Wednesday, February 15, 2017

Sinopsis Introverted Boss Episode 7 Part 1

Sumber Gambar dan Konten dari tvN



Hwan Gi menggantikan Ro Woon memakai kostum panda untuk menghibur anaka-anak panti auhan Awan Putih. Ia dapat menari dengan bebas karena wajahnya tidak terlihat.

"Tidak masalah, wajahku tertutupi. Tidak masalah, mereka hanya anak-anak. Tidak kusangka, orang dewasa juga ikut menikmatinya. Aku sudah berubah." Batinnya.


Seorang anak perempuan senang kedatangan panda tapi kok tidak sama ya dengan boneka panda miliknya. Seorang anak laki-laki menyahut kalau itu panda Laki-laki.



Hwan Gi membuka kotak putih yang dibawanya dan ternyata isinya kimchi. Katanya ia tidak bisa datang dengan tangan kosong. Ia pun membawa pisau khusus miliknya untuk memotong-motong kimchinya.


"Boleh aku tanya sesuatu? Aku mendengar sebuah rumor. Tiga tahun lalu... kudengar sekretarismu bunuh diri." Tanya Ro Woon yang langsung membuat Hwan Gi menghentikan acara potong Kimchinya. Ro Woon melanjutkan, "Sekretaris itu. Seperti apa dia?"

Hwan Gi menjawab sambil mengingat Hye Jin, "Dia orang yang baik. Tapi... aku tidak pernah... mengatakan itu langsung padanya, meski sekali saja. Itulah yang begitu kusesali."


Ro Woon mengerti, ia lalu mencoba makan kimchi. Hwan Gi heran, bukannya Ro Woon bilang tidak suka Kimchi. Bukan tidak menyukainya, tapi Ro Woon tidak bisa lagi menyukainya. Ro Woon lalu tersenyum, karena Hwan Gi sudah jujur padanya akan perasaan yang Hwan Gi pendam, bolehkah ia juga mengatakan sesuatu yang ia kubur dalam hatinya?

"Beberapa waktu lalu, aku menceritakan padamu tentang kakakku. Kakakku... Kakakku sudah meninggal. Setelah dia meninggal, Ibuku tidak pernah lagi membuat Kimchi. Lalu, suatu hari aku minta padanya. "Bu, kenapa tidak membuat Kimchi lagi?" Tebak jawaban ibuku! "Kita tidak lagi memiliki seseorang... yang akan memakan Kimchi itu".


Padahal aku juga suka Kimchi. Aku ini juga puterinya. Seperti itulah, Ibuku kehilangan minat membuat Kimchi, kemudian juga tidak memiliki keinginan hidup lagi. Tidak lama setelahnya, dia meninggal akibat penyakit jantung. Sejak itu, aku tidak pernah lagi menyentuh Kimchi. Sebab, membuatku teringat pada Ibuku."


Ro Woon pun kembali memakan kimchi Hwan Gi. Ia rasa ia sekarang bisa memakannya. "Omong-omong, siapa yang membikin ini? Jangan bilang... Anda bos?"


Hwan Gi mengangguk. Ro Woon memuji rasanya yang luar biasa, bahkan lebih lezat dari buatan Ibunya. Ia jadi tidak lagi teringat pada  ibunya.


Keluarga Eun makan malam bersama dengan Woo Il. Tuan Eun membicarakan soal Silent Monster yang tidak menghasilkan apa-apa dan bahkan gagal dalam proyek sederhana. Kenapa sih mereka sebenarnya?


"Kau tahu Tuan Park dari Rose Airlines, 'kan?" Tanya Tuan Eun.

"Ya. Oh, yang dituduh menyalahgunakan kekuasaan itu? Aku sangat sedih saat Hwan Gi dituduh seperti itu. Tapi situasi Tuan Park membuatku merasa lebih baik. Masih ada orang yang lebih malu daripada " Jawab Nyonya Eun.

Tuan Eun tidak menganggapinya, ia fokus pada Woo Il. Mengatakan kalau Tuan Park akan segera menghubungi Woo Il. Tuan Eun membutuhkan bantuan keluarga isteri Tuan Park untuk pemilihan walikota. Ia meminta Woo Il untuk menangani Tuan Park dan biarkan Silent Monster  mengurus proyek-proyek PR (public relation--pekerjaan membangun citra perusahaan atau perorangan). Woo Il mengerti.

Yi Soo menyela, meminta mereka berhenti membicarakan soal pekerjaan. Tuan Eun tertawa tapi Woo Il merasa tertekan dengan tugas itu.


Woo Il tiba-tiba sudah berada di ruang kerjanya. Ia mengeluarkan gambar Ji Hye dulu dan gambar Ro Woon.


Woo Il mengambil gambar itu setelah Ro Woon menyelipkannya di pohon natal di perusahaan.


Woo Il menyandingkan keduanya dan ia menangis lalu tersenyum.


Di panti asuhan, Ro Woon melihat sisi lain hwan Gi. Dimana Hwan Gi ikut membantu mengurus makanan anak-anak dan Hwan Gi banyak berinteraksi dengan mereka dengan ramah.

"Apa mungkin kakakku tidak mengetahui karakter Bos yang sebenarnya? Kenapa bisa begitu?" Batin Ro Woon.

Lalu Ro Woon bergumam, "Mungkin, insiden itu bukan kesalahan dia. Bagaimana jika sesuatu yang lain terjadi padanya?"


Woo Il menelfon mengajak Ro Woon bertemu sekarang karena ada yang ingin ia bicarakan.

"Mungkinkah itu..." Batin Ro Woon.

Ro Woon teringat saat Woo Il selalu baik padanya dan terus memberinya dukungan serta melindunginya.

"Mungkinkah Kang Daepyonim adalah Mr. Smith?" Tanya Ro Woon dalam hati.


Yi Soo menelfon Woo Il tapi Woo Il tak kunjung menangngkatnya. Ia teringat Ji Hye dan apa yang ia lakukan pada Ji Hye di bar 3 tahun lalu. Woo Il pun mendiamkan telfon Yi Soo.

Seorang bartender yang mengnagkat ponsel Woo Il. Ia mengatakan kalau Woo Il sedang sendirian dan sangat mabuk.


Seseorang memegang pundaknya. Woo Il menoleh dan itu adalah Ji Hye, ia bertanya apa Woo Il baik-baik saja?

"Bagaimana kau bisa kemari?" Tanya Woo Il.

Ternyata itu adalah Ro Woon, ia menjawab kalau Woo Il lah yang memintanya datang. Woo Il baru sadar saat itu juga kalau yang dihadapannya itu adalah Ro Woon.


"Katanya, ada sesuatu yang ingin Daepyonim katakan padaku. Ada sesuatu juga yang ingin kutanyakan. Apakah kau orang yang... yang kupikirkan?" Tanya Ro Woon.

"Aku... bukan orang yang kau maksud. Aku... bukan orang yang seperti itu. Kau akan kecewa saat tahu diriku sebenarnya." Jawab Woo Il.

"Um... sepertinya aku tidak paham."

"Kau bahkan tidak mengenalku. Saat kau menatapku... seperti itu, aku merasa malu pada diriku sendiri."

Ro Woon mengira soal pertunangan Woo Il dengan Yi Soo. Awalnya ia memang tidak mengetahuinya tapi ia sudah tahu dan ia mengakui itu pada Woo Il.


Woo Il menjawab kalau maksudnya bukan itu dan ia hampir terjatuh. Ro Woon membantunya tapi Woo Il kembali melihat Ro Woon sebagai Ji Hye. Woo Il memegang tangan Ji Hye.


"Maafkan aku. Kau seharusnya tidak menatapku. Kau seharusnya tidak menatapku seperti itu. Tapi, aku ingin kau... Aku ingin kau menatapku terus. Maafkan aku. Aku pengecut. Aku benar-benar minta maaf."

Dalam penglihatannya Ji Hye menangis. Ro Woon merasa Woo Il sangat mabuk hingga bicara ngelantur, ia pergi untuk membelikan obat dan meminta Woo Il menunggunya. 


Ibu panti berterimakasih pada Hwan Gi karena anak-anak menjalani Natal yang bahagia berkat Hwan Gi.

"Saya yang harus berterima kasih. Tapi..." Jawab Hwan Gi.

Ibu panti mengerti, ia mengatakan kalau Ro Woon sudah pulang duluan. Ibu panti meminta Hwan Gi hati-hati di jalan dan ia kembali masuk ke dalam.


Hwan Gi melihat ponselnya. Yi Soo menelfon sebanyak tujuh kali. Ia lalu menelfon Yi Soo balik. Yi Soo mengatakan Woo Il tiba-tiba menghilang, tapi sudah ketemu jadi tidak usah khawatir. Yi Soo menjawabnya sambil memasukkan Woo Il ke dalam mobil.


Saat sudah di dalam mobil, Yi Soo mengatakan kalau Woo Il minum di bar sendirian. Hwan Gi bertanya, apa Yi Soo yakin Woo Il sendirian. Saat itu Yi Soo melihat Ro Woon buru-buru masuk ke dalam bar.

"Ya. Dia sendirian." Jawab Yi Soo.

Kemudian Hwan Gi menjawab, "Oh, tidak ada apa-apa. Hanya saja, salah satu staf membuat dia kesulitan."


Sampai di dalam, Ro Woon celingukan mencari Woo Il yang tidak ada di tempatnya tadi.


Yi Soo menyandarkan kepala Woo Il dibahunya tapi Woo Il menggeliat dan menyandar di pintu mobil. Yi Soo kecewa.




-= Episode 07 - Harga Diri Pemeran Pendukung =-



Ro Woon mengatakan pada Reporter Woo kalau balas dendamnya sudah selesai. Ia rasa ada hal lain yang menyebabkan kakaknya bunuh diri. Bagaimanapun, ia rasa bukan Hwan Gi yang jadi alasannya.

Reporter Woo curiga, apa yang dilakukan Hwan Gi sampai Ro Woon berubah pikiran begini. Ro Woon bingung mau menjawab apa, ia lalu teringat kata-kata Hwan Gi saat merebut kostum pandanya untuk menghibur anak-anak panti.

"Karena kau adalah Chae Ro Woon. Kau adalah Chae Ro Woon, bukan Eun Yi Soo."


Reporter Woo bertanya lagi, apa itu artinya Ro Woon akan keluar dari Brain. Ro Woon belum menjawabnya tapi Reporter Woo sudah berkata lagi, pokoknya ia setuju karena elihat dari jauh saja sudah membuatnya cemas.

"Aku akan tetap di sana untuk sementara. Aku ingin menemukan Mr. Smith."

"Mr. Smith? Penggemar tanpa nama yang terus mengirimimu bunga?"

"Dia mulai mengirimiku bunga tiga tahun lalu, sejak kakakku meninggal. Kenapa dia tidak menunjukkan dirinya? Aku rasa dia ada di "Brain"."

Ro Woon teringat saat kakaknya menggambar waktu itu. Ro Woon yakin Mr. Smith pasti mengetahui sesuatu. Kebenaran yang tidak diketahui orang lain.


Hwan Gi kembali melakukan konseling. Kali ini di perpustakaan jadi mereka berbicara dengan sekat rak buku. Psikiater mengambi buku yang menghalangi mereka tapi Hwan Gi malah menutupi mukanya dengan buku.

"Kudengar kau ikut workshop. Kau terlihat jauh lebih santai." Ujar Psikiater penuh semangat tapi Hwan Gi malah menutup kembali celah rak itu dengan buku. Psikiater mendesah.


Hwan Gi menjelaskan kalau masa depan tim mereka tergantung pada proyek Rose Airlines. Kalau ia tidak berubah.... Psikiater memotingnya, kenapa Hwan Gi bekerja sendirian disana? Katanya kau ingin berubah?

"Aku memang ingin berubah, makanya aku..."

"Kau hanya berusaha keras tanpa ada yang melihat. Bukankah seumur hidupmu kau selalu begitu? Kau tidak berubah banyak. Jangan menyendiri. Bekerja sama sana! Kalau ingin berubah, begitu caranya."


Psikiater menyuruh hwan Gi duduk dekat dengan anggota tim-nya dan menyatukan kepala untuk mengumpulkan berbagai ide. Hwan Gi menurutinya.

Yoo Hee yang pertama mengutarakan idenya. Ia menunjukkan foto Tuan Park dan menjelaskan masalahnya. Tuan Park dari Rose Airlines istirahat kerja setelah kontroversi perihal penyalahgunaan kekuasaan yang dia lakukan menyebar. Namun, komentar negatif publik masih mendominasi. Sangat penting bagi mereka memperbaiki citra pemilik maskapai tersebut.


"Tidak terlalu buruk, kok. Ada seseorang yang bahkan tetap bekerja setelah..." Tanggapan Sun Bong yang dihentikan oleh rekan-rekannya. Aduh nih orang kentara banget kalau kata-katanya itu ia tujukan pada hwan Gi.


Hwan Gi mengingat nasehat psikiater. Saat fokus tertuju padanya maka ia harus menggunakan sesuatu untuk membuatnya tetap tenang. Hwan Gi mengeluarkan cutter-nya tapi itu malah membuat anggotanya meringsut takut. Hwan Gi cuma ingin menggunakan itu untuk meraut pensil karena cuma hal itu yang membuatnya tenang. Ia menyuruh yang lain mengatakan opini mereka dan ia akan mendengarkan.


"Kalau begitu... Bagaimana kalau menggelar kegiatan sukarelawan untuk Tuan Park?" Tanya Se Jong.

Hwan Gi berpikir, niat di balik kegiatan itu terlalu jelas karena Tuan Park menerima kritik tajam masyarakat. Yoo Hee menyahut, menurutnya ide Se Jong masuk akan juga untuk memulihkan citra Tuan Park. Hwan Gi kembali berpikir, citra seseorang dimata publik tidak semudah itu berubah. 


"Bagaimana kalau memberi liburan gratis ke luar negeri untuk anak-anak yatim piatu?" Usul Ro Woon.

Sun Bong menjawab, "Kita ini bukan sapu yang berguna membersihkan sampah seorang penyalahguna kekuasaan sepertinya."

Gyo Ri sampai kesal dengan Sun Bong yang bicara sembarangan. Ia berbisik kalau Hwan Gi rasanya akan meledak.


Hwan Gi kembali berpikir, Sulit untuk memulihkan citra Tuan Park, jadi sebaiknya mereka fokus untuk mempertahankan citra perusahaan agar tidak ikut hancur. Tapi bagaimana harus menyampaikannya ya?

Yoo Hee menanyakan pendapat Hwan Gi dan yang lain menantikan apa jawaban Hwan Gi. Hwan Gi masih berpikir, setiap orang sudah mengutarakan pendapat mereka dengan antusias. Tapi bagaimana caranya agar ia tidak membuat siapa pun terluka dengan mengutarakan pemikirannya karena opininya juga bukanlah jawaban paling benar. Ia tidak ingin mereka setuju begitu saja karena ia Ketua Tim.


"Masa aku harus mengatakannya sambil melucu? Tidak, tidak! Lebih baik aku bicara dengan lantang dan tegas pada mereka agar langsung dimengerti. Apakah sebaiknya kukatakan untuk fokus pada citra perusahaan saja? Atau lebih baik mengatakan "memisahkan citra masing-masing"? Baiklah. Aku harus katakan dengan percaya diri di diskusi terbuka ini. Aku akan menutupnya nanti dengan mengatakan untuk bekerja sama dengan baik."


Hwan Gi membating cutternya. Semua melonjak terkejut, Gyo Ri berbisik, Hwan Gi marah, dia mengamuk. Yoo Hee pun menyalahkan Sun Bong karena bicara sembarangan tadi.

"Kurasa, Bos perlu waktu sendirian untuk memikirkannya." Ujar Ro Woon.

"Tentu saja. Akan lebih baik membiarkannya bekerja sendiri." Jawab Sun Bong.

Yang lain setuju dan memutuskan untuk meninggalkan Hwan Gi agar bisa tenang memikirkannya. Hwan Gi ingin mencegah tapi tidak satupun kata keluar dari mulutnya.


"Masih terlalu sulit untuk berhadapan dengan banyak orang. Aku tidak akan pernah bisa jadi pemimpin." Ujar Hwan Gi putus asa.

"Ayolah. Kau pemeran utamanya. Masa kau mau jadi pemeran pendukung terus? Lain waktu, kau harus coba menguji diri dengan makan malam tim. Letakkan lenganmu di atas bahu mereka, lalu berfoto bersama."


Hwan Gi mengajak semua makan malam bersama tapi ia tidak ada bersama mereka. Yoo Hee menebak kalau Hwan Gi sedang mencoba untuk mengubah dirinya.

"Ya. Sebelumnya menjadwalkan rapat, sekarang makan malam bersama. Kalian tidak merasa dia sudah berubah?" Ujar Ro Woon senang.


Se Jong heran, kenapa Hwan Gi lama sekali. Yoo Hee khawatir, jangan-jangan terjadi sesuatu. Ia menawari mereka untuk mengengok Hwan Gi. Mereka berhitung untuk menentukan siapa yang pergi. Gyo Ri yang kalah karena ia sibuk dengan ponselnya.


Di ruangannya, Hwan Gi sibuk memilih baju yang cocok. Kemudian Gyo Ri datang, mengatakan bahwa semua orang sudah menunggu dan Yoo Hee khawatir, makanya ia datang menyusul.

"Eum... Kelihatannya, kau memiliki minat dalam fashion dan kecantikan."

Gyo Ri merasa tersanjung. Hwan Gi merasa Gyo Ri tertarik pada bidang itu sebelum mengambil jurusan AE (Account Executive--mengatur marketing perusahaan) dan ia sudah lama memikirkannya jadi ia meminta bantuan Gyo Ri untuk memilihkan baju yang cocok.


Gyo Ri sangat puas dengan pilihannya. Hwan Gi jadi tampak sangat mempesona dimatanya. Hwan Gi mengingatkan kalau ini hanya makan malam, jadi apa tidak terlalu berlebihan.

"Anda tidak suka?"

"Bukan begitu. Aku suka."

"Sungguh?"

"Ya."


Lalu Gyo Ri memakaikan syal sebagai aksesori tambahan. Terakhir, Gyo Ri memakaikan jepit rambut pada Hwan Gi katanya biar rambut Hwan Gi lebih tertata.


Hwan Gi datang dengan kamera di bahu kanan. Tapi Gyo Ri lupa dengan jepit rambut Hwan Gi dan ia baru mencopotnya di hadapan yang lain. Gyo Ri memamerkan kalau ia yang menata gaya Hwan Gi. Semua orang menahan tawa geli melihat gaya Hwan Gi.

"Mau menerima penghargaan, ya? Dia mengenakan pakaian terlalu berlebihan untuk acara ini." Ujar Sun Bong.

Gyo Ri langsung kehilangan senyum mendengarnya. Tapi menurut Ro Woon gaya Hwan Gi sangat luar biasa.


Hwan Gi akan duduk di meja lain tapi Yoo Hee menariknya untuk duduk bersama mereka. Yoo Hee menuangkan minuman untuk Hwan Gi dan menyuruh Hwan Gi mengatakan sesuatu sebelum bersulang.

Semua orang sudah menantinya tapi Hwan Gi malah hanya berdiri dan langsung menenggak minumannya. Semua pun mengikuti Hwan Gi. Mereka mengharapkan kata-kata selanjutnya dari Hwan Gi tapi ternyata Hwan Gi sudah selesai dan kembali duduk. Mereka pun ikutan duduk.


Se Jong mengajak Gyo Ri ber-selca. Yoo Hee, Sun Bong dan Ro Woon juga tidak mau kalah. Untuk memudahkan pengiriman foto mereka membuat group dadakan dan Ro Woon tiba-tiba mengundang Hwan Gi tapi yang lain kelihatannya tidak setuju.

"Aku Tidak perlu." Ujar Hwan Gi tapi sudah terlanjur.


Yoo Hee menyarankan agar mereka berfoto bersama. Hwan Gi menawarkan diri untuk memotret mereka dengan kameranya tapi yang lain melarang, hwan Gi juga harus ikut dengan mereka. AKhirnya Ro Woon meminta bantuan pelayan untuk memotret dengan ponselnya.

Foto pertama Hwan Gi sangat kaku. Ro Woon kemudian memegang pundaknya dan memintanya untuk senyum dengan nyaman. Tapi hasilnya malah lucu. Ro Woon mengirim foto pertama mereka dengan formasi lengkap ke group dan yang lain puas dengan hasilnya.

"Pakaian itu cocok sekali dengan Anda." Ujar Se Jong.

"Gaya rambutnya juga pas sekali." Imbuh Gyo Ri.

"Daepyonim, Anda kelihatan sangat tampan di foto. Anda sangat fotogenik." Tutup Yoo Hee, sementara Sun Bong cemberut aja dari tadi.


Tim Woo Il tiba-tiba datang. Woo Il menyinggung baju Hwan Gi. Yoo Hee memotong, mereka habis foto bersama dan menawari Woo Il untuk bergabung bersama. Woo Il lalu mengajak mereka foto bersama.

Sun Bong yang mengambil foto sementara Ro Woon tidak ikut karena melihat Hwan Gi juga tidak ikut.


Hwan Gi melihat fotonya tadi, ia menarik kedua ujung bibirnya untuk senyum. Ro Woon memperhatikannya.


Anggota Tim Woo Il dan Hwan Gi berbaur. Se Jong melihat Gyo Ri duduk sendirian lalu menghampirinya. Gyo Ri ternyata sedang mengunduh aplikasi informasi lowongan kerja. Ia yang mendandani Bos seburuk itu. Ia juga tidak cocok menjadi AE. Kalau proyek kali ini gagal, ia yang akan dipecat pertama kali.

"Kau tidak cemas, Se Jong?"

Se jong malah ingin dipecat. Gyo Ri bertanya, apa keluarga Se Jong kaya raya. Se Jong menjawab ia punya mimpi menjadi selebriti. Ia ingin menjadi artis yang multi-talenta, bisa akting dan bernyanyi. Se Jong lalu mengambil sosis dan melahapnya.

"Kau mirip adikku saja. Katakan padaku. Berapa usiamu?" Tanggapan Gyo Ri

"Kau seperti ibuku saja."

Se Jong sangat lahap makan sosisnya. Saat Gyo Ri bertanya apa sosisnya lezat, Se Jong menjawab kalau di rumah ia jarang makan seperti itu. Gyo Ri iba dan menyuruh Se Jong makan semua sosisnya.

"Kedengarannya, situasimu sama berat sepertiku." gumam Gyo Ri.

"Aku baik-baik saja, kok. Hidupku tidak terlalu berat." Bantah Se Joon.


Se Joon lalu menawari Gyo Ri untuk main bilyard. Se Jong langsung menghampur ke meja bilyard sementara Gyo Ri masih duduk dan berpikir.

"Dia tetap begitu ceria meski miskin. Bersama pria seperti dia, aku pasti akan bahagia meski tidak punya apa-apa."

Kemudian Gyo Ri sadar dan menepuk pipinya, astaga! Apa yang barusah ia pikirkan. Se Jong memanggil Gyo Ri untuk bermain. Gyo Ri pun mendekat.


Se Jong meminta Hwan Gi untuk memotretnya saat ia akan menembak. Se Jong udah pose bagus tapi Hwan Gi malah salah fokus. Ia melihat Ro Woon sangat ceria dan memilih untuk memotret Ro Woon. satu dua kali terlihat bagus, maka hwan Gi pun melanjutkan mengambil foto Ro Woon sambil tersenyum.


Hwan Gi terus mengikuti Ro Woon sampai pada akhirnya Ro Woon mendekati Woo Il untuk mengajaknya bicara. Hwan Gi merasa ada sesuatu dan ia mengikuti mereka.


Ro Woon ingin mengatakan sesuatu tapi Woo Il memotongnya. Ia minta maaf soal malam natal, kalau Ro Woon tidak keberatan ia ingin Ro Woon tidak mengungkitnya lagi karena akan menimbulkan ketidaknyamanan. Ro Woon mengerti.

Hwan Gi mendengar semuanya lalu ia pergi dan beberapa detik kemudian Woo Il juga pergi meninggalkan Ro Woon.

Ro Woon sebenarnya tidak ingin mengatakan soal itu pada Woo Il.



Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...