Thursday, November 3, 2016

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 11

Sumber Gambar dan Konten dari KBS2

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 11

Setelah pertemuannya yang mengharukan dengan Do Woo, Soo Ah kembali ke jeju dengan pesawat dalamnegeri. Ia duduk di dekat pintu darurat hal itu mengingatkannya pada Do Woo, dimana pertemuan pertamanya dengan Do Woo juga saat Do Woo duduk di dekat pintu darurat.
Sampai di Jeju, Hyo Eun sudah menunggunya, dengan gembira Hyo Eun mengatakan kalau ia sudah memiliki banyak teman, adik-adik dan kakak-kakak, semua teman disana. Soo Ah memblasnya dengan pelukan lalu mengajak Hyo Eun kembali ke rumah.
Saat pagi hari, Soo Ah akan mengantar Hyo Eun ke sekolah dengan bis. Tapi tetangganya melarang, disana mereka memiliki jadwal mengantar anak-anak ke sekolah dan hari itu bukan jadwalnya Soo Ah.

Setelah itu mereka berkumpul di kafe mengobrol layaknya ibu-ibu. Tapi Soo Ah hanya diam saja, ia malah mencari rumah melalui ponselnya.

Selanjutnya Soo Ah berjalan sendirian, ia teringat saat ia cerita tempat asalnya pada Do Woo yang sangat berangin dan banyalk burung bertengger di kabel listrik. lalu Do Woo membalas,

"haruskah kita tinggal di tempat seperti itu?"


Dan juga teringat kenangan-kenangannya lain bersama Do Woo. Sampai saat ia minta berpisah dengan Do Woo.
Nyonya Kim menemukan teman untuk berolah raga ditaman. Juga untuk berbagi informasi hidup sehat. Ia juga membanggakan cucunya yang masuk sekolah internasional.

Soo Ah menelfon untuk sekedar bertukar kabar dan berjanji akan menelfon setiap hari. Tapi hari ini spesial, ia menelfon untuk memberitahu kalau ia membagi uang pesangonnya untuk Nyonya Kim sebagai ganti gaji bulanan yang ia janjikan.
Kevin Oh datang untuk menyapa Soo Ah. Disana ia bertemu ibu-ibu yang kepo, mereka ingin tahu sekali identitas Kevin yang menurut mereka ganteng banget.

Soo Ah menjelaskan kalau Kevin adalah Junior suaminya tapi para tetangganya belum puas sampai akhirnya Kevin menjelaskan identitasnya sendiri.

"Halo. Aku seorang pilot dari A Airlines. Atasanku adalah suaminya, Kapten Park Jin Seok. Aku disini untuk menyapa atas perintah Kapten Park. Tolong jangan salah paham."

Para tetangga akhirnya mengerti, lalu Soo Ah mengajaknya masuk. Dimana rumahnya sangat berantakan.
Soo Ah berkata kalau ia tidak memiliki kopi. Ia bertanya, apa Kevin akan melapor pada Jin Suk kalau rumahnya berantakan dan Hyo Eun hanya masuk sekolah biasa.

Kevin tak menjawabnya, ia melihat ke luar dan ada seorang tetangga yang mengintip. lalu Kevin mengajak Soo Ah keluar.
Dalam perjalanan Kevin menjelaskan kalau orang-orang desa memang begtu, walaupun ia diam Jin Suk pasti akan tahu.

Kevin bersedia membantu karena percaya kalau mereka berdua butuh waktu untuk sendiri. Kevin juga membatu Soo Ah untuk menemukan rumah.

Dan setelah melihat rumah itu, Soo Ah menyukainya. Rumah itu bagus dan dekat halte bus jadi kalau mau kemana-mana mudah.
Selanjutnya Soo Ah menyusuri jalanan disana hingga ia sampai pada sebuah rumah di pinggir pantai. Tidak seperti rumah kebanyakan, rumah itu hanya sendirian disana.

Soo Ah kemudian memotret rumah itu. Soo Ah mengirim gambar rumah itu ke nomornya sendiri, mulai sekarang ia aka mengasumsikan kalau ia mengirim pesan itu pada Do Woo.

Soo Ah menulis kalau ia menemukan tempat yang jauh dari dunia ini, tempat itu mengingatkannya pada Do Woo.
Para pramugari bergosip tentang Mi Jin dan Jin SUk dan mengasumsikan kalau alasan Soo Ah berhenti adalah karena curuga dengan hubungan mereka. Joo Hyun mengklarifikasi kalau rumor itu tidak benar, sementara Eun Joo hanya diam saja.

Lalu suami Hyun Joo datang, ia menegur para Juniornya yang bergosip. Ia menjelaskan kalau alasan Soo Ah berhenti adalah karena Hyo Eun karena ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan Hyo Eun.

Lalu Chang Hoon menyampaikan rumor itu ada istrinya. Istrinya membantah hal itu, baginya itu tidak berdasar. tapi tampak kalau Hyun Joo mencurigai sesuatu juga.

Lalu mereka membahas Soo Ah yang tidak memberi kabar. Hyun Joo yakin kalau SOo Ah akan segera menghubungi karena mungkin Soo Ah pergi karena kebaikan Hyo Eun. Dan ia menepis kecurigaannya tadi.
Jae Ah memprotes keputusan kakaknya yang malah pergi dan meninggalkan Mi Jin dan Jin SUk berduaan. Soo Ah menjelaskan kalau Mi Jin dan Jin SUk tidak ada hubungan apa-apa. Jin SUk hanya meminya makanan SOo Ah  (Chief Song) dan ia ingin Jae Ah juga percaya padanya.

Jae Ah ingin protes, tapi Soo Ah buru-buru mematikan telfon. Jae Ah menggerutu, karena sikap Soo AH inilah maka Jin Suk menganggapnya remeh.
Tapi Jae Ah memutuskan untuk menjadi adik yang berguna ia pasti akan menangkap basah Jin SUk. Lalu ia menunggu Mi Jin di halte.

Mi Jin Naik bis bandara untuk pulang ke rumah. Jin SUk mengirim pesan mengajaknya minum tapi ditoleknya karena lelash. Mi Jin lalu memejamkan matanya kembali.

ternyata Jin Suk juga ada di bis yang sama, ia lalu duduk di dekat Mi Jin dan pura-pura tak sengaja bertemu.

Jin Suk kemudian membicarakan soal rumor, ia menawarkan diri untuk menghentikan mereka yang selalu membicarakan Mi Jin tapi Mi Jin menolaknya.

Jin Suk kelihatan sangat senang, bahkan ia bersenandung dan Mi Jin membahasnya. Jin Suk menjelaskan kalau ini adalah kehidupan yang diimpikan setiap pria, dimana ia hanya perlu bertemu istrinya 2/3 kali sebulan.

Mi Jin membuka matanya lebar-lebar, jadi Soo Ah ada do Korea. Jin Suk tidak menjawabnya,
Hyun Joo menelfon Mi Jin untuk menanyakan dimana SOo AH berada. Hyun Joo heran saat Mi Jin menjawab kalau ia tidak tahu dimana Soo Ah.

"Apa perlu aku tanyakan pada Kapten Park." Tawar Mi Jin

Hyun Joo kaget mendengar Mi Jin bersama Jin Suk tapi ia menolak, tak perlu berlebihan begitu. Selanjutnya Hyun Joo hendak menanyakan sesuatu tapi tidak jadi.
Setelah mamutuskan telfonnya, Jin Suk menyuruh Mi Jin untuk memutus hubungan dengan Soo Ah. Mi Jin protes, memangnya Jin SUk siapa sampai berhak mengatakan itu padanya.

Dan karena Jin Suk membahas ini, Mi Jin mengatakan perasaannya bahwa ia merasa sangat bersalah pada Soo Ah, jadi ia meminta agar Jin Suk berhenti mengirim pesan untuk mengajaknya minum.

Kemudian Soo AH melihat Jae Ah yang menunggunya di halte. Jin Suk penasaran sekali dengan pria itu, ia hendak mengintip tapi tidak jadi saat Mi Jin mengatakan kalau pria itu bisa jadi mengenal Jin Suk.
Jae Ah mengikuti Mi Jin sampai ke rumahnya. Ia mengutarakan tujuannya bahwa ia akan menangkap basah Jin Suk dan Mi Jin.

Mi Jin melarang Jae Ah untuk menghabiskan masa mudanya hanya dengan melakukan itu. Jae Ah membalik, Mi Jin kan juga menghabiskan masa mudanya dengan mengencani Jin Suk.
Lalu Jae Ah menjelaskan kalau kakaknya yang bodoh itu percaya ada Mi Jin dan lebih parahnya lagi, Kakaknya juga untuk percaya pada Mi Jin.

"Kenapa kau tidak mendengarkan kakakmu?" Tanya Mi Jin.

jae Ah menjawab kalau ia akan mendengarkan lalu Mi Jin menyuruhnya pergi. Jae Ah minta makan dulu, pesan makan antar saja.
Jin Suk melihat Jae Ah masuk bersama Mi Jin, saat di rumah, ia menggerutu. jadi pria muda yang dimaksud Mi Jin itu adalah pria muda pengangguran yang bahkan tidak memiliki rumah.

Hyo Eun minta ijin untuk menggunakan kamar atas. Soo Ah membebaskan Hyo Eun untuk melakukan apapun yang dia mau karena mereka hanya akan tinggal disana beberapa hari lagi.

Soo Ah mengatakan kalau ia sudah menemukan rumah dan jika mereka memutuskan untuk tinggal maka mereka harsu pindah kesana.

"Tentu saja kita akan tinggal. Aku kan sekolah di sekolah internasional." jawab Hyo Eun.
lalu Jin Suk menelfon. Awalnya untuk menanyakan kabar Hyo Eun tapi ujung-ujungnya membahas pria yang dikencami Mi Jin, ia bertanya apa Soo Ah tahu siapa?

"Kenapa dia harus mengatakan itu?" Soo Ah tanya balik.

Jin Suk menegur sikap dingin Soo Ah itu dan karena ia menelfon untuk menanyakan Hyo Eun maka ia akan mengakhirinya.

"Jangan khawatirkan aku." Ujar Jin Suk.

"Tidak akan."

Jin Suk menegur kalau Soo Ah terlalu kasar disaat mereka berdua bersenang-senang di resor. Soo Ah lalu menawari, kenapa Jung Suk tidak tinggal saja bersamamereka kalau begitu.

"Aku pria berkeluarga. Aku harus bekerja." Jawab Jung Suk.
Hye Won rapat dengan tim-nya. Ji Eun juga daa di sana, tapi ia tampak tidak tertarik. Ji Eun masih mengharapkan Do Woo yang seharusnya bersama mereka saat ini.

Seok frustasi karena Do Woo tak menjawab telfonnya sms pun tak dibalas. Ia sampai mengira kalau Do Woo berada do tempat yang susah sinyal.

Lalu ia mengeluh karena harus hidup bersama Hye Won. Kenapa ia harus melalui hal itu?

Hye Won yang baru datang menjawab kalau ia tidak keberatan hidup dengan Seok (yang dipanggilnya Ahjusshi). Seok menjawab kalau ia juga merasakan hal yang sama sambil tertawa canggung.

Hye Won lalu meminta Seok untuk mencoba bergaul dengannya karena ia berencana menjadi istri Do Woo sedikit lebih lama lagi. Ia senang karena sekarang ia dikenal dan akan menarik Do WOo lagi.

Seok membentak kalau itu tidak akan terjadi lagi. Hye Won dengan santai menyuruh Seok untuk memberitahunya jika ingin pergi lalu ia berjalan menuju ke rumah.

Seok merasa kalau ini akan menjadi pertarungan panjang.
Pada akhirnya Soo Ah dan Hyo Eun pindah ke rumah yang disarankan Kevin, disana semuanya berfungsi kecuali pintu kamar yang susah digeser.

Hyo Eun berpikir kalau rumah itu memiliki efek yang baik padanya.
Hyo Eun bersiap untuk berangkat kesekolah, ia mengatakan impiannya ingin menjadi petani karena ia suka berada di ladang. SOo Ah yakin kalau itu hanya akan bertahan sementara tapi Hyo Eun memastikan kalau ia serius kali ini.

Lalu Hyo Eun bertanya mengenai wawancara Soo Ah. Soo Ah menjawab kalau ia hanya akan menggantikan orang lain selama beberapa hari. 

Hyo Eun menjawab kalau ibunya harus mencari kerja. Jika ia tinggal di asrama maka ibunya harus kembali ke Seoul, tapi Soo Ah bisa tetap tinggal jika memiliki pekerjaan disana.

"Oh, benar. Ibu harus berbohong kalau ibu mendapat pekerjaan." Ujar Soo Ah.

SOo Ah marah namun ia tidak bisa mengejar Hyo Eun kalarena pintunya macet dan saat ia berhasil keluar, ia lupa kemarahannya pada Hyo Eun.
Soo Ah akan mencari pekerjaan di peternakan jika yang ini tidak berhasil. Jadi mari berhenti berbohong. Hyo EUn mengerti.

"Kau tidak ingin Ayah dan Ibu untuk hidup terpisah, kan?"

Hyo Eun tak pernah merasa begitu, setiap pasangan memiliki cara masing-masing. Lalu ia meminta ibunya untuk bergegas dan menyusulnya.
Soo Ah mengantar Hyo EUn sampai halte dan selanjutnya Hyo EUn naik bis sendiri. Soo Ah duduk sendirian di halte, ia kembali mengirim pesan ke nomornya.

"Pintunya tidak mudah dibuka, tapi ada untungnya. AKu jadi lupa mengomel pada Hyo Eun saat membuka pintu."

Soo Ah teringat malamnya bersama Do Woo, dimana Do Woo mengatakan, jangan sampai SOo Ah melupakan waktu itu karena itu akan menjadi penghiburan untuk Soo Ah.

Selanjutnya Soo Ah naik bis yang lebih kecil. Ia masih menulis pesan, lebih tepatnya jawaban atas perkataan Do Woo malam itu.
"Itulah yang aku rasakan sekarang. Semua yang kau katakan, caramu memandang... dan wajahmu menghiburku. Doakan aku hari ini."

Eh... ternyata supir bis yang dinaiki Soo Ah itu adalah Do Woo. Dan sayangnya mereka tidak saling melihat.
Soo Ah ke Bandara, ia diterima untuk menggantikan pramugari tetap disana selama seminggu. Kevin mengatakan akan memanggil Soo Ah paling tidak 1/2 kali seminggu, Soo Ah juga akan segera mendapatkan seragam, jadi pastikan untuk mengambilnya dahulu sebelum pulang.

Kevin sangat bersyukur memiliki Soo Ah disana, ia pastikan akan mengatakan pada yang lain seperti apa Soo Ah itu.

"Pastikan kau mengatakannya!" Canda Soo Ah, lalu mereka berpisah karena Kevin harus kembali bekerja.

Soo Ah melihat sekeliling. "Aku disini lagi... Di Bandara..."
Seok mengemasi karya-karya Nyonya Go, ia bicara pada mereka seakan itu Nyonya Go, meminta menunggu sebentar lagi karena Do Woo pasti akan menemukan tempat untuk mereka.

Selanjutnya Seok menelfon Do Woo dan kali ini Do Woo mengangkatnya. Do Woo minta maaf karena sudah membuat khawatir Seok dan ia sudah menemukan tempat, ia akan mengirimkan alamatnya pada Seok.

Lalu percakapan mereka terhenti karena Do Woo diminta rekannya untuk menggantkannya lagi. Do Woo pun kembali menjadi supir bis.
Ada seorang nenek yang sudah akrab dengan Do Woo. Nenek itu merasa kalau Do Woo sudah tinggallama disana. Do Woo menyapa ramah nenek itu.

Kilas balik...
Pertemuan pertama mereja adalah saat Do Woo membantu nenek itu yang tiba-tiba sakit. nenek itu sangat berterimakasih atas bantuan Do Woo. 

Do Woo berjalan menyusuri jalanan pantai dan akhirnya menemukan tempat itu. Tempat impian ibunya untuk menyimpan semua karya-karyanya.

Wow.. ternyata tempat itu jugalah yang ditemukan Soo Ah,

Kilas balik selesai...
Do Woo berterimakasih pada nenek itu karena berkat nenek, ia bisa menemukan tempat yang dicarinya, lalu Do Woo membantu saat nenek itu turun dari bisnya.

Soo Ah memulai bekerja di bandara dan Do Woo membuka galerinya sendiri.

Soo Ah pulang saat malam dan ia bertemu dengan pria yang tengah memperbaiki sepeda di jalanan sepi. Soo Ah takut tapi ia tetap berjalan.

Pria itu ternyata Do Woo. Lalu Do Woo mengarahkan sentrtnya untuk menerangi jalan Soo Ah. Lagi-lagi mereka tidak saling melihat.
Barang-barang kiriman Seok sudah sampai. Seok juga mengatakan kalau Pak Mun akan menyuruh orang untuk mengantar Guci.

Do Woo mulai membongkar karya-karya ibunya sambil mendengarkan lagu, ia teringat saat Soo Ah menanyakan penyanyi favoritnya.

Bukan hanya itu, Do Woo juga mengingat malamnya bersama Soo Ah dan kata-kata Soo Ah saat meminta berpisah darinya.

Do Woo mulai menata karya-karya ibunya hingga ruangan itu dipenuhi karya ibunya.

Do Woo mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Soo Ah tapi nomor Soo Ah masih tidak aktif.
Tim Jin Suk sampai si Sydney. Mi Jin hampir ambruk dan Jin Suk kelihatan khawatir tapi yang lain menyuruhnya untuk duluan. Mereka yang akan mengurus Mi Jin.

Eun Joo membantu Mi Jin membongkar kopernya. Mi Jin berbaring, dengan mata tertutup ia bertanya pada Eun Joo, apa Eun Joo behubungan dengan Soo Ah.

Eun Joo menjawab tidak, lalu Mi Jin menyilahkan Eun Joo untuk keluar. Eun Joo terlihat murung juga.
Seok menyapu dihalaman dan saat Hye Won lewat ia mengayunkan sapunya dengan kasar lalu membantingnya.

"Augh.. Aku benar-benar tidak bisa hidup seperti ini. Dia benar-benar jahat."
Hye Won menyerahkan hasil kerjanya pada Nyonya Hong. Nyonya Hong membahas mengenai perceraian Do Woo dan Hye Won. Nyonya Hong menyuruh Hye Won untuk minta tunjangan perceraian padanya saja. Menurut Nyonya Hong, Hye Won masih butuh belajar lagi.

Dan Nyonya Hong benar-benar ingin memiliki rumah tua Do Woo. Ia takut sesuatu yang ia hargai akan rusak.

"Aku tahu kau pasti mengerti apa yang harus kau lakukan." Tutup Nyonya Hong.
Setelah di rumah, Hye Won merenung lalu ia menelfon Do Woo. Intinya ia setuju dengan perceraian jika Do Woo memberikan rumah tua sebagai tunjangan perceraian.

"Apa ini ide Nyonya Hong?" Tanya Do Woo.

Do Woo mengingatkan kalau mereka akan membuat tuntutan sampai akhir, ia ingin Hye Won bekerja semampunya saja.

Seok menguping saat Hye Won meminta hal itu pada Do Woo.
Besoknya, Seok langsung terbang ke Jeju. Selain untuk melihat tempat karya-karya nyonya Go, Seok ingin mendengar jawaban Do Woo, apa akan mengabulkan permintaan Hye Won?

"Tidak." Jawab Do Woo.

"Bagus kalau begitu."

Sebenarnya Seok takut kalau Do Woo akan memberikan rumah tua itu. Seok menjelaskan kalau ia dan Hye WOn tidak bicara karena Hye Won sangat menakutkan.

"Apa yang menakutkan? dia hanya mencoba untuk bergaul dengan orang lain. Pertama ibuku dan sekarang Nyonya Hong."

Maka dari itu Seok takut. Hye Won melakukannya dengan baik sampai tidak tahu kapan harus berhenti. Do Woo ingin, Hye Won hidup dengan nyaman sekarang.
Seok sampai di tempat tujuan. Tapi ia penasaran dengan bungkusan merah yang ada di kursi. Do Woo berkata kalau ia baru melihatnya.

Lalu ia membuka isinya, itu milik Marrie. Awalnya Do Woo mengira kalau Marie meninggalkan itu, kemudian ia membukanya.

Didalamnya ada barang-barang Annie. Marie menulis pesan di ponsel Annie kalau ada rekaman percakapan Annie sebelum kecelakaan,

Seok memintanya untuk memutar rekaman itu dan terdengarlah percakapan Annie dan Hye Won secara utuh.

Annie: Aku akan pulang kali ini saja. Aku tidak akan mengatakan sepatah katapu. Tidak akan. Kenapa kau tidak percaya padaku? Ini adalah hari ulangtahun nenek. Ibu, sekali ini saja. Aku akan berkunjung sekali ini saja untuk melihat nenek, ayah dan paman Seok.

Hye Won: Jangan datang. 

Annie: Tapi aku ingin.

Hye Won: Lakukan sesuai janjimu.

Annie: Aku merindukan semua orang.

Hye Won: Tepati janjimu.
Do Woo lalu berjalan hingga ke tepi pantai. Sebenarnya kata-kata Hye Won  belum berakhir.

Hye Won: Ayahmu sudah meninggal. Dia mengirim kau padaku tepat sebelum ia meninggal. Aku berbohong padamu tentang hal itu karena dia memintaku.

Setelah mendengar itu Annie syok dan berlari keluar tanpa melihat kanan kiri hingga akhirnta ia tertabrak mobil.

Do Woo mengingat penjelasan Hye Won kalau Hye Won sangat ingin mengatakan kenyataan mengenai ayah Anni pada Annie tapi tidak kesampaian.
Soo Ah membawa batu giok Annie, dan memasukkannya ke saku bajunya. Lalu ia mulai bekerja lagi.

Do Woo terus saja bejalan. sampai malam, ia berpapasan dengan Soo Ah saat Soo Ah pulang kerja tapi mereka terhalang dinding batu jadi tidak saling melihat.

Soo Ah mengembalikan batu giok Annie kedalam kotak pribadinya.
Do Woo mengakhiri perjalanannya dengan duduk di depan rumah tanpa bicara apa-apa. Seok melihatnya dan membiarkannya saja. Seok kembali ke dalam dan ia mengambil ponsel Annie.

Do Woo menelfon Soo Ah tapi tetap tak terhubung. walaupun begitu ia tetap bicara

"Soo Ah-ssi. Dimana kamu? Choi Soo Ah-ssi, dimana kamu? Aku hampir tidak bisa menahannya, dimana kamu? Aku membutuhkanmu." Pada akhirnya Do Woo menangis.
Do Woo memutuskan untuk tidak memberitahu Hye Won dengan adanya rekaman itu, karena Hye Won akan merasa bersalah maka tidak akan bisa hidup.

"Dia akan baik-baik saja. Seolah tidak ada yang terjadi." Bantah Seok.

Do Woo bersikeras, ia ingin Hye Won untuk bebas. Untuk hidup tanpa rasa takut maupun bersalah. Ia ingin Hye Won tinggal dan kebekerja dengan bebas.

Seok juga bersikeras, beberapa hal harus dijelaskan lebih dulu. Do Woo meminta seok membiarkannya saja toh akhirnya ia akan berpisah dengan Hye Won.

"Bagaimana jika dia tidak ingin?"

"Apa yang kita punya?"

Seok menjelaskan kalau Hye Won ingin menjadi istri Do Woo lebih sehari lagi. hanya satu hari lagi. Satu hari, satu hari lagi, satu lagi, selamanya!
Soo Ah kembali berbincang dengan Kevin, kali ini Kevin membahas mengenai Mi Jin yang belum pernah mengunjungi Soo Ah sehari pun.

"Bukankah kalian berdua sahabat?"

Soo Ah balik tidak tahu kalau Kevin ternyata mengenal Mi Jin dengan baik. Kevin mengatakan kalau Mi Jin kadang-kadang terlihat lucu dan mengakhirinya dengan senyum malu-malu. Soo Ah bisa menebak artinya itu.

"Apa mungkin?"

Kevin mengiyakan dengan malu. Soo AH merasa ini luar biasa. Kevin lalu bertanya, apa Mi Jin sedang mengencani seseorang.

Soo Ah yeng terbawa suasana menjawab tidak, Mi Jin hanya mengada-ada. Dan ia tertawa senang tapi kemudian senyum hilang dari wajah Soo Ah saat ia teringat sesuatu.

Kevin tenang mendengarnya, lalu mengatakan kalau ia akan ke Seoul besok, ia minta Soo AH memberinya tips atau saran.
Do Woo menempatkan foto Annie disamping foto Nyonya Go dan setrika disamping Annie. Lalu Do Woo buru-buru keluar, sepertinya ia ada pekerjaan.

Soo Ah selesai melakukan pekerjaannya. Tapi ia melihat seorang kesulitan mengambil troli maka Soo Ah pun membantunya, juga membantu untuk mendorong barang-barang orang itu hingga pintu depan.

Di kotak barang orang itu tertulis "untuk Do Woo." Tapi Soo Ah tidak melihatnya.

Baru setelah sampai pintu depan, Soo AH melihat tulisan itu lalu ia melihat Do Woo di pintu depan menjemput pria itu. 

Do Woo juga melihat Soo Ah. Mereka saling pandang satu sama lain, sampai akhirnya Do Woo di panggil oleh pria yang dijemputnya dan Soo Ah buru-buru berlari ke dalam.
Do Woo keluar untuk membantu pria itu tapi kembali lagi ke dalam untuk mencari Soo Ah. Sayangnya Soo Ah sudah bersembunyi.

"Aku melihat dia. AKu pikir aku berhalusianasi. Tidak mungkin." Batin Soo Ah dengan nafas terengah.
Do Woo mengajak pria iru ke rumahnya karena pria itu bukan berasal dari Jeju terlebih pihak Pak Mun mengatakan pada pria itu kalau Do Woo yang akan mengurusnya.

Do Woo dan pria itu mamasukkan kotak-kotak tadi ke dalam rumah. Orang itu mengagumi rumah DO Woo dan ia berkata kalau ia bisa tidur di sofa tapi ternyata Do Woo sudah pergi.

Do Woo kembali ke Bandara.

Soo Ah kelihatan linglung saat keluar dari ruang ganti. Kevin menyapanya dan akan mengantar Soo Ah pulang karena ia tahu Soo Ah pasti akan menjemput Hyo Eun juga.

Soo Ah bertanya, kenapa memangnya? Kevin menjawab kalau ia tidak memiliki alasan khusus.

"Pasti Mi Jin." tebak Soo Ah.

"Bukan . Mari kita pergi untuk menjemput Hyo Eun."

Soo Ah tidak konsen, ia masih terbayang Do Woo yang dilihatnya tadi. Lalu ia meminta bantuan pada Kevin untuk mengantarnya pulang.

Kevin heran, kan tadi ia juga bilang akan mengantar Soo Ah.

"Ah.. maka dari itu. Haruskah kita minum kopi dulu?"

Kevin mengingatkan kalau mereka harusmenjemput Hyo Eun. Soo Ah baru ingat mengenai Hyo Eun, ia mengatakan kalau ia sedikit pusing.

Kevin menyuruh Soo Ah untuk menunggu di depan pintu sementara ia akan mengambil mobil. Tapi kemudian Do WOo turun dari mobilnya dan menyapa Soo Ah.

Kevin bertanya, apa Soo AH mengenal Do Woo. Soo Ah ,enjawab iya lalu mengatakan kalau Do Woo pasti sedang berlibur di Jeju.

Dan Do Woo memberi salam pada Kevin. Soo Ah minta maaf pada Do Woo karena ia harus pergi. Do Woo pun kembali kemobilnya, barulah Soo Ah bisa bernafas. Dan Kevin meninggalkannya karena harus mengambil mobil.

Soo Ah masih belum beranjak dari tempatnya. Do Woo mengarahkan lampumobilnya pada Soo Ah. Kemudian ia turun.
"Choi Soo Ah. Sadarkan dirimu!"

Soo Ah bergumam, "Apa benar.. kau Do Woo" Sambil menatap Do Woo.


*Mereka bertemu lagi. Pertama di bandara dan kedua juga dibandara lagi...



5 komentar

Yeaaay...semangat recapna kaka..dtunggu selanjutny ..trimakasih

Lagi mba..yg ep 12...penasaran nih....abis...

miiinnn...kok lammmaaa yaa update nyaa...hihiiii...semalam sdh yg ke 14 miinnn. ayolaaahh

Semangat recapnya Diana .. Sy tunggu episode berikutnya, tulusan Diana itu enak dibacanya ... Baper jadinya ..

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon