Thursday, February 23, 2017

Sinopsis Defendant Episode 10 Part 2

Sumber Gambar dan Konten dari SBS

Sinopsis Defendant Episode 10 Part 2


Eun Hye memutar rekaman Jung Woo di laptopnya,

"Dengar, Park Jeong Woo. Kalau kau melihat ini, kau mungkin akan merasa bingung." Kata Jung Woo dalam video itu.

Kilas balik...


Jung Woo merekam dirinya sendiri menggunakan laptop Eun Hye saat Eun Hye mengunjunginya. Ia bertujuan untuk menunjukkan video itu pada dirinya sendiri jika sewaktu-waktu ia kehilangan ingatan.

"Kau baru saja bangun setelah malam ulang tahun
Ha Yeon semalam. Tapi kau sekarang berseragam biru,dengan emblem merah di dadamu. Mungkin akan sulit bagimu menerima ini. Sama sepertiku. Bagaimanapun, ini adalah kenyataannya. Aku akan mempersingkatnya.

Ji Soo sudah meninggal. Orang yang membunuh Ji Soo.. dan memasukkanmu ke dalam penjara adalah Cha Min Ho. Dia hidup dengan menggunakan nama Cha Seon Ho sekarang. Dia adalah presdir Chamyung Grup. Kau harus menangkapnya. Namun, ini bukan waktu yang tepat. Ha Yeon masih hidup. Keluarlah dari sini. Dan fokuslah untuk menemukan Ha Yeon. Dan kau harus mempercayai Pengacara Publik Seo Eun Hye yang menunjukkanmu video ini. Dia akan menolongmu."

Kilas balik selesai...



Jung Woo kembali bermimpi soal ulang tahun Ha Yeon. Ia terbangun dengan nafas terengah. Ternyata semua rekannya sudah menunggunya bangun. Mereka khawatir.

"Tahanan 3866, apa itu terjadi lagi? Apa ingatanmu hilang lagi?" Tanya Bang Jang.

"Dia sepertinya tidak sadar. Kumat lagi." Kata Woo Ruk.

"Ini tidak benar, kan?" Tanya Mil Yang.

"Tidak. Park Jeong Woo. Apa kau mengenaliku?" Tanya Cheol Sik.

Setelah beberapa detik Jung Woo menjawab kalau ia baik-baik saja dan itu membuat semua lega. Merekapun kembali tidur dengan tenang.


Jung Woo menatap keluar, "Aku merindukanmu, Ji Soo. Aku akan menemukan.. Ha Yeon." Batin Jung Woo.


Jun Hyuk menemui Min Ho di ruang interogasi, sebelum kesana ia melihat artikel bunuh diri Min Ho. Min Ho meminta Jung Hyuk menyelesaikan pemeriksaan dengan cepat karena ia capek sekali.

"Saya dengar Anda menunjuk seorang pengacara publik."

"Aku bisa menyelesaikan ini tanpa bantuannya. Aku tahu kau akan mengurusku dengan baik."

Jun Hyuk sudah melakukan sedikit riset. Min Ho sudah menduga hal itu. Jun Hyuk penasaran, kenapa Min Ho menggantikan Yeon Hee. Min Ho tidak mengerti maksud Jun Hyuk. Jun Hyuk juga tahu Min Ho menunjuk Rutan Woljeong untuk tujuan tertentu.

"Saya punya teman di sana. Namanya Park Jeong Woo. Anda punya sedikit masalah dengannya."

Min Ho melepas kacamatanya dan melemparkannya ke meja . Min Ho berkata kalau Jun Hyuk mungkin terlalu banyak menonton film. Ia bertemu secara tak sengaja dengan Jung Woo di Rutan Woljeong. Kepala Sipirnya adalah salah satu temannya. Ia tidak menyangka Jun Hyuk akan berpikir begitu. Ia harusnya memilih untuk diperiksa dengan penangguhan penahanan. Lagi pula ia akan segera bebas, kok.

Jun Hyuk tidak peduli pada hal semacam itu. Ia meminta izin untuk mengatakan sesuatu. Kasus Jung Woo... sudah ditutup. Ia tidak mau ada sidang ulang untuk kasusnya Park Jung Woo. Jun Hyuk lalu pergi dari sana.

Min Ho senang mendengarnya, ia tertawa lebar.


Jun Hyuk di luar menatap dirinya sendiri di kaca. Ia teringat ketika menuntut Jung Woo dengan hukuman mati, saat itu ia berkaca-kaca. Ia juga teringat saat ia menjawab dengan mantap ketika Kepala Jaksa menanyainya apakah ia ragu atau tidak dengan kasus Jung Woo.

"Aku tidak bisa menarik ucapanku itu lagi. Maafkan aku, Jung Woo-ah."


Jung Woo terus mengasah pecahan kaca itu yang sekarang sudah berbentuk seperti ujung pisau. Rakun mendekatinya, memberikan kunci yang diminta Jung Woo.

"Aku tidak tahu kenapa kau membutuhkannya, tapi semoga kau beruntung." Bisik Rakun.

Tae Soo melihat itu dan ia tampak curiga.


Setelah Rakun pergi, giliran Cheol Sik yang mendekati Jung Woo. Cheol Sik bertanya, apa Jung Woo sudah mendapatkannya. Jung Woo menunjukkan pecahan kaca itu.

"Baiklah. Apa semua sudah beres sekarang?" Tanya Cheol Sik.

"Ya."

Tae Soo masih memperhatikan mereka.


Jung Woo bercerita pada Dokter bahwa semalam ia kembali bermmpi. Dalam mimpinya ia melihat istri dan anaknya. Dokter heran, karena itu adalah saat di mana Jung Woo biasanya kehilangan ingatannya.

"Lalu aku ingat apa yang Dokter katakan. Mungkin saja ada jawaban dalam mimpi itu. Aku sangat merindukan mereka, tapi aku tidak bisa memeluk mereka. Aku takut... kalau aku memeluk mereka, aku akan melupakan semua itu dan kembali ke masa-masa saat aku bahagia itu."

Dokter senang karena Jung Woo sudah menemukan cara agar kau tidak kehilangan ingatannya. Tapi Jung Woo sedih karena ia tidak akan pernah melihat Ji Soo lagi.

"Setelah melalui masa yang sulit, kau mungkin akan melihatnya lagi.. di dalam mimpimu."

"Sampai saat itu.. Ji Soo akan.. datang menemuiku, kan?"


Seong Kyu membawa Ha Yeon ke tempat Eun Hye karena ia teringat bahwa Eun Hye adalah pengacara Jung Woo. Waktu itu Jung Woo bercerita kalau Eun Hye sangat membantunya hingga ia bisa naik banding.

Bibi yang ada di rumah. Seong Kyu pura-pura mau bertemu dengan Eun Hye untuk menggunakan jasa Eun Hye. Bibi senang, ia memuju keponakannya yang merupakan pengacara jago.

Bibi melihat Ha Yeon. Ia memuji Ha Yeon imut, sama seperti Eun Hye waktu kecil dulu. Ia menanyakan siapa nama Ha Yeon. Ha Yeon mengatakan nama lengkapnya "Park Ha Yeon". Bibi merasa sepertinya ia sering dengar nama itu.

Ha Yeon batuk-batuk, Bibi khawatir dan menyentuh Ha Yeon ternyata demamnya tinggi. Bibi lalu masuk ke dalam kembali untuk mengambil air hangat.


Ha Yeon memanggil Seong Kyu. Seong Kyu menyentuh Ha Yeon untuk memeriksa suhu tubuhnya dan tiba-tiba Ha Yeon pingsan. Seong Kyu khawatir dan langsung memanggil ambulan.


Ji Hye pulang saat ambulan pergi. Ia heran, kenapa ada ambulan. Bibi tidak tahu dia itu paman atau siapanya tapi bahkan dia tidak tahu kalau anak itu sakit. Bibi mengatakan ada pria datang untuk menemui Eun Hye tapi anak yang ikut dengan Pria itu mendadak pingsan.

Bibi lalu mengajak Eun Hye masuk dulu, ia akan mengatakannya di dalam. Eun Hye menunjukkan foto Seong Kyu dan bibi membenarkan, Seong Kyu lah r=pria itu.


Bibi lalu mengajak Eun Hye masuk dulu, ia akan mengatakannya di dalam. Eun Hye menunjukkan foto Seong Kyu dan bibi membenarkan, Seong Kyu lah r=pria itu.

Eun Hye terkejut lalu ia melihat tas anak kecil di sofa. Ia membuka tas itu dan ada tulisan nama "Park Ha Yeon" disana. Eun Hye terharu melihatnya, ia langsung keluar lagi.

Eun Hye menelfon ambulan tadi, ia pura-pura menjadi guru Ha Yeon untuk menanyakan ke rumah sakit mana Ha Yeon dibawa.


Dokter menjelaskan hasil pemeriksaan Ha Yeon pada Seong Kyu. Ha Yeong punya gejala pneumonia jadi tidak boleh ada di cuaca yang terlalu dingin, maka Ha Yeon harus dirawat di rumah sakit. Seong Kyu mengerti, dokter memintanya untuk mengurus pendaftaran administrasi lebih dulu.


Eun Hye mengemudi menuju rumah sakit Ha Yeon. "Aku menemukan Ha Yeon. Tunggulah sebentar lagi Park Jung Woo-ssi."


Seok dan anak buahnya sampai duluan di rumah sakit. Mereka menggeledah setiap ranjang di UGD tapi ranjang Ha Yeon sudah kosong.

Seong Kyu sudah tahu itu akan terjadi, maka ia sigap dengan membawa Ha Yeon bersembunyi. Saat situasi aman, ia membawa Ha Yeon keluar.

Seong Kyu membawa Ha Yeon ke mobilnya, ia yakin Seok tidak akan mememukan mereka di mobil. Seong Kyu meminta Ha Yeon menahan sebentar, ia lalu membawa Ha Yeon ke RS Chamyung.


Eun Hye sampai di rumah sakit tapi dokter bilang Ha Yeon menghilang padahal seharusnya harus dirawat. Eun Hye panik, kemana lagi Seong Kyu membawa Ha Yeon.


Setelah investigasi, Min Ho kembali ke Rutan. Cheol Sik mengamatinya dari sel menggunakan cermin.


Ia lalu memberitahu Jung Woo kalau Min Ho sudah kembali. Ia menyuruh Jung Woo berpikir ulang apa rencana Jung Woo itu adalah satu-satunya cara.


Min Ho berganti pakaian dan ia bergabung dengan tahanan lain di lapangan.

Jung Woo memberikan pecahan kaca yang sudahdiasahnya sangat tajam pada Cheol Sik. Cheol Sik masih ragu, apa Jung Woo akan baik-baik saja. Jung Woo bilang cuma itu satu-satunya cara. Ia berharap Cheol Sik melakukannya dengan baik.

"Aku tidak bisa percaya ini." Ucap Cheol Sik sambil memerima tangan Jung Woo.


Saat berjalan kembali ke sel, Cheol Sik mundur kebelakang menghampiri Jung Woo. Ia mengucapkan selamat tinggal pada Jung Woo lalu menusukkan pecahan kaca itu ke perut Jung Woo.

Cheol Sik terus berjalan ke belakang dan hanya dalam beberapa detik, Cheol Sik berhasil memindahkan pecahan kaca itu ke tangan Min Ho. Jung Woo roboh setelahnya, semua orang panik termasuk petugas. Min Ho terkejut dan langsung membuang pecahan kaca itu, petugas melihatnya lalu mereka membawa paksa Min Ho ke sel hukuman. 


Min Ho berontak, ia mengatakan kalau bukan ia yang melakukannya. Petugas tidak percaya dan tetap membawanya. Min Ho minta dipanggilkan kepala sipir sekarang juga.

"Hei, kau. Dengan seorang Kepala Sipir di belakangmu, yang kau lakukan ini sudah sangat keterlaluan. Kau baru saja menikamnya. Kepala Sipir tidak ada di sini sekarang. Kau bisa bicara dengannya kalau dia sudah kembali nanti." Kata Petugas yang mengurung Min Ho.

Min Ho kesal bukan main, "Park Jeong Woo! Aishhh."


Tae Soo dan satu petugas lain membawa Jung Woo ke ruang kesehatan. Dokter memeriksa luka Jung Woo yang ternyata dalam, ia tidak bisa menanganinya jadi Jung Woo harus segera dioperasi.

Kedua petugas hanya diam. Dokter membentak, apa mereka mau tanggung jawab kalau Jung Woo meninggal. Ia akan mengambil tindakan darurat dan membawa Jung Woo keluar dari sana segera.

Petugas ambulan datang, Jung Woo dibawa mereka dengan buru-buru. Selama itu Jung Woo masih sadar dan ia menghitung ketujuh pintu yang dilewatinya.

Kilas balik...


Jung Woo mengatakan pada Cheol Sik kalau ia akan dipindahkan ke rumah sakit. Ia menyuruh Cheol Sik untuk menikamnya.

"Apa kau sudah kehilangan akalmu? Bagaimana kalau kau benaran mati?"

Jung Woo mengamati kalau Dokter baru itu bukan seorang dokter bedah. Kalau dia tidak bisa mengatasi lukanya, ia akan mengirimku ke rumah sakit.

"Bagaimana dengan petugasnya? Setidaknya akan ada 3 petugas di sana."

"Sebelum Cha Min Ho kembali, aku harus keluar dari sini."

Tapi sayangnya Min Ho kembali lebih cepat jadi mereka merubah rencana dengan menjebak Cha Min Ho atas penikaman dirinya.

Kilas balik selesai...


Min Ho sudah ada di ruangan Kepala dipir, ia kesal siapa gerangan yang berani menjebaknya. Kepala Sipir mengingatkan kalau Jung Woo adalah seorang jaksa jadi wajar jika banyak yang dendam. Dan sepertinya salah satu dari mereka yang menjebak Min Ho. Kepala Sipir berjanji akan segera menemukannya.

"Lalu, di mana Tahanan 3866?" Tanya Min Ho.


Dokter meminta Jung Woo bertahan sebentar lagi karena mereka akan segera sampai. Tiba-tiba polisi disana menyuruh supir ambulan untuk putar arah menuju rumah saki Chamyung.

"Apa maksudmu Rumah Sakit Chamyung? Butuh lebih dari setengah jam untuk sampai ke sana. Dia butuh operasi secepatnya." Protes Dokter.

"Ini adalah perintah dari pimpinan." Jawab petugas itu.

Jung Woo menatap tae Soo, "Tidak bisa." Batinnya.


Min Ho menelfon Seok menyuruh ke RS Chamyung karena Jung WOo sedang menuju ke sana. Seok mengerti.

Setelahnya, Min Ho meminta Kepala Sipir untuk membawanya ke RS Chamyung. Kepala SIpir tidak bisa, sulit baginya untuk membawa seorang tahanan keluar dari Rutan.

Min Ho mengeluarkan pecahan kaca yang digunakan untuk menikam Jung Woo. Ia menggoreskannya ke telapak tangannya sendiri.

"Sepertinya aku juga butuh perawatan. Bisakah aku pergi?" Tanya Min Ho.

Tanpa menunggu jawaban Min Ho keluar dari ruangan Kepala Sipir.

"Astaga. Dia benar-benar gila." Gumam Kepala Sipir.


Jung Woo sampai di RS Chamyung. Sebelum masuk ke ruang operasi, ia diborgol dahulu oleh petugas karena itu merupakan aturan.

Tapi sampai di ruang operasi Jung Woo harus menunggu karena ruang operasinya penuh. Perawat yang menunggui Jung Woo juga meninggalkannya karena ada urusan mendadak.


Jung Woo melepas masker oksigennya lalu mengeluarkan kunci borgol dari mulutnya. Iamenggunakannya untuk membuka borgol tapi tidak bisa.

"Rakun, kau berengs*k." Kutuk Jung Woo.

Sementara itu di Rutan, Rakun sedang bersantai dan tersenyum, "Semoga beruntung. Park Jung Woo."


Tae Soo membukakan borgol Jung Woo, Ia juga memberikan baju dokter dan ponsel pada Jung Woo karena ia tahu Jung Woo akan membutuhkannya.

"Terima kasih, Tae Soo." Ucap Jung Woo terbata karena menhan sakit.


Perawat keluar mengabarkan kalau Jung Woo menghilang. Semua terkejut. Lalu Tae Soo mendekat, petugas rekannya bertanya dari mana saja Tae Soo, ia memberitahu kalau Jung Woo menghilang.

"Apa?" Kata Tae Soo pura-pura terkejut.


Jung Woo menuju tangga darurat. Ia tidak bisa berjalan tegak karena menahan sakit.


Eun Hye keluar dari rumah sakit menuju parkiran. Min Kyung menelfon, Min Kyung sudah menemukan  catatan aksesnya. Min Kyung mematikan kalau ini adalah kali terakhir ia membantu Eun Hye.

"Di mana?" Tanya Eun Hye.

Min Kyung mengatakannya tapi tidak diperdengarkan pada penonton. Eun Hye mengerti dan ia akan memeriksanya, tak lupa ia berterimakasih pada Min Kyung.


Jung Woo ke parkiran, ia menghubungi Eun Hye. Eun Hye yang baru menjalankan mobil langsung menghentikan mobilnya.

"Park Jung Woo-Sshi."

"Aku akan menjelaskannya nanti. Jemput aku. Aku ada.."

"Aku menemukan Ha Yeon."

"Di mana? Di mana dia?"

"Dia ada di Rumah Sakit Chamyung."

"Apa?"

"Ha Yeon sakit parah. Sepertinya dia pingsan kemarin. Di mana kau, Park Jeong Woo?"

"Aku di RS Chamyung. Aku akan mencoba menemukan dia."


Jung Woo harus berhati-hati karena pihak keamanan sudah tersebar ke mana-mana. Ia menuju bangsal anak dengan kesusahan menahan sakit. Lalu ia membuka satu per satu bangsal anak. 


Kepala sipir yang sedang dalam perjalanan menuju RS Chamyung mendapat laporan kalau Jung Woo menghilang. Ia pun menyuruh anak buahnya untuk mempercepat laju mobil.


Jung Woo terus mencari dan akhirnya ia melihat pria mirip Seong Kyu (memang itu Seong Kyu) keluar dari ruangan. Ia pun masuk ke ruangan itu. Di sana ia membuka salah satu tirai. Ia tersenyum haru karena Ha Yeon ada di sana.

"Ha Yeon. Puteriku. Ha Yeon-ku sayang." Tangis Jung Woo, lalu ia mencium kening puterinya.


7 komentar

Aaaaaaaaaaaaaaa!fighting jung woo serrrrrrrrruuuuuuuuu

Episode ganjil ditulis mbak Lilik di sinopsisdrama.net

Chingu ditunggu sinopsis ep 12 nya ya...Semangat nulis nya...Terima kasih...

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon