Tuesday, January 24, 2017

Sinopsis Naked Fireman Episode 3 Part 1

Sumber Gambar dan Konten dari KBS2

Sinopsis Naked Fireman Episode 3 Part 1

Kilas balik 10 tahun lalu...

Setelah Cheol Soo dan Sung Jin kabur, keluarga Jin Ah memanggil detektif dan detektif datang ke Villa untuk menghimpun keterangan. Ayah mengatakan pelakunya adalah dua cowok SMA Gahon, tingginya sekitar 180 cm.

Jin Ah menambahi kalau satu dari mereka memakai topi biru dan bersepatu putih, dipunggungnya ada luka parut besar. Detektif memuji ingatan Jin Ah yang bagus, lalu ia menyuruh Jin Ah untuk menggambar bentuk lukanya.
Sambil Jin Ah menggambar, detektif menanyakan barang yang hilang. Ayah menjelaskan kalau yang hilang hanya lukisan putrinya.

"Issh, orang jahat." Gerutu Jin Ah.

Detektif bertanya, apa mungkin ayah Jin Ah itu Han Gyeong Soo. Ayah membenarkan, sebenarnya detektif itu penggemar berat ayah, ia bahkan punya lukisan Ayah.

Detektif itu adalah Detektif Kwon Jung Nam. Detektif yang dikenal Jin Ah hingga saat ini.
Setelah itu, Detektif Kwon memakai seragam SMA Gachon dengan topi biru dan sepatu putih. Ia membunuh orangtua Jin Ah dengan pisau yang masih disembunyikannya hingga saat ini.

Detektif Kwon mulai membakar meja, namun ia teringat akan Jin Ah dan mencarinya di kamar Jin Ah. Saat itu Jin Ah bersembunyi di dalam almari. Detektif Kwon menemukannya, tapi kita tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya.

Kembali pada Jin Ah dan Cheol Soo..
Setelah Jin Ah kembali ke atas, Cheol Soo menyuruh Song Ja dan Sung Jin segera keluar. Tak lama kemudian Jin Ah turun membawa jaket Cheol Soo dan ia memakai kalungnya kembali. Ia tidak jadi menjebak Cheol Soo.

Jin Ah juga memberikan gaji yang dijanjikannya. Cheol Soo heran, kan lukisannya belum selesai. Jin Ah menjawab kalau ia tidak perlu melukis lagi. Cheol Soo pun mengambil uangnya.

"Lukisan itu hanya alasanku. Aku... berbohong. Aku melihat... luka itu 10 tahun lalu. Sebenarnya aku, memasang iklan pencarian model dengan luka di punggung agar bisa bertemu denganmu." Aku Jin Ah

"Untuk bertemu Sung Jin.. Ah, bertemu aku? Kenapa?"

Jin Ah balik bertanya, Cheol Soo tak ingat dirinya?
Song Ja dan Sung Jin berhasil keluar rumah itu dengan mulus.

Jin Ah mengulangi lagi, Cheol Soo tak ingat padanya? Cheol Soo bingung, jadi.. 10 tahun lalu, Jin Ah melihat lukanya? Itu sebabnya Jin Ah mencarinya?

"Itu.." Jin Ah akan menjelaskan tapi terpotong oleh kedatangan Song Ja.
Jin Ah bertanya, darimana Song Ja. Song Ja menjawab kalau ia dari mall sebentar. Jin Ah heran, tidak bawa tas begitu. Song Ja beralasan kalau ia hanya lihat-lihat saja. Ia mengalihkan pembicaraan, mereka sedang apa di depan pintu begini?

"Kalau begitu... Sampai ketemu lagi." Ucap Jin Ah pada Cheol Soo.
Cheol Soo mengatakan kalau ia libur, kerja sambilannya ada 3 shift. Jin Ah menjelaskan kalau ia perlu menata pikirannya dulu, nanti kalau sudah tenang, ia akan menemui Cheol Soo.

"Aku juga." Jawab Cheol Soo. Dengan sedih Cheol Soo pamit. Jin Ah hanya mengangguk tapi Cheol Soo tak kunjung bergerak. Song Ja pun mengajak Cheol Soo keluar, ia akan mengantarnya.
melihat amplop yang dibawa Cheol Soo, Song Ja langsung tahu kalau tugas modelongnya sudah selesai. Cheol Soo mengiyakan sambil memasukkan amplopnya ke saku.

Jung Soon pulang dari membeli sandwich dan ia mendengar pembicaraan Song Ja dan Cheol Soo.

"Sekarang kau tidak perlu diatur oleh gadis sok itu."
Cheol Soo hanya tersenyum, oh iya.. ia heran apa Song Ja tidak lelah pacaran diam-diam, kenapa tidak terus terang saja. Song Ja mengatakan kalau Jin Ah itu terlalu picik, tidak akan setuju.

"Tapi.. aku penasaran."

Cheol Soo tak melanjutkan karena Jung Soon muncul. Song Ja heran, darimana Jung Soon jam segitu. Jung Soon menunjukkan sandwichnya. Song Ja baru ingat kalau ia menyuruh Jung Soon membeli sandwich. Ia lalu menyuruh Jung Soon menaruhnya di meja saja.

Song Ja bertanya kembali, apa yang ingin Cheol Soo tahu. Dalam perjalanan masuk, Jung Soon sempat berbalik melihat mereka berdua.

Cheol Soo bercerita, ada wanita yang mencari seseorang selama 10 tahun, menurut Song Ja apa yang dipikirkan wanita itu?
Jin Ah kembali ke kamarnya membereskan kotak obat tadi. Ia melamunkan Cheol Soo.

Jung Soon buru-buru masuk kamarnya. Ia merasa aneh. Mereka kemudian melihat Song Ja dan Cheol Soo dari jendela. dari atas mereka kelihatan akrab sekali.

Song Ja menjawab pertanyaan Cheol Soo. menurutnya wanita itu memberi Cheol Soo lampu hijau. Cheol Soo hanya perlu berusaha saja. Tapi Cheol Soo tidak yakin karena wanita itu mengabaikannya selama ini?

"Perempuan itu tidak bisa melupakanmu selama 10 tahun. Tapi Cheol Soo tidak ingat padanya. Tentu saja dia kesal." Jelas Song Ja membuat Cheol Soo lega.

Giliran Song Ja yang bertanya, bagaimana pendapat Cheol Soo soal wanita itu. bagaimana ~~?

"Yah.. Yah.. aku tidak tahu soal yang lain.. tapi dia membuatku penasaran. "

"Omo? Omo!"

Dan mereka cekikikan.
Jung Soon mengatakan kalau Song Ja dan Cheol Soo membicarakan soal pacaran rahasia, tapi ada yang mengganjal. Ia memberikan daftar kombinasi kode milik Song Ja.

Jung Soon bercerita kalau Song Ja memegang daftar itu erat-erat sambil berdiri di depan brankasnya saat Jin Ah pergi.

"Apa benda rumit ini? Ini.. tidak mungkin datang langsung dari bibimu. Apa mereka berdua.. merahasiakan sesuatu?" Tebak Jung Soon.
Jin Ah langsung masuk dalam brankasnya, ia sadar semua lukisaanya berubah menjadi palsu dan itu membuatnya sulit bernafas. ia segera mencari alat nafsnya.

Dalam perjalanan mengantar Cheol Soo. Sung Jin kelihatan sumringah tapi Cheol Soo sebaliknya. Mereka tanpa sengaja mengucapkan kalimat sama, "Akhirnya selesai."

Cheol Soo heran, apanya yang selesai. Sung Jin beralasan, maksudnya itu Cheol Soo yang sudah dibayar. Oh ternyata Cheol Soo tidak tahu perbuatan Sung Jin, aku salah kemarin, mian~~

Tapi Cheol Soo masih saja lesu, Sung Jin heran, padahal Cheol Soo sudah mendapatkan 10,000 dolar dalam 4 hari. Cheol Soo tidak bisa begini terus, ia tidak suka menyembunyikan identitasnya, besol ia akan jujur pada Jin Ah.
"Yaa, semuanya selesai dengan rapi. Buat apa? Bagaimana kalau dia melaporkanmu?"

"Tidak.. Dia masih belum tahu nama asliku."
Detektif Kwon masuk rumah Sung Jin, ia memasukkan pisau itu ke dalam tas yang ada disana.

Cheol Soo mamir ke rumah Sung Jin ternyata. melihat gelagat Cheol Soo, Sung Jin langsung bisa tahu kalau Cheol Soo naksir Jin Ah. Cheol Soo melotot kaget, kentara sekali, ya?

"Kau kerja karena butuh uang, kan? Uangnya sudah dapat artinya selesai."
Detektif Kwon keluar dan kembali mengunci pintu, tapi saat itu Sung Jin dan Cheol Soo berjalan masuk gerbang. Detektif Kwon memutuskan sembunyi.

"Kau memberiku semangat." Cheol Soo mengingatkan pesan Sung Jin waktu itu.

"Maksudku senang-senang saat kerja. Apa aku menyuruhmu melanjutkan saat selesai? Selalu saja ada orang yang suka buang waktu dan mengacau. Mirip kau."

"Kenapa kau pesimis sekali? Bisa saja berhasil."

"Kau sudah lupa kalau kau bohong untuk dapat uang darinya?"

"Kau membuatku terdengar buruk. "

Sung Jin tidak mau melanjutkan perdebatan ini, ia minta Cheol Soo untuk memberikan saja kunci rumahnya. Cheol Soo tadi sudah memberikannya. Sung Jin lalu menerogoh sakunya, tapi saat mengeluarkan kuncinya beberapa uang koin ikut jatuh. Sung Jin menyuruh Cheol Soo untuk memungutinya.
Cheol Soo memungutinya sambil menggerutu. Temannya bilang naksi cewek, bukannya dibantu malah disuruh memnunguti koin.

Tanpa Cheol Soo sadari, ia berjalan mendekati tempat persembunyian Detektif Kwon. Saat mata mereka bertemu, Cheol Soo melotot kaget. Detektif Kwon menendang Cheol Soo lalu berlari kabur.

Sung Jin keluar karena ada keributan. Cheol Soo berlari. Sung Jin tanya ada apa. Cheol Soo menjawab ada maling sambil berlari mengejar Detektif Kwon. Sementara Sung Jin malah masuk kembali menutup pintunya rapat-rapat.
Terjadilah kejar-kejaran diantara Cheol Soo dan Detektif Kwon. Hingga sampailah Cheol Soo di gang buntu tapi tidak ada Detektif Kwon disana.

Cheol Soo melihat ada tempat persembunyian, ia diam-diam menuju kesana dengan membawa balok. tapi tak ada siapaun disana. Ia juga membuka kulkas disebelahnya namun juga kosong.
Bahkan Cheol Soo mengintip dibawah mobil tapi tidak ada siapa-siapa. Ia heran, kemana perginya Detektif Kwon. Ternyata Detektif Kwon ada di gorong-gorong dibawah Cheol Soo tapi Cheol Soo tidak menyadarinya.

Sung Jin menelfon, memintanya balik saja toh tidak ada barang yang hilang. Cheol Soo mengerti, untuk yang terakhir ia kembali menoleh kebelakang dan ia terekam kamera mobil. ini bisa jadi bukti nih!
Song Ja sudah ada di rumah Sung Jin, ia heran apa benar itu pencuri, tapi kenapa tidak ada satupun kotak yang terbuka.

"Lalu kenapa kalau kau kemalingan? Tidak ada barang berharga disini." Ujar Song Ja senang sambil memegang tas berisi lukisan itu.

Sung Jin menanyakan soal reaksi Jin Ah. Song Ja menenangkan, tidak ada yang aneh, Jin Ah sama sekali tidak tahu.
Cheol Soo sampai, Sung Jin bertanya, apa malingnya lepas. Tidak, lebih tepatnya si maling menghilang. Sung Jin tak percaya, jangan ngaco.

Cheol Soo tak mau peduli lagi. Ia mengambil tasnya (tas yang ada pisaunya) dan pamit. Sung Jin menyuruhnya menginap saja. Tapi Song Ja menarik tangannya tak setuju.

Cheol Soo melihatnya dan ia paham, ia pun menolak tawaran Sung Jin, lagian besok ia juga ada urusan. Sung Jin tak bisa membiarkan Cheol Soo pergi begitu, ia akan mengantarnya ke termianal dan meminta Song Ja menunggu sebentar.
Tepat setelah Sung Jin dan Cheol Soo pergi, Jin Ah datang dengan mobilnya. Ia menatap tajam rumah Sung Jin.

Di dalam rumah, Song Ja melihat foto-fotonya bersama Sung Jin. Ada satu fotonya bersama Jin Ah terselip diantaranya. Song Ja memperbesar foto itu.

"Dulu setidaknya dia manis." Gumamnya.

Pintu terbuka, Song Ja mengira itu Sung Jin yang ketinggalan sesuatu. ternyata Jin Ah yang datang. Song Ja jelas terkejut, ia tahu Jin Ah pasti bertnya-tanya kenapa ia ada disana, ia akan menjelaskan, ia meminta Jin Ah duduk dulu.
Tapi Jin Ah tidak memperdulikannya, ia mengamati sekitar untuk mencari lukisannya dan ia berhasil menemukannya di dalam tas. Jin Ah tak bicara apa-apa tapi ekspresinya menunjukkan kekecewaan besar.

Song Ja mengajaknya bicara baik-baik dulu. Jin Ah tidak peduli, ia menelfon seseorang.
Detektif Kwon sudah keluar daro gorong-gorong, tangannya terluka karena berpegangan pada penutup gorong-gorong. Ia menutupnnya dengan tisu. Ponselnya berdering, dari Jin Ah.

Jin Ah mengatakan kalau Detektif Kwon benar. Sung Jin telah mencuri lukisannya. Sekarang ia menyerahkan semuanya pada Detektif Kwon.

"Baiklah. Jin Ah... Tunggu dan nantikan. Akan kubereskan semua."

Detektif Kwon langsung bergerak.
Jin Ah melarang Song Ja keluar. Song Ja was-was, jangan-jangan Jin Ah tadi menelfon polisi. Jin Ah menjawab, kriminal harus membayar perbuatannya.

Sung Jin dan Cheol Soo sudah sampai di terminal. Cheol Soo sempat meninggalkan tasnya di mobil dan Sung Jin mengingatkannya. Sung Jin berpesan, Cheol Soo tidak bisa menebak hati orang karena bisa berubah tiba-tiba.

"Menjauhlah dari kehidupan cintaku." Jawab Cheol Soo.

"Gadis itu suka padamu?"

"Pulang! Pulang!"
Sung Ja berusaha mengirim pesan untuk Sung Jin. Jin Ah memergokinya dan mengambil ponselnya. Jin Ah mengatakan kalau semuanya sudah terlambat.

Sung Jin sampai di rumah, ia langsung dihadang beberapa orang.

Di dalam rumah, Jin Ah memarahi bibinya, bagaimana bisa jatuh cinta semudah itu?! Dia menipu perempuan lain, Apa Song Ja pikir dia tidak akan berbuat yang sama? Sadarlah

"Kau tahu apa? Kau tahu apa soal Sung Jin? Dia orang baik. Dia orang yang paling baik padaku diseluruh dunia!"

"Itu keahliannya. Dia menempel pada perempuan bodoh dan memerasnya sampai kering! Yang ada dalam kepalanya adalah cara untuk memperalatmu! Tapi kau tidak tahu itu!

Kau buka hatimu, bersandar padanya. Kau bahkan berpikir kalau Ia adalah orang yang tepat untukmu. Kau berharap... dan berdebar. Benar-benar bodoh."

Sebenarnya kata-kata itu Jin Ah tujukan pada dirinya sendiri, karena sambil mengatakannya ia mengingat kebersamaannya bersama Cheol Soo.

Detektif Kwon menelfon Jin Ah, mengatakan kalau ia sudah menangkap Sung Jin. Song Ja mendengar itu dan langsung berlari turun, Jin Ah mengikutinya.
Song Ja melarang petugas untuk bersikap kasar pada Sung Jin, nanti kalau terluka bagaimana. Petugas kesal, ia memperingatkan Song Ja agar tak mengganggu, nanti bisa ia tangkap juga.

Tapi malah berakhir berdebat panjang dengan petugas itu, gara-gara Song Ja tak terima dipanggil Ahjumma.
Detektif Kwon mengatakan pada Jin Ah kalau ia akan menyiapkan surat perintah untuk menggeledah rumah Sung Jin. Jin Ah bertanya, berapa hukuman untuk kekerasan.

Jin Ah benar-benar kesal, ia menyibak Song Ja dan petugas yang berdebat, memanggil Sung Jin lalu menamparnya. Tapi setelah melihat wajah Sung Jin ia terkejut, siapa kau?

Cheol Soo membeli tiket ke Gachon. Ia harus menunggu 2 jam karena bis nya sudah berangkat.

Petugas memasukkan Sung Jin kedalam mobil. Jin Ah bicara berdua dengan Detektif Kwon. Jin Ah mengatakan kalau orang itu bukan Sung Jin yang dia kenal. Detektif Kwon tak percaya, ia bahkan menunjukkan foto Sung Jin.

Jin Ah menggeleng, ia belum pernah melihat orang di foto itu (sebelum hari ini tentunya). Detektif Kwon mendesah. Jin Ah melihat tangan Detektif Kwon yang terluka, ia tanya kenapa itu. Detektif Kwon beralasan kalau ia terburu-buru tadi jati terluka.

"Jin Ah. Kau cari dimana Oh Seong Jin-mu dan caritahu tentang dia."
Detektif Kwon kembali masuk ke rumah Sung Jin, ia mencari tas itu tapi tak menemukannya dimanapun. Ia teringat, tadi Sung Jin pulang dengan seseorang dan saat ia mengintai Jin Ah siang tadi, orang yang bersama Jin Ah memakai tas itu. Artinya orang yang memergokinya tadi yang membawa barang bukti itu. Cheol Soo lah orangnya.

Cheol Soo mencari-cari sesuatu, ia hampir membuka tasnya tapi tidak jadi. Ada orang yang memberikan tiket untuknya. Katanya Cheol Soo menjatuhkannya tadi. Cheol Soo lega.

Song Ja menjelaskan pada petugas polisi kalau ia yang membawa semua lukisan itu pergi, sementara Sung Jin yang tidak tahu apa-apa hanya menjagagakan tasnya. 

"Song Ja, kau sedikit keterlaluan. Jika kau punya masalah dengan keponakanmu, harusnya kau bicara. Kenapa malah menyembunyikan lukisan? Kekanakan sekali." Ujar Sung Jin larut dalam akting Song Ja.

Pak polisi lalu bertanya pada Jin Ah, mau menggugat SOng Ja atau tidak. SOng Ja minta maaf pada Jin Ah, ia begitu karena Jin Ah kerap memarahinya karena ia boros.

"Detektif, ini... bukan masalah polisi tapi masalah keluarga. Jin Ah, ayo kita bicarakan dirumah."

Jin Ah kesal ia bahkan menarik tangannya yang dipegang Song Ja. Song Ja memancing, apa Jin Ah mau dengar cerita soal Cheol Soo. Akhirnya Jin Ah pun meminta pak polisi membebaskan mereka. 

Song Ja dan Sung Jin saling menggenggam tangan lega.

Song Ja mengatakan alasan Cheol Soo bohong adalah karena dia PNS jadi Cheol Soo meminjam identitas Sung Jin.

"Sung Jin dan Cheol Soo adalah teman akrab. Aku sampai cemburu pada mereka." Lanjut Song Ja

"Tolong berusaha memahami ini sebagai balasan atas tamparanmu. Keponakan Song Ja, tidak rugi apapun." Imbuh Sung Jin.
Jin Ah berhenti, sejak kapan Sung Jin mengenal Cheol Soo. SUng Jin menjawab ia tumbuh bersama Cheol Soo sejak kecil.

"Kalau begitu, kau pasti melompati dinding vila sama-sama."

"Hah?"





Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon