Monday, January 16, 2017

Sinopsis Solomon's Perjury Episode 7 Part 2

Sumber Gambar dan Konten dari jtbc

Sinopsis Solomon's Perjury Episode 7 Part 2


Pak Han menonton sidang itu, ia teringat pertanyaannya pada Ji Hoon kemarin. Ji Hoon tidak akan menghubungkan kesaksian Kepsek dengan insiden Lee So Woo.

Kepsek kembali ke ruangan dengan marah-marah. Apa-apaan ini? Ia ke sana untuk mengklarifikasi semua ini! Jadi, maksudnya, So Woo semakin depresi gara-gara pihak sekolah? Bagaimana bisa Ji Hoon menyalahkannya? Ia tidak tahu bagaimana untuk mengoreksi hal ini.

"Pak Han katakan sesuatu. Putera Anda yang melakukan ini!"

Pak Han malah tersenyum. 


Ibu Seo Yeon membawakan banyak makanan karena ia yakin, ia ingin memastikan mereka semua makan dengan baik.
"Kami mencintaimu, Ibu!" Ucap Soo Hee.


Ibu mengajak Seo Yeon bicara berdua. Apa maksudnya dengan video kau naik ke atap itu? Apa sih yang Seo Yeon pikirkan?

Saat itu, Seo Yeon hanya memikirkan cara untuk memeriksa kebenarannya. Ibu mengerti memang persidangan ini penting, tapi bagaimana kalau dia terpeleset di atas sana? Kalau sampai kehilangan keseimbangan?

"Tapi kan tidak terjadi apa pun padaku! Maaf, aku tidak akan melakukannya lagi!" Ucap Seo Yeon dengan bergelayut di lengan ibunya.

Itu bukan sesuatu yang bisa dilupakan hanya dengan bertingkah imut begitu, Ibunya benar-benar marah!

"Seo Yeon! Jika terjadi sesuatu padamu, Ibu tidak akan bisa melanjutkan hidup! Ibu hanya menonton videonya saja sudah sangat ketakutan! Kau mengerti?"

Seo Yeon engerti. Ia benar-benar minta maaf. Ia tidak akan melakukan sesuatu yang berbahaya lagi.


Ibu tida dipercaya Seo Yeon bisa melakukan hal seberbahaya itu. Ibu menghapus airmatanya, menyuruh Seo Yeon kembali makan selagi masih hangat.

Seo Yeon sudah berjalan, ibu memanggilnya. Satu hal lagi! Jangan lupa memberitahu Ibu kalau Seo Yeon membutuhkan apa pun, contohnya pemeriksaan TKP begitu. Ibu bisa melakukan apa pun untuknya, termasuk berdiri di tepi atap begitu. Mengerti?


Detektif Oh menyapa Detektif Ko yang akan kembali ke kantor. Detektif Oh juga berencana akan segera kembali karena ia sudah meninggalkan kantor lebih lama dari perkiraannya.

"Apakah Seo Yeon mengatakan sesuatu soal Han Ji Hoon?"

Detektif Ko mengerti, si pengacara itu? Detektif membenarkan, ia ingin tahu apa Seo Yeon mengatakan sesuatu tentang dia.

"Seo Yeon hampir tidak pernah membicarakan orang lain. Kenapa? Apa ada sesuatu yang kau ketahui?"

"Tidak, hanya saja dia terlihat lebih menonjol dari yang lain. Dia agak berbeda dari anak-anak dalam persidangan itu, kan? Caranya bicara, sikapnya..."

"Dia anak yang pintar. Dia tahu cara untuk memberi serangan kejutan, dan sangat pandai membuat orang lain mengatakan sesuai yang dia harapkan."

"Ya. Kelihatannya, dia seolah sedang bermain catur dengan kita dan dia sudah mengetahui pergerakan semua pion."

Pembicaraannya mereka berhenti karena Detektif Ko menerima panggilan dari kantor.


Saat akan kembali, Detektif Oh juga mendapat telfon, ia tampak terkejut.

Ia memikirkan kembali kata-kata Reporter Park soal teman dekat So Woo yang sengaja bersembunyi dan Jeong-pa. Ia menghubungkan dengan pernyataan Ji Hoon tadi soal komentar di SNS. 


Dong Hyun muncul dalam persidangan. Woo Hyuk kembali berekasi, Ia akan menyerang Dong Hyun yang berani-beraninya munsul di sana. Pihak keamanan harus bekerja ekstra untuk mengamankannya.

Hakim meminta Jaksa dan pengacara untuk menemuinya di belakang.


Seung Hyun memprotes tim jaksa, tadi Joo Ri dan sekarang Dong Hyun? Tidak bisakah mereka mengajukan saksi yang tidak akan membuat Choi Woo Hyuk mengamuk?

"Dasar tidak masuk akal! Jangan melanggar batas!" Sergah Soo Hee.

"Dia benar. Kami kan memang harus mengajukan saksi yang menguntungkan pihak kami." Timpal Yoo Jin.


Min Suk tak mengerti kenapa Seo Yeon menghadirkan Dong Hyun lagi. Seo Yeon menjelaskan kalau Dong Hyun yang menelfon duluan mengatakan ingin bersaksi.

"Kenapa?"

"Dia belum menyelesaikan pengakuannya kemarin, dan dia bilang... ada sesuatu yang begitu ingin dia katakan."


Min Suk memastikan pada Ji Hoon, apa tim mereka bisa mengendalikan Woo Hyuk. Ji Hoon akan mencoba. Min Suk tak ingin hanya mencoba tapi pastikan!

"Kau mengatakan pada wakil kepala bahwa pihak sekolah bertanggung-jawab atas kematian So Woo. Kau lihat wajah wakil kepala saat itu? Tekanan darahnya pasti naik drastis! Mereka mungkin akan membubarkan klub kita kalau terjadi sesuatu di luar kontrol saat persidangan berlangsung. Mereka yang memiliki kekuasaan dapat begitu berbahaya jika merasa terusik. Mari berhati-hati."

Ji Hoon dan Seo Yeon mengangguk.


Seo Yeon menanyakan alasan Dong Hyun lari di tengah sidang kemaren. Dong Hyun menatap Woo Hyuk dulu baru menjawab, sudah ia katakan kalau ia takut pada Woo Hyuk.

"Lihat yang terjadi pada saya."

Woo Hyuk berteriak kalau itu bukan perbuatannya. 


Seo Yeon akan melanjutkan dengan kesaksian atas alibi terdakwa. Seo Yeon memastikan kata-kata Dong Hyun bahwa ia saat tengah minum bersama dengan terdakwa dan Lee Sung Min dan keduanya mendadak pergi entah kemana. Lalu, apa yang Sung Min lakukan setelah itu?

"Saya menemui teman lain."

"Pukul berapa saat itu?"

"11:30 malam."

"Siapa yang Anda temui?"

"Teman-teman saya. "

"Adakan selain teman-teman Anda itu yang melihat?"

"Kan ada buktinya, foto-foto itu!"

Seo Yeon menunjukkan foto-fotoi itu. Dengan demikian, pengakuan terdakwa tengah bersama saksi merupakan kebohongan. Dong Hyun menggebrak meja, itu tidak penting. Tidak ada gunanya membuktikan alibinya bohong.

"Bukankah kalian semua berusaha mengungkap apakah Choi Woo Hyuk membunuh Lee So Woo atau tidak?"

"Dan?"

"Choi Woo Hyuk mengatakannya sendiri padaku."


Saat di atap, Woo Hyuk dengan wajah menakutkan mengatakan sendiri kalau ia membunuh Lee So Woo. 


pihak pengacara Keberatan. Hal itu tidak dapat dibuktikan... Woo Hyuk sudah hilang kendali ia menyergah menuju Dong Hyun, tapi petugas keamanan menghalanginya jadinya ia hanya bisa meronta-ronta berteriak. Hal ini menjadikan bahan pemotretan bagi yang lain.


Yoo Jin menangis setelah persidangan usai. Soo Hee menyuruhnya berhenti karena ia juga jadi ketularan. Yoo Jin kasihan pada Lee So Woo, Bagaimana bisa Woo Hyuk bertindak seperti itu? Tidak peduli betapapun besar kebenciannya, mereka itu teman sekelas!

"Itu belum pasti." JAwab Seo Yeon.

"Kau dingin sekali! apa maksudmu belum pasti, kan Dong Hyun bilang Woo Hyuk mengatakannya sendiri!" Bentak Yoo Jin.

Seo Yeon mencoba untuk menahan dirinya. Itu masih berupa kesaksian, belum ada keputusan apa pun. Jadi jangan terguncang.


Seung Hyun bertanya, apa mereka sudah berakhir? Ji Hoon malah mengambil beberapa dokumen dan mentelnya. Hal itu membuat Seung Hyun curiga, apa Ji Hoon mau kabur?

Ji Hoon akan pergi, jika ia tidak kembali teoat waktu, ia meminta Joon Young menggantikannya, ia memberikan berkas yang dipilihnya tadi pada Joon Young.

"Kau mau kemana?" Tanya Seung Hyun. 


Detektif Oh membaca komentar di SNS.

"Persidangannya kacau sekali sekarang!"
"Kau bisa menonton pengakuan Dong-hyun di sini."
"Apakah ada hukuman resmi dalam persidangan ini?"
"Aku merasa kasihan pada So Woo."
"Choi Woo Hyuk gila!"
"Aku tidak memercayai pengakuan Dong-hyun, tidak ada buktinya."
"Lee So Woo bunuh diri. Polisi sudah dua kali menginvestigasinya!"
"Aku juga kasihan pada Woo Hyuk. Orang-orang terlanjur memercayai bahwa dia pembunuh."
"Cukup percaya pada fakta saja."

Reporter Park menghampirinya, ia bertanya, Jeong Pa? Detektif Oh membenarkan dengan lesu. Reporter Park memintanya lebih semangat karena membuatnya jadi sedih jika bersikap seperti itu. 

"Kenapa kau?"

"Kurasa kau benar. Bagaimana bisa sebelumnya dia (Dong Hyun) sama sekali tidak menyampaikan informasi penting begitu? Bahkan penyelidikan ulang sudah ditutup."


Detektif Oh menebak, Dong Hyun pasti sangat takut pada Choi Woo Hyuk. Is sudah menduga pasti itu yang sebelumnya begitu ingin dia katakan padanya.

Reporter Park bertanya, apa Detektif Oh mempercayai Dong Hyun. Detektif Oh masih belum yakin, Mereka anak-anak, jadi ia merasa mereka selalu jujur. Tapi juga karena mereka masih anak-anak, mereka bisa berbohong.

"Kecurigaan yang wajar. Anak-anak mungkin lebih rumit daripada kita orang dewasa! Kita menghabiskan banyak waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan sosial, mencocokkan diri dengan orang lain. Kita juga belajar untuk memberi. Tapi, anak-anak tidak seperti itu. Semakin banyak anak yang terlibat, situasi akan lebih kacau dan mereka akan lebih terluka juga."

"Aku tidak suka harus setuju dengan kata-katamu."


Kepsek mendapat telfon dari ketua Choi, menanyakan keadaan Woo Hyuk dan akan menjemput Woo Hyuk.

Pak Han mengatakan kalau Woo Hyuk perlu istirahat di rumah. Kepsek tidak percaya hal seperti ini terjadi.

"Tapi... Pak Han. Saya yakin dia tidak melakukannya, saya memercayai Choi Woo Hyuk. Tapi... kalau pengakuan Kim Dong-hyun memang benar. apa kita perlu menyiapkan sebuah tindakan?"

Pak Han merasa itu tidak perlu, Kepsek mengingatkan, tapi kan mereka tidak pernah tahu, bagaimana kalau Woo Hyuk terbukti bersalah?

"Bersalah atau tidak bukanlah yang utama. Tujuan dari olah perkara ini... adalah sesuatu yang lain."


Lee Sung Min bekerja di restaurant. Ji Hoon mengunjunginya. Sung Min mengira Ji Hoon tamu, ia mentatakan kalau mereka belum buka.


Sung Min keluar mengangkat barang-barang, Ji Hoon mengikutinya. Sung Min penasaran, bagaimana Ji Hoon menemukannya?

"Kim Dong Hyun bersaksi."

"Lalu?"

"Pengakuannya menyudutkan Choi Woo Hyuk."

"Lalu kenapa?"

Ia meminta Sung Min membantu, Sung Min kan sahabat Woo Hyuk. Sung Min mengelaknya, ia bukan teman Woo Hyuk, ia bukan lagi pecundang menyedihkan yang bergaul dengan bocah seperti itu.

"Kau tidak berbeda dengan Kim Dong Hyun. Pura-pura menjadi temannya, tapi diam-diam ingin dia jatuh juga."

"Jangan membandingkan kami berdua. Kau pikir siapa kau? Kenapa kau membantu Choi Woo Hyuk?"

"Aku pengacaranya."

"Katakan yang sebenarnya! Sejak awal, aku tidak pernah menyukaimu. Kau bukan murid sekolah kami, tapi sok ikut campur. Kau tidak mengenal Choi Woo Hyuk, tapi kenapa membelanya? Bukankah justru kau yang tidak berbeda dengan Kim Dong Hyun? Kau memiliki tujuan lain dalam benakmu. Sda sesuatu yang kau sembunyikan. Jangan pernah kembali kemari. Aku tidak ada hubungan apa pun dengan Choi Woo Hyuk."


Ji Hoon menarik pundak Sung Min menghadaonya. Jangan hidup seperti itu. SUng Min tak mengerti. 

"Kau berteman dengan dia saat ia masih di atas, tapi sekarang bersikap layaknya tidak mengenal dia. Aku akan malu kalau bersikap sepertimu!"

Sung Min kesal dan menonjok Ji Hoon, Ji Hoon melawan dan mereka saling pukul.


Seo Yeon meminta Dong Hyun menjelaskan secara rinci kapan percakapan itu berlangsung. Saat itu mereka sedang merokok di atap gedung bilyar tempat mereka sering main bersama. Hari upacara kematian Lee So Woo.


Dong Hyun serius membaca sesuatu di ponselnya. Datanglah Sung Min dan Woo Hyuk yang mengagetkannya.

"Kenapa kau takut sekali? Memang kau melihat sesuatu yang aneh?" Tanya Woo Hyuk.

"Tidak!" Elak Dong Hyun.

Woo Hyuk yakin pasti begitu, ia menyuruh Sung Min untuk mengambil ponsel Dong Hyun. Sung Min beraksi dan Dong Hyun melindungi ponselnya.

"Tidak, bukan begitu! Aku sedang melihat gambar yang mereka unggah. Upacara kematian hari ini." Jelas Dong Min. 


"Upacara kematian? Oh, Lee So Woo. Bocah itu... aku membunuhnya." Ucap Woo Hyuk meyakinkan.


Seo Yeon bertanya, apa yang Dong Hyun lakukan saat mendengarnya. Terkejut, tidak bisa berkata apa-apa. Lalu, mencoba tertawa. Ia menyuruh  Woo Hyuk berhenti bercanda.

"Anda mengira dia sedang bergurau?"

"Tidak. Sejujurnya, saya ketakutan. Saya takut dia akan menjawab "iya" jika saya bertanya lagi."

"Kalau begitu... Anda pasti berpikir bahwa Woo Hyuk memang membunuh So Woo cukup lama."

Jujur, sejak mendengar kematian So Woo, Ia bertanya-tanya apakah Choi Woo Hyuk membunuh dia? Tentu, ia tidak bisa mengatakan pada orang lain.

Yang membuat Dong Hyun berpikiran seperti itu adalah perkelahian di lab. Sains itu. Anak-anak semua tidak tahu betapa marahnya Woo Hyuk akibat tingkah of So Woo. Bohong saat Woo Hyuk mengatakan langsung melupakan perkelahian itu.

"Saya benar-benar ingat yang dikatakan Woo Hyuk malam itu. Mereka tidak berkelahi karena So Woo memandanginya dengan tatapan meremehkan. So Woo mengatakan pada Woo Hyuk... "Kau bahkan bukan manusia," "Kau hanya tukang bikin masalah." So Woo mengatakan hal-hal yang cukup kasar. Si sinting aneh itu."


Seo Yeon memastikan, apa benar. Dong Hyun mengiyakan, Terlebih, ia belum pernah melihat Woo Hyuk semarah itu. Woo Hyuk bilang, dia akan membuat So Woo tidak datang lagi ke sekolah. Dia bilang akan membunuhnya. Itu yang dia katakan.


"Tidak bisa dipercaya." Gumam Hae Rin.

Ia lalu berdiri, menuduh Dong Hyun mengarang cerita karena Woo Hyuk tidak ada di sana. Hakim menyuruhnya duduk.

"Kalian semua dibodohi olehnya! Woo Hyuk kan memang sering bicara begitu. Dia memang selalu begitu setiap kali merasa kesal!"

"Kau tidak diperbolehkan bicara tanpa ijin." Ujar Hakim.

"Biar aku jadi saksi."

Seo Yeon mengingatkan kalau Hae Rin itu juri. Hae Rin minta ijin melakukan keduanya, ia ingin bersaksi. Hakim mengingatkan, ia akan mengusir Hae Rin kalau bicara sepatah kata lagi!

"Memang kau siapa?"

Hakim lalu meminta pihak keamanan mengeluarkan Hae Rin. Hae Rin kesal dan akhirnya berjalan keluar sendiri.


Min Suk memberi Seo Yeon kesempatan untuk melanjutkan. Seo Yeon menghadap juri, ia menyampaikan kesimpulannya,

"Rerdakwa memiliki kebencian mendalam terhadap Lee So Woo setelah perkelahian tersebut. Woo Hyuk mengatakan dia akan membunuh So Woo, dan juga mengakui melakukannya setelah kematian So Woo. Terdakwa memiliki motif kuat untuk melakukan pembunuhan, da saksi yang menyaksikan insiden itu terjadi, juga saksi yang mendengar pengakuan langsung terdakwa, serta alibi terdakwa pun palsu."


Murid-murid berbisik kalau persidangan ini sudah berakhir.


Min Suk bertanya, apa pengacara akan melakukan pemeriksaan silang. Joon Young menjawab iya tapi ia butuh waktu 10 menit. Min Suk mengabulkannya.

Setelah saling pukul, Ji Hoon dan Sung Min merapikandiri di dalam restaurant. Sung Min bertanya, apa ia... terlihat seperti pengecut?

Tidak, Ji Hoon memahaminya. Ia paham ada banyak yang membebani Sung Min untuk datang ke persidangan. Dong Hyun minta uang damai dalam jumlah besar, ia dengar dari Woo Hyuk.

"Kau mungkin harus menyerah untuk bisa melanjutkan kuliah demi membayar uang damai itu. Dia kuatir."

"Dia mestinya menguatirkan diri sendiri. Dia berkata begitu padamu?"

"Sekali saja, sih. Aku tidak tahu tulus atau tidaknya."


Sung Min mengatakan kalau pemikiran Woo Hyuk sangat sederhana,tidak ada bedanya dengan anak kecil.

Ji Hoon menjelaskan, Woo Hyuk merasa sangat kesepian. Terlebih, Sung Min bahkan tidak menghubungi dia setelah berkelahi dengan Kim Dong Hyun.

"Apa yang Kim Dong Hyun katakan hari ini?"

"Dia mengatakan bahwa Woo Hyuk mengakui kalau dia membunuh So Woo."

"Apa?"

"Aku juga terkejut."

Sung Min tidak habis pikir dan itulah alasan Ji Hoon sampai jauh-jauh datang ke sana. Karena Sung Min lah satu-satunya yang bisa mematahkan pengakuan DOng Hyun.


Sung Min minta maaf karena sudah memukul Ji Hoon. Ji Hoon tak apa, kan ia memukul Sung Min juga. Sung Min meluruskan, Ji Hoon tidak memukulnya sungguhan karena ia menangkis semua pukulan Ji Hoon.

"Hidungmu berdarah, tuh." Kata Ji Hoon.

Sung Min memegang hidungnya dong tapi ternyata Ji Hoon cuma mengerjainya saja. Sung Min jelas kesal, ia mulai serius...

