Saturday, February 11, 2017

Sinopsis Defendant Episode 6 Part 2

Sumber Gambar dan Konten dari SBS

Sinopsis Defendant Episode 6 Part 2


Jung Woo melepas baju tahanannya di ruang interogasi jaksa. Kepala Jaksa datang dan langsung memeluk Jung Woo.

"Aku harus memeriksa semuanya dengan lebih mendalam. Semua jadi buruk begini. Maafkan aku." Ucap Kepala Jaksa.

"Kumohon jangan katakan itu." Balas Jung Woo.

Kepala Jaksa berharap semoga mereka beruntung dan Jung Woo bisa mengingat sesuatu. Jun Hyuk lalu mengajak Jung Woo pergi.



Eun Hye sudah menunggu di depan apartemen. Jung Woo dan yang lain tiba belakangan. Jun Hyuk mengajak mereka semua untuk masuk.


Jung Woo menguatkan diri masuk ke dalam rumahnya, di sana ia melihat Ji Soo dan Ha Yeon sedang belajar di lantai, lalu Ibu mertuanya keluar dari kamar dan menyapanya. Ji Soo dan Ha Yeon baru sadar kalau ia pulang.


Ha Yeon segera berlari kepelukan ayahnya. Jung Woo memeluk Ha Yeon sayang, ia membelai putrinya pebuh kerinduan tapi sosok Ha Yeon sirna. Ia hanya menghayal dan itu membuatnya sangat sakit.

"Ayah merindukanmu, Ha Yeon. Ji Soo. Ha Yeon. Ha Yeon, Ayah benar-benar merindukanmu." Tangis Jung Woo.


Jun Hyuk mengatakan mereka tidak punya banyak waktu. Jung Woo bangkit dan menoleh ke mereka. Eun Hye tampak berkaca-kaca. Jung Woo lalu masuk ke kamar Ha Yeon dan tangisnya pecah membuat yang diluar juga merasakan kesedihannya.


Jung Woo kembali ke luar, ia melihat garis jenazah Ji Soo ditemukan. Jun Hyuk memanggil Jung Woo. Eun Hye meminta waktu tambahan sebentar lagi. Jung Woo sudah akan keluar tapi ia kembali lagi karena mengingat sesuatu.


Ia mengingat kalau ia memeluk erat tubuh Ji Soo yang sudah tidak bernyawa sambil menangis. Satpam datang dan ketakutan melihatnya, ia pun kembali keluar untuk memanggil polisi.

Jung Woo bingung, apa yang harus ia lakukan sekarang? Apa yang harus ia lakukan. Jung Woo lalu membaringkan Ji Soo dan menciumnya.


Ia melihat handicam yang mengarah ke Ji Soo. Ia mengambilnya dan mengganti baterainya sementara itu di luar terdengar suara sirine polisi. Jung Woo menyalakan handicam itu, ia menonton rekaman disana. Polisi datang dan ia menutup handicame itu.


Sekarang ia tahu kenapa ia menulis pesan itu untuk ibu mertuanya. Jung Woo lalu mencari-cari dimana "itu", sayangnya ia tidak bisa mengingatnya dan waktunya sudah habis.


Sebelum naik mobil, Eun Hye minta waktu berdua dengan Jung Woo. Eun Hye menanyakan apa Jung Woo mengingat sesuatu dan Jung Woo menjawabnya dengan isyarat mata. Ia berkata akan datang mengunjungi besok.


Jung Woo kembali ke ruang interigasi,  ternyata ingatan Jung Woo tidak hanya sampai menonton rekaman. Sebelum polisi datang, ia melepas memorycard dan menyembunyikannya di suatu tempat tapi ia tidak ingat dimana.


Deputi Jaksa masuk ke ruang interogasi, sementara di ruang sebelah ada seseorang yang mengawasi mereka. Deputi Jaksa pura-pura mengkhawatirkan Jung Woo. Ia meminta Jung Woo duduk dan diam-diam menyalakan mic tapi Jung Woo tahu semua itu.

"Kau mencemaskanku?" Batinnya.

Deputi Jaksa bertanya, apa Jung Woo mengingat sesuatu dan Jung Woo mengelaknya, ia hanya ingin melihat rumahnya.

"Baguslah. Persidangannya sebentar lagi. Aku juga merasa kesal karena kau terus-terusan kehilangan ingatanmu." Jawab Deputi Jaksa.

Deputi Jaksa juga menceritakan soal Dong Yoon yang mengalami tabrak lari sepulangnya dari LFN. Jung Woo berbohong kalau ia tidak tahu akan hal itu.

"Omong-omong, apa kau tahu sesuatu soal kecelakaan ini? Dia tidak punya alasan sama sekali untuk datang ke LFN. Katakan padaku kalau kau ingat sesuatu. Itu akan sangat membantu penyelidikan."

"Siapa jaksa yang bertugas?"

"Jaksa Yeo Min Kyung."

"Begitu, ya."

"Tapi kenapa kau yang datang menemuiku?" Batin Jung Woo.

Deputi Jaksa yakin kalau Jung Woo pasti terkejut karena Jung Woo dan Dong Yoon kan sangat dekat. Jung Woo tidak menjawabnya, ia meminta segelas air pada Deputi Jaksa. Deputi Jaksa pun keluar dan memintanya menunggu sebentar.


Jung Woo makin curiga, "Kau mau membawakannya sendiri? Jadi, siapa sebenarnya yang sedang mengawasiku?"

Min Ho lah orang dibalik ruang pengawas itu.


Jung Woo akan kembali ke tahanan. Deputi Jaksa memastikan pada Jung Woo agar mengatakan apapun yang diingatnya tidak peduli itu kasus Dong Yoon adalah kasusnya atau tidak berhubungan, ia akan membantu Jung Woo sebisanya. Jung Woo mengiyakan.

Saat berjalan melewati ruang pengawas, Jung Woo memberontak pada petugas yang mengawalnya dan membuka pintu tapi disana kosong. Deputi Jaksa membentak, Ada apa. Jung Woo berbohong tidak ada apa-apa padahal ia mau mengecek siapa yang ada di ruang pengawas itu.


Jung Woo naik lift dan pintu lift terbuka untuk menjemput Min Ho. Min Ho menunggu reaksi Jung Woo dan ia puas karena Jung Woo tidak mengingatnya.

Kilas balik...


Dokter Jung Woo menjelaskan pada Min Ho, "Kalau ingatanmu hilang karena kau tidak ingin mengingatnya.. pasti aneh kalau kau ingat orang yang menyebabkan hilangnya ingatanmu."

Min Ho lalu bertanya, apakah ada kemungkinan ia bisa mengingat semuanya kembali. Dokter menjelaskan semua itu tergantung pada ingatan apa yang ingin Min Ho lupakan. Semakin besar rasa shock-nya, semakin kecil kemungkinan ingatannya akan kembali.

Min Ho mengangguk mengerti. Dokter menyarankan untuk meresepkan obat yang bisa membuatnya tenang tapi Min Ho menolak. Kalau itu adalah ingatan yang tak ia inginkan, sebaiknya memang ia lupakan saja.

Kilas balik selesai...

Di sel, Seong Kyu berlatih melakukan pembelaan di depan Hakim dan semua seniornya bertepuk tangan dengan kehebatannya. Mil Yang berkata kalau Seong Kyu bisa jadi pengacara. Woo Ruk memintanya untuk menjadi pengacaranya jika keluar nanti.

Ban Jang bilang kalau Seong Kyu punya wajah seperti wajahnya, Seong Kyu bisa jadi jaksa atau hakim.Woo Ruk tidak setuju, wong wajah Ban Jang saja mirip simpanse. Ban Jang tidak terima dan terjadilah adu mulut diantara mereka. Mong Chi menghentikannya dan mereka langsung salaman.


Jung Woo kembali, Mil Yang mengatakan kalau Seong Kyu sedang latihan dan melakukan persis seperti yang Jung Woo katakan, Seong Kyu menunjukkan banyak potensi.

"Apa semua berjalan baik?" Tanya Mil Yang pada Jung Woo dan Jung Woo mengiyakan.

Mong Chi bertanya pada Seong Kyu kapan persidangannya. Seong Kyu menjawab dihari yang sama dengan Jung Woo. Mil Yang berharap kedua persidangan berjalan lancar.

Mong Chi merasa sel mereka akan kosong jika keduanya bebas. Woo Ruk tidak setuju, justru akan menyenangkan karena tempatnya jadi lebih luas. Seong Kyu berjanji akan sering berkunjung jika ia keluar.

"Hei, jangan coba-coba mendekat ke sini." Ujar Ban Jang.

"Baiklah, akan kupastikan aku datang." Jawab Seong Kyu yang membuat semuanya ketawa.


Kebetulan Min Ho datang hampur bersamaan dengan ayahnya, ia memberi salam namun ayahnya mengacuhkannya. Min Ho lalu mengikuti ayahnya, ia minta maaf soal malam untuk pendukung itu. Ia sedang tidak enak badan.

"Kau akan memimpin Chamyung. Bagaimana bisa kesehatanmu saja tidak bisa kau atur? Apa kau tahu berapa banyak orang yang menyaksikanmu?" Tegur CEO Cha.

"Aku pastikan hal semacam itu tidak akan terjadi lagi."


Min Ho kembali ke ruangannya, ia terkejut saat mendapati Yeon Hee ada di ruang rahasianya. Min Ho mendekat, apa yang Yeon Hee lakukan disana.  

"Ini adalah tempat yang dulu digunakan oleh Seon Ho untuk beristirahat. Sekarang jadi berubah, ya."


Min Ho langsung menariknya keluar dan menutup ruangan itu. Yeon Hee menenangkan, ia juga ingin Min Ho jangan sampai ketahuan. Min Ho bertanya, sampai kapan Yeon Hee akan melakukan hal itu.

"Sampai... anakku mewarisi Chamyung."

Min Ho memeluk Yeon Hee, mengatakan semua akan kembali ke tempatnya semula sekarang, termasuk Yeon Hee dan Eun Soo, serta dirinya.

"Kau sudah gila." Ucap Yeon Hee dengan suara bergetar.

"Hanya aku? Bagaimana denganmu? Apa kau tidak?" Balas Min Ho membuat Yeon Hee kesaldan keluar dari sana.

Min Ho mendesah, kira-kira berapa banyak waktu yang Yeon Hee butuhkan?


Cheol Sik dan Jung Woo kembali menjalani hukumannya. Cheol Sik menginginkan sesuatu, tidak susah kok, hanya saja di selnya itu ada yang tubuhnya sangat besar dan bla bla bla..

Saat Cheol Sik sibuk dengan penjelasannya, Jung Woo mengambil sesuatu di sakunya. Disana ada tulisan (BEL PINTU, 16K, NEMO). Cheol Sik baru sadar ia kecolongan.

"Habislah aku."


Jung Woo mengingat apa itu nemo. Ikan kesukaan Ha Yeon penghuni akuarium di rumahnya. Ia teringat dimana sekarang ia menyembunyikan memorycard itu.


Tepat saat itu Eun Hye mengunjunginya dan ia mengatakan semuanya. Ia menyembunyikan sebuah memorycard di dalam akuarium. Eun Hye akan kesana untuk menemukannya.


Min Ho menerima telfon dari Deputi Jaksa. Katanya, Min Ho tidak usah mencemaskan soal persidangan. Ia baru saja memeriksa semua. Tidak peduli bukti apapun yang dibawa Jung Woo, mereka tetap akan memenangkan kasus ini. Min Ho senang mendengarnya.


Lalu kepala Sipir juga menelfon. Katanya pengacara Jung Woo semakin sering berkunjung. Min Ho tidak tampak terkejut. Kepala Sipir minta intruksi selanjutnya, apa perlu memasukkan Jung Woo ke ruang hukuman seperti biasanya tapi Min Ho mengatakan tidak perlu, biarkan saja. Ia akan mengurus yang satu itu.


Eun Hye ke rumah Jung Woo dan menemukan memorycard yang dimaksud.


Mong Chi memberi tahu mentah untuk Seong Kyu dan Jung Woo. Katanya biar mereka tidak kembali lagi ke sana setelah bebas nanti. Mong Chi menyuruh Jung Woo untuk menggigit duluan baru Seong Kyu.


Mil Yang menggenggam tangan Jung Woo, berharap semua akan berjalan lancar. Jung Woo berterimakasih dengan sopan.


Tae Soo yang mengantar Jung Woo dan Seong Kyu menuju gedung pengadilan. Jung Woo memanggilnya tapi Tae Soo diam saja.


Eun Hye bersiap dirumahnya. Ia berkata pada bayangannya di cermin,

"Seo Eun Hye, Tidak apa-apa kalau kau kalah di persidangan yang lain, tapi kau harus memastikan kau menang hari ini. Kau bisa melakukannya."


Eun Hye pamit pada bibinya. Tapi bibinya menyuruhnya duduk sebentar. Bibi memberikan lipstik untuk Eun Hye, katanya agar menang di persidangan.

"Ini bukan apa-apa.. tapi tidak ada salahnya tampil dengan cantik. Kau harusnya bisa melihat bagaimana para jaksa menampilkan diri mereka." Ujar Bibi.


Eun Hye menemui Jung Woo di ruang tunggu, disana ada Tae Soo yang sedang menjaga. Eun Hye membawa hasil analisa genetik pada koper yang ditemukan. Tidak ada DNA Ha Yeon yang ditemukan di sana. Kejaksaan meminta pemeriksaan ulang, jadi akan butuh waktu sedikit lebih lama. Dan juga, ia menemukan memorycard itu.

"Kau harus mengutarakan pendapatmu secara langsung."


Jung Woo tidak bisa melakukannya. Kalau ternyata ia yang melakukan semua ini, ia tidak akan bisa memaafkan dirinya yang mengutarakan pembelaannya sendiri untuk bebas dari hukuman.


Seong Kyu menghadapi persidangan tanpa pengacara, ia akan mebgatakan pembelaannya sendiri. Hakim mengerti, toh hukum juga tidak melarang hal semacam itu. Sidang akan dimulai, Seong Kyu membaca catatan kecilnya (GANGGUAN YANG ILEGAL).


Jun Hyuk mendekati Eun Hye di ruang sidang duluan sebelum sidang dimulai. Jun Hyuk berharap Eun Hye beruntung. Eun Hye menjawab kalau itu bukan sesuatu yang harus Jun Hyuk katakan di persidangan.

"Itu adalah kalimat yang kukatakan kalau aku yakin aku akan memenangkan persidangan."

"Kita harus menunggu dan melihat."


Tae Soo mengantar Jung Woo hingga ke kursi terdakwa lalu ia duduk menonton disamping ibunya. Eun Hye berkata pada Jung Woo kalau mereka bisa melakukan ini bersama.


Jaksa mengatakan kejahatan yang telah dilakukan Seong Kyu yaitu kasus tabrak lari. Seong Kyu membantahnya, ia tidak melarikan diri dari TKP. Jaksa kesal, mengatakan kalau Seong Kyu sudah mengaku melakukan penabrakan.

Seong Kyu menceritakan waktu itu, Jaksa menginterogasinya dengan membentak sehingga membuatnya takut.  Waktu itu, ia pikir kalau ia menabrak seseorang kemudian meninggalkan TKP begitu saja, itu namanya kasus tabrak lari.

"Agar kasus tabrak lari menjadi valid, korban harus mengalami luka. Aku baru tahu soal ini. Waktu itu, pengendaranya.. jelas tidak terluka sama sekali." Lanjut Seong Kyu.


Hakim juga menanyakan diagnosa medis pada Jaksa dan meminta Jaksa untuk memasukkan berkasnya segera. Jaksa berbisik pada asistennya, apa Seong Kyu sekolah hukum?

"Dia hanya punya ijazah SMU." Jawab asisten.


Seong Kyu teringat pesan Jung Woo waktu itu saat ia ragu bisa melakukannya atu tidak. Jung Woo menjelaskan hukum tidaklah sulit tapi menjaga keluarga jauh lebih sulit.

"Kau sudah hidup dengan baik hingga saat ini. Kau juga mengurus adikmu dengan baik."

"Hyeong."

Jung Woo menggenggam tangan Seong kyu menguatkan.


Di persidangan Jung Woo. Hakim meminta pihak terdakwa untuk menjelaskan alasan mengajukan banding. Eun Hye yang mewakili Jung Woo menjelaskannya.

"Yang Mulia. Terdakwa tidak pernah sekalipun.. mengaku bersalah dalam insiden ini. Tuduhan hanya berdasarkan pada spekulasi jaksa saja. Terdakwa menolak semua tuntutan.. dan meminta untuk dinyatakan tak bersalah. Koper yang diduga digunakan oleh pelaku.. untuk membuang jasad Ha Yeon, ditemukan dalam keadaan kosong. Dan juga tidak ada DNA Ha Yeon di sana."


Jun Hyuk menyela, benar memang tidak ada DNA di sana. Namun, bukan berarti karena di sana tidak ada DNA.. menjadi bukti jika Ha Yeon tidak pernah dimasukkan ke dalam koper itu. Ia lalu menunjukkan CCTV yang merekam semua aktifitas terdakwa. Selain dengan petunjuk itu, keberadaan Ha Yeon masih belum bisa dipastikan.

"Jadi di mana Ha Yeon? Hanya koper itulah jawabannya. Kalau dia dimasukkan ke dalam koper, dalam keadaan meninggal dan dibungkus dengan menggunakan sesuatu akan sulit menemukan DNA-nya dalam koper."

Eun Hye kembali mendebat, Hal semacam itu memang mungkin terjadi. Namun, pendapat itu hanyalah asumsi dari jaksa. Sudah bisa dipastikan kalau koper itu kosong, dan jaksa gagal membuktikan tentang pembunuhan Ha Yeon dan pembuangan terhadap jasadnya.


Di persidangan Seong Kyu, Jaksa bertanya, setelah Seong Kyu meninggalkan TKP setelah kecelakaan terjadi.. apa benar Seong Kyu menyerang polisi yang mengikutinya?

Seong Kyu membantahnya, Tidak, itu tidak benar. ia hanya mendorong mereka. Jaksa akan menghadirkan saksi petugas polisi tersebut.


Petugas polisi tersebut datang, Jaksa memintanya untuk menjelaskan apa yang terjadi waktu itu. Petugas polisi saat itu sedang berpatroli, ia sadar kalau pelaku sudah meninggalkan TKP dari sebuah kecelakaan mobil. Ia mengejar dan memintanya menepi. Dalam proses penangkapan, dia dengan paksa meminta dilepaskan dan itu memicu perkelahian fisik.

Dari keterangan saksi itu, jaksa menyimpulkan kalau terdakwa menyerang seorang polisi yang sedang melaksanakan tugasnya. Karena itu, ia yakin bahwa terdakwa seharusnya dihukum dengan berat.. karena sudah mengganggu tugas seorang polisi.

"Aku... tidak diberitahu soal Aturan Miranda di waktu penangkapan.(Miranda's Rule: aturan tentang hak tersangka untuk tetap diam dan hak mendapat pendamping pengacara)." Ujar Seong Kyu.

Hakim pun menanyakannya pada saksi. Saksi beralasan sedang mencoba mengontrol terdakwa yang berusaha melepaskan diri dengan paksa, dan ia tidak punya waktu.


Jaksa mendekat ke Seong Kyu, bertanya dengan kesal apa Seong Kyu bahkan tahu apa itu Aturan Miranda? Seong Kyu menjelaskan dengan benar dan tepat. Lalu Seong Kyu menghadap hakim,

"Karena itu, keabsahan pelaksanaan tugasnya, tidak bisa dipastikan. Itu artinya waktu itu aku menolak  untuk ditangkap karena tidak sesuai prosedur. Dengan ini aku menyatakan pembelaan diri."


Di persidangan Jung Woo, Hakim memanggil pengacara dan Jaksa agar mendekat. Karena ini adalah sidang banding, Hakim memutuskan untuk melewatkan barang bukti dan mendengarkan sidang pertamanya saja. Keduany setuju.

"Apa ada sesuatu yang baru?" Tanya Hakim selanjutnya.

"Ya, Yang Mulia." Jawab Jun Hyuk dan Eun Hye bersamaan.


Eun Hye menunjukkan video yang direkam saat kejadian. Ia mengasumsikan bahwa Yoon Ji Soo sengaja merekam tepat sebelum kematiannya. Saat video di putar, ibu tak kuasa menahan tangisnya melihat sang putri meregang nyawa. Jung Woo juga meneteskan airmata.


Rekaman itu hanya sebentar. Eun Hye menduga kalau baterainya sudah habis makanya perekamnya mati. Ia lalu memutarnya kembali dan menghentikannya saat ada seseorang pria melangkah.

"Karena kartu memorinya disimpan di air dalam waktu yang lama file audio-nya rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi. Namun.. bagi seorang suami yang membunuh istrinya setelah sebuah pertengkaran hebat, tidak akan mungkin dia mengenakan sepatu di dalam rumahnya sendiri. Dan jejak dari sepatunya tidak pernah ditemukan di dalam rumah. Saat polisi tiba, terdakwa sedang memeluk istrinya tanpa berusaha melarikan diri. Apakah mungkin terdakwa sengaja menghapus jejak kaki? Orang yang mengenakan sepatu.. adalah pelaku sebenarnya, bukan terdakwa. Bukankah begitu?"


Jun Hyuk menyangkalnya, ada kemungkinan dugaan Eun Hye benar. Tapi kenapa terdakwa tidak pernah membicarakan soal rekaman itu saat dia ditahan? Itu bisa menjadi bukti penting yang diajukan atas permintaan terdakwa.

"Dia tdak bisa membicarakan soal bukti itu.. karena.. ada dirinya di dalam video itu. Terdakwa mengatakan sesuatu... sebelum dia kehilangan ingatannya. Aku punya rekamannya." Lanjut Jun Hyuk.


Jun Hyuk memutar rekaman saat interogasi dimana Jung Woo mengakui perbuatannya yang telah membuuh istri dan anaknya sendiri.

"Kenapa? Kenapa kau melakukan itu?" Tanya Jun Hyuk waktu itu.

"Aku meragukan Ji Soo."

"Lantas... bagaimana dengan Ha Yeon?"

"Aku memasukkannya ke dalam koper.. dan menguburnya."

"Dimana?"

"Sudah terlalu larut.. jadi aku tidak bisa mengingatnya lagi."

Baik Jung Woo maupun ibu dan Tae Soo sangat terpukul melihat rekaman itu.


Jun Hyuk mendekati Jung Woo, Siapa pemilik sepatu.. dalam video itu?

"Apa itu aku?" Jung Woo balik bertanya.

Eun Hye mengajukan keberatan. Hakim bertanya, kenapa Jaksa tidak mengajukan video itu dalam persidangan pertama?


"Walaupun terdakwa mengakui kejahatannya dalam investigasi.. dia sudah membantahnya lagi karena ingatannya soal itu sudah hilang. Kejaksaan.. tidak bisa mempercayai kebohongan bahwa terdakwa kehilangan ingatannya. Untuk memastikan dia dihukum dengan pantas.. kejaksaan memutuskan untuk tidak menampilkan video itu dalam persidangan pertama.

Namun, terdakwa terus membantah untuk mengakui kejahatan yang sudah ia buat. Tapi.. sekarang aku merasa perlu mengungkap video itu dalam sidang kali ini." Jawab Jun Hyuk.


Tae Soo memeluk ibunya erat. Jung Woo menangis, "Ah... Aku yang melakukannya."

Hakim membacakan putusannya, "Terdakwa, Park Jung Woo.. didakwa dengan hukuman mati karena sudah mengakui kejahatannya."


Tae Soo mengantar kembali Jung Woo dan Seong Kyu ke sel tahanan. Kali ini Jung Woo tidak berani menatap mata Tae Soo, tubuhnya lemas.


Di dalam sel, para senior sudah menyiapkan kejutan kecil menyambut mereka berdua. Mereka dengan gembira menyanyikan lagu semangat untuk keduanya tapi Seong Kyu segera menghentikan mereka.


Jung Woo yang tidak mengatakan apa-apa langsung menuju jendela dan mentap ke luar. "Akulah pelakunya. Aku ternyata salah. Aku salah."


Yang lain menatap Seong Kyu penuh tanya. Seong Kyu menjawab kalau ia tidak yakin. Mong Chi menanyakan soal sidang Seong Kyu sendiri.

"Mereka akan membacakan putusannya besok. Kalau semua berjalan baik, apakah aku akan bebas?"

Semua orang yakin hal itu akan terjadi. Mil Yang berpesan kalau Seong Kyu berhasil bebas, pastikan jangan pernah ke sana lagi. Seong Kyu mengerti.


Malamnya, Jung Woo tidak bisa tidur, ia mengeluarkan tas kresek yang disembunyikannya di lengan baju setelah petugas berkeliling melakukan pemeriksaan.


Min Ho menikmati kekalahan Jung Woo. Kim Seok menelfon, mengatakan telah menemukan bukti itu.

"Dia melakukan sesuatu yang salah dan dipenjara." Lanjut Seok.

Min Ho menanyakan apa nama penjara itu.


Jung Woo memelintir kreseknya menjadi tali dan mengikatnya di jeruji jendela. Setelah memastikan ikatannya kuat, ia mengalungkannya ke leher.

"Aku.. membunuh Ji Soo... dan Ha Yeon. Aku yang melakukannya. Akulah pelakunya. Aku yang melakukannya."

"Kenapa kau membunuh dirimu sendiri? Kau tidak melakukannya." Ujar Seong Kyu yang ternyata sudah duduk memeluk lutut.

Jung Woo turun dan menoleh padanya. Ia lalu melanjutkan kata-katanya, "Aku yang melakukannya."

"Apa?" Jung Woo terkejut.

"Kau tidak melakukannya. Aku yang melakukannya."

"Seong Kyu ~ yaa"

Seong Kyu menyanyikan lagu kesukaan Ha Yeon, "Ada seekor anak kucing di dalam lembah.. Seekor anak kucing.."


Jung Woo menarik kerah Seong Kyu marah, "Siapa kau?”

"Hyeong.."

"Siapa kau? SIAPA KAU SEBENARNYA!!!"

(Berarti yang dimaksud Min Ho adalah Seong Kyu dong?)


Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...