Saturday, February 4, 2017

Sinopsis Tomorrow With You Episode 1 Part 1


Sumber Gambar dan Konten dari tvN

Sinopsis Tomorrow With You Episode 1 Part 1


Episode siawali dengan pertandingan game antara manusia (Im Yo Hwan) dengan robot (Alpha Craft). Melihat dari sejarah, dua pertandingan sebelumnya dimenangkan oleh Alpha Craft tapi Im Yo Hwan memenangkan dua pertandingan berikutnya dan sekarang Yo Hwan dekat dengan kemenangan.

Timing Im Yo Hwan sangat menakjubkan sehingga Alpha Craft tidak dapat menandinginya, Im Yo Hwan pun kembali memangkan pertandingan. Ia bersorak gembiira begitu pula seisi studio yang menyaksikannya.


Bukan hanya itu saja ternyata, karena pertandingan itu disiarkan langsung jadi penonton di rumah juga bisa menikmati kemenangannya, termasuk seorang pria. Ia memberi jempolnya pada Im Yo Hwan.

Ia mematikan TV, lalu menuju ruang bajunya. Ia masih mengomentari Yo Hwan, tidak peduli dengan perkembangan IT, Yo Hwan masih tidak terkalahkan. Setelah memilih baju, ia pun keluar rumah.

-- Desember 2018: MASA DEPAN --


Hari natal, pria itu menyaksikan paduan suara anak-anak di jalan dan ia merasa mereka sangat lucu. Ia teringat kalau Se Young akan ulang tahun, ia pun mampir membeli hadiah. Pria itu adalah Yoo So Joon (Lee Je Hoon). 


So Joon menuju stasiun kereta bawah tanah, ia masuk salah satu kereta yang berhenti. Tiba-tiba waktu berubah.

-- JUNI 2016: PRESENT --


Se Joon yang masih menggunakan bajunya tadi melepas mantelnya. Stasiun berukutnya adalah Namyeong.

Narasi Se Joon: Aku seorang penjelajah waktu. Aku melakukan perjalanan melalui kereta bawah tanah. Kau mungkin memiliki banyak pertanyaan tentang masa depanmu. Tapi, aku menolak semua pertanyaan itu. Aku tidak tertarik dalam kehidupan orang lain.

-= TOMORROW WITH YOU =-


Seorang fotografer kesal mengarahkan teman-teman pengantin yang tidak kelihatan ceria sama sekali. Itu adalah pernikahan Lee Gun Sook dengan Kim Yong Jin. Fotografer menduga kalau para peringing pengantin tidak dekat dengan pengantin wanita. Gun Sook membantahnya.

"Apa kalian tidak tahu bagaimana terkenalnya fotografer itu? Seharusnya kalian menganggap ini suatu kehormatan." Bisik Gun Soo pada mereka.

Song Ma Rin (Shin Min Ah) adalah salah satu pengiring wanita dan ia memasang senyum paling cerah, tapi ia mendapat teguran karena menonjolkan pinggul, harusnya berdiri tegak saja.

Tapi giliran pengantin pria yang menanyakan bagaimana seharusnya gaya tangannya. Si fotografer malah tersenyum lebar mengatakan kalau Yong Jin melakukannya dengan sangat baik sampai membuatnya terkejut.


Se Joong berhenti di depan sebuah kafe. Temannya, Kang Ki Dong menelfon, menanyakan keberadaannya. Ia tidak menjawabnya malah mengatakan soal pertandingan Im Yo Hwan melawan Alpha Craft di tahun 2018. Ki Dong melarangnya mengatakan apa hasilnya.

Se Joong berjalan menuju kedua temannya, Ki Dong dan Se Yeong. Ia memberikan hadiah yang ia beli di masa depan. Tapi setalh itu ia pamit pergi karena ada urusan penting. Tapi ia berbalik lagi untuk memberitahu Se Young soal hadiahnya,

"Itu adalah merek produk baru, jadi sangat baru. Sangat-sangat baru, bahkan tidak konsepnya saja belum ada."

Se Young akan menerimanya dengan senang hati. Ki Dong menanyakan kemana ia akan pergi tapi Se Joong terus saja berjalan,

"Sesuatu yang merupakan masalah hidup atau mati." Jawab Se Joong pelan.


Saat menuju mobil, alarm Se Joon berdering (pengingat : Kecelakaan Ma Rin jam 16:14).


Setelah foto-foto teman-teman Gun Sook mengatainya. Bisa-bisanya Gun Sook meminta mereka padahal mereka tidak menyukainya selama 15 tahun dan mereka yakin betul Gun Soon mengetahui hal itu. Tapi mereka memutuskan untuk mendoakan Gun Sook.

Tapi mereka heran, kenapa Ma Rin datang. Mereka yakin Ma Rin pasti hancur berkeping-keping. Mereka sampai berpikir, apa Ma Rin menerima sesuatu dari Gun Sook diam-diam.


Ma Rin mendekati fotografer dengan membawa air minumuntuknya, ia mengaku sebagai fans. Ia merasa terhormat bisa bertemu dengan fotografer itu. Tapi fotografer menganggapinya dingin.


"Suami Gun Sook... Maksud saya, Anda pasti teman baik mempelai pria. Sampai Anda melakukan sendiri pemotretan ini." Ujar Ma Rin.

"Kau pasti fotografer. Itu kelihatannya portofolio (lamaran kerja). Kau ingin menyerahkannya padaku, kan?"

Ma Rin menyodorkannya sambil bertanya apa fotografer itu membutuhkan asisten. Fotografer menolaknya, malah bertanya, apa Ma Rin itu adalah artis cilik Bap Soon. Ma Rin diam dan senyumnya memudar.

"Kurasa benar. Rasanya aneh. Kau bahkan lebih populer daripada aku. Pasti karirmu di bidang itu tidak lancar." Tebak fotografer.

Ma Rin kemudian memberi fotografer jempol karena memiliki mata yang tajam. Ma Rin mengatakan kalau orang lain bahkan tidak mengenalinya. Bap Soon adalah masa lalu. Saat itu, ia masih 6 tahun.


Tapi tiba-tiba Gun Sook datang memanggilnya Bap Soon. Ia mengklaim kalau Ma Rin sangat beruntung berkat dirinya, kalau bukan karena suaminya, Ma Rin tidak akan pernah bisa bertemu fotografer itu secara langsung. 

"Bagaimanapun, aku tidak membutuhkan pegawai." Ujar fotografer mengembalikan minuman Ma Rin, lalu pergi.


Gun Sook kesal, apa Ma Rin sudah gila mengemis pekerjaan pada fotografer itu. Ia akan minta maaf pada fotografer itu tapi Ma Rin melarangnya.


Ma Rin mengejar fotografer itu, ia menceritakan hubungannya dengan Gun Sook. Mereka teman tapi ia selalu khawatir Gun Sook akan mengetahui rahasianya. Saat ia tidak bersama Gun Sook, Gun Sook membicarakannya dibelakang dan ia mendengar hal itu dari teman lain.

"Kami bukan teman yang akan suka rela menjadi pendamping pengantin di pernikahan masing-masing. Tapi, saya tetap datang karena Anda. Anda sudah lihat betapa bersinar saya saat tersenyum tadi, kan?"


Fotografer akhirnya berhenti, mengatakan kalau Ma Rin tidak punya malu. Tapi Ma Rin masih ngotot, ia mungkin bukan lulusan fotografi tapi ia sudah mempelajarinya selama 7 tahun. Ia mohon agar fotografer melihat portofolionya sebentar saja walaupun saat ke toilet.

Fotografer menyerah dan menerima  portofolio Ma Rin. Ia mengeluh hari ini sangat menjengkelkan juga sangat berat (karena portofolio Ma Rin). Ma Rin membungkuk berterimakasih


Se Joon memperhatikan Ma Rin saat di foto.

Narasi Se Joon: Song Ma Rin. Seorang aktris cilik yang sangat terkenal atas perannya sebagai Bap Soon. Hari ini, aku akan mengubah takdirnya. Karena dia mungkin kunci kehidupanku.

-- 20 MENIT SEBELUM KECELAKAAN --

Se Joon mengikuti Ma Rin, ia bahkan tahu kalau Ma Rin akan menolak makan bersama dan memilih pergi ke toko kelontong membeli ramyun cup. Tapi Ma Rin merasa ada pria yang mengikutinya, ia pun tidak jadi membeli ramyun cup.


-- 5 MENIT SEBELUM KECELAKAAN --

Se Joon terpaksa menghentikan Ma Rin dengan menyentuhnya. Ma Rin terkejut, menanyakan siapa Se Joong dan apa yang sedang ia lakukan.

"Bisa kita bicara sebentar?"

Ma Rin tidak mau. Se Joon menawari kopi tapi Ma Rin tetap menolaknya dan terus berjalan. Se Joon kembali menyentuh lengan Ma Rin. Jelas Ma Rin merasa terancam, ia tidak mau peduli dan lanjut berjalan.

"Aku mengakui kau begitu cantik. Aku hanya ingin minum kopi bersamamu." Se Joon sebenarnya tidak ingin mengatakannya tapi ia tidak punya pilihan lain.


Ia melihat bagaimana Ma Rin akan ditabrak pick up saat menyebrang.


Ma Rin akhirnya menoleh, ia bertanya bagaimana Se Joon bisa tahu namanya. Se Joon menjawab kalau Ma Rin sangat terkenal sebagai Bap Soon. Ma Rintidak mau dengar lagi.

"Ketertarikanmu yang berlebih membuatku tidak nyaman. Aku toh bukan artis. Juga, aku bilang begini karena merasa agak terganggu. Jadi... Lupakan saja! Sepertinya aku berlebihan."

-- 2 MENIT SEBELUM KECELAKAAN --
Se Joon membujuk Ma Rin agar bicara dengannya saja disana, ia tidak apa-apa kok. Ia  hanya sangat penasaran.

"Yeah... Jika kau penasaran dan ingin bicara denganku, hentikan di situ. Kau meraih lenganku dua kali, menyentuhku! Kau pura-pura tertarik padaku saat lewat, bahkan mengatakan aku cantik. Aku merasa dilecehkan, rasanya tidak nyaman!"

"Pasti banyak pria yang mengikutimu dan mengatakan kau cantik. Ah! Kau pasti lelah karenanya. Kau lelah karenanya dan akhirnya marah, kan? Aku benar, kan? Pasti benar. Aku bisa memahaminya, kok."


Ma Rin tersipu. Se Joon pikir sudah berhasil tapi ternyata Ma Rin masih menolaknya. Ma Rin berjalan dan sebuah pick up melaju kearahnya, untung saja Se Joon cepat menariknya menepi.

"Hampir saja terjadi." Ucap Se Joon gugup tapi Ma Rin kelihatan tenang. Ma Rin berjalan menyebrang dan ia berbalik saat mencapi tengah,

"Bagaimana ya harus mengatakannya? Kau benar-benar aneh."

Ma Rin lalu menakutkan jalannya lagi, Alaram Se Joon berdering lagi (KECELAKAAN MOBIL SONG MA RIN  PUKUL 16:14 -- WAKTU KECELAKAAN 0:00). Dan tersengar suara decitan rem mobil dan suara "gedebuk".


Ma Rin tergeletak di aspal. Se Joon nampak tenang. pengemudi mobil keluar mengatakan kalau ia tidak menabrak Ma Rin. Se Joon menjawab bahwa ia tahu.

"Aku benar-benar tidak menabraknya. Dia berjalan dari sana layaknya model, lalu mendadak pingsan. Dia pasti ketakutan akan sesuatu." Jelas pengemudi.

Se Joon juga heran, kenapa Ma Rin tiba-tiba pingsan sendiri. Ia lalu menyuruh pengemudi untuk menelfon ambulans.


Se Joon mencari diinternet mengenai Bap Soon. Ia menemukan: Bap Soon, drama tahun 1991 sepanjang 50 episode. Dia berperan sebagai puteri pejuang kemerdekaan yang hanya ingin memakan nasi. Seluruh penjuru negeri menangis mendengar kalimat "beri aku nasi".


Ia kemudian browsing bagaimana Bap Soon pada masa kini. Ma Rin jadi gila saat minum dan tertangkap kamera para nitizen. kelakuannya jadi aneh-aneh saat mabuk dan itu membuatnya terkenal kembali.

Ma Rin bahkan berbicara pada kursi kosong saat minum sendirian.


"Melakukan semua kekacauan memalukan ini, sedangkan aku pikir dia akan hidup dengan tenang. Dia begitu menyukai alkohol. Kenapa dia hidup seperti ini?" Gumam Se Joon.

Ia teringat saat Ma Rin mengatakan kalau ia sangat aneh dan itu membuatnya terganggu.


Ma Rin sadar. Ia mengatakan kalau ia mengalami kecelakaan. Se Joon membenarkan, bukan kecelakaan mobil. Ma Rin tidak tertabrak, tapi pingsan sendiri. Ma Rin juga tidak terluka sama sekali.

"Itu tidak benar. Aku kecelakaan mobil." Bantah Ma Rin.

"Terserahlah, bicara saja langsung dengan Dokter. Periksakan dirimu sendiri. Bagus juga melakukan pemeriksaan menyeluruh."

"Apa pedulimu?"

Ma Rin akan bangun tapi Se Joon membaringkannya lagi. begitu pula saat Ma Rin mencoba bangun lagi.

"Kalau seseorang membantumu, bukankah itu artinya dia punya alasan? Berbaringlah saja. Aku tidak yakin kau sudah sepenuhnya sadar."

"Aku tipe orang yang merasa aneh dalam situasi seperti ini."

"Jadi, kau wanita aneh? Tidak ada hal penting lagi, kan?"

Se Joon pamit. Ia yakin kalau memang takdir, mereka pasti bertemu lagi. Ma Rin bertanya-tanya kenapa Se Joon itu.


Ibunya Ma Rin datang ke rumah sakit untuk mencari Ma Rin, mengatakan kalau putrinya bukan orang biasa, Dia populer, seorang aktris, Dia selebriti. Ia bahkan menjelaskan peran Ma Rin sebagai Bap Soon.

Sampai Ibu melihat Ma Rin berjalan dan langsung menghampirinya. Ma Rin mengajaknya keluar, ia melarang ibunya membahas soal Bap Soon lagi.


Ibu yakin kalau otot-otot Ma Rin tegang, ia mengajaknya pijat. Ia mengenal seseorang yang menjalankan bisnis pijat Thailand.

"Siapa? Kekasih Ibu sekarang? Bisnisnya kacau begitu! Kenapa Ibu terus saja berkencan dengan orang seperti itu?"

Ibu memintanya diam dan temui saja dia selagi di sana. Ma Rin menolaknya, toh bulan depan ibunya juga pasti punya pacar baru. Ibunya membentak kalau sangat mecemaskannya!


"Ibu memakai namaku lagi, ya? Kebohongan apalagi kali ini? Bap Soon sekolah di luar negeri? Atau debut sebagai fotografer? Oh, aku menikahi pria kaya?"

"Aku hanya tidak ingin orang lain merendahkan kita."

"Kalau begitu, katakan saja pada orang-orang, aku bukanlah puteri Ibu. Itu cara paling mudah.

"Dasar gadis jahat! Biarkan sajalah kali ini, buat Ibumu bangga, sekali saja."

Ma Rin meninggalkan ibunya naik taksi.


Setelah agak jauh. Ma Rin meminta pak supir taksi berhenti, ia lalu berganti naik bis.


Se Joon menulis di buku diary-nya : Ini adalah hari pertama aku bertemu Song Ma Rin di dunia nyata. Juga, kali pertama aku menyelamatkan seseorang saat mulai menjelajah waktu. Kenapa rasanya aneh, seorang wanita gila dan aku akan mati di hari dan waktu yang sama? Aku harus mencaritahu. Ini juga akan jadi pertanyaan, apakah cukup penting dikuak ataukah tidak.


Ma Rin memotret Bit Na, model baju online. Ia mengarahkan gaya Bit Na dengan lembut tanpa menyinggung.

"Posemu terlalu bergaya Milan padahal hanya memakai baju seharga 9,900 won. Maaf, tapi kelihatannya posemu tidak akan meningkatkan penjualannya. Posemu lebih cocok saat kau menjadi model karya desainer. Kita ambil gaya penjualan online, oke?"

Ma Rin selalu memuji pose Bit Na yang keren-keren. Bit Na mengeluh kapan sukses, bisa-bisa ia terus-terusan memakai baju seharga 9.900 won dan Ma Rin hanya memotret pakaian seharga itu saja.

"Bit Na, tidak perlu terlalu mencemaskan masa depan. Tidak ada yang perlu dicemaskan. Aku tidak memiliki kecemasan atau ketakutan apa pun."

Ma Rin yakin kalau Bit Na akan sukses walupun ia tidak tahu dirinya berakhir bagaimana.


Saat Bit Na ganti baju selanjutnya, Gun Sook menelfoonya. Ia mengatakan kalau ia sibuk dan akan menutuonya.

"Kenapa kau selalu saja sibuk? Kau selalu sibuk. Kau jadi orang paling sibuk di dunia. Ada banyak sekali yang kubeli hari ini. Bantu aku membawa semuanya."

"Memang aku budakmu, huh? Kau jadi semakin tidak tahu malu."

"Mana mungkin aku meminta sesuatu tanpa menawarkan imbal balik? Aku sudah menduga kau bakal menolak."

"Gun Sook, aku benar-benar sibuk hari ini."

"Kau masih ingat hari itu menyerahkan portofolio pada fotografer pernikahanku?"

"Kau tahu soal itu?"

"Aku bicara pada suamiku soal itu dan dia bilang akan mengusahakan yang terbaik. Kau akan segera  kemari, kan? Aku tidak punya banyak waktu, nih."

"Benar-benar, deh. Aku tidak membutuhkannya. Aku takut masuk ke sana lewat koneksimu. Siapa yang tahu bencana apa yang menantiku? Aku akan menembusnya dengan bakatku sendiri."


Gun Sook menyombongkan soal suamninya, Young Jin yang adalah pebisnis real estate terkenal. Seorang direktur utama sebuah perusahaan investasi real estate (My Rich).

Ma Rin mengalihkan pembicaraan, kenapa semuanya mahal. Pati itu bukan piring tapi karya seni.

"Fotografer itu jadi kaya berkat Young Jin-ku. Dia sangat berterima kasih pada Young Jin-ku. Itu sebabnya dia menangani pemotretan pernikahan kami. Seniman? Tidak ada yang berbeda kalau sudah soal uang."

Ma Rin hanya ingin tahu pendapatnya soal dirinya. Gun Sook beralasan agak tidak sopan bertanya langsung soal itu. Ma Rin kesal, Gun Sook itu mau menanyakannya atau tidak. Ia mengingatkan kalau mereka sudah sepakat menjalani hubungan "give and take". Jadi kesepakatan harus berjalan dengan adil.

"Kenapa kau tidak melupakan saja mimpimu dan menikah? Oh, ya. Young Jin punya sekretaris yang menjadi orang kepercayaannya. Mau kukenalkan padanya?"

Ma Rin sudah tidak bisa menahan emosinya, ia mencekik Gun Sook lalu menarik tangannya menyuruhnya untuk cepat membeli apa yang ia buruhkan. Sebenarnya Gun Sook hanya ingin lihat-lihat hari ini, ia akan membelinya bersama ibunya.

"Lalu kenapa kau meneleponku? Kau ingin menabur garam di atas lukaku? Beli! BELI SEMUANYA!" kesal Ma Rin. Ia tetap memaksa Gun Sook untuk membeli semuanya.



Young Jin naik lift bersama sekretarisnya. Ki Dong akan ikut naik juga tapi sekretarinya melarangnya secara tidak langsung. Tapi saat Se Joon masuk mereka berdua malah menunduk hormat. Se Joon adalah presdir. Akhirnya mereka naik berempat.


Se Joon membicarakan soal pernikahan Young Jin, ia menebak, yang kedua. Young Jin menjawab tidak. Lalu ia menambahi lagi, yang ketiga?

"Ini yang pertama, pernikahan pertama saya." Jawab Yong Jin.

"Ah, kau menikmati masa lajang yang panjang sebelum menikah. Kau sangat perhitungan, seperti biasa. Tunggu, isterimu tidak sepuluh tahun lebih muda darimu, kan? Mirip pelecehan di bawah umur."

"Faktanya, itu benar."

"Daebak."

Se Joon memberikan jempol dan yang lain ikut-ikutan.


Young Jin mempresentasikan proyeknya.

"Seperti yang dapat dilihat, konstruksi tahap kedua akan selesai dalam 25 tahun. Kemudian, kota Jangho akan menjadi metropolitan baru dari Chungcheong. Pembangunan harus segera dimulai. Populasi di sana tidaklah padat. Di atas itu, tingkat kelahiran di sana juga sangat rendah. Itu sebabnya, orang pergi ke sana hanya untuk mengecek kondisi air. Namun, berdasarkan data yang saya miliki, ini saatnya bergerak."

"Pembicaraan mengenai proyek Jangho sudah berlangsung lama. Kami perlu jaminan proyeknya akan berhasil." Bantah Direktur Wang.

Young Jin meminta Direktur Wang mempercayainya. Ia memiliki sumber yang akurat. Sejak awal tahun, harga tanah di sana terus berubah. Ada suatu area di sana yang mana harga tanahnya tidak pernah berubah. Itu berarti, proyek perubahan bisa dimulai di sana.

"Rumor yang berkembang tidaklah benar, namun orang-orang terpaku akan hal itu." Direktur Hwang kembali membantah.

"Jika kita terus ragu... Baekje Group akan membeli tanah itu. Ini di luar perkiraan. Mereka sedang dalam proses negosiasi. Kita bahkan mungkin sudah agak terlambat. Kita harus langsung bergerak sekarang."


Se Joon yang sedaritadi main game mengutarakan pendapatnya, tempat itu tidak terlihat baik. Ia maju dan menunjuk tempat yang menurutnya potensial, di distrik sebelah Jangho.

"Itu area pegunungan, Presdir." Bantah Young Jin.

"Bagus sekali. Maka tanah di situ pasti murah."

"Apa yang akan Anda lakukan dengan tanah pegunungan?"

"Aku bukan hanya merasa. Mana mungkin sih aku akan menguras uang investor hanya karena perasaanku sendiri? Berdasarkan informanku... tempat ini akan membuat kita sukses. Rahasiakan dan bergeraklah cepat. Mengerti, kan?"

"Kalau begitu, Anda harus memberitahu darimana asal informasi itu, agar kami bisa memahaminya."

"Kalau begitu, kau bisa memberitahukan siapa informanmu juga? Dibanding saran yang kau dapatkan dari minum dan makan golf bersama relasimu, saran yang kumiliki selalu lebih tepat."

"Anda tidak bisa bersikap seperti ini. Itu tidak benar."

"Akan kuberitahu kalau saatnya tiba. Jangho adalah..."

"Percayalah padaku. Saya punya data, makanya mempresentasikannya."

"Rasanya tidak benar. Itu rasanya tidak benar. Sudah jelas. Rasanya tidak baik."

Dan Se Joon mengakhiri presentasi sepihak.


1 komentar so far

안녕하세요😉 terimakasih sinopsisnya ,,slalu ditunggu lanjutannya😃

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon