Monday, May 15, 2017

Sinopsis Man To Man Episode 8 Part 1

Sinopsis Man To Man Episode 8 Part 1

Sumber Gambar dan Konten dari jtbc


Dong Hyun menyampaikan pada Un Gwang dan Do ha bahwa ambulan akan segera datang. Mereka berdua harus ke rumah sakit. Sementara itu, Seol Woo kembali ke rumahnya.

Ternyata masih ada satu bawahan Ki Chul yang berhasil lolos dan ia melapor pada Sekretaris Seung Jae. Seung Jae marah besar mendengar kabar dari sekretarisnya, ia sampai menampar sekretarisnya di depan orang-orang.

"Jika kau menerima uangku, seharusnya kau memberiku hasil!" Bentak Seung Jae.

Anggota Kongres Baek bertanya ada apa. Seung Jae menyuruh Anggota Kongres Baek mencaritahu sendiri. Seung Jae mengatakan pada yang lain, ia berharap megara ini memuaskan orang yang menghabiskan banyak uang mereka pada negara. Lalu ia permisi dengan kesal.


Dong Hyun memberikan barang-barang Do Ha di rumah sakit. Dong Hyun juga menanyakan keadaan Un Gwang. Un Gwang bilang ia tidak apa-apa soalnya perkelahian itu sama hal nya saat ia syuting film. Dong Hyun lega mendengarnya.

Dong Hyun meminta mereka untuk menandatangani pernyataan tutup mulut. Mereka berdua harus merahasiakan kejadian hari ini agar rahasia besar negara tidak tersebar ke luar.


Do Ha menolak menandatangani itu, ia ingin dengar langsung dari Seol Woo baru ia mau tanda tangan. Dong Hyun menjawab kalau itu akan menjadi masalah. Do Ha menanyakan alasannya, memangnya Seol Woo sekarang dimana? tidakkah seharusnya ia mendapat perawatan di rumah sakit?

Un Gwang mengancam, ijinkan Do Ha menemui Seol Woo sekali. Kalu tidak ia akan mengundang reporter dan menceritakan semuanya.


Dong Hyun meninggalkan mereka berdua beserta surat pernyataan itu. Ia berpesan agar Seol Woo mendapatkan tanda tangan Do Ha.


Do Ha khawatir, bagaimana luka Seol Woo? Kenapa tidak ke rumah sakit? Seol Woo menjawab lukanya baik-baik saja, toh cuma goresan kecil. Do Ha masih belum puas, soalnya tadi Seol Woo banyak mengeluarkan darah. Seol Woo akhirnya menjawab kalau ia sudah mendapat perawatan.

Seol Woo memandang pergelangan tangan Do Ha yang diperban, mungkin luka akibat tali yang terlalu kencang. Do Ha mengaku sangat ketakutan tadi, terlebih tidak ada orang yang menjelaskan padanya kenapa semua ini terjadi.

"Maafkan aku, karena membuatmu melalui semua ini."

"Karena kau..."


Do Ha berhenti sebentar, ia lalu melarang Seol Woo meminta maaf, melainkan harus menjelaskan apa yang terjadi padanya hari ini dan segala yang ia tidak ketahui. Juga, soal identitas Seol Woo yang sebenarnya. Do Ha berjanji akan menandatangani perjanjian itu setelah mereka bicara, jadi ia meminta pengertian Seol Woo.

"Apa kau sungguh, agen rahasia BIN?"

"Iya. Menjadi pengawal hanya kedok, sebanrnya aku menjalankan misi."

Do Ha mendesah mendengarnya, jadi dugaannya benar. Seol Woo tidak bisa menjelaskan dengan detail tapi satu yang pasti, misinya sudah selesai dan ia harus pergi.

"Pergi? berarti kata-kata dan perlakuanmu padaku selama ini hanyalah kebohongan belaka?"

"Aku harus sering berbohong, dan hari-hariku penuh dengan kematian dan kekerasan. Kau lah orang yang paling berbahaya buatku."


Seol Woo lalu menyodorkan surat pernyataan itu, meminta Do Ha segera menandatanganinya. Do Ha minta waktu sebentar. Do Ha mengganti ekspresi wajahnya yang terkejut menjadi senyum. Ia menyadari hari ini adalah hari yang berat untuknya juga Seol Woo.

Do Ha menandatangani surat itu, ia berjanji akan merahasiakan kejadian hari ini jadi tidak usah khawatir. Do Ha mengajak Seol Woo bicara lagi besok dengan pikiran yang lebih tenang.

"Istirahatlah!" Ucap Do Ha lalu melangkah pergi.


Seol Woo lalu menyodorkan surat pernyataan itu, meminta Do Ha segera menandatanganinya. Do Ha minta waktu sebentar. Do Ha mengganti ekspresi wajahnya yang terkejut menjadi senyum. Ia menyadari hari ini adalah hari yang berat untuknya juga Seol Woo.

Do Ha menandatangani surat itu, ia berjanji akan merahasiakan kejadian hari ini jadi tidak usah khawatir. Do Ha mengajak Seol Woo bicara lagi besok dengan pikiran yang lebih tenang.

"Istirahatlah!" Ucap Do Ha lalu melangkah pergi.


Un Gwang mengantar Do Ha balik, ia bertanya apa Do Ha sudah bicara pada Seol Woo. Do Ha menjawab kalau mereka akan bicara lagi besok.

"sungguh? besok?" Un Gwang menanyakannya dengan lesu.


Do Ha menjelaskan, banyak yang terjadi hari ini, Seol Woo terluka jadi butuh istirahat. Un Gwang membenarkan pemikiran Do Ha itu.

"Oppa. terimakasih banyak untuk hari ini."

"Terimakasih juga karena sudah selamat."

Kilas Balik...


Un Gwang menanyakan apa yang akan Seol Woo lakukan pada Do Ha jika misi ini selesai. Seol Woo menjawab yakin kalau ia akan menghilang.

"terimakasih, brother! Tepatilah janjimu!"

"Baik."

Kilas Balik selesai...


Dong Hyun berterimakasih pada Seol Woo. Karena tindakan seenaknya Seol Woo, Tae Ho diinvestigasi tim Audit dan BIN sekarang tahu perihal Seol Woo (Ghost Agen).

Seol Woo menjawab, ia menjalankan misinya, warga sipil selamat, cincin dan ukiran kayu juga aman dan mereka juga menangkap ghost agen musuh.

"jadi? kau bilang, kau melakukan hal yang benar?"

"Toh bukan kakacauan besar juga."


Dong Hyun menanyakan masalah Do Ha, tidak ada masalah kan? Seol Woo hanya menjawab kalau ia sudah mendapatkan tandatangannya. Dong Hyun merasa Seol Woo bukan Seol Woo hari ini, tingkah Seol Woo aneh.

"Tulis lah laporan sesukamu." jawab Seol Woo.

Dong Hyun mengembalikan pena perekam itu, ia sudah menghapus rekaman suara Seol Woo. Seol Woo berkata akan memulai misi Black Auction besok.

"Misi ini bernilai 5 juta dolar. Kau tahu kan?"

Seol Woo menjelaskan kalau gedung rumahnya di lantai 1 sudah terekspose jadi ia meminta Dong Hyun mengurus itu untuknya.


Tuan Cha menanyakan kemana saja Do Ha seharian ini sampai tidak bisa dihubungi. Do Ha hanya mengatakan ada sedikit masalah. Tuan Cha bertanya, apa ada masalah dengan Seol Woo? Kalau iya katakan saja, akan ia pastikan untuk menegur Seol Woo.

"Ayah.. tentang cincin itu.."

"Cincin? Oh oh oh... iay, cincin itu! kau membawanya? dimana?"


Do Ha mengatakan polisi membawa cincin itu, jadi ia meminta ayahnya melupakannya saja. Ayah memarahi Do Ha, tahu gak berapa mahalnya cincin itu?! Ia membutuhkan cincin itu untuk membelikan apartemen untuk hadian pernikahan Do Ha.

"Cincin itu bukan milik Ayah! Apa ayah tahu seberapa berbahayanya cincin itu?!" Bentak Do Ha, ia menjelaskan kalau ia tidak butuh apartemen, jadi tolong ayah berhentilah!


Seol Woo memainkan koin GPS itu. Sementara itu, Do Ha tidak bisa tidur memikirkan Seol Woo dari awal mereka bertemu sampai tadi.


Seol Woo juga memikirkan hal yang sama ternyata. Dan terakhir ia menyulap koin itu menjadi hilang, seperti kata-katanya pada Do Ha kalau ia akan pergi.


Kamar Do Ha di pagi hari sudah rapi, ia sudah keluar rumah. Sementara itu, Seol Woo juga memulai misinya. Ia mengenakan cincin itu.


Ternyata Do Ha ke rumah Seol Woo dan Seol Woo bisa melihatnya dari kamera CCTV.


Do Ha hendak memencet bel tapi melihat pintu terbuka, ia mengurungkannya dan langsung masuk ke dalam tapi ruangan itu kosong tidak seperti saat ia datang semalam. Do Ha menghubungi Seol Woo tapi nomornya tidak aktif. Ia pun meninggalkan pesan suara.

"Ayolah.. angkat telfonmu. Masih ada yang perlu kau katakan padaku."

Seol Woo tak melepaskan pandangannya dari monitor. Ia juga mendengar kata-kata Do Ha.


Do Ha menangis, Seol Woo benar-benar pergi? Jika bohong, harusnya minta maaf. Jika menyelamatkannya, harusnya mendengarkannya mengucapkan terimakasih. "Kau benar-benar pergi?" Dan tangis Do Ha semakin keras.

Di lantai dua, Seol Woo juga berkaca-kaca, lalu ia mematikan monitornya.


Sang Sik membantu Un Gwang memasang banyak koyo. Sang SIk bertanya, Un Gwang berkelahi dengan siapa? Un Gwang menjawab kalau ia hanya salah posisi tidur. Sang Sik tidak percaya, karena semua itu adalah luka pukul.

"Siapa yang memukulmu, hyungnim?"

"Kenapa? APa kau akan menyelamatinya dan memihaknya?"

Sang Sik langsung meringsut takut.

Seol Ah dan Jung Hye datang, mereka juga menduga Un Gwang habis berkelahi. Un Gwang menyangkalnya, ia lalu mengajak mereka bergegas karena semua sudah ngumpul.


Sang Sik mengingatkan kalau Seol Woo belum datang. Un Gwang menjelaskna bahwa Seol Woo sudah berhenti. Sang Sik memberi kode pada Seol Ah kalau Seol Woo memukuli Un Gwang dan Un Gwang menangkap kode itu, ia langsung marah besar.

"Sudah kubilang bukan Kim Guard! Yang terjadi adalah aku..." Un Gwang menjelaskan gerakan-gerakannya tapi semuanya masih menganggap Seol Woo lah yang melakukannya.


Seol Woo entah terbang kemana dan ia dijemput oleh seorang wanita.

"Aku merindukanmu, K."

"Lama tak jumpa."

Lalu mereka jalan bersama.


Dong Hyun menjelaskan pada Tae Ho perihal Seol Woo yang mulai misi ukiran kayu kedua. Tae Ho nitip pesan agar Seol Woo berhati-hati karena kedok pengawalnya sudah terekspose, ia yakin Black Infantry akan ada di Black Auction.

"Dia akan mengatasinya. Jangan khawatir."

"Aku bicara begini karena K tidak sendirian."

"Ku pikir dia sudah kembali normal sekarang. kau sendiri? baik-baik saja?"

"Mereka masih menginvestigasiku, tapi tidak ada bukti."

Tae Ho menanyakan perkembangan Ki Chul. Dong Hyun memberitahu kalau Ki Chul tidak membuka mulutnya sama sekali.


Ki Chul ditemui seorang pengacara yang ditugaskan oleh Seung Jae, Pengacara Yoon Sung Joon. Pengacara Yoon disana untuk menyampaikan pesan dari Seung Jae, "Bertanggung jawablah atas kegagalanmu."

"Juga, inilah saranku sebagai pengacaramu. Jika kau ingin hidup, tutup mulutmu."

Ki Chul menggenggam tangannya erat-erat.


Seung Jae tidak butuh anjing pemburu yang tidak bisa berburu. Anggota Kongres Baek memperingatkan, jika Seung Jae menyingkirkan Ki Chul seperti itu, dia akan mengkhianati dan menggigit majikannya.

"Jadi?" Tanya Seung Jae.

"Anjing pemburu yang tidak berguna harusnya dimasukkan ke dalam panci rebusan."

"Kau kejam sekali."

Anggota Kongres Baek akan mempersiapkan semuanya,
jadi Seung Jae jangan khawatir. Juga, Anggota Kongres Baek akan mencarikan seseorang untuk menggantikan Ki Chul..

"Membereskannya diam-diam tidak akan berhasil. Sepertinya aku harus melakukan apa yang dulu dilakukan kakekku."

"Kalau seperti itu, Songsan nanti akan terluka."

"Karena itu, kau harus menjadi walikota dan presiden untuk memulihkan Songsan nantinya."

"Tentu saja."

Seung Jae menyalakan telefon di ruangannya, ia meminta disambungkan pada VIP.


Se Hoon terkejut melihat wajah Un Gwang, benar Seol Woo yang menghajarnya?

"Dasar. Tidak, kubilang. Mereka itu terus-terusan saja menyebarkan rumor aneh, nanti bisa-bisa orang percaya lagi!"


Se Hoon bertanya, Seol Woo tidak mungkin berhenti karena Songsan kan? Un Gwang balik bertanya, memangnya kenapa dengan Songsan?

"Ada rumor yang beredar kalau Songsan sengaja ingin menyusahkan kita."

"Jadi begitulah cara permainannya Presedir Mo?"

"Dan tidak mudah juga mencari investor untuk film kita. Kita harus mempertimbangkan hal buruk yang mungkin terjadi."

"Kau mau batalkan filmnya?"

"Tidak! Bukan maksudku membatalkan. Mungkin tunda sebentar filmnya. Karena kau dapat tawaran baru untuk film laga komedi yang bagus. Jadi apa kita main film itu dulu?"

"Jangan konyol. Film ini akan diproduksi. Film ini akan ditayangkan perdana dan akan sukses. Aku bisa memberikan biaya produksinya sendiri. Jadi jangan takut dan terus lanjutkan pembuatan film ini."

"Sungguh?"

"Tapi setelah kau buntu mencari investor lain."


Do Ha datang bekerja seperti biasa. Ia menghiraukan perintah Un Gwang untukberistirahat.


--Forum Investasi Asia ke-12--

Wanita yang bersama Seol Woo tadi datang bersama pria paruh baya kesana. Pria itu memakai cincin itu. Petugas lalu memanggil managernya.


Manager men-scan cincin itu dan setelah memastikan itu asli ia memberi pria itu sebuah kotak bertuliskan "Black Auction".


Ternyata Orang Seung Jae juga berjaga disana.


Pria paruh baya itu sebenarnya adalah Seol Woo yang menggunakan topeng. wow, keren!


Seol Woo masuk ke toilet, ia membuka kotak itu dan isinya adalah USB. Lalu Seol Woo mencopot pakaiannya.


Un Gwang bertanya, apa Do Ha sudah bertemu Seol Woo?

"Aku akan membunuhnya. Akan kubunuh baj* itu."

"Kim Guard bilang apa?"

"Dia tidak bilang apapun. Dia pergi begitu saja. Yang dia lakukan cuma minta maaf. Bisa-bisanya dia pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun? Kalau aku papasan sama dia di jalan, akan kutembak dia."

Do Ha bahkan meminta Un Gwang untuk membelikannya pistol.


Seol Woo akan langsung pergi tanpa menerima ajakan minum wanita itu. Seol Woo memberi dokumen di pertambangan Hungaria seperti yang ia janjikan. Wanita itu memberitahu, ketua yang asli sebenarnya akan tiba besok. Seol Woo tidak peduli, ia akan tetap pergi.

Wanita itu memeluknya dari belakang, berkata kalau ia bebas hari ini.

"Kau mau kupanggilkan pemandu wisata?" Tawar Seol Woo.

"Tak usah bersikap menyebalkan begitu. Kau itu sangat tampan dan romantis."

"Jika romantis hal yang kau inginkan, kau seharusnya menyinggungnya dalam kesepakatan itu."

Seol Woo melepaskan pelukan wanita itu lalu pergi.


Do Ha dan Un Gwang nonton film romantis. Do Ha membicarakan soal pemain utama film itu berkencan setelah pembuatan film selesai, ia menebak mungkin mereka sudah jatuh  cinta saat syuting adegan romantis.

"Mereka itu cuma berakting. Mereka berpisah lagi begitu mereka memulai film berikutnya."

"Walaupun mereka cuma akting, mata itu tidak berbohong."

"Memangnya apa yang tidak bisa dilakukan aktor waktu berakting?"


Un Gwang lalu menatap Do Ha, ia menyatakan cinta. Do Ha menatap mata yang sama seperti tatapan mata Seol Woo padanya.

"Kau rupanya bisa berbohong pakai mata juga, ya. Kau memang aktor berbakat." Kesimpulan Do Ha.


Do Ha lalu mengajak menonton film action saja. Un Gwang sepertinya merasakan kesedihan Do Ha.


Dong Hyun mengunjungi Seol Woo yang tengah asyik main game. Dong Hyun menanyakan undangan Black Auction itu. Seol Woo menunjukkan letaknya.

DOng Hyun membukanya, Informasi rekening yang mengirimkan biaya partisipasi pelelangan ada di sana?

"Ya. Minimal 5 juta dolar." Jawab Seol Woo.


Dong Hyun memberitahu, Tae Ho saat ini sedang berusaha sebisanya mengumpulkan dana kegiatan khusus. Jadi Seol Woo harus lihai bergerak dalam misi ini. Seol Woo boleh saja seorang agen Ghost, tapi Seol Woo itu agen tingkat enam pertama yang menerima banyak dana.

"Aku akan mem-back up-mu."

"Back up? Apa, menurutmu aku akan kabur membawa uang itu?"

"Ya, tentu saja. Kalau-kalau kau mau kabur bawa uang itu, kasih tahu aku dulu."

"Kenapa?"

"Karena aku tidak bisa bertarung sejago dirimu. Jika aku tidak bisa menghentikanmu, aku harus membaginya denganmu."


Tuan Cha menonton berita soal Anggota Kongres Baek In Soo. Ia menghubungi Seol Woo tapi tidak bisa. Ia lalu cerita pada Song Yi kalau nampaknya Do Ha dan Seol Woo sedang ada masalah. Apa Song Yi tahu sesuatu?

"Semalam dia susah tidur, jadi pasti ada yang tak beres, tapi dia tidak mau cerita."

"Aku yakin ada masalah di antara keduanya. Menantu Kim, brandal itu. Aku yakin dia meremehkanku karena bekerja di tempat seperti ini."

Tuan Cha memutuskan untuk bergerak, ia tidak bisa duduk diam saja.


Tuan Cha mencegat Anggota Kongres Baek dengan menggunakan atribut pendukung. Saat Anggota Kongres Baek mendekatinya, ia memberikan kartu namanya.

"Nama saya Cha Myung Suk. Saya pernah bertemu dengan Anda waktu aku bekerja dengan Tn. Yoon."

"Galeri Robert Yoon?"

"Saya si Goldfinger. Jika Anda butuh bantuan atas nama Tn. Yoon, teleponlah saya." bisik Tuan Cha.


Mi Eun memutuskan hubungannya dengan Tae Soo. Sekarang mereka tidak perlu saling mengontak lagi, jadi Mi Eun mengembalikan ponsel pemberian Tae Ho.

"Jika ini tentang Jae Young, aku mengerti. Tapi bertahanlah, buat berjaga-jaga saja."

"Tidak, aku harus menyingkirkan segalanya. Kalian tidak bisa melindungi anakku maupun diriku."

"Misinya masih dalam proses."

"Jika kau macam-macam dengan suamiku lagi, aku yang akan memihaknya mulai sekarang. Akan kukubur semua kesepakatan yang telah kita lakukan sejauh ini. Maka kau juga harus mengubur rahasiaku."


Setelahnya, Mi Eun menemui Sharon Kim. Sharon membahas perihal Mi Eun yang tak mengajari dialog film dengan Pi Eun Soo lagi. Apa Mi Eun sungguh menarik diri dari semua hal yang berkaitan dengan Un Gwang?

"Aku akan menghentikan semuanya sekarang. Aku juga telah mengakhirinya dengan Ketua Tim Jang, jadi kami takkan bertemu lagi di sini."

"Keputusanmu sudah tepat."

"Ketua Tim Jang itu pria yang baik. Akan kupastikan semuanya tidak canggung karena aku."


Tiba-tiba Un Gwang datang bersama Sang Sik. Mi Eun langsung pamit. Sebelum itu, Un Gwang minta ijin untuk bertanya satu hal, "Kabarnya Songsan menekan investor agar tidak berinvestasi di film kami. Apa Presedir Mo itu tidak ada kerjaan lain, atau memang dia picik?"

"Apa itu alasanmu karena tidak bisa mendapatkan investor? Terserah kau mau pikir apa."


Dong Hyun memperlihatkan rekaman CCTV Ki Chul saat diinterogasi.

"Sejak pengacaranya datang, dia selalu duduk seperti itu dan menatap kamera. Tapi ada yang aneh. Khususnya bagaimana dia mengetuk jarinya. Aku tidak tahu polanya. Tapi yang pasti itu bukan kode morse."


Seol Woo membesarkan gambarnya lalu mengambil kertas. Sambil melihat gerakan tangan Ki Chul, ia menulis sesuatu. Seol Woo menjelaskan kalau itu kode di antara agen Ghost.

"Ini koordinat GPS." Seol Woo menyerahkan kertas itu pada Dong Hyun.

Dong Hyun langsung bergerak untuk mencaritahu.

Setelah Dong Hyun pergi, Ki Chul kembali menatap kamera. Seol Woo juga menatap monitor, tepatnya menatap mata Ki Chul.


Setelah dari tempat Sharon, Un Gwang melamun.

Kilas balik...


Un Gwang bertanya, apa Mi Eun ada masalah dengan suaminya.

"Tidak mungkin. Mereka itu pasangan yang paling didambakan di negara ini."

"Bukan penampilan mereka, tapi yang sesungguhnya. Aku yakin CEO Ji pernah bercerita tentang pertemuan kami dengan dia dan suaminya. Perasaanku aneh saja."

"Soal itu..."

"Mi Eun itu... tidak bahagia. Bukan karena aku, 'kan?"

"Aktor Yeo, tak usah menyombongkan diri. Walaupun ada masalah, itu di antara mereka berdua. Entah mereka bahagia atau sengsara, itu bukan urusanmu."

Kilas Balik selesai...

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon