Wednesday, March 29, 2017

Sinopsis Whisper Episode 1 Part 2

Tags

Sinopsis Whisper Episode 1 Part 2

Sumber Gambar dan Konten dari SBS



Presdir Choi tersenyum menang melihat reaksi Dong Joon. Ia kemudian mengatakan kalau tadi dapat telepon dari ayah Dong Joon yang ingin pernikahannya diadakan pertengahan Mei agar dia bisa membujuk Dong Joon.

"Kenapa... Kenapa Anda ingin saya?" Tanya Dong Joon.

Presdir Choi menyuruh Dong Joon duduk terlebih dahulu. Presdir Choi menyerahkan hasil putusan untuk kasus Shin Shin Chang Ho. Ia ingin hasil putusan sidangnya seperti yang ditulisnya itu.


Presdir Choi menambahkan, Dong Joon hanya cukup mengetuk palu saja. Dong Joon geram, apa karena itu Presdir Choi memerlukannya

"Anda pikir Anda bisa menyogok hasil putusan saya? Saya bukan orang seperti itu." Bentak Dong Joon.

"Jangan melebih-lebihkan diri sendiri. Kau tidak akan bisa diangkat kembali. Hakim Lee Dong Joon. Keadaanmu sekarang sudah terjepit. Manfaatkanlah kasus Shin Chang Ho ini sebagai batu loncatan."


Dalam perjalannya keluar, Dong Joon disapa Tae Gon yang merasa senang bisa bertemu dengannya lagi setelah lama tak jumpa.

"Kalau begitu sampai bertemu lagi di tahun-tahun berikutnya. Song Tae Gon-ssi." Jawab Dong Joon tanpa berhenti jalan.


Dong Joon menyodirkan surat pernyataan kosong pada ayahnya. Ia ingin ayahnya menulis surat pernyataan telah bertemu Hakim MA dan apa yang dibicarakan saat itu, sebelum ia membacakan putusan untuk menantu Hakim MA.

"Sekarang saya butuh bantuan Anda sebagai ayahku. Ayah."


Young Joo ditemani Hyun Soo mendatangi TKP. Hyun Soo berkata kalau orang tuanya sudah khawatir dengan calon menantunya. Orang tuanya khawatir apa Young Joo makan teratu atau apa Young Joo sedang sakit atau tidak.

Young Joo berterimakasih karena Hyun Soo sudah berbohong. Sebenarnya ibu Hyun Soo datang menemuinya, Ayah Hyun Soo berharap akan naik jabatan jadi kepala sekolah, tapi ibu Hyun Soo bilang hubungan mereka akan menghalangi ayah Hyun Soo karena ayahnya jadi tersangka pembunuhan.

"Ibumu menyuruhku berpisah denganmu."

Young Joo melanjutkan, ia meminta Hyun Soo menunggunya di gedung pernikahan. Akan ia pastikan aku akan masuk ke gedung pernikahan sambil memegang lengan ayahnya.

Young Joo memandang sungai di depan mereka, saat hari kejadian turun hujan lebat. Ponsel ayahnya juga pasti sudah terbawa arus.

"Wilayah ini luasnya 3 hektar dan ada 7.000 pohon. Tidak mungkin kita berdua..." Jelas Hyun Soo yang dipotong Young Joo.

"Aku pasti akan menemukan ponselnya. Orang yang paling membutuhkan ponsel itu mungkin akan menemukannya."


Direktur Lee mengatakan ada rumor kalau dokternya Presiden akan segera diganti. Kepala Sekretaris dan kepala lainnya di Istana Presiden memihak Presdir Choi. Jadi Direktur Lee menyuruh Dong Joon untuk menikah saja, Jika Dong Joon menjadi anggota keluarga Choi para VIP akan menjadi pasiennya.

"Dia mempromosikan privatisasi pelayanan kesehatan dan perencanaan bantuan medis. Kau juga nanti tahu sendiri rinciannya." Lanjut Direktur Lee.

"Ayah."

"Aku butuh anak yang bisa melakukannya, Dong Joon-ah." Jawab Direktur Lee sambil menyerahkan surat pernyataan kosong itu kembali pada Dong Joon.


Orang-orang suruhan Taebaek mencari ponsel di TKP dan mereka berhasil menemukannya. Semua orang bersorak gembira. Mereka lalu memberikan ponsel itu pada bos mereka.


Tak jauh dari sana Young Joo dan Hyun Soo mengawasi. Dan mereka mengikuti iring-iringan orang-orang itu.


Saat di perlintasan kereta, Young Joo memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi dan mendorong mobil yang ditumpangi bos menerobos pintu penghalang. Semua anak buah si bos panik melihat hal itu.


Young Joo dan Hyun Soo keluar dari mobil dan menghajar dua orang di mobil si bos. Bos adalah sasaran terakhir dan Young Joo berhasil mengambil ponsel itu walaupun dengan pertarungan yang tidak mudah.


Saat Young Joo sibuk bergelut dengan si bos, Hyun Soo menyiapkan mobil dan kahirnya mereka bisa kabur walaupun para anak buah bos menghalangi.


Dong Joon datang ke RSJ ibunya. Ibunya bertanya, layanan Kesehatan Nasional datang lagi buat inspeksi, ya?

"Saya sudah memberitahu Anda, Direktur.Anda juga harus beli obat yang lain. Sediaan obat yang diasuransikan memang membuat pasien senang, tapi kami malah diinterogasi karena memasang biaya pengobatan yang berlebih." Protes pegawai yang sedang membaca dokumen-dokumen.


Dong Joon menyampaikan kalau ia mampir ke layanan Kesehatan Nasional sebelum kesana. Ibunya nampak tidak setuju. Dong Joon menenangkan, ia tidak kesana sebagai hakim kok, hanya ingin tahu apakah itu bentuk kejahatan membantu mengurangi biaya pengobatan untuk orang tua yang hidup bahagia karena memberikan uang saku pada cucu mereka, sementara hidup menumpang dari dana bantuan dan dana kesehatan. Ia kesana sebagai warga negara.

"Jadi apa tanggapan mereka?"

"Tentu saja, mereka tidak menanggapi. Jadi, tidak akan ada inspeksi kesini."

Semua orang senang mendengarnya, lalu ibunya mengajaknya keluar. 


Ibu sudah memasang wallpaper baru di kamar Dong Joon. Ibu selalu khawatir Dong Joon tinggal di apartemen dekat pengadilan karena membayar tagihan pemanas, dan mengurus makanan ya sendiri. Jika Ibu tinggal dengannya...

Dong Joon menyela, ia takkan pindah kesana. Besok ia akan menemui personil komite. Jika ia bisa membela diri setelah mempertahankan banding berdasarkan putusannya selama sepuluh tahun terakhir...


"Ayahmu tadi telepon. Dia bilang kau pasti nanti sulit membela diri." Sela ibu. "Dia juga bicara soal pernikahanmu. Pasti keluarga calon istrimu orang berkuasa."

"Ibu. Aku..."

"Ibu sudah bilang pada ayahmu kalau Ibu bersyukur karena anakku tidak tumbuh dewasa seperti ayahnya. Kenapa kau tidak membuka kantor sendiri saja dekat sini? Biar kau bisa selalu makan hidangan Ibu dan kita hidup bersama."

Dong Joon hanya tersenyum.


Sidang pembelaan Dong Joon atas diskualifikasinya dari Pengangkatan Kembali Dimulai. Hakim MA yang menjadi ketuanya. Ia menanyakan dokumen pembelaan diri yang belum diserahkan Dong Joon, apa mau menyerahkannya sekarang?

"Saya tidak akan menyerahkan dokumen apapun dan tidak akan membela diri." Jawab Dong Joon.

"Kau diam artinya bisa dianggap kau menerima tuduhan tersebut. Apa ini artinya kau menerima kalau kau akan didiskualifikasi?"

"Saya tidak akan menerima kenyataan bahwa saya harus diadili oleh orang-orang yang seharusnya duduk di kursi yang saya duduki ini. Anggota keluarga dan teman dekat dari Anda sekalian pernah diadili oleh saya di persidangan. Ada juga diantara mereka yang menunggu persidangan kedua mereka. Jika saya harus melepas jubah saya dan mengundurkan diri sebagai hakim, saya akan pastikan untuk muncul di pengadilan sebagai saksi di persidangan kedua.

Saya akan bersaksi melawan Pengacara Lee bahwa saya menutupi penggelapan pajaknya. Presedir Bae, apa yang Anda tawarkan waktu itu kalau saya akan menutupi korupsi yang Anda lakukan atas masuknya putri Anda ke perguruan tinggi? Saya akan memberikan kesaksiannya sekarang."


Hakim MA menegur karena Dong Joon sudah mengancam anggota komite. Tapi Dong Joon tidak peduli, entah dirinya akan berada di bangku hakim atau dipanggil sebagai saksi di persidangan para anggota komite, ia serahkan semuanya pada para anggota komite.

"Jika kau ditahan, apa menurutmu orang akan percaya dengan kesaksianmu di pengadilan? Dan kau juga sudah tertangkap basah mencoba menutupi biaya pengobatan berlebihan yang dilakukan oleh RSJ ibumu. Kau juga pernah mengunjungi Layanan Kesehatan Nasional. Kau memaksa karyawan di sana dengan kekuasaanmu sebagai hakim." Hakim MA membalikkan keadaan.

Dong Joon membela diri, ia tidak memaksa mereka, hanya melakukan penyelidikan kesana, hanya ingin memberikan fasilitas lebih kepada pasien miskin.

Hakim MA merasa itu alasan cukup baik, namun ia ragu kalau alasan itu akan diterima di pengadilan. Lalu ia menyampaikan putusannya,

"Segera setelah kau dikecualikan dari pengangkatan kembali, kau akan diserahkan oleh pihak kejaksaan. Kau akan menjadi pejabat publik yang pertama kalinya dikenakan undang-undang korupsi dan suap menyuap. Hakim Lee Dong Joon! Anda akan dikenang sebagai aib bagi dunia kehakiman."

Dong Joon berkaca-kaca mendengarnya.


Dong Joon keluar gedung Konstitusi dengan langkah berat, ia terdiam sejenak disana sampai Young Joo menelfonnya mengajak bertemu.

Young Joo memutar rekaman pembicaraan ayahnya di telfon bersama Kim Sung Sik pada detik-detik Sung Sik ditabrak.

"Kau butuh bukti yang lain? Apa kau perlu lebih banyak bukti kalau ayahku tidak bersama korban pada saat kematiannya?"


Dong Joon tidak menjawabnya karena ada telfon dari Presdir Choi.

Presidr Choi mengatakan kalau Ketua MAhkamah Agung sudah memastikan dikeluarkannya Dong Joon dari depertemen kehakiman. Memang Presdir Choi tidak bisa membantu Dong Joon agar tidak dipecat, tapi ia bisa membantu Dong Joon agartidak dipenjara.

"Terdakwa Shin Chang Ho, ini akan jadi sidang pertamanya. Dan akan ada sidang ulang lagi baginya dan sidang lagi setelahnya." Ucap Presdir Choi dan saat itu Dong Joon menatap ke luar, ada bus yang membawa para napi, ia melihat dirinya sendiri di dalam bis itu.


Dong Joon mengingat kembali kata-kata  Hakim MA bahwa dirinya akan dikenang sebagai aib badi dunia peradilan. Dan dirinya yang di dalam bis itu mengangguk padanya dua kali. Dong Joon dengan berat hati menjawab Presdir Choi kalau ia akan melakukan apa yang diperintahkan presdir Choi.

Telfon diputus dan Dong Joon melihat bayangan dirinya kembali menangguk, lalu hilang.


Young Joo percaya pada Dong Joon ketika Dong Joon bilang hanya percaya bukti nyata.


Dong Joon membacakan putusannya pada sidang terakhir ayah Young Joo.

"Terdakwa, Shin Chang Ho pada pagi hari 13 Februari 2017 telah didakwa atas tuduhan pembunuhan Kim Sung Sik. Kejaksaan menuntutnya atas tindakan pembunuhan menurut Pasal 250, ayat 1 KUHP."


Dong Joon berhenti sejenak, sementara Young Joo dan ayahnya berpandangan. Young Joo tersenyum pada ayahnya. Tapi kalimat selanjutnya yang dibacakan Dong Joon membuat mereka tercengang,

"Namun, tim kuasa hukum Terdakwa membantah dia ada di sana pada saat kematian korban, dan memohon bahwa dia tidak bersalah. Namun, tidak ada bukti yang mendukung klaim terdakwa. Dan utangnya kepada Kim Sung Sik menunjukkan bahwa dia punya motif yang cukup untuk membunuhnya. Dengan ini, saya menuntut Saudara Terdakwa, Shin Chang Ho atas pembunuhan dan melakukan upaya pembuangan mayat dan menghukumnya 15 tahun penjara."


Young Joo berdiri saat Dong Joon mengetuk palu. Dan sebelum ketukan terakhir, Dong Joon jeda sejenak untuk menatap Young Joo tapi pada akhirnya ia tetap mengetuk palu itu. Young Joo menatap ayahnya sedih, lalu beralih menatap Dong Joon dengan bibir bergetar menahan tangis kekesalan.


Dong Joon memberikan ponsel itu pada Presdir Choi. Memorinya langsung dikeluarkan dan guyur spirtus. Presdir Choi berkata tidak akan menerima uang mahar atau menerima bunga saat pernikahan nanti. Sebuah pernikahan glamor akan membuat masyarakat merasa dirampas. Jadi mereka harus menjauhkan mereka dari hal-hal yang membuat mereka merasa ditinggalkan.

"Itulah yang akan kau lakukan dari sekarang. Kau tidak perlu keluar kota. Kau bisa tinggal di rumahku dan aku akan mengajarimu banyak hal. Direktur Lee... Ah, Besanku pasti senang. Dia akan menjadi dokter VIP."


Presdir Choi menyalakan korek api. Ia menyuruh Dong Joon melupakan semua kehidupan masa lalunya , Kenangannya dan semua catatannya.

Dong Joon pun mengambil korek itu dan menyulutkannya pada kartu memori yang telah diguyur spirtus.


Young Joo disidang karena telah membocorkan rekaman penyelidikan kepada publik dan telah menyerang seorang warga biasa, serta mengancam mereka untuk mengambil barang bukti.

"Saya sudah mendapatkan ponselnya. Warga biasa yang Anda sebut tadi menyimpan ponsel ayah saya..." bela Young Joo.

"Tidak ada catatan bahwa Anda menyerahkan bukti tersebut ke polisi, jaksa, atau pengadilan."

"Kepala Seksi Park Hyun Soo saat itu ada di sana bersama saya. Dia ada di sana."


Tapi Hyun Soo menghianatinya. Hyun Soo membenarkan kalau dirinya ada disana dan sudah berusaha untuk mencegah Young Joo melakukan penyelidikan sembrono tapi ia gagal. Ia minta maaf.

"Letnan Park Hyun Soo akan ikenakan potongan gaji selama tiga bulan. Dan Letnan Shin Young Joo akan diberhentikan." Putusan sidang.

Young Joo menatap Hyun Soo berkaca-kaca dan Hyun Soo sama sekali tidak balas menatapnya.


Young Joo membereskan barang-barangnya. Hyun Soo ada disana , Young Joo berkata kalau Hyun Soo harus menjalani hidupnya sendirian.

"Tidak akan ada yang berubah walaupun tadi aku bersaksi kita mendapatkan ponselnya. Aku tidak bisa dipecat..." Jelas Hyun Soo yang dipotong Young Joo.

"Apa kau hanya mengharapkan kebahagiaan selama kau hidup? Kupikir kau akan... menangis bersama denganku, Hyun Soo."

"Maaf."

"Kita sudah berteman selama lima tahun. Dan juga kita sudah menjadi sepasang kekasih selama lima tahun. Bukankah menurutmu kata "maaf" itu terlalu sederhana??"


Young Joo meninggalkan jantor dengan perasaan campur aduk.


Saat ia tiba di rumah, ibunya sedang ,elihat-lihat foto masa kecil Young Joo. Saat Young Joo lulus SMP banyak orang yang memberi hadiah. Ibunya waktu itu memegang penghargaan yang Young Joo raih, sementara ayahnya memegang penghargaan inspektur.

"Jajangmyeon waktu itu, dulu harganya 1500 won. Dulu... ini 15 tahun yang lalu. Sungguh waktu sudah banyak berlalu."

"Ibu." Panggil Hyun Joo sambil mendekati ibunya.

"Gadis kecil ini akan menjadi seusiamu pada saat ayahmu dibebaskan dari penjara."

Young Joo lalu melihat koran dimeja, soal Dong Joon yang akan menikah dengan putri Presdir Taebaek. Ia teringat kalau Taebeak bertanggung jawab atas semua kasus korupsi industri keamanan.

"Apa yang harus kita lakukan? Ayahmu bagaimana?" Tangis ibunya.


Young Joo lalu melihat koran dimeja, soal Dong Joon yang akan menikah dengan putri Presdir Taebaek. Ia teringat kalau Taebeak bertanggung jawab atas semua kasus korupsi industri keamanan.

"Apa yang harus kita lakukan? Ayahmu bagaimana?" Tangis ibunya.


Young Joo memilih masuk ke kamarnya sambil meremas koran itu dan menangis tanpa sura. Sementara itu di luar ibunya terus menangis,

"Young Joo-ya. Jemput ayahmu. Ajak pulang ayahmu. Kau itu polisi. Jika kau tidak bisa, mintalah bantuan pada Hyun Soo. Siapa yang menjebak ayahmu ini? Perbuatan siapa ini? Kenapa mereka tega melakukannya pada ayahmu? Bagaimana ini? Kenapa ini bisa terjadi padanya?"

Young Joo berhenti menangis dan ia melihat kembali foto Dong Joon di koran itu lalu meremasnya lagi dengan kesal.


Dong Joon minum-minum dengan rekannya. Salah satu dari mereka meminta Dong Joon mencarikannya pekerjaan di Taebaek. Yang lain lalu menyuruh Dong Joon mengucapkan kata jangan minum dendirian. 

"Kalian harusnya daritadi melakukannya. Terima kasih, Hakim Kim Hae Kyung. Kau tidak menandatangani dokumen untuk pengangkatan kembalinya diriku. Semua itu gara-gara kau dan aku akan segera menikah. Jaksa Cho Ki Young, Kau menyelidikiku atas kasus korupsi dan suap menyuap. Gara-gara kau, aku akan menikah. Jaksa Kang Tae Hoon."

Untuk mencairkan suasana mereka mengajak bersulang untuk kesuksesan mereka semua.


Dong Joon mabuk berat karena kebanyakan minum, teman-temannya membopongnya masuk ke dalam mobil yang sudah ditunggu supir pengganti. Tapi kayaknya, supir itu tidak asing.


Paginya, Dong Joon terbangun karena suara ponsel. Dong Joon mengangkatnya dan ternyata itu dari ibunya. Ibunya mengingatkan pernikahan Dong Joon utu jam 11. Dong Joon melihat jam (setengah tujuh), lalu ia bangun.


Dong Joon heran melihat pakaiannya berserakan di lantai, lalu ia melihat TV yang ternyata acaranya aneh. Ibu menanyakan dimana Dong Joon soalnya tidak ada di apartemennya. Dong Joon menemukan remote TV, ia berkata pada ibunya kalau ia harus ke salon jam 8, nanti aku akan ke aula pernikahan...


Dong Joon siap mematikan TV tapi ia terbelalak saat melihat TV menampilkan video dirinya yang tenagh berhubungan dengan seorang wanita. Lalu Young Joo keluar dari kamar mandi. 

Dong Joon kembali terkejut, sementara itu di telfon ibunya terus bicara,

"Para pasien di RSJ ingin menyanyi di pernikahanmu. Sulit sekali mencegah mereka. Ibu juga mau ke salon bersama nenekmu."

Dong Joon bilang mengerti dan segera menutup telfon.


"Selamat atas pernikahanmu. Hakim Lee Dong Joon."


Dong Joon kembali melihat TV dan sekarang wajah wanita itu terlihat jelas, dia adalah Young Joo.

" "Seorang hakim memperk*sa seorang putri terdakwa yang meminta bantuannya". Bagaimana menurutmu? Menurutmu apa yang akan terjadi pada si hakim?"


"Shin Young Joo-ssi."

"Tutup mulutmu! Aku harus membebaskan ayahku. Hakim Lee Dong Joon."

****

Aku menulis sinopsis ini bersama dengan Mbak Lilik di Sinopsisdrama.net jadi untuk episode genap bisa langsung kunjungi blog-nya mbak... Selamat membaca~^^

1 komentar so far

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...