Sunday, November 20, 2016

Sinopsis Oh My Geum Bi Episode 1 Part 2

Sumber Gambar dan Konten dari KBS2

Sinopsis Oh My Geum Bi Episode 1 Part 2


Geum Bi bangun di pagi hari, ia melihat Hwi Cheol masih tertidur, lalu ia jongkok dan menggambar garis wajah Hwi Cheol mulai dari bawah telinnga hingga dagu.

Kemudian Geum Bi menyentuh wajahnya. Geum Bi akan menggambar garis hidung Hwi Cheol tapi Hwi Cheol bergerak dan ia menjauh.


Hwi Cheol terbangun, ia melihat botol air ada di atas meja. Ia kesal, kenapa tidak dikembalikan di kulkas.

Hwi Cheol kemudian membuka kamar dan tidak menemukan Geum Bi, ia mengira Geum Bi sudah pergi tapi kemudian ia melihat tas Geum Bi ada disana. Gak jadi lega deh..



Kang Hee berdiri di depan keramik yang semalam dielus-elusnya. Kakaknya (Go Joon Pil) ada di sana. Joon Pil heran, kenapa Kang Hee bersikeras ingin mempertahankan rumah ini.

"Karena ini peninggalan ayah." Jawab Kang Hee.

Omong kosong, lalu kenapa Kang Hee menjual semua benda antik koleksi Ayah mereka.


"Kau seperti hantu. Hantu yang menetap di rumah ini. Sudah 17 tahun berlalu. Kau tidak lelah?"

"Waktu pasti terus berjalan bagimu."

"Sekalipun kau memilih hidup dalam kesengsaraan, Jun Hee tidak akan hidup kembali."

"Kalau begitu, apakah jika aku menutup mata dan bersikap sok kuat sepertimu, akan membuat segala tentangnya terlupakan? Bisakah kau menghapus segalanya? Kau bisa melupakan semuanya?"

Kenapa tidak bisa? Semua orang melupakan masa lalu dan move on. Saat mereka ingin melupakan dan move on, Kang Hee tiba-tiba kembali dan membuat semua orang melarikan diri. Jika bukan karena Kang Hee, Ayah akan memiliki kehidupan yang lebih tenang.

"Apakah sekali saja, Oppa pernah menatap mata Ayah, setelah kejadian hari itu?"

"Apa maksudmu?"

"Sama halnya dengan diriku. Ibu dan Ayah tidak pernah menyalahkan kita, kan? Tapi mereka pun tidak pernah menatap mata kita (tidak bertukar pandang). Oppa tidak mengerti? Kau pikir mereka sudah mengampuni kita?"

Joon Pil melihat kursi lalu menendangnya, ia juga menjatuhkan lampu duduk di meja. Ia meraih keramik yang  dipandangi Kang Hee siap untuk melemparnya ke lantai.

"Saat kau memecahkan benda itu, aku akan bunuh diri." teriak Kang Hee.

Joon Pil kesal, tapi ia mengembalikan keramikitu pada tempatnya. Sebelum pergi ia berkata kalau ia akan mendaftarkan rumah ini pada agen real estate. Jadi Kang Hee harus berhenti membelot.


Gil Ho juga memegang keramik yang sama seperti milik Kang Hee, ia mengaumi keramik itu, Keantikannya begitu luar biasa dan ia dapat merasakannya seolah ada tsunami dalam hatinya.

"Tsunami? Dasar tukang membual. Itu hanya tiruan." Jawab Pak Antik (si pemilik benda antik itu).

Gil Ho tak percaya, kok bisa barang tiruan semirip itu. Pak Antik mengatakan kalau Kang Hee memiliki yang asli.

"Kapan kau bisa menghubungi dia?" tanya Gil Ho.

"Kau yakin dapat menyelesaikannya? Kalian semua itu bodoh, makanya aku tidak yakin bisa memercayai kalian bertiga."

"Jangan berkata begitu. Kami sudah melakukan penelitian dan perencanaan selama sebulan untuk hal ini."

Pak Antik tidak yakin. Kang Hee mewarisi segalanya, tapi  tidak tahu apa-apa soal benda antik, jadi mungkin saja berhasil.

Gil Ho merasa ada yang aneh, kenapa Kang Hee memepercayakan segalanya pada Pak Antik. Pak Antik dulunya membantu ayah Kang Hee membeli beberapa koleksi saat masih hidup. Ia mendapatkan keuntungan yang lumayan. sejauh nuraninya bisa menerima.

"Kau kan tidak punya nurani."

Pak Antik kembali ke topik, Gil Ho mau melakukannya atau tidak? Tentu Gil Ho mau melakukannya.


Geum Bi duduk di delas 4 SD, saat ini ia diajak bicara berdua dengan ibu wali kelas. Pertama, Ibu wali kelas menanyakan kabar Geum Bi.

"Saya baik-baik saja." Jawab Geum Bi.

Pelan-pelan Ibu wali kelas membicarakan rumor yang ia dengar, apa benar Geum Bi pergi ke pengadilan. Geum Bi menangguk.

"Hanya Ibu yang mengetahuinya, jadi kau tidak perlu kuatir. Tidak perlu malu pada Ibu. Alasan Ibu mengatakan hal ini adalah... Jika tiba-tiba... Maksud Ibu, kalau mendadak kau berada dalam bahaya, cepatlah datang pada Ibu. Kau mengerti?" Ibu wali kelasmencoba mencari kata sehalus mungkin.

"Ya, Bu."


Geum Bi menunggu bis di halte. Kang Hee melihatnya, ia hendak menyapa Geum Bi tapi lampu berubah hijau dan mobil di belakangnya sudah mengklakson, maka ia pun menjalankan mobilnya dan mengurungkan niatnya.


Geum Bi pulang, dirumah Hwi Cheol dan Gil Ho main Go stop dengan 2 wanita canti, mereka manja-manja gitu sama Hwi Cheol.

Hwi Cheol menyadari Geum Bi pulang dan ia menyuruhnya untuk menyapa teman wanitanya itu. Mereka bertanya, siapa Geum Bi.

"Tebaklah. Siapa dia?" Jawab Hwi Cheol.

Salah satu dari mereka menebak kalau Geum Bi pasti putri Hwi Cheol yang sudah lama hilang. Tapi Hwi Cheol langsung menepisnya.

Yang satunya lagi bertanya pada Geum Bi langsung, siapa nama Geum Bi. Geum Bi mengatakan dengan sopan siapa namanya dan karena geum Bi manis, wanita itu memberi Geum Bi uang 10,000 won.

"Anak pintar. Kau memang tidak seharusnya menolak uang." Ujar Hwi Cheol.

"Bersenang-senanglah." Hormat geum Bi pada semuanya.


Mereka semua lanjut bermain kartu dan Geum Bi masuk kamar. Geum Bi menatap uang pemberian wanita itu lalu menghela. Ia menghempaskan dirinya di kasur.


Gil Ho mengajak Hwi Cheol bicara berdua, ia merasa kalau Geum Bi pasti terluka dengan kata-kata Hwi Cheol barusan.

"Dia melukaiku lebih dulu. Tunggu dan lihat saja. Aku akan mengembalikan kehidupan lajangku yang bahagia."

Gil Ho rasa Geum Bi tidak akan mau pergi, mengingat Hwi Cheol itu ayah yang baru pertama kalu ditemuinya dan Geum Bi terlihat seperti anak yang manis. Kenapa Hwi Cheol tidak membesarkan saja Geum Bi?

"Kau bisa sembarangan bicara karena dia bukan anakmu." Balas Hwi Cheol.


Geum Bi lalu keluar dengan membawa uang 10,000 won-nya. Ia mengajak kakak-kakak itu main kartu dan ternyata Geum Bi jago banget sampai ia bisa menguras habis uang kedua kakak itu.

Kakak itu kesal pada Hwi Cheol, mereka mengira Hwi Cheol sengaja mengundang mereka untuk ini dan mereka tidak akan mau bergaul dengan Hwi Cheol lagi.

Hwi Cheol mencoba menjelaskan tapi mereka tidak percaya dan cepat-cepat pergi dari rumah Hwi Cheol.

Geum Bi mengipas-ngipaskan uangnya ia menawari Hwi Cheol untuk makan daging besok. Sementara itu Hwi Cheol memandanginya penuh rasa kesal.


Gil Ho dan Pak Antik mendatangi rumah Kang Hee. Gil Ho menunjukkan kemampuan aktingnya, ia berpura-pura menjadi pembeli dan katanya akan menghubungi ahli benda antik, jika mereka sepakat mengenai harganya, mereka bisa langsung tanda tangan kontrak. 

Kang Hee menyetujui.


Geum Bi kembali duduk di halte yang sama, ia mengingat Hwi Cheol yang dikelilingi wanita cantik itu semalam.

Kang Hee kembali melewati halte itu dan kali ini ia berkesempatan untuk menyapa Geum Bi.


Kang Hee memberi Geum Bi tumpangan, ia bertanya alamat rumah Geum Bi dan akan mengantar Geum Bi. Geum Bi bertanya, Kang Hee mau kemana.

"Aku? Ke kuil."

"Berdoa?"

"Seperti itulah."

Geum Bi ingin ikut. Kang Hee menjelaskan kalau disana kemungkinan akan membuat Geum Bi bosan. Geum Bi tak masalah dengan itu. Boleh ya, please??

Maka Kang Hee pun mengijinkannya ikut.


Kang Hee melakukan persembahan untuk memperingati hari kematian ayahnya. Geum Bi menunggunya dengan sabar dan Kang Hee sesekali menoleh ke arahnya.


Saat perjalanan pulang, Geum Bi bertanya, untuk apa persembahan tadi. Kang Hee menjelaskan, jika tidak membuat persembahan maka arwah mendiang tidak akan memiliki makanan.

"Benarkah?"

"Mungkin juga tidak. Itu hanya pendapat orang-orang."

Lalu Kang Hee mengajak Geum Bi untuk mampir ke rumahnya, mampir makan. 


Kang Hee senang melihat Geum Bi makan dengan lahap di rumahnya.


Gil Ho sedang mempelajari harga-harga barang antik, ia tiba-tiba teringat sesuatu, ia ingat wanita yang mirip dengan Geum Bi. Ada seorang gadis yang tidak bisa hidup tanpa Hwi Cheol.

"Namanya... Joo... Joo Young atau apalah itu."

"Siapa? Oh, si psiko itu?"

Hwi Cheol mencoba membandingkan Geum bi denganwanita yang dimaksudkan tapi bukan deh. 


Tak berapa lama kemudian Geum Bi pulang. Ia menuju ke Hwi Cheol memberikan daftar sesuatu. Geum Bi minta Hwi Cheol untuk membelikan semua yang ada di daftar itu besok. Apel, kacang, dan buah pir serta Okchun.

"Apa semua ini? " Tanya Hwi Cheol.

"Aku membutuhkan semuanya. Lebih baik Ahjussi membelikan semuanya untukku."

Hwi Cheol tidak begitu fokus dengan jawaban Geum Bi itu karena ada seseorang yang menelfonnya masalah uang.


Besonya, Geum Bi langsung berlari saat bel pulang berbunyi, ia dengan penuh senyum pulang ke rumah.

Malam pun tiba, Geum Bi menunggu kepulangan Hwi Cheol dengan sabar dan senyum tapi setelah Hwi Cheol datang, senyumnya langung sirna.


Ia menanyakan Apel, kacang, buah pir, dan Okchun yang ia minta. Hwi Cheol tidak membelikannya. Geum Bi menuntutnya, kenapa Hwi Cheol tidak membelikannya.

"Perhatikan sopan santunmu. Kau tidak ada kegiatan atau semacamnya? Kenapa kau menyuruhku membelikanmu bahan persembahan?"

Geum Bi memelototinya, Hwi Cheol menyuruh Geum Bi berhenti melotot, ia mencoba menahan diri sampai sejauh ini, jangan membuat keberuntungan Geum Bi sendiri melayang. Apakah begini cara Bibi Geum Bi mendidik?

"Bagaimana dengan Ahjussi? Apakah begini cara Ibu Ahjussi mendidik Ahjussi?"

Hwi Cheol memukul kepala Geum Bi, Jangan main-main. Geum Bi mulai menangis, ia tidak main-main, itu semua untuk Peringatan kematian Ibunya.

"Kau bilang kalau kau tidak punya Ibu."

"Ahjussi juga tidak akan mendoakan dia. Sama seperti Bibiku yang tidak pernah peduli akan dirinya. Apa yang akan terjadi pada Ibuku jika aku juga tidak mendoakan dia?"

"Lupakan. Orang yang sudah mati tidak tahu apa-apa. Tidurlah. Sudah lewat waktu tidurmu."


Geum Bi menghapus airmatanya dan kembali ke kamar, ia membuat persembahan untuk ibunya dengan jajan seadanya dan selebihnya hanya gambar saja.

Geum Bi kemudian memanjatkan doa dan Hwi Cheol mengintipnya.


Gil Ho menjelaskan misi mereka selanjutnya, ia muter kesana kemari. Hwi Cheol membentaknya, langsung ke intinya saja.

"Singkatnya, dia ingin menjual seluruh warisan miliknya." Kesimpulan Hwi Cheol.

Gil Ho menjawab kalau Hwi Cheol kawar tapi memang begitu. Jae Kyung tanya, caranya gimana.

"Aku pihak pembeli, dan Hwi Cheol akan menjadi peneliti barang antik."

Dan tugas Jae Kyung adalah sebagai pengacara yang mengiapkan kontrak.

"Kapan D-day (hari H)?" Tanya Hwi Cheol.

Gil Ho lalu memberinya segebok kertas. Katanya itu adalah daftar dari barang-barang antik, detailnya dan perkiraan harga. Ia menyuruh Hwi Cheol mengingat semuanya dalam dua hari. Hwi Cheol protes kenapa harus dia?

"Lalu, siapa lagi? Kau tidak memiliki penampilan. seperti seorang pembeli yang kaya raya."

Hwi Cheol membenarkan dengan kesal, lalu ia menunjuk jae Kyung tapi Jae Kyung menolaknya, seorang wanita adalah musuh terburuk bagi wanita lain. Kang Hee tidak akan memercayai seorang peneliti wanita.

Terpaksalah Hwi Cheol memerankan peran itu. Kedua rekannya memberinya semangat.


Hwi Cheol mulai menghafal, ia memilih taman yang sepi agar bisa konsentrasi. Hwi Cheol kesal, ia tiduran dan melihat bayangan Kang Hee di langit, lalu ia membuat sketsa wajah Kang Hee di kertasnya.


Selanjutnya, Gil Ho menemani Hwi Cheol menghafal, ia menyarankan untuk mulai dari yang paling pendek dulu. tapi Hwi Cheol memaksa untuk mulai dari yang terpanjang. Tapi kemudian ia menyerah dan mulai dari yang paling pendek.

Hwi Cheol membalik kertasnya, Gil Ho lalu melihat sketsa Kang Hee, ia heran, darimana Hwi Cheol tahu wajah wanita yang akan mereka tipu?

Geum Bi mendengar ucapan Gil Ho saat mengambil minum. Sementara Hwi Cheol tak peduli, ia tetap fokus untuk menghafal.


Di sekolah, Geum Bi minta Jae Ha untuk mengajarinya mengedit video lewat ponsel.  Setelah mengajari, Jae Ha bertanya, apa benar Geum Bi akan membuat video tentang hal itu.

"Ya. Kenapa?" Jawab Geum Bi yakin.


Hwi Cheol membuat ramen dan ia masih sibuk dengan hafalannya, saat itu Geum Bi merekamnya. Hwi Cheol menolak, ia menyuruh Geum Bi menyingkirkan kamera dari wajahnya.

"Apakah kau sering melanggar hukum?" Tanya Geum Bi sambil mematikan kameranya.

"Benar. Tapi, aku juga mempertanggungjawabkannya. Tebaklah pelanggaran apa saja itu."

Geum Bi melihat ramen Hwi Cheol, ia bertanya, bikin berapa Hwi Cheol?


Hwi Cheol memberikan ramennya untuk Geum Bi dan ia memasak yang baru. 



Geum Bi menggabungkan video yang ia rekam di kuil (video Kang Hee) dan video Hwi Cheol yang ia rekam semalam, judul videonya "orang yang ingin aku buat bahagia."

Hong Shil Ra meremehkan video Geum Bi itu, sementara Geum bi puas dengan hasil videonya.


Tiga penipu siap beraksi. Gil Ho menegaskan kalau mereka harus berhasil dalam misi kali ini. Jae Kyung menceramahi untuk mengawasi Hwi Cheol.

"Dia itu black hole (kelemahan) tim kita."

"Aku akan membuatmu berada di posisiku suatu hari nanti." Balas Hwi Cheol.


Merea bertiga masuk ke dalam dan saaat itu Kang Hee sedang menanam bunga. Hwi Cheol terpukaumelihat Kang Hee sampai ia lupa dengan nama samarannya dan malah mengenalkan nama aslinya pada Kang Hee. Hal itu membuat kedua rekannya cemas.


Geum Bi memutar kembali vidoe Hwi Cheol tapi ia baru melihat kalau sketsaHwi Cheol ikut terekam disana dan itu adalah Kang Hee. Ia teringat Gil Ho, kalau sketsa itu mirip dengan wanita yang akan mereka tipu.

Geum Bi langsung berlari menuju rumah Kang Hee.


Kang Hee siap mengecap kontrak dengan stempelnya tapi Hwi Cheol tiba-tiba menyela. Ia cuma mau meminta Kang Hee hati-hati karena menggunakan baju putih.


Hal itu kembali membuat kedua rekannya khawatir. Kang Hee kembali melanjutkan menyetempel tapi terganggu lagi dengan suara bel pintu.

Kang Hee minta waktu sebentar pada mereka untuk membuka pintu. Si tamu masuk dan yang datang adalah... Geum Bi.

Semua melotot tajam pada Geum Bi dan yang paling Geum Bi pelototi adalah Hwi Cheol.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...