Wednesday, February 22, 2017

Sinopsis Introverted Boss Episode 10 Part 2

Sumber Gambar dan Konten tvN

Sinopsis Introverted Boss Episode 10 Part 2


Ro Woon bertanya-tanya apa alasan Hwan Gi memutasnya. Kebetulan ia melihat Woo Il di ruangannya. Ro Woon akan bertanya dengan Woo Il, siapa tahu Woo Il mengetahui jawaban yang ia cari.


Ro Woon akan keatas tapi AE Jung dan AE Lee menghalanginya. Mereka mengatakan kalau meja Ro Woon bukan di atas sana. Ro Woon menjawab kalau ia hanya ingin menemui Woo Il.

"Kita di "Brain"... mengikuti aturan jabatan dan pelaporan tugas." Kata AE Jung.

"Tidak bisa keluar masuk kantor Presdir sesuka hati! Kalau mau melaporkan sesuatu, sampaikan pada kami dulu." Tambah AE Lee.

Ro Woon mengerti. Mereka lalu meminta Ro Woon mengikuti mereka. Ro Woon melihat ruangan Hwan Gi lagi tapi kacanya sudah diburamkan



Yoo Hee datang yang pertama. Mereka semua belum datang karena semalam pulang larut. Ia memanfaatkan hal itu untuk maskeran.


Woo Il terus saja terbayang Ro Woon. Bahkan ia melihat bayangan Ro Woon di kamarnya.


Hwan Gi melihat Ro Woon maskeran, lalu ia melepas masker Ro Woon tapi Ro Woon mendadak berubah menjadi Yoo Hee. Yoo Hee terkejut dengan kelakuan Hwan Gi. Hwan Gi meminta maaf lalu menempelkan masker itu asal-asalan ke muka Yoo Hee.


Ro Woon ditunjukkan mejanya oleh AE Jung dan AE Lee. Mereka menjelaskan tugas Ro Woon adalah mengerjakan clipping (mengumpulkan artikel yang terkain dengan klien).

"Tapi, aku sendirian?" Tanya Ro Woon sambil melihat kesekeliling.

"Pilah artikelnya kemudian susun berurutan. Harus dikirim ke klien hari ini juga." Ujar AE Lee.

"Aku harus memilah semua artikel itu sendirian?" Tanya Ro Woon lagi.

Mereka berdua hanya tersenyum dan berharap Ro Woon semoga Ro Woon berhasil.


Yoo Hee menyentuh Hwan Gi yang sedang meraut pensil tapi Hwan Gi kembali memanggilnya Ro Woon. Yoo Hee menjawab kalau dia bukan Ro Woon.

Semua staf melihat itu. Sun Bong menyuruh Hwan Gi membawa Ro Woon kembali saja jika sangat merindukannya dan jika tidak mau, maka jangan terlalu menunjukkan kerinduan itu.

"Sebenarnya Ro Woon tidak terlalu berguna, tapi tidak ada dia terasa hampa. Kenapa dia yang dimutasi, sih?" tanya Sun Bong.

Gyo Ri khawatir, apa mereka satu persatu akan dimutasi seperti Ro Woon. Hwan Gi tidak menjawabnya. Yoo Hee mengalihkan topik, ia menyerahkan dokumen cat perusahaan klien mereka.

"Saya bermaksud menemui klien setelah makan siang." Lanjut Yoo Hee.

Hwan Gi hanya berterimakasih. Yoo Hee mengajak Hwan Gi makan siang bersama mereka. Hwan Gi mengatakan kalau ia ada janji dengan seseorang hari ini.


Ro Woon selesai mengerjakan tugasnya. Ia keluar untuk mengajak rekan-rekannya makan siang bersama tapi tidak ada satupun rekannya di meja masing-masing. Ia ditinggal.


Yoon Jung datang, karena hanya ada Ro Woon disana, ia pun bertanya pada Ro Woon dimana ia bisa bertemu Hwan Gi.


Di ruangan Hwan Gi, ada suara dering telfon. Hwan Gi melihat ke meja para stafnya dan ternyata itu adalah ponsel Yoo Hee, ada telfon dari TK anaknya tapi Hwan Gi tidak mengangkatnya.


Ro Woon mengetuk pintu lalu masuk ke dalam. Hwan Gi terkejut melihat Ro Woon.

"Dia bukan Chae Ro Woon. Dia tidak ada di sini." Batin Hwan Gi.

Yoon Jung masuk setelah Ro Woon, ia langsung bicara santai pada Hwan Gi. Ia bertanya, kenapa Hwan Gi kelihatan linglung begitu. Hwan Gi menyebut nama Yoon Jung lalu Yoon Jung mendekat,

"Riasanku sangat bagus hari ini. Apa itu membuatmu terkejut?"

"Bos punya teman wanita sekeren itu? Jangan-jangan... kekasihnya?" Batin Ro Woon.

Hwan Gi lalu bertanya, kenapa Ro Woon ada di sana. Ro Woon menjawab, ia ingin mengajak makan siang bersama. Yoon Jung merasa kecewa, jadi mereka akan makan siang bersama, padahal ia sudah terlanjur membelikan makan siang.

"Tidak. Maksudku, ingin makan siang dengan anggota tim. Bos dan aku... hanya rekan kerja saja. Aku hanya salah satu dari kelima anggota tim. Itupun sudah tidak lagi." Jelas Ro Woon lalu pergi dari sana.


Ro Woon melangkah keluar dengan sedih, sesekali ia masih menoleh ke belakang.


Hwan Gi tidak menyentuh makanannya. Ia memikirkan Ro Woon yang tidak memiliki teman untuk makan siang bersama. Yoon Jung heran, apa cara Hwan Gi memperlakukan klien adalah dengan mendiamkannya. Hwan Gi tersadar. Yoon Jung berkata kalau Hwan Gi terlihat gelisah.

"Kalau kau seperti ini, bagaimana kita bisa membahas kejadian Natal 3 tahun lalu?"

Hwan Gi pun minta maaf. Yoon Jung menyuruh Hwan Gi jujur karena Hwan Gi terlihat membebani dirinya sendiri lagi, siapa tahu ia bisa membantu Hwan Gi.


"Aku terus memikirkan salah seorang pegawaiku." Jujur Hwan Gi.

"Kalau begitu, pindahkan saja pegawai itu ke tempat lain.""

"Sudah. Tapi, aku tetap memikirkan dia."

Yoon Jung mengerti, ia menyuruh Hwan Gi untuk menarik kembali pegawai itu ke sisinya. Yoon Jung bisa menebak kalau pegawai yang dimaksud Hwan Gi adalah Ro Woon. Hwan Gi meletakkan sumpitnya tanda iya.

"Kau menjalani hidup lebih baik dari dugaanku. Kau bahkan memiliki pegawai yang berarti penting untukmu. Setelah membaca artikel tentangmu saat di Amerika, aku mencemaskanmu. Aku takut kau akan bersembunyi lagi."

"Kau bilang, kau ikut menulis komentar jahat."

"Iya, memang. Aku tidak bercanda. Bagaimanapun, kalau ingin dia kembali, jangan terlalu lama bimbang. Lihat aku. Menggantungkan seseorang terlalu lama tidak akan berhasil juga."

Yoon Jung mulai membicarakan pekerjaan. Ia sedang merencanakan pameran dan ingin Hwan Gi mengerjakan proyek PR-nya. Hwan Gi merasa tidak mampu karena timnya sangat kecil, mereka tidak bisa mengerjakan banyak proyek dalam satu waktu.

Yoon Jung mengerti, ia lalu meminta Hwan Gi mengenalkannya pada tim lain. Hwan Gi akan memperkenalkan Yoon Jung pada Woo Il.

"Kalau begitu, aku akan memakai alasan pribadi dibanding pekerjaan, untuk mendekatimu." Jawab Yoon Jung.

"Apa?"

"Bagaimana kau akan meloloskan diri sekarang?"


Tiba-tiba mereka terganggu oleh dering ponsel Yoo Hee. Woo Il menjelaskan kalau itu ponsel pegawainya yang sejak tadi berdering tapi ia tidak ingin ikut campur urusan pribadinya. Yoon Jung menyuruhnya menjawab saja karena tampaknya darurat.

Ibu guru mengatakan kalau putera Yoo Hee sakit.


Yoo Hee mapir ke meja Ro Woon. Mereka berpelukan melepas kangen dan Yoo Hee memberi Ro Woon snack. Melihat banyaknya pekerjaan Ro Woon, ia teringat dulu waktu pertama kali kerja. Ia dulu harus mengurus surat kabar sampai tangannya jadi hitam.

"Aku kedinginan dan kesepian, diasingkan di ruangan sempit ini." Aku Ro Woon.

"Diasingkan? Ini tugas."


Hwan Gi datang ke TK anak Yoo Hee. Ibu Guru bertanya siapa Hwan Gi. Hwan Gi dengan gagap menjawab kalau dirinya adalah bos Yoo Hee. Ibu Guru bertanya lagi, apa Yoo Hee menyuruh Hwan Gi untuk menjemput anaknya.

"Tidak, dia tidak memintaku." Jawab Hwan Gi.

"Saya tidak bisa memercayakan anak ini pada orang asing."

Tapi anak Yoo Hee merengek kesakitan.


Yoo Hee menjelaskan pada Ro Woon kalau Silent Monstertidak lebih dari kampanye untuk meredakan isu penyalahgunaan wewenang Bos. Ia rasa cepat atau lambat, tim akan tetap dibubarkan.

Ro Woon jadi teringat perkataan Hwan Gi kalau semua ini adalah salah Hwan Gi. Yoo Hee yakin Hwan Gi punya alasan memutasi Ro Woon.

"Apa mungkin... demi kebaikanku?" Tanya Ro Woon dan Yoo Hee mengangguk.

Hwan Gi menelfon Ro Woon menanyakan soal Yoo Hee, ia memberitahu kalau anak Yoo Hee sakit dan harus segera ke dokter. Ia meminta Ro Woon menjelaskan pada ibu guru kalau ia bukan orang aneh. Yoo Hee pun bicara pada ibu guru lalu Hwan Gi membawa anaknya ke rumah sakit.


Hwan Gi mengingat penjelasan ibu guru selama perjalanan menuju rumah sakit. Anak Yoo Hee tidak mau mengatakan dimana sakitnya tapi terus menangis memanggil Yoo Hee. Malah ibu guru merasa anak Yoo Hee hanya pura-pura karena tidak ingin masuk sekolah.

Yoo Hee diantar Ro Woon menuju rumah sakit. Hwan Gi menelfon Ro Woon dan mengaktifkan pengeras suara. Ia meminta Yoo Hee untuk bicara pada anaknya.

Nama anak Yoo Hee adalah Il Ho. Yoo Hee memastikan pada Il Ho kalau ia akan datang. Il Ho malah semakin keras menangisnya dan Yoo hee juga tambah panik.

"Tenanglah. Tidak seserius tu, kok. Hanya masalah pencernaan saja." Kata Hwan Gi.

"Maksudnya, buang air besar?" Tanya Yoo Hee.


Ro Woon dan Yoo Hee sampai di rumah sakit, mereka langsung menuju Il Ho. Il Ho sudah  berhenti menangis, ia berkata pada ibunya kalau ia baik-baik saja. Yoo Hee bertanya pada dokter tentang kondisi anaknya.

"Dia kembung. Perutnya penuh gas. Kami akan melakukan pemeriksaan sinar X." Jawab Dokter.

Ro Woon heran bagaimana hwan Gi bisa tahu, selama ini Hwan Gi terus menjaga jarak dari orang dewasa, tapi dekat dengan anak-anak, apa Hwan Gi bisa bertelepati dengan anak-anak?

"Aku pernah mengalami hal yang sama dulu. Aku terlalu malu untuk pergi ke toilet di tempat penitipan anak." Jawab Hwan Gi.


Il Ho tersenyum pada Hwan Gi. Yoo Hee sangat berterimakasih, ia sampai memeluk Hwan Gi. Hwan Gi canggung dipeluk begitu, ia mengatakan bukan apa-apa.


Yi Soo sendirian di rumah sakit. Pesan masuk dari Woo Il mengatakan kalau Woo Il akan datang sebentar dan saat ini ia sudah sampai Rumah sakit. Yi Soo panik, sekarang? Ia memaksa dirinya untuk duduk di kursi roda padahal tulang rusuknya masih sakit.


Woo Il melihat Yi Soo tapi Yi Soo malah menjalankan kursi rodanya menjauh dari Woo Il. Woo Il mengejarnya, ia khawatir karena Yi Soo seharusnya berbaring.


"Menjauh dariku!" Bentak Yi Soo.

"Kau ini kenapa?"

"Jangan mendekatiku. Menjauhlah dariku. Kumohon."
 Kalau kau tidak ingin bertemu, aku akan pergi. Tapi, aku harus mengantarmu kembali ke kamar. Kalau kau berkeliaran seperti ini..."

Yi Soo tidak mau. Tapi alasannya sepele, hari ini ia belum keramas. Woo Il dari cemas berubah tersenyum mendengar alasan sepele Yi Soo itu.


Woo Il membantu Yi Soo keramas. Yi Soo tersenyum dengan kehangatan Woo Il itu. Woo Il heran, kenapa juga Yi Soo merasa malu, kan mereka tumbuh bersama.


Yi Soo tahu kalau Woo Il tidak pernah menganggapnya sebagai wanita. Itu sebabnya ia harus mencoba lebih keras. Ia akan melakukan yang terbaik, jadi ia meminta Woo Il untuk menikahinya.

"Aku tahu kau baik padaku karena ingin meninggalkan aku. Tapi, aku tidak bisa melepaskanmu."

"Yi Soo-ah."

"Ayah selalu memanfaatkanmu, jadi kau manfaatkan saja pernikahan kita. Jika kau tidak bisa mencintaiku, nikahi aku demi perusahaan. Aku tidak keberatan."

Woo Il tidaak menjawabnya, ia mengajak Yi Soo segera keluar karena nanti bisa kena flu.


Hwan Gi memasak untuk anak-anak Yoo Hee. Sementara itu Yoo Hee dan Ro Woon hanya menonton. Yoo Hee masih belum bisa percaya melihat Hwan Gi ada di rumahnya dan memasak untuk ana-anaknya.

"Kau meminta dia makan malam di sini, dan anak-anakmu juga minta dia kemari." Ro Woon mengingatkan.

"Tentu saja, dia bahkan menjemput anak-anak ke TK mereka juga mengantar ke rumah sakit. Bahkan sekarang memasak di dapurku. Apa ini kekuatan cinta, ya?"

"Cinta?"


Hwan Gi mendengarnya. Ia lalubertanya, kalau ia kelewat batas ia bisa pergi kok. Tapi kedua anak Yoo Hee tidak mengijinkan Woo Il pergi. Hwan Gi luluh dan memutuskan untuk tetap tinggal.

Ro Woon berbisik pada Yoo Hee, "Kurasa, Il Ho sangat menyukai dia."

"Mereka sangat mirip. Kau mungkin sadar, Bos juga tidak bisa bilang ingin ke toilet saat mendesak. ia mungkin sering menahan sakit perutnya." Jawab Yoo Hee.


Yoo Hee berterimakasih karena Hwan Gi sudah memasakkan sayur agar Il Ho tidak sakit lagi. Il Ho memuji masakan Hwan Gi yang katanya lebih enak dari masakan ibunya.

Sementara anak-anak makan. Yoo Hee mengajak Ro Woon dan Hwan Gi bersulang. Hwan Gi dan Ro Woon tidak mau minum karena mereka harus menyetir.


Yoo Hee menyuruh Ro Woon meninggalkan saja mobilnya dan meminta Hwan Gi untuk mengantar Ro Woon. Yoo Hee kode-kode lagi tuh pada Hwan Gi.


Hwan Gi melihat dinding rumah yang pebuh gambar. Yoo Hee mengatakan kalau itu ulah anak-anak. Hwan Gi bisa membaca arti gambar itu, pasti Il Ho menggambar soal hari wali murid.

"Tidak mungkin. Itu hanya gambar asal-asalan saja. Auh..." bantah Yoo Hee.

Hwan Gi menunjuk gambarnya, ada ibu dan Il Ho. Ia merasa ada yang ingin Il Ho katakan.


Il Ho terdiam mendengar Woo Il. Yoo He jadi teringat saat ia memerahi Woo Il yang hanya menggambar di dinding bukannya bicara saja.

"Apa itu benar?" Tanya Yoo Hee.

"Ya." Jawab Il Ho.

"Ibu pikir kau hanya main-main."


Ro Woon mengerti, jadi Il Ho ingin Yoo Hee hadir di hari wali murid. Yoo Hee mengingatkan kalau hari itu adalah waktu presentasi untuk perusahaan cat. Ro Woon menawarkan diri untuk melakukannya. Yoo Hee menjawab kalau Ro Woon bukan anggota tim mereka lagi.

"Hanya aku yang bisa melakukannya." Tutup Yoo Hee.


Semua jadi menatap Hwan Gi. Hwan Gi mengerti arti tatapan itu. Yoo Hee membantahnya, ia merasa tidak enak soal presentasi sebelumnya. Ia berjanji pasti kali ini akan melakukannya. Il Ho sedih mendengarnya.

Hwan Gi mengingat kata Woo Il kalau ia tidak akan bisa melakukan apa pun. tapi Hwan Gi ingin membantah itu, ia mengatakan pada Yoo Hee kalau ia yang akan melakukan presentasi.

"Apa aku salah dengar, ya?" Tanya Yoo Hee tidak percaya.

"Yakin? Kau akan melakukannya sendiri?" Tanya Ro Woon dan Hwan Gi menangguk. Il Ho senang karena itu berarti ibunya bisa datang. Tapi bukan hanya Il Ho dan adiknya saja yang senang, Yoo Hee dan Ro Woon juga.


Memikirkan kata Yoo Hee tadi Ro Woon jadi menyimpulkan, apa Hwan Gi mencintai Yoo Hee?

"Apa? Kau bicara apa?" Hwan Gi kaget.

Ro Woon merasa hanya itu satu-satunya penjelasan yang masuk akal. Maksudnya, Hwan Gi sampai mengajukan diri melakukan presentasi. Seperti itulah orang yang sedang jatuh cinta. Membuat seseorang melakukan hal-hal tidak berguna.

"Orang yang membuatku melakukan hal semacam itu adalah orang lain." Jawab Hwan Gi.

"Kalau begitu... Gadis yang datang ke kantor tempo hari?"

"Tidak untuk sekarang."

"Tidak sekarang? Maksudnya, kemungkinan di masa depan? Atau justru dia mantan kekasihmu?"

"Bagaimanapun juga, bukan dia."

Ro Woon mengerti. Saat mobil berhenti di lampu merah, Ro Woon bertanya lagi, ia masih penasaran soal siapa orang itu, apa orang yang ia kenal?

"Apa yang akan kau lakukan kalau kau mengenal dia?" Hwan Gi balik bertanya.

"Ya, aku hanya... akan berterima kasih padanya. Karena membuatmu berubah, meski tidak banyak."

Ro Woon tersenyum lebar dan Hwan Gi melihat ada sayur menempel di gigi Ro Woon. Hwan Gi langsung mengalihkan pandangan menahan tawa.

"Sebaiknya aku pura-pura tidak lihat saja, ya? Aku tidak lihat apa pun. Tidak melihat apa-apa. Tapi, betapa pun aku berusaha mengabaikannya, aku tidak bisa berhenti menatapnya. Bibir merahnya membuat warna hijau segar itu kelihatan lebih menonjol. Mana bisa aku abaikan? Ini sulit sekali. Apa kuberitahu saja, ya? Aku tidak terganggu, sih. Tapi orang lain? Dia tersenyum selebar itu karena tidak sadar. Seseorang harus memberitahu dia. Tapi, kenapa harus aku orangnya? Aku berharap menempel saja di gigiku, bukan dia. Apa ada cara memberitahu dia tanpa membuat malu?"


Hwan Gi terus menatap Ro Woon membuat Ro WOon berpikir, apa orang yang dimaksud Hwan Gi itu adalah dirinya. Hwan i berkata lampu hijau

"Lampu hijau?" Kata Ro Woon dalam hati.

Hwan Gi menunjuk bibirnya. Ro Woon menutup mulutnya terkejut, "Maksudmu, sekarang? Di sini?" Tanya Ro Woon.

"Aku akan menutup mata. Cepatlah." Jawab Hwan Gi.


Ro Woon bersiap mencium Hwan Gi tapi lampu hijau menyala dan mobil dibelakang mengklakson. Itu menyadarkan Hwan Gi, Ro Woon pun menjauhkan wajahnya dari Hwan Gi.

"Ini tidak benar. Bos yang menyatakan cinta. Kenapa minta aku menciummu? Perasaanku belum sampai sejauh itu."

"Apa? Apa maksudmu? Siapa yang menyatakan cinta? Kau bicara apa, sih? Ciuman apa?"

"Um.. tadi kau... menatap mataku dan berkata... "Lampu Hijau"."


Hwan Gi lagi-lagi menahan tawanya. Ia lalu membuka kaca di depan Ro Woon, ia menyuruh Ro Woon tersenyum sambil menatap kaca itu. Ro Woon melakukannya dan ia jadi malu setengah mati. Tanpa pikir panjang Ro Woon langsung turun dari mobil dan berlari menjauh.

Hwan Gi bingung, "Apa yang barusan terjadi? Dia akan menciumku? Aku? Ciuman? Ciuman?"


Di kantor, Hwan Gi kepikiran reaksi Ro Woon tadi. Ia bergumam, "Belum sampai di situ? Lalu sampai mana? Aku tidak membutuhkan jawaban sampai mana, intinya sih menuju ke sana. Benar. Oh... benar."


Dalam perjalanan pulang, Ro Woon mengutuk dirinya sendiri. Ia benar-benar gila! Ia pasti sudah tidak waras.


Reporter Woo menegur, sedang apa Ro Woon. Reporter Woo lalu menyinggung soal Ro Woon yang bilang ke ayah kalau ia sudah mendapatkanpekerjaan baru. Ro Woon menjawab kalau ia harus harus menyelesaikan dulu yang sudah kumulai. Hwan Gi bilang dia akan melakukan presentasi itu sendiri...

"Kau menyukai Eun Hwan Gi? Pasti itu sebabnya kau terus menggunakan Mr. Smith sebagai alasan. Kau ingin memastikan dia bukan penyebab kematian Ji Hye? Butuh konfirmasi untuk bisa mencintai dia? Dia itu... udah membuat kakakmu meninggal. Mr. Smith tidak pernah ada. Tidak mungkin ada kebenaran lain. Jadi tolong... singkirkan dia dari kehidupanmu, oke?"


Ro Woon menuli Surat Pengunduran Diri, ia akan memberikannya pada Sekretaris Park.


Ia mendekati Sekretaris Park yang sedang bersama AE Jung dan AE Lee. Mereka sedang membahas soal proyek perusahaan cat yang sebaiknya kita gunakan konsep alam. Ro Woon terkejut, ia mengatakan pada mereka kalau sejauh yang ia tahu itu adalah proyek Silent Monster.

"Kami tahu." Jawab Sekretaris Park.

"Bos akan melakukan sendiri presentasinya." Ujar Ro Woon.

"Kami juga tahu itu. Justru itu sebabnya Kang Daepyo perlu mengambil alih." Jelas Sekretaris Park.

Mendengar jawaban itu, Ro Woon pun menyembunyikan surat pengunduran dirinya, ia tidak jadi menyerahkannya.


Hwan Gi tidak mengerti, kenapa Woo Il mengambil alih proyek Silent Monster tanpa diskusi. Woo Il menjelaskan kalau Perusahaan itu sudah lama bekerja sama dengan "Brain" jadi ia tidak bisa menutup mata begitu saja.

"Klien bilang ingin Silent Monster berpartisipasi."

"Mereka bahkan tidak akan memedulikan presentasi kalian. Aku tidak bermaksud meremehkanmu. Aku tahu betapa mampu dirimu, lebih dari orang lain. Tapi jangan proyek ini. Kau tidak bisa."

"Bagaimana kalau aku bisa?"

"Kau akan presentasi di depan semua orang? Aku sudah melakukannya selama 20 tahun terakhir akibat phobia-mu."

"Bagaimana kalau aku bisa? Bagaimana kalau aku berhasil... tanpamu?"

"Aku tidak senang mendengarnya. Memang aku ini batu sandungan untukmu atau bagaimana? Kau pikir selama ini aku melakukannya akibat egoku? Kau tidak peduli soal reputasi perusahaan? Diam saja di ruanganmu seperti sebelumnya..."

"Aku ingin Ro Woon kembali."

"Apa?"


Tepat saat itu Se Jong sedang main-main dan ia tidak sengaja mendengar mereka berdua. Se Jong pun memutuskan untuk menguping.

Hwan Gi ingin Woo Il mengembalikan Ro Woon jika ia berhasil melakukan presentasi itu. Woo Il heran, apa Hwan Gi tidak mengerti kenapa ia mengirim Ro Woon ke clipping room?

"Aku hanya tahu kau meragukan kemampuanku." Jawab Hwan Gi.

Woo Il menggenggam tangannya kesal, ia mempersilahkan Hwan Gi melakukan apapun yang Hwan Gi mau. Tapi Hwan Gi juga harus mengalahkannya juga. Hwan Gi tidak mengerti, apa mereka harus berkompetisi dalam proyek yang sama padahal mereka satu perusahaan?

"Anggap saja sebagai rencana cadangan. Mereka klien lama perusahaan. Aku tidak bisa melepasnya."

Se Jong bertanya-tanya, Kenapa mereka memperebutkan Ro Woon? Segitu pedulinya Hwan Gi pada Ro Woon?


Silent Mosnter membahas soal Hwan Gi yang akan melawan Woo Il. Yang lain mencoba membelokkan Hwan Gi tapi Hwan Gi sudah mantap, ia tetap akan melakukannya.

Sun Bong membisiki Yoo Hee, " "Aku tidak akan mengatakan apa pun". "Aku tidak akan menemui siapa pun". Selama ini dia selalu berkata begitu. Apa yang membuatnya begitu ingin melakukan presentasi kali ini?"

Ro Woon mengintip rapat mereka.


Hwan Gi melemaskan bibirnya di hadapan cermin. Tiba-tiba Ro Woon datang mengagetkan, "Semut saja tidak bisa dengar."


Ro Woon membawa baju untuk Hwan Gi, ia menyuruh Hwan Gi memakai baju itu dan ia akan menunggu di luar.


Ro Woon mengajak Hwan Gi berolahraga tapi Hwan Gi hanya berjalan bukannya berlari. Ro Woon memberi aba-aba agar Hwan Gi berlari sambil berlari mundur. melihat Ro Woon, Hwan Gi jadi teringat malam itu.

Ro Woon berhenti, ia heran kenapa Hwan Gi menatapnya begitu. Ia lalu mencorong Hwan Gi dari belakang sambil melihat ke kamera, untuk memeriksa giginya.


Ro Woon juga mengatur cara berdiri Hwan Gi. Pastikan punggung dan leher sejajar, Jaga tatapan lurus ke depan. Dagu tegak.

"Ro Woon, apa-apaan sih ini?"

Ro Woon tidak peduli, ia tetap memberi Hwan Gi penjelasan. Hwan Gi harus menegakkan kakinya, berdiri tegap. Pastikan tidak goyah meski seseorang menjegalmu. Ro Woon lalu menjegal Hwan Gi dan Hwan Gi terjatuh, untung Ro Woon siap menangkapnya. Tapi itu membuat mereka kembali canggung. Hwan Gi malah fokus melihat bibir Ro Woon.


"Apa yang kau lakukan? Astaga. Bikin kaget." Kesal Hwan Gi setelah berdiri.

"Menurutmu, apa yang sedang kulakukan? Aku mencoba membantumu, Bos."

"Aku tidak suka.... dipanggil Bos. Aku merasa tidak pantas disebut begitu. "Percaya padaku, tetap di sisiku". Aku merasa hal itu... Aku tidak pantas meminta orang lain berada di sisiku."

"Apakah itu sebabnya, kau memutasi aku? Sudah kuduga."

"Jadi tolong... berhenti membuang waktumu untuk memihakku."

"Apa maksudmu? Jangan merendahkan dirimu sendiri. Itu sebabnya tim lain meremehkan tim kita. idak bisakah berterima kasih saja aku sudah memihakmu? Aku juga sangat bersyukur... menjadi anggota tim-mu."

"Dan, ini hadiah terakhirku untukmu." Batin Ro Woon.


Karena Ro Woon sudah di tim lain sekarang maka ia akan membantu Hwan Gi sepulang kerja. Hwan Gi tidak masalah kan dengan bantuan seperti itu. Ro Woon mengajaknya tos dan Hwan Gi menyambutnya.

Ro Woon tersenyum lalu ia mulai pelajarannya lagi. Hwan Gi protes, haruskah mereka melakukannya di tempat terbuka begini?

"Kau harus mengatasi rasa malu di tempat terbuka agar bisa berdiri di atas panggung. Lupa ya kalau aku ini aktris musikal? Aku ahli dalam hal seperti ini."


Setiap pulang kerja Ro Woon membantu Hwan Gi. Ia mengkritik Hwan Gi yang kurang ini dan itu lalu membetulkannya. Kata pertama yang Hwan Gi pelajari adalah

"Saya Eun Hwan Gi dari Silent Monster."

Awalnya Hwan Gi mengatakannya dengan pelan tapi setelah didorong Ro Woon ia mampu mengatakannya dengan lantang dan tegas.


Tidak hanya membatu Hwan Gi menyampaikan materi. Ro Woon juga membantu Hwan Gi menyusun materi.


Hwan Gi kemudian berlatih di depan para staff. Tapi ia masih agak malu tidak seperti saat latihan dengan Ro Woon saja.


Tapi Hwan Gi tidak menyerah, ia terus berlatih lagi dan lagi. Ro WOon juga setia menemaninya, kadang ia membawakan kopi agar Hwan Gi lebih semangat.

"Dia sangat bersemangat saat malam, tapi berubah jadi pemalu berat saat matahari terbit." Gumam Ro Woon.

-- Latihan Akhir Untuk Presentasi --


Hwan Gi sudah siap dengan setelan jasnya. Ia latihan sekali lagi dihadapan para staff, kalimat pembukanya sangat tegas, "Saya Eun Hwan Gi... dari Silent Monster." Membuat semunaya berdiri memberikan tepuk tangan.

Sayangnya Hwan Gi kembali lagi ke dirinya yang dulu. Ia jadi gagap dan gemetar. Pada akhirnya ia tidak bisa mengucapkan apa-apa dan memilih kabur.


Hwan Gi menyendiri di toilet. Ia kesal sekesal-kesalnya pada dirinya sendiri yang tidak bisa mengatasi phobianya.


Ro Woon menyusul, mengatakan waktunya hampir tiba. Hwan Gi minta maaf, Ro Woon sudah berusaha keras tapi ia rasa ia tidak bisa melakukannya. 

"Benarkah? Kalau begitu... Akhirnya seperti ini. Memalukan kita berpisah di kamar mandi. Sebenarnya, aku sudah menulis surat pengunduran diri. Aku akan menyerahkannya setelah presentasi."

"Apa maksudmu? Kenapa?"

"Aku merasa telah membuka... sebuah pintu yang tidak semestinya." Batin Ro Woon.


Ro Woon mendekati Hwan Gi, untuk yang terakhir kali ia ingin meminta sesuatu pada Hwan Gi. Apa pun hasilnya, ia ingin... tetap melihat Hwan Gi bicara di depan semua orang. Kalau terlalu gugup, cukup tatap ia saja. Bayangkan saja tidak ada orang selain ia di sana.

Ro Woon mengulurkan tangannya, tapi Hwan Gi tidak kunjung menyambutnya.


Ro Woon mengambil paksa tangan Hwan Gi tapi itu malah membuat Hwan Gi bergerak dan tidak sengaja menyalakan keran. Air pun mengucur dan membasahi mereka.


Hwan Gi menatap Ro Woon. Ia teringat peringatan Woo Il kalau ia tidak akan bisa melakukan apa pun. Ia hanya perlu mundur seperti biasanya.

Tapi Hwan Gi tidak bisa, ia meraih Ro Woon lalu menciumnya.


4 komentar

suka suka sukaaaaa bangeettt drama ini..!!

D tunggu dan selalu d tunggu kelanjutan sinopsis ny,,,

thank you sinopnya chingu,tp knp hwanki sering salah jd wooil?

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...