Wednesday, November 9, 2016

Sinopsis Drinking Solo Episode 15 Part 2

Sumber Gambar dan Konten dari tvN

Sinopsis Drinking Solo Episode 15  Part 2



Ki Bum ketiduran, tiba-tiba perut Dong Young mengeluarkan suara keras. Ki Bum kaget dan refleks berteriak, suara apa itu?!

Tapi kemudian ia sadar kalau ia sedang berada di ruang kelas, jadinya ia melanjutkan ngobrol dengan Dong Young lewat sms. Dong Young mengajak Ki Bum pergi makan.

Ki Bum melihat Chae Yeon masih terus belajar. Ia menghentikan Dong Young yang akan berdiri, ia bertanya apa Chae Yeon pergi makan saat ia ketiduran tadi?

"Tidak, dia terus belajar seperti itu sepanjang waktu. Kalau terus begitu, jamur bisa saja tumbuh di kursi yang dipakainya." Balas Dong Young.

Ki Bum khawatir karena Chae Yeon melewatkan makan. DOng Young tak peduli, ia mengajak Ki Bum untuk cepat-cepat.


Setelah sampai di pintu, Ki Bum mengirim pesan pada Chae Yeon guna mengajaknya makan bersama. Chae Yeon tidak mau.

"Kenapa dia belajar seolah hidupnya bergantung pada hal itu?" Batin Ki Bum.


Ha Na dan Jung Suk menatap sebuah lukisan. Itu adalah karya Na Yoon Chan, Judulnya "Telah Menjadi Kenangan". Ha Na penasaran apakah dia terkenal.

"No Geu Rae. Kau tidak tahu siapa Na Yoon Chan? Dia seorang bintang baru pada dunia seni beberapa waktu terakhir."

Ha Na terkejut dengan reaksi Jung Suk itu, ia dengan senyum menjawab kalau ia benar-benar tidak tahu banyak soal itu.

"Ayo kita berpisah." Ujar Jung Suk tiba-tiba.


Alasan Jung Suk adalah karena ia tidak bisa melanjutkan hubungan mereka sebab Ha Na tidak memenuhi standarnya. Jadi anggap saja hubungan mereka selesai.

Ha Na masih belum percaya mendengarnya. Jung Suk lalu menjelaskan lebih, sekalipun ia sudah tahu kalau ha Na tidak memenuhi standarnya, tapi ia tidak mengira akan separah ini.

"Aku rasa kita tidak akan bisa mengatasi perbedaan kita. Jadi, ayo berhenti membuang-buang waktu."

Jung Suk memutuskan hal ini sepihak tanpa mempertimbangkan tanggapan Ha Na. Ia malah meninggalkan ha Na disana.


Dong Young dan Ki Bum makan ramen di depan minimarket, Ki Bum bertanya, kenapa Gong Myung tidak mau makan. Dong Young menjelaskan kalau Gong Myung tidak nafsu makan dan bilang hanya ingin belajar.

"Dia benar-benar serius, ya?"

"Sepertinya begitu. Kondisi Gong Myung dan Chae Yeon terlihat mirip. Mereka pasti melalui kesulitan yang luar biasa."


Ki Bum heran, apa maksudnya dengan mereka berdua. Ia bisa memahami situasi Gong Myung. Tapi, kenapa dengan Chae Yeon?

Melihat reaksi Dong Young, Ki Bum bisa menebak kalau Dong Young sudah mengatakan pada Chae Yeon bahwa Gong Myung menyukai Ha Na.

"Ya, aku mengatakan padanya!" Jujur Dong Young.

"Dasar berandal, benar-benar! Kau sudah gila?" Dan Ki Bum memukul kepala Dong Young.

Dong Young punya alasan tersendiri melakukannya karena ia kasihan pada Ki Bum. Tanpa mengetahui apa pun, Chae Yeon terus saja menyuruh Ki Bum menjauhi Gong Myung. Ia tidak bisa menahan diri.

Ki Bum masih saja peduli dengan Chae Yeon yang pasti sangat terluka karena kenyataan itu. Dong Young tak merasa seperti itu, melihat Chae Yeon belajar dengan baik.

"Astaga, benar-benar. Tadinya, aku tidak yakin alasan dia melewatkan makan dan terus saja belajar. Rupanya dia memang mustahil memiliki selera makan."

Dong Young melarang Ki Bum untuk mempedulikan Chae Yeon, lupakan saja Chae Yeon. Ki Bum malah membentak Dong Young untuk diam.


Bos Kim makan malam bersama Jin Yi dan Jin Woong. Bos Kim mendapat kabar dari mertuanya kalau pria yang akan kencan buta dengan Jin Yi sangat menyukai Jin Yi setelah melihat foto Jin Yi di website akademi.

Jin Woong kembali tidak suka, ia mengatakan kalau foto itu banyak diedit. Bos Kim menyuruh Jin Woong diam, lalu menjelaskan pada Jin Yi kalau orang tua si pria itu sangat-sangat kaya.

Jin Yi senang mendengarnya, tapi tidak dengan Jin Woong. Menurutnya tidak penting punya uang banyak karena Jin Yi akan menghabiskannya dalam sekejap.

Bos Kim sama kesalnya dengan Jin Yi dan menyuruh Jin Woong untuk diam. lalu Bos Kim bertanya pada Jin Yi,

"Tapi, kau akan menemui dia, kan?"

"Tentu."

Bos Kim akan memberikan nomor pria itu pada Jin Yi tapi Jin Woong mengambil ponselnya dengan alasan kalau semua perbuatannya itu demi Bos Kim.

"Jika Direktur menjodohkan pria itu dengan wanita ini, Direktur pasti akan diteriaki ibu mertua lagi."

Jin Yi langsung memukul Jin Woong dengan tasnya, ia sudah mencobe bersabar sejak tadi, tapi menurutnya, Jin Woong sudah keterlaluan, memangnya apa yang salah dengan dirinya? Punya hak apa Jin Woong sehingga bisa mengatakan semuanya itu?

Jin Yi memukul sekali lagi baru kemudian keluar restoran dengan kesal.


Jin Woong menyusul Jin Yi keluar lalu bicara berdua. Ia tak rela, kok bisa-bisanya Jin Yi mengikuti kencan buta setelah apa yang terjadi? Jin Yi berlagak bodoh, memangnya apa yang telah terjadi?

"Apa yang terjadi hari itu tidak berarti bagimu?"

"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti."

"Kau tidak mengerti, huh? Profesor Hwang, tidak ada yang ingin kau kembalikan padaku?"

"Kembalikan padamu? Tidak ada. Sama sekali tidak ada. Minggir sana!"


Ki Bum memaksa Chae Yeon ke atap, lalu ia memberikan nasik kotak untuk Chae Yeon. Chae Yeon menolak karena sedang tidak nafsu makan.

Ki Bum mendudukkan kembali Chae Yeon yang akan pergi. ia membeli itu khusus untuk Chae Yeon, jadi tidak bisakah Chae Yeon pura-pura memakannya.

"Sudah kubilang, tidak. Kau bisa belajar tanpa mempedulikanku."

"Kau memang layak disebut Orang Paling Dibenci. Kau sangat kasar."

Chae Yeon mendesah. Ki Bum melembutkan suaranya, apa Chae Yeon mengalami waktu-waktu yang sulit? Ki Bum mengaku kalau ia tahu bahwa Chae Yeon sudah tahu kalau Gong Myung menyukai Ha Na.

"Tidak masalah. Aku tidak punya waktu memikirkan hal-hal seperti itu." Jawab Chae Yeon.


Ki Bum menyuruhnya mengatakan saja kalau memang berat, Jangan menanggungnya sendirian. Bagi Chae Yeon tidak sulit sama sekali. Bahkan saat fotonya tersebar di website, ia tetap belajar dengan baik. Kenapa ia akan goyah karena hal semacam ini?

"Lalu, kenapa kau tidak makan? Kau bersikap layaknya sedang patah hati. Kalau kau ingin menangis, pergi dan lakukan. Jangan menahannya. Jika sesuati terasa berat... menangislah sekali, kemudian lepaskan.

Chae Yeon bersikeras kalau ia baik-baik saja, lalu ia mengambil nasi kotak Ki Bum untuk membuktikannya. Tapi ia kesulitan membukanya, lalu Ki Bum merebutnya dan membukakan untuknya.

Chae Yeon kemudian memakannya dengan cepat. Ki Bum menyuruhnya pelan-pelan saja karena nanti Chae Yeon bisa terkena gangguan pencernaan. Lalu Chae Yeon tak sengaja menggigit lidahnya.

Ki Bum kesal karena Chae Yeon tidak mendengarkannya. Tapi saat ia menoleh kepada Chae yeon lagi, Chae Yeon sudah menangis. Chae Yeon beralasan kalau ia menangis karena lidahnya sakit kegigit,  bukan karena ia merasa berat.

Ki Bum hanya bisa mendesah mendengarnya.


Jin Yi sampai rumah dan langsung memangambil minuman karena ia sangat kesal.

Kilas balik...


Jin Woong mengantar Jin Yi sampai ke rumahnya waktu itu. Setelah mendudukkan Jin Yi, Jin Woong pamit pulang tapi Jin Yi malah menangis.

"Aku rasa tidak seorang pun akan mencintaiku. Siapa yang bisa mencintai seseorang seperti diriku? Aku tidak layak untuk dicintai."

Jin Woong pun kembali, menurutnya Jin Yi sangat mempesona jika tidak sedang kehilangan
karismanya. Jin Yi agak lega mendengarnya,

"Kau harus berusaha untuk tidak menjilat ludahmu sendiri (menarik kata-kata yang sudah diucapkan). Jangan sering berteriak. Cobalah untuk tidak boros. Buatlah pria agar tidak merasa lelah karena dirimu. Atur tata bahasamu."

Itu malah membuat Jin Yi semakin down, sekalian saja menyuruhnya untuk bereinkarnasi menjadi orang lain. Bagaimana caranya memperbaiki semua itu?

Jin Woong minta maaf maksudnya adalah Jika Jin Yi memperbaiki beberapa hal, Jin Yi akan menjadi luar biasa mempesona... Maaf.


Setelah tangis-tangisan, mereka tidur bersama. Jin Yi tak sadar hingga pagi, lalu ia cepat-cepat mengusir Jin Woong dari rumahnya.

"Tidak terjadi apa pun semalam, mengerti? Jika kau sampai membahasnya, aku akan membunuhmu!" Tegas Jin Yi.

Jin Yi sudah berpakaian dan iz mulai membersihkan kamarnya, akan mencuci sprei. harus sadarkan diri. Tapi saat membukaselimut, ada kolor Jin Woong tertinggal dzn itu membuatnya berteriak frustasi.

"Astaga, apa yang harus kulakukan?"

Kilas balikselesai...


Jin Yi menghabiskan minumannya dan akan membuangnya ke tempat sampah, namun di dalam tempat sampah ada kolorJin Woong, ia pun menendang tempat sampah dengan kesal.


Ha Na berhenti di sebuah restaurant, ia akan masuk tapi tidak jadi, ia teringat saat minum bersama Jung Suk untuk yang pertama kalinya, waktu itu ia mengaku kalau ia suka minum sendirian di rumah. Tapi, ia tidak bisa minum sendirian di restoran. ia takut orang-orang akan menatapnya dan bertanya-tanya apa yang sudah terjadi.

"Kenapa kau peduli pada pemikiran orang lain? Hidup terlalu singkat meski sekedar memikirkan diri sendiri." Jawaban Jung Suk.

Maka Ha Na memantapkan diri untuk masukke dalam. dan minum sendirian.

"Ini biasa saja. Minum sendirian di luar. Dia terus saja mengoceh soal ini. Rupanya tidak seistimewa itu."

Lalu Ha Na minta pada bibi pemilik untuk membawakan satu botol soju lagi.


Jung Suk juga minum sendirian,

"Menyerah sekarang adalah yang terbaik untuk semua orang, kan? Benar. Aku melakukan hal yang tepat. Apa yang sedang kau ragukan tentang dirimu sendiri, Jin Jung Seok?"

Jung Suk melihat ponselnya, ia teringat Ha Na yang curhat dengan "Siri". Lalu ia juga menggunakan aplikasi itu.

"Keputusan untuk berpisah dengan No Geu Rae adalah yang terbaik, kan?"

"Perpisahan selalu menyakitkan." Jawab Siri.

"Kau juga mengetahuinya, huh? Tapi, ini adalah hal yang tepat untuk dilakukan. Setelah aku mengetahui betapa dalam perasaan yang dimiliki Gong Myung... aku tidak memiliki pilihan. Aku adalah kakaknya. Apakah aku terlalu kejam pada No Geu Rae?"

Siri menjawab kalau Jung Suk mengatakan sesuatu yang jahat, Jung Suk bisa melukai perasaan seseorang. Jadi tolong gunakan kata-kata yang baik. Tapi Jung Suk yakin kalau ia melakukan hal yang tepat.

"No Geu Rae tahu betapa egoisnya diriku. Dua orang yang sudah berpisah, kenapa harus saling meninggalkan kesan baik?"

Jung Suk memulai narasinya,

"Lagi, hari ini aku minum seorang diri. Hari ini, aku minum untuk melupakan...


Kembali Ke Ha Na dan Ha Na melanjutkan narasi Jung Suk,

"Kenangan indah yang kukira akan bersinar selamanya..."

Narasi Jung Suk: Dan kenangan sedih yang akan kusesali dalam waktu yang lama...

Narasi Ha Na: Saat ini, di mana aku menyadari bahwa aku benar-benar sendirian...

Narasi Jung Suk: Perasaan di mana aku begitu ingin kembali bersama dirinya... Aku minum hari ini untuk melupakan semuanya.

Narasi Ha Na: Tapi, semakin aku minum, semakin jelas aku teringat kenangan bersama dengan dirinya. Aku mungkin tidak akan pernah bisa melupakan dia.


Gong Myung berjalan hingga dekat rumah Ha Na, ia meminta Ha Na untuk keluar sebantar lewat SMS. Tapi kemudian ia melihat Ha Na tak sadarkan diri di restaurant.


Gong Myung panik dan membangunkan Ha Na. Ha Na terbangun hanya dengan sekali panggil, lalu ia bertanya pada Gong Myung, apa Gong Myung mengenal pelukis Na Yoon Chan?

Gong Myung tentu saja tidak tahu. Ha Na lega, berarti bukan ia satu-satunya yang tidak tahu mengenai dirinya, kan? Gong Myung tidak mengerti dengan arah pembicaraan Ha Na.

"Aku...baru saja dicampakkan... karena tidak tahu siapa itu Na Yoon Chan."

Gong Myung terkejut mendengarnya. Ha Na melanjutkan dengan tangis,

"Dia bilang bahwa aku tidak memenuhi standarnya. Apakah tidak bisa mengatakannya dengan lebih baik? Apakah hal itu sangat penting?"

Gong Myung memanggilnya iba. Ha Na tersadar kalau ia sedang di depan muridnya, ia mencoba menguasai emosinya. Ia seharusnya tidak boleh begini.

Ha Na teringat kalau ada sesuatu yang ingin dikatakan Gong Myung. Apa itu?

"Lain waktu saja." Jawab Gong Myung.

Dan Ha Na kembali menangis.


Gong Myung mendatangi rumah kakaknya untuk menanyakan perihal putusnya Jung Suk dengan Ha Na. Gong Myung mengira kalau Jung Suk meninggalkan Ha Na karena perasaannya pada Ha Na.

"Apakah aku tampak seperti seseorang yang akan melakukan hal semacam itu? Kau tidak mengenalku? Sejak kapan aku peduli akan dirimu? Kau tidak ada artinya buatku."

Gong Myung menuntutnya untuk mengatakan alasannya. Jung Suk membentak kalau Ha Na tidak memenuhi standarnya.

"Semakin mengenalnya, dia semakin jauh dari standarku. Terlalu memalukan pergi bersamanya. Itu sebabnya aku memutuskan dia. Ada masalah?"

Gong Myung emosi, ia mencengkeram kerah Jung Suk. Apa Jung Suk itu manusia?! Jika pada akhirnya aberbuat seperti itu, kenapa mengencani Ha Na?! Kenapa kau melukai Ha Na!


Jung Suk ikutan kesal dan menepis tangan Gong Myung kasar. Tanpamereka sadari Ha Na ada di belakang mereka.

"Kenapa kalian berdua? Kau memanggilnya... Hyeong? Apakah Profesor Jin adalah Hyeong-mu? Profesor Jin, kau... Kakak Gong Myung?"

Baik Jung Suk maupun Gong Myung tidak menjawabnya karena mereka sudah tertangkap basah. Jung Suk malah mau masuk kedalam tapi Gong Myung melarangnya.

"Setidaknya kau harus bicara dengan dia."

Jung Suk rasa Ha Na sudah mengerti situasinya. Ia sudah mengatakan semuanya dan tidak ingin mendengarkan apa pun dari Ha Na.

"Hyeong!" teriak Gong Myung tapi tak diindahkan oleh Jung SUk dan Ha Na berbalik berjalan pulang.

Di dalam rumah, Jung Suk langsung mengambil botol wine. ia mendesah beberapa kali lalu mengembalikan wine ke dalam kulkas.


Gong Myung mengejar Ha Na, ia minta maaf karena sudah membuat Ha Na terkejut, seharusnya ia jujur sedari dulu, ia mengaku kalau ia baru mengetahui kalau Ha Na berkancan dengan Jung SUk belum lama ini. Sebelumnya, ia tidak merasa perlu memberitahukannya. Itu sebabnya...

Ha Na memotong, Gong Myung tidak perlu menjelaskan. Juga tidak perlu meminta maaf atas apa pun. Ia yang seharusnya meminta maaf.

"Apa yang sudah kulakukan pada dua orang bersaudara? Aku merasa seolah sedang berlindung di balik sesuatu sekarang. (menyadari kesalahan tapi memberi alasan). Jadi, biarlah aku pergi untuk hari ini."

Gong Myung pun membiarkan Ha Na sendiri dengan berat hati.


Gong Myung kembali ke rumah Jung Suk dan mendapati Jung SUk sedang bekerja. Gong Myung heran, kok bisa-bisanya Jung Suk bekerja disaat seperti ini, apa Jung Suk tidak mencemaskan Ha Na?

"Dia dan aku sudah berakhir. Dia tidak ada hubungannya lagi denganku. Kenapa aku harus mencemaskan dia?"

"Kalau akan seperti ini, kau semestinya tidak perlu tertarik padanya. Kau mengatakan bahwa cintaku padanya akan berlalu dan tidak serius. Saat cintamu sendiri hanya main-main, kenapa kau mengencani dia? Kenapa kau harus melukai hatinya? Sekarang, jelas bahwa dia terlalu baik untuk orang sepertimu. Mulai saat ini, aku akan melindungi dia. Aku akan melindunginya agar tidak terluka."

Jung Suk malah mengusir Gong Myung jika sudah selesai bicara karena ia tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjaannya.


Setelah Gong Myung pergi, Jung Suk berhenti pura-pura, ia menangis karena sudah melukai Ha Na tadi.

1 komentar so far

Penasaran dg ha suk jin karena 1% about something sih.dn krn ternyata diana yg nulis sinop drama ini, jd baca deh....sekarang malah pengen nonton dramanya....setelah tamat.....ha suk jin...kamsaeyo diana....

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon