Wednesday, March 15, 2017

Sinopsis Introverted Boss Episode 16 Part 2 "Final"

Sumber Gambar dan Konten dari tvN

Sinopsis Introverted Boss Episode 16 Part 2 "Final"

Ro Woon dan Hwan Gi membawa Yi Soo dan Woo Il ke penginapan untuk makan bersama. Tapi suasana makan mereka berempat sangat canggung. Tidak ada yang bicara sama sekali sampai Yi Soo mengambil inisiatif itu. I

"Oppa, makanannya sungguh lezat. Iyakan, Ro Woon-ssi?"

Ro Woon mengangguk sampai membuatnya tersedak. Yi Soo merasa bersalah, ia pun memberikan air untuk Ro Woon.  Yi Soo bahkan menyodorkan lauk untuk Ro Woon.

"Tak apa, aku bisa ambil sendiri, kok." Jawab Ro Woon.

Yi Soo menawari Ro Woon untuk menambah sup-nya. Ro Woon baru akan menjawabnya tapi Yi Soo bergerak cepat dengan langsung membawa mangkuk sup Ro Woon ke dapur. Woo Il lalu mengikuti Yi Soo.



Tinggallah Ro Woon dan Hwan Gi berdua. Ro Woon sekarang sadar kalau Yi Soo sama seperti Hwan Gi. Perbedaannya hanya Yi Soo sudah berhasil berubah. Hwan Gi mengangguk setuju.


Yi Soo dan Ro Woon mandi bersama. Sejujurnya Yi Soo gugup selama perjalanan kesana untuk bertata muka dengan Ro Woon. Sejujurnya, tidak mudah juga untuk Ro Woon, ia meminta Yi Soo datang demi Hwan Gi.

"Maafkan aku. Aku tahu tidak ada gunanya mengatakan ini sekarang."

"Kau salah. Itu yang selalu ingin kudengar selama tiga tahun terakhir."

"Kita tidak akan bisa jadi dekat, 'kan?"

"Itu akan butuh sedikit waktu, tolong maklumi aku."

"Kau akan tetap bersama Hwan Gi Oppa, 'kan? Jika kau tidak nyaman akan diriku, aku akan menjaga jarak semampuku."


Ro Woon mengkode, ia sudah duduk terlalu lama, rasnya kulit matinya lepas semua, "Unnie, bisa tolong gosok punggungku?"

"Apa?" Yi Soo terkejut.

"Terlalu mendadak, ya? Unnie... atau..."

Yi Soo tersenyum, "dua-duanya".

Ro Woon mengakui kalau punggungku lumayan lama tidak digosok. Yi Soo pun menggosok punggung Ro Woon dan mereka akhirnya bisa tertawa bersama.


Woo Il memberitahu Hwan Gi kalau ia dan Yi Soo memutuskan untuk memulai dari awal. Hwan Gi menanggapinya biasa saja membuat Woo Il kecewa, padahal Woo Il mengira hwan Gi bakalan senang.

"Kau kan tidak punya waktu kencan. Bagaimana dengan perusahaan?"

"Kita kehilangan banyak klien. Tidak banyak pekerjaan sekarang."

"Apa?"

"Kau kuatir? Kalau begitu, kembalilah. Kau tahu ayahmu membatalkan pencalonannya?"


Hwan Gi terus menggeliat membuat Ro Woon membuka matanya. Hwan Gi minta maaf karena sudah membuat Ro Woon terbangun. Ro Woon menggeleng, ia juga tidak bisa tidur kok.

"Karena kita tidak bisa tidur, mau nonton film porn*?" Tanya Ro Woon.

Ro Woon langsung bangun untuk membuka laptor. Hwan Gi terkejut mengetahui Ro Woon menonton begituan. Ro Woon bahkan menjelaskan kalau genrenya menggigit sekali, Hwan Gi pasti menyesal tidak mau menontonnya.

Hwan Gi pun penasaran, ia lirik-lirik tapi gengsinya masih tinggi.


Tapi Hwan Gi langsung bangun saat melihat video yang diputar Ro Woon. Itu adalah video tentang dirinya dengan judul "Tudung Eun Hwan Gi Tersingkap".


Video selanjutnya adalah kesan mengenai Hwan Gi dari tim Silent Monster yang direkam pleh mereka sendiri.

Pertama, Yoo Hee "Hal pertama yang terbesit di kepalaku saat memikirkan dia adalah Kesan pertama yang dingin?" (Yoo Hee mengingat saat Hwan Gi menunjuknya untuk mempresentasikan proyek ramyeon).


Kedua, Gyo Ri "Dia memancarkan aura yang membuatnya sulit didekati".


Katiga, Sun Bing "Apaan. Singkatnya, dia tidak disukai."


terakhir, Se Jong "Tapi, dia ganteng. Aku mengakuinya. Dia benar-benar tampan."


Yoo Hee lalu mendorong Se Jong agar menjauh dari kamera dan ia berkata lagi, "Tapi saat lebih mengenal dirinya, kalian akan mengakui dia sosok berhati hangat."

Sun Bong : Dia mendengarkan meski kita sedang bicara hal-hal tidak penting. Dia.

Gyo Ri : Dia dengan sukarela menjadi supir untuk karyawannya.

Se Jong : Dia pria yang memiliki hati tulus dan peduli pada orang lain.

Yoo Hee : Saat kami dalam masalah, dia tiba-tiba muncul seperti hantu.

Gyo Ri : Aku masih terus menengok sekeliling.

Yoo Hee : Kami tetap merasa kau selalu mengawasi kami dari suatu tempat.

Sun Bong : Oh, perusahaan tetap berjalan lancar tanpamu. Kami semua bekerja keras untuk itu.

Se Jong : Segala sesuatu berjalan sebagaimana yang kau inginkan. Sebuah perusahaan tanpa Bos.

Yoo Hee menghentikan Se Jong karena Hwan Gi nanti bisa salah paham. Bukan maksud mereka tidak ingin Hwan Gi kembali, hanya tidak ingin Hwan Gi terlalu kuatir. Mereka lalu bergabung untuk meminta Hwan Gi agar cepat kembali di tengah-tengah mereka.


Ro Woon menjelaskan kalau mereka membuat materi promosi untuk "Silent Monster", dan berpikir perlu menyertakan sedikit pengenalan tentang Hwan Gi. Ia tidak ada di video karena bagian editingnya.

"Semua orang menunggumu kembali. Kebosanan ini... harus berakhir malam ini."


Hwan Gi masih diam saja. Ro Woon meutup dan menarih kembali laptopnya. Ia mengoreksi kata-katanya tadi, kebosanan di hari terakhir akan terlalu menyedihkan.

"Hari ini aku mandi. Yi Soo Unnie menggosok punggungku. Kulitku jadi lembut sekali." Kata Ro Woon sambil menarik-narik baju Hwan Gi.

"Yi Soo? Sungguh?"

"Iya."

"Biar kulihat."


Hwan Gi datang menemui ayah Ro Woon tapi ternyata ia tidak sendiri, melainkan bersama ayahnya.

"Aku Eun Bok Dong." Perkenalan ayah angkuh.

"Ya, saya tahu." Jawab Ayah Ro Woon.

Hwan Gi mengkode ayahnya. Tuan Eun menyuruh Hwan Gi keluar, lebih tepatnya sih memaksa.


Setelah Hwan Gi keeluar,  ia mengakui pada ayah kalau ia malu makanya menyuruh Hwan Gi keluar. Mestinya ia membesarkan anak-anaknya dengan benar. Ia... malu pada diri sendiri.

"Maafkan saya." Ujar Tuan Eun tulus.

Ayah paham karena semua orang tua mengerti rasanya seperti itu. Rasanya memang begitu memalukan tapi dari yang ayah lihat, Tuan Eun harus bangga pada Hwan Gi.


Ayah lalu mencukur Tuan Eun dan Hwan Gi mengintip mereka senang.


Tim Silent Monster menyiapkan kejutan untuk Hwan Gi. Sun Bong dan Yoo Hee bagian memegang kue, Gyo Ri confetti, sementara Sun Bong bagian wine dan pengawas situasi. Setelah ia melihat Hwan Gi datang, ia meminta semuanya untuk bersembunyi.


Hwan Gi datang bersama Ro Woon. Hwan Gi merasa aneh dan kenapa tidak ada orang?

"Kenapa? Kau berharap mendapat sambutan petasan dan semua orang berbaris menyambutmu?"

"Tidak, bukan begitu mauku."

Hwan Gi datang bersama Ro Woon. Hwan Gi merasa aneh dan kenapa tidak ada orang?

"Kenapa? Kau berharap mendapat sambutan petasan dan semua orang berbaris menyambutmu?"

"Tidak, bukan begitu mauku."

Semua senang karena Hwan Gi kembali. Sementara Ro Woon sedih karena ia tidak bisa lagi memiliki Hwan Gi sendirian padahal kemarin masih miliknya.

"Kau sedih?" Tanya Hwan Gi.

"Bagaimana kalau iya? Aku akan dapat ciuman?"

"Ciuman... lagi?"

"Hmm.. Ayolah, sebelum semuanya kembali."


Semuanya keluar tepat saat Hwan Gi dan Ro Woon ciuman. Untungnya keduanya tidak sadar dan Tim pengertian, mereka pun kembali ke tempat persembunyian.


Gyo Ri heran, sejak kapan mereka sedekat itu. Yoo Hee  menjelaskan semua itu berkat dirinya. Se Jong membantahnya, ia cupid mereka.

"Aku rasa waktunya tidak tepat. Kelihatannya mereka bakal lama." Ujar Sun Bong.

Yoo Hee mengajak mereka menunggu saja dulu, ia lalu meniup lilin dengan hidungnya, agak jorok memang.


Mereka lalu mengintip. Yoo Hee iri, ia jadi merindukan suaminya. Lama-lama Sun Bong merasa lututnya lemas tapi itu seru. Se Jong mewanti-wanti Sun Bong jangan sampai menginterupsi.

"Tapi Mereka tidak akan lebih jauh lagi, 'kan?" Tanya Gyo Ri.

"Kalau mau nonton, bisa posisinya lebih nyaman tidak?" Tanya Sun Bong.

"Waktunya pas! Sekarang. Diamlah!" Bentak Se Jong.

"Kurasa mereka semakin jauh. Ayo berhenti menonton." Ajak Gyo Ri.

-- 1 Tahun kemudian --


Hwan Gi memasang lampu merah.

Narasi Ro Woon: Sekali lagi, natal telah berlalu. Namun, tidak banyak yang berubah. Masih banyak hal dalam pikirannya.


Ro Woon heran, apa lagi yang hwan Gi pikirkan kali ini. Yoo Hee mendekat menjelaskan, Hwan Gi sedang menulis surat ucapan.

"Apa? Surat yang mulai ditulisnya sejak natal kemarin? Dia masih mengerjakannya?"

"Dia menulis untuk klien, media, bahkan staf. Totalnya lebih dari 400 surat. Surat natal berubah jadi surat tahun baru. Kalau begini, bisa sampai musim semi. Dia ingin menyelesaikan semua hari ini, bagaimanapun caranya."

Narasi Ro Woon: Juga, dia masih tetap bertindak sangat pelan dan hati-hati.


Ro Woon menyinggung perut Yoo Hee yang semakin membesar. Yoo Hee berbisik, suaminya sudah vasectomy (kontrasepsi) tapi ia tetap hamil. Bisa bayangkan sekuat apa bayinya?

Yoo Hee menyuruh Ro Woon menyentuhnya dan Ro Woon langsung merasakan tendangan bayi itu.


Narasi Ro Woon: Di "Silent Monster" akan lahir anggota keluarga baru. Saat salah satu anggota tim (Se Jong) sudah keluar.


Sun Bong mengajak semua rapat kali ini proyek mereka tentang roti. Sun Bong usul, bagaimana kalau menuliskan nomor kartu anggota Yoo Hee di akhir proposal, tunjukkan pada mereka bahwa Tim Silent Monster mengonsumsi roti mereka lebih sering daripada orang lain. Sun Bong yakin banyak perusahaan yang akan mengajukan proposal tanpa pernah mencoba roti mereka.


Gyo Ri takjub, bagaimana cara Sun Bong melakukannya? kenapa ia tidak pernah mendapat ide sebagus Sun Bong? Kalau saja ia seperti Sun Bong, pasti akan menikmati pekerjaannya. Namun ia selalu saja merasa kesulitan.

"Sebenarnya juga sulit untuk semua orang. Kau kurang bekerja keras."

"Apa?"

"Kalau kau mengira semudah itu bagiku, mestinya orang lain pun bisa memberi ide seperti itu, 'kan? Sesuatu yang mainstream."

"Tetap saja..."

"Intuisi itu tidak asal muncul. Kau perlu berpikir dan berusaha untuk membangun intuisimu."

"Sun Bong, aku tidak menyangka kau berpikir sejauh itu."


Sun Bong langsung permisi ke toilet, ia yakin sudah karismatik sekali tadi. Jadi ia harap tidak membuat Gyo Ri jengkel tadi.

Sun Bong mengeluarkan dua tiket konser, "Aku bimbang selama setahun. Hari ini, aku akan..."

Belum sempat Sun Bong menyelesaikan kalimatnya, Yoo Hee teriak menyuruh mereka kumpul karena ada acara Se Jong.


Se Jong berhasil mewujudkan impiannya menjadi artis. Ia membintangi film "My Shy Brother". Pembawa acara meminta Se Jong untuk menjelaskan perannya.

Gyo Ri tidak menyangka bisa melihat Se Jong di TV. Ro Woon juga, Se Jong mengikuti audisi lebih dari 100 kali baru bisa berhasil.

"Kita penanggung-jawab promosi film itu." Kata Yoo Hee.

"Sebenarnya, kita menjadikan film gagal itu sukses." Tambah Sun Bong.


Pembawa acara menyinggung soal gosip antara Se Jong dan aktris utama film yang mempunyai hubungan spesial. Se Jong membantah hal itu karena sebenarnya ada seseorang yang ia sukai.

"Dia kekasih Anda?"

"Kuharap begitu, faktanya cinta sepihak."

Ro Woon yakin kalau yang dimaksud Se Jong itu adalah dirinya.

"Wanita seperti apa dia?"

"Dia seseorang yang membantu saya meraih impian. Kami berada di bidang berbeda, jadi hanya bisa saling menyemangati. Kalau tidak keberatan, apakah boleh saya menyampaikan pesan padanya?"

"Ya, silakan lakukan sambil menatap kamera."

Ro Woon menutup telinganya tidak mau mendengar pengakuan Se Jong.


"Butuh setahun bagiku.... untuk menyampaikan ini. Aku menyukaimu, Kim Gyo Ri." Aku Se Jong.

Gyo Ri terkejut mendengarnya, ia berkata pada yang lain kalau ia tidak tahu apa-apa. Ro Woon malu karena sudah salah sangka.


Disaat semuanya asyik, hanya Gyo Ri yang menyadari kehadiran Se Jong. Se Jong datang dengan dandanan keren dan membawa sebuket bunga.

"Lama sekali, 'kan?" Ujar Se Jong.


Sayangnya pengakuan itu tidak berjalan mulus karena Sun Bong menginterupsi. Ia juga mengakui perasaannya pada Gyo Ri yang sudah ia pendam selama satu tahun. Mereka berdua memperebutkan Gyo Ri.


Gyo Ri menengahi, "Sebentar! Terima kasih kalian berdua sudah menyukaiku. Ini semua terlalu mendadak. Aku ingin fokus pada pekerjaan dulu sekarang. Seperti kata Sun Bong, aku harus memfokuskan waktuku untuk berpikir."

"Aigoo... itu cara umum untuk menolak pernyataan cinta. Dia tidak menyukai kalian berdua." Kata Yoo Hee.

Se Jong menyalahkan Sun Bong yang menginterupsinya. Sun Bong juga menyalahkan Se Jong.


Hwan Gi ikut bergabung dengan mereka. Se Jong langsung memeluk hwan Gi dan memanggilnya Hyeong.

"Bolehkan kupanggil Hyeong?"

"Ya. Selamat atas debutmu."

Sun Bong membisiki Gyo Ri agar mau nonton konser bersama. Gyo Ri hanya menjawabnya dengan senyuman.

"Anda harus menyelesaikan pekerjaan agar kita bisa pergi bersama." Kata Yoo Hee pada Hwan Gi.

"Benar. Kau benar. Kalian semua tahu hari apa ini, 'kan? Kehormatan "Silent Monster" tergantung padanya."


-- Hari Olahraga --

Pertandingan antara Tim Woo Il dengan Silent Monster. Pertama adalah pertandingan sepak bola. Sayangnya Silent Monster kalah di babak pertama.

Yoo Hee kesal, kalau saja ia tidak hamil pasti sudah melayang di arena. Se Jong juga kesal karena hanya ia yang main.

"Bos, apa yang kau lakukan? Pertaruhkan kepalamu kalau perlu!" Pinta Ro Woon.


Kesempatan pun datang untuk Silent Monster. Se Jong mengoper bola pada Hwan Gi yang paling dekat dengan gawang. Hwan Gi bingug harus bagaimana, ia memikirkan  cara yang mungkin untuk memasukkan bola itu.

"Kusundul saja? Atau pakai dada saja? Atau lebih keren... Kalau aku gagal, mereka pasti kecewa."

"Tunggu, bagaimana kalau aku berhasil? Mereka akan bersorak untukku."


Tapi kenyataannya, Hwan Gi malah menerima bola Se Jong dengan tangannya. Semua orang kesal lalu menghentikan permainan. Hanya Ro Woon yang beroendapat kalau Hwan Gi itu lucu.


Se Jong dan Sun Bong melakukan adu ayam dan mereka berakhir bergelut di tanah.


Ro Woon dan Yi Soo tandung Panco. Yi Soo keluar sebagai pemenangnya.


Gyo Ri dengan Sekretaris Park juga dan pemenangnya adalah Sekretaris Park.


Woo Il dan Hwan Gi tidak mau ketinggalan dan Hwan Gi pemenangnya.


Silent Monster bergembira. Woo Il mencopot rompinya lalu bergabung dengan mereka.


Waktunya pengumuman MVP (pemain terbaik, paling kompetitif). Pemenangnya adalah Woo Il. Yi Soo yang membawakan hadiahnya.

"Event ini dirancang untuk kalian semua. Aku malu karena bersenang-senang terlalu jauh. Namun, aku tetap menghargai hadiahnya. Sebagai hadiah, kutraktir makan malam!"

Semua orang bersorak gembira.


Yi Soo memberikan hadiahnya pada Woo Il. Sebagai ucapan terimakasih Woo Il mengecup pipi Yi Soo. Semua belum puas, menuntut mereka untuk berciuman.


Sebelum mengakhirinya, Se Jong meminta Hwan Gi menyampaikan sepatah kata.Hwan Gi maju membawa sebuah kotak. Ia jujur, rasanya aneh melihat adiknya mencium seorang pria. Tapi itu hanya intermezo saja.

"Seperti yang kalian tahu, aku tidak terbiasa bicara di hadapan terlalu banyak orang. Lagi pula, hal yang ingin kusampaikan pada masing-masing kalian berbeda. Itu sebabnya aku..."

Hwan Gi membuka kotak yang dibawanya, "Ini adalah... kartu ucapan yang kutulis sejak Natal. Maaf karena terlambat memberikannya. Aku akan memanggil nama kalian satu persatu."


Semua orang menerima kartu itu kecuali Ro Woon. Dan ia protes tapi Hwan Gi tidak menghiraukannya dan tiba-tiba hujan turun, semua pun bubar mencari tempat berteduh.


Ro Woon menemukan Hwan Gi. Ia senang pasti Hwan Gi mau memberinya kartu yang berbeda dari yang lain dan ingin memberinya diam-diam, kan?

"Bukan begitu. Memang tidak ada." Jawab Hwan Gi.

Ro WOon tidak percaya, ia pun menggeledah saku Hwan Gi dan memang tidak ada, Ro Woon kecewa deh.


"Aku tahu kau memang mendahulukan pegawaimu daripada aku. Kau fokus mengerjakannya sejak natal kemarin. Kau bahkan tidak menghabiskan cukup waktu bersamaku. Aku mencoba memahamimu."

"Aku tahu kau mencoba memahamiku. Aku menghargainya."

"Perusahaan sudah kembali stabil sekarang. Tapi aku masih... adi prioritas keduamu?"

"Bukan seperti itu."

"Benar, kok! Tadi kau tidak lihat aku kena bola?"

"Kau mengharapkanku menghampiri dan menghiburmu di hadapan semua karyawan?"

"Kang Daepyonim! Dia bahkan mencium Yi Soo."

"Itu..."

"Setidaknya perlakukan aku dengan adil. Aku juga karyawanmu. Bisa-bisanya kau tidak menulis untukku?"

"Sebenarnya... aku sudah menuliskan untukmu. Aku berusaha lebih keras dalam menuliskan untukmu. Aku berkali-kali menulis ulang. Aku ingin menyatakan perasaanku sebagaimana adanya."

"Alasan! Lupakan! Kau tidak mencintai aku."

"Kenapa kau berkata begitu?"

"Buatku, cinta itu tidak merasa bimbang atau berpikir keras akan yang harus dilakukan. Cinta bukan hal yang kau lakukan dengan otakmu! Kau perlu menenggelamkan diri dalam perasaanmu seperti orang gila!"

"Aku bukan tipe seperti itu."

"Ya, memang bukan."

Ro Woon akan pergi dan Hwan Gi melarangnya karena Ro Woon bisa basah nanti. Ro Woon tetap pergi karena memang seperti itulah dirinya.


Ro Woon menyusul yang lain. Mereka menyelimuti Ro Woon dengan handuk agar tidak kedinginan.

Tiba-tiba terdengar lantunan musik. Lalu Hwan Gi muncul di tengah-tengah lapangan untuk nge-dance sesuai musik-nya sama seperti yang ia lakukan untuk Yoon Jung saat kuliah dulu. Semua Orang bersorak gembira.


Di akhir lagu, Hwan Gi menyatakan perasaannya untuk Ro Woon,

"Chae Ro Woon, aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu, Chae Ro Woon!"

Semua mendorong Ro Woon untuk mendekati Hwan Gi. Hwan Gi membuka tangannya lebar-lebar menyambur Ro Woon. Ro Woon berlari gembira menuju pelukan Hwan Gi.


"Dimana kau kena bolanya?" Tanya Hwan Gi.

"Apa?"

"Di sini?" Lalu mencium kening Ro Woon. Ro WOon malu karena semua orang melihat. Hwan Gi tidak peduli, ia bertanya lagi, "Tunggu, di sini?" Lalu mencium pipi Ro Woon kanan dan kiri.


"Aku mencintaimu." Aku Hwan Gi sekali lagi dan mereka berciuman hot.

-= T A M A T =-

Annyeong Bosseu~

Terimakasih sudah membaca sinopsis "Introverted Boss" di Diana-Recap. Sampai Jumpa di sinopsis berikutnya.

11 komentar

Akhirnyaaaaa happy ending... terimakasih banyak admin..!!!

Terimakasih..ahirnya selesai..

Trimakasih akhirnya good n happy ending. Puas banget bacanya. Tnx ya yg uda bwt sinopsisnya..

Akhirny selesai jg,,,
Sorry y klo selaa ini cm jd silent rider,,, :D

Hyun Jin-young’ “You in My Faded Memories”

Makasih kakak sinopsisnya jelas dan lengkap... 🤗

unchhh uncchhhh happy ending,, gomawo sinopsisnya :-) ihhh mimpi indah ini skrng :-D

Keren kaaak.... suka bangett...makasih banget sinopsisnya..blum sempat download dan liat ini senyum2 sndiri ♥♥

MKasih kak bagus bgt sinopsis nya sampai 2hari telad berangkaf kerja saking asik nya baca sinopsis ini 😊😀

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...