"menjanjikan Woo Hyuk dia pasti dinyatakan tidak bersalah? Aku tidak tahu kenapa kau begitu percaya diri, tapi pastikan kau memenuhi janji itu. Harus."

"Pasti."

Sung Min meminta Ji Hoon menunggu sebentar, ia harus membuka toko.


Joon Young memperkenalkan diri sebagai asisten pengacara yang akan melakukan pemeriksaan silang.

"Apa sebagai sesama manusia, Anda menyukai terdakwa?"

Tidak. Joon Young bertanya lagi, apa Dong Hyun menganggap Woo Hyuk sebagai teman. Dong Young balik bertanya, kenapa Joon Young bertanya seperti itu. Joon Young meminta Dong Hyun menjawabnya saja.

"Mana mungkin berteman dengan orang seperti dia? Dia sampah yang lebih buruk dari perkiraan orang selama ini. Dia memperlakukan orang lain selayaknya budak,
memaki, bahkan memukul mereka. Kalian semua juga tahu itu."

"Anda... membenci terdakwa."

"Ya. Memang. Lalu kenapa? Tidak ada yang takut lagi padanya."


Joon Young mengerti, ia menyampaikan kesimpulannya pada juri. Saksi membenci terdakwa. Tidak menganggap terdakwa sebagai teman, bahkan tidak menyukainya sebagai sesama manusia. Saksi mendekripsikan terdakwa sebagai "Sampah". Sebesar itulah kebenciannya terhadap terdakwa. Ia yakin, kesaksian dari seseorang yang merasa demikian tidaklah terpercaya.


Ji Hoon kesekolah bersama Sung Min. Joon Young dan Seung Hyun sudah menunggunya di ruang pengacara. Ji Hoon minta maaf karena terlambat. Joon Young menyadari wajah Ji Hoon lecet-lecet dan Sung Min juga

"Kalian berkelahi?" Tanya Joon Young.


Ji Hoon membantah, mereka hanya sedikit berbeda pendapat. Ia menanyakan pemeriksaan silangnya. Seung Hyun yang menjelaskan, Joo Young melakukannya dengan baik! Dia membuktikan bahwa Kim Dong Hyun membenci terdakwa. Dengan begitu, kesaksiannya meragukan.

Ji Hoon tersenyum, ia bersungguh-sungguh, Joon Young melakukan hal yang mengagumkan! Itulah gunanya pemeriksaan silang, untuk menumbangkan prasangka.


Sung Min menyela, ia tidak bisa lama-lama. kapan ia harus bersaksi?

Seung Hyun melihat jam, 11 menit saja. Ji Hoon meminta Sung Min mengatakan segalanya padanya dalam 11 menit.


Sung Min bersumpah sebelum bersaksi. Ji Hoon mengenalkan saksi pada hadirin bahwa saksi adalah teman dekat terdakwa. Dengan kedekatan tersebut, saksi mengenal baik tersangka lebih dari siapa pun, yang mungkin akan membuat kesaksiannya memihak.

"Saya akan mencoba meringkas kesaksiaannya seobyektif mungkin, semampu saya. Jadi, tolong pertimbangkan kesaksiannya tanpa prasangka apa pun."

Ji Hoon mulai pemeriksaannya, ia menunjukkan sebuah video. Pernyataan Dong Hyun bahwa Woo Hyuk mengaku telah membunuh So Woo.

Ji Hoon bertanya, apa Sung Min juga mendengar Woo Hyuk mengatakannya. Iya, tapi Woo Hyuk hanya bercanda. Seorang anak menyela, jangan bohong! Siapa yang percaya!

Hakim mengetuk palu menyuruh diam.

"Apa yang membuat Anda berpikir dia bergurau?" Tanya Ji Hoon.

"Itu karena... dia tertawa."

"Woo Hyuk tertawa saat mengatakannya?"

Tidak, Dong Hyun benar-benar syok saat Woo Hyuk mengatakannya.


kejadian sebenarnya. Setelah mendengar Woo Hyuk mengatakannya, Dong Hyung syok sampai menjatuhkan ponselnya. Woo Hyuk dan Sung Min berbalik, mereka tertawa melihat ekspresi Dong Hyun itu.

Sung Min mengatakan bahwa mereka berdua hanya mengerjai Dong Hyun. Mereka sering bercanda seperti itu pada Dong Hyun karena Dong Hyun gampang takut dan syok, Lucu saja melihat reaksinya. Jadi, mereka sering mengerjai dia dengan mengatakan hal-hal yang gila.


"Sekarang, saya akan menanyakan tentang motif terdakwa."

Video kembali di putar, soal apa yang dikatakan Woo Hyuk setelah perkelahian di lab sains.

Sung Min membenarkan kalau Woo Hyuk marah. Tapi, dia memang sering bilang begitu. Begitulah cara dia mengekspresikan amarahnya. Tapi, dia tidak bersungguh-sungguh ingin membunuh.

"Jadi, saksi itu bicara sebenarnya."

"Tidak. Dia hanya marah selama beberapa hari, setelah itu melupakannya. Dong Hyun tidak terlalu dekat dengan Woo Hyuk. Dong Hyun mungkin belum pernah melihat Woo Hyuk semarah itu, tapi saya sudah beberapa kali."

"Berarti, Dong Hyun menyisipkan opini pribadi dalam kesaksiannya, serta kurang akrab dengan terdakwa."


Seo Yeon keberatan karena pengacara menambahkan terlalu banyak komentar. Hakim menerimanya, ia meminta pengacara tidak menambahkan terlalu banyak komentar.

Ji Hoon mengerti, ia melanjutkan, Apakah Sung Min tahu alasan sebenarnya di balik perkelahian Woo Hyuk dan So Woo di lab. Sains?

"Menurut Woo Hyuk, karena So Woo menatapnya dengan sorot merendahkan. Itu awal mulanya."

"Apakah sesuatu terjadi... antara terdakwa dan So Woo sebelum perkelahian itu terjadi?"

Tidak. Itu pertama kalinya Woo Hyuk bicara dengan So Woo. Itu sebabnya, terasa aneh. Ia pun tidak paham alasan So Woo memantik perkelahian begitu. Ia yakin, So Woo pasti sadar pasti akan dihajar. Jadi, ia bertanya padanya.

"Saya tanya langsung padanya. Saya bertanya padanya."

" "Dia"? Lee So Woo?" Tanya Seo Yeon.


Sung Min menngiyakan. Ji Hoon bertanya lebih jauh, Sung Min bertemu So Woo? kapan?

Pertengahan Desember, malam hari di depan sebuah toko. Karena So Woo bersikap aneh. 


Awalnya Sung Min melewati So Woo begitu saja tapi ia teringat bahwa So Woo adalah anak dari kelas 2-1 itu, kan yang berkelahi dengan Woo Hyuk.

So Woo mengiyakan. Sung Min menyarankan agar So Woo pergi dari sana karena rumah Woo Hyuk disekitar sana, bagaimana kalau Woo Hyuk melihatnya?

"Jika dia melihatku... ku akan menyapa dia." Jawab So Woo dengan senyum.

"Diamlah, cepat pergi. Halte busnya di sana." Sambil menunjuk arah.

Sung Min sudah melangkah tapi ia kembali lagi, ia penasaran alasan So Woo melakukan hal itu pada Woo Hyuk, menyebut Woo Hyuk tukang bikin onar.

"Semacam menyalakan sinyal SOS (permintaan tolong). Agar seseorang dapat menemukan aku."

"Apa?"

"Ada seseorang yang ingin kutemui."

"Dasar sinting."

"Tujuanku sudah tercapai. Orang itu... aku bertemu dengannya."


Ji Hoon meminta Sung Min mengulanginya. Jadi.. So Woo ingin bertemu seseorang, dan So Woo membuat masalah agar bisa bertemu orang tersebut. Ia rasa, seperti itu.

Tepat saat itu Pak Han masuk ruang sidang. Ji Hoon bertanya, siapa orang itu. Sayangnya Sung Min tidak tahu. Tapi, So Woo bilang, tujuannya sudah tercapai. So Woo bilang, sudah bertemu orang itu.

Kilas balik...


So Woo bertemu dengan Pak Han setelah perkelahian itu. 


Ji Hoon berpikir, siapa kira-kira yang So Woo temui?


Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon