Friday, April 28, 2017

Sinopsis Whisper Episode 9 Part 1

Tags

Sinopsis Whisper Episode 9 Part 1

Sumber Gambar dan Konten dari SBS


CEO Choi mengumpulkan semua penasihat hukum yang dulu melayani sebagai pimpinan pengadilan negeri dan pengadilan tinggi. Ia menjelaskan pada mereka bahwa seseorang di Taebaek terlibat dalam pembunuhan. Cuplikan video yanga menentukan akan digunakan selama persidangan.

"Beritahu junior kalian untuk mengambil buktinya sesuai dengan hukum dan lanjutkan dengan persidangan secara sah juga."


Katua Kang juga bergerak cepat. Ia menyuruh sekretarisnya untuk mencari cara membatalkan rekaman videonya Soo Yeon.

"Tanyakan semua orang di kepolisian, Badan Intelijen Nasional (BIN), dan Blue House."

"Apa Anda ingin berperang habis-habisan dengan Taebaek?"

"Aku harus menjebloskan putrinya Il Hwan ke penjara karena pembunuhan dan menyelamatkan puteraku."


CEO Choi belum selesai, negara mereka dalah negara konstitusi. "Apa kau bisa memberikan saran kepada hakim junior untuk menemukan penjahat sebenarnya menurut hukum?"

Semua pengacara yang dikumpulkan mengangguk.


Jeong Il memandangi fotonya bersama Soo Yeon di depan Gyeong Ho. Gyeong Ho mengingatkan, ada dua saksi mata dari lokasi pemancingan ikan tersebut, Soo Yeon dan Baek Sang Goo. Video Soo Yeon ternyata digunakan sebagai bukti, dan untuk membatalkan pernyataannya itu, mereka butuh Baek Sang Goo.

"Kau bisa hidup hanya jika Soo Yeon yang ditetapkan sebagai pelaku."

"Gyeong Ho-ya."

"Setengah dari dokumen yang kaupalsukan itu dikerjakan olehku. Dan setengah dari perbuatanmu melibatkan diriku." Tegas Gyeong Ho.


Jeong Il melepaskan pandangannya dari foto itu, ia meminta Gyeong Ho untuk menghubungi Baek Sang Goo dan menjadwalkan pertemuan. Setelahnya, ia membuang foto itu ke tong sampah.


Pengacara Hwang menjelaskan, Jeong Il akan mencoba menghubungi Baek Sang Goo. Jadi mereka harus menemui Baek Sang Goo terlebih dulu.


Saat itu mereka berpapasan dengan Jeong Il dan Gyeong Ho. mereka semua mendadak berhenti. Soo Yeon menatap lurus ke mata Jeong Il.

"Suamiku pernah terluka di dermaga. Periksalah surat rekening Baek Sang Goo dari bank tabungan. Cari tahu siapa yang menyakiti suamiku. Siapa pun yang membayarnya mungkin ingin suamiku meninggal. Aku juga yakin pembunuhan Reporter Kim Sung Sik dilakukan oleh orang yang sama juga." Kata Soo Yeon pada Pengacara Hwang tapi matanya tidak lepas dari Jeong Il.


Young Joo di jalan setelah dari kejaksaan, Dong Joon menelfonnya mengajaknya bertemu sekarang juga! Young Joo pun putar arah menuju kantor.

Young Joo bertanya, kenapa Dong Joon ingin bertemu. Dong Joon mengingatkan bahwa semuanya sudah berakhir. Tuan Shin akan terbukti tidak bersalah dan Young Joo akan dipekerjakan lagi sebagai polisi.

"Apa dengan begitu, ada yang berubah? Tetap saja Kang Jeong Il, Choi Il Hwan, dan Kang Yoo Taek masih berkuasa."

"Mereka akan... mulai beraksi ke kejaksaan dan pengadilan. Kita tidak bisa..."

"Kau itu hanya tidak akan berperang, di perang yang mengalahkanmu. Apa kau itu bijak atau kau hanya takut?"

"Lantas apa kau ingin berjuang di perang yang akan mengalahkanmu? Apa kau naif atau ceroboh?"

"Kau mungkin ingin terlepas dari bebanmu. Karena kau rela berkompromi dan merelakan 10 tahun karirmu. Begitu ayahku terbukti tidak bersalah, kau mungkin ingin kembali ke kehidupan lamamu tanpa beban."


Percakapan mereka terhenti karena kedatangan Gi Yong dengan dua orang polisi. Mereka berdua akan menangkap Young Joo atas tuduhan memalsukan dokumen resmi dan mengganggu organisasi.

Dong Joon melindungi Young Joo, ia harus melihat surat perintahnya dulu. Polisi itu menjelaskan bahwa situasi ini sudah memenuhi persyaratan untuk penangkapan darurat.


Dong Joon lalu memerintahkan Gi Yong untuk menyajikan teh pada mereka sementara ia akan memastikan apa mereka bisa menangkap Young Joo tanpa surat perintah.


Dong Joon menemui CEO Choi. CEO Choi menjelaskan kalau mereka harus mengatasi bahaya yang mendekat, jadi Young Joo harus dipenjarakan selama beberapa tahun sampai dia tidak menyebabkan masalah lagi.

Dong Joon akan protes tapi CEO Choi tidak memberinya ruang. CEO Choi malah memerintahkan Tae Gon untuk menjadwalkan pertemuan dengan hakim ketua yang menangani kasus Shin Chang Ho.

"Cari kelemahan hakim itu lewat pengacara kita di Taebaek."

Tae Gon mengerti. CEO Choi juga menyuruh Tae Gon untuk menyelidiki kejaksaan karena ia mendengar aksa penuntut umum (JPU) yang menangani kasusnya juga ingin terjun ke dunia politik.

"Pemilihan umum masih terlalu jauh. Tanyakan pada JPU itu apa dia ingin mulai mempersiapkan diri menyalonkan di pemilihan daerah."


Barulah CEO Choi beralih lagi pada Dong Joon dan membahas masalah Young Joo. Dong Joon menegaskan kalau ia akan selalu membuat Young Joodi sisinya. CEO Choi mengingatkan perihal surat putusan yang ada di tangan Ketua Kang yang akan membuat DOng Joon terluka sekalinya surat putusan itu dirilis.

"Dong Joon, jalan kita masih panjang. Ayolah kita singkirkan Shin Young Joo..."


"Jika Anda menyentuh sehelai rambutnya Shin Young Joo, saya  sendirilah orang yang akan merilis surat putusan dariku itu. Saya akan menangkap penjahat sebenarnya di balik pembunuhan ini. Saya akan melumpuhkan siapa saja yang mencoba menyembunyikan dan mencegah kasus ini ke pengadilan. Sampai saat itu, saya masih akan tetap berada di Taebaek, CEO Choi. Karena sayalah menantu Taebaek dan pengacara yang bertugas."

"Dan Shin Young Joo-ssi itu adalah sekretaris saya."

Tae Gon menyela, ia akan menyuruh polisi untuk menangkap Young Joo segera. Dong Joon geram, membantak. Ia akan merilis surat putusan itu sendiri kalau sampai Young Joo ditangkap.


CEO Choi: Jadi maksudmu kau ingin melawanku? Rumah Sakit Hangang juga akan terluka.

DOng Joon menjawab santai, apa yang harusnya terjatuh memang harus terjatuh. Karena dengan begitu, mereka bisa mulai dari awal.


Dong Joon kembali ke ruangannya bersamaan dengan kedua polisi yang keluar dari ruangannya tanpa Young Joo.

Dong Joon bicara pada Gi Yong tanpa menatap Gi Yong maupun Young Joo yang masih ada di ruangannya. Demi menyelamatkan diri sendiri, ia sudah menjebloskan Tuan Shin ke penjara. Dan kini, ia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Akhirnya Dong Joon menatap Young Joo.


"Choi Il Hwan, CEO Firma Hukum Taebaek; Kang Yoo Taek, Ketua Bogook Industries; dan Ketua Tim Kang Jeong Il. Aku akan menangkap mereka."

Young Joo lega mendengarnya.

Dong Joon beralih pada Gi Yong. Ia memperingatkan kalau Gi Yong juga mungkin akan berada dalam bahaya. Ia akan berterimakasih jika Gi Yong tetap mau bergabung dengannya. Tapi ia tidak akan menyalahkan kalau Gi Yong tak mau lagi bergabung dengannya.

"Kau hanya tinggal punya satu kesempatan sekarang. Anda mau aku melakukan  apa, Pengacara Lee?" Tanya Gi Yong.


Dong Joon kemudian menjelaskan rencananya. Ada tiga foto, Soo Yeon, Jeong Il dan Sang Goo. Dong Joon lalu menjajarkan foto Jeong Il dan Sang Goo. Video pernyataan Soo Yeon akan dipilih sebagai bukti. Jadi Jeong Il membutuhkan Sang Goo untuk bersaksi melawan pernyataan Soo Yeon.

Yeong Joo lalu memindahkan foto Sang Goo di bawah foto Soo Yeon karena Soo yeon juga membutuhkan Sang Goo untuk mengkonfirmasi pernyataannya.

"Choi Soo Yeon dan Kang Jeong Il. Mereka mungkin akan membujuk Baek Sang Goo." Kesimpulan Dong Joon.


Young Joo mengambil foto Sang Goo. Maka dari itu, mereka harus mengendalikan Baek Sang Goo duluan. Mereka memang tidak punya hal untuk membujuk dia, maka mereka harus mengecamnya.


Jeong Il menemui Sang Goo bersama Gyeong Ho, ia ingin Sang Goo bersaksi bahwa Soo Yeon lah yang membunuh reporter Kim.

"Aku memang punya mulut. Tidak akan sulit mengatakan beberapa kata saja." Jawab Sang Goo.

"Katanya kau mengalami kesulitan mengelola perusahaan konstruksi yang baru saja kau ambil alih. Akan kubantu kau mendapatkan pinjaman tambahan." Tawar Gyeong Ho.


Soo Yeon menelfon Sang Goo dan Sang Goo mengangkatnya di depan Jeong Il. Ternyata Soo Yeon juga memberikan penawaran yang sama. Maka Sang Goo pun meminta yang lain,

"Tapi bicara soal itu, utangku lagi banyak sekali dalam mengelola perusahaan. Aku ingin kau melunasi semua hutangku. Sekitar miliaran won. Aku tidak yakin apa kau bisa melunasinya."

Dan sepertinya ia mendapatkan hal itu karena ia menutup telfon sambil tersenyum.


Pengacara Hwang mengingatkan, jika Soo Yeon mengerahkan miliaran dolar, maka pihak kejaksaan akan mencari tahu sumber pendanaannya darimana. Terlalu berbahaya mentransfer uang sebanyak itu pada saat seperti ini.

"Kang Jeong Il. Dia mencoba menuntutku atas pembunuhan demi menyelamatkan dirinya sendiri. Padahal baru beberapa hari yang lalu, aku berada di pelukannya. Apa menurutmu ini lebih berbahaya dari itu? Kau yang harusnya takut sudah memihakku."

"Itu karena risiko tinggi bisa menghasilkan penghargaan yang tinggi."

Soo Yeon lalu menyerahkan rekening dengan nama palsu, ia menyuruh Pengacara Hwang mencairkan dana itu untuk Sang Goo. Uang itu cukup untuk membayar hutang-hutang Sang Goo.


Soo Yeon pulang dan sudah ada Dong Joon di rumah. Dong Joon memeriksa keberadaan Soo Yeon pada hari pembunuhan itu. Kang Jeong Il akan ditangkap atas pembunuhan, dan Soo Yeon  akan ditangkap karena bersekongkol melakukan kekerasan.

"Kenapa semuanya jadi begitu rumit di dunia ini?"

"Kau tahu apa akan dunia ini? Kau saja selama ini tak pernah hidup susah. Mungkin itu sebabnya kau percaya... Kang Jeong Il akan bersamamu selamanya."

"Lee Dong Joon-ssi."


Dong Joon melarang Soo Yeon mempercayai Sang Goo. Soo yeon mengatakan kalau kesepakatannya sudah selesai. Ia  sudah berjanji memberikan apa yang dia butuhkan. Ia akan menemuinya besok dan...

Dong Joon memotong, besok Sang Goo akan banyak maunya lagi. Jika ia menjadi Sang Goo, ia pasti memilih Jeong Il karena Jeong Il penerus Bogook Industries.

"Buat apa juga dia memilihmu dibanding Kang Jeong Il? Kau itu hanyalah anak manja." Lanjut DOng Joon.


Soo Yeon lalu menjauh dari Dong Joon tapi DOng Joon belum selesai, "Kau suka menawar dalam acara lelang, bukan? Kau selama ini membeli banyak lukisan dari acara lelang. Rumah lelang punya pacemakers (pembuka jalan) yang dipekerjakan untuk memberi sumbangan. Kaulah orangnya. Apapun yang kau tawarkan padanya, Baek Sang Goo bisa dapat tawaran yang lebih dari Kang Jeong Il. egitulah Baek Sang Goo.

Dan tampaknya Soo Yeon terhasut oleh omongan Dong Joon itu.


Sang Goo sedang Jogging dan ia terpesona dengan seorang wanita yang berlari di depannya. Wanita itu ternyata adalah Young Joo. Sang Goo bertanya, apa yang Young Joo inginkan darinya?

"Aku punya sesuatu untukmu. Kang Jeong Il dan Choi Soo Yeon sekarang berada dalam genggaman tanganmu. Karena sudah ada yang dipegang tanganmu, maka aku akan memberikan sesuatu untuk mulutmu. Apa yang terjadi di lokasi pemancingan, Choi Soo Yeon-lah yang menghasut insiden seperti itu terjadi dan Kang Jeong Il-lah sebagai motor penggerak. Jika kau mengatakan yang sebenarnya...

"Astaga. Padahal aku cuma punya satu mulut,tapi banyak sekali yang menawariku. Apa yang bisa kauberikan buatku?"


Young Joo memastikan apa yang akan ia berikan itu lebih banyak dari yang ditawarkan Soo Yeon maupun Jeong Il. Karena Lee Dong Joon, menantunya Taebaek, punya banyak uang.


Pengacara Hwang menyampaikan kalau Sang Goo meminta lebih banyak uang lagi. Sekarang dia minta dua kali jumlah yang dia mintakan kemarin. Apa kali ini Soo Yeon juga akan menuruti permintaan dia?

Soo Yeon teringat kata-kata Dong Joon yang sekarang benar-benar terjadi. Soo Yeon pun memutuskan, ia tidak akan memberikan uang pada Baek Sang Goo, ia memiliki rencana lain agar Sang Goo memihaknya.


"Dia sudah banyak melakukan kejahatan. Jika aku terus membuat dia berada di ruang interogasi selama beberapa hari, dia pasti akan tahu maksudku."

Pengacara Hwang paham, ia akan mencarikan jaksa penuntut umum yang bisa mereka kendalikan. Akan ia pastikan surat perintahnya keluar hari ini.


Young Joo berjalan ke ruangan Dong Joon dengan langkah kaki berat karena kecapekan habis jogging. Tepat saat itu Dong Joon hendak minum obat herbal. Young Joo melirik ke arah obat itu.

"Ibuku mengirim ini untukku. Ibuku bilang ini akan membuatku bertenaga." Jawab Dong Joon.

Dong Joo heran, habis jogging saja langsung capek, bagaimana bisa Young Joo jadi polisi? Young Joo membalikkan kata-kata Dong Joon sambil memijit kakinya, Dong Joon saja tidak bisa menghindari ancaman, tapi kau bisa jadi hakim.

"Shin Young Joo-ssi."

"Kau harus menghadapi ini walaupun sakit. Dengan begitu, itu akan membuatmu tangguh dan gentar."


Gi Yong masuk, mengabari kalau surat perintah penangkapan Baek Sang Goo sudah keluar. Ia sudah memastikan itu dengan orang-orang pengadilan. Kejaksaan akan segera menghancurkan Baek Sang Goo.


Dong Joon mengalah, ia memberikan obat herbalnya untuk Young Joo. Dan Young Joo langsung meminumnya lalu memberikan bungkus kosongnya pada Dong Joon. 

"Gi Yong-ah, kau harus menyetir." Perintah Dong Joon.


Pihak kejaksaan mendadak mendatangi kantor Sang Goo untuk menangkap Sang Goo. Sang Goo tersudut, ia harus melarikan diri. Dan ia tidak punya pilihan lain selain meloncat keluar dari lantai 3 (mungkin).


Pihak kejaksaan tidak bisa ikut meloncat, sampai akhirnya Sang Goo bisa kabur dengan menaiki taksi. Young Joo dan Gi Young ternyata menunggu dibawah dan Young Joo menyuruh Gi Young untuk mengikuti taksi yang membawa Sang Goo.


Dalam pengejaran, Gi Yong tersenyum. Sang Goo pasti bingung sekarang dan Gi Yong penasaran, siapa yang memberitahukan Sang Goo pada jaksa penuntut umum. Apa si Kang Jeong Il atau Choi Soo Yeon?

"Sang Goo itu mungkin bodoh, tapi dia bisa mengerti semuanya. Karena dia minta uang lagi ke Choi Soo Yeon pagi ini, dia mungkin tahu kalau Choi Soo Yeon menolak permintaannya. Baek Sang Goo pasti akan menelepon Kang Jeong Il dan memintanya mengeluarkan dia dari penjara."

Young Joo lalu menanyakan umur Gi Yong dengan berbicara non-formal, sejak awal sih sebenarnya. Gi Yong mengatakan kalau ia agak terlambat memenuhi tugas sipilnya. Jadi umurnya 33 tahun.

"Berarti kita seumuran. Dia pergi ke sana. Cepat." Jawab Young Joo masih dengan bahasa non-formal.

Gi Yong yang sejak awal memakai bahasa formal tetap melanjutkan memakai bahasa formal walaupun ia agak terkejut mendengar Young Joo seumuran dengannya.

"Sekarang saatnya bagi Lee Dong Joon beraksi." Gumam Young Joo.


Jeong Il melotot mendengar kabar dari Gyeong Ho kalau Sang Gii melarikan diri. Gyeong Ho menjelaskan kalau mereka akan menemuinya sejam lagi dan dari pengamatannya, Sang Goo belum masuk daftar buronan, hanya harus menghindari tuntutan pidana dari jaksa penuntut umum.


Jeong Il hendak keluar dan ia melihat Dong Joon tersenyum penuh arti padanya. Lalu Jeong Il bertandang ke ruangan Dong Joon.


Jeong Il bertanya, apa semalam Dong Joon menyarankan Soo Yeon untuk menangkap Sang Goo. Dong Joon balik bertanya, kok Jeong Il penasaran sekali ya sama apa yang terjadi di kamar tidur mereka?

Jeong Il menasehati, seharusnya Dong Joon tidak menyarankan Soo Yeon karena Soo Yeon itu suka mengacaukan segalanya. Jika Dong ingin membantu Soo Yeon, Dong Joon juga harusnya terlibat secara pribadi.

"Kau terlalu gegabah. Kau seharusnya memblokir pintu keluar dan menyerbu tempatnya Baek Sang Goo. Karena kau, dia kabur dari penangkapan polisi kejaksaan. Maka, dia akan memihakku." Lanjut Jeong Il.

Dong Joon mempersilahkan Jeong Il menemui Sang Goo jika itu kemauan Jeong Il. Tapi, jika Jeong Il menyembunyikan buronan yang sedang dalam pelarian yang surat perintah penahanannya sudah dikeluarkan, ia yakin jaksa penuntut umum begitu juga dengan pengadilan akan sangat tertarik dengan keterlibatan antara Jeong Il dan Sang Goo.

"Kalau kau takut menghadapi jaksa penuntut umum dan pengadilan, sebaiknya kau tak usah menemui Baek Sang Goo. Aku juga ikut khawatir denganmu. Jika Baek Sang Goo ditangkap, kau tidak akan bisa mengendalikannya. Jadi apa nanti pernyataan yang akan diberikan Baek Sang Goo? Berbahaya jikalau kau menemuinya, tapi lebih berbahaya lagi jikalau kau tidak menemuinya."


Dong Joon menyinggung soal ruangan Jeong Il yang katanya ada balkonnya. Tapi pemandangan melalui ruangannya juga indah kok. Ia jadi bisa melihat binatang buas (Jeong Il) yang terkurung di kandang itu, tak berdaya.

"Karena dia haus akan darah manusia, dia juga agak berbahaya."

Jeong Il hanya manggut-manggut saja lalu kembali ke ruangannya.


Gyeong Ho membenarkan apa yang dikatakan Dong Joon. Jika mereka mengekspos diri mereka menemui Sang Goo, mereka bisa dalam masalah. Dan jika Sang Goo tertangkap saat mereka tidak berbuat apa-apa.., Gyeong Ho memasrahkan semuanya pada Jeong Il.

"Aku punya cara lain. Filipina. Aku pernah mencoba mengirim Lee Dong Joon ke Filipina naik kapal."

Gyeong Ho tidak setuju, tidak mungkin Sang Goo dengan sukarelanya naik ke kapal itu. Jeong Il sudah mentok, mereka harus memaksa Sang Goo.

"Kau tahu kontak bawahannya, bukan? Uang yang seharusnya dia terima. Berikan pada mereka."


Gyeong Ho langsung bergegas menelfon anak buah Sang Goo. Sementara Jeong Il dan Dong Joon masih saling tatap lalu mereka saling mengangkat cangkir kopi masing-masing.


Sang Goo berhenti di suatu tempat tapi ia tidak keluar dari dalam taksi. Gi Yong melihat kalau Sang Goo semakin hati-hati sekarang, bahkan sampai tidak keluar taksi agar dia bisa langsung kabur lagi jika ada yang tak beres.


Lalu dua mobil berhenti tepat di depan dan dibelakang taksi Sang Goo. Mereka lalu memaksa Sang Goo untuk keluar.

"Kalian bukan orang yang seharusnya kutemui."

Salah satu dari mereka berkata banyak orang yang melihat, jadi mereka akan mengawal Sang Goo diam-diam. Sang Goo sedang sial, ia lagi dikejar-kejar sama polisi kejaksaan. Dan sekarang ia dikhianati oleh bawahannya sendiri.



Saat anak buahnya lengah, Sang Goo menghajar mereka semua lalu melarikan diri. Di ujung gang, Young Joo sudah menunggu Sang Goo. Sang Goo tidak punya pilihan lain selain masuk ke mobil itu.

"Kau bilang jika aku mengatakan yang sebenarnya, kau akan menawariku lebih banyak dari mereka, bukan? Dia bilang dia akan memberiku 20..."

Young Joo meminta Gi Yong untuk menghentikan mobil, sementara di belakang anak buah Sang Goo masih mengejar. Sang Goo bertanya, apa yang bisa Young Joo lakukan untuknya?

"Aku bisa menyediakan makanan dan tempat tinggal. Kenapa kita tidak jadi keluarga saja, Sang Goo-ya?"

Young Joo menyuruh Sang Goo turun jika tidak mau. Sang Goo panik karena anak buahnya semakin dekat. Ia pun tidak punya pilihan lain selain menerima tawaran Young Joo agar mobilnya cepat jalan lagi.


Jeong Il masuk ke sebuah ruangan di gedung tua. Disana sudah ada ayahnya yang menunggu. Ketua Kang menjelaskan kalau ruangan itu dulunya adalah kantornya CEO Choi saat dia memulai usaha Firma Hukum Taebaek 30 tahun yang lalu.

"Il Hwan belum tahu kalau aku masih memiliki kantor ini."


"Ayah. Sekarang, Baek Sang Goo..."

"Dia memihak Dong Joon, 'kan? Gawat ini. Jeong Il. Ini akan berakhir beberapa hari lagi. Kartu tersembunyinya masih ada di aku."


Lalu seseorang datang, dia adalah Tae Gon. Tae Gon mengembalikan uang yang Ketua Kang kirim. Ia tidak bisa mengkhianati CEO Choi, tidak peduli berapapun yang Ketua Kang tawarkan.

"Ketika aku ditangkap dalam penyelidikan korupsi dan dipecat, CEO Choi lah satu-satunya yang menolongku."

Ketua Kang tertawa, ia memberitahu kenapa Tae Gon terlibat dalam skandal tersebut. Tae Gon tahu 'kan bagaimana CEO Choi memandu orang-orangnya? Dia menargetkan kelemahan mereka sehingga mereka bisa datang dan meminta bantuannya. Jika mereka tidak punya kelemahan, dia akan membuat kelemahan itu sendiri.

"Sekretaris Song. Orang-orang yang menyogokmu dan membuatmu dipecat jadi jaksa... Il Hwan itulah dalangnya. Dia ingin memilikimu sebagai sekretarisnya. Karena dia pikir, kenapa seorang jaksa sukses mau bekerja sebagai sekretarisnya? Karena itulah dia menjebakmu. Itu sebabnya dia ingin memastikan kau dipecat. Dia memastikan bahwa tak ada lagi orang yang bisa diandalkan olehmu, kecuali dia."

"CEO Choi... CEO Choi tidak akan melakukan itu padaku."

"Seingatku, begitulah cara dia mempekerjakan orang. Begitulah cara kerjanya. Lagipula, apa yang membuatmu begitu istimewa?"


Tae Gon butuh waktu beberapa detik sebelum memutuskan untuk melangkah masuk ke ruangan CEO Choi setelah mendengar cerita Ketua Kang.


Di dalam, CEO Choi sedang bersama Soo Yeon. CEO Choi berjanji akan cari tahu semua tempat yang ada keterlibatannya dengan Dong Joon dan membawa Sang Goo. Soo Yeon menangguk mengerti.

CEO Choi memegang tangan putrinya, ia minta maaf. Karena Soo Yeon ia tidak bisa kehilangan Taebaek. Tapi demi melindungi Soo Yeon, ia berencana merelakan setengah dari Taebaek. Soo Yeon terharu dan balik meneggenggam tangan ayahnya. Tae Gon hanya diammelihat hal itu.


Setelahnya, CEO Choi beralih pada Tae Gon menanyakan jadwal makan-makan dengan hakim ketua yang menangani sidang Shin Chang Ho. Tae Gon ternyata gagal karena Hakim ketua itu tidak au bertemu dengan siapa pun yang akan mempengaruhi jalannya persidangan.

"Istri hakim itu seorang dosen universitas. Rupanya, disertasi doktoralnya hasil plagiat."

CEO Choi menyodorkan berkas dan memerintahkan Tae Gon untuk memanfaatkan berkas itu guna menekan hakim ketua agar mau menemuinya.


Sang Goo menimbang-nimbang sebelum menulis surat pengakuan. Jika ia mengungkapkan semua ini sendirian, ia tidak akan keluar dari penjara sampai ia berusia minimal 60 tahun. Jadi ia meminta Dong Joon untuk mencari cara agar ia keluar dari masalah ini dan buat Kang Jeong Il dan Choi Soo Yeon yang menjadi pelakunya.


Young Joo memberi saran sebagai mantan polisi, jika Sang Goo mau bekerja sama, maka hukumannya bisa diringankan. Dan Dong Joon memberi saran sebagai mantan hakim, Sang Goo juga akan memenuhi syarat untuk pengurangan hukuman. Juga, Sang Goo bisa mengajukan plea bargain(tuntutan pembelaan) dengan jaksa penuntut umum.

"Plea bar,, apa?" Tanya Sang Goo.

"Intinya, kau nanti dapat hadiah dari kejaksaan kalau kau membuka rahasia dua orang itu. Dasar bodoh." Jawab Gi Yong.

"Seorang detektif akan mempertimbangkan keadaan dan kau bisa melakukan tuntutan pembelaan dengan jaksa penuntut umum. Juga, jika majelis hakim mengurangi hukumanmu, aku yakin kau akan bebas sebelum kau berusia 60 tahun. Lagipula, kehidupan sebenarnya dimulai pada usia 60 tahun.

Apa kita harus pergi ke luar sekarang, Sang Goo? Aku penasaran apa polisi akan menangkapmu duluan atau antek-antekmu yang menangkapmu duluan." Deaak Young Joo.


Sang Goo akhirnya menyerah dan menceritakan semuanya. Choi Soo Yeon menghubunginya, bilang kalau Reporter Kim punya semacam dokumen dan dia ingin aku mendapatkan dokumen itu dari reporter itu.

Namanya Shin Chang Ho. Katanya, mereka berencana bertemu untuk mengungkapkan dokumen tersebut, jadi ia menuju ke lokasi pemancingan. Salah satu orangnya menyerangnya, dan dia masih bisa bernapas sampai saat itu.

Tapi Reporter Kim melihat wajahnya Kang Jeong Il. Jadi Jeong Il menekan pipa besi itu lebih dalam menusuk dada Reporter Kim hingga tidak bisa bernafas lagi.

Ia sudah tahu Shin Chang Ho sedang dalam perjalanan, jadi mereka menelepon 112 dan mereka  kabur dari tempat kejadian.

"Itulah yang kulakukan waktu itu. Sidang dan segala macamnya setelah kejadian itu. semuanya direncanakan oleh mereka berdua."


Gyeong Ho merasa kesaksian itu sudah cukup untuk memenangkan persidangan. Tapi Young Joo menggeleng, untuk kecurigaan yang masuk akal, mereka butuh bagian terakhir dari teka-teki itu. Young Joo lalu bertanya pada Dong Joon, sebagai mantan hakim.

"Soo Yeon memberi perintah dan Jeong Il sebagai motor penggerak. Kita harus membuktikan keterlibatan antara keduanya."

"Jika laki-laki dan perempuan sering berkunjung ke hotel, bukankah itu artinya mereka sepasang kekasih?" Tanya Gyeong Ho sambil menunjukkan foto-foto Jeong Il dan Soo Yeon di hotel.


Young Joo menjelaskan, itu bisa dijadikan alasan hubungan sekali saja atau hubungan sesaat. Mereka bisa mencari banyak alasan. Jadi harus ada yang membuktikan bahwa mereka cukup dekat untuk merahasiakan pembunuhan yang dilakukan oleh mereka.

Young Joo mendapatkan sebuah garis besar, Choi Soo Yeon menyaksikan kejadian dan Kang Jeong Il melakukan pembunuhan. Mereka punya saksi yang bisa memberikan pernyataan (Sang Goo), dan ereka juga punya bukti atas pembunuhan itu.

"Asalkan kita bisa membuktikan mereka sepasang kekasih, maka kita bisa menyelesaikan teka-tekinya." Tutup Young Joo.


"Apa yang bisa menjadi cara terbaik membuktikan pria dan wanita sudah menjalin hubungan selama empat tahun?" Tanya Dong Joon.


Lalu Dong Joon meminta Young Joo untuk memberitahu mereka. Ia yakin Young Joo sudah lama menjalin hubungan dengan Hyun Soo. Young Joo menjelaskan kalau hubungannya dengan Hyun Soo itu hubungan sehat.

"Kau harusnya yang lebih tahu. Kabarnya kau punya banyak kenangan." Young Joo balik bertanya pada Dong Joon.


Sang Goo menyela. Ini bukan saatnya perdebatan sepasang kekasih. Hahaha…

2 komentar

Mba Episode 8nya mana ya?

Ada di blognya mbak lilik
sinopsisdrama.net

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...