Wednesday, March 29, 2017

Sinopsis Tomorrow With You Episode 16 Part 1

Sinopsis Tomorrow With You Episode 16 Part 1

Sumber Gambar dan Konten dari tvN


Ma Rin kembali menulis e-mail untuk So Joon. Sudah dua tahun sejak kau pergi. Sekarang sudah tahun 2019 di sini. Ohri Ramen sudah tidak populer lagi. Ryu Sun Gwang benar terpilih sebagai presiden. Aku melihat pertandingannya Im Yo Hwan dengan Se Young dan Ki Doong.


Ma Rin dan Ki Doong yang sudah tahu siapa yang akan menang menggoda Se Young. Se Young tentu sajakesal.

Aku sudah tahu siapa yang akan menang, jadi pertandingannya tidak seru lagi. Semua barang dari masa depan yang kau belikan untukku kini jadi bagian dari masa lalu. Aku takut kalau waktu yang kita habiskan bersama hanya akan menjadi masa lalu. Karena itu, belakangan ini aku merasa sangat kesepian. Februari, 2019. Istrimu, Ma Rin.

Ma Rin mengirim e-mail itu untuk 11 FEBRUARI, 2022.


-- FEBRUARI, 2022: MASA DEPAN --

So Joon sadarkan diri, ia membatin menanyakan dimana dirinya lalu melihat langit-langit dan menyadari kalau itu adalah rumahnya.

Wanita yang ada di rumahnya itu adalah perawatnya. Perawat itu bertanya, apa So Joon bisa melihatnya? tapi So Joon hanya diam saja.


"Di mana Ma Rin? Ini pasti mimpi." batin So Joon.


Ki Doong dan Se Young datang ke rumah So Joon dan langsung menanyakan keadaan So Joon. Perawat menjelaskan ini hanya sementara eperti yang terjadi sebelumnya. Sekarang So Joon sedang bersama dokternya.

"Kau bilang dia siuman. Dia membuka mata dan menggerakkan jarinya." Bantah Se Young.

"Dia sering seperti itu." Ki Doong menenagkan.

"Bukankah itu artinya dia mulai sembuh?"


Dokter keluar, menjelaskan kalau semua itu tampaknya hanya gerakan reflek sementara saja. Makanya ada bagian tubuhnya yang bergerak, hal seperti itu memang bisa saja terjadi.

"Dia tidak bergerak sama sekali selama 2 tahun. Sudah keempat kalinya dia bergerak dalam bulan ini. Apakah itu hal yang biasa?" Tanya Se Young.

"Ini adalah sesuatu yang unik. Aku sama sekali tidak tahu apa yang menyebabkan Presdir Yoo jadi begini. Tidak ada kerusakan di otaknya sama sekali. Semuanya baik-baik saja. Saat pertama kali ditemukan di kereta, dia mengalami pendarahan yang parah. Tapi dia tidak sedang dalam keadaan terkena serangan jantung atau syok. Aku tidak tahu kenapa dia bisa koma."


Dalam perjalanan pulang, Ki Doong membawakan tas Se Young. Ki Doong maklum, So Joon bukan berasal dari masa mereka tapi sudah terlalu lama disana.

"Aku tahu dia memang sebaiknya sadarkan diri. Tapi, kadang aku berpikir lebih baik dia tidur saja. Bagaimana caranya dia menghadapi kenyataan kalau dia sadar nanti? Kalau dia tahu apa yang terjadi pada Ma Rin.." Kata Se Young.

Tidak terasa bulan depan adalah peringatan hari kematian Ma Rin yang ke-3. Se Young bertenya, masih ada harapan untuk So Joon, kan?

"Tentu saja ada. Tidak peduli seberapa sulitpun keadaan ini, dia tetap harus bangun. Dia harus pulang ke rumah, atau tetap tinggal di sini. So Joon harus sadar agar dia bisa kembali menjalani hidupnya."

"Ya, tentu." Jawab Se Young.


Bagian tubuh So Joon terus bergerak sedikit demi sedikit dan akhirnya ia sadarkan diri. So Joon bahkan mengenali suara Ki Doong, ia langsung bertanya tahun berapa ini?

"Bisakah kau melihatku? Kau bisa bicara dan bisa dengar aku?" Tanya Ki Doong tidak percaya.

"Aku tanya tahun berapa sekarang."

"Sekarang tahun 2022." Jawab Ki Doong.


-- SEBULAN KEMUDIAN, MARET 2022 --


Sudah sebulan berlalu sejak So Joon sadar. Dan hari ini aku gagal lagi kembali ke masanya. Ia tidak tahu apa alasannya, tapi ia tidak bisa kembali ke masanya yang sebenarnya.


Selama masa pemulihan, Ki Doong menjelaskan apa yang terjadi. Bahwa pada 30 November 2019, So Joon pingsan setelah ditikam oleh Young Jin dan muncul tiga tahun kemudian.

"Akhirnya, aku melakukan perjalanan waktu melewati hari terakhirku." Kata So Joon lemas.

"Hari terakhirmu?"

"Sejak saat itu, aku tidak pernah sadar. Kau bilang aku sudah terbaring selama dua tahun seperti ini."

"Ya, bagaimana kau bisa tahu?"

"Selama aku di sini aku bisa dengar semuanya. Kukira itu hanya mimpi. Aku tahu aku terlambat, tapi selamat. Kau akhirnya menikah dengan Se Young."

"Ya, kau ternyata memang dengar semuanya."

"Aku sangat kaget."

"Lantas, omong-omong.. apa kau dengar sesuatu tentang Ma Rin? Kenapa kau tidak bicara tentang Ma Rin sedikitpun? Sebaiknya kita tidak membicarakan itu dulu."


Ma Rin bertemu dengan ayahnya seperti yang sudah diduga. Ma Rin tidak ada di sini. Lagi-lagi aku selamat seorang diri. Untungnya... kalau aku berhasil kembali ke masaku, aku masih bisa bertemu Ma Rin. Masalahnya adalah aku tidak bisa kembali. Ma Rin hanya punya beberapa hari yang tersisa sekarang.


Ma Rin menemukan ada yang aneh dengan matanya. Ia melihat lukisan yang jelas-jelas lurus menjadi miring tapi kalau ia memiringkan kepalanya lukisannya malah terlihat lurus.


Ia pun mengadukan hal itu pada So Ri. Tapi So Ri tidak terlalu menanggapi karena ia sedang asik dengan sesuatu yang benar-benar sebuah misteri.

"Para penjelajah waktu sepertinya memang ada. Ini benar-benar gila." Kata So Ri.

"Penjelajah waktu? Apa di suatu tempat ada penjelajah waktu?" Ma Rin terlihat antusias.

"Ini benar-benar berita besar. Aku biasanya tidak percaya pada hal-hal semacam ini. Kau tidak bisa menjelaskan ini kecuali penjelajah waktu itu memang ada."

"Apa ada fotonya? Pria atau wanita?"

"Sepertinya wanita. Namanya Kkot Soon."

"Kkot Soon?!"

"Dia menggunakan ID Kkot Soon dan menuliskan banyak prediksi di sini. Semuanya benar. Kebakaran, gempa bumi, tsunami.. Dia memprediksi semuanya."


Ma Rin merebut ponsel So Ri saking semangatnya, tapi ternyata hanya Sekretaris Hwang yang sedang melakukan siaran online membahas hal-hal dari masa depan yang ia unggah di internet dulu.

"Pemirsa, apa kalian pernah mendengar soal Kkot Soon? Dia itu seperti Nostradamus (Peramal populer abad ke-16) yang masih hidup. Atau seseorang yang kerasukan arwahnya Nostradamus. Dia sangat terkenal di internet. Aku yakin, Kkot Soon itu adalah seorang penjelajah waktu. Itu adalah pendapatku."
Ma Rin terkejut, ngapain Sek. Hwang melakukan hal semacam itu. Ia pun mengembalikan ponselnya Se Young, ngapain juga nonton siaran kekanakan begitu. So Ri menjelaskan semua yang ditulis Kkot Soon benar-benar terjadi.

"Aku yakin semua itu bohong." Tegas Ma Rin tapi So Ri tetap kekeh.

"Kau tahu Ohri Ramen? Itu sempat populer selama beberapa waktu. Setahun sebelum ramennya dirilis, dia mengunggah fotonya di sebuah situs. Satu-satunya yang bisa menjelaskan ini semua adalah dia membawanya dari masa depan."

"Orang-orang yang bisa menemukan hal-hal semacam itulah yang sebenarnya hebat. Ada banyak komentar di sana-sini dan mereka masih bisa menemukannya." Gerutu Ma Rin.

"Belakangan dia sudah tidak pernah menulis komentar lagi. Orang-orang bilang, sekarang Kkot Soon sudah kembali ke masa depan. Mereka minta diberika nomor lotere, dan fotokopi ujian masuk universitas. Semua orang jadi gila dan tahunya hanya meminta saja."

"Kerja sajalah sana." Bentak Ma Rin.

"Jangan meremehkan Kkot Soon. Dia berbeda levelnya dengan kita."


Di kantor, Sekretaris Hwang juga menonton acaranya sendiri. Ia tidak menyangka akan lebih terkenal dari Psy. Semua itu berkat kekuatan Kkot Soon.


Direktur Wang datang terlambat dan tampak sangat lelah. Direktur Wang menjelaskan kalau ia makan malam sampai larut kemarin.

"Dengan siapa? Tidak ada rekan bisnis yang membayarimu makan, 'kan?" Tanya Sek. Hwang curiga.

"Aku yang bayar sendiri, oke? Aku yang bayar."

"Anda tidak membayar dan mencoba melobi klien, 'kan?"

"Aku pergi makan dengan seorang teman lama dari sekolahku dulu."

"Setiap pagi, Anda selalu kelihatan lelah."

"Oh, omelan itu. Hei, aku ada rapat, jadi keluar sajalah."

"Saya yang akan ambil bagian dalam rapat."

Direktur Wang melotot. Sek. Hwang semakin curiga, ada apa ini? Apa ada sesuatu dalam rapatnya yang tak boleh ia dengar?

Direktur Wang capek dengan segala kecurigaan Sek. Hwang itu. Ia menegaskan bahwa dirinya itu Wang Jong Chul  yang sekarang mengetuai perusahaan ini. Tapi haruskah ia mendengar omelan Sek. Hwang dan menerima segala prasangka?

"Direktur, Direktur. Ini adalah tugas saya untuk mengatakan hal-hal semacam itu, agar Anda tetap berjalan di jalan yang benar."

"Hei, singkirkan traumamu pada Kim Yong Jin itu. Kenapa kau melimpahkan semuanya padaku."

Mendnegar nama Young Jin disebut-sebut, trauma Sek. Hwang kambuh, ia sampai gemetar dan lani-lain lebay deh pokoknya sampai membuat Direktur wang bingung.


Ma Rin melihat komentar di internet tentang Kkot Soon. Ia tidak tahu hal semacam ini akan terjadi. Apa yang harus ia lakukan? Bagaimana kalau ditangkap karena ini?

Kilas Balik...


Ma Rin memposting di internet soal apartemen yang akan terbakar karena selimut listrik, ia merasa harus memperingatkan orang-orang.

"Apa yang kau pikirkan? Jangan menulis macam-macam. Siapa yang akan memercayaimu? Setelah kebarakan terjadi, mereka bisa saja mencarimu dan membakarmu. Apa yang akan kau lakukan nanti?" Larang So Joon.

"Tetap saja, bagaimana bisa aku pura-pura tidak tahu? Satu gedung akan terbakar."

"Jangan cemaskan orang lain. Kau bilang kau mau fokus pada kita dan hidup dengan baik."


So Joon merebut laptop Ma Rin, kalau Ma Rin terus melibatkan diri dengan hidup orang lain, tidak akan ada habisnya. Mereka jadi saling merebutkan laptop dan Ma Rin malah jatuh diatas So Joon.

Ma Rin baru menyadari, So Joon pasti kesulitan karena harus berpura-pura tidak tahu selama ini. So Joon memiliki semua rahasia di dunia ini, So Joon  pasti merasa sangat frustasi.

"Apa yang kau lakukan? Kau berat, tahu."

"Aku sedang mendengarkan."


Ma Rin menanggapi seolah ia mendengar kata hati So Joon. So Joon penasaran, apa yang dikatakan hatinya.

"Dia bilang kadang dia merasa sedih dan kesepian. Sekarang, katanya karena ada aku dia baik-baik saja."

"Apa?"

"Dia bilang jangan pernah tinggalkan dia sendiri. Dia benar-benar manja, mirip dengan Song Ma Rin. Kau bilang kau mencintaiku?"

"Soal yang itu, kau benar."

Kilas Balik selesai...



Ma Rin sedih mengingatnya.


Tapi tiap kali Ma Rin bersama Se Young dan Ki Doong ia selalu tertawa lepas. Kali ini mereka membahas soal Kkot Soon.

"Kau tahu seberapa inginnya aku membertahu semua orang kalau aku yang melakukannya?"

"Aku tahu betul bagaimana perasaanmu. Kau tidak bisa memberitahu siapapun. Ini benar-benar melelahkan." Sahut Ki Doong.

"Kau kan bisa beritahu aku. Kenapa kau tidak melakukannya?" Usul Se Young.

"Aku tidak bisa. So Joon harusnya ada di sini untuk melihat semua ini."

Semua terdiam gara-gara Ki Doong menyebut So Joon.


Ma Rin kembali membuka pembicaraan, seandainya saja So Joon tahu ia melulis semua itu, pasti sudah memarahinya habis-habisan. Lagipula, ia sudah tidak tahu apa-apa lagi soal masa depan, jadi ia tidak bisa membuat masalah lebih banyak meskipun ia ingin melakukannya. Hal itu membuat Se Young dan Ki Doong kembali tersenyum.

"Astaga, benar-benar deh. Semua orang di internet sekarang sedang mencari-cari Kkot Soon. Aku tidak bisa memberitahukan identitasku yang sebenarnya. Ini sudah terlalu menyulitkan untukku." Lanjut Ma Rin.

Se Young megibah topik, menanyakan bagaimana perasaan Ma Rin tentang pameran pertamanya, apa merasa gugup? Ma Rin menjawab kalau ia merasa senang.

"Oh, lihatlah kesombongannya." Goda Ki Doong dan Se Young bersamaan.

"Sejujurnya aku jadi memikirkan banyak hal soal So Joon. Aku bertanya-tanya apakah tidak masalah, kalau sekarang aku bisa bahagia sendiri. Aku ingin diselamati oleh So Joon. So Joon akan senang kalau tahu. Rasanya gelisah sekali."

Ki Doong lalu mengajak semua untuk bersulang menyelamati Ma Rin. 


Ma Rin yang membayar untuk mereka. Sebagai gantinya Ki Doong ingin mengantar Ma Rin tapi Ma Rin menolaknya.


Ma Rin berjalan menuju minimarket membeli bir, ia melihat pasangan yang membayar di kasir dan ia kelihatan iri melihat mereka berdua.


Sementara itu dimasa depan, So Joon terus mencoba kembali ke masanya tapi ia masih saja gagal.


Di rumah, Ma Rin kesepian, temannya hanya guk-guk. Ia berbicara dengannya dan mengajaknya bermain.


Di masa depan, So Joon curhat pada Ki Doong soal dirinya yang sepertinya tidak bisa kembali. Kalaupun ia berhasil hari ini, batas waktunya tinggal besok. Setelahnya, semua akan berakhir.

"So Joon-ah, aku harusnya tidak mengatakan ini. Tidak bisakah kau terima saja kenyataan dan hidup saja di sini? Bagaimana kalau kau kembali dan kau tetap tak bisa menyelamatkan Ma Rin? Bisakah kau menerima semua itu dan meneruskan hidupmu?"

"Bisa kau mengatakan hal itu kalau semua ini menimpa Se Young?"

Ki Doong langsung minta maaf.


Hanya ada dua hari yang tersisa. Setelah dua hari, So Joon tidak akan pernah bertemu dengan Ma Rin lagi. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan.

"Sampai akhir... dia pasti merasa sangat kesepian."

"Ya. Dia bilang dia banyak memikirkanmu. Dia baru saja mengadakan pameran pertamanya waktu itu."

"Apakah ini karena aku kurang sehat? Atau... karena aku sudah terlalu lama berada di sini?"

"Ini bukan sesuatu yang bisa kau atasi sendiri."

"Jadi haruskah aku tinggal di sini seorang diri? Rumahku di sana. Aku seharusnya ada di sana dengan Ma Rin."


Kalaupun So Joon hanya bisa bersama Ma Rin satu atau dua jam saja. Andai ia bisa melihatnya selama 10 menit saja, ia akan tetap kembali. So Joon pun menangis.


Ma Rin menulis email, ia memutuskan untuk mengirimnya ke tahun 2022.


Di masa depan, So Joon mendapat notifikasi email baru, ia langsung membukanya di laptop.


Kau masih hidup atau sudah mati? Aku agak mabuk. Apakah berselingkuh dengan diriku di masa depan? Kalau tidak, kenapa kau tidak kembali? Kau berselingkuh denganku di masa depan, ya 'kan? Kau bilang kau mau melihat kembang api tanggal 25 Maret 2019. Acaranya lusa. Sebaiknya kau pulang selagi aku masih bicara baik-baik. Kita harus melihat kembang apinya. P.S. Apa kau begitu menyukai masa depan? Kenapa? Apakah ada mobil terbang di sana?

So Joon melihat ke meja, disana tertulis "AKU BENAR-BENAR MERINDUKANMU" yang sutulis Ma Rin saat ini dengan penuh kesedihan.


So Joon lalu membaca email Ma Rin yang dikirim sebelum hari itu, ia tak kuasa menahan tangisnya.


So Joon mengunjungi makam Ma Rin sambil membawa sebuket bunga.

"Tidak banyak yang berubah di tahun 2022. Aku masih belum bisa menyentuh langit. Semua orang pada akhirnya hanya menjadi debu. Tidak jauh berbeda dengan waktu di mana aku berasal. Aku merasa tersesat di sini. Aku merasa tidak akan bisa hidup sendirian di sini."


Disamping makam Ma Rin, ada satu lagi papan nama, SONG DOO IL (Ayah Ma Rin yang selama ini aku sebut Doo Sik).

So Joon menangis menatap keduanya.


Hari pertama pameran. Ma Rin cemas karena tidak ada seorangpun yang datang. So Ri menengkan, ia yakin mereka akan segera tiba. Ma Rin kan baru saja buka.


Tapi tiba-tiba seorang datang. Dia adalah fotografer yang dulu menolak Ma Rin. Dia menyelamati Ma Rin yang telah memenangkan penghargaan pendatang baru. Ia juga mengaku sebagai salah satu juri yang memlih Ma Rin.

"Aku ingin memastikan fotografer yang kupilih memang pantas mendapatkan penghargaannya. Makanya aku datang." Ucap Fotografer.

Sebenarnya juga ia menerima Ma Rin dulu bukan karena So Joon tapi karena Ma Rin memang benar-benar memiliki potensi.

"Kau masih merasa minder seperti dulu?"

"Aku tidak tahu." Jawab Ma Rin.

"Aku merasa terlalu bersemangat dan jadi lebai. Tapi, di akhir.. aku pikir bagus juga kau tidak jadi kerja denganku. Kau pasti sudah bertemu dengan banyak orang baik karena ini."

"Kau adalah tamu pertamaku hari ini."

"Benarkah? Aku merasa tersanjung."

"Apa?"

"Tidak apa kalau kau tidak dengar apa yang kukatakan."


Lama kelamaan studio menjadi ramai. Ada orang-orang dari Happiness dan teman0teman Ma Rin juga.


Gun Sook juga datang dan ia masih bersikap seperti biasa, tapi bedanya ia tidak serius kali ini.


Malam itu, So Joon ke stasiun dan ternyata ada perbaikan rel. So Joon nekat masuk, ia bahkan akan menyogok salah satu petugas agar diijinkan masuk tapi petugas yang lain malah datang bergerombol dan menghalanginya.


So Joon tidak menyerah dan akhirnya ia bisa menerobos para petugas itu. Ia berlari menuju lorong dan tiba-tiba menghilang membuat para petugas yang mengejarnya bingung.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...