Sunday, November 13, 2016

Sinopsis Pounding Spike 2 Episode 1

Sumber Gambar dan Konten dari Sohu TV

Sinopsis Pounding Spike 2 Episode 1

-= Episode 1 - The Beginning =-
 
Ah Reum mendandani adiknya yang akan berangkat kuliah di hari pertamanya. Tangan Do Woon pelan-pelan ingin mengambil kaca matanya.

Ah Reum tiba-tiba memukul tangannya, TIDAK! Do Woon memohon agar dibiarkan menggunakan kaca matanya.
Ah Reum menasehati, Do Woon sekarang bukan anak SMA lagi dan jika pergi ke kampus di hari pertama dengan tampang lemah/lembek, maka kesan itu akan menempel sampai lulus. Pokoknya kesan pertama itu akan mempengaruhi kehidupan Do Woon selama menjalani kuliah.

"Unnie.."

"Dongsaeng (adik) yang selalu mengandalkan buku untuk belajar mengenai pria selama 6 tahun ini dengarkan baik-baik!"

Do Woon mengangguk siap.
"hanya karena seorang pria tersenyum padamu, itu hanya jebakan, kau tidak boleh sampai masuk ke dalamnya. Terutama, kau tidak boleh JATUH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA."

Do Woon mengangguk menurut. Ah Reum menjelaskan, jika si mahasiswa lemah terlibat rumor percintaan maka habislah masa-masa kuliahnya.
Do Woon heran, bagaimana kakaknya bisa tahu hal itu, kan kakaknya tidak pernah kuliah?

"YAAA!!"
Ibu mereka menyerbu masuk saat mendengar Ah Reum meneriaki Da Woon. Ibu menegurnya yang tidak kunjung belajar seperti perintahnya.

Tapi ibu langsung berubah manisa saat bicara dengan Da Woon. Ibu mengingatkan Da Woon untuk bergegas ke kampus untuk mendaftar kelas.
Do Woon berjalan menuju gedung pendaftaran dengan riang, ia menikmati suasana kampus barunya dengan segelas kopi. Ia juga menjaga cara jalannya, pokoknya ia mempraktekkan apa pesan kakaknya pagi ini kalau kesan pertama adalah yang paling utama.

Sementara itu, Dong Hae Sung juga datang ke kampus tapi ia menggunakan mobil sport.

Da Woon menyebrang dan ada sebuah mobil yang menuju arahnya, ia kaget, untunglah ada pahlawan yang menyelamatkannya sehingga ia tak ditabrak mobil itu (mobil yang dikendarai Hae Sung).

Mobil itu berhenti tepat di depan mereka tapi langsung kabur kemudian. Si pangeran (Go I Ra) menyumpahi si pengemudi mobil dan ia menghafakan plat nomor mobil itu "6978".
Da Woon tak enak karena ia jadi mengotori baju I Ra dengan kopinya. I Ra tak ambil pusing, toh itu bukan maslah besar.

"Tapi... Kau tak apa?"
Da Woon mengangguk. Lalu I Ra mengambil tasnya dan berjalan pergi.

Da Woon menatap punggung I Ra, disana tertulis "Universitas Korea, Jurusan Olahraga". Da Woon terpukau hingga ia lupa menanyakan nama I Ra.
I Ra adalah kapten tim voli. Ia mengumpulkan semua anggotanya dan meminta dua anak baru untuk maju ke depan. I Ra memperkenalkan namanya,

"Namaku adalah Go - I Ra, I berarti harmoni dan Ra berarti banyak. Kesimpulannya dengan semangat menolong sesama dan suka bekerja sama."

I Ra tidak peduli semua mau memanggilnya apa, seperti Kapten, Senbae-nim, Sunbae, Hyeong-nim, Hyeong. Pokonya apapun itu kecuali... jika ada yang berani memanggilnya gorilla (pengucapannya mirip dengan Go I Ra).
Belum sempat I Ra menjelaskan tiba-tiba pelatih Son Byung Joo datang dengan memanggilnya Gorilla sambil berjalan seperti Gorilla.

I Ra murka dan langsung menendang bola voli ke arah Pelatih Son tepat mengenai tengah jidat pelatih Son hingga pelatih Son jatuh pingsan.
I Ra menlanjutkan penjelasannya, tidak peduli siapun mereka pasti habis ditangannya.

Para anggota senior mengerubuni Pelatih khawatir. Lee Han Sol protes, jika I Ra mau terus begitu, pergi saja cari anggota baru.

"Tahun lalu coach dan sekarang giliran kepala pelatih kita?"

"Menurutnya, dia sudah gila." Imbuh Park Hyun Sung.

Lalu mereka bareng-bareng membopong pelatih Son untuk mendapatkan pertolongan.
Hae Sung sudah sampai, sebelum ia turun dari mobil ia memakai masker dan topi, kelas saja semua orang memandangnya aneh.

Da Woon mendaftar kelas secara online di komputer jurusan dan Hae Sung ada di kursi tunggu para antrian.

Kim Mi Jin datang menyapa para mahasiswa baru, ia mengingatkan mereka untuk mengambil kelas dengan tepat karena tidak bisa diganti setelahnya. Lalu ia melihat Da Woon, ia heboh saking senangnya melihat Da Woon.

"Hallo... Tapi Anda siapa?" Tanya Da Woon.

Mi Jin mengenalkan dirinya, ia adalah asisten dosen jurusan bisnis. Da Woon lalu mengulangi salamnya dengan lebih hormat.

"Sejak beberapa tahun, bisnis selalu menjadi jurusan utama bagi siswa terbaik. Aku tidak percaya akhirnya tahun ini jurusan bisnis mendapat kesempatan emas itu, profesor kami saaaangat senang."

Sontak seluh mahasiswa menatap Da Woon membuatnya tak enak. Da Woon lalu berterimakasih pada Mi Jin.

"Tidak, tidak, aku yang harusnya berterimakasih padamu."
Mi Jin lalu menyuruh Da Woon untuk melanjutkan. Setelah Mi Jin pergi, Hae Sung melirik Da Woon.

Da Woon selesai mendaftar ke kelas yang diprogramnya, tepat saat itu ibunya menelfon. Da Woon menjelaskan semuanya sambil beberes untuk keluar dari sana dan itu membuatnya menjatuhkan catatannya.

Dan catatannya itu jatuh di depan Hae Sung. Hae Sung tersenyum membacanya karena itu adalah catatan semua kelas yang diambil dan tidak diambil oleh Da Woon.
Da Woon mengikuti mahasiswa yang memakai jaket jurusan olahraga dan ia masuk ke ruang latihan voli.

Disana Da Woon menyapa mahasiswa baru (Pyo Jin Ha) yang dianggapnya guru. Mahasiswa itu kesal karena ia juga sudah capek memunguti bola dengan rekannya (Jo Won Ryong).

Won Ryong memegang lengan Jin Ha untuk membuatnya tenang, ia menjelaskan pada Da Woon kalau Jin Ha bukan guru. Da Woon mengartikan kalau Jin Ha professor, lalu ia membungkuk lebih hormat.

Jin Ha kesal, "Aku juga bukan professor. Aku Mahasiswa BA-Ru".

"Oh.. mahasiswa pengulang?"

"Aku juga bukan pengulang. Aku baru lulus SMA tahun ini!"

Maklum, wajahnya tua.. hihihi
I Ra menegur dua anak baru itu yang bukannya memunguti bola malah enak-enakan ngobrol.

Da Woon akhirnya melihat I Ra, ia lalu bertanya pada dua mahasiswa baru itu, siapa nama I Ra?

"Kapten? Go I Ra."

"Apa? Gorilla?" Ulang Da Woon.
Dan kata "Gorilla" yang diucapkan Da Woon sampai ke telinga I Ra. Ia langsung melirik tajam ke arah asal suara itu.

Kedua mahasiswa baru kaget, merela langsung menyembunyikan Da Woon dibalik punggung mereka. Mereka memastikan bukan kok. Sementara Da Woon bingung kenapa ia ditutupi begitu.
Setelah mendaftar kelas, Hae Sung kembali ke mobil dan ia melepas topi dan maskernya. Belum sempat ia naik ke dalam mobil, dua orang fans mendekati, Oppa!!!

Hae Sung adalah atlet voli papan atas idola para remaja wanita. Si gendut, memeluk Hae Sung dan si kurus cepat-cepat menjauhkansi gendut dari Hae Sung, ia lalu meminta tanda tangan Hae Sung.

"Kita sama-sama mahasiswa jadi kurasa itu tidak perlu."

Si kurus minta cium aja kalu begitu. Giliran si gendut yang menyingkirkan si kurus dari Hae Sung, ia bilang kalau si kurus tidak menggosok giginya dan ia memonyongkan bibirnya minta dicium.
Kemudian fans yang lain datang menyerbu. Si gendut dan si kurus bertindak sebagai bodyguard Hae Sung, mereka melindungi Hae Sung dari serbuan para fans.

Pelatih Hae Sung tidak habis pikir, kenapa Hae Sung tidak mau main voli lagi.

"Lalu bagaimana denganayahmu? Apa beliau bilang? Apa beliau mengijinkanmu mengambil keputusan ini?"

Hae Sung menunjukkan senyum manisnya, ini adalah pilihannya dan keputusannya. Ia berterimakasih pada pelatih untuk semuanya lalu ia membereskan barang-barangnya dari loker miliknya.

Pelatih benar-benar tidak bisa percaya dengan keputusan mendadak Hae Sung ini.
Kaknya menghampirinya saat ia sedang beberes, kakanya bertanya, apa Hae Sung benar-benar bisa belajar, kan ia sudah berhenti lama.

Hae Sung semangat karena ia akan duduk di samping siswa lulusan nomor satu Korea. Pokonya ia sudah mempunyai rencana jadi kakanya tak perlu khawatir.
I Ra menunggu di luar rumah Pelatih Son tapi yang muncul duluan malah putrinya Son Soo Bin. Soo Bin menghajarnya habis-habisan karena berani datang ke rumahnya.

"Makanya aku datang karena ingin minta maaf. Yaa! Jika mahasiswa baru tidak ditunjukkan atmosfer ketegasan dan adanya hirarki maka mereka akan bersikap kurang ajar padamu."

"Ah.. begitu ya?"

"IYA."

"Lalu dimana tempat ayahku dalam hirarki itu?"

I Ra tidak bisa menjawabnya. Ia mohon maaf pada Soo Bin. Soo Bin kembali memukuli I Ra tanpa ampun.
Kemudian Pelatih Son muncul,

"Yaa! Soo Bin ~ aa bagaimana bisa kau memukuli Oppa-mu seperti itu?"

Soo Bin protes, bagaimana bisa I Ra menjadi Oppa-nya, kan di daftar nama keluargamereka tidak tertera nama I Ra.

I Ra lalu bersikap cool. Meskipun ia bukan Oppa Soo Bin tapi ia selalu memperlakukan Soo Bin dengan baik bahkan lebih baik daripada adik kandungnya sendiri.

"Aku selalu percaya dan bersandar pada pelatih melebihi pada ayah kandungku sendiri." Lanjut I Ra makin lebay.

Pelatih Son mengerti dan mengijinkan I Ra masuk ke dalam. I Ra berterimakasih sampai akan menangis.
Tapi itu ternyata cuma akting, setelah pelatih Son masuk, ia menjulurkan lidahnya pada Soo Bin, megejek.

I Ra sengaja duduk dengan tumpuan lututnya. Pelatih SOn menjelaskan kalau ia sebenarnya adalah pelatih tim bola voli SMA. Menjadi pelatih bola voli untuk universitas adalah merupakan kebanggaan tersendiri bagi keluarganya

"tapi... aku tidak pernah berpikir akan menjadi begini, tidak dihormati."

Barulah Pelatih Son melihat I Ra lalu ia menyuruh I Ra untuk duduk dengan nyaman.

"Ah.. terimakasih."
Pelatih lalu meminta I Ra untuk menjelaskan pengamatannya terhadap tim bola voli, apa kira-kira masalah terbesarnya.

I Ra menjelaskan kalau mereka tidak memiliki setter karena siswa yang digadang-gadang malah memilih universitas lain dan setter senior sudah pada lulus semua. Dan mahasiswa baru yang bergabung ahli dalam hitter dan libero.

"Ada setternya." Ujar Soo Bin setelah melihat ponselnya dari tadi.
Soo Bin melanjutkan, setter yang paling hebat malah. lalu ia menunjukkan berita yang sedari tadi dilihatnya pada ayahnya dan I Ra.

Berita mengenai Dong Hae Sung yang mendaftar ke universitas mereka. Yey!! Mereka berdua berteriak gembira.

Soo Bin heran, untuk apa coba seorang atlet profesional kuliah segala. I Ra menjelaskan kalau itu adalah keuntungan mereka.
Ia Ra berjanji pada pelatih Son kalau ia akan memasukkan Hae Sung dalam tim voli mereka.

Hae Sung keluar dari gedung agensinya. Ia melihat catatan Da Woon dan ternyata ia mengambil semua kelas yang diambil Da Wonn.

"Aku mengandalkanmu, Han Da Woon."
Da Woon mengaku pada Ah Reum kalau ia menyukai pria yang baru dilihatnya tadi pagi.

Ah Reum berdecak, dengan siapa ya ia bicara? Tidakkah struktur otaknya sama? Apakah otak untuk belajar dan mencinta itu terpisah?

"Apa kau bahkan tahu nama pria yang kau sukai itu?"

Da Woon mengguk pasti, kapten tim voli, Go I Ra Sunbae-nim.

"Gorilla? Ah.. benar-benar!"
Da Woon bernarasi,

"Han Da Woon, 20 tahun. Selama 2o tahun selalu menjalani cinta sepihak. Mulai saat ini, akan menjalani tantangan untuk mencintai dan dicintai balik".

9 komentar

eonni di tunggu selanjutnya . meskipun aku sudah nonton tapi aku akan tetap baca sinopsis eonni karena ada lee won geun oppa 😍😁
terimakasih

Dilanjutkan ya kak, secepatnya. Hhee

Ass, siang, klo mau dowld dan sub indo drama ini dimana mbak?, sblmnya trims infonya.

Ass, siang, klo mau dowld dan sub indo drama ini dimana mbak?, sblmnya trims infonya.

Ass, siang, klo mau dwnld drama ini dg subtitel indo dimana mbak? Trims infonya mbak.

Ass, siang, klo mau dowld dan sub indo drama ini dimana mbak?, sblmnya trims infonya.

Kalo aku downloadnya di Youtube tapi pake engsub. Kalo indosubnya kurang tahu ada dimana..

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...