Monday, January 30, 2017

Sinopsis Pounding Spike 2 Episode 18

Sumber Gambar dan Konten dari Sohu TV

Sinopsis Pounding Spike 2 Episode 18


Tiba akhirnya kesempatan Universitas Daehan melawan Universitas lain. Dengan adanya Hae Sung maka permainan sedikit berimbang.


Pada akhirnya Daehan berhasil mengalahkan Hankwang. Pelatih Son senang bukan main, begitupula Hae Sung dan kawan-kawan. Da Won langsung turun untuk memeluk Hae Sung. I Ra tidak bisa membiarkan hal itu, ia sengaja nyempil di tengah-tengah mereka.


Mesra-mesraan mereka terus berlanjut saat mereka naik bus untuk kembali ke kampus dan lagi-lagi I Ra nyempil di tengah. I Ra memberi Da Won air putih dan Hae Sung susu. Da Won akan menukarnya dengan Hae Sung tapi I Ra melarangnya.

"Kenapa kalian selalu minum minuman yang sama?"

Hae Sung menjawab kalau komponen susu ada yang membuatnya alergi. I Ra tak percaya, ia tetap menyuruh Da Won minum air putih. Hae Sung protes karena I Ra kasar dengan Da Won-nya. I Ra juga kesal, sejak kapan Da Won menjadi Da Won-nya Hae Sung.


Han Sol yang duduk di depan heran, kenapa I Ra menginterupsi mereka berdua, dasar pembuat masalah. I Ra menjawab Han Sol, hal itu dimanfaatkan Hae Sung dan Da Won untuk bertukar minuman. I Ra beralasan hanya care saja sebagai kapten kenapa anggotanya.


Hyun Sung menyahut. Sehausnya I Ra mengurusi dirinya sendiri. I Ra kesal, kenapa tidak ada satupun yang mengerti perasaanya. Jung Ah menyahut karena I Ra sangat berisik, ia menyuruhnya diam. Tapi I Ra malah membentaknya, "YAA!"


Pelatih Son balik membentak I Ra, apa I Ra mau berlari ke Seoul. Pelatih Son meluruskan, bukan berarti karena mereka menang ia akan membiarkan I Ra. Peraturan tetap berlaku dan I Ra harus diam.

Jin Ha menyahut saat I Ra sudah diam, kenapa I Ra senang sekali ditegur? Han Sol geleng-geleng tak mengerti. Sedangkan Hae Sung dan Da Won hanya tersenyum.


Pelatih Son memperingatkan, sebelum semua pertandingan berakhir, maka belum berakhir, jadi jangan lengah. Hari ini mereka sudah melakukan yang terbaik, jadi pelatih Son memberi mereka waktu senang-senang.


Hae Sung akan pergi dengan Da Won tapi tiba-tiba I Ra melompat ke mobil. Hae Sung terkejut, ia menanyakan dimana mobil I Ra. I Ra malah curhat kalau mobilnya meninggal, orang bilang kalau mobil bekas akan menghasilkan uang tapi dirinya malah harus mengeluarkan lebih banyak uang.

Selesai curhat sambi nangis-nangis lebay, I Ra menyuruh Hae Sung untuk segera menjalankan mobil. Da Won mengalah dan menyuruh Hae Sung jalan.


Hae Sung dan Da Won makan bersama. Ada Da Won sisa makanan di bibir Da Won, Hae Sung tersenyum, lalu mengusap bibir Da Won. Da Won mengusapnya lagi, apa masih ada? Hae Sung bilang tidak.  Da Won bertanya, kalau begitu kenapa Hae Sung masih melihatnya begitu.

"Karena kau begitu lucu."

"Emmm.. benar-benar".


Tiba-tiba terdengar suara lain di samping mereka. I Ra lah orangnya, ia lho ngikutin orang kencan.. I Ra bahkan akan mengambil makanan Da Won. Hae Sung tak bisa membiarkannya, ia memberikan makanannya sebagai gantinya.


Selanjutnya mereka berdua mesra-mesraan, tidak menganggap I Ra ada di sana. Bahkan saat I Ra batuk-batuk minta minum tidak ada yang peduli.


I Ra terus mengikuti sampai Hae Sung mengantar Da Won pulang. Setelah Da Won masuk, I Ra pindah duduk di depan, ia minta Hae Sung mengantarnya juga.

"Apa kau pacarku?"

I Ra tak peduli, malah mengatai Hae Sung tidak punya peri kemanusiaan. I Ra memasang sabuk pengaman, jika saja mobilnya masih hidup, ia tidak akan meminta tumpangan Hae Sung, ia juga tidak suka mobil tanpa atap.


Hae Sung tidak punya pilihan lain selain mengantar I Ra. Sampai di asrama anak-anak sedang makan-makan bersama, ayam dan cola. I Ra menarik Hae Sung untuk bergabung.


Jin Ha menyuruh Hae Sung untuk makan bareng sama-sama. Hyun Sung menyenggolnya, mana ada atlet professional yang makan makanan gak sehat begitu. Tapi tanpa mereka sangka Hae Sung meneguk cola langsung dari botolnya dan makan ayam dengan sangat lahap. Semuanya melongo.


I Ra membawa Hae Sung ke kamarnya. I Ra mengaijinkan Hae Sung menginap kapanpun. Setelah pertandingan usai adalah pemilihan untuk masuk tim professional. Ia tak peduli bagaimanapun hasilnya, toh ia akan keluar juga karena sudah tahun keempat. Tapi masalahnya, baik anak tahun ketida atau kedua tidak ada yang mampu menjadi kapten.

"Kau... bisa jadi kaptennya?"

Hae Sung menjelaskan kalau ia akan kembali ke Agensi KD saat pertandingan selesai.  I Ra memintanya menunda 3 tahun lagi.


I Ra mulai bicara serius pada Hae Sung, ia menjelaskan kalau mahasiswa masih banyak pilihan pertandingan selain pertandingan musim semi. Dan 3 tahun kedepan, ia berharap Hae Sung bukan hanya bermain di dalam negeri tapi juga skala internasional. Hae Sung tampak berpikir.


Hae Sung meminta pendapat Da Won. Da Won menanyakan pemikiran Hae Sung sendiri. Hae Sung menjawab akan kembali ke agensi KD saat pertandingan usai. Maka Da Won menyuruh Hae Sung melakukan saja seperti pemikirannya itu.

"Go I Ra tiba-tiba bicara serius padaku."

"Apa kau bimbang?"

"Menurutmu apa yang harus ku lakukan.?"

Da Won memang lebih suka Hae Sung tetap kuliah karea ia bisa lebih sering melihat Hae Sung. Tapi bagus juga kalau Hae Sung melanjutkan karirnya sebagai atlet professional. Hae Sung tersenyum, tak mengangka kalau Da Won jago dalam memberi saran.


Da Won melanjutkan. Tidak peduli itu karena orang tua, pelatih agensi KD,  Go I Ra atau dirinya. Da Won berharap Hae Sung tidak terpengaruh oleh itu semua. Ia lebih senang Hae Sung menuruti kata hatinya, apapun yang Hae Sung putuskan ia akan tetap mendukungnya.

"Terimakasih.."


Da Won kebetulan bicara dengan Soo Bin. Ia bertanya, jika Daehan dan Hankwang maju kebabak final, siapa yang akan Soo Bin dukung. Soo Bin minta waktu ketawa dulu, setelah itu baru ia menjawabnya.

"Hankwang adalah Universitasku. Sedangkan Daehan adalah Universitas pacarku dan pelatih mereka adalah ayahku. Tapi tentu saja aku mendukung Hankwang."

Da Won memiliki jawaban berlawanan, walaupun  ia di hankwang tapi kalau Hae Sung tetap di Daehan, ia akan tetap mendukung Daehan. Soo Bin malah membenatak, pacar itu bisa ganti tapi universitas tidak.

"Tati tetap saja, akau akan mendukung pacarku."

"Kau kan tidak tahu akan putus dengan pacarmu atau tidak. Kau harusnya mendukung universitasmu."


Tepat saat itu I Ra, Han Sol dan Hae Sung datang. Da Won langsung ngadu ke Hae Sung kalau Soo Bin mengatakan hal aneh. Han Solgak rela pacarnya dijelek-jelekan, ia lalu memanggil Soo Bin untuk mendekat tapi Soo Bin malah dingin. I Ra menahan ketawanya.

"Kau tidak mendekat saat ku panggil?"

Soo Bin akhirnya berdiri mendekat. Han Sol lalu bertanya ke Da Won, bilang apa tadi tentang pacarnya. Da Won menjelaskan yang tadi. Han Sol langsung tegang. Soo Bin masih bersikeras kalau ia benar. Da Won bilang ke Hae Sung kalau ia akan tetap mendukung Hae Sung tidak peduli dari universitas mana ia berasal.

Han Sol menegur Soo Bin tapi saat Soo Bin membentaknya balik, ia langsung menciut.


Hae Sung dan Da Won jlan bersama. Mereka membicarakan soal Soo Bin tadi. Tapi tanpa mereka sadari sorang repoter mengikuti mereka.


Ternyata reporter itu mengikuti mereka sampai di restaurant. Hae Sung menyadari dan ia melirik ke reporter itu terus. Da Won menanyakan soal keputusan Hae Sung. Hae Sung belum memutuskan soal voli yang penting ia mau tetap kuliah saja.


Hae Sung tidak bisa membiarkan reporter itu lagi, ia pun menegurnya. Reporter minta maaf karena mengganggu kencan mereka tapi ia tidak punya pilihan lain karena Hae Sung terus menolak untuk wawancara. Da Won mendekat, ia membatah kalau mereka pacaran, hanya teman sekelas saja.

Tapi Hae Sung malah merangkulnya. Ia mengakui hubungan mereka. Ia juga bersedia diintervie tapi dengan syarat Da Won harus disamarkan karena Da Won masih seorang pelajar.


Saat keluar dari restaurant, Da Won bertanya, apa tidak apa-apa? Hae Sung menjawab kalau ia tidak membicarakan soal kebohongan. Tapi Da Won khawatir dengan reaksi fans Hae Sung nantinya. Hae Sung menenangkan, fans-nya baik-baik kok pasti mengerti.

Tiba-tiba ada banyak wartawan menyerbu mereka. Hae Sng reflesk melindungi Da Won.


Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon