Saturday, May 13, 2017

Sinopsis Man To Man Episode 7 Part 1

Sinopsis Man To Man Episode 7 Part 1

Sumber Gambar dan Konten dari jtbc


Seol Woo mengingatkan kalau mereka melawan agen ghost jadi mereka tidak bisa mempercayai polisi. Dong Hyun memperingatai, jika Seol Woo mengekspos identitasnya maka misi ukiran kayu bisa berbahaya.

Sementara itu, Do Ha sedang dalam perjalanan menuju lokasi penyekapan. Seol Woo tidak bisa diam, ia memutar mobilnya mengikuti GPS Do Ha. Dong Hyun memintanya lepas tangan saja, ia akan bekerja bersama polisi.

"Tidak, ini adalah rencanaku." Jawab Seol Woo kekeh.


Seol Woo sampai dilokasi, ia bergerak dengan sangat hati-hati sambil mengikuti GPS dari ponselnya.


Saat ia sampai di titik yang tepat, ia memasukkan ponselnya. Seol Woo hendak membuka tutup kontainer itu tapi alaram di pegangan pintu berbunyi. Sementara itu di dalam, Do Ha sudah sadarkan diri dan disana sangat gelap.


Seol Woo mengeluarkan gunting, ia menganalisa sebentar deretan kabel yang tertaut di bom itu. Ia memutuskan menggunting kabel warna putih tapi timer bom masih terus berjalan. Ia memeriksa lagi dengan waktu yang terus berjalan, lalu ia memutuskan memotong kabel warna merah. Seol Woo berhasil, timer bom pun berhenti.


Seol Woo kemudian kembali ke pintu kontainer dan membukanya. Tapi Seol Woo sudah di jebak, Do Ha tidak ada disana, melainkan hanya laptop dan koin GPS-nya. Do Ha disekap disebuah ruang rias sepertinya.

Ki Chul menghubungi Seol Woo dengan suara yang disamarkan. Seol Woo menatap laptop yang menampilkan video Do Ha dan ternyata itu adalah sebuah kamera jadi Ki Chul bisa melihat wajahnya dengan jelas.


Ki Chul memuji keahlian Seol Woo yang bisa menjinakkan IED dalam satu menit. Seol Woo bersumpah akan membunuh Ki Chul tidak perduli siapa itu Ki Chul.

"Kau pikir bisa? Bawakan aku ukuran kayu dan cincin itu. Atau wanita itu mati!"


Untunglah Dong Hyun datang, menjelaskan kalau Seol Woo itu ada di pihak mereka. Dong Hyun menanyakan dimana Do Ha. Seol Woo menjawab kalau Do Ha disekap.


Dong Hyun menyadari kalau semua ini adalah jebakan. Seol Woo yakin pelakunya adalah si sniper tempo hari, ghost agent jahat. Dong Hyun menambahi, Seol Woo juga adalah seorang Ghost agen yang barusan mengekspos identitas. Dong Hyun tidak mengerti kenapa Seol Woo harus terlibat dalam masalah rumit ini.

"Jika aku terlambat, Do Ha ... Dia tidak akan selamat." Jawab Seol Woo.

Dong Hyun mengerti, ia akan melanjutkannya jadi Seol Woo bisa lepas tangan.


Ketua SWAT melapor pada DOng Hyun kalau mereka tidak menemukan apapun di sekitar area. Dong Hyun meminta salinan CCTV pada mereka dan hal lain yang terkait. Sementara itu, Seol Woo diam-diam mengambil sesuatu dari rangkaian bom itu.

Tim SWAT pergi menjalankan tugas. Seol Woo juga ikut-ikutan pergi bahkan ia tidak berbalik saat Dong Hyun memanggil-manggilnya.


Ki Chul memerintahkan untuk melepaskan ikatan dan pemutup mulut Do Ha. Tapi setelah semuanya dilepas, Do Ha tidak bergerak dan malah menutup matanya.

Ki Chul menanyakan keadaan DO Ha. Do Ha tahu, mereka mencari cincin yang ayahnya tinggalkan, kan? Do Ha meyakinkan kalau ia tidak memiliki cincin itu, ia tidak tahu apa-apa dan tidak melihat apa-apa.

Ki Chul heran, kenapa Do Ha bersikap seperti itu. Do Ha menjelaskan kalau ia tahu betul situasi ini, karena ia pernah diculik oleh rentenir saat SMA. Ki Chul minta maaf jika sudah kasar, ia menjelaskan kalau mereka bukan orang jahat dan mereka sedang menjalankan misi.


Do Ha akhirnya mau membuka matanya, "Misi? Kalian siapa?"

"Aku seorang penyidik dari Unit 5163."

"Apa itu Unit 5163? Apa kau tentara?"

"Kami dari Badan Intelijen Nasional (BIN)."

"BIN?"


Tae Ho menghubungi Seol Woo, ia sudah mendengar soal penculikan Do Ha. Tapi ia melarang Seol Woo bertindak dan biarkan Dong Hyun yang menangani semuanya.

"Jika identitasmu terbongkar, direktur BIN juga akan terseret masalah." Tegas Tae Ho.


Seol Woo tidak menjawabnya, saat ini ia sedang berada di pasar kayaknya dan ia menuju sebuah toko Servis kamera analog, audio, dan peralatan elektronik lainnya.

Pemilik toko itu bukan orang Korea tapi sudah fasih bicara Korea. Seol Woo dan dia ternyata saling kenal. Seol Woo meminta temannya itu untuk memeriksa potongan bom yang tadi ia ambil.

"Ini biasa digunakan oleh Russia Alpha Group (guna melawan terorisme di Rusia)." Ujar teman setelah memeriksanya.

"Kau tahu dari mana asalnya?"

"Mungkin dari Sersan Satu di Annam."

"Sersan Satu Choi?"

"Tapi dia tidak aktif lagi. Dia sekarang mengelola tempat barang rongsokan di Annam dan menangani senjata secara ilegal."

Teman itu memberi Seol Woo memberikan kartu nama, jika Seol Woo menunjukkan kartu nama itu Seol Woo bisa bertemu dengannya.


Seung Jae mendapat laporan dari sekretarisnya kalau Pengawalnya Un Gwang itu agen Ghost-nya BIN. Seung Jae memerintahkan sekretarisnya untuk menyuruh Sekretaris Seo menyingkirkan semua orang termasuk pengawal itu setelah sudah dapat cincin dan ukiran kayunya.


Sekretarisnya itu melapor lagi, kali ini soal Mi Eun yang sepertinya bertemu Pi Eun Soo terkait filmnya Un Gwang.

"Pantas saja kenapa mainan barunya tak berkelas sekali. Rupanya ini demi Yeo Un Gwang lagi." Kesal Seung Jae.


Un Gwang menjalani perawatan wajah di rumah. Ia mengusulkan untuk  menambahkan codet di kulitku yang sempurna itu biar bisa kelihatan seperti preman, biar kelihatan perannya hidup.

"Oppa sekarang pun sudah seperti preman." Ujar Seol Ah yang disetujui oleh Sang Sik.

Un Gwang kesal dan mengusir mereka berdua.


Seol Ah mengalihkan pembicaraan, baginya naskahnya sangat bagus "Hatiku berdebar, lalu jadi sedih. Membuatku tertawa, lalu menangis". Tapi bagi Un Gwang naskahnya sangat aneh.

"Bagaimana bisa kau menyukai dan mencintai seseorang meskipun dia jelek dan miskin, apa itu masuk akal? Masuk akal itu, kalau menyukai seseorang berdasarkan penampilan dan mencintainya berdasarkan kekayaan." Lanjut Un Gwang.

"Kalau seperti itu, Hyungnim takkan bisa jadi tokoh utama." Tanggapan Sang Sik.

"Apa, bocah?"

Seol Ah menjelaskan, katanya naskah itu ditulis sambil memikirkan Un Gwang sebagai pemeran itamanya. Un Gwang bertanya, kata siapa?

Seol Ah menjawab kata Se Hoon tapi Jung Hye menjawab kata Do Ha.


Mi Eun mengantar puteranya ke sekolah. Ia memperhatikan puteranya saat menerima pelajaran dan puteranya tampak patuh pada ibu guru.


Tiba-tiba Sekretarsi Seung Jae datang membawa seorang Ahjumma, katanya Ahjumma itu yang akan akan mengawasi Jae Young sekarang. Mi Eun terkejut mendengarnya, lalu ada pesan masuk dari Seung Jae.

Pesan itu berisi foto Jae Young bersama Un Gwang saat di restoran kemaren. Mi Eun tahu apa penyebabnya sekarang.


Mi Eun menjelaskan pada Seung Jae kalau mereka kebetulan melihat Un Gwang di restoran. Seung Jae kan juga tahu kalau Jae Young penggemarnya Dark Death. Mi Eun tak tahu apa yang Seung Jae pikirkan saat melihat foto itu. Tapi yang jelas Seung Jae sudah salah paham.

"Salah paham? Salah paham tentang apa menurutmu setelah aku melihat foto ini?"

"Ini bukan apa-apa, jadi janganlah bertindak tidak masuk akal, menjauhkanku dari Jae Young."

"Bagaimana dengan Pi Eun Soo? Apa itu juga kebetulan? Apa aku salah paham tentang itu juga?"

"Sayang, itu..."

"Aku mungkin makin marah jika aku mendengar alasanmu. Aku tidak ingin marah padamu. Terima saja hukumanmu sampai aku merasa lebih baik."


Tuan Cha membawa jamnya yang dimasukkan ke air oleh Seol Woo ke tukang jam untuk diperbaiki. Tukang jam memeriksa jam itu.

"Jam ini beli dimana?" Tanya tukang jam heran.

"Apa? Kenapa?" Tuan Cha balik bertanya.


Seol Woo dalam perjalanan menuju arahan temannya tadi. Saat itu Dong Hyun menelfon, Dong Hyun memberitahu bahwa semua rekaman CCTV dalam jarak 1 km dari rumah kremasi itu telah dihapus.

"Kalau nomor yang dia SMS padaku?" Tanya Seol Woo.

"Itu ponsel prabayar. Diaktifkan di Vatikan. Kau tadi mengambil detonator dari bom itu, bukan? Kubilang, aku saja yang menyelidikinya!"

"Aku sudah dapat petunjuk bom itu. Aku akan menghubungimu setelah menindaklanjutinya."


Setelah menutup telfon dari Dong Hyun, Tuan Cha menelfonnya. Tuan Cha mengajaknya bertemu sekarang untuk membicarakan menganai jam yang ia dapatkan dari Songsan.


Ki Chul memberikan kartu namanya pada Do Ha, ia menjelaskan kalau ia tidak menculik Do Ha, melainkan melindunginya. Do Ha bertanya, apa sih istimewanya cincin itu?

"Ini rahasia, jadi aku tidak bisa memberitahumu, tapi itu berbahaya. Kehidupan orang banyak bergantung pada barang itu."

"Bagaimana dengan ayahku? Berarti dia juga dalam bahaya?"

"Tidak, karena cincin itu tak ada di dia."

"Benar. Bukan sama Ayah. Ayah saja tidak tahu kalau aku menyembunyikannya di ceruk Kakek."

"Jadi siapa lagi yang tahu cincin itu ada di sana?"

"Song Yi juga tidak tahu. Siapa yang tahu, ya?"


Do Ha teringat kalau ia mengatakannya hanya pada Seol Woo. Ki Chul bisa menebak siapa orangitu dari  ekspresi Do Ha.

"Apa dia terlibat dengan semua ini?" Tanya Do Ha.

"Pernahkah dia melakukan sesuatu yang mencurigakan? Misalnya, di Rusia, saat pesta ulang tahun Ketua Victor."

Do Ha mengingat semuanya dan memang Seol Woo banyak bertindak aneh. Ki Chul menjelaskan, sesuatu yang paling penting lenyap dari brankas Ketua Victor hari itu.

"Hubunganmu dengan dia, semua perkataan dan perbuatan dia, apa kau yakin itu semua tulus?" Tanya Ki Chul.

"Apa?"


Ternyata itu jam palsu, Tuan Cha menduga Seol Woo kemaren langsung tahu dengan sekali lihat karena sudah terbiasa bekerja dengan VIP yang selalu memakai barang asli.

"Kau seharusnya sudah memberitahuku dulu. Aku tadi dipermalukan  di toko perhiasan, tahu. Tapi sayang jamnya, kalau dibuang. Jangan beritahu orang lain kalau ini tiruan, ya."

"Apa ini sebabnya Anda ingin bertemu denganku?"

"Tidak, ada satu hal lagi."


Tuan Cha menunjukkan gambar cincin itu, ia meminta Seol Woo untuk membuat tiruan cincicn itu. "Banyak orang mencari ini. Saat melihat jam tangan palsu, aku langsung jadi dapat ilham berbisnis."

"Masalah apa lagi yang mau kau buat sekarang?" Seol Woo melupakan bahasa formalnya.

"Apa?"

"Apapun itu, pokoknya, jangan lakukan. Teknik penipuan bodohmu ini tidak akan berhasil, jadi hiduplah dengan tenang, layani meja pelanggan saja."

Seol Woo pergi dan membuang gambar cincin itu yang sebelumnya ia remas. Tuan Cha marah karena Seol Woo bersikap tidak sopan padanya.


Song Yi keluar mendengar teriakan Tuan Cha, "Kim Guard-ssi sudah pergi? Apa Do Ha datang kesini bersamanya?"

"Song Yi. Apa dia dan Do Ha bertengkar?"

"Bertengkar? Kenapa dia ini tidak angkat teleponnya?"

Song Yi menghubungi Do Ha lagi tapi tidak ada jawaban.


Seol Woo kembali ke tujuan awalnya. Di dalam mobil ia memainkan koin GPS itu.


Ki Chul menyadarkan Do Ha. Ia yakin Seol Woo meluluhkan Do Ha dengan bersikap baik, lalu kadang-kadang bersikap jahat. Bagi Seol Woo, cinta tidak lain hanyalah sebuah taktik untuk mencapai tujuannya.

"Jadi... maksudmu perkataan dan perbuatan dia... semuanya bentuk penyamaran dan kepura-puraan?

"Target pertama mungkin adalah Yeo Un Gwang. Dia harus menjadi pengawalnya biar bisa masuk ke rumah Ketua Victor. Aku yakin harusnya misi dia sudah berakhir menjadi pengawalnya Un Gwang, tapi begitu dia sadar cincin itu ada di kau, kau menjadi sasaran berikutnya."

Do Ha mencocokkan kata-kata Ki Chul itu dengan sikap Seol Woo padanya selama ini dan memang sama persis.

Ki Chul meminta Do Ha tetap di sana dalam perlindungan mereka sampai situasinya aman untuk pergi darisini.


Tae Ho memberikan informasi Ki Chul pada Dong Hyun. Ki Chul adalah seorang anak yatim, dia dulu bekerja di pasukan khusus. Secara umum, dia terjun ke laut selama misi Osaka dan menghilang dan diduga meninggal. Namun kenyataannya, dia mengkhianati negara dan lenyap. Mungkin alasannya karena uang.

"Anggota Kongres Baek pasti penunjang hidupnya. Haruskah kita mengajukan surat perintah dan menginterogasinya?" Tanya Dong Hyun.

"Mana bisa surat perintah keluar tanpa adanya bukti? Sia-sia saja kau mengajukannya."

"Anggota Kongres Baek memberikan informasi diam-diam dari Songsan untuk sebuah kesepakatan. Jika ada masalah antara Songsan dan Anggota Kongres Baek, mungkin ada cela kita bisa menaruh mata-mata ke mereka."

"Citranya Anggota Kongres Baek merosot, jadi dia bertemu dengan Presedir Mo Seung Jae secara pribadi hari ini. Uang dan kekuasaan. Hubungan itu tidak akan mudah terputus."


Anggota Kongres Baek menemui Seung Jae, jika semuanya terus berlanjut seperti ini, ia bisa kalah di pilkada lawan orang yang tidak kompeten. Bagaimana masa depan negara mereka nantinya?

"Maksudmu, Anda butuh uang karena citramu menurun, bukan? Anda itu membutuhkan terlalu banyak uang. Tidak bisakah Anda sedikit lebih kreatif?"

"Aku juga tidak memintanya secara gratis. Aku juga punya urat malu."


Anggota Kongres Baek memberikan dokumen. Itu adalah daftar perusahaan publik terkemuka di Seoul. Anggota Kongres Baek akan memprivatisasi mereka, jadi Seung Jae ambil saja apa yang diinginkannya.

"Ini semua sia-sia jika tidak dipilih." Ujar Seung jae.

"Kalau tidak sia-sia, bagaimana? Apa kau bisa mencari pengembalian yang lebih baik untuk investasimu?"

"Atur jadwal pertemuan."

"Sudah kuduga, kau seorang patriot sejati."

"Bahkan Songsan pun tidak bisa memberikan dana tanpa tanda terima selamanya. Sudah kuperingatkan."

"Maka dari itu, kita perlu mencari ukiran kayu untuk mengisi peti simpanan kosongmu."

"Sekretaris Seo sudah buat kemajuan hari ini."

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...