Sunday, November 20, 2016

Sinopsis Oh My Geum Bi Episode 1 Part 1

Sumber Gambar dan Konten dari KBS2

Sinopsis Oh My Geum Bi Episode 1 Part 2


Geum Bi bangun tidur dan yang pertama diucapkannya adalah urutan nama-nama halte yang dilalui bis. Ia berhasil menghafal semuanya dari ujung ke ujung.


Geum Bi keluar dari kamarnya, mengambil nasi instan lalu memanaskannya, sambilmenunggu ia membuka kulkas untuk mengambil minum.


Sementara itu, bibinya sedang membaca kartu tarot. Geum Bi duduk di depan bibinya, ia melihat kalau kartu yang dibuka bibinya adalah kartu perpisahan.

"Apakah ada masalah antara Bibi dengan Paman Young Tae?"


Bibinya tidak menjawab, ia minta Geum Bi untuk mengambil buku PR-nya sekalian pensilnya juga. Bibi bertanya apakah Geum Bi bisa menemukan sebuah tempat yang belum pernah Geum Bi datangi hanya dengan berbekal alamat?

"Semua anak seusiaku pasti bisa melakukannya. Aku hanya perlu memeriksanya menggunakan ponselku (GPS)." Jawab Geum Bi.

Bibinya menulis sebuah alamat di buku PR Geum Bi. Ia meminta Geum Bi pergi ke alamat itu jika terjadi sesuatu padanya. Itu adalah alamat ayah Geum Bi.

"Aku punya Ayah?"


Sementara itu, Mo Hwi Cheol dan dua rekannya, Go Gil Ho dan Heo Jae Kyung sedang di marahi bos preman karena pekerjaan mereka gagal padahal sudah dibayar 1 1 milyar won, bukannya membawa lukisan asli tapi malah replika yang gatot (gagal total).

Hwi Cheol beralasan kalau pembayarannya bahkan belum mereka terima dan mereka tertangkap di tengah-tengah. Tolong pertimbangkan hal tersebut.

"Omong kosong. Bukan seperti itu cara kerja bidang ini."

Gil Ho dengan takut bertanya, apa yang bos ingin mereka lakukan untuk membuatnya merasa baikan?

"Tentu saja dengan membawakan yang asli padaku."

Jika mereka berani melarikan diri, ia pastikan kalau organ dalam mereka akan libas. 


Guru kelas Geum Bi memutar cuplikan variety show "The return of Superman". Ibu guru menugaskan kalau mereka harus membuat diary berbentuk video. Harus merekam sendiri dan temanya bebas. Boleh tentang perjalanan keluarga, perkenalan dengan teman-teman, atau bahkan tentang rutinitas keseharian. Tapi setidaknya harus berdurasi 1 menit

Geum Bi kemudian bertanya pada teman sebangkunya, Hwang Jae Ha. Setelah orang tua Jae Ha bercerai, berapa kali setahun Jae Ha bertemu ayah Jae Ha?

"Tahun lalu sih dua kali. Tapi, tahun ini aku belum bertemu dengannya sama sekali. Kenapa?"

"Bagaimana rasanya bertemu lagi dengan ayahmu setelah sekian lama?"

Awalnya, terasa aneh. Tapi setelah memakan beberapa potong pizza bersama, mereka kembali dekat. Kenapa?

Geum Bi tidak menjawabnya, ia bergumam, pizza.


Jae Kyung tidak peduli kalau Hwi Cheol yang dibedah atau bahkan dibunuh sekalipun. Ia tidak akan mau menyerahkan ginjalnya ataupun organ lainnya

Gil Ho menjelaskan kalau tidak seorang pun dari mereka bisa mundur. Bahkan meski mereka menjual seluruh harta benda mereka, mustahil untuk membeli lukisan aslinya.

"Kenapa kau duduk saja di sini dan kuatir akan dilukai saat seharusnya kau menghajar si pelukis palsu itu?" Bentak Hwi Cheol.

Gil Ho melihat kalau bos preman itu tampaknya siap melakukan apapun saat marah. Hwi Cheol marah, sebelumnya Gil Ho bilang kalau bos itu seperti orang bodoh. Orang bodoh macam apa yang bisa mengenali keaslian stempel?

Hwi Cheol lalu mengatakan kalau mereka tidak punya waktu untuk terus duduk diam seperti ini. Apa tidak sebaiknya melarikan diri saja?

Jae Kyung mengingatkan kalau bos preman dan antek-anteknya sudah pasti menemukan mereka sekalipun mereka bersembunyi di pelosok gunung Korea Utara.


Seseorang membunyikan bel, katanya onspeksi gas. Hwi Cheol menyuruh Jae Kyung untuk membuka pintu. Ternyata itu adalah polisi.

Polisi menangkap Hwi Cheol atas tuduhan menjual barang seni palsu. Hwi Cheol heran, hanya dirinya?


Geum Bi pulang dari sekolah, ia merasa ada yang aneh, tiba-tiba tasnya ada di atas meja bersama kartu tarot dan kartu go stop. Geum Bi mengambil kartu Go Stop lalu memainkannya sambil menunggu nasinya hangat.

"Tadi benar-benar kartu perpisahan." Ujar Geum Bi.


Para tahanan di absen sebelum masuk kedalam bis. Seorang Napi salah dengar nama Hwi Cheol sebagai Hee Chul.

"Namamu sama dengan bocah yang kuhajar saat masih sekolah."

Hwi Cheol dengan sebal menjelaskan kalau ia Hwi Cheol bukan Hee Chul. "Hwi" yang dalam bahasa Cina artinya bersinar. Lalu "Cheol" artinya batangan besi.

"Gelang besi bersinar. Kurasa, orang tuamu memberimu nama yang tepat." Tanggap Napi yang ada di sebelahnya.

Hwi Cheol hanya mendesah mendengarnya dan ia menatap tangannya yang diborgol besi.


Geum Bi mencari alamat yang ditulisbibinya di buku PR "Mo Hwi Cheol, 212 Changuimun-ro, Jongno-gu, Seoul".

Ia berhasil menemukan rumah itu dan yang membuka pintu adalah Jae Hyun. Geum Bi bertanya, apa benar Mo Hwi Cheol tinggal disana?

Geum Bi diijinkan masuk dan dibelikan soda oleh jae Hyun. Jae Hyun menyuruh Geum Bi untuk minum sodanya juga.

"Aku tidak mau gigiku sakit. Pizza lebih enak dinikmati dengan green tea dingin."

Sementara itu, Gil o membaca tulisan bibi Geum di di buku PR Geum Bi. Mendengar jawaban Geum Bi itu, Jae Kyung bergumam kalau Geum Bi tampak seperti nenek-nenek.


Gil Ho lalu bertanya, Apakah benar Hwi Cheol ayaknya? Apakah Geum Bi yakin Bibinya menulis nama dan alamat yang benar?

Geum Bi menjawab dengan anggukan dan bertanya apa pekerjaan ayahnya?

Gil Ho berpikir dahulu sebelum menjawab, "Um, dia... bisa disebut seniman. Itu artinya, kami membuat sesuatu dari benda tidak berguna. Tidak lama kemudian, mengembalikannya lagi seperti semula. Benar, kan?"

Jae Kyung mengiyakan saja. Geum Bi bertanya lagi, lalu ayahnya dimana?


Hwi Cheol melihat CCTV di sekitar penjara. Bae Jong Won melihatnya lalu mendekat. Apa Hwi Cheol pernah membunuh orang? kalu ia pernah, Jika saja mereka bertemu di luar sana, Hwi Chuk mungkin akan menjadi salah satu dari mereka (korbannya).

"Meski begitu, bukan aku yang akan melakukannya. Aku cukup memberikan perintah, maka semuanya pun selesai. Jangan takut. Seperti yang sudah kukatakan, semua itu sudah berlalu. Aku bukan seorang pendendam."

Hwi Cheol memasang wajah serius, ia tidak memberi perintah pada orang lain, seperti diri Jong Won (artinya ia akan melakukannya sendiri). Dan ia seorang pendendam. Tahu bagaimana rasanya aat menusukkan sebilah pisau di tubuh seseorang?


Jong Won tahu kalau Hwi Cheol cuma membual tapi ia memuji akting Hwi Cheol. Tapi itu membuat mereka menjadi dekat.


Gil Ho mengunjungi Hwi Cheol, Hwi Cheol kembali protes, kenapa hanya dia yang dijebloskan ke penjara? kan mereka melakukannya bersama. Gil Ho menyuruhnya bersabar, ia akan mengeluarkan Hwi Cheol dari sana.

"Bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti itu setelah memberiku pengacara publik (pengacara berstatus PNS yang disediakan gratis oleh pemerintah bagi tersangka)? Kita sudah bekerja sama selama 15 tahun, tapi kau bahkan tidak memiliki loyalitas sama sekali."

Gil Ho menjelaskan kalau Hwi Cheol bukan satu-satunya yang ditangkap preman yang menekan mereka untuk mendapatkan lukisan asli juga sudah ditangkap semua. Jadi mereka tidak perlu lagi berusaha mendapatkan lukisan asli itu.

"Aku sungguh tidak percaya kita akan seberuntung ini. Kita beruntung."

"Kau masih bicara begitu dengan keadaanku seperti ini? Begini yang kau sebut beruntung?"


Gil Ho kembali mengatakan kalau Hwi Cheol akan segera bebas. Hwi Cheol menuntut Gil Ho menjelaskan caranya bebas. Apakah ia harus membuat kekacauan di penjara?

Gil Ho mengatakan kalau putri Hwi Cheol datang semalam. Ini adalah kejahatan pertama Hwi Cheol. Secara hukum, sebelumnya Hwi Cheol tidak memiliki catatan kriminal. Jika Hwi Cheol  mengatakan memerlukan uang untuk menghidupi puterinya, Hwi Cheol akan mendapatkan keringanan hukuman. Pengacara pun mengatakan hal yang sama.

"Kau pasti sudah tidak waras. Aku tidak punya anak."


Saat persidangan. hakim bertanya pada pengacara Hwi Cheol, apa benar putri Hwi Cheol berkata ingin tinggal bersama Hwi Cheol. Pengacara membenarkan, bahkan putri Hwi Cheol sekarang ada bersama mereka.

Kemudian Geum Bi dipersilahkan masuk. Geum Bi menatap ayahnya saat berjalan menuju kursi yang tersedia.


Geum Bi lalu membacakan surat bibinya di depan pak hakim.

"Geum Bi. Secara finansial, aku tidak mampu lagi menghidupimu. Jika kau datang ke alamat yang kutulis di buku PR-mu, kau akan bertemu dengan ayahmu. Lupakan tentangku dan berbahagialah dengan ayahmu. Aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Bibi."

Pak hakim bertanya kapan Geum Bi bertemu ayahnya. Geum Bi menjawab jujur kalau ia baru bertemu sekarang. Pak hakim bertanya lagi, Geum Bi baru bertemu sekarang tapi ingin tinggal bersama ayahnya?

Geum Bi kembali menatap Hwi Cheol. Pak Hakim menawari, jika Geum Bi ingin, mereka bisa mengirim geum Bi ke panti asuhan yang bagus. jadi katakan saja apa yang Geum Bi inginkan secara jujur.

"Aku tidak mau ke panti asuhan. Pak Hakim, tolong ijinkan aku tinggal bersama Ayahku."


Hwi Cheol mau protes tapi Pengacaranya menahan.

Palu diketuk oleh pak hakim dan Hwi Cheol bisa bebas.


Hwi Cheol protes dengan kedua rekannya, ia yakin kalau Gil Ho pasti yang menulis surat yang dibaca geum Bi tadi, kan?

Gil Ho menjawab kalau Jae Kyung yang menulis, ia hanya mendiktekan saja. Gil Ho menasehati kalau Hwi Cheol seharusnya berterimakasih pada Geum Bi. Hwi Cheol bisa bebas karena Geum Bi.

Hwi Cheol bertanya, lalu apa yang harus ia lakukan pada Geum Bi? Gil Ho membentak, itu kan anak Hwi Cheol jadi kenapa tanya padanya.


Jae Kyung menyuruh Hwi Cheol mengingat, siapa ibu Geum Bi. Gil Ho tersenyum, menurutnya Hwi Chu tak bakalan ingat karena Hwi Cheol menghabiskan waktu bersama banyak wanita sampai tidak terhitung jumlahnya.

"Bagaimana bisa tubuhmu murahan sekali? Dasar gampangan." Marah Jae Kyung lalu pergi.

Hwi Cheol tidak mengerti kenapa Jae Kyung marah padanya. Ia yang seharusnya jadi gila di sini. Gil Ho heran, apa benar Hwi Cheol tidak tahu kenapa? Dasar tidak peka!

"Apa maksudmu?" bentak Hwi Cheol.

Sudahlah, Gil Ho ada urusan lain dan ia meninggalkan Hwi Cheol dan geum Bi berdua.


Hwi Cheol mendekati Geum Bi "Siapa namamu? Tadi, kau bilang siapa namamu? Eun Bi?"

"Geum Bi." Koreksi Geum Bi.

Hwi Cheol menebak, "Geum" artinya emas, kan. Tidak, artinya sisik ular. Lalu Hwi Cheol memanggil Geum Bi sisik ular.

"Siapa nama ibumu?"

"Aku tidak punya Ibu."

"Semua orang pasti punya Ibu, suka ataupun tidak. Beberapa bahkan sampai memiliki dua atau tiga Ibu."

"Apakah kau seorang penipu, Ahjussi?"

Hwi Cheol senang karena Geum Bi memanggilnya Ahjussi, itu artinya ia bukan ayah Geum Bi. Mereka sekarang ada di tempat dimana pembohong dikurung (artinya Geum Bi harus jujur).


Geum Bi berjalan menuju pintu penjara. Hwi Cheol bertanya, mau kenana Geum Bi. Karena Hwi Cheol bilang ia bukan ayahnya maka Geum Bi akan bilang pada pak Hakim karena Geum Bi tidak ingin dipenjara.

"Berhenti, Eun Bi."

"Aku Geum Bi."

Geum Bi tetap berjalan menuju pintu dan Hwi Cheol terpaksa mengangkatnya menjauh. Hwi Cheol mengerti, mereka sebaiknya mendiskusikan hal ini. Geum Bi ingin menemukan ayah kandungnya, kan?

"Baiklah. Mari kita mulai. Di mana kau tinggal?"


Geum Bi mengajak Hwi Cheol ke rumah bibinya, ia menekan password pintu tapi tidak bisa. Hwi Cheol berjongkok mensejajari Geum Bi, ia menebak pasti Geum Bi buruk di sekolah, kan?

Geum Bi menegaskan kalau passwordnya masih berfungsi sampai kemarin lusa. Hwi Cheol mengatakan tidak apa-apa, Geum Bi tidak perlu malu. Sekolah memang tidak mengajarkan hal-hal yang berguna.

Geum Bi menoleh kepada Hwi Cheol, ia juga menebak kalau Hwi Cheol pasti buruk di sekolah. Hwi Cheol bertanya, apa Geum Bi merasa baikan jika ia mengaku seperti tebakan Geum Bi.

Geum Bi mengalihkan pandangannya kesal, ia kembali menekan password tapi tidak bisa. Hwi Cheol menyuruhnya berhenti, membuka pintu itu tidak akan ada untungnya juga. Geum Bi kembali menatap Hwi Cheol.

"Kau bilang kalau dia meninggalkanmu sendirian."


Hwi Cheol kemudian menemui pemilik rumah, sementara Geum Bi menunggunya di luar.

Pemilik rumah mengatakan kalau rumah itu sudah lama dilelang dan baru-baru ini terjual. Hwi Cheol bertanya, apa Ahjusshi tahu kemana pemilik sebelumnya pergi?

Ahjusshi menjawab tidak tahu, ia juga tidak bisa membagi informasi pribadi pada Hwi Cheol saat Hwi Cheol bertanya.

Hwi Cheol memancing, Ahjussi itu merekrut pegawai real estate yang tidak berlisensi, kan (ilegal)? Ahjussi terpancing lalu ia mengatakan apa yang didengarnya.

"Gosipnya, dia bertemu dengan seorang pria tua yang kaya raya. Ada rumor lain bahwa dia pergi ke Vietnam. Hanya itu saja yang kudengar."


Geum Bi lapar. Hwi Cheol heran, disaat seperti ini? Geum Bi mengangguk. Tapi kemudian Hwi Cheol sadar kalau ini sudah waktunya makan.


Hwi Cheol lalu membawa Geum Bi ke restaurant prasmanan. Geum Bi ragu mau memakannya, apa ia boleh memakan semua itu. 

"Tentu saja, kan sudah ada di piringmu. Tidak boleh sampai terbuang percuma." Jawab Hwi Cheol, maka Geum Bi pun memakannya dengan nikmat.

Oh ya.. Geum Bi bicara pada Hwi Cheol menggunakan bahasa informal seperti bicara pada teman-temannya atau layaknya anak dan ayah pada umumnya. 


Mereka selesai makan, Geum Bi bertanya, apa yang harus mereka lakukan sekarang. Hwi Cheol menyuruh Geum Bi untuk pura-pura pingsan karena keracunan makanan.

"Apaan, sih? Tidak mau."

"Kalau begitu, malang sekali. Itu berarti, polisi akan datang menangkapku, lalu mereka juga akan membawamu ke panti asuhan. Itukah yang kau mau?"

Hwi Cheol melarang Geum Bi berteriak berlebihan, aktinglah sewajarnya dan akan lebih baik kalau dahi Geum Bi berkeringat.

Hwi Cheol mengkode Geum Bi untuk mamulai aktingnya tapi Geum Bi malah jalan-jalan keliling. Saat dirasa tepat, ia menghampiri salah satu pengunjung restauran dan menawari mereka untuk membacakan kartu tarot.


Si pria (Choi Jae Jin) menolak tapi si wanita (Go Kang Hee) membiarkan Geum Bi membaca kartu tarit untuk mereka.


Hwi Cheol mencari-cari Geum Bi dan akhirnya ia menemukan Geum Bi, tak mau orang curiga, ia mengamati Geum Bi sambil pura-pura mengambil makanan.

Hwi Cheol melihat Kang Hee dan ia terpesona. Kang Hee sampai berkaca-kaca saat Geum Bi membacakan kartu tarot.


Jae Jin memberi Geum Bi uang selembar 100,000 won kalau gak salah. Lalu Geum Bi kembali ke tempatnya. Ia melihat Hwi Cheol lalu memanggilnya.

Hwi Cheol dan Kang Hee bertatapan lalu Hwi Cheol buru-buru mengajak Geum Bi pergi.


Saat di luar, Hwi Cheol bertanya, apa yang Geum Bi katakan pada Kang Hee.

"Kita tidak bisa makan sepanjang hari karena ayah sudah kehilangan pekerjaan dan tidak ada beras lagi di rumah. Terlebih, hari ini adalah ulang tahunku. Tapi kita bahkan tidak memiliki makanan. Aku juga mengatakan padanya bahwa kita mungkit akan ditangkap polisi, tapi setidaknya kita ingin makan dulu meski sedikit. Ahjussi marah? Aku bercanda. Aku tidak bicara seperti itu."

Geum Bi lalu berjalan pergi. Hwi Cheol bertanya lagi, apa Geum Bi mengatakan pada Kang Hee kalau ia ayahnya.  Geum Bi bilang tidak dan itu membuat Hwi Cheol lega.

"Tapi dia melihat kita berjalan keluar dari sana bersama, maka mungkin dia berpikir begitu."

Hwi Cheol berhenti berjalan dan melotot kaget. Geum Bi heran, kenapa Hwi Cheol juga peduli sekali? Kang Hee bahkan mungkin tidak akan mengingat wajah Hwi Cheol.

"Apa yang sudah katakan padanya sampai dia meneteskan air mata begitu?"

"Aku tidak perlu menjelaskannya pada Ahjussi."

Hwi Cheol bertanya lagi, apa pekerjaan Kang Hee. Geum Bi balik bertanya, kenapa? apa Hwi Cheol mau memerasnya?

"Dasar berandal. Kau bahkan tahu tentang pemerasan?"

"Aku tahu. Pekerjaan sampah. 'Menghasilkan sesuatu hal, tidak lama kemudian, mengembalikannya ke keadaan semula'. Benar, kan?"


Hwi Cheol hanya bisa mendesah mendengar jawaban Geum Bi. Geum Bi lalu bertanya, mereka mau kemana?

"Aku tidak tahu." Jawab Hwi Cheol kesal dan mendahului jalan. Geum Bi mengikutinya sambi terus bertanya, mau kemana mereka.


Jae Jin mengantar Kang Hee pulang, ia mengajak minum dahulu di tepi sungai Han tapi Kang Hee menolaknya.

"Oke. Mari kita pikirkan. Kau pasti sangat banyak pikiran sekarang. Kau akan berubah pikiran setelah beberapa saat. Benar, kan?"

Kang Hee mengangguk, ia berterimakasih atas tumpangannya, ia juga menikmati makan malam tadi.

"Peringatan kematiannya hari Sabtu, kan? Kau mau ke sana bersama?"

Kang Hee menggeleng, Jae Jin menyerah, ia hanya akan menelfon Kang Hee saja nanti.


Hwi Cheol mengatakan pada Gil Ho kalau ia akan membawa Geum Bi ke rumah penampungan anak hilang. Gil Ho mengingatkan kalau berkat Geum Bi Hwi Cheol bisa bebas, Jika sampai ketahuan pengadilan, Hwi Cheol akan mendapat tambahan hukuman karena membuat testimoni palsu di persidangan.

"Kau tahu kan aku benci anak-anak. Apa yang sudah kau lakukan?"

Gil Ho bisa melihat kemiripan Hwi Cheol dengan Geum Bi, saat Hwi Cheol masih muda dan polos.

Hwi Cheol menuduh Gil Ho yang merusak moralnya. Gil Ho teringat kalau dulu Hwi Cheol lah yang memintanya mengajari, ia tidak pernah mengarahkan Hwi Cheol pada dunia kelam ini.

"Lupakan saja. Tunggu sampai aku menangkap bibinya."


Geum Bi mendengar semua perkataan Hwi Cheol dan Gil Ho, tapi ia tidak bisa apa-apa.


Kang Hee membersihkan keramik antik yang ada di rumahnya. Ia teringat pada kartu tarot yang dibacakan Geum Bi tadi.

Kilas balik...


"Anda dapat melihat langkah Anda, tapi tidak tahu kemana tujuan Anda. Hati Anda menyuruh untuk pergi, tapi Anda tidak bisa melakukannya. Anda tidak yakin apakah Anda memang ingin pergi, tapi tetap di sini dan menentang hati Anda sendiri. Jika Anda pergi, Anda akan kehilangan sesuatu yang berharga. Jika tetap di sini, Anda akan terus menangis."

Kilas balik selesai...


Hwi Cheol tidur di sofa, ia kembali teringat wajah Kang Hee tapi kemudian ia mematikan lampu dan tidur.

Geum Bi juga tertidur tapi dengan berlinang air mata.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...