Friday, December 23, 2016

Sinopsis Oh My Geum Bi Episode 5 Part 1


Sumber Gambar dan Konten dari KBS2

Sinopsis Oh My Geum Bi Episode 5 Part 1


Dokter terkejut mendengar pengakuan Geum Bi. Geum Bi sudah pernah menjalani pemeriksaan di rumah sakit lain. Ia meminta dokter untuk merahasiakan bahwa ia mengidap Penyakit Niemann-Pick. Sejauh ini, ia sudah menjalani kehidupan dengan baik.

"Soyosan, Dongducheon, Bosan, Dongducheon Jungang, Jihaeng, Deokjeong... Aku bisa mengingat semua nama stasiun subway. Aku menghafalkannya setiap pagi dan petang. Dan, tidak pernah salah."

Dokter mencoba menyela tapi Geum Bi melanjutkan mengucap urutan semua stasiun dengan mata berkaca-kaca.

Geum Bi takut ayahnya akan membuangnya jika mengetahui tentang penyakitnya.


Dokter membawa Geum Bi melihat para penderita Niemann-Pick. Penyakit Niemann-Pick tidak hanya berat bagi para pasien, namun juga untuk keluarga pasien.

Jika pria yang saat ini mengurus Geum Bi adalah seseorang yang akan membuang Geum Bi saat mengetahui kondisi Geum Bi, jelas dia tidak akan mau mengurus Geum Bi, seringan apa pun penyakit Geum Bi.

"Kau mengerti maksudku?"

"Apakah aku ini hanya sekedar beban? Apakah aku tidak memiliki hak untuk menginginkan Ayahku? Bukan salahku kan sampai aku mengidap penyakit ini?"


Hwi Cheol mengecek tabungannya, ternyata ia memiliki hutang kartu kredit 576.210 Won. Ia pun mendesah frustasi.


Kang Hee mendapatkan tawaran bekerja di Kanada di Departemen Penelitian Kehutanan. Rekannya melihat keraguan Kang Hee, jika ia jadi Kang Hee, ia akan segera berkemas, lalu berangkat ke sana.

"Bukankah kau ingin pergi ke sana?"


Kang Hee membenarkan. Dan ia kemudian pergi ke hutan untuk berkencan.


Kang Hee malakukan pengecekan pada salah satu pohon. Ia teringat Hwi Cheol yang menangis tersedu di ruang interogasi dan tiba-tiba Hwi Cheol muncul di belakangnya, untuk menjemput Kang Hee.

"Sampai jauh-jauh kemari?"

"Seperti itulah aku."


Saat kembali, Hwi Cheol menyinggung warna daun sebuah pohon yang berubah kemerahan saat musim gugur. Kang Hee menjelaskan kalau daun pohon itu memang selalu berwarna merah.

"Bukan hanya saat musim gugur. Maksudmu, daun pohon ini berwarna merah sepanjang tahun? Agak menakutkan, ya."

Tidak, kok. Justru cantik. Julukannya Dan Shim. Itu berarti "tidak pernah berubah", mengacu pada warna daun.

Hwi Cheol mengerti, kalau begitu daunnya mirip dengannya. "Tidak pernah berubah."

Kang Hee tak menyangka ternya ta Hwi Cheol terbiasa berbohong. Hwi Cheol mengaku kalau ini kali pertamanya bersikap seperti itu. Lebih tepatnya, belakangan ini ia selalu begitu.

"Apanya? Berbohong?"

"Bukan. Aku dalam situasi 'tidak akan pernah berubah lagi'."


Hwi Cheol tiba-tiba memetik daun pohon itu dan mendapat teguran keras dari Kang Hee, Kenapa Hwi Cheol memetik daunnya? Bagaimana rasanya kalau ia mematahkan lengan Hwi Cheol?

"Aku hanya..." Sambil memasukkan daun ke kantongnya.

Kang Hee menyuruhnya mengembalikan seperti semual tapi Hwi Cheol malah geloyor sambil mengucapkan maaf.


Kang Hee tahu kalau Hwi Cheol tak punya uang tapi kenapa malah membayari perbaikan mobilnya. Hwi Cheol berbohong kalau ia memiliki uang.

Tiba-tia ia menanyakan, siapa nama 'Dan Shim' itu. Kang Hee tak menyangga kalau Hwi Cheol akan percaya dengan ceritanya. Ternyata Hwi Cheol lebih bodoh dari yang ia kira.

"Itulah sebabnya aku hanya penipu paruh waktu. Karena tipuanku tidak pernah berhasil."

"Kau menyesalinya?"

"Ya." Jawab Hwi Cheol mantap membuat Kang Hee kaget sampai harus meminggirkan mobil.


Hwi Cheol  bukan menyesal karena tidak menjadi seorang penipu hebat. Kang Hee bertanya, Memangnya penipu hebat itu benar-benar ada?

Hwi Cheol juga tidak tahu, maksudnya adalah.... Kang Hee memotong, jika Hwi Cheol menyesalinya, entah bagaimana Hwi Cheol pasti akan mulai lagi (menipu).

"Aku tidak bisa kembali. Sudah kubilang, aku tidak pernah berhasil."

Kang Hee menyebut kalau Hwi Cheol hanya memiliki dua pilihan, menjadi penipu atau bergantung pada seseorang. Mereka selanjutnya saling pandang.

"Kau semestinya mengenakan pakaian yang lebih hangat. Jangan sok kedinginan hanya untuk mendapatkan simpati." Celetuk Kang Hee.

Hwi Cheol tidak mencoba mendapatkan simpati. ia melihat semua pakaian miliknya dan hanya itu yang pantas. Barulah Kang Hee menjalankan kembali mobilnya.


Geum Bi berjalan sendiri di tengah keramaian. Hwi Cheol menelfonnya tapi tak dijawabnya. Lalu SMS masuk dari hwi Cheol.

"Tetaplah di rumah, aku dan Kang Hee akan pulang telat."


Geum Bi memilih jalan kaki pulang hingga di luar gelap. Sampai di depan gerbang, ia melihat Kang Hee dan Hwi Cheol pulang bersama dan mereka tampak akrab.

Geum Bi teringat perkataan dokter tadi,


"Sulit untuk menjelaskannya, tapi intinya, ada Tunjangan Kesehatan Yatim Piatu. Saat anak-anak yang tidak memiliki keluarga jatuh sakit, mereka mendapatkan perawatan secara gratis."

Geum Bi bertanya, artinya, jika ia tidak tinggal dengan Ahjusshi maka ia akan mendapatkan perawatan gratis? dokter menjawab "Kurang tepat, tapi semacam itu."

Kemudian dokter membungkuk agar bisa manatap mata Geum Bi, dokter tidak tahu pria macam apa yang tinggal bersama Geum Bi saat ini tapi jika Geum Bi merasa dia tidak akan bisa mengurusnya, sebaiknya Geum Bi pergi ke panti asuhan dan segera mendapatkan perawatan.


Geum Bi tak kunjung masuk, ia duduk memeluk lutut di luar gerbang.


Kang Hee dan Hwi Cheol masuk ke kamar Geum Bi dan mendapati Geum Bi belum pulang. Hwi Cheol menduga pasti Geum Bi main hingga lupa waktu.

Kang Hee kemudian pamit keluar untuk membeli sesuatu. Dan Hwi Cheol ijin mau menggunakan internet. Kang Hee menyuruhnya menggunakan laptopnya di meja makan.

Setelah Kang Hee pergi, Hwi Cheol mencabut tempelan urutan stasiun subway, tidak tahu apa itu, Hwi Cheol menduga kalau Geum Bi sangat mencintai subway sampai menghafal nama stasiun.


Kang Hee keluar gerbang tapi ia tidak melihat Geum Bi karena ia pergi ke kiri sedang Geum Bi ada di kanan gerbang.

Setelah Kang Hee agak jauh, Geum Bi baru masuk ke dalam.


Hwi Cheol menggunakan internet untuk mencari lowongan pekerjaan tapi ia mendesah saat membaca syarat yang diperlukan, hampir semuanya membutuhkan pengalaman.

Kemudian ia teringat kata-kata bibi Geum Bi, bagaimana bisa ia tidak mengenali darah dagingnya sendiri?

Hwi Cheol lalu browsing mengenai tes DNA. yang dibutuhkan rambut, air liur, gigi, potongan kuku atau darah.


Saat Geum Bi datang, Hwi Cheol cepat-cepat menutup laptopnya. Geum Bi tidak curiga dan tak bicara apa-apa. ia menuju dapur untuk mengambil minum.

"Jangan pulang terlalu malam. Ada orang jahat di luar sana yang mungkin saja ingin menculikmu." Ujar Hwi Cheol.

Geum Bi mengingatkan, mungkin mereka jahat, tapi tidak buta (tahu mana anak orang kaya atau bukan).

"Kau ini..." kesal Hwi Cheol.

Geum Bi masuk ke kamarnya. Hwi Cheol membuka laptopnya kembali untuk menutup browser.


Saat Hwi Cheol sudah meninggalkan laptopnya, Geum Bi membuka kembali laptopnya, ia membuka riwayat browsing Hwi Cheol dan menemukan kalau Hwi Cheol mencari-cari mengenai tes DNA.


Tak lama kemudian Kang Hee pulang dan memanggilnya, Geum Bi buru-buru menutup browsenya lalu laptopnya. Kang Hee bertanya seperti biasanya namun Geum Bi tak menjawabnya, ia terkesan cuek.


Kang Hee kepikiran Hwi Cheol saat mau tidur dan ia senyam senyum. Hal yang sama juga terjadi pada Hwi Cheol, ia memandangi daun yang dipetiknya tadi.


Geum Bi menempel peta stasiun subway yang dibuatnya, ia kesal karena yang asli diambil oleh Hwi Cheol tadi.

"Dia bahkan tidak tahu apa-apa." Gerutu Geum Bi.



Di sekolah, semua anak-anak bergosip mengenai Geum Bi dan Jae Ha yang berciuman. Jae Ha kesal dan mengelak atas gosip itu saat teman-tean bertanya.

"Bibir Hwang Jae Ha sekarang milik Yoo Geum Bi."

"Bukan ciuman bibir, tahu."

Tapi hal itu malah menjadi candaan dari teman-teman, berrati mereka jelas berciuman. Mereka lalu beralih bertanya pada Geum Bi, apa itu benar?


Jae Ha menatap Geum Bi kesal. Geum Bi balik bertanya pada teman-teman, Bagaimana kalau memang benar?

"Apa urusan kalian kami ciuman di bibir atau pipi?"

Geum Bi melirik Shil La yang sedari tadi senyam senyum, ia duduk sambil menggerutu, "Tidak satupun dari kalian pernah ciuman, kan!"


Geum Bi bicara berdua dengan Shil La dan Shil La dengan santainya mengaku kalau ini memang perbuatannya.

"Kenapa kau begitu menyedihkan?"

Shil La mengangkat ponselnya, memberitahu kalau group chatting kelas mereka langsung ramai. Murid perempuan memaki Geum Bi karena memaksa untuk mencium Jae Ha. Dan murid laki-laki menertawakan Jae Ha (yang dicium paksa).

"Mereka bahkan mengatakan untuk menghampirimu saja kalau ingin mendapat ciuman gratis. Mereka semua begitu bersemangat. Kau ingin melihatnya?"

Geum Bi menuduh kalau itu karena Shil La menyebarkan rumor yang salah. Shil La menegaskan kalau ini karena Geum Bi mencium paksa Jae Ha.

"Ciuman itu bukan paksaan. Memangnya kau melihat kami?"

"Memang. Aku melihat kalian berdua, itu sebabnya aku mengatakan ciuman itu merupakan paksaan, Paksaan."

Geum Bi mengepalkan tangannya kesal. Shil La menantang, apa Geum Bi mau memukulnya, Lakukan saja! dan lihat apa yang akan terjadi setelahnya/

"Kau cemburu padaku karena Jae Ha tidak mau bermain denganmu."

"Dia mungkin akan keluar dari sekolah ini karena merasa malu. Kau mau bertanggungjawab kalau dia sampai keluar dari sekolah?"

Geum Bi tak menjawabnya dan memilih pergi walau kesal.


Hwi Cheol masuk ke kamar Geum Bi, ia menggunakan selotip (berharap ada rambut yang nempel) untuk mencari rambut Geum Bi ke seluruh penjuru ruangan tapi tak menemukan satu pun.

"Astaga, lihat bocah ini. Dia tidak perlu takut mengalami kebotakan. Bahkan sehelai rambutnya pun tidak ada di sini."


Hwi Cheol lalu mengambil sikat gigi Geum Bi, ia membauinya dan tak ada bau apapun. 

Kemudian ponselnya berdering dan ia meletakkan sikat gigi Geum Bi lalu mengangkat ponselnya. Itu pemberitahuan untuk bekerja dan ia bisa mulai besok.


Geum Bi pulang tapi ia tidak menyapa. Hwi Cheolbertanya, apa Geum Bi sudah makan. Geum Bi dengan kesal menjawab kalau ia dapat makan siang dari sekolah.

"Hebat sekali. Kau makan dengan baik."

Hwi Cheol berkata kalau rambut Geum Bi berantakan dan akan merapikannya tapi Geum Bi sigap dan langsung mengucir rambutnya.

Hwi Cheol tidak menyerah, iamelihat ada sehelai rambut di mantel Geum Bi. Ia berbohong kalau ada sesuatu di mantel Geum Bi, ia akan mengambilnya tapi Geum Bi segera menjauh.


Hwi Cheol mengikuti Geum Bi yang mengambil minum, ia bertanya, apa Geum Bi tidak akan ganti baju?

"Aku baru memakainya pagi ini."


Hwi Cheol tidak menyerah, ia mengganggu Geum bi yang sedang mencuci tangan, oura-pura ingin memeriksa gigi Geum Bi.

Geum Bi menegaskan kalau giginya tidak berlubang dan tidak mau membuka mulutnya. Bahkan mereka sampai kejar-kejaran.


Geum Bi memakai penutup kelapa, ia membersihkan kamarnya dengan selotip. Ia menemukan sehelai rambut dan itu membuatnya menangis.


Hwi Cheol mencegat Geum Bi yang akan berangkat sekolah. Rambut Geum Bi basah dan Hwi Cheol menyuruhnya untuk mengeringkannya dahulu, tepat saat itu Kang Hee keluar kamar meminta Geum Bi untuk menunggunya.

Geum Bi lalu menggosok rambutnya dengan  tangan agar kering.  Kang Hee keluar dan mengajak Geum Bi untuk berangkat tapi Geum Bi malah geloyor duluan.

Kang Hee bertanya pada Hwi Cheol, apa terjadi sesuatu dengan Geum Bi. Hwi Cheol ragu, awalnya ia menjawab tidak lalu menjawab mungkin.

Kang Hee kembali bertanya, Hwi Cheol akan apa sekarang? Mau menjadi ayah Geum Bi atau tidak?

"Kau terdengar seperti ibunya Geum Bi saja."

Kang Hee tak menjawabnya dan memilih menyusul Geum Bi.

Hwi Cheol menatap ke bawah dan ia menemukan rambut Geum Bi yang tadi jatuh. Ia pun memungutnya.

Hwi Cheol lalu mendaftar tes DNA secara online, awalnya ia sempat ragu tapi pada akhirnya meng-klik "setuju".


Jae Ha tidak mau lagi duduk di samping Geum Bi dan itu membuat Geum Bi sedih tapi menjadi kebahagiaan untuk Shil La. Apalagi saat teman-teman main semprotan air dan mengenai Geum Bi, Shil La tertawa puas.


Teman-temannya perang semprotan air dan tanpa mereka sadari air mereka mengenai laptop bu guru.


Geum Bi kembali menemui dokter, bertanya bagaimana agar ia bisa mengajukan Tunjangan Medis Yatim Piatu?

Tidak tahu dokter menjelaskan apa karena adegan langsung berpindah saat Geum Bi memberi salam pamitan pada dokter.


Choi Jae Jin kebetulan ada di rumah sakit itu dan berpapasan dengan geum Bi setelah Geum Bi memberi salam pada dokter.

Jae Jin mengenal dokter Geum Bi dan bertanya, bukankah gadis kecil tadi pasien dokter?


Geum Bi naik bis pulangnya, ia membuka buku hariannya untuk menulis daftar yang harus dilakukan sebelum ia aku pergi.

1. Membelikan hadiah untuk Kang Hee Unnie.
2. Mengambil foto terakhir.
3. Melakukan perjalanan terakhir.
4. Ayah... Ahjussi  Mo Hwi Cheol???


Geum Bi menemui Jae Gyeong dan Gil Ho untuk berolah raga bersama. Gil Ho akan merokok dan Jae Gyeong melarangnya. Jae Gyeong heran, bukankah di sekitar tempat Geum Bi tinggal juga ada peralatan olah raga seperti itu?

"Mana aku tahu."

"Pasti punya." tegas Gil Ho.

Geum Bi berhenti untuk melihat anak-anak SMA berjalan dengan saling bercanda.

"Apa yang kau lihat? Kau akan menjadi tiga kali lebih cantik dari mereka dalam beberapa tahun ke depan."

Geum Bi bertanya, sejak kapan Jae Gyeong dan Gil Ho menjadi penipu?

"Sudah kukatakan padamu. Bukan penipuan, tapi seni, tahu!" Koreksi Gil Ho.

"Seni apanya?"

"Terlalu kasar bertanya seperti itu langsung pada pelakunya."

"Bagaimana dengan Ahjussi?"

"Sudah kubilang, dia juga seniman."

Geum Bi sudah menduganya. Gil Ho menegaskan kalau Hwi Cheol itu seniman sejati tapi bukan berarti segala sesuatu dari mereka ini palsu.

Kilas Balik...


Masa remaja Hwi Cheol, saat itu ayahnya masih hidup. Gil Ho bernarasi kalau Hwi Cheol dulunya suka menggambar dan ibunya meninggal saat Hwi Cheol seusia Geum Bi.

Ayah Hwi Cheol adalah seorang detektif yang mengejar para kriminal sepanjang waktu. Jadi jarang pulang ke rumah.

Saat itu ayah Hwi Cheol juga mengejar Gil Ho.

Kilas balik selesai...


Jae Gyeong terkejut mendengar Hwi Cheol suka menggambar.  
 

Gil Ho memulai kembali ceritanya, Ayah Hwi Cheol sibuk bekerja, jadi Hwi Cheol menemukan hobi untuk dirinya sendiri. Kalau Hwi Cheol terus mendalaminya, mungkin bisa masuk ke sekolah seni.


Saat memberi uang saku, ayahnya menawari Hwi Cheol untuk melihat hujan meteor minggu ini. hwi Cheol menjawab tidak perlu karena Polisi tidak pernah memenuhi janjinya.



"Jangan bicara seperti itu."


Tapi ha itu terbukti, saat Ayahnya mengejar penjahat, mereka berkelompok dan membawa senjata tajam sementara ayahnya sendiri, jadi ayahnya tewas karena ditusuk penjahat yang dikejarnya.

Hwi Cheol sangat terpukul dengan kenyataan itu

"Beliau bekerja terlalu keras demi gaji yang tidak seberapa. Hwi Cheol menangis histeris setelah mengidentifikasi jenazah ayahnya, saat bintang-bintang bersinar di langit. Dia ingin mati, tapi bintang-bintang itu bersinar begitu indah. Mungkin itu sebabnya, dia tidak pernah lagi menatap langit malam, sampai saat ini (karena dia menyesal saat itu tidak jadi bunuh diri karena bintang yang indah)."


Setelah ayahnya meninggal, Hwi Cheol tidak memiliki seorangpun untuk bergantung, dan dia juga membenci hidupnya sendiri. Tidak seorangpun peduli padanya, begitupun sebaliknya. Hwi Cheol mengatakan bahwa dia tidak peduli tetap hidup atau mati, dan sampai saat ini prinsipnya tidak berubah. Hwi Cheol bukan orang jahat, tidak pernah mengkhianati siapa pun.


Setelah mendengar cerita itu, semuanya kompak menatap langit.


Hwi Cheol bekerja di bangunan. Saat pekerjaannya selesai, Chi Soo menelfon. Hwi Cheol menjawab pada dering ke-enam dan itu membuat Chi Soo kesal karena sudah jelas ia bilang agar menjawab sebelum dering ketiga.


"Kenapa kau melakukannya? Jangan membuatku bertanya sampai dua kali."

"Aku tidak tahu. Aku tidak punya pilihan lain." Jawab Hwi Cheol.

"Jangan bikin masalah denganku, atau aku akan membunuhmu."

"Tidak bisakah kau membiarkanku menjalani hidup dengan normal?"

"Apakah karena wanita itu? Dan anak itu? Pernahkah kau dipenjara demi menggantikan orang lain?"

Hwi Cheol meminta sedikit waktu.Pasti ia akan membayar pada Chi Soo setiap bulan, semampunya. Tapi, untuk sekarang ia tidak bisa memberi apa-apa, tidak peduli apa pun yang Chi Soo coba lakukan.

Kalau begitu, Chi Soo melarang Hwi Cheol membayar, ia yang akan mengambilnya dari Hwi Cheol.

Chi Soo melihat Hwi Cheol di tempatnya bekerja.





Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...