Tuesday, January 17, 2017

Sinopsis Naked Fireman Episode 1 Part 2

Sumber Gambar dan Konten dari KBS2

Sinopsis Naked Fireman Episode 1 Part 2


Cheol Soo mencoba membantu Jin Ah karena ia petugas pemadam jadi sudah sering menghadapi situasi seperti itu. Jin Ah selalu mendorongnya, Cheol Soo mengambil amplop dimeja. Ia memeberikannya pada Jin Ah agar digunakannya untuk bernafas.

Song Ja dan Jung Soon masuk karena teriakan Cheol Soo. Cheol Soo menyuruh mereka mengambil bronkodilator dan menelfon 911.

Keduanya bergerak bagi tugas, sementara Cheol Soo menjaga Jin Ah, 19,500


"Cobalah untuk rileks."

Jin Ah pandangannya semakin mengabur dan alhirnya pingsan.



Jin Ah sudah siuman, Jung Soon keluar untuk mengambilkan air. Song Ja memegang tangan Jin Ah, apa yakin tidak perlu ke rumah sakit?

"Aku baik-baik saja."

Song Ja memuji Cheol Soo, berkat dia Jin Ah bisa selamat. Ia membujuk Jin Ah untuk menerima Cheol Soo jadi modelnya saja.

"Aku pikir dia sempurna untukmu."


Jin Ah melihat Cheol Soo tapi begitu Cheol Soo balas melihatnya, ia langsung memalingkan wajahnya.

Song Ja keluar, Cheol Soo bertanya keadaan Jin Ah. Song Ja bilang Jin Ah baik-baik saja, lalu mengkode Cheeol Soo untuk mengikutinya.


Setelah agak jauh, Song Ja menanyakan penyebab Jin Ah bisa sesak nafas begitu karena sebelumnya Jin Ah tidak pernah terganggu oleh apa pun.

"Dia tiba-tiba saja..." Jawab Cheol Soo, ia mencoba mengingat-ingat dan sampai pada saat ia membuka celananya. Tapi dia mengaku pada Song Ja kalau tidak terjadi apa-apa.


Song Ja mengantar Cheol Soo keluar. Cheol Soo penasaran, apa ia akan diterima. SOng Ja juga tidak tahu, ia tidak bisa menebak apa yang dipikirkan Jin Ah. Tapi jangan khawatir. Cheol Soo memiliki dukungannya penuh.


Jin Ah menatap Cheol Soo yang berjalan keluar, ia menghubungi detektif mengatakan kalau ia sudah menemukannya.

Cheol Soo berbalik dan melihat Jin Ah di jendela. Cheol Soo membujuk Jin Ah untuk menerimanya, ia bahkan sampai menunjukkan pose yanng dilihatnya diinternet, pokoknya ia bisa melakukan apapun, ia benar-benar sehat juga. Ia juga memiliki keseimbangan.


Jin Ah keluar di balkon. Cheol Soo masih belum menyerah, ia bahkan rela telanjang bulat tanpa biaya tambahan, sampai kaos kaki pun ia lepas asalkan Jin Ah menerimanya.

"kau lulus." Ujar Jin Ah.

Cheol Soo tak percaya. Jin Ah melanjutkan kalau Cheol Soo bisa mulai bekerja besok. Cheol Soo membungkuk berterimakasih dan Song Ja juga senang mendengarnya.

Jin Ah kembali menelfon Detektif, ia minta bertemu besok karena ini hal yang sangat penting.


Jin Ah datang ke kantor polisi lalu makan di restaurant daging. Jin Ah menggenggam kertas, ia ragu untuk memberikannya pada detektif.

Detektif membungkuskan daging untuk Jin Ah, baginya Jin Ah kelihatan cantik saat makan dengan lahap. Detektif berharap mereka lebih sering makan bersama seperti ini tanpa alasan apapun.

Jin Ah nekat memberikan kertas yang digenggamnya. Itu adalah data Cheol Soo yang dikenal Jin AH sebagai Oh Sung Jin. Jin Ah meminta Detektif untuk menangkapnya karena ia sudah ingat semuanya. Si pelaku.


Cheol Soo bercermin, tidak buruk kok (bentuk tubuhnya). Nam Il tanya, apa yang tidak buruk. Cheol Soo menyuruh nam Il untuk mengecilkan perutnya saja.


Dae Young juga akan ganti baju. Cheol Soo minta pendapat, apa sebaiknya ia berhenti menjadi petugas pemadam untuk menjadi mobel, ia punya tubuh yang sempurnya.

Dae Young tidak menjawabnya, ia membuka baju dan tubuhnya jauh lebih bagus dari Cheol Soo, Cheol Soo menatapnya. Setelah memakai seragam Dae Young menjawab kalau ia akan tetap menjadi petugas pemadam kebakaran.

Cheol Soo kesal. Alaram berbunyi dan mereka bergegas menuju lokasi.


Jin Ah mengatakan kalau pelaku menyembunyikan masa lalunya dan berpura-pura normal, namun bekas luka tidak berbohong.

"Pencuri yang ku tangkap melarikan diri... kembali ke villa... dan melakukan sesuatu yang mengerikan."

Jin Ah meminta detektif mencari tahu tentang pelaku. Apa yang dia telah dilakukannya sampai sekarang, ia  harus tahu.


Yang meminta bantuan adalah oemilik gedung yang akan meminta uang sewa tapi ia tidak dibukakan pintu selama dua hari. Si penyewa mengatakan soal gagal ujian PNS. Jadi ia takut dia bunuh diri. Anak jaman sekarang ini melakukan itu.

Nam In memanggil-manggil tapi tidak ada yang menyahut. Cheol Soo menyiapkan peralatan untuk merusak kunci pintu. Si pelapor meminta agar kuncinya tidak di rusak karena ia tidak ingin membayar untuk kunci baru.

Nam Il menjelaskan kalau prioritas mereka adalah menyelamatkan korban dan kalau tidak boleh merusak kunci maka dibutuhkan lebih banyak alat dan waktunya akan lama.

Nam Il belum selesai berdiskusi tapi Cheol Soo sudah bergerak, ia merusak kunci pintu membuat si pelapor syok. Nam Il juga.


Cheol Soo melihat-lihat dan ia bersyukur karena tidak mencium bau apapun. Nam Il memanggil lagi dan ada sahutan minta tolong daro kamar mandi, korban  terkunci di kamar mandi.

Lagi-lagi tanpa minta ijin, Cheol Soo merusak kunci kamar mandi untuk mengeluarkan korban. Mereka lalu membopong korban untuk mendapat perawatan.


Si pelapor marah-marah, kan ia bilang agar jangan merusak kunci, tsrus sekarang bagaimana Nam IL akan memberi kompensasi. Nam Il memohon agar pelapor tenang dulu

"Tenang? Apa kau bisa tenang? Apa yang kau pikir sedang kau lakukan?"


Si pelapor akan memukul Nam Il tapi Cheol Menahan tangannya. Cheol Soo menegaskan kalau kompensasi itu hanya untuk bencana alam.

"Jika kau ingin uang, tuntut kami bukan dengan pukulan."

"Nak. Aku tidak suka nada bicaramu.

"Aku hanya menggunakan nada yang sama dengan yang kau gunakan."


Si pelapor menunjukkan lengannya yang penuh tato, ia selama ini berhasil menahan diri dari kekerasan, tapi anak-anak datang memprovokasinya.

Cheol Soo santai karenapelapor itu bukan satu-satunya.


Jin Ah melanjutkan, detektif pernah bilang kalau seseorang tidak pernah bisa benar-benar menyembunyikan siapa mereka. Sekeras apapun dia berusaha untuk menutupinya, sisi jahatnya pasti terlihat. Akan ada jejaknya.


Si pelapor semakin kesal. Ia akan menunjukkan siapa dirinya sebenarnya. Cheol Soo tidak takut, Nam Il mengingatkan kalau Cheol Soo bisa kehilangan pekerjaannya tapi Cheol Soo tidak peduli.

"Aku terlihat lebih baik dengan seragam biru (seragam Napi) daripada oranye. Bagaimana kalau kita benar-benar berkelahi dan memakai seragam biru bersama-sama?"

Mereka ditonton banyak orang dan orang-orang memotret mereka, tentunya mereka memandang rendah pelapor karena mau memukul petugas.

Pelapor akhirnya melepaskan Cheol Soo. Seragamnya lah yang menyelamatkan Cheol Soo.


Cheol Soo tidak mengijinkan pelapor untuk pergi, ia melah mengambil tangan pelaopr dan memukulkannya ke wajahnya. Si pelapor takut dan melarikan diri. Cheol SOo hendak mengejar tapi ditahan Nam Il.


Song Ja dan Sung Jin berbaring. Mereka lega karena Cheol Soo diterima. Tapi, Song Ja merasa aneh, kenapa Sung Jin dan Cheol Soo bisa berteman, sementara Cheol Soo adalah PNS dan Sung Jin mantan Napi.


Sung Jin berubah murung. Song Ja takut, seharusnya ia tidak menanyakan masalah ini.

"Cheol Soo mengkhianatiku untuk menjadi orang baik. Dia seorang bajing*n sepertiku." Jawab Sung Jin.

Song Ja mengoreksi, Sung Jin bukan orang jahat kok. Orang-orang yang membuat Sung Jin melakukan hal yang buruk lah yang jahat.


Sung Jin mencium kening Song Ja. Song Ja adalah sinar harapan pertama dalam hidupnya. Song Ja tersenyum senang.

Tapi saat kamera di jauhkan ternyata mereka berada di toko perabot. Song Ja berharap mereka bisa menemukan tempat yang bisa disebut sebagai rumah mereka.

"Untuk melakukan itu, kita harus bekerja keras." Ujar Sung Jin.


Detektif menjelaskan, berapa banyak Jin Ah percaya ingatannya. Begitu banyak orang di luar sana yang memiliki bekas luka di punggung mereka. Tapi Jin AH sangat yakin, ia angat betul bagaimana bentuknya.

"Jujurlah! kau menderita amnesia. Ingatanmu tidak cukup dijadikan bukti."

Sangat disayangkan, detektif tidak bisa menemani Jin Ah makan lagi, berharap mereka bisa menyelesaikannya suatu hari. Jin Ah memanggilnya lagi.


"Apa kau tahu berapa banyak polisi yang terlibat? 3,200 orang. 3,200. Tapi kami tidak pernah menangkap pelaku. Sekarang, setelah 10 tahun, ia muncul di depanmu? Apakah dia sebodoh itu? Apa kau pikir ini masuk akal?"

Sung Jin menelfon Jin Ah, ini suara Sung Jin sendiri. Jin AH menyelakan speaker jadi detektif bisa mendengarnya.

Sung Jin meminta Jin Ah datang saja ke rumahnya untuk pekerjaan hari ini, ia merasa tidak nyaman di studio Jin Ah soalnya.

Detektif mengelak, Jin Ah menjawab kalau ia akan memikirkannya dulu nanti ia telfon.

Detektif melarang Jin Ah bertemu Sung Jin bahaya. Jin Ah menenangkan, Sung Jin tidak tahu siapa dirinya. SUng Jin bisa keceplosan sesuatu tanpa dia sadari.

Detektif menunjukkan kertas itu lagi, katakahlan entah bagaimana caranya Oh Sung Jin memang si pelaku tapi mereka tidak memiliki bukti.

"Kita perlu bukti. Kita tidak bisa menang tanpa apa pun. Apa kau tahu bagaimana menyiksanya kalah dalam pertempuran? kau akan terluka lebih dari siapa pun."

Jin Ah memutuskan, detektif tidak usah membantunya kalau begitu, ini bukan kekuasaan detektif, ini adalah kasus dingin. Detektif tidak perlu peduli tentang hal ini lagi. Ia mengerti.

Jin Ah pergi tapi sebelumnya ia berterimakasih.


Cheol Soo ke rumah Pak Jang, minta nasihat tentang karir. Cheol Soo tidak bisa lagi melakukannya, sangat tidak cocok dengan dirinya.

"Apa yang terjadi saat ini?"

"Aku sangat marah dan Nam Il Hyeong mengatakan padaku untuk menahannya. Dia mengatakan itu semua salahku."

Sangat menarik, walaupun Cheol SOo tidak menceritakan semuanya, Pak Han sudah bisa membayangkan apa yang terjadi. Cheol Soo tidak mengerti, bagaimana Pak Han bisa melakukan pekerjaan ini selama 20 tahun tanpa berhenti.

Pak Han menyuruh Cheol Soo menunggu sebentar. Pak Han kembali dengan kertas ditangannya. Ia membaca tulisan disana.


"Halo. Ini saya, Cheol Soo, Kang Cheol Soo. Apa Anda ingat siswa SMA?"

Cheol Soo malu dan berusaha merebut kertas itu, Pak Han melindungi kertas itu dan terus membacanya,

"Ini adalah bagian favoritku. Di mana Saya? "Saya selalu terlibat perkelahian dan mengambil uang dari anak-anak.Kata ayah tiriku hal terbaik yang bisa kulakukan adalah meninggalkan rumah. Guruku ingin Aku berhenti sekolah."


Cheol Soo berhasil mengambil kertas itu. Pak Jang pura-pura sakit hingga Cheol Soo lengah dan Pak Jang mengambil kembali kertas itu, ia melanjutkan membaca,

"Saya sangat berantakan sekarang, Tapi Saya bisa membalikkan keadaan jika Saya ingin, kan? Saya ingin menjadi seperti Anda, Ahjussi."

Cheol Soo berusaha mengambilnya lagi tapi Pak Jang selalu lolos. Cheol Soo heran, Pak Jan terlalu gesit untuk orang yang sakit. Pak Jang hanya tertawa.


Jin Ah berpikir keras untuk menemukan bukti dan ia ingat pelaku waktu itu membawa pisau. Jin Ah langsung menepikan mobil. Ia menghubungi Detektif.

"Ahjussi, ada bukti. Pisau. Tidak ada yang menemukannya. Dia pasti masih menyimpannya."


"Sudah lebih dari 10 tahun. Dia sudah menyingkirkan itu.

"Ahjussi sendiri yang mengatakan dia tipe yang bangga dengan kejahatan yang dilakukannya. Anda mengatakan dia akan menikmati membaca tentang kasus ini. Bukankah seseorang seperti itu memegang senjata yang ia gunakan?"

"Jin Ah. Berapa usiamu? tidak bisakah kau mencoba untuk hidup seperti yang orang berusia 23 tahun? Tinggalkan kasus pada petugas dan lanjutkan hidupmu seperti orang berusia 23 tahun. tidak bisakah kau melakukannya?"

"Jika Aku harus bertindak seusiaku, maka Aku masih 13 tahun."

Jin Ah lalu menghubungi SUng Jin, ia setuju bertemu di rumah SUng Jin.


Pak Jang menjadikan surat Cheol Soo sebagai alasan untuk bertahan selama ini. dan sekarang ia memiliki Cheol Soo sebagai alasan.

"Cheol Soo, kau akan mejadi petugas pemadam kebakaran yang luar biasa. Percayalah kepadaku."

"Kedengarannya seperti Aku harus mati di tempat kerja."

"Jangan katakan itu. kau akan sempurna jika kau tidak membuat masalah."

Cheol Soo mengelak, kapan iamembuat masalah?


Cheol Soo mendapat telfon dari Sung Jin, jika ingin 10,000 itu mala harus datang ke rumahnya sekarang juga. Cheol Soo langsung bergerak.


Cheol Soo sampai saat Dung Jin akan keluar. Dung Jin mengatakan kalau Cheol Soo akan bertemu Jin Ah di rumahnya.

"Kenapa?"

"Bagus kan? hanya ada kalian berdua."

"Ini murni bisnis tahu!"

Sung Jing harus pergi, ia melemparkan kunci rumahnya pada Cheol Soo. Berharap Cheol Soo beruntung.

Rumah Sung Jin berantakan sekali. Ia belum sempat membereskannya, Jin Ah sudah datang. Cheol Soo beralasan kalau temannya yang membuat rumahnya berantakan.

Cheol Soo menyibak selimut agar Jin Ah duduk disana tapi ia malah menemukan bra. Cheol SOo mengambilnya, itu juga bukan miliknya.

"Ya. Tentu saja bukan." Jawab Jin Ah.


Cheol Soo menawari Jin Ah, mau minum apa. Jin Ah ingin jus anggur. Cheol Soo membuka kulkas tapi hanya ada air dan soju. Sedangkan Jin Ah tetap ingin minum jus anggur. Cheol Soopun tak punya pilihan lain selain membeli ke luar.


Jin Ah memanfaatkan kepergian Cheol Soo untuk mencari pisau si pelaku. Ia mencarinya ke seluruh sudut.


Detektif galau dengan kertas identitas Oh Sung Min pemberian Jin Ah, tapi ia akhirnya mencari nama itu di database kepolisian. 

Disana terdapat catatan kriminal Sung Jin bahwa di tahun 2003 (usia 15 tahun), ia pernah merencanakan kebakaran sekolah.


Jin Ah melihat kotak peralatas perkakasa. Ia menggunakan buku sebagai alas karena tempatnya diatas almari. saat ia berusaha meraihnya, obeng yang ada di atas kotak itu jatuh.

Jin Ah tidak mempedulikannya dan tetap berusaha untuk mengambil kotak. Kotak berhasil ia jatuhkan tapi keseimbanngannya goyah dan kakinya menginjak obeng, ia pun terluka.

Detektif menelfonnya. mengatakan kalau Sung Min itu orang yang berbahaya, dia melakukan pembakaran ketika ia masih SMP. Dia didakwa dengan enam rekening pencurian dan penyerangan. Hati-hati. Dia sangat berbahaya. Jangan mendekatinya dulu.


Sementara itu Sung Min yang dimaksud berdiri di depan rumah Jin Ah, ia tersenyum menakutkan.


Jin Ah menjatuhkan ponselnya saat Cheol Soo datang dengan jus. Ia syok, detektif terus memanggil-manggil Jin Ah di telfon.

Cheol Soo menyadari Jin Ah menggeledah rumah SUng Min, ia mendekati Jin Ah. Jin Ah menggenggam obeng di belakang punggungnya.

Dan detektif terus saja memanggil-manggil Jin Ah.



Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon