Friday, December 2, 2016

Sinopsis Oh My Geum Bi Episode 3 Part 2


Sumber Gambar dan Konten dari KBS2

Sinopsis Oh My Geum Bi Episode 3 Part 2


Geum Bi memainkan kataknya waktu istirahat. Jae Ha terus menatap saat Geum Bi memainkannya dan Geum Bi mengijinkannya untuk mencoba memainkannya.

"Bagaimana kau melipatnya?" Tanya Jae Ha. Geum Bi menggeleng, ia tidak tahu.

Geum Bi kembali memainkan kataknya dan tak sengaja menjatuhkannya.Tapi kemudian ada kaki yang menginjak kataknya saat ia akan mengambilnya.


"Maaf. Aku tidak melihatnya." Ujar Sil Ra padahal jelas sekali kalau ia sengaja melakukannya.

Geum Bi berdiri, ia thu betul kalau Sil Ra sengaja melakukannya. Sil Ra mengelak dan lagi, memang kenapa kalau ia sengaja melakukannya. 

Geum Bi menginjak kaki Sil Ra, setelahnya ia minta maaf dengan alasan kalau ia tidakmelihat kaki Sil Ra.



Akhirnya mereka berdua berhadapan di ruang guru dengan rambut berantakan dan wajah lecet-lecet. Ibu Sil Ra datang dan langsung memarahi Geum Bi karena sudah berani menyentuh anaknya.

"Dia duluan yang menginjak katakku." Jujur Geum Bi tapi Ibu Sil Ra malah menuduhnya mencari-cari alasan.

Ibu guru yang tadi datang bersama ibu Sil Ra meminta ibu Sil Ra untuk tenang. Ibu Sil Ra malah menanyakan keberadaan ibu guru hingga anaknya bisa disakiti Geum Bi seperti ini.

"Geum Bi. Minta maaflah."

Geum Bi takmau karena Sil Ra yang memulai duluan. Ibu Sil Ra sudah menebak, Geum Bi memang tidak bisa dididik. Geum Bi menatap tajam ibu Sil Ra.

"Apa yang kau lihat?"

"Dasar jelek."

"Apa?"


Ibu Guru menuliskan PR di buku PR Geum Bi, ia akan memanggil ayah Geum Bi nanti, tapi Geum Bi harus mematikan ayahnya datang begitu ibu guru menelponnya.


Ibu Sil Ra mengandeng Sil Ra pulang, ia menanyakan dimana rumah Geum Bi, Sil Ra juga tidak tahu. Apa tidak ada yang tahu? Sil Ra hanya mendesah.

Jae Ha kebetulan lewat dan ia membungkuk hormat pada ibu Sil Ra membuat Sil Ra senang.


Hwi Cheol mendatangi seseorang, ia meminta bantuan orang itu untuk menvari seseorang dengan bekal nama dan alamatnya.

Si Boss heran, Kenapa? Apa ada yang salah dengan rencananya? Hwi Cheol juga heran, sejak kapan Boss peduli? Barulah ia menjawab tidak atas pertanyaan bos tadi.

Boss meminta 500 dolar di depan. Hwi Cheol tidak punya uang jadi ia akan membayarnya dengan sesuatu yang lain. Boss lalu menyarankan Hwi Cheol untuk main Go-Stop dengan anak buahnya.

Hwi Cheol menatap mereka yang kelihatannya sangat ahli. Tahu kalau ia tak mungkin bisa menang, Hwi Cheol meminta cara lain.

"Ada. Tapi apa kau siap untuk ini?"

Hwi Cheol akan lakukan apapun risikonya. Temukan saja orang yang ia cari.



Selanjutnya Hwi Cheol berlarian di bandara dan ia berhasil menemukan bibinya Geum Bi namanya Kim Young Ji atas informasi dari Boss.

"Siapa ibu kandungnya?"

Young Ji menjelaskan kalau ia sudah mencoba yang terbaik. Hwi Cheol mencibir, Apa menelantarkan anak adalah hal terbaik yang bisa Young Ji lakukan?

"Kau mau apa lagi dariku? Aku membesarkan anak orang lain selama ini."

Hwi Cheol membentak, Young Ji dibayar untuk melakukan itu semua. Di mana rasa tanggung jawab Young Ji?! Young Ji membalikkan kata Hwi Cheol untuk diri Hwi Cheol sendiri, Hwi Cheol lah yang tidak sadar soal darah dagingnya sampai saat ini.

"Dia memanggilmu, "Bibi". Kau sejak awal memang tidak berencana mengurusnya, kan? Kau pikir kau sudah melakukan yang terbaik? Kau tahu bagaimana kondisinya saat pertama kali kami bertemu? Apa itu yang terbaik yang bisa kau lakukan? Jawab aku!"

Young Ji membenarkan, ia memang menyuruh Geum Bi memanggilnya bibi. Dan apa yang akan terjadi padanya kalau ibu Geum Bi muncul dan memintanya kembali?

Hwi Cheol mengingatkan, bagaimana bisa orang yang sudah mati meminta Geum Bi kembali? Young Ji hanya diam membuat Hwi Cheol bertanya, ibu Geum Bi masih hidup?


Young Ji berdiri dan siap pergi, Hwi Cheol menarik tangannya. Jadi kenapa Young Ji membohongi Geum Bi, hah!

Young Ji meronta melepaskan tangannya. Baiklah, ia tidak peduli kenapa Ibu Geum Bi bohong atau kenapa ibu Geum Bi membuang anaknya sendiri, tapi bagaimana caranya ia bisa jadi ayahnya?

"Kenapa tidak?"

"Ayolah! Aku kan bukan satu-satunya orang yang tidur dengan ibunya!"

"Tidak peduli seberapa bodoh dia, dia pasti tahu siapa ayah yang sebenarnya."

"Apa ibunya bilang begitu? Apa dia yakin itu anakku?"

"Bagaimana bisa kau tidak mengenali anakmu sendiri?"

Hwi Cheol kesal, dimana ibunya Geum Bi, Di mana Joo Young sekarang?! Ji Young tidak tahu, ia dengar Joo Young terbang ke Spanyol 5 tahun lalu.

Hwi Cheol tampak seperti orang linglung. Ji Young heran, apa Geum Bi tidak bilang?

"Tentang apa?"

"Tentang dirinya. Tak apa. Lupakan saja. Aku tidak punya pembicaraan apapun denganmu lagi. Jangan cari aku."

Hwi Cheol berteriak frustasi.


Ibu Sil Ra mendatangi rumah bibi Geum Bi tapi yang membuka seorang kakek-kakek. Ibu Sil Ra mengira kalau itu kakek Geum Bi tapi ternyata Kakek itu tidak kenal Geum Bi.

Ibu Sil Ra langsung mendatangi Ibu guru. Anak seperti apa yang tidak punya rumah? Apa sebenarnya pekerjaann orang tuanya? Sekolah ini bukan untuk anak terlantar. Ia tidak bisa membiarkan anaknya di sana dengan keadaan ini.


Ibu guru mengajak Geum Bi bicara berdua, menanyakan apa yang terjadi, kenapa ayah Geum Bi tidak bisa dihibungi dan Geum Bi sekarang tinggal dimana?


Ibu Guru mendatangi rumah Kang Hee, ia menjelaskan kalau Geum Bi harus mengikuti aturan. Kang Hee sedikit memaksa, apa tidak ada cara lain dari dinas sosial?

"Aku merasa kasihan pada Geum Bi tapi peraturan tetaplah peraturan."

Geum Bi melihat percakapan mereka dan saat Kang Hee memandangnya ia memaksakan tersenyum.


Gil Ho menghubungi Hwi Cheol tapi tidak dijawab membuatnya cuiga, apa mungkin Hwi Cheol meninggal di suatu tempat.

"Jangan mengatakan hal-hal semacam itu." Bentak Jae Kyung.

Gil Ho kembali menggerutu hingga akhirnya dia ikut olahraga bersama Jae Kyung.


Geum Bi mendatangi lokasi berkemahnya dulu dengan Hwi Cheol dan ia jongkok ditempat tenda didirikan dulu. Ia mengingat hari itu, saat mereka berdua berlindung dari hujan di tenda itu.

Geum Bi kemudian duduk di tempat mereka memasak ramen, tanpa ia sadari Chi Soo memperhatikannya dari belakang.


Geum Bi murung di kelas, ia membenamkan wajahnya di meja. Sil Ra menghampirinya dan menjawil pundaknya.

"Pergi sana. Aku sedang tidak mood melayanimu." Jawab Geum Bi tanpa bergerak.

Sil Ra menyampaikan kabar kalau Geum Bi akan dikirim ke panti asuhan karena bibi dan ayah Geum Bi melarikan diri. Geum Bi langsung bangkit mendengarnya.

Jae Ha juga, apa kabar itu benar? tapi kemudian ia kembali bersikap biasa saat Geum Bi memandangnya.


Kang Hee menelfonHwi Cheol tapi tidak dijawab. Ia menenangkan Geum Bi dengan berjanji akan mencari jalan keluarnya.

"Tidak apa-apa. Sejak kami di rumah sakit, aku sudah bersiap untuk pergi ke panti asuhan."

"Unnie tidak akan membiarkanmu pergi."


Kang Hee mengantar Geum Bi sampai di gerbang sekolah tapi setelah Kang Hee jalan, Geum Bi keluar lagi, ia bolos sekolah.


Waktunya Hwi Cheol untuk membayar jasa si Boss. Bos menyuruh Hwi Cheol menagih uang 5.000 dolar dari komplotan penipu yang menjual barang-barang palsu pada orang tua.

Hwi Cheol mendengarkan komando boss sambil melipat bangau dari poster restaurant.


Geum Bi sudah bolos selama 3 hari berturut-turut, ibu guru khawatir sehingga menanyakan pada anak-anak, apakah ada yang melihat Geum Bi di luar sekolah?

Semua kompak menjawab tidak. Jae ha juga bingung karena Geum Bi tidak masuk.


Hwi Cheol mendatangi markas komplotan penipu, ia melepaskan penyangga lehernya sementara itu, Geum Bi terus berjalan dan Chi Soo diam-diam mengikutinya.

Sampai akhirnya, Chi Soo mendekati Geum Bi. Geum Bi mengancam akan berteriak.

"Untuk apa? Apa kau merindukan ayahmu?"

"Atau kau mau berbohong dan bilang kau temannya?"

Chi SOo dulunya berteman dengan Hwi Cheol tapi sekarang tidak. Geum Bi akhirnya bertanya, siapa Chi Soo.

"Saat kau melihat ayahmu, bilang padanya kalau dia tidak akan bisa lari."


Chi Soo berbalik tapi Geum Bi menghentikannya dengan kata-kata. mana ada mantan teman, sekali teman, tetap teman.

Chi Soo melangkah mendekati Geum Bi dengan menatap tajam membuat Geum Bi refleks mundur.


Hwi Cheol tanpa basa basi langsung masuk ke markas si penipu dengan ponsel disakunya.


Chi Soo mentraktir geum bi makan es krim. Chi Soo tahu kalau Geum Bi pikir dirinya itu orang jahat, ia mengakui memang dirinya orang jahat. Tapi ayah Geum Bi lebih parah dari dirinya.

Chi Soo cerita kalau ia mengenal Hwi Cheol saat SMA. Hwi Cheol selalu berbohong sepanjang waktu.. Hwi Cheol menipu orang lain dan menipu dirinya sendiri. Parahnya lagi, Hwi Cheol lupa sudah menipu orang lain.

"Dia menghancurkan hidup seseorang.. dan dia bahkan tidak ingat pernah melakukannya. Kau akan sama sepertinya kalau kau tetap tinggal dengannya. Apa itu maumu?"

Geum Bi membuang es krim nya. Tidak, Chi Soo bohong.

"Dia selalu mengatakan, "Aku tidak peduli kalau aku mati hari ini." Apa seseorang seperti dia.. akan mengurusmu?"

Geum Bi tak menjawabnya, ia pergi meninggalkan Chi Soo.


Hwi Cheol dipukuli habis-habisa tapi ia tidak melawan mereka, ia teringat Geum Bi dan bibi Geum Bi. Tapi semua itu cuma taktik karena sebenarnya sedari tadi Hwi Cheol merekam aksi mereka semua.

Dan ia sudah  mengirim video itu ke luar. AKhirnya ia berhasil mendapatkan uang 5,000 dolar.


Kang Hee mendatangi dinas sosial. Ia menegaskan kalau Geum Bi yang ingin tinggal di rumahnya. Petugas tidak mengijinkan karena Kang Hee tidak ada hubungan apa-apa dengan Geum Bi.

"Ayahnya meninggalkannya denganku. Akan baik-baik saja kalau aku merawatnya.. sampai ayahnya kembali."

Kang Hee mengajukan sebagai orang tua angkat tapi tidak bisa karena Kang Hee masih lajang. Kalau memang Kang Hee benar-benar menginginkan Geum Bi, kirim saja Geum Bi ke panti asuhan dan isi formulir adopsinya tapi petugas tidak menjamin hal itu bisa.


Geum Bi mengepak baju-bajunya. Kang Hee menunggu Geum Bi di ruang makan sambil menelfon Hwi Cheol tapi tetap tidak ada jawaban, akhirnya Kang Hee meninggalkan pesan suara.

"Geum Bi hampir dikirim ke panti asuhan. Di mana kau? Ayah macam apa kau ini? Telpon segera setelah kau mendengar pesan ini."


Geum Bi tiba-tiba ada di belakangnya, tapi Geum Bi tidak apa-apa, ia tahu ini akan terjadi.

"Apa kau sudah dengar kabar ayahmu?"

Walaupun Hwi Cheol kembali, Geum Bi akan tetap ke panti asuhan. Geum Bi sudah coba tinggal dengan Hwi Cheol dan ia pikir mereka tidak cocok.


Kang Hee selanjutnya membimbing Geum Bi untuk makan. Geum Bi bahagia sekali meliat banyaknya makanan di meja, bisa ia makan semua itu?

"Tidak usah. Makanlah semampumu dan biarkan sisanya." Jawab Kang Hee.

Geum Bi mengangkat sendoknya dan terlalu berat. Kang Hee akan mengambilkan yang lain karena itu memang sendok untuk orang dewasa tapi diluar dugaan ternyata Geum Bi menyukai sendok itu.

"Saat aku tinggal dengan bibiku, aku hanya makan nasi instan. Kami makan dengan peralatan plastik agar tidak perlu repot mencuci piring. Kalau ada nasi tersisa, kau harus mengorek sampai ke dasar mangkuk. Kalau kau mengorek mangkuk plastik dengan sendok plastik, sendoknya jadi semakin ringan.. dan semakin susah dipakai untuk menyendok nasi. Aneh saja.. karena sepertinya nasinya akan terbang."

Geum Bi juga suka suara gesekan sendok dengan mangkuknya, Berat dan hangat. Kang Hee membebaskan Geum Bi untuk datang kapanpun, anggap saja rumahnya sebagai rumah Geum Bi sendiri,

"Saat kau bilang kau ingin datang mengunjungiku, aku akan menunggu dengan mangkok dan sendok yang paling berat, oke?"

Geum Bi mengangguk.


Geum Bi sudah di jemput oleh pihak panti asuhan. Ia dan Kang Hee berpamitan dengan penuh haru.

Mobil yang membawa Geum Bi baru saja pergi tepat saat itu Hwi Cheol datang. Ia berteriak meminta mobil itu berhenti.


Hwi Cheol berhenti di depan Kang Hee. Kang Hee menamparnya dan meminta hwi Cheol untuk membawa Geum Bi kembali. Hwi Cheol pun mengejar mobil itu.


Hwi Cheol tak menyerah walau sudah ketinggalan jauh, ia melewati jalan pintas dan ahirnya bisa mengimbangi jalannya mobil namun kekuataannya semakin melemah, ia bahkan sampai menubruk mobil polisi yang sedang parkir.

Hwi Cheol tetap tidak menyerah, ia terus saja mengejar mobil itu hingga akhirnya mobil itu berhenti di lampu merah. Oh ya, polisi yang sedang patroli juga ikut mengejar Hwi Cheol.


Geum Bi membuka pintu mobil saat melihat Hwi Cheol. Ia memukuli Hwi cheol karena datang terlambat. Kemana saja Hwi Cheol hingga baru datang sekarang.


Hwi Cheol pun tumbang karena kelelahan. Geum Bi mengira kalau Hwi Cheol sekarat lagi. ia menangisi Hwi Cheol dan melarangnya meninggal.

"Ahjusshi...."

Hwi Cheol menatap Geum Bi, ia teringat perkataan bibi Geum Bi "Bagaimana bisa kau tidak mengenali anakmu sendiri?"


Hwi Cheol mengulurkan tangannya untuk menyentuh geum Bi sementara Geum Bi terus memanggilnya sambil mengguncang-guncangnya.


Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon