Thursday, March 16, 2017

Sinopsis Defendant Episode 16 Part 1

Sumber Gambar dan Konten dari SBS

Sinopsis Defendant Episode 16 Part 1


Jung Woo syok perihal Seong Kyu tapi ia berpikir positif kalau semua ini tidak mungkin. Seong Kyu pasti akan baik-baik saja.


kepala Jaksa datang mengabarkan kalau Seong Kyu sudah dibawa ke Rumah Sakit tapi... Dia... Jung Woo meneteskan airmatanya, ia paham lanjutan kalimat dari Kepala Jaksa.



Jun Hyuk memberi pernyataan ke media. Dini hari tadi tersangka insiden pembunuhan di Wolha-dong, Lee Seong Kyu, ditemukan tewas di pusat penahanan. Penyebab kematiannya adalah bunuh diri.

"Mengapa Anda berpikir tersangka yang mengaku punya kaki tangan akan bunuh diri?" Tanya salah satu reporter.

"CCTV yang bisa membuktikan bahwa ia bertindak sendirian dan rekaman dia mengancam mantan Jaksa Park ditemukan. Kami percaya ini menyebabkan dia tertekan secara emosional."

Lalu Reporter menanyakan apa yang akan dilakukannya jika Jung Woo memang tidak bersalah. Jun Hyuk akan menganggapi pertanyaan itu setelah pengadilan ulang.


Kepala jaksa dan Eun Hye menemui Jung Woo. Jung Woo mengungkapkan keyakinannya pada kepala Jaksa bahwa Seong Kyu tidak mungkin bunuh diri. Kepala Jaksa juga setuju dengan Jung Woo, tapi tak ada apa pun yang bisa membuktikan itu pada CCTV dan inspektur yang sedang bertugas bilang dia ada di sana sepanjang waktu kecuali ketika dia pergi ke toilet.

"Itu pasti Cha Min Ho." Tegas Jung Woo sambil memukul meja.

Kepal Jaksa akan selidiki lebih lanjut dan laporan otopsi juga akan segera siap. Sebelum pergi, Kepala jaksa berpesan pada Eun Hye untuk terus bekerja dengan baik untuk pengadilan ulang Jung Woo.


Eun Hye pikir kejaksaan akan memproses kematian Seong Kyu sebagai bunuh diri dan menyimpulkan kasus ini sebagai kejadian tunggal. Jung Woo yakin itu yang diinginkan Min Ho, Min Ho ingin memastikan Seong Kyu tidak muncul di pengadilan agar jatid irinya tidak terungkap.

"Jika itu benar terjadi, dan kau mengakui itu, kau bisa dibebaskan."

Jung Woo menggeleng, ini salah. Ia mengingat kebaikan Seong Kyu selama ini, mulai saat ia di Rutan hingga saat terakhirnya melihat Seong Kyu.


Min Ho menelfon Deputi Jaksa, memerintahkan untuk melanjutkan semuanya sesuai rencana. Deputi Jaksa mengingatkan kalau Jung Woo akan dibebaskan. Min Ho menjelaskan kalau merekan harus mengurus apa yang lebih mendesak.

Min Ho melihat beritanya di TV setelah meneutup telfon. Lalu matanya beralih ke berkas-berkas di meja.

Suara Yeon Hee: Ini pernyataan dana gelap Ayah. Aku yakin, beliau tidak akan bisa lolos dari ini.

Min Ho langsung memasukkan berkas-berkas itu ke dalam amplop dan membawanya ke ruangan ayahnya.


Di luar ia mendengar suara Yeon Hee yang mengakui perbuatannya. Min Ho masuk tepat saat CEO Cha akan memukulnya. Min Ho menahan tangan Ayahnya.

CEO Cha memberitahu kalau Yeon Hee lah orang yang menyerahkan dokumen penggelapan dana ke kejaksaan. Min Ho menjawab bahwa ia tahu semua itu.

"Kenapa kau tidak melakukan apa-apa?" Bentak CEO Cha.

Min Ho meminta Yeon Hee menunggu di luar.


Yeon Hee berjalan keluar dengan lega.


CEO Cha menghardik Min Ho, apa setelah melakukan semua itu kepada Seon Ho dekarang Min Ho berniat merusak Chamyung. Min Ho membantah Ayahnya bahwa ayahnya lah yang merusak Chamyung.

"Beraninya kau! Aku seharusnya tidak membiarkanmu ketika kau membunuh kakakmu. Aku juga seharusnya tidak mengurus pisau itu untukmu. Aku salah."

"Bahkan jika aku membunuh Seon Ho, tak peduli apa yang kulakukan, yang Ayah pedulikan hanyalah Chamyung. Yang Anda pedulikan, apa yang akan terjadi pada perusahaan karena aku."

CEO Cha geram, ia mengambil tongkatnya dan langsung melayangkannya mengenai pundak Min Ho. Min Ho tidak bergerak dari posisinya, CEO Cha heran karena Min Ho tidak takut lagi. Min Ho memintanya berhenti, CEO Cha tambah marah dan melayangkan tongkatnya lagi tapi kali ini Min Ho menahannya dan menampiknya hingga jatuh. 

"Aku bukan Min Ho yang menangis saat ANda memukulku. Aku Cha Seon Ho sekarang."


CEO Cha memegangi dadanya hampir terjatuh. Ia menyuruh Min Ho mengambil keputusan, Jika ingin hidup sebagai Seon Ho bertanggung jawablah dan masuk penjara seperti janjinya. Atau beritahu semua orang apa yang telah dilakukannya, dan kembali ke kehidupannya sebagai Min Ho.

Min Ho tidak mau, ia takkan melakukan semua itu. Min Ho lalu melemparkan dokumen pernyataan dana gelap ayahnya ke meja. Ia mengancam ayahnya sendiri, jika semua itu diketahui media atau kejaksaan ayahnya tidak akan bertahan.

"Jika Anda ingin mendorongku ke jurang, Anda harus ikut denganku. Apa yang akan terjadi pada Chamyung tanpa Anda atau aku?"

"Cha Min Ho!"

"Anda sangat mencintai Chamyung. Jadi jika seseorang harus berkorban untuk itu, siapa kira-kira yang harus? Pikirkan itu."

"Semuanya... Semua yang aku lakukan  itu untuk kalian berdua."

"Untuk kami? Aku tak pernah mengharapkan Chamyung. Tidak sama sekali dalam hidupku. Itu yang Anda inginkan. Anda tahu apa yang aku alami karenamu? Anda tahu kenapa aku menjadi seperti ini?"

CEO Cha tidak tahan lagi ditambah rasa sakit di dadanya semakin kuat, ia membentak Min Ho untuk berhenti. Tapi Min Ho malah semakin menjadi. Ia tahu ayanya tidak butuh seorang putra, hanya butuh seseorang untuk menjalankan Chamyung. Karena Seon Ho tidak ada, ia yang akan menjalankan Chamyung.

"Pikirkan apa yang terbaik untuk Chamyung."


Min Ho melangkah pergi. CEO Cha memanggilnya dan terdengar suara gedebuk. Min Ho berbalik, ternyata Ayahnya jatuh kesakitan. Min Ho syok memanggil ayahnya tapi hanya sesaat. Ia lalu teringat saat ia memukul kepala kakaknya dengan botol.


Min Ho melangkah mendekati ayahnya. Ia memegang ayahnya. Ayahnya kembali memanggilnya dengan suara berat. Min Ho memegang tangan ayahnya, mengatakan kalau kakaknya juga membantunya dan tidak ada yang tahu soal itu. Kejadian inijuga tidak akan ada seorangpun yang tahu, jadi bisakah ayahnya juga membantunya cukup sekali lagi?

"Terima kasih, Ayah. Aku akan... menjaga Chamyung."


Min Ho melepaskan ayahnya dan melangkah pergi tapi ayahnya berhasil memegang kakinya. Min Ho berdiam diri sampai akhirnya ia merasakan pegangan ayahnya perlahan mengendor. Ayahnya sudah pergi. Min Ho lega dan ia keluar tanpa melihat ayahnya.


Pengacara pribadi CEO Cha datang tepat saat Min Ho keluar. Min Ho berbohong ayahnya tidak ada di dalam. Pengacara heran, soalnya CEO Cha memintanya untuk datang. Min Ho kembali berbohong, ia juga datang karena dipanggi ayahnya tapi ayahnya tidak ada. Pengacara akan memeriksanya tapi Min Ho menghalangi pintu dan mengajaknya pergi dari sana.


CEO Cha meninggal di depan putranya sendiri. Min Ho berdiam diri di ruangannya saat suara sirine ambulan terdengar meraung-raung.


Dengan wafatnya CEO Cha maka penyelidikan kejaksaan di Chamyung harus berakhir. Penipuan dan penggelapan dana dilakukan atas perintah dari CEO Cha Yeong Woon. Jadi kejaksaan memutuskan untuk menutup kasus ini.


Sidang ulang Jung Woo digelar. Eun Hye mengajukan pertanyaan terakhir, apa benar almarhum Seong Kyu adalah pembunuh sesungguhnya dari Yoon Ji Soo dan yang juga menculik Ha Yeon untuk mengancamnya?

Dengan berat hati Jung Woo membenarkan hal itu. Ia mengingat Seong Kyu yang memintanya untuk melakukan itu agar bisa bebas dan bertemu kembali dengan Ha Yeon.


-- 2 bulan kemudian --

Bertepatan dengan hari upacara Peresmian untuk Ketua Cha Seon Ho (Min Ho), Jung Woo ditugaskan kembali menjadi Jaksa dan ia pergi mengunjungi Min Ho di upacara itu.


"Halo, Presiden Cha. Tunggu, kau sekarang ketua."

"Lama tidak berjumpa. Aku harus memanggilmu apa?"

"Aku? Aku hanya Park Jeong Woo, jaksa kasus pembunuhan."

Jung Woo mengulurkan tangannya dan Min Ho menjabat tangannya. Jung Woo menegaskan kalau Min Ho tidak akan mampu bertahan pada posisi barunya itu selama satu bulan jadi upacara besar seperti itu tampaknya tidak diperlukan.

"Aku tidak yakin... apa itu akan menjadi sebulan atau 10 tahun. Kau harus tunggu dan lihat."

Yeon Hee tampak khawatir melihat mereka berdua.


Jung Woo dan Min Ho berakhir makan bersama di restoran. Min Ho mendengar Jung Woo kembali bekerja setelah berjanji kau takkan pernah bertengkar dengan Chamyung. Jung Woo membantah, ia tidak pernah bertengkar dengan Chamyung kok, dari dulu ia hanya mengejar satu orang.

"Oh... Adikku Min Ho. Seperti yang kau mungkin tahu, pasti terjadi kesalahan selama operasi tiroidku. Suaraku tidak seperti dulu lagi. Aku tak bisa berbicara dengan baik. Dan aku yakin kau tahu betul soal tanganku (sidik jari). Dan sayangnya, catatan gigiku sudah hilang dari RS Chamyung tepat pada saat ini Bahkan aku bisa setuju bahwa hal-hal tidak menjanjikan. Kenapa kau tidak bergabung dengan Lee and Park? Oh, tidak. Kau harus bergabung dengan tim hukum Chamyung Group. Pemimpin tim hukum Chamyung Group, Park Jeong Woo. Kedengarannya bagus. Kau dapat membelaku saat aku ke kejaksaan."

Jung Woo menegaskan, ia akan pergi ke pengadilan dengan Min Ho sebagai jaksa. Min Ho tidak takut, bagaimana jika ia tidak pernah berbuat salah selama sisa hidupnya? Bagaimana jika ia tidak harus pergi ke pengadilan? Apa yang akan Jung Woo lakukan?

"Kau akan hidup damai?" Balas Jung Woo.

"Bahkan, aku tak pernah membuat masalah. Hanya saja ada beberapa kecelakaan. Bukankah itu menarik? Ini tidak seperti ada yang tahu siapa aku sebenarnya. Tapi mereka semua sibuk menutupi masalah itu. Kecuali satu orang."

Jung Woo menyudahi makannya, kantanya makanan disana tidak enak atau mungkin karena orang yang makan bersamanya. Ia mengusulkan untuk membagi dua bon-nya tapi setelah membuka dompetnya ia hanya punya 5.000 won. Jung Woo pun melemparkan uang itu ke meja, Meminum wine-nya lalu pergi.


Jung Woo mengunjungi Ji Soo di rumah persemayaman. Ia mengingat kata-kata Ji Soo soal uang. Ji Soo bisa mencari uang juga karena Jung Woo terlihat lebih baik ketika berada di kejaksaan. Jadi jangan pernah memikirkan itu.

Jung Woo tersenyum simpul lalu menempelkan bunga. Ia berjanji akan membuat Min Ho membayar perbuatannya. Ia menceritakan kalau Tae Soo dan Ibu mengurus Ha Yeon dengan baik jadi Ji Soo tidak perlu cemas.

"Aku sangat merindukanmu, Ji Soo." Ujar Jung Woo sambil menyenth foto Ji Soo.


Selanjutnya, Jung Woo mengunjungi Seong Kyu. Menanat foto Seong Kyu mengingatkannya pada percakapan mereka di tahanan kejaksaan dulu.


Seong Kyu : Aku juga percaya padamu sama seperti kau percaya padaku. Ketika ini semua berakhir, izinkan aku bertemu Ha Yeon untuk terakhir kalinya.

Jung Woo lalu mengeluarkan gambar Ha Yeon dan menempelnya untuk Seong Kyu. Ia menyampaikan kalau Ha Yeon merindukan Seong Kyu. Ia berjanji akan kembali lain kali bersama Ha Yeon.


Wooruk bersiap pergi karena masa tahanannya sudah habis. Ia menata rambutnya serapi mungkin. Bangjang bertanya, jika Wooruk pergi seperti hari ini, kapan Wooruk akan kembali? Setelah makan malam?

"Astaga. Sekarang aku akan pergi, aku akan mendapat udara segar dan menikmati waktu luangku. Aku mungkin akan kembali besok pagi."


Milyang melarangnya kembali, Wooruk harus menlanjutkan hidupnya. Wooruk pesimis, meskipun ia akan pergi hari ini, takkan ada yang menyambutnya dan takkan ada yang mempekerjakannya. Hidup di utan satu-satunya yang bebas dari semua itu karena setiap orang ada di perahu yang sama di tempat itu.

"Kau harus mencobanya sekalipun. Siapa tahu? Mungkin ada orang yang mau mempekerjakanmu." Kata Milyang.

"Haruskah?" Jawab Wooruk dengan senyum lebar.

"Dia akan berakhir di penjara besok pagi. Ngomong-ngomong, sejak Moongchi pergi, kita tidak dengar kabar darinya." Ujar Bang Jang.

"Orang berubah sepanjang waktu karena uang." Jawab Wooruk.


Petugas membuka pintu sel, meminta Wooruk keluar. Bangjang berpesan supaya Wooruk jangan sampai kembali ke sana lagi.

"Astaga, kau akan kecewa jika aku tidak datang. Kau akan menangis memanggil namaku." Goda Wooruk.

"Aku akan segera keluar." Jawab Bangjang.

"Bagaimana Milyang?"

"Jangan cemaskan aku. Hati-hatilah."

Wooruk berjanji akan segera kembali secepatnya.


Wooruk menengok ke arah sek-nya sebelum benar-benar pergi. Sekarang disana tinggal Bangjang dan Milyang.

"Woo Byung Joo-Ssi." Panggil petugas.

Wooruk lama menyahutnya karena selama ini asing dengan nama itu, sudah lama sejak ia mendengar orang memanggilnya dengan nama aslinya. Petugas tersenyum, Wooruk meminta petugas bersikap baik pada Milyang dan Bangjang.


Wooruk benar-benar bebas tapi tidak ada yang menjemputnya berbeda dengan orang-orang yang keluar bersamaan dengannya. Tapi ada seseorang yang tiba-tiba menubruknya.


Dia adalah Moongchi yang datang dengan setelan lengkap dan memakai kacamata hitam. Wooruk senang melihat Moongchi, Moongchi bahkan membawakannya tahu.

"Aku akan kembali ke sini bulan depan. Kenapa aku harus makan? Aku sudah bilang, aku suka di sini."

Moongchi meras itu konyol dan tetap memaksa Wooruk untuk memakannya. Lalu mereka pergi bersama, Moongchi janji akan mentraktir Wooruk makan enak.


Bangjang mengeluh, semua orang pergi dan sel akan begitu sepi. Kadang-kadang iya, kadang-kadang tidak, jawab Milyang.

Petugas membuka pintu sel, memanggil Minyang karena ada pengunjung. Mereka berdua heran karena biasanya Milyang tidak pernah memiliki pengunjung.


Eun Hye lag yang datang, ia mengenalkan diri sebagai pengacara Jung Woo dulu. Milyang tersenyum, ia sudah mendengar banyak tentang Eun Hye, ia lalu menanyakan kabar Jung Woo.

"Dia kembali bekerja. Dia sehat dan baik-baik saja. Tolong jangan khawatir."

Milyang senang mendengarnya, tapi kenapa Eun He ingin bertemu dengannya.Eun Hye datang atas permintaan Jung Woo.


Jung Woo meminta bantuan Eun Hye. Ada seorang pria yang dijebak sepertinya dan tinggal di selnya dulu. Jung Woo ingin Eun Hye ambil kasusnya untuk pengadilan ulang.

"Aku?" Eun Hye terkejut.

"Itu tidak akan mudah."

"Kenapa kau ingin aku melakukan itu?"

"Kaulah yang merubah pikiranku. Kau, Pengacara publik Seo Eun Hye."


Eun Hye ingin Milyang dibebaskan dari tuduhannya seperti Jung Woo. Milyang mengatakan kalau ia sudah tinggal di sana selama 20 tahun terakhir. Eun Hye mendengar dari Jung Woo kalau Milyang dijebak demi istrinya.

"Aku baik-baik saja. Terima kasih." Jawab Milyang.

"Ini sudah hampir 20 tahun. Catatan kasus akan segera dibuang. Maka kau takkan bisa mengajukan permohonan pengadilan ulang. Siapa jaksa yang bertugas waktu itu?"


Scene beralih kepada Deputi Jaksa yang ketawa ngakak (Nah,ini dia jaksanya). Seputi Jaksa senang karena Min Ho sudah jadi ketua jadi pengiriman Jun Hyuk ke PBB bukan masalah besar lagi, bahkan Min Ho juga bisa mengirim Jun Hyuk ke Cheong Wa Dae (Istana Presiden). Jun Hyuk pantas menerima banyak kredit.

"Itu tidak benar, pak."

"Menurutmu, apa yang terpenting bagi jaksa untuk sukses?"

"Entahlah."

"Kompetensi? Koneksi? Bukan. Kau harus melupakan bahwa kau jaksa. Apa kau ingat Sumpah Jaksa? "Saya bersumpah Saya akan berusaha menjadi jaksa yang berani menerangi kegelapan. Seorang jaksa baik hati yang peduli pada orang-orang kecil. Seorang jaksa yang adil yang selalu mengikuti kebenaran". Semuanya terdengar bagus. Namun, aku tak perlu menjadi jaksa tersebut. Itu untuk orang-orang yang lahir dengan hati seperti itu. Seperti dia. Ini hari pertama Jeong Woo bekerja, kan?"

"Ya. Ini hari pertamanya."

"Kenapa dia datang ke kantor ini?"

"Dia mungkin ingin kembali ke kantor lamanya."


Jun Hyuk keluar dari ruangan Deputi Jaksa, ia berhenti tatkala mengingat sumpahnya dulu yang ia ucapkan bersama Jung Woo dan teman-teman lain.

"Saya tidak akan ceroboh sebagai jaksa. Dari awal sampai akhir, saya akan melayani rakyat dan bangsa ini. Saya bersumpah demi kehormatan saya dan pada bendera ini."


Jung WOo dan Jun Hyuk berpapasan setelahnya,

"Jun Hyuk~ah."

"Jung Woo~ah."


Jung Woo dan Jun Hyuk sekarang berada di kantor Jun Hyuk. Jung Woo berkomentar, disana tidak banyak yang berubah. Jun Hyuk menanyakan apa yang Jung Woo mau karena ia tidak berpikir mereka ada dalam hubungan untuk mengobrol seperti ini.

"Lee Seong Kyu. Kau sungguh berpikir dia bunuh diri?"

"CCTV dan penjaga semuanya ada. Dan, hanya dia dan kau yang ada di pusat penahanan malam itu. Apa yang harus aku curigai?"

"Cha Min Ho. Kau juga tahu ini. Kau tahu dia melakukannya."

"Entahlah. Bukankah jaksa berdebat dengan bukti? Aku hanya percaya bukti untuk kasusmu juga."

"Bukti? Kau hanya percaya bukti yang ingin kau percayai."

"Agak aneh bagiku mendengar darimu yang sudah terbukti tidak bersalah di pengadilan ulang. Kau juga menyatakan, Lee Seong Kyu pembunuh aslinya. Bukannya kau sama sepertiku? Kau mungkin ingin bebas untuk menangkap Cha Min Ho. Aku paham itu. Tapi bagaimana jika kau tidak? Bagaimana Lee Seong Kyu? Dia akan selamanya diingat sebagai pembunuh."

"Kang Jun Hyuk."

"Kok bisa kau berbeda sekali dariku?"


Jung Woo akan selidiki segalanya satu per satu. Siapa berbuat apa dan siapa yang menutupi semuanya. Dan ia harap Jun Hyuk tidak muncul dalam penyelidikannya.

"Kalau aku muncul? Aku hanya bilang. Jika aku muncul, aku mau tahu apa yang dapat kau lakukan. Lihat? Semuanya sama seperti delapan bulan lalu. Dan itu akan selalu sama."

"Begitu. Lalu kita akan bicara lagi pada saat itu."


Jung Woo pergi setelah mengatakannya dan Jun Hyuk mengepalkan tangannya kesal. Matanya menyala.

2 komentar

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...