Tuesday, April 4, 2017

Sinopsis Whisper Episode 3 Part 1

Tags

Sinopsis Whisper Episode 3 Part 1

Sumber Gambar dan Konten dari SBS

Ringkasan Episode Sebelumnya:
Seorang hakim yang berkeyakinan kuat, Lee Dong Joon memilih mengeluarkan putusan yang salah hanya untuk menyelamatkan dirinya dan menghindari hukuman penjara. Dia kemudian menjadi menantu CEO Firma Hukum Taebaek.

Detektif Shin Young Joo demi membebaskan ayahnya yang dijebak, dia merekam dirinya bersama dengan Lee Dong Joon. Dia mengungkapkan satu frame rekaman sehari dan mulai menekan Dong Joon untuk membebaskan ayahnya.

Sementara itu, Lee Dong Joon mengetahui bahwa istrinya, Choi Soo Yeon, ternyata berada di TKP pembunuhan Kim Sung Sik.


Tamu Sang Goo akhirnya datang, ia adalah Kang Jung Il. Sang Goo kecewa, padahal ia berharap teman yang datang tapi malah seorang musuh yang muncul. Jung Il hanya menanggapi dengan senyum tipis.

Ponsel Sang Goo berbunyi, ia melihat siapa si penelfon lalu berkata pada Jung Il kalau bukan Jung Il lah orang yang seharusnya ia temui hari ini. Jung Il menjawabnya sambil duduk, ia tidak ingin menyakiti seorang teman baru yang jarang ia temui.


Sang Goo mengangkat ponselnya. Pelayan datang membawakan minuman dan Sang Goo melihat pelayan itu gemetar saat meletakkan cangkir di meja. Ternyata yang menelfon Sang Goo adalah Soo Yeon.

"Jangan katakan apapun. Bahkan jangan menjawabku. Ini adalah jebakan!"

Sang Goo mengerti, lalu menutup telfon.


Sang Goo menarik paksa tangan si pelayan, memaksa si pelayan mengatakan siapa yang menjebaknya. Ia bahkan menekuk pergelangan tangan si pelayan supaya mengaku. Pelayan itu pun melihat ke arah kamera.

Sang Goo melepaskan tangan pelayan itu dan pelayan buru-biri pergi setelahnya. Sang Goo minum lalu melemparkan minuman itu beserta wadahnya ke kamera. Young Joo mendesah, rencananya gagal.


Sebelum pergi, Sang Goo bicara dengan Jung Il. Ia mengotori tangannya untuk Taebaek, sekarang ia ingin tahu siapa yang memiliki punggungnya. Ia akan mematuhi siapapun yang mau membantunya. Jung Il kembali tersenyum tapi kali ini setelah Sang Goo pergi.


Jung Il juga keluar tak lama setelah Sang Goo. Young Joo mengenali Jung Il yang merupakan Merger Perusahaan dan Akuisisi di Taebaek.


Dong Joon mendapat telfon dari Soo Yeon. 

"Kata orang, jika kalian saling berbagi rahasia, maka kalian jadi berteman. Jadi, menurutku itu artinya kau dan aku jadi lebih dekat, Lee Dong Joon." Kata Soo Yeon.


Dong Joon menemui Soo Yeon di lokasi pemancingan (TKP). Soo Yeon kira tidak ada yang harus mereka bicarakan tapi sekarang sepertinya ada banyak yang harus mereka bicarakan. Dong Joon bertanya, bagaimana Soo Yeon bisa terlibat kasus pembunuhan Reporter Kim. Apa Soo Yeon hanya memerintahkan atau bahkan yang membunuhnya sendiri?

" "Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus, kita sekarang penuh keberanian masuk e dalam tempat kudus. Ibrani Pasal 10 Ayat 19". " Jawab Soo Yeon

Soo Yeon menunjuk sungai, Dong Joon bisa masuk Taebaek berkat darah Reporter Kim yang tertumpah. 


Dong Joon mengingatkan, seseorang meninggal dan itu tepat di depan mereka. Soo Yeon tersenyum, mengingatkan bahwa Dong Joon jugalah yang memanipulasi persidangannya.

"Aku... tidak memiliki pilihan lain." Jawab Dong Joon. 

"Menurutku suami dan istri tumbuh serupa. Hal itu terjadi pula padaku."


Soo Yeon lalu maju beberapa langkah semakin mendekati air. Ia memberitahu kalau Jung Il saat ini sedang berusaha untuk menemukan siapa orang dibalik kematian Reporter Kim dan ia merasa lega karena Jung Il tiba disana sebelum dirinya.

"Tidak ada yang berubah. Jika aku jatuh, kau dan ayah juga akan jatuh bersamaku. Pastikan kau memegangku agar tidak jatuh, Lee Dong Joon-ssi."


CEO Choi berburu bersama Ketua Kang. Mereka memperebutkan seekor burung dan Ketua Choi yang memenangkannya. Ketua Kang menyindir CEO Choi karena itu burung ketiga mereka dan CEO Choi selalu kalah darinya.

"Kau saja tak bisa main ketapel waktu kau masih kecil. Nanti aku akan membiarkanmu makan hasil buruanku. Selama 30 tahun ini, aku membiarkanmu cari uang. Tapi itu lain cerita. Apa kau bawa belanga?"

Ketua Kang lalu menyuruh CEO Choi untuk mencari kayu bakar, soalnya kayu bakar yang dibakar CEO Choi dulu bagus sekali hasilnya. "Mari kita lihat sebagus apa... anaknya Pak Choi menebang pohon."

Setelah itu, Ketua Kang pergi duluan dengan tertawa puas.


CEO Choi mengisi senapannya dengan peluru baru dan mengarahkannya pada punggung Ketua Kang yang berjalan menjauh. Sesaat kemudian terdengar bunyi DUAR!

Ketua Kang bangun dari menunduknya lalu ia menengadah, ternyata diatasnya ada seekor burung. Ketua Kang lagi-lagi tersenyum karena CEO Kang gagal lagi menembak burung.


Young Joo membaca data diri Ketua Kang bersama Hyun Soo. Ketua Kang Yoo Taek adalah  Ketua Bogook Industries. Dia seorang produsen senjata yang juga mengoperasikan industri pertahanan. Dia satu kampung halaman dengan CEO Taebaek, Choi Il Hwan.

"Mereka juga satu SMA. Sama seperti kita." Imbuh Hyun Soo.


Young Joo hanya menataonya lalu melanjutkan membaca. Bogook Industries telah terlibat dengan strategi pertahanan nasional seperti Operasi Yulgok dan Baekdu dan Firma Hukum Taebaek menjadi tim kuasa hukum mereka.

"Reporter Kim Sung Sik punya bukti berkas yang dapat mengungkapkan korupsi terkait proyek rompi anti peluru. Jadi mungkin karena itu Kang Yoo Taek mencegah berkas itu terungkap. Putra dari Ketua Kang Yoo Taek dari Bogook Industries adalah Pengacara Kang Jung Il." Lanjut Young Joo sambil manggut-manggit mengerti.


Soo Yeon mengakui, ia memang terlibat dengan proyek rompi anti peluru. Tapi berkas-berkas proyek itu bocor ke orang lain. Karena itu, mereka menyuruh Baek Sang Goo membereskannya. Karena sepertinya Baek Sang Goo orang yang suka membereskan masalah. Tapi dia terlalu banyak minta imbalan.

Soo Yeon membenahi dasi Dong Joon sambi bertanya siapa orang yang memberitahu Dong Joon kalau Baek Sang Goo akan datang ke tempat itu. Tapi Dong Joon hanya diam saja.

"Orang itu mungkin menyelidiki soal kematian Kim Sung Sik. Apa temanmu? Atau seseorang yang tidak bisa jadi temanmu?"Lanjut Soo Yeon.

Dong Joon masih diam saja, Soo Yeon belum menyerah. Ia memegang kedua lengan Dong Joon, "Beritahu aku. Siapa bayangan itu yang mengikutimu?"

Dong Joon melepaskan tangan Soo Yeon, ia menegaskan beberapa hari lagi bayangan itu akan hilang.


Young Joo buru-buru ke kantor, ia mencari data mengenai "Rompi anti peluru" tapi tidak satupun data tersedia di data perusahaan.


Ibu Young Joo kedatangan pelanggan dua orang pria yang membeli makanannya untuk disumbangkan. Ibu memberikan diskon karena itu untuk disumbangkan, jadi semuanya 200 ribu won.

Pelanggan itu mencicipi dan suka rasanya. Ia mengulurkan uang 1 juta won untuk membayarnya. Ibu tidak punya kembalian dan orang itu tidak punya kartu kredit.

"Sinikan itu. Nanti aku datang lagi." Kata orang itu.

Ibu tidak mau kehilangan pelanggan jadi ia meminta mereka menunggu sementara ia akan menukarkan uang itu.


Ternyata itu hanyalah jebakan, Dong Joon yang memerintahkan orang-orang itu untuk mencari videonya. Maka dari itu tepat setelah ivu pergi, orang-orang itu masuk ke dalam kamar Young Joo.

Sementara itu, Dong Joon menunggu di luar bersama Gi Dong. Gi Dong menunjukkan sebuah alat, katanya itu alat yang biasa digunakan kantor kejaksaan kalau sedang melakukan penyitaan. Tapi yang kejaksaan punya hanya bereaksi terhadap logam, sementara yang ia punya sudah di-upgrade hingga bereaksi terhadap kartu memori, USB dan alat penyimpanan data lainnya.


Di mini market, juga ada orang suruhan Dong Joon yang sengaja berlama-lama di depan mesin ATM untuk mengulur waktu.


Semua terjadi di luar dugaan. Young Joo pulang, sementara orang-orang Dong Joon masih mencari-cari di kamar Young Joo. Dong Joon memerintahkan Ki Dong untuk menghubungi mereka agar cepat keluar tapi mereka tidak kunjung mengangkat telfonnya.


Dong Joon tidak punya pilihan lain, ia membunyikan kalkson dan mengedipkan lampu mobil untuk mengalihkan perhatian Young Joo agar tidak masuk. Setelah Young Joo menatapnya, ia pun keluar menemui Young Joo.

"Kau meneleponku, padahal kau tak ada urusan mendesak denganku. Jadi, apa ada yang ingin kaudiskusikan denganku?" Tanya Young Joo.

Dong Joon tidak kunjung menjawab sampai akhirnya ia menemukan alasan. Ia bertanya soal Hyun Soo (yang bersama mereka tadi di depan restoran) yang sepertinya adalah seorang polisi.

"Kau sepertinya lebih takut dari sebelumnya. Mungkin itu karena kau nanti tak tertolong?" Kata Young Joo setelah berdecih.

Dong Joon melanjutkan pertanyaannya, seberapa banyak yang Hyun Soo ketahui. Young Joo mengulangi lagi, ia cuma warga negara yang butuh bantuan polisi, itu saja.

"Hanya ada satu orang yang tahu soal kau merekayasa persidangan dan apa yang kaulakukan bersamaku malam itu. Dua orang, malah. Kau dan aku."

Young Joo membicarakan masalah lain, ia sudah mencari tahu soal proyek rompi anti peluru. Tapi tidak ada nama Ketua Tim Kang Jung Il dalam dokumen kasus itu. Sepertinya Firma Hukum Taebaek tidak pernah menangani kasus itu. Apa dokumennya terhapus tau apa ada orang lain yang terlibat?

Untuk memastikannya, ia harus melihat isi komputernya Ketua Tim Kang Jung Il. Dan ia perlu Dong Joon untuk mencaritahu kode keamanan komputernya.


Orang-orang Dong Joon keluar dari kamar Young Joo dan mereka baru bisa mengangkat telfon Gi Dong. Mereka tidak menemukan apa-apa. Gi Dong membentak mereka untuk segera keluar. Mereka melihat Young Joo dan Dong Joon bicara diluar dan mereka cepat-cepat kembali ke posisi mereka tadi.


Dong Joon melihat mereka berdua sudah aman. Ia lalu menjawab permintaan Young Joo kalau tidak mudah buat mendapatkan kodenya.

"Warga negara yang bekerja sebagai reporter, apa menurutmu mudah baginya karena dia dituduh palsu atas kasus pembunuhan? Apa menurutmu mudah... bagiku menghabiskan malam denganmu? Sehari satu frame. Kau punya waktu seminggu sampai wajahmu terungkap, Pengacara Lee." Tegas Young Joo.


Ibu kembali dan Young Joo cepat-cepat pergi sebelum ibu sempat melihat wajahnya. Ibu bertanya siapa Dong Joon. Young Joo bilang bukan siapa-spa lalu mengajak Ibu masuk saja.


Dong Joon kembali di mobil. Beberapa saat kemudian, orang-orangnya keluar dari restoran. Ki Yong memberitahunya kalau orang-orang tadi tidak menemukan apapun padahal sudah mencari lewat email dan media sosialnya, tidak ada jejak kalau Young Joo menyimpannya dalam format digital.

"Jadi bagaimana sekarang?"

"Entahlah. Apa yang harus kulakukan?" Jawab Dong Joon pasrah, ia kembali mengingat tekanan dari Jung Il dan Soo Yeon.


Dong Joon menelfon ibunya dan ibunya sedang sibuk mengerjakan tugas. Sebenarnya tidak banyak pasien tapi banyak dokumen yang harus diselesaikan untuk dikirim ke pemerintah.

"Kalau aku saat itu kuliah kedokteran dan jadi dokter, aku pasti menemani Ibu sekarang di RSJ. Andai aku bisa... memutar kembali waktu. Ibu."

Dong Joon memutus telfon lalu masuk ke rumah keluarga Choi, tempat tinggalnya saat ini.


Di ruang tamu sudah ada Ibu mertuanya (Nyonya Yoon) dan istri ayahnya (Nyonya Jung). Nyonya Yoon berkata Nyonya Jung sedang menunggu Dong Joon.

"Kau kelihatan bugar hari ini." Kata Nyonya Jung pada Dong Joon, lalu ia beralih pada Nyonya Yoon "Masih banyak yang harus dia pelajari. Tolong baik-baik ajari dia."

"Terkait klinik operasi plastik itu, aku sudah bicara dengan suamiku. Oh iya. Karena itu urusan keluarga kalian, berarti Dong Joon bisa mengurusnya sendiri." Ujar Nyonya Yoon

Nyonya Jung akhirnya jujur pada Dong Joon, Tuan Lee (Ayah Dong Joon) ingin membuka klinik operasi plastik dan harus mengurusi berkas-berkas hukumnya.

"Baiklah, nanti aku cari caranya." Jawab Dong Joon.

"Masalah surat izin pembangunan kliniknya juga bermasalah. Dong Joon, kenapa tidak kau tangani kasus ini saja dan..."

"Aku akan... mempertimbangkannya." Jawab Dong Joon ketus.

CEO Choi keluar dan memanggil Dong Joon untuk keruangannya.


CEO Choi yang akan membereskan masalah keluarga Dong Joo. Ia sudah memberikan mereka 10 bantuan, dan baru dapat balasan 1 bantuan. Jadi 9 sisanya terserah Dong Joon mau diapakan.

"Harus saya apakan itu? Apa Anda ingin saya menyogok hakim serta putusannya pakai uang? Atau apa Anda ingin sku menyogok orang untuk memberikan kesaksian palsu?"

"Dong Joon-ah. Kau telah meninggalkan jabatan jaksa yang tak berkuasa dan memilih kekuasaan yang tidak adil."

"Kekuasaan... yang tidak adil?"

CEO Choi menjelaskan, besok ia akan menghadiri jamuan kedutaan AS. Lusanya, Dong Joon akan memimpin presentasi di acara seminar parlemen. Itulah yang namanya kekuasaan. Ia yakin banyak orang yang bakal iri pada Dong Joon.

Dong Joon tertawa, mereka tidak akan pernah tahu. Apa yang dialami raja hukum, CEO Choi Il Hwan karena putrinya yang gagal lulus ujian hukum. Mereka takkan pernah tahu kalau CEO Taebaek sangat takut kalau anak temannya akan merampas Taebaek dari dia. Siapa yang akan pernah tahu hal itu?


CEO Choi mengambil sebuah buku lalu membaca halaman terakhir, "Ayahnya seorang budak. Sampai larut malam, dia tidak pulang ke rumahnya."


CEO Choi mengungkap masa lalunya pada Dong Joon. Ayahnya dulu seorang budak. Anak satu-satunya kuliah di universitas hukum terbaik merupakan kebanggaan dan sukacita baginya. Majikannya adalah Ketua Kang, dan anak Ketua itu lulus ujian pakai uang. Sedangkan dirinya, anak budak lulus ujian karena otaknya.

"Lalu kami berdua mendirikan Taebaek. Kupikir mendirikan Taebaek bukan sekedar penyewaan lahan saja. Kupikir itu bentuk pemitraan. Dong Joon-ah. Ayahmu dulu ditelantarkan ibunya, dan kini menjadi dokter."

"Daepyo-nim."

"Dan aku hanyalah anak petani yang sangat kekurangan dan semua ladang kami dirampas oleh sang pemilik lahan. Kenapa kita tidak bekerja sama saja menjadi pemilik lahan? Besok, aku berangkat ke Australia. Aku akan menyiapkan rencananya. Dan kau yang harus melaksanakannya."


Ayah Young Joo terus batuk-batuk dalam tidurnya di sel tahanan.


Dokter menjelaskan pada seseorang, Kepala Petugas LaPas (Lembaga Pemasyarakatan) yang dulu mengatur beberapa penjara, kini bekerja di Firma Hukum Taebaek. Dia mungkin suatu hari nanti akan berkunjung ke Departemen Kehakiman. Dokter itu meminta bantuan orang itu untuk mengatur jadwal makan malam dengan Kepala Lapas, sebagai gantinya ia akan mengurus pengobatan Tuan Shin Chang Ho.

"Tolong cari tahu apa Shin Chang Ho dipindahkan ke penjara lain. Dia harus dipindahkan ke penjara yang jauh dari Seoul." Jawab orang itu yang ternyata adalah Dong Joon.


Young Joo mengetik dokumen dalam bahasa inggris.


Teman Jung Il main ke ruangan Jung Il dengan membawa koran berjudul "Lahan milik Pro-Jepang, Kang Byung Goo diwariskan kepada keturunannya". Si teman tidak bisa membayangkan berapa banyak uang yang akan didapatkan keturunan itu (sambil melirik Jung Il).

"Belikan aku minum. Jung Il-ah."

"Setelah lapangan golf selesai didirikan, nanti akan kujadikan kau anggota yang mengelola tempat itu." Janji Jung Il.

Jung Il lalu membahas mengenai keberangkatan CEO Choi ke Australia. Ia heran, acara yang seharusnya hanya sehari tapi CEO Choi perginya selam 4 hari.


Lalu Young Joo masuk, ia menggantikan Sekretaris Lee Sang Mi yang sedang cuti. Ia disuruh menentukan garis pokok pidato untuk acara Konferensi Internasional Ahli Hukum. Selama Jung Il mengamati dokumen yang ia berikan, Young Joo mengamati ruangan Jung Il.

"Siapa namamu?" Tanya Jung Il.

"Jo Yeon Hwa."


Dong Joon kembali ke kantor tapi ia tidak melihat Young Joo di ruangannya. Ia mengedarkan pandangan dan melihat Young Joo sedang berada di ruangan Jung Il.


Jung Il menunjukkan ada salah ketik yang dilakukan Young Joo. Young Joo membantah, setengah dari peserta nanti ada orang Inggris. Jadi ia mengubah tulisannya ke bahasa Inggris British.

Dong Joon menelfon, Young Joo mengangkatnya sebentar lalu melanjutkan penjelasannya pada Jung Il. Ia juga mengubah kalimat pendek menjadi kalimat kompleks klasik. Jadi kalau Jung Il tidak suka, ia akan...

"Mungkin para peserta akan menyukainya. Aku bisa mengerjakannya sendiri." Jawab Jung Il.

Young Joo pun undur diri. Teman Jung Il berkata, Dong Joon ternyata punya semua yang Jung Il inginkan.


Young Joo langsung menemui Dong Joon untuk menjelaskan pengamatannya tadi. Jung Il ternyata punya personel outsourcing (penyedia tenaga kerja). Jung Il punya kartu hotelnya dan punya dua ponsel. Salah satu ponselnya ponsel tak terdaftar, itu artinya dia bisa menghubungi orang yang tidak seharusnya dia hubungi. Apa itu jadi tren baru atau apa?

Young Joo lalu menagih kode keamanan komputer Jung Il pada Dong Joon.


Tapi Dong Joon malah mengeluarkan surat pemindahan Ayah Young Joo. Ia menjelaskan kalau ayah Young Joo akan dipindahkan beberapa hari lagi. 6 jam perjalanan kalau Young Joo mau mengunjunginya.

"Kau tidak bisa mengunjunginya di hari kerja. Angin laut disana sangat dingin. Dan banyak bertaburan debu kuning dan debu halus disana. Maka tempat itu takkan baik bagi kesehatannya. Terutama pada paru-parunya."

"Lee Dong Joon."

"Jika kau menghentikan tingkahmu ini, aku juga akan membatalkan pemindahannya. Dia butuh perawatan medis. Akan kuusahakan aku mengajukan pembebasan ayahmu atas dasar kesehatan ayahmu, tahun depan. Tapi dengan syarat, buatlah ayahmu mengakui tuduhan pembunuhan itu dan tariklah pengajuan bandingmu, Shin Young Joo-ssi."

Young Joo jelas menolaknya karena ayahnya tidak membunuh Reporter Kim Sung Sik, itulah yang sebenarnya. Dong Joon menimpali, iadulu hakim yang layak, itu juga kenyataannya.

"Kau telah menghancurkan ayahku."


Dong Joon membentak, ia tak mau hidupnya hancur. Dong Joon mengatakan apa yang didengarnya dari dokter. Ayah Young Joo batuk parah karena Pneumonia. Penyakit itu bisa berakibat fatal.

Dong Joo maju untuk berbisik pada Young Joo, "Ayahmu harus bertahan hidup dan begitu juga aku."


Young Joo mengunjungi ayahnya dan ayahnya masih batuk-patih. Tapi Tuan Shin mematikan ia sudah minum obat jadi akan baik-baik saja, Young Joo tidak perlu khawatir.

"Ayah. Apa Ayah mau dirawat di luar penjara? Ayo kita CT scan di rumah sakit besar saja."

"Apa orang-orang itu mengancammu?"

"Jika kita menarik pengajuan banding kita, Ayah bisa bebas dengan..."

"Lalu bagaimana dengan Sung Sik? Kita harus tetap melanjutkan sidang. Ini bukan soal membuktikan apa Ayah tidak bersalah. Tapi ini soal... menangkap mereka yang membunuh Sung Sik."

"Jika Ayah berubah pikiran..."

"Young Joo. Setiap orang terus berubah pikiran, karena itu dunia ini tidak bisa berubah. Antara setiap rekan reporter Ayah, salah seorang dari mereka menjadi direktur ruang berita dan yang lainnya menjadi pemimpin redaksi perusahaan media cetak. Mereka semua mengorbankan waktu mereka buat bekerja dalam hidup yang singkat ini. Walaupun Ayah... harus mati karena ini, Ayah ingin mati dengan telah menyelesaikan tugas pekerjaanku. Young Joo. Kau... tidak perlu hidup seperti Ayah."

Young Joo berkaca-kaca mendengar ucapan ayahnya itu.


Sehabis menengok ayahnya, Young Joo kembali ke kantor, tapi ia tidak menuju ruangannya melainkan ruangan tim keamanan. Ia mengenalkan diri sebagai sekretaris Dong Joon dan menunjukkan saran masukan bulan ini terkait kinerja pemeriksaan keamanan.

"Periode penggantian kode keamanan untuk pengacara senior telah berlalu." Lanjut Young Joo.

"Peraturan memng mewajibkan kode keamanan harus diganti tiap bulan. Tapi kenyataannya, kami hanya menggantinya 4 bulan sekali."

"Karena itu, ikuti aturan ini. Sepertinya Pengacara Lee berencana akan melaporkan hal ini ke CEO. Aku cuma ingin memberitahumu saja. Karena kita berdua pekerja kontrak disini."


Nyatanya itu cuma alasan Young Joo untuk mencuri lihat kode keamanan pengacara senior. Jadi sementara pihak keamanan mengganti kode-nya ia menyalakan perekam di ponselnya diam-diam untuk merekam semuanya.


Setelah sukses mendapatkan kode, Young Joo tidak kembuang waktu, ia segera masuk ke ruangan Jung Il yang kosong dan menyalakan laptopnya. Tapi tanpa Young Joo ketahui, Jung Il sudah berada di lobi menuju ruangannya.


Jung Il sudah keluar dari lift dan sekarang berjalan menuju ruangannya. Young Joo mencari data dengan kata kunci "Rompi anti peluru" tapi tidak ada hasil. Lalu "Baek Sang Goo" tapi tidak ada hasil pula.


Sementara itu, Jung Il sudah sampai di ruangannya. Young Joo cepat-cepat bersembunyi di kolong meja. Tapi Jung Il juga menuju meja itu dan sekarang Jung Il berdiri tepat disamping tempat Young Joo sembunyi.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon