Wednesday, November 16, 2016

Sinopsis Romantic Doctor, Kim Sabu Episode 3 Part 1

Sumber Gambar dan Konten dari SBS

Sinopsis Romantic Doctor, Kim Sabu Episode 3 Part 1


Perban Seo Jung dibuka. Kim Sabu melihat kerusakannya, "Lukanya kecil tapi dalam. Dia memotong arterinya, saraf dan 2 tendon, tidak, tiga. Jadi ada 5 yang harus disambungkan lagi. Kau pernah melakukannya?"

Dong Joo tidak menjawabnya, ia memandang wajah Seo Jung. Kim Sabu mengulangi, pernah atau tidak?


"Tidak. Aku hanya liat prosedurnya via video. Ini pertamakalinya aku melakukannya.
"Kalau kau buat kesalahan, aku akan potong tanganmu dan kutempel ke tangan Dokter Yoon. Asal tahu saja."

"Ayo mulai." Jawab Dong Joo yakin.

Kim Sabu menjelaskan kalau mereka akan memulai prosedur operasi dalam 5 menit ke depan. Ia akan menyambung seluruh kerusakan dalam 30 menit.

Dong Joo membatin, apakah itu mungkin?1 Apakah Kim Sabu akan melakukan segalanya tanpa sayatan tambahan?


-= 10,000 jam. Ia mengatakan jika kau mengerjakan sesuatu dalam 3 jam per hari selama 10 tahun, kau akan menjadi ahli. Kedengarannya agak masuk akal. =-
 

-= Kalau begitu, berapa lama yang kau butuhkan untuk menjadi spesialis? Itu butuh 20 jam per hari selama 11 tahun, =-
 

-= yang mana totalnya 80,300 jam. =-
 

-= Kau baru akan menjadi spesialis setelah 80,000 jam belajar dan bekerja keras sebagai residen. Kau juga harus lulus ujian. Kau juga harus mencoba semua yang terbaik sehingga kau dapat menyelesaikan dalam 11 tahun. Namun... =- 



Kilas balik...


Dong Joo mendatangi ruangan Kim Sabu untuk protes,

"Aku tidak menghabiskan seluruh hidupku dengan belajar, berlatih, dan membedah untuk terjebak di sini... di rumah sakit yang kecil... Di pedesaan."

-= ada hal-hal yang masih belum terselesaikan =-

"Jadi apa yang coba kau bicarakan?"

-= Itu sebabnya aku masih gelisah soal masa depanku. =-

"Tak peduli apapun yang terjadi. Aku akan kembali ke RS Geodae. Apapun yang terjadi, Aku akan kembali ke sana."

Kilas balik selesai...


Waktu 5 menit sudahberjalan, KimSabu akan mulai rekonstruksi arteri segera.

-= Jahitan sangat tipis sehingga kau bahkan tidak bisa melihatnya dengan mata telanjang. Tapi... dia luar biasa cepat. Siapa... Dia? =-

Perawat Oh memanggil Dong Joo untuk memberinya alat potong tak lama kemudian Kim Sabu berkata "cut"

Dong Joo Gemetar saat akan memotong benang jahit, ia kesulitan melihat. Kim Sabu menaktinya, apa Dong Joo ingin lengannya dipotong?


5 menit usai, selanjutnya Kim Sabu akan segera memulai rehabilitasi neurologis dan akan lakukan tenorrhaphy di waktu yang sama.

Dong Joo kelihatan sudah lelah. Perawat Park berinisiatif untuk mengelap keringatnya dan itu membuatnya memandang perawat Park. Kim Sabu lalu membentaknya untuk kembali fokus. 


10 menit berlalu, Kim Sabu akan lakukan tenorrhaphy tendon dalam waktu 5 menit. Dong Joo merasa itu tak mungkin, dalam 5 menit?

Kim Sabu tidak punya waktu untuk protes Dong Joo, ia menyuruh Dong Joo untuk mulai buat menusukkan beberapa jarus sesuai intruksinya.


5 menit usai dan Dong Joo bisa menghela nafas lega. Ia memandang wajah Seo Jung.

2 menit tersisa. Dan itu membuat gerakan tangan Kim Sabu semakin cepat.

-= Dia cepat. Dia luar biasa cepat. =-


Dong Joo sampai gugup, Kim Sabu meminta apa dia ngasihnya apa. Tidak sampai disitu saja, Dong Joo bahkan menjatuhkan sesuatu saking gugupnya, lalu Perawat Oh menggantikan tugasnya.

-= Perawat menyiapkan segalanya di muka seolah dia tahu apa yang akan dilakukannya untuk langkah selanjutnya. Semua orang di ruang operasi ini bekerja dengan sempurna tanpa membuat gerakan yang tidak perlu. =-

Waktu habis. Kim Sabu menyuruh mematikan tourniquet. Hasil akhir, tidak ada pendarahan dan semua tanda-tanda vital Seo Jung stabil.


Kim Sabu selesai dengan tugasnya, lalu ia mengecek suhu tubuh Seo Jung. Selanjutnya ia menyuruh Dong Joo untuk melakukan sisanya.

-= Ini menjengkelkan. Tapi aku tidak bisa mengatakan apa-apa padanya. Operasinya... Adalah yang paling sempurna yang pernah aku saksikan. Aku tadi... seperti orang bodoh. =-

Dong Joo kembali menjatuhkan sesuatu karena tak sengaja menyenggolnya. Perawat Oh dan perawat Park yang masih ada di dalam menatapnya, ia meyakinkan keduanya kalau ia baik-baik saja, benar-benarbaik-baik saja.

-= Sial. =-


Operasi selesai, perawat Oh memberitahu Kim Sabu kalau Seo Jung sudah mereka pindahkan ke ruang ICU tapi tentang kodisi Dong Joo,

"Yah, tampaknya dia tidak fokus."

Tak tahu Kim Sabu menyuruh Perawat Oh untuk melakukan apa karena perawat Oh cuma menjawab iya, ia akan melakukan apa yang diperintahkan Kim Sabu. 


Kepala Jang mendekat, ia yakin kalau Kim Sabu sudah menekan Dong Joo begitu keras. Perawat Oh mengingatkan kalau itu gaya Kim Sabu.

"Dan sama seperti dokter lain, yang ini juga akan pergi. Dia juga akan memaki Kim Sabu sama seperti yang lainnya."

Dong Joo kesal, ia melempar masker danpenutup kepalanya ke tong sampah lalu bergegas menuju ruangan Kim Sabu.


Tapi mereka bertemu di lobi karena Kim Sabu akan keluar. Kepala Jang dan Perawat Oh mengikuti Dong Joo. Mereka terkejut saat Kim Sabu datang dan akhirnya memutuskan untuk berhenti menguping tak jauh dari mereka.

Dong Joo butuh penjelasan. Siapa sebenarnya Kim Sabu itu? Ia tidak paham sama sekali, tak peduli seberapa keras ia mencoba.

"Tentang apa?

"Pria yang berusaha untuk memotong tanganku di casino ternyata kepala bedah di UGD."

Kim Sabu menjawab kalau kehidupan pribadi dan hobinya bukan urusan Dong Joo. Dong Joo tahu kalau operasi di sore hari itu pasti bedah umum. Tapi angiorrhaphy tadi terlalu profesional untuk dokter bedah.


"Apa kau protes soal betapa bagusnya aku?"

"Serius, spesialisasi apa yang Anda miliki? Apakah Anda penjudi atau dokter? Atau Anda ahli bedah? Jika Anda seorang ahli bedah, pasti khusus dalam bidang tertentu. Apa Anda itu dokter bedah umum? Anda mengkhususkan diri dalam pembuluh darah? Apa bidang utama Anda?"

Menyelamatkan nyawa, itu spesialisasi-Kim Sabu. Dong Joo semakin emosi, jangan main-main dengannya, ia bertanya hal yang sangat serius.

Kim Sabu menohoknya, pasti Dong Joo tadi malu pada dirinya sendiri, kan? Bukan itu saja, Dong Joo seorang dokter, tapi malah membuang-buang waktu di kasino.

"Kau mencoba menggunakan defibrillator pada pasien dengan dyspnea juga. Apa yang mereka kerjakan di RS Universitas belakangan ini? Bagaimana cara mereka mengajar mahasiswa medis?"


Dong Joo tak mau diremehkan, ia lulus ujian dengan nilai tertinggi di negara ini. Hal itu membuat Kepala Jang melotot kaget. Tapi tidak dengan Kim Sabu, Apa bagusnya nilai tinggi ketika Dong Joo tidak tahu perbedaan antara memotong dan suction di ruang operasi?

"Tidak ada yang salah denganku. Tangan Anda saja yang terlalu cepat."

Kim Sabu bertanya, apa gunanya dokter bedah memakai maskerdi ruang operasi? Dong Joo menjawab untuk mencegah kontaminasi.

"Kau salah. Untuk menutup mulut. Itu untuk menutup mulut sehingga mereka dapat berbicara dengan tangan mereka. Jangan membuat alasan di depan pasien yang ada di meja operasi. Jangan mencoba untuk merasionalisasi sendiri. Dokter bedah tidak punya kesempatan kedua.  Kau yang tidak bisa melakukan dengan baik di ruang operasi. Kau paham itu?"

Kim Sabu melangkahpergi. Dong Joo tidak mengijinkannya karena ia belum mendapatkan jawaban dari pertanyaannya tadi.

"Aku... Kim... Sabu."

"Apa?"

"Itu aku. Aku Dr. Kim. Dengan kata lain, aku Kim Sabu. Okay?"

Dong Joo kesal dengan jawaban Kim Sabu itu tapi kembali lagi, ia tidak bisa mengatakan apa-apa.


Kepala Jang mengulangi kata-kata Dong Joo tapi kalau Dong Joo lulus dengan nilai tertinggi pada perawat Oh. Tapi perawat Oh tampaknya tidak tertarik lain halnya dengan kepala Jang yang sepertinya merencanakan sesuatu.

Dong Joo baru menyadari kalau Perawat Oh dan kepala Jang melihatnya sedari tadi, dan setelah Dong Joo melihat mereka berdua, mereka berdua langsung menjauh dari lobi. Bukan hanya mereka berdua, Direktur Yeo pun melihat dari lantai 2.

-= Orang aneh. Dan dokter aneh. =-


Kim Sabu ke kasino, ia celingukan mencari seseorang.

Polisi menemukan mobil di depan rumah sakit Doldam, ternyata pengendara itu adalah pelaku tabrak lari.

-= Rumah sakit aneh. =-


Dong Joo menunggui Seo Jung di ruang ICU, ia bertanya, Apa yang Seo Jung lakukan di tempat aneh ini? Apa yang Seo Jung lakukan di sini selama lima tahun terakhir?

Ia teringat Kim Sabu saat menyentuh dahi Seo jung setelah operasi usai.


-= Episode 3 -- Hari Jum'at untuk 13 orang =-
 

Seo Jung sadarkan diri, ia melihat lengannya di perban lalu teringat apa yang terjadi kemarin. Sepertinya ia menyesal.


Dong Joo mengabari In Soo kalau Seo Jung bekerja di rumah sakit Doldam.

"Apa? Apa yang kau katakan tentang Seo Jung? Kau bicara tentang Yoon Seo Jung yang menghilang 5 tahun lalu? Maksudmu Paus Gila ada di sana?" Reaksi In Soo tidak percaya.

Percakapan mereka di dengar oleh Dokter Do.

Dong Joo membenarkan. In Soo kemudian bertanya, apa yang dilakukan Seo Jung disana? Dia sudah menikah? Apa dia punya anak?

In Soo kembali terkejut mendengar kalau Seo Jung bersiap untuk mendapatkan sertifikasi ganda, Kenapa?

Dong Joo juga tidak tahu kenapa Seo Jung membuang waktunya seperti itu. In Soo ingin bicara dengan Seo Jung tapi Dong Joo mengatakan tidak bisa.

"Ngomong-ngomong bisa kau cari tahu tentang orang bernama Kim Sabu?"

In Soo heran, apa itu? Memangnya itu nama? Dong Joo tidak tahu pastinya. Semua orang memanggilnya begitu.

"Dia seorang kepala bedah di sini di RS Doldam. Tolong cari tahu nama aslinya, dia dulu sekolah di mana. Dan apa itu spesialisasinya. Dan juga, aku ingin tahu apa yang dia lakukan di RS Doldam."


Seo Jung merebut ponsel Dong Joo, ia melarang In Soo mencari tahu apa yang Dong Joo katakan tadi. In Soo senang mendengar suara Seo Jung tapi tidak lama karena Seo Jung segera menutup telfon.


Setelah itu Dokter Do mendekat, siapa Paus Gila itu. In Soo menjelaskan kalau namanya Yoon Seo Jung, terkenal dengan sebutan Ratu Jari Telunjuk, dulunya pahlawan di UGD.

"Dia pasti terampil."

"Tentu saja. Dia dulu pemain bintang dari departemen kami, tapi dia menghilang setelah kecelakaan mobil. Lagipula, ternyata dia ada di RS Doldam selama ini."

"RS Doldam"

"Itu tempat Kang Dong Joo dipindahkan ke sana. Rumah sakit di Jeongseon."

Dokter Do menatapnya tajam, In Soo menegaskan kalau ia tidak bilang kalau direktur melakukan kesalahan, DOng Joo mungkin pantas menerima itu.

In Soo lalu bertanya, apa dokter Do pernah mendengar nama Kim Sabu. Dokter Do diam saja, lalu In So keluar dari sana, ia akan tanyakan ke Dr. Ahn.

"Rumah Sakit Doldam." Gumam dokter Do.


Dong Joo mengomeli Seo Jung yang malah ke ruang staf. Seo Jung baik bertanya, apa sekarang Dong Joo mengintai Kim Sabu? Kenapa ingin mencari tahu tentang latar belakangnya? perlu itu untuk apa?

Dong Joo tetap dengan pertanyaan awalnya, apa Seo Jung tidak tahu kalau Seo Jung tidak boleh jalan dulu? Dong Joo menjelaskan kerusakan pada tangan Seo Jung tapi tidak perlu khawatir karena operasinya sukses kok. Tapi Seo Jung masih harus istirahat.

Seo Jung memperingatkan Dong Joo, Jangan coba-coba bertanya pada Kim Sabu. Jangan membuat masalah.

Dong Joo kembali menjelaskan tentang cidera Seo jung, mungkin Seo Jung bisa terinfeksi dengan sentuhan sedikit dan itu dapat menyebabkan penyumbatan arteri. Ia memberitahu Seo Jung itu sebagai seorang dokter.

"Silahkan kembali ke tempat tidurmu tanpa menyulitkan keadaan."

"Kau yang menyulitkan keadaan. Kau tidak paham juga? Apa kau tahu betapa kerasnya aku berjuang selama 5 tahun? Kau tahu seberapa keras aku bekerja untuk kembali ke tempat ini? Lupakan. Aku ingin minta bantuanmu. Aku tidak yakin berapa lama kau akan di sini, tapi tolong bersikaplah seolah kita ini orang asing. Mari kita tidak usah berbicara kecuali menyangkut pekerjaan. "

"Seonbae.."

"Tolong jangan bicara padaku, Dr. Kang Dong Joo. Dan, berhenti ikut campur dalam urusan pribadi Kim Sabu. Dia bukan seseorang yang bisa kau perlakukan seperti itu. Mengerti?"

Seo Jung melangkah keluar. Tiba-tiba Dong Joo bertanya, apa Seo Jung menyukai Kim Sabu? Apa itu sebabnya Seo Jung di sini Selama lima tahun? Apa iya?

"Kau gila." Jawaban Seo Jung lalu keluar dengan kesal.


Saat berjalan di koridor pun Seo Jung masih menyumpahi Dong Joo sampai ia tak menghiraukan sapaan Dokter Nam. 

"Benar-benar gila."

Dokter Nam menunjuk dirinya sendiri, aku?

Di ruang staff Dong Joo juga menyebut-nyebut dirinya gila, ia menyesal, kenapa juga pertanyaan itu mesti keluar dari mulutnya. Memalukan, Sangat memalukan.

Dokter Nam yang akan masuk kembali menutuppintu karena melihat Dong Joo saat ini.


Kepala Jang meyakinkan Direktur Yeo untuk mempertahankan Song Joo di rumah sakit mereka, ia bertanya Apa yang kurang di RS Doldam?

"Uang, peralatan, dan dokter. Segalanya." Jawab Perawat Oh.

Kepala Jang membenarkan, Segala sesuatunya buruk. Itulah kenyataannya. Mereka butuh Dong Joo untuk mengatasi kenyataan ini.

Perawat Oh mengingatkan taruhan Kepala Jang waktu itu yang bilang kalau Dong Joo akan pergi dalam 3 hari. Hal itu membuat direktur Yeo menahan ketawanya.

Kepala Jang beralasan kalau ia tidak tahu siapa Dong Joo waktu itu. Sekarang ia baru tahu kalau Dong Joo lulus ujian dengan nilai tertinggi di negara ini. Dong Joo seperti perhiasan bagi mereka. Mereka tak bisa membiarkan Dong Joo pergi.

"Yang penting Kesediaannya." Jawab Direktur Yeo.

"Aku pernah dengar bahwa dia ingin meninggalkan rumah sakit ini sesegera mungkin." Imbuh perawat Oh yang dijawabi anggukan oleh Direktur Yeo.

Kepala Jang juga membenarkan, Itu sebabnya mereka harus berbuat sesuatu untuk menjaga Dong Joo tetap tinggal di sini.

"Dia peringkat teratas di kelas, tampan, dan masih muda. Bila kita membiarkan dia, orang di sekitar sini, terutama wanita, akan tergila-gila padanya."

"Aku tidak percaya apa yang barusan kau katakan. Itu sangat mengerikan." Ujar Perawat Oh.

"Rumah sakit adalah semua tentang menyediakan layanan saat ini. Para dokter Di rumah sakit kita... Terlalu tua."

Direktur Yeo tertawa, lalu ia menanyakan pendapat perawat Oh. Perawat Oh mengusulkan untuk menanyakanpendapat Kim Sabu dulu saja dan direktur Yeo mengangguk-angguk.

Kepala Jang mengatakan kalau Kim Sabu bisa mengerjakan urusannya sendiri. Bukankah ini waktu yang tepat untuk memiliki dokter yang normal?

"Dalam hal ini... "

"Ya, Direktur Yeo."

"Pertama, "

"Ya?"

"Mari kita dengar dari Kim Sabu."


Seo Jung melihat keadaan UGD semua orang sibuk mempersiapkan perlengkapan UGD. Ada beberapa perawat tambahan, dan ada 1 dokter lagi, dokter Nam.

Seo Jung lalu menyelinap dan duduk di depan komputer. Perawat Oh datang, ia mengabarkan kalau Kim Sabu belum datang.


Seo Jung mengerti, ia bertanya, apa Perawat Oh sudah makan. Tanpa melihat, perawat Oh menjawab sudah dua kali malah, Ini hari Jumat soalnya.

"Kau boleh berjalan? Apa dokter menyetujui?"

Seo Jung juga menggunakan alasan kalau ini hari jumat. Ia tidak bisa duduk terus menerus. Maksudnya, untuk operasi darurat.

Perawat Oh melihat Seo Jung yang berjalan menjauh. Lalu telfon berdering, ada pasien yang sedang menuju rumah sakit. Perawat Oh mengerti dan akan segera bersiap.


"Kecelakaan sepeda motor. Lima pasien akan tiba dalam 5 menit. " Komando Perawat Oh dan semua langsung bersiap ke posisi masing-masing.

Pasien pertama tiba, Seo Jung yang menanganinya.


Dong Joo ada di lobi, ia melihat dua orang polisi sedang bivara dengan [erawat.

Ketua jang muncul dari balik meja infirmasi, ia menjelaskan kalau pasien yang menabrak mobil Dong Joo itu adalah pelaku tabrak lari. Pasien itu kabur setelah menabrak dua siswa sekolah menengah.

"Jangan khawatir. Aku akan bicarakan dengan perusahaan asuransi dan memastikan biaya untuk mobilmu dibayar seluruhnya."


Lalu Kepala Jang menawari Dong Joo sebitol jus tapi ditolaknya, ia mengatakan kalau ia tidak suka jus.

Kemudian ponsel Dong Joo berbunyi, telfon dari ibunya tapi Dong Joo tak kunjung mengangkatnya. Perawat Woo Yeon Hwa berari menuju dirinya, mengabarkan kalau ada panggilan dari UGD untuk pasien kecelakaan motor.

Dong Joo mengerti, ia mematikan panggilan ibunya lau bergegas menuju UGD. Kepala Jang mencatat apa yang tidak disukai Dong Joo.

1. Jus buah
2. Menjawab telepon ibunya.


Dong Joo melakukan USG pada pasein Seo Jung tadi tapi USG nya tidak menunjukkan gambar yang jelas. Seo Jung kemudian datang, mengatakan kalau pasien mengalami hemoperoterium dan harus dioperasi sekarang juga. Ia meminta DOng Joo yang melakukannya.

Dong Joo bertanya, apakah walinya ada? Seo Jung menjelaskan kalau walinya masih di jalan dan akan tiba dalam 1 jam. Operasi saja dulu.

Dong Joo tidak bisa tanpa persetujuan wali. Seo Jung menjelaskan lagi, itu butuh waktu 1 jam,mungkin pasien akan mengalami shock karena perdarahan yang berlebihan. Lakukan operasi lebih dulu.

"Yang salah adalah pergelangan tanganmu. Kau harus kembali istirahat. Biar aku yang mengurusnya."

"Tidak, terimakasih. Aku akan mengurusnya."

"Dokter bedah umum melakukan operasi dan aku yang memberi perintah. Tunggu persetujuan dari walinya, Seonbae. Maksudku, Dr. Yoon Seo Jung."


Seo Jung bertanya, apa Dong Joo takut terjadi kesalahan. Dong Joo hanya berpegang pada aturan. Dokter bertanggung jawab untuk hal-hal yang terjadi dalam operasi tanpa persetujuan.

Seo Jung ngotot, dokter harus memikirkan cara menyelamatkan pasien daripada mencemaskan hal yang belum terjadi.

Dong Joo telah melihat banyak dokter yang sudah berjuang dan digugat oleh wali karena melakukan operasi tanpa persetujuan. Ia bahkan bukan di RS Geosan. Kenapa ia harus melibatkan diriku dalam masalah?

"Kau serius? Kau tidak menyenangkan."

"Maafkan aku, tapi aku memang selalu seperti ini. ku selalu berpegang pada aturan. Aku tidak yakin apa kau ingat."

"Begitu. Maaf aku tidak tahu, kau br****."

"Apa? Apa katamu?"

"Lupakan. Kita bawa dia ke ruang operasi."

Dong Joo menyuruh Seo Jung melepaskan tangannya dari pasiennya. Kim Sabu datang, ia langsung membentak keduanya untuk berhenti.


Kim Sabu memerintahkan untuk memanggil dokter Nam dan menyiapkan ruang operasi. Seo Jung mengerti,akan segera ia laksanakan.

Kim Sabu tidak menyuruh Seo Jung, ia menyuruh Dong joo ternyata. Dong Joo hanya menatap Kim Sabu sampai Kim Sabu harus mengulangi kembali perintahnya tadi.

"Biar Saya saja. Saya bisa melakukannya." Paksa Seo Jung.

Kim Sabu malah menyuruh Seo Jung keluar. Seo Jung memaksa, ia mematikan kalau ia baik-baik saja sekarang. 

"Menjauh dari pasien ini!" Teriak Kim Sabu yang mengagetkan semuanya.

Kim Sabu menjelaskan, Menurut Undang-Undang Kedokteran Pasal 8, ayat 1 dan Undang-Undang Kesehatan Mental Pasal 3, Ayat 1, seorang pasien mental tidak dapat bekerja sebagai dokter.

"Kau sudah melukai dirimu. Aku tak bisa membiarkan kau bersama pasien. Kau didiskualifikasi dari rumah sakit ini, mulai hari ini."

"Kim Sabu."

"Itu keputusan akhirku. Aku takkan mempertimbangkan lagi, jadi jangan pernah membahas itu."


Seo Jung pun pergi dari ruang UGD. Perawat Oh dan perawat Park melihatnya lalu mereka berganti memandang Kim Sabu.


Kim Sabu menegur Dong Joo yang diam saja, ia menyuruh Dong Joo untuk segera menyiapkan ruang operasi.

"Bukankah itu terlalu keras? Bagaimana bisa Anda mengatakan dia didiskualifikasi?"

Kim Sabu tak menjawab, ia memanggil Perawat Park lalu memerintahkan untuk memeberitahu Dokter Nam agar bersiap dan segera bawa pasien ke ruang operasi.

"Walinya belum datang." Ujar Perawat Park.

Kim Sabu menyuruh mereka mendapatkan persetujuan lewat telfon saja.


Selanjutnya, Kim Sabu menugaskan Dong Joo di UGD malam ini.  Dong Joo protes, apa? Kim Sabu bertanya, apa Dong Joo tidak lihat, ia mengusir spesialis pengobatan darurat tadi?

"Kau harus mengisi posisi karena spesialis tidak di sini."

"Itu tidak masuk akal. Dokter bedah tidak pernah bertugas untuk ruang gawat darurat. "

Kim Sabu tidak minta pendapat Dong Joo. Ia memberi Dong Joo perintah. karena sepertinya Dong Joo suka menjalani perintah.

"Ini perintah khusus yang kuberikan padamu sebagai Kepala Bedah Umum. Jadi, kau akan bertugas malam ini. Hari ini hari Jumat, jadi kau harus tetap siaga."

"Ini aneh. Br****." Teriak Dong Joo saat Kim Sabu pergi.


Kim Sabu dan dokter Nam memulai operasi sementara itu, Seo Jung menangis di taman, ia sangat sedih karena di usir dari rumah sakit.

Dong Joo menatapSeo Jung dari kejauhan tapi ia cuma bisa menghela nafas berat. Lalu kepala dep. bedah RS Geosan, Dr. Song menelfonnya.


Dr. Song merasa tidak enak setelah kepergian Dong Joo, jujur tidak ada rekan sebagus Dong Joo dalam Bedah Umum. Saat ini, ia sedang main golf dengan direktur Do.

"Kau bisa ikut makan malam bersama kami malam ini?"

"Maaf? Anda bilang malam ini?"

Dr. Song menyuruh Dong Joo datang dan menyapa direktur lalu mohon padanya agar bisa kembali. Ia akan mengirim pesan mengenai waktu dan lokasinya. Akan lebih baik jika Dong Joo membawa sebotol wine kaoliang.

"Kau harus datang, okay?"


Dong Joo menerima pesan, lokasinya berjarak 37.7km, dan membutuhkan waktu 48 menit. Ia bergumam kalau ia harus pergi jam 6 paling lambat. Bagaimana ini?


Lalu ia mendapat telfon dari UGD, ia pun bergegas kembali ke sana. Pasien yang datang banyak sekali dan di sana ribut sekali.

Dong Joo menatap jam dinding. Saat ini baru pukul 3. Dong Joo teringat pesan Dr. Song, jangan sampai terlambat, Makai a pun bergegas.



Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...