Friday, February 3, 2017

Sinopsis Defendant Episode 4 Part 2

Sumber Gambar dan Konten dari SBS

Sinopsis Defendant Episode 4 Part 2


Min Ho sudah mendekati pelaku itu tapi tiba-tiba ayahnya datang, ia pun kehilangan si pelaku. Ayahnya menanyakan persiapan pesta untuk para pendukung. Min Ho menjawmin semuanya sempurna.


Min Ho bertanya pada sekretarisnya mengenai CCTV. Sekretaris mengingatkan kalau di lantai ruangannya, CCTV dimatikan atas perintahnya. Min Ho agak terkejut mendengarnya.

"Haruskah kita nyalakan lagi?" Tanya Sekretaris.

"Tidak. Biarkan saja begitu."



Min Ho kembali ke ruangannya, ia kesal dan merobek rekam medis itu. Melihat reaksi Jung Woo kemarin saat bertemu dengannya ia yakin kalau itu bukan perbuatan Jung Woo.


Ia masuk ke ruang rahasianya, melihat daftar orang-orang. Ia fokus pada Jaksa di sekeliling Jung Woo dan bertanya, siapa gerangan orang itu.


Detektif Ko Dong Yoon (asisten Jung Woo) kembali ke kantor dengan membawa makanan untukrekan-rekannya. Yeo Min Kyung meminta bantuan untuk mempelajari sebuah laporan. Dong Yoon maklum, itulah yang terjadi saat pertama-tama. Ia lalu memberi Min Kyung makanan yang ia beli.


Sementara rekan-rekannya sibuk makan, Dong Yoon mengeluarkan berkas dari lacinya, ekam medis milik Min Ho. Ia teringat nasehat Jung Woo dulu saat akan menangkap Min Ho.

"Saat kau menemukan sebuah tembok, kau harus mengeluarkan tenaga lebih banyak. Pasti akan ada seseorang yang akhirnya menunjukkan kelemahannya."

Ia memastikan akan melakukan hal itu.


Jung Woo di selnya tidak bisa tidur, ia berpikir bagaimana bisa mengeluarkan Cheol Sik dari sel agar bisa mengetahui tulisan itu. Ia teringat perkataan Tae Soo,

"Kau membunuh mereka berdua. Jangan sampai kau lupakan itu. Juga, pastikan kau mengingat.. di mana kau membuang Ha Yeon. Tidak peduli bagaimanapun caranya."


Jung Woo sampai tidak selera sarapan, berbeda dengan Cheol Sik yang minta tambah nasi. Ia bertanya pada Jung Woo, apa sudah memutuskan.

"Aku akan ada di sini sampai akhir minggu. Sepertinya memang harus begitu, ya kan?" Ucap Cheol Sik pasrah.

"Kalau aku mengeluarkanmu... penuhi janjimu, ya."

"Sepertinya kau sudah punya jalan keluar."


Saat pengantaran makan berikutnya, Jung Woo meminta bantuan pada petugas yang ternyata adalah Woo Ruk. Woo Ruk kemudian menyampaikannya pada Tae Soo.


Tae Soo mengeluakan Cheol Sik dari sel. Ia tidak menyangka kalau Jung Woo masih hebat juga, masih bisa melakukan apa saja.


Sementara petugas yang lain membawa Cheol Sik  kembali ke sel gabungan, Tae Soo membuka sel Jung Woo.

"Apa itu benar? Kau ingat.. di mana Ha Yeon?"

"Ya. Aku ingat.. di mana aku.. menguburkan Ha Yeon." Jawab Jung Woo dengan mengepalkan tangannya mencoba kuat.


Tae Soo menggiring Jung Woo kembali ke sel gabungan. Ia memperingatkan Jung Woo, jika kali ono bohong lagi, ia tidak apa yang akan ia lakukan pada Jung Woo.

Jung Woo menatap name-tag-nya lalu memeluknya. Ia minta maaf, benar-benar minta maaf.



Tae Soo ditegur atasannya karena mengeluarkan tahanan dari sel hukuman sekehendak sendiri. Ia curiga, apa karena Jung Woo adalah kakak iparnya?

"Dia bukan iparku lagi."

"Jadi apa?"

"Aku minta maaf, Pak."

Beruntung ada yang menyelamatkannya, sipir disampingnya membawanya pergi dengan alasan akan memberinya pelajaran. Atasan mencium kalau mereka berdua pasti ada sesuatu.


Seong Gyu memberi Jung Woo minuman kotak karena tidak ada tofu. Ia meminta agar Jung Woo berhenti masuk sel hukuman lagi. Mong Chi memberitahu Jung Woo kalau minuman itu harus dihabiskan dalam sekali teguk.


Bang Jang menyinggung Mong Chi yang benar-benar peduli pada Jung Woo, ia sebal. Mong Chi mengatakan mimpinya adalah memiliki anak seorang jaksa. Woo Ruk  heran, memangnya kalau Jung Woo jaksa kenapa kan Jung Woo ada bersama mereka karena membunuh istri dan anaknya. Baik Jung Woo maupun Mong Chi memandang Woo Ruk tajam.

"Kenapa? Kau mau memukulku lagi?" Tantang Woo Ruk. Mobg Chi menegurnya untuk menjaga bicara.

"Dia mungkin bicara kasar, tapi sebelum kau kehilangan ingatanmu, dia menggosok punggung dan memberimu obat saat kau sakit. Dia hanya merasa malu dan aneh.. karena kau terus-terusan kehilangan ingatan." Jelas Mong Chi pada Jung Woo.


Mil Yang membenarkan, begitu pula Seong Kyu, mengatakan kalau mereka semua punya hati yang hangat kalau Jung Woo mengenalnya. Mereka malah menggunakan itu sebagai candaan tapi itu berhasil membuat Jung Woo tersenyum tipis.

Woo Ruk mengubah topik pembicaraan, kembali soal Mong Chi yang menginginkan putranya menjadi seorang jaksa. Ia mengingatkan kalau Mong Chi punya catatan kriminal yang terlalu banyak untuk ukuran seseorang yang ingin anaknya jadi jaksa.

"Apa kau kira itu bisa menolongnya?" Lanjut Woo Ruk.

"Apa? Apa itu akan berpengaruh?"

Ia lalu bertanya pada Jung Woo, apa jika ia punya catatan kejahatan, anaknya tidak akan bisa jadi jaksa? Bang Jang yang menjawab, bukan itu masalahnya tapi kalau otak anaknya sama dengan Mong Chi, itu yang bahaya.

Mong Chi menjelaskan kalau anaknya itu sangat pandai tapi tidak ada yang percaya. Jung Woo mendadak keluar dari obrolan mereka, ia sibuk dengan lamunannya sendiri, memikirkan ancaman Tae Soo jika kali ini ia bohong lagi.


Yeon Hee keluar bersama teman-temannya. Salah satu temannya ada yang akan bercerai dan hanya Yeon Hee yang tidak tahu. Yeon Hee pun minta maaf karena tidak tahu. Si teman tidak apa-apa toh ia juga tidak mencintai suaminya, ia lebih kuatir pada orang tuanya.

Teman yang satu lagi mengatakan kalau mereka semua tidak ada yang menikah karena cinta, semua urusan antar keluarga. Si teman yang baju putih menyindir Yeon Hee yang setidaknya tidak menyesali apapun.

"Kau kan memilih antara dua orang pria yang mirip. Kau berkencan dengan adiknya, lalu menikahi kakaknya. Siapa yang pernah berpikir seperti itu?"

Si teman yang akan bercerai menjelaskan bahwa Yeon Hee tidak punya pilihan lain, semua itu demi menyelamatkan perusahaan ayahnya. Tapi menurut teman yang satu lagi, Yeon Hee membuat keputusan yang benar, ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika Yeon Hee berakhir menikahi Min Hoo.


"Yeon Hee juga ikut bertanggung jawab. Kalau Min Ho menikah dengan Yeon Hee, semua tidak akan berakhir begini." Tambah si baju putih.

Teman yang akan bercerai melerai, kenapa mereka jadi memojokkan Yeon Hee, kan jarang Yeon Hee ikut gabung dengan mereka. Si baju putih hanya hanya mengatakan apa yang ada di pikirannya karena teringat hal itu saat melihat Yeon Hee.

"Siapa lagi yang sanggup membuat pilihan antara dua orang?"

Yeon Hee menangkap tangannya erat. Si baju putih minta dilepaskan karena ia hanya bercanda tapi Yeon Hee memagangnya semakin erat.

"Apa kau.. tahu keputusan seperti apa.. yang sudah kubuat?"

Yeon Hee lalu pergi dengan alasan sudah waktunya Eun Soo pulang. Saat di luar, ia mengingat apa keputusan yang ia ambil waktu itu.


Yeon Hee datang ke pemakaman suaminya (Seon Ho) membuat Min Ho was-was. Setelah berdiri di altar cukup lama ia menyuruh Eun Soo untuk mengucapkan salam pada pamannya. Sebelum kembali, Yeon Hee manatap Min Ho dengan mata berkaca-kaca.


Jung Woo menemui Cheol Sik untuk menagih janjinya. Cheol Sik melihat tulisan disana "Bel pintu". Jung Woo ragu. Cheol Sik menyuruhnya untuk mengecek sendiri saja.

"Oh, tidak. Kau tidak bisa melihatnya karena aku sudah menghapusnya." Lanjut Cheol Sik mengejek.


Jung Woo kesal, ia langsung mencekik Cheol Sik. Cheol Sik bersumpah mengatakan yang sebenarnya dan masih ada kata lain yang tertulis di sana, jadi tidak ada gunanya ia bohong.

Jung Woo akhirnya melepaskan Cheol Sik. Ia menanyakan tulisan apa yang lain itu. Cheol Sik menjawab tidak akan seru kalau semua ia katakan sekaligus. Ia akan memberitahu Jung Woo satu-satu saat ia butuh sesuatu.


Jung Woo mengatakan "bel pintu" berulang-ulang, ia terus mencoba mengingat-ingat, apa artinya itu.


Min Ho menatap dirinya di cermin dengan seragam anggar dan pedang mengarah pada bayangannya. Walaupun cuma bayangan tapi ia tidak sanggup menatapnya lama. Kenangan waktu ia terluka muncul kembali.

Kilas balik...


Setelah terluka, Min Ho dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Saat perbannya dibuka, Min Ho hanya bisa melihat dengan remang-remang. Dokter menjelaskan kalau kornea Min Ho terluka jadi kemumungkinan tidak akan bisa melihat dengan jelas.

"Maafkan aku, Min Ho." Tangin Seon Ho.


CEO Cha datang mengatakan kalau itu bukan masalah besar. Ia mengingatkan kalau Seon Ho akan memimpin Chamyung, jadi tidak pantas menangis begitu, menyedihkan sekali.

Seon Ho pun menghapus airmatanya. Min Ho terluka mendengarnya sampai ia menepis tangan ibunya yang hendak menjelaskan maksud ayahnya. Ia mengatakan kalau ia baik-baik saja.

Kilas balik selesai...


Min Ho menguatkan diri untuk melawan rasa takutnya itu,

"Seon Ho, yang Ayah sukai, sudah pergi sekarang. Karena... aku membunuhnya."

Ia pun mulai berlatih Anggar dengan serius.


Saat akan tidur, Jung Woo masih memikirkan apa maksud "bel pintu" yang ia tulis. Pokoknya ia berusaha sangat keras.


Bibi Eun Hye menanyakan soal kelanjutan pekerjaan Eun Hye, soal perjanjian tertulis itu apa hasilnya. Eun Hye tidak ingin menjawabnya, meminta bibinya membiarkannya makan dulu.

"Kau tidak berhasil, kan? Apa kau bahkan berhasil melihat wajahnya?"

"Bibi. Dia mengizinkan aku menemuinya."

"Apa bagusnya bertemu dia? Lagian kau tidak berhasil mendapatkan tanda tangannya. Kenapa dia mau menemuimu? Padahal bukan dia yang menginginkan penunjukanmu. Masuk firma hukum saja sana. Carilah seorang pria yang baik dan menikahlah."

"Apa yang barusan Bibi katakan? Masuk firma hukum."

"Bukan, sebelumnya."

"Bagaimana aku bisa mengingat semuanya?"

Tiba-tiba saja Eun Hye pergi meninggalkan sarapannya setelah memikirkan rekasi bibinya.


Eun Hye mengajukan kunjungan untuk Jung Woo. Jung Woo diberitahu petugas kalau ada yang mengunjunginya tapi ia tidak beranjak. Di ruang tunggu Eun Hye sudah putus asa soalnya yang datang lebih belakang darinya sudah masuk semua, tapi tiba-tiba gilirannya tiba.


Jung Woo bertanya kapan Eun Hye akan berhenti menemuinya. Eun Hye datang untuk bertanya, tangan mana yang Jung Woo gunakan. Jung Woo terkejut, Apa?

"Tangan mana yang kau gunakan untuk menikam istrimu?"

"Apa kau gila?"

"Kau tidak ingat itu? Cobalah ingat-ingat lagi. Yoon Ji Soo ditikan dengan sebuah pisau yang dipegang oleh seseorang yang kidal. Apa kau yang menikamnya? Apa kau benar menikamnya?"

"Aku tidak ingat."

Eun Hye terus memaksa. Jung Woo kesal sampai menggebrak meja lalu berdiri, ia membenarkannya dengan membentak, ia menikamnya. Data kasus dan keadaan TKP menjadi bukti kalau ia memang menikamnya. Tidak ada satu buktikpun yang bisa menyangkalnya. Terakhir ia menunjuk Eun Hye menggunakan tangan kirinya, "ada apa dengan ini?

Eun Hye akhirnya yakin kalau Jung WOo memang kehilangan ingatannya dan ia kembali duduk.


Jung Woo tak menyangka kalau tujuan Eun Hye datang adalah untuk memastikan hal itu, ia pun melarang Eun Hye datang lagi karena sudah yakin.

"Aku bilang aku punya pertanyaan untukmu. Jawab aku. Kenapa kau selalu datang menemuiku.. setiap kali aku meminta? Kau tidak mau aku mengambil alih kasusmu. Tapi kenapa kau selalu saja muncul setiap kali.. aku meminta bertemu denganmu, Park Jeong Woo? Bukankah itu artinya kau berharap sesuatu? Kau berharap aku membawa sesuatu yang tidak kau ketahui sebelumnya. Dan sekarang kau di sini lagi. Kenapa kau ada di sini?"

"Hentikan."

"Kau tahu pengacara macam apa aku ini. Aku bukan orang yang logis, tapi kau tahu tidak ada orang lain yang bisa menolongmu sekarang kecuali aku. Makanya kau menemuiku, karena kau sedikit berharap. Ya, kan?"

"Hentikan!"

"Kudengar kau tidak jadi menyerah untuk banding. Kau akan berdiri di persidangan.. saat kau tidak bisa mengingat apa-apa."

Jung Woo diam saja karena kata-kata Eun Hye benar, Eun Hye mengatakan kalau ia akan menjadi orang yang membantu Jung Woo di persidangan. Jung Woo masih diam saja menatap Eun Hye dengan mata berkaca-kaca begitu pula Eun Hye.

Eun Hye lalu menerjemahkan arti pandangan Jung Woo, "Tolong aku, Pengacara Publik Seo Eun Hye."

Airmata keduanya mengalir. Eun Hye senang, ia bertanya apa yang bisa ia lakukan untuk Jung Woo. Jung Woo tersenyum sedikit, hanya sedikit dengan kepedean Eun Hye tapi Eun Hye menyadarinya.


Eun Hye mengulurkan tangan, mari lakukan bersama! Jung Woo masih belum yakin, tapi akhirnya ia menyambut uluran tangan Eun Hye.

"Apa yang kau inginkan dariku sekarang?"

"Kau bilang kau akan mencoba membantuku."

"Memang begitu."

"Lakukan kalau begitu. Sampai jumpa minggu depan."


Jung Woo terus memikirkan arti "bel pintu" itu sampai ia ketiduran. Dalam lelapnya ia mengingat.

Kilas balik...


Malam setelah Ulangtahun Ha Yeon, Jung Woo tidur lebih awal karena besok ada meeteng pagi. Ji Soo memanggilnya Bong Gu. Ia minta dibangunkan jam 6 pagi besok. Ji Soo mengerti.

Jung Woo yang terdiur mendengar suara bel pintu, dua kali.

Kilas balik selesai...


Ia terbangun karenanya, ia yakin satu hal, "Seseorang datang ke rumahku. Malam itu.. seseorang datang ke rumahku."


Joon Hyuk masuk kantor. Asistennya mengatakan kalau Jung Woo meminta bertemu dengannya. Ia menanyakan tujuan Joon Hyuk, apa akan kesana menemui Jung Woo.

"Tidak. Bawa saja dia ke sini. Lakukan sesuai aturan."

Si asisten mengerti.


Dalam perjalanan, Jung Woo melihat keluarga kecil sedang bercengkrama di jalan. Ia menangis mengingat keluarganya.


Sampai di gedung kejaksaan, ia berhenti sebentar untuk menatapnya. Menatap tempat kerjanya dahulu.


Joon Hyuk sudah menunggunya di ruang interogasi. Joon Hyuk memintapetugas untuk membuka tali dan borgolnya. Joon Hyuk bahkan memberinya alkohol.

"Kita dulu sering minum bersama."


Setelah minum seteguk, Jung Woo mengatakan telah mengingat sesuatu.

"Ada yang datang ke rumahku malam itu."

"Apa?"

"Malam di hari ulang tahun Ha Yeon.. seseorang datang ke rumahku. Aku yakin."

"Apa maksudmu seseorang datang ke rumahmu? Itu tidak ada dalam data investigasi."

"Seseorang memang datang ke rumahku. Aku dengar suara belnya samar-samar."

Joon Hyuk mengerti, ia akan mencaritahu soal itu.


Setelah Jung Woo pergi, asisten bertanya, apa harus mereka  lakukan investigasi lagi soal siapa yang datang ke rumahnya malam itu?

"Tidak. Aku yang akan memastikannya sendiri." Jawab Joon Hyuk.


Joon Hyuk memikirkan pengakuan Jung Woo itu. Semantara itu Jung Woo sudah kembali ke penjara.

Kilas balik...


Jung Woo tertidur dan mendengar suara bel pintu. Saat itu, Ji Soo sedang membaca buku, ia heran, siapa yang datang jam segitu (00:45). Ia menuju intercom dan mengenali siapa yang datang.

Ji Soo pun membuka pintu dan yang datang adalah Joon Hyuk.

Kilas balik selesai...


Di ruangannya, Joon Hyuk menatap tajam, ia mengangkat sebelah ujung bibirnya keatas. Jung Woo tidak bisa tidur di sel-nya.

Omo?! Joon Hyuk pelakunya??


4 komentar

Ni mah bkn seru lg namana tp serrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrruuuuuuu!

대박.Semakin penasaraaan, ditunggu kelanjutannyaa yaaa mba.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon