Saturday, February 18, 2017

Sinopsis Defendant Episode 8 Part 1

Sumber Gambar dan Konten dari SBS



-- HARI TERJADINYA INSIDEN PEMBUNUHAN DI WOLHADONG, PUKUL 09.00 PAGI --

Detektif keluar dari rumah Jung Woo setelah memeriksanya. Saat itu Seong Kyu masuk ke rumahnya. Detektif menanyai Seong Kyu, apa Seong Kyu mendengar sesuatu?

"Ada suara orang bertengkar dini hari tadi. Sepertinya, ya aku mendengar sesautu. Tapi aku masih setengah tidur. Aku sudah memberitahukan semua yang kutahu pada Petugas ini."

Detektif mengerti, tapi ia merasa aneh, Ada kejadian pembunuhan di rumah tetangga Seong Kyu tapi kelihatannya Seong Kyu tenang-tenang saja. Seong Kyu menjelaskan ia baru saja pindah ke sana beberapa waktu lalu jadi ia tidak begitu kenal keluarga Jung Woo.

Petugas mengatakan pada detektif kalau atasan memanggil untuk segera kembali ke kantor jadi mereka pergi dan Seong Kyu pun masuk ke dalam.



Dari dalam, Seong Kyu melihat Detektif masuk ke dalam mobil. Seong Kyu membanting kresek belanjanya dan duduk lega.


Ha Yeon keluar dari kamar dan bertanya siapa Seong Kyu serta dimana ayah dan ibunya. Seong Kyu akan menjelaskan tapi Ha Yeon berkata lagi. Ha Yeon harus berangkat sekolah. Hari ini mereka akan belajar membaca buku dongeng.


Karena terdengar suara mobil polisi, Seong Kyu membawa Ha Yeon kembali masuk ke dalam kamar. Ia menjelaskan kalau ayah Ha Yeon sedang pergi menangkap orang jahat, jadi untuk sementara Aah Ha Yeon tidak akan pulang.

"Dia memintaku untuk menjagamu." Lanjut Seong Kyu.

Ha Yeon menanyakan diamana ibunya. Seong Kyu mengatakan kalau ibu Ha Yeon sedang agak sakit. Ha Yeon membantah, ibunya tidak sakit kok.

pesan masuk di ponsel Seong Kyu, memintanya untuk menelfon. Seong Kyu menelfon orang yang mengiriminya sms setelah Ha Yeon setuju untuk bicara dengan ayahnya.

"Ayah. Ayah. Ayah, kau di sana?" Tanya Ha Yeon.

Jung Woo pun menjawab dan berjanji akan segera menjemput Ha Yeon jadi ia meminta Ha Yeon menunggu. Ha Yeon merindukan ayahnya dan meminta ayahnya cepat datang.

"Ibu juga akan ikut, kan?" tanya Ha Yeon.

"Ya. Tapi Ibu sedang agak sakit. Jadi Ha Yeon harus bersikap berani dan tunggu kami, ya." Jawab Jung Woo.

"Ayah, apa kau menangis?"

"Tidak. Ha Yeon. Sayangku Ha Yeon, jangan menangis."

"Ayah, cepatlah ke sini."

"Ayah akan segera ke sana, Ha Yeon."

Jung Woo masih ingin bicara dengan Ha Yeon tapi Seong Kyu sudah merebut ponselnya dari Ha Yeon. Seong Kyu bersikap manis pada Ha Yeon jadi ha Yeon tidak takut dan Ha Yeon mempercayai kata-kata Seong Kyu setelah berbicara dengan Jung Woo.


Seong Kyu lalu keluar dan bicara di telfon. Ia menyuruh Jung Woo mengaku jika mau Ha Yeon tetap hidup.


Kilas balik...

Seong Kyu masuk ke rumah Jung Woo dan membawa Ha Yeon serta tas Ha Yeon.


-- MASA KINI --
Jung Woo ada di ruang perawatan dengan kedua tangan diborgol pada ranjang. Jung Woo bermimpi dan itu membuatnya gelisah. Ia bermimpi soal kejadian malam itu.


Malam itu seseorang menyuruh Jung Woo bangun. Jung Woo bangun dan memanggi Ji Soo tapi tidak ada tanggapan. Jung Woo keluar kamar dan menadapati Ji Soo terbaring di lantai dengan bersimbah darah.

Jung Woo memanggil-manggil Ji Soo sambil mengangkatnya. Ji Soo tersadar, Jung Woo akan memanggil ambulan tapi Ji Soo menahannya.

"Ha Yeon... hilang."


Jung Woo menatap kamar Ha Yeon yang kosong. Ia memanggil-manggil Ha Yeon, saat itu Ji Soo menghembuskan nafas terakhir. Jung Woo memanggil-manggil Ji Soo frustasi tapi Ji Soo tidak bangun juga.

Seseorang memanggil Jung Woo. Orang itu berpakaian serba hitam dengan membawa pisau. Jung Woo menatap orang itu tapi hanya sampai dadanya saja.


Tubuh Jung Woo bergetar hebat di ranjang. Ia berteriak histeris. Jung Woo terbangun, ia belum sadar ada di mana. Saat ia teringat Seong Kyu yang menjenguknya. Ia kembali histeris memanggil Ha Yeon sambil berusaha berdiri tapi usahanya sia-sia.


Dokter masuk, kalau ia menjadi Jung Woo ia tidak akan melakukannya. Jung Woo pasti tahu kan dia tetap tidak akan bisa keluar kalaupun Jung Woo mencoba melepaskan itu. Jung Woo masih memanggil=manggil Ha Yeon sampai akhirnya ia kembali berbaring lemas.

"Kalau kau terus melakukan ini, aku tidak akan bisa menolongmu." Ujar Dokter.

"Sudah berapa lama ini?"

"Sekitar dua jam."

"Ha Yeon."

"Aku khawatir kau akan kehilangan ingatanmu lagi. Kau tidak pernah pingsan sebelumnya."

Dokter meminta Jung Woo memberitahunya jika Jung Woo mengingat sesuatu. Jung Woo hanya diam saja tapi ia menunduk tanda telah mengingat sesuatu. Dokter mengerti, Jung Woo bisa menceritakannya jika sudah siap dan ada seseorang disana yang lebih bisa membantu Jung Woo yang sudah menunggunya bangun.


Dokter membuka pintu dan Eun Hye masuk. Dokter pun membiarkan mereka berdua bicara. Eun Hye mengkhawatirkan keadaan Jung Woo. Jung Woo mengatakan kalau Seong Kyu datang.

"Dia di sini dengan Ha Yeon." Lanjut Jung Woo.

Jung Woo menanyakan perkembangannya, apa Eun Hye berhasil menemukan Seong Kyu dan adiknya. Eun Hye mengatakan kalau adik Seong Kyu sudah meninggal tahun lalu. Jung Woo terkejut, Jadi siapa 'adik' yang dia ceritakan selama ini?

"Ternyata dia... Itu adalah Ha Yeon. Yang dia maksud memang Ha Yeon." Kesimpulan Jung Woo dan itu membuatnya lega.

Eun Hye juga menceritakan soal rumah Seong Kyu yang bersebrangan dengan rumah Jung Woo. Jung Woo panik,

"Kalau begitu Seong Kyu.. Tidak, tidak. Tidak mungkin Seong Kyu."


Jung Woo mengatakan malam itu ada seseorang yang datang ke rumah. Tapi ia tidak ingat siapa yang datang.

"Park Jung Woo-Ssi. Maaf harus mengungkit soal ini. Kita hanya punya beberapa hari untuk mengajukan banding terakhir. Mari kita ajukan banding. Ingatanmu sudah mulai kembali sekarang. Kita akan mencari jalan keluar."

Jung Woo tidak mau, Itu tidak akan berhasil. Ia yang melakukannya, Memang dirinya. Ia lah yang harus dihukum. Untuk menyelamatkan Ha Yeon, ia harus menjadi pelakunya. Ia sudah memalsukan semua bukti. Ini adalah kejahatan yang sempurna.

Eun Hye mendesah mendengar pengakuan Jung Woo.


Min Ho menelfon kepala sipir untuk menegur karena membiarkan Jung Woo bertemu dengan orang yang menjenguk. Min Ho melirik sekretarisnya sebelum melanjutkan bicara,

"Apa dia pingsan setelah bertemu dengan Lee Seong Kyu?"

"Saya sudah memberitahu mereka soal ini, tapi ternyata seseorang membuat ke salahan."

Min Ho bertanya, apa Kepala Sipir merekam pembicaraan mereka. Kepala Sipir tidak melakukannya karena alat perekamnya rusak beberapa waktu lalu.

"Masukkan dia ke ruang hukuman dan jangan keluarkan dia sampai mati. Kau dengar itu?"

"Aku mau saja melakukan itu, tapi ada sedikit masalah."

"Masalah apa?"

"Petugas kesehatan yang baru sedikit susah kuatasi. Dia mengancam akan melaporkan perlakuan tak adil atas Tahanan 3866 pada Departemen Hukum. Saya harus menjaga posisi Saya ampai Anda memindahkan Saya ke Seoul."

Min Ho tidak bisa menjawab lagi. Ia mengumpat pelan dan sekretarisnya sedikit melirik ke belakang. Min Ho mengatakan pada sekretaris kalau ia sedang banyak sekali masalah yang harus ia urus.


Kepala Sipir berbohong ternyata, karena ia sebenarnya merekam percakapan Seong Kyu dan Jung Woo.

"Apa barusan dia bilang "Ha Yeon"?" Gumamnya.


Jennifer membaca berita soal Seon Ho di internet. Lalu ia melihat Min Ho berjalan menuju lift.


Jenifer mendekat dan memanggil Min Ho (dengan Cha Min Ho). Min Ho kesal, apa lagi ini. Ia kemudian teringat wanita itu juga pernah satu lift dengannya dan memandangnya dengan tatapan tidak biasa.

"Dia kenal dengan Hyeong. Siapa dia?" Batin Min Ho.

"Aku.. Cha Seon Ho. Ada urusan apa, ya?" Tanya Min Ho.

Sekretarisnya mendekat, mengatakan kalau CEO Cha memiliki perintah penting untuk Min Ho. Min Ho mengerti, ia permisi pada Jennifer.


"Aku akan menunggumu di lobi. Ada sesuatu yang ingin kukatakan." Ujar Jennifer pada Min Ho yang sudah masuk lift.

Saat Lift sudah naik, Min Ho bertanya pada sekretaris, apa ayahnya memintanya untuk bertemu?

"Tidak. Kelihatannya Anda sangat tidak tenang." Jawab Sekretaris.

"Begitu, ya. Terima kasih." Jawab Min Ho.


Sesampainya di ruangan. Min Ho langsung menuju ruang rahasia untuk mencari siapa gerangan Jennifer itu Tapi ia tidak menemukan apa-apa mengenai wanita itu.

"Apa yang harus kulakukan?" Min Ho panik.


Min Ho keluar ruangannya. Sekretaris menanyainya, apa ia sudah mau pulang, kalau iya ia akan menyiapkan mobil. Min Ho meminta sekretarisnya untuk menemaninya saja ke tempat parkir. Sekretaris pun mengerti.


Min Ho akan menggunakan lift dan sudah ada ayahnya disana. Min Ho menunduk hormat baru masuk ke dalam. CEO Cha bertanya, apa Min Ho sudah mau pulang. Min Ho mengiyakan dan CEO Cha mengajaknya pulang bersama.


Saat berjalan menuju lobi. CEO Cha berpesan agar Min Ho mengurus perusahaan dengan baik selama iaberada dalam perjalanan bisnis. Min Ho mengerti, ia akan melakukannya dengan baik.

Min Ho menutupi mukanya dengan tangan dan kelihatan waspada. CEO Cha menyadari hal itu dan bertanya ada apa. Min Ho menurunkan tangannya dan menjawab tidak ada apa-apa.

Min Ho melihat sekeliling lobi tapi tidak menemukan wanita itu, ia pun lega.


Min Ho sampai rumah dan ia disambut oleh Eun Soo yang berlari ke arahnya. Eun Soo menunjukkan mainan barunya. Min Ho bertanya, apa ibu yang membelikannya.

"Tidak, Bibi yang membelikannya."

"Bibi?"


Min Ho sampai rumah dan ia disambut oleh Eun Soo yang berlari ke arahnya. Eun Soo menunjukkan mainan barunya. Min Ho bertanya, apa ibu yang membelikannya.

"Tidak, Bibi yang membelikannya."

"Bibi?"

Jennifer lah yang dimaksud Eun Soo. Ia menyapa Min Ho (sebagai Seon Ho). Yeon Hee bertanya, sudah 6 tahun ya?

"Ya. Terakhir kali, aku melihatmu di pesta pernikahanmu."

Min Ho membalas salam Jennifer senormal mungkin.


Min Ho mencari-cari wajah Jennifer di album sekolah Seon Ho tapi hasilnya nihil. Melihat reaksi Jennifer tadi, Min Ho yakin Jennifer tidak melihat Seon He terakhir kali 6 tahun yang lalu.


Yeon Hee masuk, mengatakan wanita tadi adalah Jennifer Lee, teman satu kampusnya. Yeon Hee juga mengatakan kalau Seon Ho dan Jennifer bersama.

"Apa? Hyeong punya wanita? Kau tahu tentang dia? Kau harusnya memberitahuku." Rekasi kaget Min Ho.

"Dia pasti ke sini karena belakangan merasa tidak bisa menghubungi Seon Ho."

Min Ho tidak tahu harus bagaimana karena ia sama sekali tidak tahu tentang Jennifer. Yeon Hee mengingatkan bahwa Jennifer sangat mencintai Seon Ho jadi tidak akan mudah.

"Semoga kau beruntung." Tutup Yeon Hee.

Min Ho mengambil tangan Yeon Hee, ia meminta Yeon Hee menolongnya.


Saat makan malam bersama, Min Ho minta maaf pada Jennifer karena barusan tidak mengenali Jennifer. Setelah kehilangan adiknya, banyak masalah yang harus ia hadapi. Ia bahkan mendapatkan perawatan beberapa waktu lalu.

Yeon Hee membenarkan, kematian Min Ho (Seon Ho) menyisakan trauma bagi Min Ho. Eun Soo khawatir, apa ayahnya sakit. Min Ho membantah, ia baik-baik saja.

"Aku punya masalah dengan ingatanku. Aku sering kehilangan ingatanku tapi aku terus melakukan terapi. Sekarang kondisiku sudah jauh lebih baik. Aku minta maaf sekali lagi karena tadi sempat tidak mengenalimu."

Jennifer mengerti, tapi kelihatannya ia masih belum percaya sepenuhnya.


Setelah makan malam mereka minum bersama. Jeniifer berkata kalau Yeon Hee sering membangga-banggakan Seo Ho membuat semua teman-teman iri termasuk dirinya.

"Apakah kau tidak mau menikah?" Tanya Yeon Hee.

"Belakangan, entah kenapa aku malah ingin hidup sendirian saja. Sangat merepotkan kalau harus tinggal dengan seseorang."

"Kau hanya mau berkencan saja rupanya."

"Apa kedengarannya seperti itu? Seon Ho, kau harus memperkenalkanku pada salah satu temanmu."

Min Ho berlagak nyambung dengan sandiwara Jennifer, ia akan mencoba mencarikan pasangan yang cocok dengan Jennifer.


Eun Soo terbangun karena mau pipis. Yeon Hee lalu meninggalkan mereka untuk mengurus Eun Soo.


Jennifer memastikan, apa Min Ho sama sekali tidak ingat?

"Benar. Aku memang kehilangan ingatanku. Aku tidak mengenali sebagian besar teman lamaku. Aku baru tahu belakangan. Dokter bilang itu mungkin disebabkan karena trauma akibat kematian adikku.. dan untuk sementara aku mungkin tidak bisa mengingat banyak hal. Aku kehilangan lumayan banyak ingatanku."

"Begitu, ya. Maaf harus mengungkit soal itu. Tidak masalah, kok."

Walaupun berkata begitu, Jennifer tetap masih belum percaya 100% dengan Min Ho.


Yeon Hee dan Min Ho mengantar Jennifer ke depan. Mereka berdua meminta Jennifer hati-hati di jalan. Jennifer sudah melangkah tapi ia berbalik lagi,

"Omong-omong, apa kau masih.. tidak mengingat teman lamamu yang paling dekat itu?"

"Tidak. Aku sudah ingat sekarang." Jawab Min Ho.

"Begitu, ya. Aku permisi dulu."


Min Ho tidak tahu kalau Seon Ho berselingkuh. Yeon Hee merasa menyedihkan karena harus berpura-pura tidak tahu kalau suaminya berselingkuh dengan temannya.

"Dia tidak akan menghapus kecurigaannya
begitu saja. Dia lumayan keras." Peringatan Yeon Hee.


Jung Woo kembali ke dalam sel. Mil Yang yang pertama menanyakan keadaannya dan berkata bahwa mereka semua mengkahwatirkannya. Woo Ruk berkata kalau Jung Woo benar-benar sangat dinamis. Walaupun kau sudah dikirim ke ruang hukuman atau ke kantor medis,  tetap saja kembali ke sana.

"Koneksi macam apa yang kau miliki?"

Mong Chi langsung bangun saat mendengar Jung Woo baru saja dari kantor medis. Ia khawatir, jangan-jangan Jung Woo dan Dokter ada apa-apa. Bang Jang mengetok kepala Mong Chi, seharusnya tahu keadaan sebelum membicarakan omong kosong.

"Mungkin saja. Tahanan 3866, katakan padaku kalau itu tidak benar. Aku jatuh cinta pada dokter itu pada pandangan pertama. Kau tahu maksudku." Ujar Mong Chi.

"Jangan bermimpi dan kembali saja ke dunia nyatamu. Dia adalah milikku. Kau terlalu jelek untuknya." Tegur Woo Ruk.

Dan seperti biasa mereka berakhir dengan saling berdebat, kali ini soal wajah masing-masing. Bang Jang menegur barulah mereka berhenti.

Jung Woo erpikir, siapakira-kira pria yang datang ke rumahnya itu.


Jennifer pergi ke Agensi Detektif swasta. Tapi Sebelumnya Min Ho sudah memerintah Seok untuk membuntuti Jennifer.


Seong Kyu menginap di sebuah penginapan namanya Myungseong. Ia teringat masa lalunya.


Seok memberinya segepok uang. Menyuruhnya untuk menyelesaikan segalanya dengan benar dan jangan cemas soal biaya rumah sakit adiknya, semuanya akan teratasi.

"Kau akan menemukan sebuah koper di tempat yang dijanjikan. Masukkan anaknya ke dalam koper. Dan semuanya akan selesai."


Seok memberinya segepok uang. Menyuruhnya untuk menyelesaikan segalanya dengan benar dan jangan cemas soal biaya rumah sakit adiknya, semuanya akan teratasi.

"Kau akan menemukan sebuah koper di tempat yang dijanjikan. Masukkan anaknya ke dalam koper. Dan semuanya akan selesai."

Seong Kyu membawa Ha Yeon ke tempat yang disebut. Ha Yeon bertanya, apa yang mereka lakukan di sana.

"Apa?"

"Apa Paman yakin Ayah ada di sini? Ayahku sangat benci naik gunung. Aku sudah lelah."

Ha Yeon lalu memegang jari kelingking Seong Kyu. Ia mulai menyanyi lagu "anak kucing" kesukaannya. Mungkin karena itu Seong Kyu tidak tega dengan Ha Yeon.


Saat ini Ha Yeon sedang tertidur di sampingnya.  Ia bingung, apa yang harus ia lakukan? Apa ia menyerahkan diri saja?


Mong Chi menggunakan toilet sangat lama sedang Woo Ruk sudah tidak tahan. Mong Chi menyuruhnya menahan karena sebentar lagi ia selesai.


Mong Chi keluar, Bang Jang heran karena Mong Chi memakaikoyo di toilet padahal hanya ada pria di dalam sel.

"Ini hanya masalah etika." Jawab Mong Chi.

"Tapi kau mandi telanjang dengan kami semua."

"Kalau mandi kan memang harus telanjang."

Mil Yang bertanya, apa memakai koyo bisa menyembuhkan sakit perut. Mong Chi mengiyakan dan menawari Mil Yang untuk mencobanya. Bang Jang mencurigai Mong Chi.

"Kau selalu mencurigai banyak hal. Tahanan 3866 lah yang mencurigakan. Aku benar-benar tidak mengerti apa yang sedang dia pikirkan. Dia tidak pernah menjawab."

Lalu Mong Chi mengajak mereka semua keluar untuk berolah raga.


Bibi masuk ke kamar Eun Hye yang ternyata masih tertidur di mejanya. Bibi membereskan kamar Eun Hye. Ia melihat bagan kasus Jung Woo dan mnyadari kalau itu belum selesai atau memang sepertinya tidak akan berakhir

"Tunggu sebentar lagi. Park Jung Woo-Ssi." Kata Eun Hye dalam tidurnya.


Jung Woo kembali merenung saat semua tahanan bermain bola sepak. Ia mengingat kejadian malam itu.

"Aku harus menjadi pelaku kriminal." Ujarnya.


Jung Woo memanglah orang yang membawa koper itu. Setelahnya ia kembali ke rumah dan menangisi Ji Soo. Ia kesal pada dirinya sendiri atas apa yang menimpa keluarganya.


Karena harus menyelamatkan Ha Yeon, Jung Woo pun memalsukan barang bukti. Ia melumuri pisau dengan darah Ji Soo dan memegangnya, Ia membersihkan jejak sepatu di rumahnya, Ia juga membakar foto-foto Ji Soo.

"Kalau kau mau menyelamatkan Ha Yeon, kau yang harus ditangkap sebagai pelakunya." Kata si pelaku.


Jung Woo mengamati penjagaan di penjara. Ia harus keluar dari sana.

Kilas balik...


Jung Woo mengatakan rencananya pada Eun Hye dan Eun Hye bilang itu terlalu berbahaya. Jung Woo tidak peduli, ia percaya Ha Yeon masih hidup.

"Benar. Mari kita ajukan banding. Akan butuh waktu berbulan-bulan. Tidak ada jaminan aku bisa menang. Semua bukti sudah jelas. Aku bahkan sudah mengakui semuanya. Aku sudah divonis mati. Siapa lagi yang akan percaya padaku? Apa kau bahkan percaya padaku, Penngacara Seo?"

"Aku percaya. Kau juga percaya padaku, kan? Makanya kau menceritakan semua ini padaku. Kita harus mengajukan banding, tidak peduli bagaimanapun caranya. Kita butuh sedikit waktu untuk melakukannya."

Kilas Balik selesai...


Jung Woo membatin kalau ia tidak punya banyak waktu. Ia berdiri agar lebih jelas untuk memperhatikan penjagaan.

3 komentar

Part 2 please!tp mba ko g bnyk yg ngerecap defendant ma voice y?pdhl crtna seru loh!

Iya defendant ma voice..seru..tp yang recapnya telat bgt..fighting..seru nih

Anyonghaseyo unnie, saya sudah Bnyak baca sinopsis tamura.. Saya suka tp maap baru muncul sayanya hehe
Btw yeon hee mrip kim yoo jung ya versi dwasa 😀

Ok part 2 nya dong unni, kok lama banget sdangkn missing 9 aja udh clear pdhal defendant dluan tayanglo

Ok ditunggu, gomawoo hwaiting 😋😋

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon