Thursday, January 26, 2017

Sinopsis Defendant Episode 2 Part 2

Sumber Gambar dan Konten dari SBS

Sinopsis Defendant Episode 2 Part 2


-- 4 bulan selanjutnya --

Dokter menjelaskan, apa yang terjadi pada Jung Woo adalah \insting manusia untuk menolah dan menghindari kenyataan ketimbang menerimanya. Tapi Jun Hyuk heran, kenapa itu terus terjadi secara berulang?

Dokter menggunakan air mancur yang ada di ruangannya sebagai contoh. Beberapa orang mencoba menerima kenyataan yang sulit dipercaya. Saat seseorang mencapai batasnya, mereka akan lari dari kenyataan untuk melindungi diri. Salah satunya dengan cara menghapus ingatan mereka sendiri.

"Tapi ini adalah kejahatan yang dia lakukan." Bantah Jun Hyuk.

"Makanya dia semakin ingin melupakannya. Bagaimanapun, ada satu hal yang mencemaskanku."

"Apa itu?"



Kehilangan ingatan secara berulang.. mungkin akan membuat Tuan Park berada dalam kondisi yang semakin parah. Mohon pertimbangkan lagi. Bayangkan dirimu terbangun di suatu pagi.. dan kau menjadi pembunuh yang sudah membantai seluruh anggota keluargamu. Bulan-bulan berlalu dan kau malah diancam hukuman mati. Bisa kau bayangkan bagaimana perasaanmu?"

Jun Hyun mengatakan sebentar lagi akan ada sidang kedua. Apa menurut dokter, ada kemungkinan kondisi Jung Woo akan lebih baik saat itu?

"Jika dia menerima kenyataan, ada kemungkinan.. ingatannya akan kembali. Kalau ada sesuatu yang bisa membuatnya menyadari kenyataan itu mungkin akan membantu. Penjara adalah tempat yang benar-benar asing baginya." Jawab Dokter. Jun Hyuk mengerti.


Dalam sebuah persidangan, Pengacara Seo Eun Hye (Kwon Yuri) akan menghadirkan saksi lagi tapi hakim memanggilnya untuk mendekat ke mejanya. Pak Hakim bertanya, kapan selesainya. Eun Hye mengatakan masih ada beberapa saksi lagi.

Pak Hakim menyuruhnya untuk menghentikannya saja karena Eun Hye sudah melakukan lebih dari cukup. Eun ye tak mengerti, apa maksudnya ia sudah melakukan lebih dari cukup?

Pak Hakim tahu kalau semua hadirin adalah saksi Eun Hye. Eun Hye juga sudah menanyai para saksi lebih dari 3 jam. Tapi Eun Hye masih tidak tahu letak kesalahannya.

"Kau sudah membawa 16 saksi.. hanya untuk kasus pencurian biasa. Selama pengalamanku menjad hakim, aku tidak pernah melihat sebegitu banyak saksi yang diberi pertanyaan super panjang. Akhiri ini, sekarang!"

"Kita kan harus melakukannya dengan benar. Aku menolak untuk mengakhini ini sekarang."

"Kubilang kita akan menyelesaikan ini. Ini adalah perintah dan kebijakan hakim."


Usai persidangan, Eun Hye memprotes Pak Hakim di ruangannya. Ia kesal pada Pak hakim karena hidup terdakwa tergantung pada persidangan tadi. Pak hakim heran, apa Eun Hye melakukan semua persidangan dengan
cara ini?

"Bagaimana bisa Anda menghentikan saya saat saya sedang melakukan yang terbaik untuk membela klien saya?"

Pak Hakim menjelaskan, dimana-mana, ada yang namanya batasan. Pak Hakim membandingkan Eun Hye dengan jaksa yang hanya menggunakan dua saksi. Eun Hye tidak suka jaksa dibawa-bawa.

"Saya tidak mau mengatakannya.. tapi kalian berdua alumni dari kampus yang sama, kan?"

"Apa katamu?"

"Kalau tidak, kenapa Anda berpihak padanya?"

Pak Hakim membentak. Bukan itu masalahnya. Persidangan yang harusnya 1 jam malah jadi 5 jam karena Eun Hye! Eun Hye balik membentak, mana ada batas waktu begitu!

"Kalau semua pengacara sepertimu, bagaimana aku bisa menyelesaikan persidangan dalam 1 hari? Aku bahkan tidak bisa menyelesaikan semuanya walaupun aku begadang semalaman."

"Jadi Anda mau mengambil semua hak terdakwa untuk mendapatkan pembelaan?"

Pak Hakim mengelaknya tapi Eun Hye menyela, ia yakin arti dari kata yang Pak Hakim barusan menang itu.


Seseorang mengetuk pintu, meminta daftar evaluasi kinerja pengacara publik pada Pak Hakim. Pak Hakim menyerakannya, tapi ia meminta kembali daftar milik Eun Hye lalu merobeknya di depan Eun Hye.

"Aku akan meluluskan setelah mengisi ulang ini lagi."

Eun Hye syok melihatnya.


Eun Hye berdebat dengan petugas karena ia tidak bisa mengajukan sidang ulang, ia menduga gara-gara Pak Hakim tadi.

"Bukan hanya Hakim Kim. Semua hakim berpendapat sama. Mereka bilang Anda malah mengganggu persidangan, alih-alih membuat pembelaan. Anda harusnya jangan berlebihan."

Eun Hye tidak terima, berlebihan apanya? Eun Hye merasa ini tidak adil. Petugas gampang sekali mengatakannya karena ini bukan urusan petugas.


Disebelahnya ada pengacara Jung Woo yang marah-marah pada petugas, ia tidak mau lagi membela Jung Woo. Ia menyerahkan surat pengunduran diri. Petugas menahannya soalnya sidang kedua sudah di depan mata.

"Apanya yang mau ditahan? Apa maksudmu tahan dulu? Lihat ini. Lihat! Aku akan memotong biaya.. tapi kasus penganiayaan tidak ada apa-apanya, di bandingkan dengan yang dia hadapi sekarang. Terserahlah, pokoknya cari saja orang lain. Aku menyerah."


Si petugas itu bingung karena tidak memiliki bayangan diapa kira-kira pengacara publik yang mau. Eun Hye mengajukan diri untuk mengambil kasus itu.

"Kalau aku mengambil kasus ini, pengangkatanku akan dipertimbangkan lagi, kan?"

Petugas itu awalnya ragu tapi petugas yang tadi melayani Eun Hye mengangguk. Akhirnya petugas mengijinkannya asalkan Eun Hye mendapatkan surat persetujuan dulu dari terdakwanya.

Eun Hye yakin bisa mendapatkannya. Ia undur diri tapi balik lagi, ia lupa menanyakan kasusnya tentang apa.


Eun He di rumahnya melihat kasus Jung Woo. Ia mendesah, kenapa harus Jaksa Park Jung Woo dari sekian banyak orang?

Kilas balik...


Dulu Eun Hye pernah melawan Jung Woo dalam kasus penikaman. Pelakunya adalah istri korban yang selama ini mengalami kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh korban.

"Dia sadar hidupnya ada dalam bahaya. Dengan instingnya.. dia menikam suaminya untuk pertahanan diri. Jaksa. Bukankah itu namanya pertahanan diri?"

Jung Woo membenarkannya. Itu pertahanan diri. Kalau Eun Hye bicara kebenaran, ini memang pertahanan diri. Eun Hye tidak mengerti, apa maksudnya Jung Woo menuduhnya memberikan informasi palsu?


Jung Woo menggunakan dua gelas sebagai perumpamaan. Gelas pertama --> ada kejadian penganiayaan yang menyebabka korban dirawat selama 2 bulan. Gelas kedua --> terdakwa merasa hidupya dalam bahaya karena penyerangan itu, dan secara tergesa-gesa menikam sebanyak dua kali untuk bertahan.

Lalu Jung Woo mendekatkan kedua gelas itu. Sebelumnya, kasus itu dianggap pertahanan diri, Eun Hye setuju.

Tapi kemudian Jung Woo menjauhkan kedua gelas. Tapi bagaimana kalau  melihat dua kejadian ini secara terpisah? Apa namanya masih pertahanan diri?


Terdakwa menangis mendengarnya. Juga ada dua putri terdakwa yang menunggunya di kursi penonton.

Jung Woo mengatakan. Penganiayaan terjadi di pagi hari, dan istrinya menikam sang suami di malam hari. Ia memasukkan ini sebagai barang bukti.

"Berdasarkan pasal 250 dari hukum pidana.. hukuman dari kejahatan pembunuhan terhadap sang suami, aku menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara."


Usai persidangan, Eun Hye memanggil-manngil Jung Woo yang sedang berjalan. Ia berkali-kali memanggil tapi Jung Woo tidak mengindahkannya. Akhirnya Eun Hye terpaksa mendahului Jung Woo agar Jung Woo mau berhenti.


"Kau dengar aku memanggil. Kenapa kau mengabaikanku? Kau benar-benar tidak punya sopan santun."

"Apa kau punya sesuatu lagi untuk dikatakan? Pengacara Publik Seo."

"Kau harusnya menunjukkan belas kasihmu."

"Belas kasih? Aku sudah menunjukkan belas kasih."

"Apa maksudmu?"

Jung Woo menjelaskan, belas kasih yang ditunjukkan oleh seorang jaksa adalah memberikan hukuman yang sesuai berdasarkan hukum yang berlaku. Eun Hye menjelaskan kalau terdakwa mengulur waktu karena anaknya. Dan menjauhkan dia dari anak-anaknya selama 5 tahun adalah kebenaran yang dilakukan hukum, ya kan?

Jung Woo menasehati jika Eun Hye mau menang, seharusnya Eun Hye tidak mempercayai terdakwanya. Eun Hye tahu kenapa selalu kalah? Itu karena Eun Hye hanya mengambil kasus yang kau sudah tahu kalau Eun Hye akan kalah.


Setelah mengatakanya, Jung Woo pergi. Eun Hye tak terima, ia meneriaki Jung Woo dengan bahasa informal, "YAA!"

Eun Hye cuma keceplosan. Jung Woo hanya menanggapinya dengan desahan lalu melanjutkan jalannya. Eun Hye juga kelihatan tidak enak. Tapi setelah Jung Woo kembali berjalan ia mengatakan sumpahnya,

"Aku akan menang di persidangan berikutnya. Lihat saja."


Kilas balik selesai...

Eun Hye jadi ragu, apa Jung Woo akan mengijinkannya menjadi pembela.


Eun Hye mengambil kamus, ia menyimpan sebuah foto disana. Fotonya bersama Ayahnya.

Tiba-tiba bibi masuk mengajak makan. Eun Hye cepat-cepat menyembunyikan foto itu. Untung saja bibinya tidak curiga.


Kilas balik...

Eun Hye kecil mengunjungi ayahnya di penjara. Ayahnya menegaskan bukan dia pelakunya. Eun Hye tahu hal itu, ia akan membuktikan ayahnya tidak bersalah dan meminta ayahnya menunggu.

Kilas balik selesai...

"Kau akan membiarkanku mengambil alih kasusmu. Park Jeong Woo-ssi." Ucap Eun Hye setelah menghapus airmatanya.

Jun Hyuk menemui Jung Woo di sel tahanan. Jung Woo terharu, ia memohon pada Jun Hyuk agar ia bisa keluar, Ha Yeon pasti sudah menunggunya.

"Ada banyak hal yang harus kulakukan. Ayo pergi. Apa kau bawa mobilmu?"


Jun Hyuk menahan Jung Woo. Jung Woo masih memaksa, ini semua cuma bercanda dan mengajak Jun Hyuk segera pergi.

"Jeong Woo ~ yaa."

"Jun Hyuk. Katakan padaku semua ini tidak benar. Sekarang! Katakan padaku ini semua tidak benar. Sekarang! Kumohon, katakan ini semua salah. Jun Hyuk, katakan padaku ini semua bohong."

Jung Woo terduduk lemas, ia menangis pilu. Ia terus memohon pada Jun Hyuk agar mengatakan kalau semua ini tidak benar.


Jun Hyik menunjukkan foto-foto kasus Jung Woo. Jung Woo bertanya lagi, apa ia benar-benar melakukannya. Jun Hyuk membenarkan, sejauh ini memang Jung Woo pelakunya.

"Aku tahu kau tidak akan membuat kesalahan. Apa aku mencurigai Ji Soo berselingkuh?"


"Semuanya tidak jelas kecuali itu."

Jung Woo merasa itu tidak mungkin. Ji Soo tidak mungkin berselingkuh. Jun Hyuk bertanya, apa benar Jung Woo tidak ingat.

"Tidak. Sama sekali tidak. Aku tidak ingat apa-apa. Hari itu ulang tahun Ha Yeon."

Jun Hyuk menjelaskan kata dokter kalau Jung Woo ada kemungkinan bisa mengembalikan ingatannya yang hilang.


Jung Woo tambah sedih, hilang? Apa ingatannya sudah rusak?

"Hei, Jun Hyuk. Kalau begitu kenapa aku masih hidup? Kalau aku membunuh Ha Yeon dan Ji Soo dengan tanganku sendiri, kenapa aku masih hidup?"

"Jeong Woo ~ yaa"

"Katakan! Kenapa aku masih hidup? Kenapa?"

Jung Woo terisak, ia tidak ingat apa-apa. Apapun. Ulang tahun Ha Yeon masih terasa baru kemarin, tapi ia tidak bisa mengingat hal lain. Apa yang terjadi pada Ha Yeon?

"Kau belum.. mengingat hal yang paling penting." tanya Jun Hyuk.


Seseorang menggali di banyak temat untuk menemukan jenazah Ha Yeon.

"Ha Yeon ~ aa Paman akan.. Paman akan.. menemukanmu." Janji orang itu dan ia terus menggali.


Jun Hyuk memberikan catatan dari insiden yang menimpa Jung Woo pada Jung Woo. Itu akan membantu Jung Woo mengingat semua. Ia berharap Jung Woo menjaga diri baik-baik.

Jung Woo menerimanya dan petugas kembali membawanya kedalam sel.


Jun Hyuk menemui Kepala tahanan. Pak Kepala mengatakan tidak akan mengirim Jung Woo ke ruang hukuman jika Jung Woo tidak bikin masalah.

"Kumohon, jaga dia dengan baik."

"Itu tidak sulit, sih. Kita ada di sini kan untuk saling menolong."


Jung Woo kembali ke dalam sel bersama yang lain. Di dalam ada Lee Sung Gyoo (Kim Min Suk) yang sedang melipat cucian. Sung Gyo menanyakan keadaan Jung Woo.

Melihat Jung Woo seperti linglung, Sung Gyo Menduga Jung Woo telah mengalami masa yang sulit. Sung Gyoo menyuruh Jung Woo melepas sepatunya. Ia menunjukkan loker Jung Woo.

"Mereka semua sedang keluar untuk kerja. Aku adalah tahanan yang sedang dalam masa persidangan."


Sung Gyoo lalu menunjuk baju Jung Woo, disana nomor tahanan serta namanya berwarna merah. Sung Gyo menjelaskan kalau mereka hanya bercanda (yang mewarnai dari putih menjadi mera). Sung Gyo memberikan baju yang lain. Jung Woo diam saja, akhirnya Sung Gyo meletakkannya di lantai dan meminta Jung Woo memakainya kapanpun Jung Woo mau.


Jung Woo membuka berkas kasusnya dengan harapan ingatannya bisa kembali tapi baru halaman pertama ia sudah tidak sanggup.


Saat malam hari setelah pemeriksaan oleh petugas,Jung Woo membuka kembali berkas kasusunya.


Pemeriksaan pagi. Satu sel disuruh berhitung. 1-Milyang, 2-Mongchi, 3-Wooruk, 4-tanpa nama. Keempatnya berhitung. Tiba giliran Jung Woo, mereka semua terkejut karena Jung Woo mau ikut berhitung. Paling terakhir adalah Seong Kyu.


Saat makan mereka membicarakan mengenai persidangan Seong Kyu. Seong Kyu akan bertemu jaksa besok di luar. Semua berpesan agar Seong Kyu memohon pada jaksa.

Obrolan berlanjut soal terdakwa yang diletakkan satu sel dengan terpidana. Ada yang menyahut kalau tidak ada sel lain. Yang satunya membantah, tapi tetap saja, disana kan penjara bukan penginapan. Keadaan negara benar-benar memprihatinkan.

Miryang kelihatan berpikir, Mongchi tanya ada apa. Miryang hanya tidak mengerti, penginapan itu apa. Mongchi kasihan, ia menyuruh Miryang datang mengunjunginya lain kali nanti ia akan tunjukkan.


Seong Kyu selesai mencampur nasi dengan bumbu, ia memberikannya untuk Jung Woo. Ia merasa Jung Woo suka dengan makanan itu. Miryang mengatakan pada Jung Woo kalau Seong Kyu peduli padanya.

Seong Kyu menyuruh Jung Woo memakannya habis itu mereka akan olahraga bersama.


Jung Woo dan seluruh tahanan yang ada di giring ke lapangan. Disana kebanyakan mereka bermain bola. Tapi Jung Woo malah diam saja mengamati.


Seong Kyu mendekati Jung Woo. Ia menanyakan bagaimana perasaan Jung Woo, diluar enak, kan?

"Kalau dilihat-lihat, di sini ada orang yang dulu kau penjarakan, kan? Kau tahu kenapa mereka tidak balas dendam padamu sekarang? Mereka takut kau akan bebas nanti. Makanya mereka tidak mau ambil resiko." Ucap Seong Kyu.

"Dibebaskan?" Gumam Jung Woo.


Seong Kyu lalu memaksa Jung Woo untuk jalan-jalan, 10 menit saja soalnya Jung Woo selama ini hanya diam di dalam sel sepanjang hari.


Kepala Penjara ternyata berhubungan dengan Min Ho. Ia melarang Min Ho khawatir karena tidak akan ada masalah dengan persidangan keduanya. Min Ho mengerti lalu menutup telfon. Ia tersenyum senang.


Eun Soo berlari kepelukan Min Ho. Ia memamerkan mainan yang dibelikan ibunya. Min Ho menganggapinya dengan sangat ramah seperti cara Seon Ho memperlakukan Eun Soo. Sementara Yeon Hee diam saja.


Saat perjalanan untuk menemui CEO Cha, Eun Soo bercengkrama dengan Min Ho tapi Yeon Hee tetap saja diam.


Sebuah bis tahanan membawa terpidana untuk dipindahkan ke penjara yang baru, penjara yang dihuni Jung Woo. Salah satu dari mereka adalah Cheol Sik, tahanan pembunuhan. Ia kesal dipanggil pembunuh karena ia tidak pernah melakukannya.

"Aku dengar Jaksa Park Jeong Woo ada di sini." Gumamnya, mungkin ia berniat balas dendam pada Jung Woo.


Jun Hyuk meminta kembali catatan sidang pertama kasus  Jung Woo pada staf-nya. Si staf bertanya untuk apa. Jun Hyuk cuma mau memastikan kalau ia tidak melewatkan apapun.

"Tasnya tidak ditemukan.. tapi itu kasus yang sudah jelas sekali." Jawab staf.

"Aku melakukan ini hanya untuk memastikan."

Staf mengerti.


Jun Hyuk mempelajari berkas itu sampai larut. Lalu ia memutar CCTV yang merekam seorang pria memindahkan koper dari ruman ke bagasi mobil. Tapi wajahnya ditutup masker jadi tidak kelihatan di CCTV.


Jun Hyuk mendesah, Apa benar Jung Woo melakukannya? Ia melihat lagi rekamannya. Disana pria itu memastikan tidak ada yang melihat baru masuk ke dalam mobil.


Di dalam sel. Jung Woo juga memikirkan hal itu, lalu pria di dalam mobil membuka maskernya. Dia adalah Jung Woo.

Jun Hyuk: Kenapa kau lakukan itu? Jeong Woo ~ yaa


3 komentar

Dilanjut ya kak... Kayaknya seru ,...move on dari drama romance goblin baca drama thriller

Unnie ko blom di update sih episode 3 sma 4 nya....
Di tunggu yah😁😁

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...