Saturday, March 25, 2017

Sinopsis Tomorrow With You Episode 15 Part 2

Sumber Gambar dan Konten dari tvN

Sinopsis Tomorrow With You Episode 15 Part 2


Pengacara So Joon memberikan berkas-berkas pada Ki Doong. Ki Doong mengerti, jadi So Joon menyiapkan semuanya sebagai jaga-jaga.

"Jika terjadi sesuatu pada beliau, saya diminta menyerahkannya pada Anda." Jelas Pengacara.

Sampai So Joon kembali nanti, pengacara menyampaikan kalau So Joon menunjuk Direktur Wang sebagai Presdir sementara. Pengacara juga memberikan rencana operasional untuk perusahaan. Sampai So Joon kembali, ia tidak ingin memulai proyek, cukup menguatkan fondasi perusahaan. Intinya, So Joon ingin perusahaan tetap aman dan stabil.



Ki Doong membaca semua berkas itu dengan sedih, "Dia sudah tahu berbahaya. Hari itu dengan bodohnya dia tetap pergi."

Tapi kemudian ia teringat janjinya pada So Joon untuk bertemu pada tanggal 3 Desember di rumahnya.


Di rumah, Ma Rin menatap cincin kawinnya dengan sedih. 


Ponselnya berdering dan ia cepat-cepat mengangkatnya tapi ternyata itu dari Ki Doong. Ki Doong pun menghubungi Ma Rin

"Aku menemukan cara menemui So Joon."

"Apa itu?"

"Bukan So Joon masa kini, sih. Tapi So Joon tetaplah So Joon."

"Apa maksudmu?"

"So Joon dari masa lalu akan datang. Dia punya janji denganku. Dia janji menemuiku tanggal 3 Desember. Ada yang ingin dia tanyakan."

"Berarti... So Joon dari masa lalu akan menemuimu besok."

"Ya, kau bisa menemui dia dan memberitahu semua tentang Kim Yong Jin. Kita bisa mencegah tragedi ini. Maka, tidakkah masadepan akan berubah? Kau harus menemui So Joon besok."

"Ya."


Doo Sik datang ke rumah ingin bicara sebentar. Ma Rin merasa bukan waktu yang tepat saat ini, ia menyarankan agar Doo Sik bicara lain waktu saja.

"So Joon tidak akan datang."

"Bagaimana bisa kenal So Joon?"

"Aku sudah lama kenal dengan So Joon. Sejak 2009... Sudah sangat lama sekali. Aku ada di kereta itu juga. Di Stasiun Namyeong. Aku melihatmu di sana."

Kilas Balik...


Saat itu Doo Sik menjajagan paket sikat gigi, semua orang tidak mau membeli tapi ayah So Joon berbeda bahkan memberikan kembaliannya untuknya tapi Doo Sik tidak mau hal itu, maka ia memberikan sikat giginya lagi. 

"Oh, tidak. Saya tidak bisa menerimanya. Saya ini pedagang. Silakan digunakan." Ucap Doo Sik.


Saat itu ia melihat Ma Rin berargumen dengan So Joon. Dan orang-orang mengenali Ma Rin sebagai Bap Soon, lalu Ma Rin mengajak So Joon turun untuk membuktikannya. Karena senang melihat sang putri, Doo Sik pun mengikutinya turun bahkan meninggalkan dagangannya.


Doo Sik hendak mendekati Ma Rin tapi tiba-tiba kereta yang melaju mendekat membuyarkan semuanya.

Kilas Balik Selesai...



Ma Rin menyimpulkan, berarti Ahjussi yang juga bisa menjelajah waktu bersama So Joon ju\uga yang membantu ia dan So Joon berjumpa adalah Doo Sik?

"Ya, benar. Maaf mengatakan ini. Terlalu menyakitkan mengatakannya. Ma Rin. So Joon mungkin tidak akan kembali. Ya, dia tidak bisa kembali. Tapi, um... So Joon mengambil keputusan itu dengan sadar penuh akan resikonya."

"Kenapa tidak kembali? Katanya kau bisa ke masa depan juga. Tidak bisakah menemukan dia? Cukup caritahu kapan dan dimana dia. Apa dia terluka? Kenapa dia tidak kembali? Tidak bisakah menemukan dia?"

"Tidak ada. Aku sudah mencarinya, tidak ada. Aku sungguh minta maaf harus mengatakannya. Tapi... So Joon tidak akan bisa kembali. Jadi, kau... Kau... harus menerima realita itu. Mulailah hidup baru."


Ma Rin belum bisa mencerna semua ini. Doo Sik tiba-tiba muncul di depannya mengatakan, "Aku akrab dengan So Joon. Aku tahu masa depan. So Joon tidak bisa kembali. Kau harus menerimanya begitu saja!" dan ia harus menjawab "iya, aku tidak akan menunggunya." Begitu?

Doo Sik hanya bisa minta maaf. Ma Rin tetap kesal, Doo Sik muncul tiba-tiba setelah 20 tahun, datang menyelamatkannya satu kali, lantas berhak meruntuhkan langitnya? Menyuruhnya melakukan ini dan itu, Apa hak Doo Sik?

"Kau bisa melihat masa depan dengan jelas. Mestinya hari itu kau menyelamatkan So Joon, bukan aku! Kau bilang tahu segalanya! Kenapa kau membiarkan So Joon sendirian? Kenapa!?"

Ma Rin berhenti untuk menangis lalu melanjutkan lagi, " Aku ingin So Joon. Temukan dia sekarang!" dan ia kembali menangis. Doo Sik pun demikian.


Gun Sook terbangun karena mimpi buruk, ia merasa sangat ketakutan. Ia membangunkan So Ri tapi malah makin lelap.

Gun Sookhaus, ia pun berjalan ke kulkas untuk mengambil minum tapi tiba-tiba TV-nya nyala sendiri. Gun Sook terkejut tapi kemudian ia sadar sudah menginjak remote TV, ia pun mengambil remote itu dan mematikan TV-nya.


Gun Sook sudah mencapai kulkas dan sekarang sedang minum tapi ponsel yang dipegangnya tiba-tiba bergetar, ia berteriak kaget. So Ri bangun karena teriakan Gun Soo itu.

"Kenapa kau terus saja teriak?" Tanya So Ri sambil berjalan mendekati Gun Sook.

So Ri menyarankan agar Gun Sook ke psikiater.Gun Sook mengaku kalau ia ketakutan dan jadi mimpi buruk, ia tidak percaya ini. So Ri menenangkan Gun Sook dengan memeluknya.

"Dia bahkan menculik Ma Rin. Bagaimana kalau terjadi sesuatu yang buruk?" Ujar Gun Sook.

"Aku juga tidak tahu harus bilang apa."

"Dia tidak akan kemari membunuhku, 'kan? Hei. Ayo kabur!"

"Kenapa aku juga?"

"Aku terlalu takut, tidak bisa sendirian. Ayo melarikan diri bersama, So Ri-ah."


Lagi-lagi ponsel Gun Sook bergetar mengagetkan. Itu adalah telfon dari Ma Rin. Gun Sook tidak sanggup menjawabnya tapi So Ri menyuruhnya menjawab saja, ia yakin pasti Ma Rin ingin mengatakan sesuatu.

"Aku sudah dengar semuanya dari kantor polisi. Kau tidak apa-apa?" Tanya Gun Sook.

"Soal kecelakaan So Joon siapa saja yang tahu?"

"Sejauh ini, hanya So Ri."

Mulai sekarang, yang terjadi pada So Joon adalah rahasia. Ma Rin minta tolong pada Gun Sook untuk diam dan beritahu So Ri juga untuk tidak bilang-bilang pada ibunya. Pokoknya tidak boleh memberitahu siapapun. Gun Sook mengerti lalu menutup telfon.


Setelah itu, Ma Rin menangis sendiri. Tapi sebentar kemudian ia tenang, sebentar kemudian ia menangis lagi. Sedih deh pokoknya melihatnya.

"Besok kau harus menemui So Joon." Ma Rin terngiang kata-kata Ki Doong.


Jadi pada tanggal 3 Desember ia ke rumah Ki Doong. Saat itu So Joon belum datang dan Ki Doong menyuruhnya masuk.

Jika masa lalu berubah, Ki Doong tidak tahu masa kini akan seperti apa. Tapi yang jelas, saat So Joon sampai di sana, mereka harus memberitahunya agar tragedi ini tidak terjadi, agar dia tidak terluka. Ma Rin tidak mau, ia meminta Ki Doong untuk menemui So Joon seorang diri.

"Meski kita ceritakan soal Kim Yong Jin kedua orang itu tetap bernasib buruk. Dia akan dalam bahaya lagi. Saat So Joon sampai, katakan saja padanya bahwa dia ke luar negeri, itu sebabnya kita tidak bisa menghubungi dia. Kurasa itu yang terbaik."

"Apa?"

"Katakan padanya hubungan kami tidak berhasil. Dia merasa lelah, kemudian pergi. Suruh dia mengakhiri hubungan secepatnya denganku."

"Apa maksudmu itu, Ma Rin-Ssi?"


Ma Rin menjelaskan semuanya. So Joon pernah berkata mereka sebenarnya tidak ditakdirkan bertemu. So Joon semestinya bisa hidup bahagia sendirian. Masa depan So Joon berubah setelah bertemu dirinya. Begitupun insiden dengan Kim Yong Jin yang seharusnya tidak terjadi.

Ki Doong membantahnya, janganlah menyalahkan diri seperti itu. Kali ini, jelaskan saja apa adanya.

"Meski tahu, dia tetap terluka! Aku memikirkannya semalaman. Hanya ada satu jawaban. Satu-satunya cara adalah mengembalikan semua ke semula. Sebab itu, suruh dia cepat mengakhiri hubungan dengan aku. Katakan... kami sangat tidak bahagia. Jadi, minta dia mengakhiri secepatnya. Bisakah kau lakukan? Kurasa, itu caranya menyelamatkan So Joon."


Ma Rin pulang dengan langkah berat, sementara So Joon benar-benar ke rumah Ki Doong dan Ki Doong mengatakan apa yang diminta Ma Rin. Reaksi So Joon juga sama seperti dulu.

"Tunggu. Yakin kau tidak salah? Kau tidak mempermainkanku, 'kan? Aku tidak mungkin begitu. Seburuk apa pun hubunganku dengan Ma Rin, aku tidak mungkin melarikan diri."

"Ada alasan aku tidak mungkin melakukannya. Aku... aku minta maaf mengatakannya padamu. Kembalilah sekarang dan akhiri hubungan dengan Ma Rin. Demi kebaikanmu, juga Ma Rin. Hanya ini yang bisa kukatakan padamu."

"Jangan bicara omong kosong."


Setelah itu, So Joon berjalan ke rumah karena ia ketinggalan kereta terakhir dan ia mengikuti Ma Rin dari belakang.


Kejadiannya sama persis saat ia datang ke masa depan dulu. Ma Rin terserempet motor dan ia yang menegur pengendara motor itu karena memanggil Ma Rin Bap Soon.


Ma Rin berbaring di sofa sambil menyesali tadi, seharusnya ia menemui So Joon atau melihatnya dari kejauhan.

Sementara itu, So Joon menunggu di luar rumah menunggu hingga pagi.


Ki Doong mengirim pesan,

"Datang lalu pergi. Aku ada kabar bagus. Fakta bahwa So Joon datang dari masa lalu, berarti So Joon masih hidup. Dia sempat mengatakan padaku dulu, tapi aku baru ingat. Dia hanya bisa menjelajah waktu selagi dia masih hidup. So Joon jelas masih hidup."

Membacapesan itu membuat Ma Rin bisa tersenyum, hatinya sedikit lega.


-- 1 Bulan Kemudian --

Ibunya Ma Rin dandan di spion mobil yang diparkir. Seseorang menegurnya, mau bertemu Ayah Ma Rin lagi?

"Orang itu terus minta bertemu. Menjengkelkan sekali." bantah ibu padahal kentara sekali kalau ia bohong.

Orang itu menyarankan untuk rujuk saja. Ibu masih menolaknya tapi orang itu tahu kalau ibu sedang berbunga-bunga.


Doo Sik membelikan ibu sesuatu dari masadepan. Sebelum ibu membukanya, ia berpesan untuk tidak ditunjukkan pada siapa-siapa.

Penasaran dong apa isinya, tapi setelah dibuka, ibu kecewa dan mengembalikannya kembali pada Doo Sik. Itu adalah Ohri Ramyeon.

"Kau punya teman peneliti juga?"

"Aku bahkan tidak lulus SMU (bagaimana bisa punya teman peneliti?)."

"Kau minta aku datang untuk memberiku ramyeon? Ini lebih menjengkelkan lagi."

"Ya, ini oleh-oleh. Oh ya, ada yang ingin kukatakan. Aku tidak ingin berdebat denganmu. Jangan marah, oke? Um... kelihatannya kau berbohong banyak pada Ma Rin soal aku."

"Aku?"

"Saat kau berusia 20 tahun, kau bilang padanya, aku merayu Noona yang seorang gadis lugu."

"Memang benar, 'kan?"

"Lihat ekspresimu itu. Ingatlah, waktu itu aku baru 17 tahun. Noona yang menggoda murid SMU lugu sepertiku. Sejujurnya, kau tukang bully di Naju. Aku takut padamu dan mencoba kabur, tapi tertangkap. Aku bahkan tidak lulus SMU gara-gara kau."

"Berhenti bilang aku lebih tua darimu! Kau yang bohong soal umurmu padaku! Ini alasanmu mencariku? Kau menjadikan masa lalu sebagai alasan. Sebenarnya kau mencoba mencabik-cabik perasaanku."

"Apa, sih? Aku hanya kuatir soal Ma Rin."

"Kau menggunakan Ma Rin sebagai alasan menempeliku. Itu taktik kuno sekali! Kau tidak menua, 'kan? Aku juga tidak! Jadilah keren dan akui saja."

"Akui apa? Nada suaramu itu... Niatku tulus,  berada di sini karena mencemaskan Ma Rin."


Ibu menjelaskan kalau Ma Rin hidup bahagia. So Joon ke Amerika memeriksa tanah, mereka akan semakin kaya. Hidupnya luar biasa, dia kesana kemari memperlajari sesuatu, menonton pertunjukan, atau berlibur. Dia sibuk sekali akhir-akhir ini sampai aku sulit bertemu.

"Kau sering menelepon dia?" Tanya Doo Sik.

"Sudah kubilang, dia sibuk."

"Kalau begitu, kau tidak meneleponnya saat dia sendirian begini?"

"Kenapa kau mendadak muncul dan marah-marah, sih?"

"Kau ibunya dan dia kesepian! Kau mestinya sering telepon atau menengoknya."


Ma Rin benar-benar... bahkan ruangnnya pun suram. Ia duduk sendiri di ranjang sambil melihat foto-fotonya bersama So Joon.


Ibu menelfon mengatakanakan ke rumah. Ma Rin melarangnya dengan alasan mau memotret sampai larut malam. Ia bahkan pura-pura pergi dengan membuka gerbang dan menutupnya lagi agar ibunya percaya kalau ia benar-benar keluar rumah, padahal sebenarnya ia masih di dalam.

Setelah menutup telfon, Ma Rin mendengar pak pos memasukkan surat ke kotak surat di gerbang, ia pun kembali danmembawanya masuk.


Dari tumpukan surat itu, ada surat untuk Ma Rin dari So Joon. Ingatkan? yang ditulis So Joon di pantai?

Untuk Song Ma Rin di masa depan. Hai, Song Ma Rin di masa depan. Sekarang bulan Oktober, 2016. Kita liburan ke pantai sebelum keberangkatan Se Young. Barusan, kau mengirimiku fotomu yang sangat cantik. Saat ini, kau belum tahu aku penjelajah waktu. Saat ini, kita sangat bahagia. Aku berharap tidak memiliki kekuatan menjelajah waktu. Sebagai gantinya, kekuatan untuk menghentikan waktu saja. Aku berdoa bahwa saat kau menerima surat ini, kau tidak akan membenciku. Bahkan meski masa depan kita tidak bahagia, aku cukup bahagia dengan keadaan kita sekarang. Jika aku bisa kembali ke masa lalu dan memilih lagi, aku memilihmu. olong jangan lupakan kenangan berharga kita. Suamimu, So Joon.


Mambaca surat So Joon membuat Ma Rin terpikir sesuatu. Ia menulis email dan mengatur tanggal pengiriman ke masa depan, maka So Joon bisa membacanya. Ia menulis email itu sambil membayangkan masa-masa manis mereka.

Halo. Aku baru saja menerima surat yang kau kirim saat kita berlibur ke pantai, dan aku membalasnya. Apa kau bisa membaca e-mail ini jika kukirim untuk tahun depan? Atau 2 tahun mendatang? Atau lebih lama lagi?


Saat mereka syuting Oh Ri Ramyeon. Saat mereka meniru gaya foto pre-wed mereka. Saat diam-diam So Joon mengambil foto Ma Rin yang masih tidur, tapi sebenarnya Ma Rin hanya pura-pura dan setelah So Joon pergi, oa tersenyum malu. 

Aku menyuruhmu di masa lalu untuk berpisah dariku. Namun, di masa depan, aku menunggumu kembali padaku. Bahkan meski butuh satu atau dua tahun... aku akan menunggu.


Saat menantimu, aku akan memikirkan cintaku padamu.
Saat menggali kenangan berharga kita...


Saat bermimpi bertemu lagi denganmu...
Saat mendoakanmu tidak terluka...
Bahkan meski kau berada di 10, 20, atau 30 tahun mendatang, aku tetap menunggu di sini.
Aku mencintaimu. Januari, 2017. Isterimu, Ma Rin.


-- 2 Tahun Kemudian : Februari, 2019 --


Ma Rin siap-siap membuka pameran dibantu para pekerja dan tentu saja sahabatnya So Ri.


Se Young dan manager Cahe berkunjung. So Ri yang kesepian menarik Manager Chae untuk membantunya, alasan agar mereka bisa berduaan.

"Dia diburu usia, jadi menggoda semua pria. Bukan mustahil dia akan mempermalukan diri sendiri." Kata Ma Rin pada Se Young.

"Malang sekali." Tanggapan Se Young.


Se Young melihat-lihat dan ternyata Ma Rin juga mempromosikan Happiness. Ya mau bagaimana lagi, soalnya Ma Rin dapat banyak foto di Happiness.

"Kau terlihat seperti fotografer profesional sekarang. Kau agak aneh." Goda Se Young.

"Tapi kan tidak mungkin ditulis di jidatku 'fotografer', begitu! Apa begitu saja? Berkelilinglah. Aku mau memeriksa sesuatu."


Se Young mulai melihat-lihat dan ia sampai pada foto-foto So Joon.


Ma Rin membetulkan poster di depan,

Di sini tahun 2019. Secepatnya aku akan menggelar pameran foto pertamaku. Akan menyenangkan jika kau bisa menyaksikannya. Dimana kau sekarang?



Tak tahu di tahun berapa, seorang wanita menjemur pakaian di rumah So Joon.


Sementara itu So Joon terbaring koma di salah suatu ruangan di rumahnya. Alat perekam detak jantung berbunyi bib bib bib dengan frekuensi lebih cepat dan So Joon mampu mengerakkan jarinya. Lalu kamera menyorot wajahnya dan So Joon perlahan membuka matanya.

8 komentar

Happy ending nih sepertinya... tp siapa ya wanita yg jemuran itu?!?thanks sinopsisnya mbak..

Ta..siapa wanita itu..kita liat besok ya finalnya..makasih recapnya..

Ta..siapa wanita itu..kita liat besok ya finalnya..makasih recapnya..

D tunggu kelanjutan y, makin penasaran..makasih y sinopsis y.

Sinopsi 16 ny lagi mbaak. Penasaraan 😂

Kaya adegan bella di twilight....yah habis deh ni drama...ada drama bagus yg bs d tonton mgkin??

mkin pnasaran akhir critany.......tinggal 1 eps lgi....dtunggu.....smngat

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...