Monday, January 16, 2017

Sinopsis Naked Fireman Episode 1 Part 1

Sumber Gambar dan Konten dari KBS2

Sinopsis Naked Fireman Episode 1 Part 1


Dalam sebuah ruangan terjadi kebakaran. Kamera fokus pada pintu yang ada di sana dan pintunya terbuka, ada seorang anak yang masuk.


Seorang pria yang duluan ada di sana berseragam sekolah buru-buru menjauh dari sana. Tapi tiba-tiba waktu berhenti, cuma anak tadi yang bisa bergerak.


Ia terus berjalan lebih dalam dan melihat pria berseragam itu, anakitu berbalik tapi sebuah suara melarangnya, jangan lari, lihatlah wajah penjahatnya.

"Aku takut. Dia akan membunuhku."

"Tidak. Dia tidak bisa menyakitimu Nona Han Jin Ah. Kau aman, Tidak apa-apa. Ambil napas yang dalam dan lihat wajahnya."

Jin Ah mendekati pria itu tapi perhatiannya teralih ke foto keluarga yang di dinding. Tiba-tiba waktu berjalan lagi, api melalap foto itu dan pria tadi melarikan diri.


Jin Ah terbangun, ternyata ia sekarang sudah dewasa, ia berusaha mengingat kejadian waktu ia kecil dengan metode hipnotis. Jin Ah menyesal karena tidak bisa melihat wajahnya lagi. dokter akan mengambilkan teh, dan ia menitipkan Jin Ah ke detektif yang menunggu disana. 


"Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Bahkan aku bisa merasakan usahamu."

Jin Ah merasa bersalah karena detektif yang membawanya kesana tapi tidak ada yang didapatkan. Detektif malah yang seharusnya minta maaf, ia seharusnya sudah menangkapnya saat itu.

"Kita memiliki waktu yang sulit, tapi Aku ingin tahu bagaimana hidupnya." Ucap Jin Ah. 


Petugas pemadam kebarakan sedang menuju ke lokasi kebakaran dan mobil mereka terhalang oleh sedan putih 6701. Kang Cheol Soo minta baik-baik agar mobil itu minggir tapi tidak diindahkan akhirnya ia membentak. 


"Hei, bersikap sopan." Tegur Jang Gwan Ho (Ketua Tim). Cheol Soo beralasan kalau mobil itu tidak akan bergerak kalau ia sopan.

"Aku katakan padamu untuk menjaga martabatmu... sebagai petugas pemadam kebakaran kan?" Ketua Tim Jang mengingatkan.

Cheol Soo membantah, martabatnya tidak penting ketika seseorang akan mati. Ketua Tim Jang mengandai, bagaimana jika pengemudi mobil itu shock dan menyebabkan kecelakaan? Apa Cheol Soo akan tanggung jawab?

Supir mereka Dae Young hanya mendengar perdebatan itu. Ketua Tim Jang menyuruhnya menyetir dengan hati-hati. Tapi Cheol Soo tak membiarkannya, malah menyuruh Dae Young untuk cepat. Dae Young menuruti Cheol Soo menyetir dengan cepat. 


Mereka sampai di lokasi. Ketua Tim Jang membagi tugas, Nam Il, Dae Young menyiapkan pompa. Joon Ho memeriksa daftar tamu. Sementara ia dan Cheol Soo masuk ke dalam. 


Nam Il mendapat laporan kalau ada seorang yang belum keluar di kamar 416. Ia lalumemberitahu Ketua Tim Jang dan Cheol Soo.

Mereka berhasil menemukan titik api dan dengan peralatan yang dibawanya, mereka membuka paksa pintu kemudian menyemprotnya dengan air.  


Cheol Soo naik ke atap sementara Ketua Tim Jang keluar. Di atap, ia melihat seorang Ahjussi yang hendak melompat. Cheol Soo melepas maskernya, ia meminta Ahjussi untuk menjauh dari tepi.

"Aku melakukannya karena aku sangat marah. Aku tidak tahu api akan jadi sangat besar."

"Apa kau merencanakan untuk membakar tempat ini?"

Ahjussi sudah memutuskan, toh jika ia keluar ia juga akan masuk penjara, jadi lebih baik ia loncat saja. Cheol Soo mempersilahkan dan ia akan berpura-pura seperti aku tidak pernah melihat Ahjussi itu. Jadi Ahjussi bisa melakukannya dengan senang hati.

"Hey!" Bentak AHjussi.

Cheol Soo balik membentak, KENAPA. Ahjussi mengingatkan kalau Cheol Soo itu pemadam kebakaran jadi seharusnya meyakinkannya untuk hidup.

"Maka kesinilah. Jika kau ragu, kau tidak bisa keluar."

Ahjussi mengingatkan lagi, jika ia keluar maka ia akan masuk penjara. Ia lebih baik mati sekarang. Tapi ia kelihatan gemetaran takut dan terus melihat ke arah Cheol Soo. 


Cheol Soo hilang kesabaran, ia mencopot tabung oksigennya lalu mendekati Ahjussi. Karena Ahjussi itu takut melompat maka ia akan membantunya dan ia mendorong Ahjussi sehingga jatuh bersamanya.

Tapi tenang, di bawah sudah ada kasur udara ekstra besar yang menunggu mereka jadinya mereka tidak terluka.


Anggota tim yang lain membatu ChulSoo dan Ahjussi untuk berdiri. Ahjussi memarahi Cheol Soo karena Cheol Soo hampir membunuhnya tadi.

Cheol Soo belum sempat menjawab karena atap yang tadi meledak. Cheol Soo menggerutu, hampir saja ia mati tadi. 


Cheol Soo mendapat teguran dari Ketua Tim Jang. Ketua Tim Jang akan menendang kaki Cheol Soo tapi Cheol Soo nya sigap. segera menghidar. Tak bisa menendang, Ketua Tim Jang menjepit leher Cheol Soo setelah berhasil membuat Cheol Soo menunduk dengan bujukan ada uang di lantai


Dae Young, Joon Ho, Nam Il melihat hal itu. JoonHo bertanya, haruskah mereka menyelamatkan Cheol Soo. Nam Il menjawab kalau Chul  Soo takakan mati.

Cheol Soo berusaha melepaskan diri, ia mengklaim apa yang dilakukannya tadi sudah benar, ia sudah menyelamatkan Ahjussi itu.

"Apa yang kau pikirankan saat kau mendorongnya seperti itu? Dia sangat marah hingga ia ingin menuntutmu, dan dia akan memanggil wartawan juga."


Cheol Soo kekeh, Ahjussi tadi tidak mau mendekat padanya jadi ia tidak punya pilihan lain. Ketua Tim Jang bertanya, bagaimana Cheol Soo akan membuktikannya?

"Itu... yang harus Anda pikirkan." Jawab Cheol Soo.

Ketua Tim Jang menjelaskan, jika ini menjadi masalah, Cheol Soo akan dihukum. Jadi kunjungi Ahjussi itu dan minta maaflah. oke?

Cheol Soo berhasil melepaskan diri, ia tidak sudi minta maaf, kenapa juga ia melakukan hal itu. Ketua Tim Jang kesal, lalu apa lagi yang bisa Cheol Soo lakukan?

Cheol Soo dengan tegas mengatakan kalau ia berhenti, ia juga minta teman-temannya untuk tidak menghentikannya. Tapi Ketua Tim Jang dan yang lain malah bersorak ria,

Cheoll Soo kesal dan pergi untuk membuktikan omongannya. Ketua Tim Jang menghitung dengan jari, tepat hitungan ke-lima Cheol Soo kembali.


"Sulit untuk mendapatkan pekerjaan dalam perekonomian sekarang, jadi Aku tidak akan berhenti hari ini."

Ketua Tim Jang menrangkulnya, Cheol Soo akan minta maaf, kan? Wajah Cheol Soo masih masam tapi ia tidak punya pilihan lain. Ketua Tim Jang senang melihatnya. 


Ketua Tim Jang dan Cheol Soo mengunjungi Ahjussi. Cheol Soo minta maaf tapi sangat dipaksakan. Ahjussi berlagak kesakitan, ia pikir ia akan mati,

"Apa kau menyebut dirimu seorang petugas pemadam kebakaran? Bahkan anjing dan sapi dapat menjadi petugas pemadam kebakaran belakangan ini."

Cheol Soo menjawab kalau anjing dan sapi tidak bisa menjadi petugas pemadam kebakaran karena hukum tidak akan mengizinkannya. Ketua Tim Jang menyenggolnya untuk berhenti.

Ahjussi memperingatkan Ketua Tim Jang agar tidak terlibat dengan Chuul Soo karena Wajah Cheol Soo mengatakan bahwa Cheol Soo memiliki keberuntungan yang mengerikan.


Jin Ah keluar dari ruang dokter, ia mengingat kata dokter kalau hipnotis bukanlah satu-satunya jawaban. Mereka butuh waktu.

Karena tidak terlalu fokus, ia hampir bertabrakan dengan anak-anak yang berlari dan pita yang dipegang anak itu terlepas. Tapi hal itu malah mengingatkan Jin Ah akan kejadian kebakaran waktu itu.


Jin Ah berlari mengejar pelaku padahal orang tuanya memanggilnya untuk berhenti karena terlalu bahaya. Jin Ah hanya mampu menangkap baju pelaku itu dan itu memperlihatkan luka bakar di punggung sebelah kanan bawah si pelaku. Jin Ah lalu kembali ke ruang dokter. 


Cheol Soo ke pemandian umum bersama Ketua Tim Jang. Ia berandai, bukan tidak mungkin Ahjussi tadi mengulangi perbuataanya tadi dan jika ia harus menyelamatkan AHjussi itu lagi, tidak bolehkan ia memperlakukannya seperti tidak pernah mengenalnya?

Ketua Tim Jang menasehati, Cheol Soo tidak bisa untuk menentukan siapa yang diselamatkan Saat Cheol Soo akan menjadi pemadam kebakaran yang sesungguhnya. Cheol Soo mendesah, ia sudah menyelamatkan pelaku pembakaran hari ini. Ia pasti akan dikutuk.

"Apa kau menyesal menjadi petugas pemadam kebakaran?"

"Ini lebih ke pengkhianatan daripada penyesalan. Aku pikir itu mengagumkan, tapi itu sulit. Ini bukan untukku."

"Apa pendapatmu tentangku? Akulah yang menyeretmu ke bidang ini."

"Kenapa Anda... narus begitu keren? Anda tampak keren waktu itu... Jadi masuk ke bidang yang salah."

Tapi raut wajah Ketu Tim Jang berubah, ia mengedipkan mata dan menggeleng. Cheol Soo tak melihatnya karena Ketua Tim Jang memunggunginya. Cheol Soo hanya mengira kalau Ketua Tim Jang tidak mendengarkan omongannya. 


Saat ganti pakaian, kita melihat kalau Cheol Soo memiliki bekas luka bakar di punggung kanan bawahnya (sama seperti pelaku). Ketua Tim Jang menggodainya, Cheol Soo tak mungkin dapat pacar dengan bekas luka itu, wanita akan lari ketika mereka melihatnya.

"Anda mungkin tidak akan pernah mengerti. Tapi dengan wajah seperti ini, tidak akan dianggap cacat."


Ketua Tim Jang membenarkannya. Tiba-tiba Ketua Tim Jang sempoyongan, Cheol Soo khawtir, kenapa? Ketua Tim Jang mengatakan kalau ia tidak apa-apa tapi sedetik kemudian ia jatuh pingsan. 


Jin Ah kecil berlari mengejar pelaku, pelakunya berjalan agak pincang. Jin Ah berhasil memegang baju si pelaku dan ia memanngil ayah ibunya.


Ayah Ibu Jin Ah mendekat, mengetakan kalau itu bahaya. Si pelaku kabur dengan memanjat pagar dan Jin Ah sempat melihat bekas luka bakar di punggungnya. 


Jin Ah besembunyi di dalam almari, ia membekap mulutnya agar tidak bersuara. Si pelaku masuk, mencari-cari Jin Ah. Jin Ah bisa melihat tangan si pelaku berdarah.

Si pelaku menyisir ruangan dan askhirnya ia membuka almari. Jin Ah ketakutan setengah mati, terlihat logo sekolah di saku pelaku "SMA Gachon". Lalu terdengar suara sirene polisi. 


Dokter meminta Jin Ah membuka matanya. Ia tersadar, saking terkejutnya ia susah bernafas. Dokter memberikan tasnya, ia segera mengambil alat bantu nafas disana.

"Jin Ah. Apa kau baik-baik saja?"

Setelah nafasnya agak teratur, Jin Ah menjawab kalau akhirnya ia mengingatnya. 


Ketua Tim Jang harus berhenti dari pekerjaannya. Ia mengucapkan salam perpisahan pada bawahannya satu per satu.

Untuk Nam Il, ia minta maaf karena menjadikkanya kapten begitu tiba-tiba. Tapi ia lega Nam Il yang akan memimpin. Nam Il meminta Ketua Tim Jang menghubungi jika ada sesuatu.

"Seperti apa? Pemakaman?" Canda Ketua Tim Jang.


Selanjutnya Dae Young yang paling pendiam namun tercepat. Ia selalu merasa yakin untuk berterima kasih padanya.


Si bungsu Joon Ho yang baik dan selalu baik pada semua orang. kantor pasti membosankan tanpa Joon Hoo. Semoga berhasil!

"Terima kasih." Ujar Joon Ho menangis.


Giliran Cheol Soo. Berbeda dengan yang lain, Cheol Soo bicara terlebih dahulu, ia tahu dirinya adalah favorite Ketua Tim karena selalu memperlakukannya secara berbeda.

"Apa kau makan daging babi pedas untuk makan siang?"

Cheol Soo heran, bagaimana bisa tahu, apa Ketua Tim Jang bisa membaca pikiran orang sekarang. Tidak, Ketua Tim melihat bekas saus di bibir Cheol Soo dan ia mengelapnya dengan jarinya.

"Jangan mendapat masalah. Jangan kehilangan kendali. Jangan menyebabkan masalah."

Cheol Soo memalingkan pandangan, sekalian saja suruh dia tidak melakukan apapun. Yang terakhir, Ketua Tim Jang berpesan agar jangan sampai terluka.

Sekedar Informasi, Cheol Soo bekerja di distrik Gachon.


Cheol Soo yang paling lama di luar setelah Ketua Tim Jang pergi. Saat ia akan masuk, ada seorang yang datang. Oh Sung Jin. 


Cheol Soo mengajak Sung Jin ke rumahnya, mereka sangat akrab sepertinya. Cheol Soo kehilangan kuncinya. Sung Min ada ide, ia membuka pintu Cheol Soo dengan kawat.

"kau bilang kau berhenti. Kenapa kau masih begitu bagus?"

Sung Min beralasan kalau tubuhnya masih mengingat hal itu jadi ia tak bisa apa-apa.


Cheol Soo memasakkan ramen untuk temannya itu. Saat makan, Sung Min menawari Cheol Soo dengan gaji 10,000 dolar hanya dalam seminggu. Cheol Soo menyuruh Sung Min saja yang melakukannya kalau begitu.

"Aku tidak bisa, tetapi itu kesempatan besar."

"Terserah. Aku tidak akan melakukannya."

"Setidaknya kau harus mendengarku."

"Tidak perlu. Aku sudah tahu itu ilegal."

"Haruskah Aku menawarkan sesuatu yang akan merugikanmu?"


Sung Min berlagak tak tertarik lagi tapi malah Cheol Soo yang semakin penasaran, tentang apa. Sung Min mulai menjawlaskan, dengarkan baik-baik, ada seorang gadis.

Cheol Soo teringat pesan Ketua Tim Jang agar tidak menyebabkan masalah. Ia langsung menutup telinganya dan meminta Sung Min tidak melanjutkan. Sung Min menegaskan kalau Cheol Soo akan menyesal nanti tapi Cheol Soo tidak terpengaruh.


Jin Ah mewawancarai model pria yang memiliki bekas luka bakar di punggung. Hari ini ia mendapatkan satu tapi tidak cocok, walaupun begitu ia memberi gaji sebagai imbalan bersedia diwawancara.

Bibi Jin Ah, Han Song Ja masuk saat model tadi keluar.

"Lagi? Apa semua seniman sepertimu... atau kau satu-satunya yang seperti ini?"

"Itu bukan urusanmu."


Song Ja tak mengerti kenapa Jin Ah begitu pemilih. Di studio Jin Ah ada buku-buku tentang Psikoterapi Modern dan Profiling Kriminal. Song Ja tidak berhenti bicara, ia menyarankan Jin Ah untuk kembali sekolah atau mencari hobi baru, Pergi keluar untuk sebuah perubahan.

Jin Ah malah langkah keluar tanpa memperdulikan omongan Song Ja. sementara Song Ja terus saja bicara sambil mengikutinya, Song Ja menyarankannya untuk bertemu teman-teman atau berkencan.

"Kapan terakhir kali kau pergi keluar? kau jelas memiliki gangguan. Cari model? kau hanya kehilangan bertemu orang-orang. Kembali ke sekolah! Berapa lama kau akan hidup seperti ini?"

Jin Ah bertanya balik, bukankah bibinya datang untuk meminta sesuatu. Song Ja terkejut, ia memegang tangan Jin Ah. "Aku perlu uang."

" Bibi. kau tidak akan hidup dari uangku selamanya kan?"

Jin Ah menarik tangannya lalu menutup pintu studionya  dengan keras.


Jin Ah membuka pintu brankasnya. Di sana ia menyimpan foto yang berhasil selamat dari kebakaran waktu itu. Foto keluarganya, ayah dan ibunya serta dirinya. 


Song Ja mengintip, tapi saat ia berbalik, ia kaget sekali karena tiba-tiba Jung Soon di belakangnya.

"Apa yang kau lakukan di sana?" Sergah Song Ja.

"Kenapa kau sangat terkejut? Aku bertanya-tanya siapa yang kau intip."

Song Ja mengelak, ia tidak mengintip siapapun dan ia segera pergi dari sana. 


Cheol Soo menjenguk Pak Jang di Rumah sakit. Ia mengatakan kalau Pak Jang kelihatan lebih tua. Pak Jang dengan gaya cerianya mengatakan kalau ia menjalani kemoterapi dan itu hal terbaik untuk memperpanjang usianya.

"Astaga. kau harusnya sudah mati atau terluka di lokasi. Bagaimana kau bisa terkena kanker? kau bahkan tidak bisa dianggap mati di pos."

"Hei. Aku tidak punya niat untuk mati. Jangan mengatakan itu.

"Wajahmu begitu gelap... tidak mengejutkan bagimu untuk mati besok."

Pak Jang melarang Cheol Soo datang lagi tapi Cheol SOo malah tersenyum. Pak Jang menyuruh istrinya untuk mengusir Cheol Soo tapi malah tidak ada disana.

"Di mana istriku? Apa kau melihatnya?"


Istrinya Pak Jang (Ibu Jang) memegang poster pinjaman 10,000 dolar. Tapi ia masih bingung mau menghubunginya atau tidak.

Cheol Soo mendekat, apa Ibu Jang butuh sekali uang itu. Ibu Jang mengatakan kalau rumah sakit disana hanya bisa malakukan operasi tapi ada seorang dokter Di Seoul yang bersedia untuk melakukan operasi.

"Aku ingin dia mendapat kesempatan untuk hidup. Maka ia harus dioperasi tidak peduli apapun."

Tapi butuh 10,000 dolar untuk memindahkan Pak Jang ke rumah sakit Seoul. Keluarga juga harus membiayai anak-anak sekolah dan sekarang mereka tidak mempunya tabungan sebanyak itu.

"Dia menjalani hidupnya untuk menyelamatkan orang lain. Aku merasa begitu buruk baginya."


Cheol Soo mengingat penawaran Sung Jin yang bisa memperoleh 10,000 dolar hanya dalam seminggu. Ia meminta Ibu Jang menunggu seminggu saja tapi tanpa menjelaskan apapun ia langsung pergi meninggalkan Ibu Jang dalam kebingungan. 


Cheol Soo menghubungi Sung Jin, ia bersedia untuk 10,000 itu. Apa yang perlu dilakukan?


Besoknya, Cheol Soo mengikuti gps menuju ke xebuah rumah. Gede rumahnya.

Sebelumnya...


Cheol Soo menemui Sung Jin dan pacarnya (Song Ja). SOng Ja dan Cheol Soo saling berkenalan.

"Aku mendengar kau teman masa kecil Sung Jin." Ucap Song Ja.

Cheol Soo membenarkan, ia bertanya, apa Song Ja tahu kalau Sung Jin pernah masuk penjara. SOng Ja tahu, Sung Jin adalah orang yang hebat, tapi dia punya teman-teman yang buruk.

"Dia teman yang terburuk." Bantah Cheol Soo.

"Hei, kita tidak di sini untuk membicarakanku." Sung Jin menghentikan.

Saat ini…


gerbang di depan Cheol Soo terbuka. Ia mengamati rumah gede setelah melintas gerbang.

Sebelumnya...


Song Ja menjelaskan tugas Cheol Soo adalah sebagai nude model (model telanjang). Keponakan Song Ja adalah seniman yang mencari laki-laki di akhir 20-an dengan bekas luka bakar di punggungnya.

"Itu kau." tegas Sung Jin.

Cheol Soo ingin menegaskan sekali lagi, jadi ia akan mendapatkan 10,000 dolar dalam seminggu.

"Apa, di mana, dan berapa lama... bagaimana aku harus menunjukkan diri?"

Saat ini... 


Jung Soon menunjukkan dimana studio Jin Ah. Di ruang tamu ada Song Ja tapi Cheol Soo pura-pura tidak mengenalnya karena mereka sudah sepakat.

"Keponakanku kesal kalau aku berpacaran dengan seseorang." Ujar Song Ja sebelumnya.


Akhirnya, Cheol Soo melihat Jin Ah dan masuk ke studionya. Cheol Soo memberikan data dirinya dan disana tertulis nama, Oh Sung Jin.

Sebelumnya...


Cheol Soo galau karena ia adalah seorang pegawai pemerintah jadi dia tidak seharusnya melakukan hal ini. Bisa-bisa dia akan dihukum.

"Hei, kau pikir aku akan tertangkap? Tidak ada kan?" Tanya Cheol Soo.

Sung Jin dan Song Ja berjanji tidak akan memberitahu siapapun dan akan baik-baik saja selama keponakan Song Ja merahasiakannya.

"Dia pasti akan... melaporkanmu." Jujur Song Ja.

Cheol Soo panik, bagaimana kalau ia tertangkap dan mendapat malu tanpa dibayar. Sung Jin lalu mengusulkan ide, ia membiarkan Cheol Soo untuk memakai namanya.

"Kenapa?

"Aku temanmu. Aku bisa melakukan hal itu. Astaga."

Saat ini...


Cheol Soo mengaku sebagai Sung Jin. Jin Ah lalu memintanya untuk melepaskan pakaian. Cheol Soo ragu, sekarang?

"Apa kau tidak di sini untuk menjadi nude model?"

Oh benar, Cheol Soo akan menutup tirai karena terlalu terang tapi Jin Ah melarangnya karena ia tidak suka gelap.

Cheol Soo gelisah. Jin Ah menyuruhnya ke kamar mandi jika merasa malu, Cheol Soo bisa memakai jubah handuk yang ada disana.

Tidak perlu Cheol Soo sudah membulatkan tekat, ia tidak malu kok, kan cuma untuk seni dan mulai melepaskan baju lalu celananya. Jin Ah mengalihkan pandangannya, hanya bagian atas.

"Maaf?" Tanya Cheol Soo.

"Aku bilang aku hanya perlu tubuh bagian atas yang telanjang."

Kebayangkan malunya Cheol Soo, ia langsung menaikkan kembali celananya. Ia minta maaf, dan meminta Jin Ah melupakan apapun yang dilihatnya tadi. 


"Biarkan aku melihat bekas lukamu." Pinta Jin Ah.

Song Ja menghubungi Sung Jin mengabarkan bahwa Cheol Soo sudah datang. Sung Jin meminta Song Ja untuk membujuk Jin Ah, tahu juga kan, kalau mereka membutuhkan Cheol Soo.

Song Ja mengerti.


Jin Ah melihat bekas luka Cheol Soo dan letaknya sangat pas dengan milik pelaku yang dilihatnya. Jin Ah mulai kesulitan bernafas, ia sampai jatuh ke lantai.



2 komentar

Makin penasaran cerita ny Lanjuttt part 2 ny :)

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon