Friday, December 9, 2016

Sinopsis Pounding Spike 2 Episode 5

Sumber Gambar dan Konten dari Sohu TV

Sinopsis Pounding Spike 2 Episode 5

-= Episode 5 – Saudara Kembar =-



Ah Reum menggantikan Da Won mengikuti audisi pemandu sorak. Panitia suka dengan gerakan energik Ah Reum.




Ah Reum keluar ruang audisi dengan gembira dan ia menyebut namanya tanpa ia tahu kalau Hae Sung menunggunya di luar. Hae Sung langsung saja, dimana Han Da Won?

Da Won di rumah. Hae Sung ingin tahu, menggantikan Da Won ini, ide siapa? Han Da Won atau Ah Reum?

Ah reum malah tersenyum dan memperkenalkan namanya, dan asal usul namanya serta Da Won. Hae Sung tidak bisa bersabar untuk itu, ia mempertegas,

"Han Da Won atau Kau?!"

Ah Reum menjelaskan kalau kaki Da Won terkilir. Hae Sung mendapat jawaban yang ia inginkan, jadi ini ide Han Da Won? Ah Reum tidak menjawabnya.





Hae Sung keluar gedung fakultas si gendut dan si kurus seperti biasa selalu muncul dan menggoda Hae Sung. Karena sedang kesal, Hae Sung melepaskan tangan mereka dengan kasar.

Ah Reum melihat itu dari atas, Ah Reum bergumam kalau Hae Sung sama seperti namanya yang berarti tidak peduli.




Si gendut mengkonfrontasi Ah Reum, kenapa Hae Sung marah? Ah Reum tidak menjawabnya, ia mengamati mereka berdua dari jung rambut sampai kaki, ia teringat cerita Da Won kalau Da Won tidak memiliki teman kecuali Hae Sung.

Si Kurus menuntut Ah Reum untuk menjawab karena Ah Reum diam saja, apa Ah Reum tidak mengerti apa yang mereka katakan? Ah Reum kembali membatin kalau keduanya cocok sekali sebagai duo pembuat ulah.

Ah Reum dengan senyum manisnya bertanya, kenapa? Kenapa mereka penasaran sekali dengan apa yang terjadi pada Hae Sung?




Keduanya tak terima Da Won bersikap sewenang-enang begitu hanya karena Da Won duduk disebelah Hae Sung. Ah Reum juga tak terima dengan tuduhan mereka, ia lalu melontarkan kata kasar pada mereka.

Mereka kesal dan memukul Ah Reum tapi beruntung karena I Ra datang tepat waktu dan menangkap tangan mereka sebelum mengenai Ah Reum.




Selanjutnya, I Ra mengantar Ah Reum pulang dengan mobil bututnya sebagai ganti karena Ah Reum menolak ajakannya makan bersama.

Ah Reum sebenarnya agak gimana gitu tapi I Ra gak peka, ia malah melarang Ah Reum untuk merasa canggung, ia bahkan sampai akan memasangkan sabuk pengaman Ah Reum tapi Ah Reum melarangnya.




Hae Sung sudah sampai duluan di rumah Da Won, ia melihat kaki Da Won di gips. Hae Sung menuduh, apa Da Won sebegitu sukanya sama I Ra hingga menyuruh saudara kembarnya untuk menggantikan mengikuti audisi?

Da Won tak mengerti maksud Hae Sung. Hae Sung mengira kalau Da Won itu beda dari gadis lain jadi ia memutuskan mencari cara untuk membantu Da Won tapi... ia kecewa dengan Da Won.

"Oh ya.. Aku bukan siapa-siapa bagimu."

"Oppa, aku tidak mengerti maksudmu."




Belum sempat Hae Sung menjawab, I Ra dan Ah Reum sampai. Ah Reum langsung turun dan menyapa adiknya. Ia melihat Hae Sung, tak menyangka kalu Hae Sung sampai datang ke rumah.

I Ra terkejut, apa ini?! mereka berdua kembar! Hae Sung memutuskan pergi tanpa mengatakan apa-apa bahkan ia menghiraukan panggilan Da Won.




Ah Reum bingung, tampaknya Hae Sung salah paham. Da Won tak mengerti, salah paham apanya. Ah Reum mengaku kalau ia menggantikan Da Won mengikuti audisi pemandu sorak dan Hae Sung mengira kalau semua ini ide Da Won.

"Unnie, kenapa kau lakukan itu? kenapa?" kesal da Won.

Ah Reum hanya ingin membatu Da Won, dan karena mata Hae Sung tadi menunjukkan kemarahan yang sangat jadi ia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.

"Maaf adik.."

I Ra mendekat, siapa yang Han Da Won? Keuda kakak beradik itu hanya bisa mendesah.




Dalam perjalanan, Hae Sung menyesali perbuataannya.

Kilas balik..




Saat Hae Sung mengajak I Ra untuk bicara berdua. Ia meminta I Ra untuk mengajak Da Won makan bersama, ia juga mengatakan kalau Da Won sangat menyukai I Ra, demi  I Ra Da Won memutuskan untuk mengikuti audisi tim pemandu sorak.

“Singkatnya, cintanya hanya berdasarkan teori. Bagaimanapun juga, aku tidak bisa nyaman. Walaupun Berkencan denganmu sangat disayangkan, tapi dia sangat menyukaimu. Itu merupakan kehormatan untukmu.”

Hae Sung menutup dengan meminta I Ra untuk memperlakukan Da Won dengan baik. I Ra tersenyum menerima, santai, ia orangnya baik kok dan selalu memperlakukan wanita dengan baik pula, tanya saja pada orang-orang kalau tidak percaya.

Hae Sung mendadak kesal, ia meminta I Ra untuk melupakan apa yang dikatakannya tadi dan akan pergi tapi I Ra menahannya. I Ra berjanji akan memperlakukan Da Won dengan baik tapi mesti ada imbalannya.

“Apa?!”

Tim voli tentu saja, I Ra meminta Hae Sung bergabung dengan tim voli jika tidak ada kelas atau sedang libur. Hae Sung pun mengangguk dengan terpaksa.

Kilas balik selesai…




Aku tahu Han Da Won pandai dalam belajar jadi aku sengaja mendekatinya. Bagaimanapun, bola voli bukanlah berpusat pada diri sendiri atau berliku-liku seperti hidup manusia. Aku seharusnya tidak berbuat seperti itu. Tidak marah, tidak juga menunjukkan perasaanku.”
 



Da Won mengaku pada tim pemandu sorak kalau kemarin bukan ia yang mengikuti audisi melainkan kakak kembarnya, ia kesleo maka kakaknya berinisiatif untuk membantunya. Mereka mendiskusikan untuk mendiskualisifikasi Da Won tapi I Ra yang kebetulan ada di sana membantu.

I Ra meminta mereka mempertimbangkan, toh Da Won juga sudah minta maaf dan ini juga bukan ide Da Won.




I Ra kemudian mengajak Da Won dan pemimpin tim bicara bertiga. Da Won kembali minta maaf, kesalahan kakaknya adalah kesalahannya juga. Ia akan pergi setelahnya tapi I Ra menahannya, Da Won ingin bergabung, kan?

“Katakanlah mau atau tidak!”

“Aku mau..”

 I Ra kemudian menyampaikan pada pemimpin tim kalau Da Won ingin bergabung. Pemimpin tim menjelaskan kalau peraturan tidak mudah untuk diubah, ia ingin menyelesaikan semuanya sampai disini.

Ia Ra memohon demi dirinya, setidaknya untuk memberi Da Won kesempatan. Pemimpin tim kesal. I Ra menjelaskan, ini bukan seperti Da Won berbakat, Da Won kesleo jadi tidak bisa mengikuti audisi.

“Berilah dia kesempatan kedua! Jika dia gagal, maka kau bisa mengeliminasinya. Gampang, kan?”

“Go I Ra, apa kau mengencaninya?”

I Ra mengelaknya.




Setelah masalahnya beres, I Ra mengajak Da Won makan bersama.Pokonya mereka harus makan bersama dengan begitu kontrak bisa terpenuhi.

Saat makan, I Ra menjelaskan kalau Hae Sung akan bergabung dengan tim voli jika ia mau makan bersama Da Won. Da Won jadi teringat pengakuannya pada Hae Sung kalau ia ingin makan bersama dengan I Ra.

Langsung deh, Da Won meninggalkan I Ra untuk mencari Hae Sung.




Da Won menemukan Hae Sung di kelas dimana Jin Ha dan Won Ryong memaksanya untuk bergabung dengan tim voli yang masih terus ditolak. Da Won duduk di samping Hae Sung tapi Hae Sung malah pindah dan memilih duduk bersama si gendut dan si kurus.




Da Won kemudian mendekati Hae Sung, ia berkata kalau ia akan mengikuti audisi pemandu sorak sekali lagi. Ia yakin bisa lolos dengan kemampuannya dan setelah itu ia ingin membicarakan sesuatu pada Hae Sung.

Hae Sung tidak sempat menjawab karena dosen keburu masuk kelas.




Hae Sung menepati janjinya ia datang ke pelatihan tim voli tapi tidak ikut main sama sekali hanya melihat selama 1 jam dan hal itu membuat I Ra kesal. Hae Sung tidak bisa bermain dengan mereka karena kemampuan mereka semua tidak bisa menyamai dirinya, ia bahkan meyebut kalau kemampuan mereka sejajar dengan anak SD.



I Ra emosi, ia menarik kerah Hae Sung siap memukul tapi anak-anak sigap dan segera menghentikannya. 



2 komentar

Lanjut,, terimksh.. Ditunggu.. Penasaran sangat..🙌😁

kenapa berhenti di episode 5?? padahal udah nungguin lama sinopsisnya.. 😢

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...