Monday, January 30, 2017

Sinopsis Star of the Universe Episode 1

Sumber Gambar dan Konten dari MBC

Sinopsis Star of the Universe Episode 1


Byul keluar dari rumahnya dengan seragam sekolah. Ia memakai sepatu dengan menginjak bagian belakangnya. Suara wanita dari dalam rumah menegurnya untuk tidak memakai sepatu dengan cara itu tapi Byul tidak mematuhinya. Setelah memakai sepatu ia memakai earphone.

"Aku pergi." Ujarnya semnagat.


Saking asyiknya mendengarkan lagu, Byul tidak memperhatikan jalan. Saat di perempatan, tiba-tiba sebuah mobil menabraknya.

Byul terkapar di jalan, kacamatany pecah, tapi ia masih sadar. Seorang wajah muncul di depannya. Seorang penyanyi favorite-nya, Woo Joo. Sampai akhirnya ia menutup mata untuk selamanya.


Tiket Taman Hiburan

"Satu-satunya ingatanku dari hidupku yang singkat. Bahkan bukan namaku sendiri, tapi bahwa aku mencintai penyanyi itu, Woo Joo. Tentu saja, itu berlanjut bahkan setelah kematian."

-- 7 Tahun Kemudian --


Byul menjadi Malaikat maut, ia tinggal di sebuah rumah kosong. Pagi itu, suara TV membangunkannya. Sebuah film fantasi yang membahas soal roh. Dimana roh itu bisa menyentuh sesuatu jika fokus, manggunakan semua emosi, kemarahan, cinta, kebencian dan dorong sampai ke tengah perut. Ahhirnya roh itu mampu menyentuh sesuatu.


Byul mempraktekannya, ia memfokuskan diri untuk menyentuh tuts piano dan setelah beberapa kali coba ia berhasil. Ia pun tersenyum senang.


Byul kemudian memakai baju kebesaran, make up, dan jam tangan Malaikat maut. Setelah siap, ia memilih album Woo Joo yang akan didengarnya. Pilihannya jatuh pada album berjudul "promise".


Byul berangkat dengan sepedanya. Anjing peliharaannya mengikutinya. Byul menyuruh anjing itu menunggu, ia akan segera kembali dan anjing itu pun duduk menunggu.


Byul berhenti di tengah jalan, ia memandangi Banner pemberitahuan cameback Woo Joo dengan album ketujuh-nya. Byul tersenyum senang tapi tidak lama karena ia mendengar suara sirine ambulance, ia pun mengikuti ambulance itu.


Petugas ambulance, Koo Se Joo memberi keterngan pada dokter mengenai keadaan pasien saat ditemukan. Pasien mengalami gagal jangtung tapi ia sudah memberinya dua suntikan adrenalin. namun tekanan darah dan saturasinya turun dalam perjalanan.


Di dalam rumah sakit juga banyak Malaikat maut yang menjemput para arwah. Byul kemudian melepas earphonnya sambil menuju si pasien yang tadi. Ia berpapasan dengan Se Joo tapi Se Joo tidak melihatnya.


Byul awalnya antusias melihat akan dapat mengantar arwah tapi setelah melihat pasien itu ia jadi kasihan karena pasiennya masih sangat kecil. Sang Ibu menangis sesenggukan menunggui anaknya. Byul melihat jam tangannya, menunjukkan kalau waktu anak itu tinggal 4 menit lagi. Dokter melakukan CPR pada anak itu. Perawat menanyakan pada seseorang dimana Dokter Yun.


Jo Young Gi yang juga seorang Malaikat maut mengabari Malaikat maut yang lain kalau Soo Ri datang, semua langsung kabur. So Ri (Dr. Yun So Ri) muncul dari luar setengah berlari menuju pasien anak itu. Ia menggantikan si dokter melakukan CPR. Saat waktu si anak kurang 3 detik lagi, ia membuka matanya dan menatap Byul.


Saat jantung anak itu berhenti berdetak, Byul melihat semuanya, So Ri, perawat dan ibu sia anak. Anak itu kemudian menggenggam jari kelingkingnya, Byul menariknya dan seketika itu detak jantung si anak kembali.


Byul pergi dari sana setelahnya. Ia sempat bertabrakan dengan Young Gi yang syok karena anak itu bisa selamat. Byul mencuci mukanya di toilet. Disaat bersamaan, Woo Joo juga ada di toilet. Managernya memanggil dari luar, apa Woo Joo baik-baik saja?


Staff masuk ke ruang ganti Woo Joo mengabarkan kalau acara akan dimulai 10 menit lagi. Disana ada manager dan satu orang lagi. Staff sempat mengeluh, ini kan comeback stage tapi yang hadir tidak sampai 100 orang.


So Ri jongkok di depan pintu masuk rumah sakit, akan merokok tapi tidak jadi karena Se Joo memanggilnya. Se Jo membcarakan soal pasien anak yang tadi. Ayahnyameninggal tiga tahulalu karena alasan sama, gagal jantung. Ia juga yang membawanya. Ia rasa ibunya terlalu kaget untuk memberitahu So Ri.


"Kalau begitu, mungkin itu turunan. Dia sudah melewati masa kritis dan sedang diperiksa, jadi, akan kusampaikan pesan ini ke ICU." Jawab So Ri. Se Joo menyadari kalau lipstik So Ri belepotan, ia menunjukkan tapi So Ri tidak tahu apa maksud Se Joo. Akhirnya Se Joo memberi So Ri saputangannya. So Ri membawanya masuk ke dalam.


Soo Ri menuju toilet, langsung kaget melihat penampakannya.

"Siapa kamu? Joker?"

Tapi kemudian ia mengatakan kalau wajahnya lucu sebagai penghibur diri sendiri. So Ri mencucimukanya tapi anehnya kran yang ia nyalakan terus mati.


Itu adalah ulah Byul, ia melarang So Ri berkencan di tempat kerja, tapi kemudian ia melihat cermin. Ia iri So Ri memiliki bayangan di cermin sedang ia tidak.


Woo Joo juga menatap dirinya di cermin toilet barulah ia naik panggung. Semua penggemarnya antusias.

"Kami akan menjaga dan mencintaimu! Kami akan menjaga dan mencintaimu!" Teriak semuanya kompak.

Untuk penampilannya kali ini Woo Joo sambil bermain piano.


Dalam kegelapan tidak berujung
Di terowongan bersamamu, Cahayaku
Aku tidak bisa bernapas
Aku tidak bisa bernapas
Rasanya seolah-olah aku berjalan melalui terowongan gelap sendirian


Malaikat maut yang masih ada di rumah sakit memesan JJangmyeon dan memakannya bersama-sama. Byul menyembunyikan remote kontrol TV, ia sengaja membesarkan volume TV saat Woo Joo tampil.

So Ri yang lewat di sana juga berhenti untuk melihat Woo Joo, ia tersenyum. TapiByul tidak senang karena So Ri menghalangi pandangannya. Tapi untungnya So Ri cuma sebentar.


Malaikat maut yang juga ikut menonton penampilan Woo Joo itu heran, soalnya atasa terus mengatakan kalau Woo Joo akan mati tapi kok tetap saja hidup. Yang satu lagi menyahut kalau Woo Joo tampan dan pandai bernyanyi. Dia nya jawab lagi, kira-kiraberapa pendapatan Woo Joo dari hasil royalti lagunya.

"Benar, bukan? Hidup hanya sekali. Seharusnya aku
hidup seperti itu." Tanggapan yang lain lagi.

Young Gi menyahut, apa mereka tidak membaca tabloid. Katanya Woo Joo akan diangkat tahun ini karena VIP sangat menantikannya. Byul langsung tak mampu menelan makanannya kala mendengar itu.

"Bahkan Jackson dan Prince sudah ada di sana. Akhirat juga menginginkan Woo Joo dalam tahun ini." Lanjut Young Gi.


Mereka bertiga tidak ada yang percaya. Woo Joo punya segalanya dibumi jadi untuk apa pergi. Jiwa Woo Joo juga tidak cukup lemah untuk mereka masuki. Setidaknya Woo Joo harus ingin mati sesekali dan melakukan beberapa hal yang biasanya
tidak Woo Joo lakukan.

"Ayolah. Ayolah. Bagaimana bisa mengetahui satu hal, tapi tidak yang lainnya? Seseorang sebesar dia harus segera naik agar kita terlihat baik, bukan? Bukankah begitu? Apa aku salah? Aku salah? Apa aku salah? Aku salah?" Jawab Young Gi sambil nunjukkin jam tangannya.

Mereka bertiga kagum, wow Jaws. Young Gi mengoreksi, bukan Jaws tapi Jobs. Ia sok-sok an bilang sudah berusaha keras menyembunyikannya tapi tetap saja ketahuan.

"Ini bisa dipakai di kehidupan ini dan di akhirat. Ada hitungan mundurnya, juga GPS. Sama mengejutkannya dengan melihat hantu. Entah di kehidupan ini atau di akhirat, para orang geniuslah yang mengubah dunia. Apa gunanya ini jika hanya menjemput ribuan orang biasa? Dalam bidang kita, kita perlu menjemput seseorang seperti Woo Joo untuk naik peringkat. Bukankah kalian setuju?" Jelas Young Gi panjangnkali lebar.


Byul saking syok nya sampai gak sadar membuka kuah daging lalu nyiramin semuanya ke daging goreng. Semua teriak, "Yaa!" Dari mereka bertiga ada yang menanyai Bul, kalau Byul seperti itu kenapa meninggal? Byul hanya bisa minta maaf.


Young Gi mengalihkan pembicaraan, ia memberitahu Byul kalau ada beberapa roh lagi untuk dijemput di lantai bawah di rumah duka, yang sedang berkabung.


Byul menjemput roh yang dikamsud tapi iakuwalahan karena rohnya tidak mau. Si roh menyesal, kalau tahu akan meninggal cepat ia tidak akan menjual mi dan rajin menabung. Ia tidak akan membuang-buang uang. Seharusnya ia melakukan hal baik. Tidak banyak uang dari pensiun. Ia tidak bisa pergi seperti ini.

"Jika tidak pergi, Anda akan terjebak sepertiku." Kata Byul.

Tapi si roh malah marah karena Byul terus saja menjawabnya. Ia juga heran, kenapa Malaikat maut begitu muda?


Tiba-tiba Young Gi muncul dengan mobilnya. Ia merebut roh itu dari Byul dan Roh itu pun lebih suka naik mobil Young Gi.


Tapi Byul tidak apa-apa ia malah senang karena bisa melihat Woo Joo bersama teman hantunya, Gak Shi.


Gak Shi bertanya, apa Woo Joo benar-benar akan meninggal. Walaupun hanya rumor sudah membuatnya sedih, ia tak tahu harus bagaimana karena  mendukung Woo Joo adalah satu-satunya kebahagiaannya.

"Hei, ini bukan kali pertama rumor seperti itu menyebar. Meskipun dia dipanggil, kenapa dia harus mati? Dari sudut pandang pakar, dia harus berpikir ingin mati, yang akan membuatnya melakukan hal-hal tidak biasa. Harus ada tanda-tanda itu dahulu." Jelas Byul.

Gak Shi menebak, apa Woo Joo akan bunuh diri karena lbum ketujuhnya tidak begitu laku. Byul tidak setuju, pikirkan saja. Single terakhirnya bukan untuk semua orang tapi mereka tidak akan tahu sampai album penuhnya keluar.

"Jujur saja, klip videonya pun buruk. Ada begitu banyak komentar kejam. Itu tersebar di internet."

Gak Shi memberikan ponselnya pada Byul agar bisa melihat komentar buruk di internet. Byul bergumam kalau Woo Joo mungkin terlalu baik untuk bisa menuntut mereka.

"Agensinya pasti tidak setuju. Kenapa Presdir Uhm terus mengirimnya ke luar negeri? Busana penampilan kembalinya..."

"Buruk sekali." Lanjut Gak Shi.

Byul bertanya, haruskah ia bawa si penata gayanya Woo Joo.


Woo Joo keluar untuk menuju mobilnya. Gak Shi akan mengikutinya masuk tapi Byul mencegahnya. 

"Apa kita ini penguntit?"

"Bukan. Tentu saja bukan." dan Gak Shi menurut. Ia meneriakai Woo Joo agar jangan mati karena hidupnya tidak akan berarti tanpa Woo Joo.


Di dalam mobil, Woo Joo langsung mencuci tangannya dengan antiseptik. Presdir Uhm tidak senang karena lagu Woo Joo langsung menghilang dari semua tangga lagu.

Presdir Uhm menyuruh Woo Joo menulis lagu romantis untuk single selanjutnya, tidak perlu pakai kaliamat yang sulit dimengerti. Daripada mendengarkan omelan Presdir Uhm Woo Joo melilih pura-pura tidur dengan mendengarkan lagu.

"Aku tidak yakin Presdir Uhm. Siapa yang mengharapkan lagu romantis dari Woo Joo? Merupakan idemu bahwa konsepnya artis yang berasal dari luar planet." Tanggapan manager.

Presdir Uhm menjawab kalau Woo Joo sudah lama di Bumi, iamenyarankan agar Woo Joo melakukan acara Variety show. Contoh saja Eric Nam yang ikutan WGM.


Presdir Uhm meminta Woo Joo mencari namanya sendiri di Internet tapi saat ia menoleh, Woo Joo sudah memejamkan mata. Manajernya menebak kalau Woo Joo pasti lelah.

Manajer aka bicara dengan presdir Uhmdari sudut pandang penyanyi-penulis lagu. Orang perlu pengalaman untuk membuat sesuatu. Sedangkan Woo Joo sudah menjalani kehidupan seperti pendeta sejak 19 tahun.

"Bagaimana bisa menulis lagu cinta? Dia hanya bisa menulis kitab suci. Bukan berarti dia tidak mau menulis lagu cinta. Dia tidak bisa. Untuk menulis lagu, kita perlu perubahan emosi. Karena itu, bagaimana kalau izinkan dia menemui wanita? Sudah kuduga. Paling tidak, beri dia hewan peliharaan. Aku tidak bisa terus begini. Aku bukan peliharaannya."

Presdir Uhm punya ide, jika tidak bisa menulis lagu cinta kan bisa menyanyikan lagu orang. Ia akan menghubungi Jung Ji Chang dan memintanya membuat lagu cinta. Ia menyuruh manjer untuk menghubungi Jo Yi Na dan jadwalkan waktu rekaman. Ia juga akan memasangkan Woo Joo dengan Yi Na di WGM (We Got Married).


Saat mobil berhenti, Woo Joo membuka pintu mobil dan berjalan keluar. Presdir Uhm akan menyusul tapi tidak bisa karena tiba-tiba ada mobil melaju dari belakang.


Woo Joo sampai di halte, ia mengetik namanya di mesin pencarian internet. Ada berita mengenai dirinya yang Album Ketujuh 'Chaos' dengan Lagu 'Tunnel'.


Ada seorang siswi sedang mendengarkan lagunya sambil mengetik sesuatu. Woo Joo mendekat untuk melihat apa yang ia tulis.

"Rasanya tersiksa sekali mendengar lagu baru Woo Joo. Dia hanya bintang lama yang putus asa mencari perhatian. Seharusnya dia mati saja."

Woo Joo melotot membacanya. Si siswi itu sadar, ia kemudian melihat Woo Joo. Woo Joo membuka maskernya.

"Astaga, kamu tampan sekali." Ujarnya.


Siswi itu entah mengenali Woo Joo atau tidak tapi ia mengatakan akan menghapus tulisannya. Woo Joo melarangnya ia menyentuh jari siswa itu dan menekankan tombol kirim.

"Aku akan menghapusnya. Aku bisa menuntutmu saja." Ucap Woo Joo.


Bis datang dan Woo Joo naik. Ia tidak punya uang receh ataupun kartu transportasi. Ia membayar dengan uang 50.000 won dan kembalinya receh semua, kayaknya tarif bis gak sampe 5.000 won.


Byul sedang main-main dengan Gak Shi dan tiba-tiba atasannya (Pak Gu) menelfon.

Pak Gu menegurnya karena Byul mendapat nilai nol(artinya tidak ada roh yang berhasil dijemputnya) padahal ada 800 orang mati hari ini. Young Gi yang nilainya paling atas.

"Apa kau tidak bekerja keras?"

"Aku bekerja keras, tapi mereka selalu terselamatkan."

"Jangan banyak alasan. Bukankah kau ingin menjadi pekerja tetap tahun ini?"


Byul jelas mau, ia meminta bantuan lebih pada Pak Gu, jam itu "jobs". Lagi-lagi Pak Gu menganggap itu cuma alasan. Pak Gu menegaskan, Byul harus membawaknnya setidaknya satu roh sebelum ia memberinya apapun.

"Bukankah ada banyak hantu wanita yang berkeliaran di dekatmu?"


"Ada satu." Byul melirik Gak Shi dan otomatis Gak Shi agak menjauh. Byul lalu menutup telfon. Ia bertanya pada Gak Shi, apa Gak Shi mau naik ke akhirat?

"Kamu gila. Aku sahabatmu."

Byul mengerti, ia lalu mulai bermain lagi. Gak Shi kesal, ia memukul punggung Byul dan melarikan diri. Ia hanya pernah merayu satu pria. Ia bahkan tidak berharap kepada Woo Jo. Ia akan naik ke akhirat tanpa penyesalan setelah dicintai.

Byul mengerti, untuk menghiburnya, ia mengajak Gak Shi memesan tiket konser Woo Joo bersamanya.


Woo Joo sudah turun dari bis, ia mendengarkan pesan suara dari managernya. Si manager mengatakan kalau ia diomeli Presdir Uhm terus mengomelinya. Ia akan menjadwalkan rekaman sesuai perintah. Ia khawatir, apa Woo Joo bisa menemukan jalan pulang sendiri?

"Cih.. Dia menganggapku apa?" Ujar Woo Joo.


Woo Joo melanjutkan jalannya, ia terus berjalan dan berjalan tapi tak menemukan apartemennya. Hingga ia sampai pada terowongan dekat rumah Byul. Ia sudah menyerah, akhirnya ia menghubungi manajernya.

"Kenapa rumahku begitu jauh dari stasiun? Aku membayar mahal untuk sewa. Seharusnya lebih dekat, bukan? Astaga, lingkungan yang menyedihkan."

Si manager menanyakan lokasinya berada tapi WOo Joo juga tidak tahu, ia terus saja jalan.


Sampai akhirnya Woo Joo sampai di ujung terowongan, ia mendengar alunan piano Byul.


Woo Joo penasaran, ia memutuskan masuk di sana. Dan rumah kosong itu penuh dengan hiasan gambar dirinya.


Woo Joo menuju piano, disana ia menemukan album miliknya "promise", ia pun duduk di kursi piano di samping Byul tapi ia tidak bisa melihat Byul. Byul menganga melihat Woo Joo sedekat itu dengannya.


Woo Joo memainkan piano itu, satu lagu full sampai selesai. Byul terpesona mendengarnya.


Setelah selesai, Woo Joo mendesah, "Aku ingin mati."

Keringat Woo Joo menetes. Byul mengulurkan tangannya untuk menghapusnya tapi tiba-tiba Woo Joo merasakan sesuatu, ia menoleh ke arah Byul tapi tidak ada apa-apa.


Woo Joo takut, ia segera pergi dari sana. Si anjing mengikuti Woo Joo, saat Woo Joo menoleh, anjing itu duduk diam. WOo Joo pun melanjutkan jalannya.


Byul menatap kepergian Woo Joo dengan sedih.



1 komentar so far

Ini film kok cm 3 eps,, g xmpe 10 aj gtu. Kyakx asik jg... dtggu lanjutanx...

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon