Tuesday, April 25, 2017

Sinopsis Whisper Episode 7 Part 2

Tags

Sinopsis Whisper Episode 7 Part 2

Sumber Gambar dan Konten dari SBS


Dong Joon diantar Gi Yong ke suatu tempat dan selama perjalanan mereka mendengarkan berita mengenai Ketua MA.
   
Kejaksaan akan mengadakan pertemuan darurat hari ini dan mengajukan penyelidikan terkait alasan kenapa. Hakim Lee Dong Joon dikecualikan dari pengangkatan kembali. Hakim Lee Dong Joon saat ini sedang menghindari media.


Dong Joon ternyata menuju ke bawah jembatan sungai Han untuk bertemu dengan Ketua Ma. Ia berbasa-basi, tadinya ingin mengunjungi Ketua MA di Mahkamah Agung jika Ketua MA menelfonnya. Ketua MA mengingatkan kalau wartawan sedang mengawasi Dong Joon dan peradilan sedang kacau balau sekarang.

"Ini semua gara-gara kau. Aku ingin kau bungkam. Tetap jagalah reputasi peradilan yang utuh. Maka... Aku akan membatalkan perintah penyelidikan yang berurusan dengan skandal korupsi industri pertahanan." Lanjut Ketua MA.


Dong Joon menjawab, yang ia inginkan dari Ketua MA adalah menjaga standar akal sehat dalam peradilan di Korea. Jadi Ketua Ma tetap harus melanjutkan penyidikan korupsi industri pertahanan walaupun lebih parah.

Ketua MA terkejut karena Taebaek akan terluka, juga ayah mertua Dong Joon. Dong Joon bertanya, sejak kapan melindungi Taebaek itu standar?

"Mereka yang terlibat dalam korupsi industri pertahanan harus dihukum berat menurut UU. Ini perintah dariku." Tegas Dong Joon.

Dong Joon lalu mendapat telfon dari Reporter Park dari Harian Hanseong. Ia menunjukkannya pada Ketua MA. Asalkan Ketua Ma mengindahkan perintahnya, maka ia akan tetap diam. Lalu ia menolak panggilan itu. Setelahnya, Dong Joon kembali ke mobilnya.


Tae Gon mengabarkan, hasil sidang hari ini menetapkan untuk menahan Direktur Oh Jeong Pil dari Bogook Industries. Hakim memvonis hukuman terberat bagi para terdakwa Bogook Industries. Dan denda yang harus dibayar juga sangat besar.

"CEO Choi. Lee Dong Joon pasti punya kartunya Ketua MA Jang. Tapi kenapa Ketua MA Jang tetap melanjutkan aksinya?" Geram Tae Gon.

CEO Choi menenangkan, "Jika kau menanyakan pertanyaan yang salah, kau tidak bisa mendapatkan jawaban yang tepat. Karena itulah kau harus mengajukan pertanyaan yang tepat. Kenapa Dong Joon menarik pelatuknya terhadap Bogook Industries?"


Tepat setelah CEO Choi selesai bicara, Ketua Kang datang. Ia marah, apakah CEO Choi berencana menghancurkan Bogook Industries setelah sepakat dengannya dan menyelamatkan Taebaek? Tae Gon yang menjawab, Jeong Il duluanlah yang bersekongkol dengan Ketua MA Jang. Jeong Il mencoba menjegal kesepakatan antara mereka (CEO Choi dan Ketua Kang) berdua.


"Kau sendiri orang yang membuat menantumu menjerumuskan perusahaanku. Ada banyak ratusan penasihat hukum di Taebaek. Besok lusa, setengah dari mereka akan keluar dari perusahaanmu. Semua pengacara yang memihak Jeong Il akan berhenti. Dan aku akan mencarikan sebuah kantor di Gwanghwamun dan mendirikan firma hukum untuk Jung Il. Dan aku akan merampas semua karyawan Taebaek satu per satu.

Il Hwan-ah," Ketua Kang berhenti sebentar untuk melemparkan cangkir ke lukisan Taebaek yang dipajang di dinding. "Kau akan sendirian di Taebaek." Ancam Ketua Kang sambil melempar gelas ke logo Taebaek yang digantung di dinding.

"Yoo Taek-ah. Bogook Industries juga akan terluka."


Ketua Kang tidak takut, Pohon yang berakar sangat dalam tidak akan mati diterjang badai kencang. Ia menyesal, harusnya sudah dari dulu memberikan uang saja ke budaknya, bukannya memberinya lahan pertaniannya. Dan sekarang budaknya ingin membakar lumbung penyimpanannya dan hanya mengairi lahannya saja.

"Apa boleh buat. Maka aku harus merampas lahanku lagi." Tutup Ketua Kang lalu berlalu pergi sambil tertawa puas.


Tae Gon panik, mereka harus membuat rencana sekarang. CEO Choi memerintahkan Tae Gon untuk menyuruh Dong Joon menemuinya sekarang!


Ayah Young Joo dikirim ke rumah sakit ibunya Dong Joon. Tuan Shin berkata kalau ia memiliki asuransi jiwa walau baru beberapa bulan memulainya tapi ia meminta istrinya untuk memeriksa berapa banyak uang asuransi itu.

"Aigoo. Kau saja tidak pernah peduli berapa banyak uang yang kuhabiskan untuk seluruh hidup kau." Tanggapan ibu Young Joo yang hanya dijawab permintaan maaf oleh Tuan Shin.

Young Joo lalu mendekat dan menggenggam tangan ayahnya. Ia memastikan kalau dirinya dan ibu akan hidup dengan baik. Ia akan menikah dan mengajari anak-anaknya untuk hidup seperti kakek mereka.

"Aku akan menceritakan pada anakku kalau Ayahlah orang yang paling kuhormati dan cintai." Lanjut Young Joo yang membuat ibunya berkaca-kaca.


Ibu Dong Joon berjanji akan merawat Tuan Shin dengan baik, akan mengurus obat dan menyuntiknya. Dan juga memastikan dia harus melatih kakinya sambil berjalan dua kali sehari. Dong Joon senang mendengarnya tapi percakapan mereka terhenti oleh telfon dari Tae Gon.


Setelah telfon itu ditutup, Dong Joon langsung menuju ruangan CEO Choi. Hal pertama yang Dong Joon lihat adalah frame logo Taebaek yang pecah kacanya dan pisisinya miring. CEO Choi pun kelihatan kesal.

"Kau punya kartunya Ketua MA dan memojokkan Bogook Industries. Kenapa kau tidak memberitahuku dulu rencanamu itu?" Tegur CEO Choi tepat setelah DOng Joon duduk.

"Anda memaksa menikahkan saya dengan putri Anda untuk menyingkirkan Kang Jeong Il. Kenapa Anda tidak memberitahu saya dulu rencana itu sebelum pernikahan?" Balas Dong Joon.


Tae Gon menghentikan Dong Joon yang mulai lancang. Ia menegaskan kalau Ketua Kang Yoo Taek ini sekarang mencoba menghancurkan Taebaek. Belum selesai Tae Gon bicara, DOng Joon menyela.

"Apa Anda takut kehilangan Taebaek? Maka Anda harusnya berjuang melawan Ketua Kang Yoo Taek." Tanya DOng Joon pada CEO Choi.

Tae Gon yang menjawabnya marah. Katua Kang itu memiliki keluarga yang posisinya kuat di negara ini.


"Mereka memang selalu menang. Tapi terkadang... kebenaran juga harus menang. Di Taebaek, ada pengacara kasus kriminal yang terbaik. Biarkan saya memimpin mereka. Akan saya ungkapkan kalau Kang Jeong Il itu pelaku sesungguhnya kasus pembunuhan di lokasi pemancingan. Sejauh yang saya tahu, Kang Jeong Il itu anak satu-satunya dari generasi ketiga. Setelah dia ditangkap karena pembunuhan, Bogook Industries dan keluarganya semuanya akan berakhir." Jawab DOng Joon.

CEO Choi mengerti sekarang, jadi tujuan Dong Joon itu adalah ingin menyelamatkan Shin Chang Ho. Dan Dong Joon rupanya telah memanfaatkannya untuk mengekspos korupsi yang dilakukan menantu Ketua MA...

"Karena saya tidak bisa hidup menurut hukum. Maka saya harus belajar untuk bertahan. Berkat Anda, Ayah Mertua." Sela Dong Joon.

Dong Joon memberi pilihan, apa CEO Choi akan terus berjuang bersamanya melawan Ketua Kang Yoo Taek? Atau akankah CEO Choi berlutut pada Ketua Kang Yoo Taek dan hidup sebagai budaknya?


Tidak diperdengarkan apa jawaban dari CEO Choi tapi saat rapat selanjutnya Dong Joon membagikan tugasnya pada pengacara lain. Jeong Il jelas memprotes itu. Dong Joon mejelaskan kalau ia tidak akan bekerja untuk sementara waktu ini dan karena ia juga telah mengambil kasus pidana. Kasus pembunuhan Reporter Kim Sung Sik.

Soo Yeon menatap tegang Jeong Il. Lalu Young Joo masuk membawakan minum, sementara Dong Joon masih tetap meneruskan penjelasannya.

"Aku memang tidak melanjutkan menangani kasus ini sendiri karena putusan yang dikeluarkan di sidang pertama saat aku menjadi hakim. Tapi aku akan mengambil alih kasus ini sebagai advokat di belakang layar. Tim Kuasa Hukum dari Shin Chang Ho-ssi terdiri dari 10 pengacara terbaik kasus pidana yang berada di Taebaek."


Soo Yeon protes, kenapa pengacara andalan Taebaek harus menangani kasus pidana sederhana itu?

"Soo Yeon-ah. Ini perintah khusus dari ayah mertuaku." Jawab Dong Joon.


Dong Joon lalu memanggil Young Joo untuk berdiri disampingnya. Young Joo memperkenalkan diri sebagai sekretaris kepala penasihat hukum Tuan Shin. Jadi pengumpulan bukti dan prosedur hukum lainnya akan dilakukan melalui izinnya. Dan juga ia telah menyerahkan tugasnya saat ini ke tiap-tiap sekretaris masing-masing tim.

Jeong Il hanya tersenyum menanggapi ucapan Young Joo itu.


Gyeong Ho berkata kalau ia tidak mengerti apapun soal penanganan penyelesaian jalan damai suatu perkara. Lalu pengacara lain menyarankan agar Jeong Il saja yang mengambil kasus itu tapi langsung dibantah oleh Dong Joon.

Jika Jeong Il mengambil kasus itu sekarang, Jeong Il harus mengganti tim kuasa hukumnya dalam waktu singkat, secepatnya. Jeong Il tidak bisa menjawab kata-kata Dong Joon itu.


Ketua Kang memperingatkan Jeong Il untuk hati-hati terhadap Soo Yeon karena Soo Yeon itu masih puteri CEO Choi. Jeong Il menjawab kalau ia percaya Soo Yeon. Ketua Kang menertawakannya,

"Anggaplah ada perahu yang muat satu orang di saat ada badai terjadi. Apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan membiarkan dia naik perahu atau tenggelam di laut?" Tanya Ketua Kang.

Lalu Ketua Kang melanjutkan, apa yang Jeong Il rasakan sekarang ini tulah yang dirasakan Soo Yeon. Jadi jangan percaya dengan seorang wanita. Tapi buatlah wanita yang percaya pada kita.

"Badainya lagipula akan berhenti. Tidak ada yang akan berubah meski Lee Dong Joon bisa meyakinkan tim kuasa hukum itu. Lagipula, sidang ulang kasus Shin Chang Ho akan dihentikan, Ayah." Bantah Jeong Il.


Jeong Il menemui Ketua MA, mendesak. Ketua MA tidak bisa terus diam karena mereka tidak tahu kapan Dong Joon akan bergerak. Ketua MA tidak ada cara lain, Media masih menunggu Lee Dong Joon untuk berbicara...

"Anda rupanya sudah lupa. Ada banyak orang yang bisa memberikan kesaksian untuk membantu Anda, terkait alasan Lee Dong Joon dikecualikan dari pengangkatan kembali."


Jeong Il lalu memberikan daftar sembilan anggota komite yang mengevaluasi Lee Dong Joon untuk pengangkatan kembali. "Anda mengerti maksud saya, kan?"


Jeong Il berpapasan dengan Young Joo di kantor, tapi ia tidak bicara hanya mempersilahkannya lewat begitu saja.


Soo Yeon menemukan kamera yang dipasang Young Joo di buku saat hendak membuang pot bunga. Soo Yeon berkesimpulan kalau Young Joo kemungkinan sudah melihat semuanya, melihat ia mengirim dokumen rahasia luar negeri dan apa yang mereka lakukan disana.

"Sidang kedua Shin Chang Ho akan mulai minggu depan. Aku tadi melihat  ruang pertemuan tim kuasa hukumnya dan pengacara kita sedang mendiskusikan tentang kasus pembunuhan di lokasi pemancingan. Padahal kukira aku sudah menghapus semuanya.

"Sejak kapan semuanya jadi mulai berantakan begini? Apa semua ini bermula ketika aku menyuruh Baek Sang Goo mencari dokumennya? Atau ketika aku memohon ayahku untuk menyelamatkanmu? Atau ketika aku menikah dengan Lee Dong Joon-ssi?"

"Soo Yeon-ah."

"Atau ketika aku bertemu kau di AS?"


Mendengar itu, Jeong Il tidak bisa menjawabnya. Ia diam beberapa saat sambil mendekati Soo Yeon. Ia lalu memegang tangan Soo Yeon untuk memastikankalau sidang ulang Shin Chang Ho akan dihentikan. Lalu Jeong Il memeluk Soo Yeon.


Young Joo masuk ke ruangan Dong Joon sambil membawa surat panggilan kepada saksi yang baru saja keluar.  Surat panggilan saksi itu langsung keluar dalam sehari karena pengacara andalan Taebaek yang menanganinya.

"Keadaan jauh lebih mudah ketika hukum memihak kita." Tutup Young Joo lega.

"Jangan terlalu berharap. Jalan kita masih panjang. Ini baru langkah pertama."

"Lee Dong Joon-ssi. Apa kau merasa bahagia ketika dua hal baik terjadi dan menjadi sedih setelah tiga hal buruk terjadi? Sungguh hidup yang "menyenangkan." Tentu saja, aku akan berharap tinggi. Aku harus pergi dulu dan menyiapkan pertemuan tim kuasa hukum besok."


Dong Joon melihat surat panggilan itu dan nama Soo Yeon tertera disana.


Dong Joon menyambut kepulangan Soo Yeon dengan anggur Chili. Ia mengulangi kata-kata Soo Yeon bahwa anggur itu akan membuat capek hilang dan memberikan ketenangan karena Soo Yeon akan muncul di pengadilan. Soo Yeon tersenyum lalu ikut duduk dengan Dong Joon.


Dong Joon menunjukkan surat panggilan saksi pada Soo Yeon. Dong Joon menjelaskan, itu adalah surat panggilan agar Soo Yeon bersaksi di sidang Tuan Shin minggu depan. Mereka akan menanyai tentang keberadaan Soo Yeon pada hari kejadian. Kalau Soo Yeon mengaku Jeong Il ada di lokasi pemancingan, maka sesi pertanyaan untuk Soo Yeon akan berakhir cepat.

"Aku akan mengantarmu ke pengadilan." Tutup Dong Joon lalu menenggak anggurnya.

"Bagaimana, ya. Sepertinya tidak akan ada sidang ulang."


Ponsel Dong Joon berbunyi, ada pesan masuk dari Gi Yong melaporkan dimana keberadaan Ketua Mahkamah Agung hari ini. Ketua MA menemui kesembilan anggota komite yang menyidangnya dulu.

Soo Yeon balik menyuruh Dong Joon minum. Anggur itu  akan membuat capek hilang dan memberi penghiburan karena rencana Dong Joon gagal.


Young Joo mengabarkan akan dilaksanakan konferensi pers di ruang rapat pukul 14:00, dimana semua hakim dari komite personil akan hadir. Young Joo yakin mereka pasti memihak Ketua MA.

"Tapi, Keuntungan apa yang didapat Kang Jeong Il kalau Ketua MA balik menyerang kita?"

Dong Joon teringat kata-kata Soo Yeon semalam kalau sidang ulang sepertinya tidak akan ada. Dong Joon lalu berdiri tegang,

"Shin Chang Ho seorang pasien sakit parah. Terdakwanya sedang sakit."


Penjelasan Dong Joon itu juga disampaikan Jeong Il saat menemui Ketua MA kemarin, Terdakwanya sedang sakit dan sidang akan berlangsung tanpa kehadiran terdakwa. Jeong Il meminta bantuan Ketua MA untuk menunda sidang selama beberapa bulan.

"Ganti majelis hakim yang menangani persidangannya dan jaksa penuntut umumnya beberapa kali. Setelah Shin Chang Ho meninggal sidang akan berakhir karena tidak adanya hak dakwaan."


Young Joo ikutan gugup mendengarnya, ia meminta Dong Joon melakukan sesuatu. Saat ini posisi DOng Joon adalah menantunya Taebaek. Ada banyak ratusan penasihat dan banyak klien yang berduit dan berkuasa.

Dong Joon menghentikan Young Joo bicara, ia langsung bergerak.


Dong Joon menemui Tae Gon, ia meminta riwayat kasus dari anggota komite personil. Tae Gon menolaknya mentah-mentah karena karena kalau ketahuan ia bisa tamat.

"Jika Kang Yoo Taek melahap habis Taebaek, maka apa yang akan terjadi padamu? Kau pasti akan lebih sengsara, bukan?" Paksa Dong Joon.

Tae Gon pun menyerah, asalkan Dong Joon mau berjanji akan merahasiakan bahwa ia yang membocorkan riwayat kasus mereka. Dong Joon mengangguk mantap.


-= Beberapa Saat sebelum Konferensi Pers =-

Young Joo mencegat anggota komite MA yang akan menuju ruangan konferensi dengan menunjukkan berkas di tangan.


Sementara itu Ketua MA ada di ruangannya memeriksa beberapa berkas sambil sesekali melihat jam. Lalu Dong Joon menelfonnya.

"Saya ingin bertemu sebentar dengan Anda. Hanya ini satu-satunya tempat yang tak asing bagi saya di Mahkamah Agung."

"Dimana kau sekarang?"


Ketua MA lalu masuk ke ruangan sidang internal, dimana Dong Joon sudah menunggunya.

"Kau kemari mau minta maaf? Inilah jawabanku. Sudah terlambat. Anggota komite akan bersaksi kau tidak memenuhi syarat sebagai hakim. Mereka juga akan mengungkapkan bahwa kau menekan Badan Kesehatan Nasional dengan kekuasaanmu. Kali ini, media akan menginjak-injak harga dirimu. Kalau saja kau menerima tawaranku saat itu, kau pasti tidak akan dikecualikan dari pengangkatan kembali. Harusnya sekarang kau masih memakai jubah hakimmu."

"Apa itu yang namanya hakim? Seseorang yang memberikan putusan menurut standar dan kehendak Anda? Jika Anda berada di sini untuk menyesali apa yang telah Anda perbuat, inilah jawaban saya. Sudah terlambat."


Dong Joon lalu menghidupkan TV. menyiarkan Konferensi Pers dari anggota komite Mahkamah Agung.

"Pada inspeksi tertutup, ditemukan bahwa Hakim Lee Dong Joon tidak memiliki alasan untuk diskualifikasi. Kami dipaksa oleh Ketua MA Jang Hyun Guk untuk mengecualikan Hakim Lee Dong Joon dari pengangkatan kembali." Pernyataan salah satu anggota komite.

Ketua MA sochk. Bagaimana... bagaimana mereka...


Sebelumnya..

Young Joo membagikan riwayat kasus pidana para anggota komite sambil membacakannya satu per satu. Dan dengan itu ia berhasil membujuk anggota Komite untuk memberikan pernyataan tadi.


Ketua MA penasaran, bagaimana cara Dong Joon untuk membujuk mereka hanya dalam beberapa jam?

"Untuk menang atas kejahatan, saya tidak pernah tidur. Ini... saya belajar hal ini dari Anda."


Lalu Dong Joon menuju kursi yang diduduki Ketua MA dulu saat menyidangnya. Juga mengatakan apa yang dulu Ketua MA katakan padanya.

"Anda akan menjadi hakim yang pertama kalinya dituntut atas tindak korupsi dan suap menyuap. Jang Hyun Guk-ssi, Anda akan dikenang sebagai aib bagi dunia peradilan."


Anggota Komite mengakhiri konferensi pers mereka. Sementara Dong Joon melangkah dengan tegap keluar dari ruangan sidang diiringi pembacaan berita oleh reporter

Sepertinya pengunduran diri Ketua MA Jang tak bisa dihindari lagi dan Beliau akan ditahan untuk diinterogasi. Hakim Lee menolak tekanan dari atasannya dan mengeluarkan putusan menurut keyakinannya, namun Beliau dikecualikan dari pengangkatan kembali. Seorang hakim yang layak dihormati pun terpaksa menanggalkan jubah hakimnya. Siapakah yang harus disalahkan di sini?

Jeong Il membunyikan klakson keras-keras karena rencananya gagal. Kesal.


Young Joo sudah menunggu Dong Joon di ruangannya. Ia bertanya, apakah sidang ayahnya bisa dilanjutkan karena Ketua MA sekarang sudah hancur? Dong Joon menjawabnya dengan anggukan kepala.


"Aku sampai tidak bisa mengutarakan bagaimana perasaanmu sekarang. Orang yang membawamu ke sini sudah hancur. Tapi kau sepertinya tidak puas."

"Shin Young Joo-ssi. Mulai hari ini, aku juga akan hidup... dengan penuh harapan."

Lalu mereka saling melontaran senyum bahagia.


Soo Yeon melihat hal itu dan ia tidak suka.

"Apa si Shin Young Joo-ssi itu seorang wanita di mata suamiku?" Tanya Soo Yeon pada pengacara Hwang.

"Menurutku mereka itu mitra yang saling percaya."

"Kalau begitu, akan kubuat mereka berhenti saling mempercayai. Carikan aku reporter yang hebat."


Soo Yeon selanjutnya ke ruangan Dong Joon bersama reporter. Ia bersandiwara seolah kehidupan pernikahannya dengan Dong Joon sangat bahagia. Dong Joon tidak pernah menolak permintaannya.

"Dia hakim berkeyakinan tinggi yang dikecualikan dari pengangkatan kembali setelah menolak tawaran Ketua MA. Boleh 'kan aku membanggakan tentang suamiku ini sebentar, Dong Joon-ssi?"


Reporter ingin mulai wawancara tapi Soo Yeon ingin mereka berfoto dahulu. Dong Joon pun menurut saja tapi selama difoto ia tidak pernah tersenyum sama sekali.

"Apa dia cinta pertamamu?" Tanya reporter pada Soo Yeon.

"Tidak. Aku sudah banyak pacaran dengan pria. Dia juga tahu. Dan dia juga tak keberatan. Kenangan lamanya juga bagus. Dia pun pernah berkata begini."


Dong Joon: Kau akan menghabiskan malam denganku 10 kali lipat dibandingkan bersamanya... Bukan, Kau malah akan menghabiskan malam bersamaku lebih banyak daripada bersamanya.


Soo Yeon menambahkan, mereka akan menua bersama sampai rambutnya memutih dan ia tak punya tenaga lagi.

"Apa kalian punya hobi yang sama?" Tanya reporter lagi.

"Kita sering minum anggur bersama. Kemarin, dia menungguku untuk minum anggur Chili bersamaku. Dia bilang aku harus meminumnya kalau aku sedang lelah. Kami minum terlalu banyak tadi malam."


Soo Yeon sempat melirik Young Joo sebentar lalu ia mengecup Dong Joon. Tapi sayang, Jeong Il juga melihat hal itu, matanya bertemu dengan mata DOng Joon. Dan mata Soo Yeon bertemu denan mata Young Joo.


Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon