Tuesday, December 6, 2016

Sinopsis Pounding Spike 2 Episode 3

Sumber Gambar dan Konten dari Sohu TV

Sinopsis Pounding Spike 2 Episode 3

-= Episode 3 – Benar =-

Won Ryong-Jin Ha mulai menyelidiki Da Woon. Jin Ha akan mengikuti Da Woon yang baru keluar kelas bersama Hae Sung secara terang-terangan untung Won Ryong mengingatkannya.

Won Ryong sudah memperhitungkan, pasti Da Woon dan Hae Sung mengambil kelas sama. Jin Ha menyimpulkan, jadi mereka selalu ke tempat yang dama dong? Lalu kapan mereka punya kesempatan untuk mendekati Da Woon?

“Ah.. atau kita bisa menunggunya (Hae Sung) pulang baru menghampirinya (Da Woon)?”

Won Ryong tidak setuju, memangnya mereka apa? Penguntit? Ia memiliki ide yang lebih bagus.



Won Ryon dan Jin Ha menanyakan sesuatu di kantor tapi petugas tidak mau memberitahu. Jin Ha menjelaskan kalau mereka bukan orang aneh. Won Ryeong protes, bukannya semua mahasiswa memiliki hak untuk menanyakan sesuatu ya, tapi kenapa petugas itu malah menganggap mereka criminal?

“Siapa yang suruh kau berpenampilan aneh?”

“SIAPA?”

“Orang jelek disebelahmu.”

Jin Ha menunjuk dirinya, petugas menginyakan dan Jin Ha menggeleng-geleng. Petugas bertanya, apa Jin Ha benar-benar mahasiswa baru. Jin Ha membenarkan, ia 19 tahun!

Jin Ha khawatir harus melapor apa pada I Ra karena mereka belum menemukan apapun.  Won Ryong tadi mendengar Da Woon dan Hae Sung membahas mengenai kalkulus, ia menyarankan untuk merubah kelas mereka,

“Jika kita masuk kelas yang sama, ada keuntungannya, kan?”

Keduanya mendesah frustasi, itu matkul sulit T_T

I Ra menghargai kerja kedua anggotanya. Mulai sekarang, Da Woon akan ia urus sendiri.  Won Ryong dan Jin Ha sangat menyetujui hal itu.

Hae Sung dan Da Woon berpisah di toilet dan I Ra menunggu Da Woon di depan toilet wanita. Ia harus menanggung malu saat cewek-cewek yang keluar dari toilet memandangnya aneh.

I Ra langsung menyapa Da Woon membuat Da Woon terkejut, darimana I Ra tahu namanya. I Ra hanya menjawabnya dengan senyuman manis.

I Ra mengajak Da Woon bicara di taman. Ia membawakan semua minuman yang dijual di kantin karena ia tak tahu apa minuman kesukaan Da Woon. Da Woon mengambil susu favoritnya.

“Hae Sung suka minum apa?”

Da Woon belum pernah melihat Hae Sung minum apapun selain air putih. Da Woon balik bertanya, apa yang disukai I Ra. I Ra sih tidak pilih-pilih soal minuman.

“Lalu biasanya Sunbae makan dimana? Sama siapa?”

Biasanya ke kantin kampus bersama anak-anak tim-nya. Da Woon menyimpulkan, jadi I Ra sarapan dan makan malam di rumah?

Tidak, rumah I Ra jauh jadi ia tinggal di asrama. Ia Ra tersadar, seharusnya hanya ia yang boleh bertanya. Da Woon mengangguk, siapa menerima pertanyaan I Ra.

“Pacarmu, Dong Hae Sung…”

Da Woon menggeleng, bukan pacar kok. I Ra bingung sejenak, tapi kemudian ia langsung menuju ke topik. Tim nya butuh Hae Sung, jadi… ia menyidorkan semua minuman pada Da Woon.  Ia meminta bantuan agar Da Woon mau membujuk Hae Sung agar mau bergabung.

Da Woon teringat cerita Hae Sung kalau voli bukan masa depan Hae Sung jadi Hae Sung menyerah menjadi pemain professional.

“Untuk kebaikan Hae Sung Oppa, aku tidak seharusnya membujuknya untuk kembali bermain voli. Tapi jika aku memikirkan I Ra Sunbaenim … Dia bahkan memintaku secara pribadi. Ah, apa yang harus kulakukan?”

Da Woon kemudian bertanya, kapan I Ra mulai terikat dengan voli. Sejak SD, I Ra memilih tim sepak bola dan tim voli, ia tahu caranya bermain sepak bola tapi tidak tahu caranya bermain voli.

“Karena penasaran, aku bergabung dengan tim voli dan terus bermain hingga sejarang.”

“Voli adalah jalanku? Sejak kapan Kay mempercayai itu?”

Sesuatu yang paling dapat I Ra lakukan dengan baik adalah bermain voli, sesuatu yang paling membuatnya tertarik adalah voli. Selain voli ia tidak bisa berpikir apapun.

Da Woon ingin tahu lagi, bagian mana dari voli yang paling baik dan yang paling membuat I Ra tertarik. Da Woon ingin melihat itu karena ini masalah pemain voli jadi mereka harus menggunakan voli untuk membujuk Hae Sung.

“Ya, Benar!” Jawab I Ra senang.

I Ra membantu anak-anak berlatih tapi ia kesal karena anak-anak tidak sesuai harapannya, maka ia menyuruh mereka berhenti sebentar.

Selanjutnya, ia menyuruh Han Sol untuk menghubungi Soo Bin yang merupakan manager tim voli Universitas Han Kwang. Ia ingin mengajak mereka tanding.

I Ra lalu mendatangi tim pemandu sorak. Ia meminta mereka untuk tampil di pertandingan. Pemimpin mereka menolak, toh ini bukan pertandingan formal. I Ra mengatakan kalau Hae Sung dari agensi KD akan datang juga.

"Ku dengar Hae Sung menolakmu mentah-mentah."

Muka I Ra langsung masam, kata siapa? Seantero kampus juga sudah tahu kali. Pemimpin itu merasa malu mendengar I Ra mengikuti Hae Sung di setiap kelas. Ia menjelaskan kalau I Ra bisasaja kehilangan posisinya sebagai kapten jika Hae Sung masuk, apa  I Ra masih mau merekrut Hae Sung?

I Ra tak masalah selagi itu menguntungkan tim voli. Untuk rekan dan adik-adiknya juga untuk memberikan piala kemenangan bagi kampus ia rela melakukan apapun.

"Jadi, aku membutuhkan Dong Hae Sung."

"Memangnya kau tahun berapa?"

I Ra memelas menjawab kalau ia sudah tahun ke-empat. Ia tidak pernah mengantongi gelar juara jadi bagaimana ia bisa memasuki karir sebagai atlet professional? 

"Aku 100% tidak akan terpilih. Yah, ini adalah kesempatan terakhir dalam 23 tahun Go I Ra. Tanpa Dong Hae Sung, kemenangan itu mustahil,  jadi mohon bantu aku kali ini saja, ya?"

Salah satu anggota pemandu sorak (Jung Ah) tergerak dengan rengekan I Ra. Ia meminta pemimpinnya untuk menyetujui saja perintaan I Ra, toh lokasinya juga tidak jauh.

I Ra sangat berterimakasih dan langsung memeluk Jung Ah tapi Jung Ah cepat-cepat mendorongnya menjauh.

I Ra mencegat Da Won, tanggal 7 nanti ia meminta Da Won membawa Hae Sung ke GOR, mereka akan ada pertandingan dengan Universitas Han Kwang, pertandingan persahabatan.

I Ra menjelaskan kalau Universitas Han Kwang telash memenangkan kompetisi nasional sebanyak 3 kali. Pokonya SMA Han Kang adalah yang terbaik di kelasnya. Ia yakin akan memangkan pertandingan ini.

Jika mereka menang, Hae Sung pasti mau bergabung dengan mereka, I Ra tidak peduli apakah itu kebohongan atau ancaman, atau bahkan sesuatu yang labih kejam, pokoknya Da Won harus membawa Hae Sung.

"Aku percaya padamu, Han Da Won."

Da Won sebenranya tertekan tapi ia tetap menjawab "iya"

Da Won bertanya pada Hae Sung, apa Hae Sung free tanggal 7 nanti. Kenapa, tanya Hae Sung.

"Aku dengar akan ada pertandingan persahabatan antara kampus kita dengan Universitas Han Kwang. Aku dengar Universitas Han Kwang sangat hebat, super duper hebat!"

Hae Sung bisa menebak, pasti I Ra kan yang meminta Da Won untuk mengajaknya. Da Won mengelak, ini idenya kok, beneran deh!

Hae Sung terus memandangnya. Da Won akhirnya minta maaf dan itu membuat Hae Sung tersenyum, tapi ia setuju dan meminta Da Won untuk mengatakan pada I Ra kalau ia bersedia.

"Terimakasih Oppa." Ujar Da Won dengan senyum lebar.

Soo Bin dan tim nya sudah sampai di GOR, ia kesal karena ada tim pemandu sorak juga serta ada Hae Sung disana. Hae Sung menjelaskan kalau ia hanya akan menonton saja kok.

I Ra menjelaskan kalau tujuan mereka adalah Dong Hae Sung. Jadi mari tunjukkan pada Dong Hae Sung kalau mereka bukan hanya asal bicara tapi punya kemampuan juga. 


Da Won sangat antusias melihat pertandingan ini.. Tentunya ia hanya melihat I Ra.




2 komentar

Gomawo unni,, dilanjut...🙌 semangat..

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon