Friday, April 28, 2017

Sinopsis Whisper Episode 9 Part 2

Tags

Sinopsis Whisper Episode 9 Part 2

Sumber Gambar dan Konten dari SBS


Jeong Il dan Soo Yeon keluar bersama makan sandwich sambilmengenang masa indah mereka di Amerika, tapi sekarang sandwich itu menjadi makanan terakhir mereka.

"Baek Sang Goo sudah memihak Lee Dong Joon. Jika mereka membuktikan kalau kita sepasang kekasih, aku akan dihukum atas pembunuhan dan kau atau menimbulkan kejahatan." Jelas Jeong Il.

Jeong Il tahu kalau mereka tidak bisa dua-duanya masuk penjara, tapi ia yakin salah satu dari mereka  terpaksa masuk penjara.

"Soo Yeon-ah. Empat tahun... lupakanlah itu."

Soo Yeon setuju tanpa berpikir panjang untuk menghapus semua kenangan itu.

Jeong Il menghubungi hotel yang selalu ia datangi dengan Soo Yeon. Ia meminta pihak hotel menghapus semua rekaman dirinya dan Soo Yeon saat mengunjungi hotelitu.

Gi Yong datang terlambat dan ia harus kembali dengan tangan kosong.


Soo Yeon memberi kartu nama hotel di Jepang pada Pengacara Hwang. Ia dan Jeong Il selalu pergi kesana pada hari ulang tahunnya setiap tahun. Ia menyuruh Pengacara Hwang menyuap mereka agar tutup mulut.

Young Joo menghubungi hotel itu dan ia terlambat,maka ia tidak mendapat informasi apa-apa.

Soo Yeon dan Jeong Il juga menghapus akune-mail pribadi mereka.


Young Joo menceritakan soal pencariannya pada Dong Joon yang tidak menghasilkan apapun. Dong Joon mengerti, mungkin mereka telah meremehkan Ketua Tim Kang Jeong Il.

"Atau mungkin kita terlalu menganggap dia hebat. Waktu aku jadi polisi, aku sering melakukan penggeledahan dan penyitaan. Seorang tersangka pasti akan menghapus semua rekaman. Tapi sebenarnya, bukti kuncinya sangat dekat dengan mereka. Mereka pun sering lupa kalau mereka menyimpan bukti karena mungkin bukti itu kelihatan tidak penting."

Young Joo lalu mengangkat ponselnya.


Dong Joon bergerak cepat, ia menggeledah ruang ganti Soo Yeon saat Soo Yeonsedang mandi. Dong Joon berhasil, ia menemukan 3 ponsel tidak terpakai disana.


Soo Yeon masih berhungungan lewat telfon dengan Jeong Il dan ia baru sadar lacinya terbuka setelah menutup telfon. Soo Yeon menyadari kalau ponselnya hilang. 


Dong Joon dan Young Joo memperlihatkan foto-foto Jeong Il dan Soo Yeon yang tersimpan di ponsel Soo Yeon itu pada Jeong Il, Soo Yeon, Gyeong Ho dan Pengacara Hwang. Foto-foto itu cukup untuk membuktikan kalau mereka menjakih hubungan selama 4 tahun.


Jeong Il mengingatkan bahwa pertarungan belum berakhir jadi ini tidak akan menjadi perayaan kemenangan Dong Joon. Ia menanyakan alasan Dong Joon memamerkan piala kemenangannya pada mereka.

"Kapan pun pemerintahan akan berubah, pasti ada sebuah skandal terjadi. Pasti ada hubungannya dengan orang dalam, jadi selalu ada batas penyelidikan. Tapi... Siapa yang selalu datang menyelamatkan di waktu seperti itu?" Jawab Dong Joon.

"Pasti penyebar fakta." Lanjut Dong Joon sambil memandanga Gyeong Ho dan pengacara Hwang.

Dong Joon mengingatkan pada mereka kalau Taebaek akan runtuh dan Bogook Industries juga akan tenggelam. Ia akan menyelamatkan mereka berdua masuk kapal.


Young Joo memberikan kartu namanya sambil berkata dengan manis kalau hukuman mereka berdua akan dikurangi. Bahkan mereka bisa mendapat hadiah juga.


Jeong Il geram, ia menggebrak meja lalu berdiri. Ia mengingatkan Dong Joon kalau Gyeong Ho itu temannya. Dong Joon menjawab santai, mengingatkan kalau Jeong Il sampai meninggalkan kekasihnya untuk menyelamatkan diri.

Gyeong Ho mulai resah. Lalu Dong Joon menunjuk Soo Yeon yang juga melakukan hal yang sama. Ia menujukan kata-katanya itu untuk pengacara Hwang.


Lalu Dong Joon beralih ke Soo Yeon, membahas kalau Soo Yeon terlihat paling cantik di foto itu (sambil menunjuk layar). Young Joo setuju dengan ucapan Dong Joon itu.


Pengacara Hwang langsung menghadap CEO Choi bersama Soo Yeon. Ia mengadu kalau ada apa-apa dengan Soo Yeon maka ia juga akan terkena imbasnya.

"Sekretaris Song. Waktu kau ditangkap sebagai jaksa sponsor, apa yang kuperbuat untukmu?" Tanya CEO Choi pada Tae Gon.

Lalu Tae Gon menjelaskan kalau ia menerima hukuman tiga tahun penjara, tapi CEO Choi membebaskannya dalam setahun. Kemudian CEO Choi memberinya posisi sebagai sekretaris kepala.

CEO Choi melanjutkan, Taebaek adalah Firma hukum besar. Setengah dari menteri dan sekretaris negara dulu menjadi penasehat hukum di Taebaek. Jadi Pengacara Hwang tinggal bilang saja apa yang diinginkannya setelah semuanya sudah berakhir. Tapi untuk sekarang Pengacara Hwang harus bertahan dulu.

Pengacara Hwang lega lalu ia pamit.


Setelah Pengacara Hwang pergi, CEO Choi bertanya pada Soo Yeon, apa Soo Yeon benar-benar membutuhkan Pengacara Hwang. Soo Yeon menjawab "iya" dengan pasti.

"Maka kau harus membuatnya menjadi orangmu." Nasehar CEO Choi dan SOo Yeon mengangguk patuh.


Lalu CEO Choi menyuruh Tae Gon untuk menyelidiki latar belakang Pengacara Hwang. Cari tahu tentang keluarga dan kerabat dekatnya. Jika ada dari mereka mengelola perusahaan, selidiki juga pajak perusahaan mereka.

Soo Yeon terkejut dengan perintah ayahnya itu.


"Rampas semuanya dari dia. Kalau dia sudah tak punya apa-apa lagi, Soo Yeon-ah... saat itulah kau mengulurkan tanganmu. Maka dia akan mengikuti semua perintahmu selamanya." Jelas CEO Choi.

Dan ia menyuruh Tae Gon untuk beergegas.


Setelah keluar dari ruangan CEO Choi, Tae Gon sudah yakin kalau omongan Ketua Kang benar dan ia langsung menghubungi Ketua Kang untuk mengajak minum.


Dong Joon pulang ke RS ibunya tanpa pemberitahuan. Ibunya kelabakan karena belum mencuci selimut Dong Joon. Biasanya ibu pasti sudah mencucinya 10 hari sebelum Dong Joon datang, jika Dong Joon memberitahu.

"Aku akan di sini dalam seminggu. Kalau lebih lama lagi, setelah 10 hari, maka aku akan tinggal di kamar ini." Jawab Dong Joon dan ia menawarkan diri untuk mencuci selimutnya sendiri.


Di ruang cuci, kebetulan Young Joo juga sedang mencuci selimut ayahnya. Lalu Dong Joondatang dan memasukkan cuciannya sekaligus.

"Kita 'kan sudah sering bekerja sama, makan bersama. Jadi kita juga bisa cuci ini bersama." Kata Dong Joon.


Mereka menunggu bersama sambil membicarakan soal sidang Tuan Shin yang akan digelar besok jam 2. Young Joo menjelaskan kalau ayahnya tidak bisa hadir besok, jadi sidang itu tidak akan dihadiri terdakwa tapi ia pastikan akan menghadirkan Sang Goo.

Dong Joon melihat tangan Young Joo yang di perban. Young Joo memberitahu kalau tadi ia terluka sedikit waktu memindahkan arsip.

"Sedikit bagaimana." Tanggapan Dong Joon khawatir.

"Kau masih saja egois. Lee Dong Joon-ssi."


Young Joo membawa selimut ke kamar ayahnya. Ternyata disana ada temannya, Jo Yeon Hwa yang menggantikannya merawat ayahnya.


Gyeong Ho menjelaskan pada Jeong Il perihal teman Young Joo itu. Awalnya Young Joo menggunakan identitas temannya untuk berkerja di Taebaek. Temannya Young Joo adalah seorang perawat yang tinggal di rumah perawatan saat hari liburnya dan tidur di ruko. Tapi Gyeong Ho tidak bisa menemukan keberadaan Baek Sang Goo.

"Tadi kau bilang wanita itu, Jo Yeon Hwa... tidur di ruko?" Tanya Jeong Il.

"Ya."

"Dimana rumahnya?"


Orang-orang suruhan Jeong Il pun menuju rumah Yeon Hwa dan agar Sang Goo mau membuka pintu, mereka menyuruh tetangga Yeon Hwa untuk mengetuk pintu.


Jeong Il mendekati Dong Joon yang berdiri di tepi atap. Dulu ia sering berdiri disana juga tapi sekarang Dong Joon sepertinya lebih sering ke sana.

"Persidangannya jam 2 hari ini. Jika Baek Sang Goo memutuskan untuk buka mulut, ini akan menjadi terakhir kalinya kau melihat pemandangan ini." Kata Dong Joon.


Jeong Il mendapat telfon dari Gyeong Ho yang mengabarkan bahwa Sang Goo sudah mereka tangkap dan sekarang mereka sekap di vila.


Jeong Il menutup telfon tanpa mengatakan apa-apa. Ia lanjut bicara pada Dong Joon, orang yang sering datang ke Taebaek ingin melakukan salah satu dari dua hal.

"Mereka ingin naik ke atas atau ingin kembali ke asal mereka." Lanjut Jeong Il.

Dong Joon hanya menanggapi dengan anggukan. Lalu ponselnya berbunyi, telfon dari Young Joo.


"Baek Sang Goo tak ada disini. Sepertinya ada orang yang menculiknya." Kata Young Joo.

Setelah mendengarnya Dong Jong juga langsung menutup telfon tanpa mengatakan apapun, sama seperti Jeong Il tadi.


Jeong Il bilang akan naik lebih tinggi dan Dong Joon akan kembali ke tempat asalnya.

"Lihatlah. Inilah hal terakhir yang akan kau lihat di Taebaek." Ujar Jeong Il.


4 jam sebelum sidang, Young Joo mengingatkan kalau Sang Goo tidak bersaksi maka persidangan akan berakhir kembali ke titik awal. Dong Joon yakin itu  adalah ulah Jeong Il dan pastinya orang-orang Jeong Il akan menemui Sang Goo.


Young Joo lalu membagi tugas. Dong Joon mengikuti Jeong Il. Gi Yong mengikuti Gyeong Ho dan ia akan mengikuti Ketua Kang.


Kabar menghilangnya Sang Goo sampai ke CEO Choi. Maka situasinya berubah, Soo Yeon akan bersaksi kalau Jeong Il lah pembunuhnya tapi Baek Sang Goo akan bersaksi kalau Soo Yeon lah pembunuhnya.

"Jangan khawatir. Yoo Taek dan aku saling memegang pisau. Dan dia akan menyuruhku duluan dan menyarankanku menurunkan pisauku."


Lalu Ketua Kang menelfon untuk mengajak CEO Cha bertemu. Ketua Kang juga yang menentukan tempatnya.


Dong Joon melakukan bagiannya dengan baik dalam mengawasi Jeong Il.


Gi Yong juga tidak kalah waspadanya dalam mengawasi Gyeong Ho.


Sementara itu, Young Joo membuntuti Ketua Kang yang hendak menuju suatu tempat.


Ketua Kang sampai di suatu gedung dan masuk ke dalam. Young Joo menunggu di luar untuk melapor pada Dong Joon.

"Woorim Building di Singil-dong." Young Joo mengatakan nama dan alamat gedungnya.


Tak lama kemudian CEO Choi datang dan ia masuk bersama Tae Gon.


Dong Joon teringat sesuatu. Ia mencari-cari di bukusejarah Taebaek dan ternyata gedung itu adalah gedung pertama kantor Taebaek.

"Tempat itu... tempat awal didirikannya Taebaek. Tempat itulah tempat dimana Choi Il Hwan dan Kang Yoo Taek memulai mendirikan Firma Hukum Taebaek 30 tahun silam." Jelas Dong Joon.


CEO Choi tidak menyangka kalau kantor itu masih sama persis seperti 30 tahun lalu, ia mengira Ketua Kang sudah menjualnya. Ketua Kang menjelaskan kalau kantor itu sangat bersejarah bagi mereka jadi ia memutuskan untuk merawatnya.


CEO Choi lalu membicarakan mengenai Sang Goo yang sudah berhasil didapatkan oleh Jeong Il. Ketua Kang pura-pura baru mendengar,

"Oh, ya? Padahal aku ingin merampas Taebaek. Kau dulu duduk disitu 30 tahun silam. Aku tadinya akan menyuruhmu duduk di sana lagi." Kata Ketua Kang sambil menunjuk kursi dibelakangnya.


Soo Yeon menelfon CEO Choi, mengabari kalau Tae Gon dipanggil sebagai saksi di persidangan Tuan Shin. Soo Yeon mengatakannya dengan gugup.


CEO Choi refleks memandang Tae Gon dan Tae Gon meminta ijin keluar karena harus menghadiri sidang.

"Tae Gon. Kenapa kau..."

"Tujuh tahun lalu... alasan kenapa saya menjadi jaksa sponsor. Menurut saya CEO tahu sendiri alasannya."

CEO Choi meminta Tae Gon menyebutkan saja apa yang ia inginkan pasti akan ia penuhi. Tae Gon ternyata ingin menjadi jaksa lagi dan ingin istrinya kembali kepelukannya lagi.

"Tolong putar kembali waktu... seperti tujuh tahun yang lalu." Bentak Tae Gon.

"Apa yang akan kau katakan di sidang nanti?"

"Satu kebohongan dan banyak kebenaran. Aku akan bersaksi bahwa Choi Soo Yeon melakukan pembunuhan. Akan kuceritakan semuanya. Semuanya yang telah Anda perbuat."


Ketua Kang tersenyum menang. Soo Yeon akan tertangkap atas kasus pembunuhan dan CEO Choi akan mendekam di penjara selama beberapa tahun.

"Dan aku akan baik-baik mengurusimu." Kata Ketua Kang pada Tae Gon.

CEO Choi bertanya pada Tae Gon, apa kemungkinan Tae Gon masih bisa berubah pikiran? Tae Gon tidak menjawab. Lalu ketua Kang mengambil alih, ia mempersilahkan CEO Choi memakai kembali kantor itu setelah keluar dari penjara kelak.

Ketua Kang lalu berdiri sambil memegang guci di atas meja, "Kau datang ke dunia ini dengan tangan hampa, jadi kau juga harus pergi dari dunia ini dengan tangan hampa. Ini kelihatan bagus, bukan? Ini vas seladon zaman Goryeo. Tapi ini palsu. Sama seperti hidupmu."

"Vas seladon Goryeo-nya memang kelihatan bagus." Jawab CEO Choi.


Lalu Ketua Kang menyuruh Tae Gon bergegas pergi ke persidangan. Tapi sebelum Tae Gon pergi, CEO Choi memintanya mengambilkan air untuk yang terakhir kali.


Ketua Kang berjalan mendekati meja kerja dan CEO Choi mendekati letak guci itu.

"Il Hwan. Firman Tuhan berkata, Apapun yang berasal dari debu, akan kembali menjadi debu. Anggap saja anak seorang budak menjalani kehidupan yang mudah karena sahabatnya."

Tiba-tiba CEO Choi mengangkat guci itu lalu melemparkannya ke kepala Ketua Kang. Pyar!!!! Guci itu pecah berkeping-keping dan Ketua Kang tersungkur dengan kepala berdarah, merintih meminta CEO Choi untuk menolongnya. Tae Gon tertegun melihat kejadian itu.


CEO Choi berlutut disamping Ketua Kang dansekali lagi Ketua Kang meminta tolong Tapi CEO Choi menggeleng. Selang 2-3 detik kemudian kepala Ketua Kang lunglai ke samping, meninggal.


Tae Gon memanggil CEO Choi. CEO Choi meminta air yang sudah disiapkan Tae Gon. Tae Gon menyerahkannya dengan tangan bergetar. CEO Choi mengambilnya lalu meminumnya sekaligus.

"Jika kau bersaksi di persidangan, Taebaek dan aku akan berakhir. Dan sekarang Yoo Taek sudah tiada."


CEO Choi bangkit mendekati Tae Gon, "Song Tae Gon, jaksa sponsor, dan yang telah dipecat. Selama sisa hidupmu, siapa yang akan kauandalkan?"

Tae Gon masih ragu, tiba-tiba CEO Choi membentaknya, "Sekretaris Song! Kau masih juga tak mau berubah pikiran?"


CEO Choi meninggalkan gedung itu seorang diri. Young Joo curiga dan memutuskan untuk masuk. Dalam jalannya menuru kantor itu ia berpapasan dengan Ahjumma tukang bersih-bersih.


Young Joo membuka pintu kantor pelan-pelan dan saat ia melangkah masuk, kakinya menginjak pecahan keramik. Lebih kedalam lagi, ia melihat Ketua Kang tergeletak tidak bernyawa di lantai dan serpihan keramik dimana-mana.


Young Joo terkejut tapi ia tidak menyadari kalau Tae Gon muncul dibelakangnya.


Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon