Sunday, February 19, 2017

Sinopsis Defendant Episode 8 Part 2

Sumber Gambar dan Konten dari SBS



Deputi Jaksa mendatangi Jun Hyuk yang masih belum selesai dengan pencariannya. Jun Hyuk mengatakan kalau ini tentang anaknya Jung Woo. Ia harus menemukannya sebelum pergi.

"Kau sedang ada di bawah penilaian."Ujar Deputi Jaksa.

"Apa?"

"Kau dinominasikan untuk Penghargaan Jaksa. Tapi kasus ini masih belum selesai juga? Kau sebentar lagi juga akan berangkat ke luar negeri. Ini benar-benar membuat frustasi."


Jung Woo memeriksa jendela sel. Mil Yang terbangun, bertanya apa Jung Woo mau keluar. Jung Woo membantahnya, ia hanya sedang tidak bisa tidur. Jung Woo lalu kembali ke tempatnya dan mengucapkan selamat malam.


Mil Yang mengatakan kalau Jung Woo sudah mencoba kabur sebelumnya sebelum kau kehilangan ingatan. Jung Woo tidak mengingatnya.

Mil Yang berkata lagi, ada seorang ahli melarikan diri di sana. Dia sangat suka merokok. Mong Chi tiba-tiba bangun, "Seorang ahli melarikan diri? Kenapa kau tidak pernah bilang padaku?"

Mil Yang memperhatikan Mong Chi yang ternyata sedang tidur, ia pun mendorong Mong Chi kembali berbaring dan kemudian ia berbaring juga.

"Apakah aku.. pernah mencoba melarikan diri?" Gumam Jung Woo.


Jung Woo mencari orang yang dimaksud Mil Yang, ia adalah tahanan 2460. Jung Woo mendekat tapi orang itu langsung berkata akan sulit bagi Jung Woo untuk melarikan diri. Jung Woo kaget.

"Jangan kaget. Kau bukan satu-satunya orang yang datang menemuiku. Tempat ini terlalu kecil. Maksudku penjara ini. Dan juga terlalu tua. Tempat ini terlalu kecil. Dan tidak ada tempat yang bebas dari CCTV."


Jung Woo menanyakan terusannya. Tahanan 2460 mengatakan, bukan Kamera CCTV yang paling susah untuk ditipu. Tahanan 2460 menepuk paha Jung Woo dan Jung Woo memberinya sebatang rokok.


"Mata manusia. Mereka bisa membaca emosi. Tempat ini punya mata semacam itu (menunjuk menara penjaga). Tidak seperti kamera CCTV, kita tidak tahu ke mana mereka melihat. Susah sekali menipu mereka. Kita juga masih punya menara pengawas di penjara Woljeong ini. Kita benar-benar tidak beruntung. Kau mau tahu bagaimana caranya kau bisa keluar dari sini?"


Tahanan 2460 kembali meminta rokok dan Jung Woo memberikannya. Tapi kemudian Tahanan 2460 mengatakan tidak ada cara keluar dari sana. Jung Woo kesal, apa?

"Dengan instingmu, kau harusnya tahu itu. Kalau aku tahu ada jalan keluar, kenapa aku masih di sini?"

"Apa kau bercanda? Kau adalah rajanya melarikan diri."

"Dulu iya. Sudah lama sekali. Tapi.. Aku pikir.. mungkin saja ada jalan keluar untukmu dari di sini."

Tahanan 2460 meminta rokok lagi tapi Jung Woo tidak mau tertipu, ia meminta Tahanan 2460 untuk mengatakannya terlebih dahulu. Tahanan 2460 tersenyum, apa Jung Woo selalu ditipu orang sepanjang hidup?

Jung Woo pun memberikan rokok terakhir. Tahanan 2460 menjawab kalau Jung Woo lah yang tahu caranya. Jung Woo tidak mengerti apa yang Tahanan 2460 bicarakan.

"Coba kau pikirkan. Apakah 3 dikali 8 hasilnya 18? Bukan, hasilnya adalah 24." Jawab Tahanan 2460 sambil menepuk nomor tahanan Jung Woo, lalu pergi.


Cheol Shik mendekat, menanyakan apa yang sedang Jung Woo rencanakan. Jung Woo hanya diam saja.

"Hei. Ayolah, kita kan ada di posisi yang sama. Astaga. Kau mau begini, ya? Kau kira aku tidak bisa menukar selku kalau tidak dengan bantuanmu? Hei, Park Jeong Woo. Jeong Woo."


Jeong Woo tidak menanggapi, malah pergi. Cheol Sik yakin pasti ada sesuatu yang sedang terjadi. Ia kemudian membisiki Kepala Keamanan.


Jennifer mendapat berkas mengenai Min Ho dari Detektif yang ia sewa. Setelah ia pergi Detektif itu dibayar oleh Kim Seok. Jadi yang diterima Jennifer adalah informasi palsu.


Jannifer membuka berkas mengenai Seon Ho dan memang benar telah menghalami hilang ingatan. Ada catatan medisnya tapi Jennifer masih belum percaya penuh.


Jennifer kembali ke dalam hotel dan disana sudah ada Min Ho yang menunggunya. Min Ho minta maaf, sekarang ia sudah mengingat siapa teman terdekatnya itu. Min Ho memeluk Jennifer dan menciumnya.

Min Ho menyuruh Jennifer bersiap untuk pergi, ia akan menunggu di bawah. Min Ho membawa Jennifer ke vila biasa SeonHo membawanya berkat informasi dari Seok. Tapi tetap saja Jennifer tidak bisa percaya 100%.


Jung Woo memikirkan omongan Tahanan 2460 kalau dirinya sendiri yang tahu caranya keluar. Ia belum tahu apa artinya itu sampai ia melihat dokumen "Banding SIngkat" yang dipelajarinya.


Jennifer teringat kalau Seon Ho membunyai luka di dadanya. Ia membuka sedikit jubah Min Ho dan menemukan luka itu. Jennifer akan menyentuhnya tapi Min Ho terbangun dan memegang tangannya.

"Kau sudah bangun." Ucap Min Ho.

"Apa kau tidur nyenyak, Seon Ho? Aku tunggu di luar."

"Baiklah."

Min Ho mengingat bagaimana ia bisa tahu bekas luka itu. Saat Seon Ho diotopsi, ia memotret tubuh Seon Ho. Dan ia tidak menyangka kalau Jennifer masih meragukannya.


Min Ho menyusul Jennifer, mereka membahas mengenai salju yang turun sepanjang malam. Jennifer menawari Min Ho wine dan Min Ho setuju.


Jennifer menuang eine putih untuk Min Ho ktanya itu adalah kesukaan Seon Ho. Min Ho pun meminumnya dengan nikmat. Jennifer memeluknya dari belakang agar ekspresinya tidak kelihatan. Jennifer lalu minta waktu sebentar.


Jennifer menghubungi Yeon Hee karena ia yakin Yeon Hee pasti tahu soal Min Ho yang menyamar sebagai Seon Ho. Min Ho melihat Jennifer dan Jennifer meletakkan ponselnya ke maja dalam keadaan sudah terhubung.

Min Ho ingin minum segelas lagi dan Jennifer menuangkannya. Jennifer mencoba bersikap biasa tapi ia tidak bisa menyembunyikan ketakutannya hingga tangannya gemetar.


Min Ho mendekatinya, "Tapi... Hyeong-ku tidak suka wine putih. Kau tahu itu, kan?"

Jennifer berbalik dan Min Ho langsung memukul kepalanya dengan sesuatu yang keras. Jennifer berteriak dan seketika ia roboh di lantai.


Seok bergegas menuju vila Min Ho sementara Min Ho berjalan tanpa alas kaki di hamparan salju sambil membawa benda yang ia gunakan untuk memukul Jennifer.


Eun Hye menemui Jung Woo. Ia tidak habis pikir, katanya Jung Woo sudah menemukan jalan keluar, tapi kenapa Jung Woo menyerah untuk banding? Jung Woo tahu apa artinya itu, kan? Vonis Jung Woo akan ditetapkan. Jung Woo akan dibawa ke tempat eksekusi.

"Aku akan keluar dari sini." Ujar Jung Woo.

"Kau harusnya mengajukan banding."

"Aku akan dipindahkan dari sini."

"Apa? Dipindahkan ke penjara lain?"

"Kalau vonisku sudah final, aku akan dipindahkan ke rutan yang ada ruang eksekusinya. Setelah aku sampai di sana, aku yakin aku akan menemukan cara keluar dari penjara."

"Maksudmu kau mau melarikan diri? Apa kau sudah kehilangan akalmu?"

Jung Woo tidak punya pilihan, hanya itu satu-satunya cara.


Tae Soo kembali ke kantor. Atasannya memberinya seragam dengan nomor tahanan 3866 (Nomor tahanan Jung Woo). Seragam itu berwarna biru dan name tag-nya berwarna merah.

"Dia sudah menyerah naik banding. Hukuman akhirnya akan difinalkan." Kata atasannya.


Tae Soo memberikan sendiri seragam itu pada Jung Woo, ia bertanya, apa tujuan Jung Woo sebenarnya? Setelah membuat kerusuhan, sekarang Jung Woo menyerah naik banding?

"Tae Soo-ya"

"Apa kau.. mengakui kesalahanmu sekarang? Ji Soo Noona pasti akan senang."

"Aku minta maaf, Tae Soo."

"Mulai sekarang.. panggil aku petugas Yoon. Tahanan 3866."


Jung Woo kembali ke sel dengan seragam biru. Semua kaget karena name tag-Jung Woo berwarna merah. Bang Jang memukul kepala Woo Ruk karena ia kira Woo Ruk iseng lagi mewarnai itu. Woo Ruk membela diri, ia tidak melakukan itu, kok!

"Kau tidak maju untuk melakukan banding?" Tanya Mil Yang.

"Tidak." Jawab Jung Woo yakin.


Seok datang saat Min Ho minum sendirian. Ia mengkhawatirkan tuannya. Min Ho menunjukkan ponsel Jennifer, ia berkata kalau Yeon Hee mendengar semuanya.

"Pergilah, Pak. Biar Saya yang urus semua di sini."

Min Ho lalu menghubungi sekretarisnya untuk menjemput ke Vila.


Sekretaris sampai. Min Hi berjalan menuju mobil dengan sedikit sempoyongan. Ia meminta sekretaris untuk menemukan Yeon Hee karena ia tidak bisa menghubunginya.


Yeon Hee minum sendirian, Min Ho menghubunginya tapi ia hiraukan. Yeon Hee menangis karena mengenatuhi bagaimana nasib temannya. Ia ketakutan.

Min Ho menyusul ke tempat itu tapi Yeon hee sudah tidak ada di sana.


Yeon Hee menyetir sambil menangis. Min Ho mengejarnya dan menyuruh Sekretaris untuk menyetir lebih cepat.


Yeon Hee tidak melihat ada orang menyebrang dan ia menabraknya. Orang itu terpental setelah membentur mobilnya. Ia ketakutan. Lalu mobil Min Ho tidak lama kemudian sampai.


Min Ho turun dan membuka pintu mobil Yeon Hee. Yeon Hee histeris, "Katakan padaku aku salah dengar. Kumohon! Kau harus bilang padaku kalau apa yang kudengar itu salah."

"Kau benar. Kau salah dengar."

"Benar. Aku pasti salah dengar. Aku pasti salah dengar. Aku... menabrak pejalan kaki."


Min Ho menyuruh Yeon Hee keluar dan masuk mobilnya karena Eun Soo sudah menunggu di rumah.Ia menggantikan menyetir mobil Yeon Hee untuk melarikan diri.


Kepala Jaksa menemui Jun Hyuk karena mendengar soal Jung Woo yang batal naik banding. Kepala Jaksa menanyakan,apa itu artinya Jun Hyuk juga berhenti mencari Ha Yeon.

"Aku minta maaf." Jawab Jun Hyuk.

"Kau minta maaf? Seandainya Jeong Woo jadi jaksamu, dia tidak akan mengakhiri semuanya dengan cara ini. Kau tahu itu, kan? Tidak akan pernah!"


Kepala Jaksa keluar bersamaan dengan Deputi Jaksa yang masuk.

"Astaga. Jaksa Kang. Dengan nominasi Penghargaan Jaksa dan kepindahanmu ke kantor PBB dan semua urusan ini.. kau memang melakukan semuanya dengan penuh semangat." Puji Deputi Jaksa.

Deputi Jaksa memerintah Jun Hyuk untuk menangani kasus Min Ho sebelum berangkat ke Amerika. Pasti Jun Hyuk tahu maksudnya, kan?


Min Ho menunggu di ruang pemeriksaan untuk kasus tabrak lari menggantikan Yeon Hee. Ia bertanya-tanya, apa yang dikatakan Seong Kyu sampai membuat Jung Woo pingsan. Seok menelfon, mengatakan kalau Jung Woo sudah menyerah untuk naik banding.

"Apa? Dia menyerah?" Min Ho terkejut.

"Ada apa sebenarnya?" Gumam Min Ho.


Jun Hyuk masuk ke ruang interogasi, ia akan memulai interogasinya. Min Ho setuju.


Setelah kembali ke ruangannya, Deputi Jaksa datang dan langsung menamparnya karena memenjarakan Min Ho.

"Dia yang memintanya."

"Apa?"

"Presdir Cha memintaku untuk memasukkan dia ke penjara."

"Apa kau serius?"

"Ya."

"Di mana dia sekarang?"


Min Ho diantar menuju penjara Jung Woo, ia memiliki rencana kenapa memilih penjara itu.

"Park Jung Woo sudah menyerah dengan sidang bandingnya. Bisakah aku bunuh dia saja sekarang? Karena sekarang sidangnya kasusnya sudah berakhir. Ssiapa yang akan peduli dia hidup atau mati?"


Jung Woo memandang ke kendela. Semuanya heran karena Jung Woo jadi sangat pendiam akhir-akhir ini.

"Dia mungkin saja akan dipindahkan minggu depan. Benar. Dia pasti kecewa." Ujar Bang Jang.

"Kenapa juga aku harus kecewa? Tunggu. Berapa lama dia akan.. tinggal di penjara?" Tanya Woo Ruk.

"Mungkin skitar 30 ampai 40 tahun atau bahkan sampai 50 tahun." Jawab Bang Jang.

Jung Woo bicara dalam hati, "Ha Yeon, tunggu Ayah. Ayah akan datang dan menjemputmu."

Ada sekilas cahaya terang yanga menyinari Jung Woo. Ia menutup matanya sebentar lalu membukanya lebar-lebar kemudian menatap tajam.


Kepala Sipir menjamu Min Ho dengan banyak makanan. Ia menyuruh Min Ho makan selagi menunggu.


Penjaga memberitahu kalau di sel Jung Woo dkk akan ada tahanan baru. Semunaya sangat girang bahkan menyanyi segala.


Cheol Sik bersiap untuk pindah sel. Ia sekarang tidak mau lagi mematuhi Banjang disana, bahkan ia berani mengancamnya.

Cheol SIk sudah siap keluar tapi Penjaga mendapat komando. Ia tiba-tiba menutup kembali sel Cheol Sik, Cheol Sik tidak jadi dipindahkan. Karena tadi Cheol Sik berani mengancam Bang Jang ia sekarang menjadi bahan siksaan.


Di dalam sel, teman-teman Jung Woo masih bernyanyi gembira menyambut tahanan baru. Jung Woo duduk diam, ia kembali mengingat kejadiam malam itu. Ia mendengar suara langkah kaki yang sama dengan yang didengarnya saat ini. Samar-samar oa bisa melihat siapa orang itu. Orang itu adalah Min Ho.


Dan tahanan baru yang akan masuk ke sel mereka adalah Min Ho. Jung Woo yang sudah mengingat Min Ho memandangnya tajam. Lalu keduanya sama-sama tersenyum simpul.




2 komentar

Makin penasaran, Ditunggu eps 9 nya yaa.. semangat nulisnya sist..😊😊😘😘

Seru ceritanya,,, ditunggu eps selanjutnya...
Maksiiih mba...

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...