak mengenalnya."

Mi Jin menjawab kalau ia tidak kenal Jin Suk. tidak ada yang namanya rahasia, siapa yang mengira istri dari suami yang Soo Ah kencani akan menancapkan belati padanya?

"Aku bertemu dengannya di pesawat. Isterinya Seo Do Woo, pria yang kau kencani."

Soo Ah terbelalak kaget mendengarnya.


Do Woo masih belum menyerah untuk membuka email Annie, sampai pada akhirnya ia menemukan password yang cocok. "Seo Do Woo"

Do Woo mulai membaca email terkirim,

16-9-2016 "Ayah, aku terbang ke Seoul besok. Ibu tidak senang, tapi aku datang untuk nenek. Ayah, aku tidak percaya yang dikatakan ibu, Tapi kalau ayah benar-benar ingin mengabaikan aku, Maka ayah bisa mengirim pesan singkat kepadaku. Katakan, 'ayah baik-baik' itu saja. Apakah 1 tahun atau 2 tahun, aku akan menunggu balasan ayah."

Do Woo bergumam kalau email itu dikirim sehari sebelum kecelakaan Annie.

Do Woo teringat saat Annie mengatakan kalau ia tidak bisa datang disaat ulang tahun Nyonya Go dan berjanji akan datang pada ulangtahun berikutnya.

"Apakah mereka saling berkomunikasi selama ini?" Gumam Do Woo, lalu ia membuka email yang lain


24-12-2015 "Apa ayah tidak berada di Singapore? Aku kira bisa bertemu ayah di sini. Selamat natal di saat musim panas, balaslah segera."

Do Woo bergumam kalau waktu itu adalah musim panas tahun lalu. Do Woo menemukan email lagi.

24-4-2014 "Ayah, aku menemukan tempat dima ayah bisa bekerja. Dia pembuat tembikar yang hebat. Ayah tidak perlu melakukan perjalanan lagi. Ini waktu dan alamatnya.”


Waktu itu Email Annie dibalas oleh ayahnya. Ayahnya mengerti, ia juga sangat merindukan Annie dan berjanji akan datang hari sabtu. waktu balasannya juga 24-4-2014.

Do Woo teringat pada kata-kata Hye Won bahwa Annie tidak tahu siapa ayahnya karena pergi setelah ia melahirkan Annie, bahkan tidak layak untuk dibicarakan.

Do Woo lemas seketika, apalagi saat ia teringat e-mail Annie tadi,

"Tentang ibu... Jangan percaya yang dikatakannya. Aku tahu kau tidak akan. Percaya saja apa yang aku katakan"


Do Woo teringat pertemuan pertamanya dengan Annie, waktu itu Annie diantar ayah kandungnya ke rumah Do Woo tapi saat Do Woo muncul ayah kandung Annie bersembunyi.

E-mail Annie : Aku tidak percaya apapun yang dikatakannya tentang diri Ayah. Aku tahu Ayah orang yang seperti apa. Aku tidak percaya padanya. Aku melakukan apapun yang Ayah katakan. Aku gadis yang baik dan semua orang menyayangiku. Ayah... Aku paling suka pada ayah Do Woo setelah ayah. Aku tahu dia tidak akan keberatan. Itulah persamaan diantara kalian. Kalian berdua sangat pengertian.

Annie juga mengirim email pada ayahya saat Do Woo mengantarnya ke gudang itu,

11-5-2014 "Aku menunggu ayah seharian, tapi kenapa ayah tidak datang? Ayah tidak datang hari ini, Tapi aku terus menunggu. Apapun yang dikatakan ibu padaku, Aku tahu ayah tidak akan mengabaikan aku. Apakah perlu waktu 10 tahun ataupun 100 tahun, Aku akan menunggu ayah setiap hari sabtu."

Do Woo kembali teringat kata-kata Annie bahwa merindukan sesuatu itu bagus. karena hanya harus menunggu, menunggu, menunggu dan menunggu. Dan akhirnya bertemu, itulah harapan.


Kemudian Hye Won pulang, Do Woo hanya menatapnya.


Kembali pada Mi Jin dan Soo Ah. Mi Jin mengulangi kalau ia bertemu dengan istri Do Woo di pesawat.

"Kau bilang kau akan mengakhirinya kalau aku tahu siapa yang kau temui. Seo Do Woo."

Soo Ah tak menjawabnya, ia masih syok. Mi Jin langsung tahu kalau ia benar. ia lalu meminta Soo Ah untuk mengakhirinya sekarang.


Do Woo bertanya pada istrinya.. "Siapa... Kau?"


Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...