Friday, December 30, 2016

Sinopsis Solomon's Perjury Episode 4 Part 2

Sumber Gambar dan Konten dari jtbc

Sinopsis Solomon's Perjury episode 4 Part 2

Klub Olah terbuka berkumpul. Seung Hyun datang belakangan. Ia kesal, Kegilaan apa coba ini? Apa mereka lakukan doa bersama saja atau semacamnya? Hal-hal buruk terus saja terjadi! Apa tempat ini bawa sial, ya?

Semua hanya diam tak menanggapi, Soo Hee yang biasanya paling aktif mengatakan kalau ia tidak memiliki tenaga untuk menanggapi Seung Hyun.

"Apa mungkin Lee Joo Ri menggila karena aku?" Soo Hee panik.

Joon Young bertanya, apa terjadi sesuatu? Yoo Jin menjelaskan semuanya. Seung Hyun langsung memarahi Soo Hee.

"Kapan kau akan dewasa? Bagaimana kalau olah perkara ini batal gara-gara kelakuanmu?"

Soo Hee balas meneriaki Seung Hyun tapi kemudian ia minta maaf, ia mengaku bersalah.
Seo Yeon memutar kembali video Joo Ri dalam diam, lalu Reporter Park beserta kameramennya datang bersama Guru Kim.
Soo Hee mengingatkan siapa Reporter Park tapi guru Kim menenangkannya, ia tahu siapa reporter Park dan sengaja membawa reporter Park kesana.

"Jangan bersikap waspada, dengarkan saja yang akan dia katakan." Ujar Guru Kim.

Reporter Park berkata kalau mereka (anak-anak) kelihatan berantakan. Lalu beralih pada Seo Yeon, apa Seo Yeon masih marah padanya?

Yoo Jin menuduh reporter Park datang karena mau memanas-manasi mereka menggunakan viseo Joo Ri. Reporter Park tak percaya mendengarnya, secara teknis kan, ia juga ikut andil dalam pembentukan klub mereka!

Guru Kim mengingatkan reporter Park akan janjinya untuk tidak akan bicara seperti itu. Reporter Park minta maaf karena itu sudah kebiasaan dikarenakan masa mudanya yang cukup berandal.

"Baiklah, kita langsung saja ke intinya. Aku berjanji pada kalian bahwa aku tidak akan melaporkan atau menginvestigasi kasus Lee Joo Ri."

Yoo Jin heran, kenapa. Reporter Park menjelaskan kalau itu membosankan dari sudut pandang reporter, pikirkan saja banyak orang lain yang diperlakukan tidak adil di dunia ini!

"Jadi... kalian jangan kuatir. Jangan goyah juga."
Selanjutnya, Joon Young bertanya, apa yang diinginkan Reporter Park kalau begitu. Reporter Park ingin meliput olah perkara terbuka mereka.

"Omong kosong apa itu?" Kesal Yoo Jin.

"Ahjussi ini tidak bisa dipercaya!" Imbuh Soo Hee.

"Kan, kita perlu menggelar doa bersama." Tutup Seung Hyun.
Ji Hoon balik bertanya, apa yang bisa reporter Park lakukan untuk mereka. Tidak mungkin kan, reporter Park datang dengan tangan kosong. Jadi, apa yang bisa reporter Park lakukan sebagai imbal baliknya?

Reporter Park sangat suka dengan Ji Hoon yang cepat tanggap sekali, ia maju mendekat hendak tos, tapi Ji Hoon nya diam saja...LOL

"Tentu aku memiliki penawaran untuk kalian. Apa yang kau inginkan?"

"Mengangkat olah perkara ini kepada publik." Jawab Ji Hoon.

Reporter Park menyimpulkan, jadi Ji Hoon ingin olah perkara mereka dipublikasi media, agar sekolah tidak bisa menghentikannya?

Ji Hoon mengiyakan yang mendapat protes Seo Yeon tapi Reporter Park setuju.
Selanjutnya, Reporter Park menunjukkan pembuka yang sudah direkamnya untuk menyiarkan olah perkara terbuka.

"Para murid memutuskan untuk menggelar olah perkara atas kematian teman mereka. Pihak sekolah mendukung penuh olah perkara ini, menganggapnya sebagai langkah inovatif untuk mendidik para murid. Hal itu juga dapat menghindarkan kritik yang belakangan diterima pihak sekolah."


Ternyata Guru Kim juga ikut berkomplot, Guru Kim menjelaskan kalau Kepala Sekolah mendukung para murid dan semua murid pun juga.

"Untuk pertama kali dalam sejarah, olah perkara di sekolah digelar berdasarkan kejahatan sungguhan. Mereka membutuhkan sambutan hangat dan juga perhatian. Kami, News Adventure, juga berjanji mendukung mereka dan meliput secara eksklusif."

Jika mereka setuju reporter Park akan menayangkan rekaman itu di akhir penutup program minggu ini.

"Dengan begitu, pihak sekolah tidak akan bisa melakukan apa pun." Analisa Yoo Jin,

"Dan, tidak akan ada yang peduli soal video Lee Joo Ri." Tambah Seung Hyun.

"Wow, melawan video dengan video! Luar biasa! Pertempuran para pencari perhatian?" Tutup Soo Hee.
Joon Young bertanya pada Seo Yeon, apa yang akan Seo Yeon lakukan. Seo Yeon setuju asal Reporter Park berjanji tidak akan memberitakan tentang Lee Joo Ri, Baik kritik, maupun pembelaan.

Reporter Park setuju.
Untuk merayakan masalah yang sudah ditimbulkannya, Guru Kim mentraktir anak-anak makan malam. Ji Hoon tidak bisa ikut, lain kali saja, ia akan ikut.

Saat makan, Seo Yeon berterimakasih ats bantuan Guru Kim, tapi ia khawatir kalau-kalau Guru Kim mendapatkan masalah karenanya.

"Seo Yeon. Apa kau tahu? Orang biasa melakukan hal-hal yang luar biasa."

"Apa maksudnya?"

"Lindungi yang lemah," "Perbaiki yang salah," "Jangan berdusta..." Nilai-nilai dasar seperti itu, orang biasa bisa melakukannya, seperti kalian! Justru mereka itu yang mengubah dunia. Ibu bukan seseorang yang hebat, juga tidak melakukan hal yang luar biasa. Kau, yang menyadarkan kami semua betapa pentingnya memenuhi nilai-nilai dasar seperti itu. Mudah saja melupakan nilai-nilai dasar itu agar dapat hidup nyaman. Tapi, karena melihat kalian, Ibu tersadar akan kebenaran itu. Mana yang benar dan salah... Jadi, jangan mencemaskan Ibu, ya?"

Seo Yeon mengerti.
Di tempat bilyar anak-anak memandang Woo Hyuk dengan aneh. Woo Hyuk kesal dan menyuruhmereka berhenti  memandangnya seperti itu. Sung Min yang bersamanya menyarankan agar ia pulag lebih awal saja tapi Woo Hyuk tak mau.

Ji Hoon ada disana dan saat Woo Hyuk mendekat ia memanggilnya. Merasa tak kenal dengan Ji Hoon Woo Hyuk menanggapinya dengan sinis.

"Aku pengacaramu. Aku pembelamu." Jelas Ji Hoon.
Selanjutnya mereka bicara di luar. Ji Hoon dengan jelas meminta Woo Hyuk untuk hadir dalam olah perkara terbuka sebagai terdakwa pembunuh Lee So Woo.

Woo Hyuk tersenyum sinis, beraninya Ji Hoon, memang Ji Hoon siapa? Dan kenapa juga ia harus mau, ia yakin Ji Hoon dan yang lain pasti sudah berkomplot.

"Pengacara... omong kosong! Pergi sana sebelum aku menghajarmu."

Ji Hoon menghentikan Woo Hyuk yang akan pergi, ia bilang kalau ia mempercayai Woo Hyuk. Kenyataan bahwa Woo Hyuk tidak membunuh So Woo, ia percaya.

Woo Hyuk berbalik kesal. Ji Hoon pikir ia akan pergi ke acara seperti itu? Ji Hoon pikir ia ini naif?

"Aku tahu rasanya disalahkan atas sesuatu yang tidak kau lakukan. Aku mengerti betapa marah dan frustasinya kau. Jadi, datanglah ke sana. Bukankah kau ingin menjelaskan yang kau rasakan pada semua orang? Kau tidak ingin mengatakan bahwa kau tidak bersalah?"
Woo Hyuk menepuk-nepuk pipi Ji Hoon sambil menyebut namanya. Setelah dua tepukan, Woo Hyuk lalu menampatnya dengan keras.

"Selanjutnya, aku akan membunuhmu. Seperti Lee So Woo."
Ketua Choi mendapat telfon protes dari Pak Han. Ketua Choi menjelaskan kalau ia tidak menuntut Joo Ri, istrinyalah yang hilang kendali yang melakukannya.

"Saya akan menarik tuntutan itu besok pagi."
Ketua Choi sudah dekat dengan rumah dan ia melihat tulisan "pembunuh" di pintu garasi. Lebih dekat lagi ternyata ibunya sedang berusaha menghapus tulisan itu dengan spirtus atau sejenisnya.

Ketua Choi buru-buru turun dan merebut lap dan semprotan yang dibawa ibunya, ia berkata kalau tulisan itu tidak akan terhapus dengan cara seperti itu. Ia teriak-teriak memanggil Woo Hyuk dan istrinya.

Ibunya menengkan, melarangnya memarahi Woo Hyuk, akan ia hapus tulisan itu.
Ibu Woo Hyuk keluar karena teriakan ketua Choi. Dan ia sangat kaget melihat tulisan di pintu garasi.

"Hei, kau! Kau duduk di dalam dan menyuruh ibuku menghapusnya? Dan juga! Kenapa kau membuat situasinya semakin rumit? Itu bukan wewenangmu! Kau pikir tidak masalah menuntut orang begitu?" Bentak Ketua Choi.

Ibu Woo Hyuk berdalih kalau ia perlu melakukan sesuatu karena mungkin saja Woo Hyuk akan ditangkap polisi. Ketua Choi tidak menerima alasan itu karena kejadiannya semakin runyam, malah menyebabkan Joo Ri dan ibunya mengunggah video begitu.

"Apa kau pernah berpikir sedikit saja?"

"Aku tidak tahu kalau mereka akan melakukan hal seperti itu! Kenapa kau marah padaku?"

Ketua Choi tak mau tahu, ia menyuruh Ibu Woo Hyuk untuk mencabut gugatan itu besok pagi tepat setelah Ibu Woo Hyuk membuka mata!

Ibu Woo Hyuk mengerti dan kembali masuk ke rumah karena dingin.
Woo Hyuk datang kemudiah, ketua Choi langsung menjewer telinganya karena tidak patuh dengan perintahnya, ia menyuruh Woo Hyuk diam di rumah selama dirinya perjalanan bisnis tapi malah bikin ulah.

"Aku tidak melakukan apa-apa!" Tegas Woo Hyuk

"Tidak melakukan apa-apa? Ini semua karenamu! Dari siapa kau meniru perangai buruk seperti itu? Hm? Siapa?"

Ketua Choi memukul kepala Woo Hyuk dan menendang betisnya. Pokoknya ia sangat kesal pada Woo Hyuk sampai mengungkit banyaknya uang yang sudah dikeluarkannya untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan Woo Hyuk.

"Tidak bisakah setidaknya kau memiliki sedikit kesadaran? Kau jadi kelewat batas, huh? Dasar kau sampah tidak berguna!"
nenek Woo Hyuk ikut campur, ia melarang ketua Choi memukuli Woo Hyuk seperti itu. Ketua Choi melepaskan Woo Hyuk tapi dengan mendorong hingga Woo Hyuk jatuh. Neneknya lah yang membantu Woo Hyuk berdiri.

Nenek terlihat sangat mengkhawatirkan Woo Hyuk. Tapi Woo Hyuk yang kesal dengan ayahnya menepis tangan nenek dan memilih pergi dari rumah.

Ayahnya akan mengejarnya tapi Neneknya menghalangi,nenek menyuruh ayahnya untuk membiarkannya. Tapi nenek seperti tidak tega membiarkan Woo Hyuk pergi.

"Woo Hyuk ~aa... Aigoo.."
Woo Hyuk menelfon Sung Min tapi tidak ada jawaban. Ia kesal karena tidak ada tempat yang bisa ditujunya.

Orang misterius memarkir mobil box di depan rumah Woo Hyuk dan menggunakan mobil itu sebagai pijakan untuk memanjat pagar rumah. Orang itu pun dengan mulus bisa masuk ke rumah Woo Hyuk.

Sementara itu Woo Hyuk menghabiskan malam di warnet. Orang tadi meninggalkan rumah Woo Hyuk dan tak lama kemudian rumah Woo Hyuk mengeluarkan kepulan asap... Kebakaran!

Woo Hyuk tertidur, ibunya menelfon tapi ia malah sengaja mematikannya. Ibunya kembali menelfon, kali ini ia angkat, dengan kesal ia bertanya, kenapa Ibunya menelfon.

Setelah mendapat penjelasan ibunya Woo Hyuk nampak terkejut, apa?!
Woo Hyuk pulang dan ia mendapati rumahnya ramai dengan orang-orang dan petugas pemadam dan petugas medis. Sementara itu ayah dan ibunya menangis histeris di luar.

Woo Hyuk bertanya pada ibunya mengenai keberadaan neneknya tapi ibunya hanya menangis. Woo Hyuk menyadari kalau neneknya masih di dalam, ia hendak menerobos masuk tapi petugas menghalanginya.
Lalu sebuah ledakan terjadi dan itu membuat api semakin besar. Woo Hyuk dan ayah ibunya melongo... Haelmoni!

Di ruang klub mereka membicarakan masalah kebakaran rumah Woo Hyuk. Seung Min menduga ada orang yang sengaja membakar rumah Woo Hyuk gara-gara menonton video Lee Joo Ri.

"Ini kan salah Choi Woo Hyuk. Neneknya tidak melakukan kesalahan apa pun!" Komentar Soo Hee.

Seo Yeon tiba-tiba menutup bukunya dan pamit pulang, ia akan menyelesaikan itu di rumah.
Seo Yeon berjalan pulang dan ia bertemu dengan ibunya yang baru selesai belanja. Ibunya senang karena Seo Yeon pulang awal hari ini.

"Ibu kan mengidap artritis! Seharusnya mengajakku belanja, jadi aku bisa membawakannya."

"Tidak bisa! Kudengar, Jaksa Ko Seo Yeon sedang sangat sibuk!
Ibu menggenggam tangan Seo Yeon sembari berjalan. Seo Yeon ingin bertanya pada ibunya, apakah mungkin... Ibunya sudah mendengar berita itu, ia melarang Seo Yeon menyalahkan dirinya sendiri.

"Memang bukan kesalahanku... tapi aku bertanya-tanya apakah olah perkara itu membuat situasi lebih buruk."

"Kalau begitu, berarti salah ibu melahirkanmu, dan salah nenekmu melahirkanku. Semua itu kembali pada Sang Kuasa! Seo Yeon. Jika seseorang melakukan sesuatu yang buruk, itu menjadi kesalahan dia seorang. Jangan merasa bertanggung-jawab atas tindakan orang lain. Kau hanya mencoba untuk meluruskan yang salah."

"Apakah itu juga dunia orang dewasa yang harus kupelajari?"

Tidak. Ibu hanya ingin Seo Yeon tidak terlalu keras pada diri sendiri. Seo Yeon adalah puterinya yang berharga, Jadi Seo Yeon harus memperlakukan dirinya sendiri dengan baik! Jangan membebani diri sendiri.
Ibunya Woo Hyuk masih sesenggukan di kantor polisi. Detektif Ko melihatnya lalu membicarakan masalah kebakaran itu dengan Detektif Oh.

Detektif Oh menjelaskan hasil penyelidikan yang menunjukkan bahwa kebakaran itu terjadi karena dikerjakan oleh seorang profesional.

"Pak Ko. Aku tidak ingin berpikir sejauh ini sih, tap kurasa tim penyelidik keuangan perlu memeriksa rekam jejak asuransi Pak Choi."

"Aku juga berpikir begitu."
Rekan detektif Oh yang biasa heran karena tidak menemukan Woo Hyuk di kursi tunggu padahal seharusnya Woo Hyuk menunggu disana.

Detektif Ko mengatakan kalau Woo Hyuk sudah tidak ada disan saat ia datang. Lalu si rekan ke toilet untuk memeriksa, setelah itu Detektif Oh mendapat telfon dari seseorang.
Ji Hoon membaca komentar soal kebakaran di rumah Woo Hyuk dan kebanyakan dari mereka malah lega melihat Woo Hyuk kesusahan.

Ji Hoon sebagai pengurus halaman itu menghapus komentar yang keterlaluan tadi.
Ji Hoon menerima telfon dari Detektif Oh dan ia tampak terkejut.

Seo Yeon juga menerima telfon entah dari siapa tapi ia buru-buru berangkat sampai melewatkan makan yang hampir matang.
Woo Hyuk mengamuk di depan rumah Joo Ri, ia menendang-nendang gerbang menuntut Joo Ri untuk keluar.

Seo Yeon datang kemudian, ia menghalangi Woo Hyuk tapi Woo Hyuk malah menepisnya hingga ia jatuh.

Woo Hyuk menenteng pot kosong siap untuk melemparnya ke rumah Joo Ri, Seo Yeon bangun dan menghalanginya.

"Kau pikir apa yang kau lakukan, huh? Hentikan, Choi Woo Hyuk! Kau seperti ini karena emosi. Memangnya ini kesalahannya? Kenapa kau selalu menyalahkan dia? Kau tidak merasa ikut bertanggung-jawab? Kau pengecut!"
Woo Hyuk terus saja menyuruh Seo Yeon berhenti, hingga ia tidak tahan dan hendak melemparkan pot yang ia bawa pada Seo Yeon. Untung saja Ji Hoon datang tepat waktu, ia menyeruduk Woo Hyuk hingga mereka jatuh bersama dan pot yang diangkat Woo Hyuk jatuh ke jalan (tidak mengenai siapapun).

Woo Hyuk bangun mencoba untuk menyerang Ji Hoon, Ji Hoon melawan dan akhirnya mereka guling-guling di jalan. Seo Yeon hanya menyaksikan sampai akhirnya ibu Joo Ri keluar dan menyiramkan seember air padanya. Tapi itu sukses membuat Ji Hoon dan Woo Hyuk berhenti.

"Kalian semua tidak punya perasaan! Kenapa sih kalian semua ini? Jangan ganggu Joo Ri lagi! Kumohon!"

Joo Ri panik, ia membuka jendelanya lebar-lebar untuk melihat lebih jelas.
Soo Hee mendekati Seo Yeon, ia menegur ibunya Joo Ri yang dianggapnya sudah keterlaluan. Ibu Joo Ri malah semakin kencang nangisnya dan mengatakan kalau mereka semua tidak berperasaan.

Seo Yeon menunduk dan berkali-kali minta maaf pada Ibu Joo Ri. Joo Ri melihatnya dan sepertinya ia agak tersentuh dengan permintaan maaf Seo Yeon itu.

Bahkan teman-teman pun ikut berkaca-kaca, ditambah saat mereka mendengar tangisan meratap Ibu Joo Ri.
Barulah Detektif Oh datang saat keadaan sudah tenang itu, ia lengsung menarik Woo Hyuk dari atas Ji Hoon.

Joon Young dan Ji Hoon masuk ruang klub untuk mencari Seo Yeon tapi hanya ada mantel basah Seo Yeon disana serta baju basah Seo Yeon.

Ji Hoon berkeliling mencari Seo Yeon dan menemukan Seo Yeon duduk menyendiri di tangga. Ji Hoon akan mendekati Seo Yeon tapi ia urungkan.

Ji Hoon malah menjauh, ia memilih untuk mengirim pesan saja tapi dengan menggunakan akun Penjaga Jeong-guk.

"Patung Buddha yang kubeli dari Lumbini jatuh ke lantai dan pecah berkeping-keping."
"Lengan, kaki, leher, hancur menjadi kepingan-kepingan. Jadi aku berusaha menyatukannya kembali."
"Aku mengambil lem dan mencoba melekatkannya kembali."
"Itulah saat... Buddha memukul kepalaku, yang terus mencoba memperbaikinya, dan berkata... "Kau tidak akan dapat menyatukan sesuatu yang sudah hancur berkeping-keping." "Hiduplah saja dengan kepingan-kepingan itu jika memang harus begitu."

Seo Yeon akan membalasnya tapi tidak jadi, iamalah meneteskan airmata.
Joon Young kemudian menemukan Seo Yeon. Seo Yeon menghapus airmatanya dan menegaskan kalau ia baik-baik saja.

Ji Hoon berada tak jauh dari mereka dan mendengar mereka. ia tersenyum mendengar bahwa Seo Yeon baik-baik saja.

Seo Yeon dan Joon Young kembali ke ruang klub disana sudah ada banyak barang-barang. Yoo Jin sengaja menggunakan kartu kredit ibunya untuk membeli semua itu, semuanya untuk Seo Yeon agar Seo Yeon bisa leboh hangat.

Yoo Jin bahkanmembeli plester demam, jaga-jaga kalau Seo Yeon demam.
Woo Hyuk sengaja menunggu Ji Hoon.

Pak Han menemukan pelaku pengirim surat itu dan juga yang memfitnah Kepsek, dia adalah Kepala keamanan sekolah. Pak Han menanyakan motif Pak keamanan melakukannya.

"Tapi... saya juga sebenarnya tidak ingin melakukannya. Tapi saya sudah mengatakan berkali-kali padanya! Saya mengatakan bahwa kunci atap sudah terlalu tua! Anak-anak bisa naik dan membuat masalah! Tapi dia tidak peduli karena saya hanya seorang tukang kebun! Kemudian, saya disalahkan atas insiden yang terjadi! Saya disudutkan di sini. Saya sudah melakukan sesuai tugas saya. Tapi, saya lantas harus bertanggung-jawab atas hal ini? Saya bahkan berlutut padanya agar tidak memecat saya! Saya harus membayar biaya RS ibu saya! Di depan semua guru yang masih muda, saya berlutut padanya! Tapi dia tidak peduli dan memecat saya begitu saja. Bukan dia satu-satunya yang kesulitan!

Ya, saya mengambil surat tuduhan yang ada di kantornya. Itu benar. Saya mengirimnya ke stasiun TV dan mengatakan bahwa dia merobek serta membuangnya. Silahkan tuntut saya kalau memang mau, sekalian jebloskan saya ke penjara. Tapi saya tidak akan pernah minta maaf padanya!"

Tapi justru Pak Han yang meminta maaf pada Pak keamanan (Pak Kim) mewakili Yayasan karena Pak Kim sampai kehilangan pekerjaan.

"Bagaimana dengan suratnya..."

"Ya, kedua belah pihak bersalah di sini. Kita anggap saja ini tidak pernah terjadi. Anda boleh pulang sekarang."

"Wow, terima kasih! Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih."
Pengacara Kim bertanya, apa Pak Han yakin akan membiarkan Pak Kim pergi begitu saja. Pak Han tidak menjawabnya malah bertanya soal perkembangan olah perkara terbuka.

"Hari pertama olah perkara digelar dua hari lagi." Jawab Pengacara Kim.
Saat rapat, Ji Hoon mengatakan kalau Woo Hyuk setuju hadir ke olah perkara terbuka sebagai terdakwa. Jelas saja semua terkejut melihat sikap Woo Hyuk kemarin yang seperti orang sinting. Soo Hee bertanya, apa yang dilakukan Ji Hoon pada Woo Hyuk.

Ji Hoon menjawab kalau ia hanya bicara. Soo Hee tak percaya karena Woo Hyuk biasanya tidak suka diajak bicara. Ini mencurigakan. Apakah ada perjanjian tertentu?
Joon Young juga ikutan bertanya, apa memangnya yang Ji Hoon lakukan pada Woo Hyuk? Sulit untuk memercayai Woo Hyuk. Woo Hyuk mungkin akan berubah pikiran pada hari H. Woo Hyuk bisa saja membuat kekacauan di persidangan.

"Jangan cemas, dia tidak akan melakukannya."
Giliran Seo Yeon yang bertanya, lali apa yang akan Woo Hyuk lakukan? Ia bahkan tidak menyangka hal itu bisa terjadi. Terlebih, Woo Hyuk tidak memiliki alasan untuk menghadiri olah perkara itu.

"Jika dia benar-benar tidak bersalah, dia tidak memiliki alasan untuk membuktikan dirinya
dalam olah perkara itu. Dan kalaupun dia memang melakukan sesuatu pada So Woo... jika memang telah terjadi sesuatu, alasan dia untuk tidak datang lebih besar lagi. Itu sebabnya, kita harus benar-benar tahu apa motif kedatangannya. Apa saja yang kalian bicarakan?"

Ji Hoon hanya diam saja dan menatap Seo Yeon.

"Kau memiliki banyak sekali rahasia." Ujar Seo Yeon.
Min Suk tiba-tiba muncul memberitahu kalau Seo Yeon disuruh ke ruang guru.

Seo Yeon menuju ke ruang guru dan disana sudah ada Guru Kim bersama seseorang. Orang itu adalah Lee Tae Woo kakak dari Lee So Woo. Guru Kim selanjutnya meninggalkan Seo Yeon dan Tae Woo berdua.

Tae Woo mengatakan kalau adiknya bukan bunuh diri, ia bahkan punya buktinya dan memberikan bukti itu pada Seo Yeon, sebuah amplop.

Ji Hoon mengintip mereka dari luar.

1 komentar so far

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon