Sunday, November 13, 2016

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 16 Part 2 "Final"

Sumber Gambar dan Konten dari KBS2

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 16 Part 2 "Final"

Jin Suk langsung keluar. Soo AH mengikutinya tapi dilarang Do Woo. Soo Ah memastikan kalau tidak apa-apa, ia akan bicara dengan suaminya dan Do Woo pun melepasnya.

Jin Suk langsung menuju mobilnya dan langsung menjalankan mobilnya meninggalkan Soo Ah tanpa bicara apapun.
Do Woo menyusul Soo Ah, apa Soo Ah baik-baik saja.

"Ini aneh. Aku pikir dia akan marah."
Jin Suk naik lift, ia menutup pintu liftnya tapi kemudian cepat-cepat membukanya kembali.

Mi Jin pulang seperti biasa, ia akan membuka pintu rumahnya dan kaget setengah mati melihat Jin Suk duduk di depan pintunya. 

"Apa yang kau lakukan di sini? Apa yang kau lakukan?"

"Diamlah."

Mi Jin menyuruhnya pulang. Jin Suk gemetar, ia berkata kalau ia tidak bisa naik lift. Mi Jin menyuruhnya naik tangga saja kalau begitu.

Jin Suk malah  membenturkan kepalanya ke pintu, ia kelihatan sangat menderita.
Jin Suk berbaring di sofa Mi Jin dengan menutup matanya. Mi Jin tentu ingat. Jin Suk selalu mengeluh soal itu saat mabuk.

"Dia bukan sekadar seorang ayah. Ayahmu yang seorang tentara sangat membuatmu takut sehingga kau didiagnosis mengidap klaustrofobia. Tapi kau baik-baik saja sejak itu. Ada apa? Apa yang membuatmu ketakutan sampai masalah itu muncul kembali setelah 20 tahun?"
Jin Suk menurunkan tangannya, ia mengidap klaustrofobia karena hal lain bukan karena takut pada ayahnya. Jin Suk kembali teringat tadi saat ia melihat Soo Ah turun dari lantai dua.

"Aku takut ditinggalkan... oleh orang yang paling berharga bagiku."

"Ditinggalkan? Oleh siapa?"

"Aku melihat Seo Do Woo dan Choi Soo Ah... bersama."

Jin Suk tahu Mi Jin akan menceritakan semuanya kepada Soo Ah. Tapi jangan menceritakan apa pun tentang gejalanya. Jika ia tidak melihatnya, tidak masalah. Tapi setelah ia melihatnya, semuanya sudah berakhir.

"... Aku tidak akan bertemu dengan Soo Ah lagi. Katakan itu kepadanya."

"Jika dia sangat berarti bagimu, seharusnya kau memperlakukannya dengan baik."

"Diamlah."

Jin Suk kembali menutupi matanya, ia mencoba meredakan gemetarnya.
Soo Ah mengatakan pada Mi Jin kalau Jin Seok sangat aneh hari ini. Ia pikir Jin Suk akan marah, tapi malah pergi begitu saja.

"Dia mengidap klaustrofobia setelah dimarahi oleh ayahnya saat masih SMA. Dia baik-baik saja sejak saat itu. Tapi gejalanya muncul kembali hari ini. Dia tidak akan bisa terbang selama beberapa waktu."

Tapi Mi Jin melarang Soo Ah khawatir, toh Jin Suk akan bertugas di Oakland. Jin Suk akan segera pulih. Jin Suk memintanya untuk tidak memberitahu Soo Ah.

"... Jadi, berpura-puralah tidak tahu. Jangan marah karena tidak tahu tentang hal ini."

Soo Ah berterimakasih pada Mi Jin, ia senang setidaknya Jin Suk memiliki Mi Jin.

"Jin Suk akan berpisah denganmu. Lalu dia bilang kau sangat berharga. Semua ini demi kebaikan. Pikirkanlah seperti itu."
So Ah kembali merenung di beranda rumahnya. Kemudian ia menelfon Do Woo. Do Woo berkata kalau Soo Ah sudah berusaha semampunya.

"Setelah aku berada di sini, seperti perkataanmu, semuanya terasa sangat berbeda. Aku tidak sepenuhnya senang dan aku tidak bisa mengatakan kepada diriku ahwa aku telah melakukan hal yang benar."

"Apa yang paling membuatmu bingung? Aku yakin ada satu hal yang kau pikirkan."

Soo Ah mengirim Hyo Eun pergi dan suaminya mungkin tidak bisa bekerja selama beberapa waktu. Apakah ia harus melakukan semua ini hanya untuk merasa bahagia? Bisakah ia pergi menemui Do Woo? Memikirkan dirinya sendiri, hanya melibatkan dirinya. Tapi itu jauh lebih sulit.
Jin Suk mengedarkan pandangannya ke seluruh isi rumah sebelum pergi.

Soo Ah menemuinya di bandara dengan membawa barang-barang Hyo Eun.

"Ini barang-barang Hyo Eun. Aku hanya menyiapkan kebutuhannya. Bawalah. Aku sudah menjelaskan semuanya kepada Hyo Eun. Kita akan membahas banyak hal terus-menerus untuk sementara waktu, kemudian membuat keputusan. Dia menyukai sekolahnya saat ini, dan katanya dia juga tidak keberatan dengan sekolah berasrama, tapi dia akan membicarakannya denganmu. Tolong hormati pendapatnya."

"kau tidak akan mengkhawatirkanku, jadi, baiklah. kau tidak perlu mengkhawatirkanku. Jangan mengkhawatirkan dia. Mari kita... tetap berhubungan."

"Hubungi aku jika kau punya kabar baik. Jaga dirimu."
Jin Suk pergi sendiri. Soo Ah melihat bangku di lobi yang ia duduki bersama Do Woo dahulu dan ia memutuskan untuk berhenti disana, ia mengirim pesan pada Do Woo mengajaknya bertemu pukul 2.

Baru jam 1.30 Do Woo sudah duduk di kafe tempat janjian mereka. 20 mwnit kemudian Soo Ah datang dan duduk di meja lain, tapi Do Woo bisa melihatnya, ia sengaja tidak memanggil Soo Ah. Sementara Soo Ah tidak tahu kalau Do Woo sudah datang.

Do Woo baru turun dan mendekati Soo Ah 5 menit kemudian.   
"Aku pergi ke bandara. Aku belum pernah melihat suamiku dengan pakaian biasa di sana sebelumnya. Itu kali pertamaku. Rasanya aneh. Aku yakin kau memahami... perasaanku sekarang."

Do Woo mengangguk. Soo Ah sudah memikirkannya. Satu hal yang Do Woo minta hanya sebagai orang yang mengiriminya pesan sehingga membuatnya senang.
"... Aku bilang kita akan melakukan itu, tapi kita tidak pernah melakukannya karena aku memutuskannya. Aku bertanya-tanya apakah kita bisa melakukan itu dan menghabiskan waktu terpisah."

Do Woo bertanya, untuk berapa lama? Soo Ah tidak tahu.

Tapi Do Woo tetap mau melakukannya. Soo Ah tidak bisa meninggalkan semuanya untuknya hanya agar Soo Ah bisa merasa bahagia. Itu yang membuat ia menyukai Soo Ah.

"... Mari kita saling mengabari lewat pesan teks. Jika kau masih merasa terlalu bersalah karena mengutamakan kebahagiaanmu dibandingkan hal lainnya, kita tidak akan bertemu. Jika kau ingin merasa bahagia, kita akan bertemu."

"Bisakah kau melakukan itu untukku?"

Do Woo mengangguk "kau pernah bertanya kepadaku. Apa arti dirimu untukku. Aku akan menjawabnya sekarang. Di tempat yang jauh dari segala sesuatu dan semua orang, kaulah orang yang kuinginkan bersamaku selamanya."

-= Beberapa bulan kemudian =-
Hyun Woo dan Ji Eun bertukar informasi. Do Woo ke pulau Jeju dan sepertinya Hye Won meninggalkan studinya.

"Dia menemukan tempat tinggal yang dia inginkan. Dia tidak mau memberitahuku lokasinya. Dia memang selalu misterius." Ujar Ji Eun, lalu ia membantu Hyun Woo beres-beres.
Hye Won ternyata di rumah Marie, ia merapikan kamar yang dulunya digunakan Annie dan Hyo Eun. Ia tinggal disana mengurus anak-anak kos bersama Marie.

Hye Won akan berjalan sebentar sampai anak-anak pulang. Ia meminya Marie menelfonnya jika membutuhkan sesuatu dari supermarket.

"Aku akan memasak ikan untuk makan malam. Belilah apa pun yang ingin kau makan." Jawab Marie.
Hye Won ke bandara, ia melalui jalan yang dilalui Annie sebelum kecelakaan, ia juga berdiri dimana Annie tertabrak mobil dulu.

Staff pramugari berkumpul di kafe Hyun Joo, salah satu dari mereka ada yang akan menikah padahal dia anggota termuda.

"Soo Ah juga menikah muda." Ujar Hyun Joo dan semua terdiam.

Lalu Hyun Joo melanjutkan, ia tidak ada maksud apa-apa mengatakannya (bukan berarti menikah mudanantinya berakhir seperti Soo Ah).

Hyun Joo berharap semoga juniornya itu hidup bahagia selama bertahun-tahun seperti ia dan suami.
Jae Ah memprotes Mi Jin yang masaknya lama sekali, sudah 2 jam loh. Mi Jin menjelaskan kalau Soo Ah memintanya untuk memberi Jae Ah makanan bergizi.

"Soo Ah Sunbae tidak ikut makan?" Tanya Kevin yang juga ada di sana, ia membantu Mi Jin menyiapkan makanan. Ciyeeee...

Jae Ah mengatakan kalau kakaknya sedang bersiap menerima telepon dari Hyo Eun. Dan saat ini pastinya sudah telfonan.

"Tidak bisakah dia menerima teleponnya di sini?"

MiJin membuka panggangannya dan dagingnya sudah matang. Kevin merasa kalau itu gosong. Jae Ah tak peduli, ia sudah lapar berat.
Jam 6 kurang 5 menit, Soo Ah mematikan TV dan tepat saat itu Hyo Eun menghubunginya via video. Ia sangat senang karenanya.

Do Woo sibuk dengan pekerjaannya. Ia mengirim pesan untuk SOo Ah, 

"Aku selalu ada di rumah atau di kantor. Hidupku sangat sederhana. Bagaimana denganmu?"
Soo Ah memberikan materi untuk para pramugari baru, ia bertemu teman-temannya, Mi Jin dan Hyun Joo. 

"Aku melakukan pekerjaan yang mirip dengan pekerjaanku sebelumnya. Aku bertemu dengan orang-orang yang sama."
Dan setiap jam yang sama, ia selalu menerima telfon Hyo Eun  tapi hari itu Hyo Eun mengatakan kalau ia sibuk dan berjanji akan menelfonnya nanti.

Do Woo memandang rumahnya yang sepi, Soo Ah juga duduk sendirian di berandanya.

Pesan Soo Ah: hari-hari terasa lebih panjang.
Suatu hari Hyo Eun meminta Soo Ah untuk mencarikan hanbok lamanya. Soo Ah memeriksa kardus di kamar tapi tidak ada yang ada hanya barang-barang Jin Suk.

Soo Ah jadi teringat Jin Suk, ia lalu bertanya pada Hyo Eun, bagaimana kabar Jin Suk?

"Ayah? Dia sedang terbang. Dia akan pergi selama seminggu. Aku akan memintanya mengirimku ke sekolah berasrama.

"Dia terbang sekarang?"

"Tentu saja. Itu pekerjaannya dari dulu."

"Syukurlah."
Do Woo kembali membuka pameran karya ibunya, berjudul "Eun Sarangbang".

Pesan Do Woo: Eun Sarangbang masih tetap sama. Oh ya... Kapan Hyo Eun akan berkunjung ke Pulau Jeju?

Pesan Soo Ah: Tidak dalam waktu dekat. Dia langsung merasa nyaman dalam satu hari dan tidak berencana untuk kembali. Sama seperti saat dia pergi ke Malaysia.
Sore itu, Soo Ah sedang duduk sendirian di beranda sambil menikmati sekaleng bir. Do Woo mengiriminya gambar, meminta Soo Ah untuk menebak dimana gambar itu.

"Apa ini tempat yang sama? Di mana ini?"

"Yang pertama adalah bandara. Yang kedua di tepi Sungai Han."

"Foto ini diambil di bandara dan di tepi sungai?"

"Bandara di belakang bandara, Sungai Han di belakang tepi Sungai Han."

"Kedua tempat itu sangat sepi dan sangat mirip."
Soo Ah membuka surat itu dan membacanya,

"Ibu, aku ada di pesawat. Tiba-tiba aku teringat sesuatu. Saat Ibu membantu memetik jeruk, aku pikir itu pekerjaan yang berat untuk Ibu."
"Tapi sekarang, menurutku, Ibu sangat bahagia. Aku menyukai Ibu sebagai pramugari dan sebagai Ibu yang memasak dan berbenah. Ibu selalu bekerja keras dan tersenyum dan itu terlihat menyenangkan. Aku akan bekerja keras dan tersenyum seperti Ibu. Ibu yang terbaik. Aku sayang Ibu."
 
Suatu hari Soo Ah mengirim pesan untuk Do Woo, "bukankah cuacanya indah hari ini?"

"Benar. Itukah alasannya suasana hatimu senang?" Jawab Do Woo.

Do Woo membaca pesan Soo Ah sebelumnya yang mengatakan kalau dua foto yang dikirimnya itu mirip, lalu ia mengirim gambar lagi untuk Soo Ah.

Soo Ah mengira kalau itu di luar rumah Do Woo di Pulau Jeju. Tapi Soo Ah salah. Itu hanya tempat yang mirip Pulau Jeju. Hanya butuh penerbangan setengah hari untuk tiba di sana.

Soo Ah teringat perkataan Do Woo "Jika kau masih merasa terlalu bersalah karena mengutamakan kebahagiaanmu dibandingkan hal lainnya, kita tidak akan bertemu. Jika kau ingin merasa bahagia, kita akan bertemu."

Soo Ah memutuskan untuk menghapus larangan terakhir dalam Tiga Hal Tidak Boleh yaitu "Tidak menginginkan". Ia ingin pergi ke sana bersama Do Woo.
Do Woo menyarankan pergi dengan penerbangan pukul 23.00 malam ini. Soo Ah setuju dan ia langsung menuju ke bandara.

Pesan Do Woo: Aku sedang menuju bandara.
bangan pukul 23.00 malam ini. Soo Ah setuju dan ia langsung menuju ke bandara.

Pesan Do Woo: Aku sedang menuju bandara.
Do Woo sampai di bandara, ia menanyakan keberadaan Soo Ah. Soo Ah menjawab kalau ia ada di bandara juga.

Dan pertemuan mereka kembali sama seperti pertemuan pertama mereka, dimana Do Woo menunggu Soo Ah di bawah tangga dan mereka bertatapan penuh gembira.


-= END =-



Terimakasih sudah membaca "On The Way To The Airport" di blog Saya.. Sampai Jumpa di sinopsis selanjutnya...

-= With Love Diana =-


8 komentar

Haduuh sdh tamat,,btw happy ending bwt soo ah��
Aq suka film ini krn byk adegan dgn pemandangan yg bagus,sedih dah selesai.
Makasih byk bwt recapny...��������

Aq sich sebenernya lebih suka sooah balikan sama jinsuk. btw, thanks udah nyelesein sinopsis ini. D tunggu next project ny. Semangat & sehat selalu.....

Terima kasih. Indah dan damai.
Alangkah baik.jika Hyo Eun kekal bersama ibunya. Apapun pengakhirannya menyenangkan.

Ksian jin suk jadinya.. Walopun dia terkesan ga peduli gt,saya sh berharap jin suk bisa berubah dan happy ending bersamma soo ah,,btw thanks sinopsisnya.. Gumawo

kasian jin suk...trnyata soo ah brharga bgt buat dia.

Thx buat sinopnya. Akhirnya kelar juga bacanya. Penasaran bgt sm endingnya soalnya. Soalnya dr awal g suka bgt sama namanya affair. Tp pas liat kok malah nyetujuin mreka ya. Pas baca smpe akhir, ada berharap dy bs sama2 jinsuk, krn ternyata sooah berharga gt buat jinsuk, tp jinsuk nya jg gmn gt smpe akhir.bingung jg. Hyewon akhirnya ngga jd lbh cruel. akhir yg damai

Lucu aja sih ama jin suk, bilangnya soo ah berharga buat dy tp koq malah ngebet selingkuh sama min jin dan memperlakukan soo ah bukan selayaknya istri?

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon