Monday, May 15, 2017

Sinopsis Man To Man Episode 8 Part 2

Sinopsis Man To Man Episode 8 Part 2

Sumber Gambar dan Konten dari jtbc


Un Gwang ke rumah Seol Woo untuk mengajaknya makan ayam sama minum bir. Ia bicara pada kamera CCTV di depan. Ia tahu Seol Woo ada di dalam, ia menyuruh Seol Woo segera membuka pintunya selagi ia masih sendiri, kalau tidak ia akan mengadakan jumpa pers disana dan menceritakan semuanya. Seol Woo pun membuka pintunya.

Un Gwang mengungkapkan keinginannya untuk membangun rumah seperti milik Seol Woo, soalnya rumahnya terlalu terbukan dan terkadanng ia membutuhkan waktu sendirian. Seol Woo tidak menanggapi, ia menanyakan tujuan Un Gwang kesana.

"Aku sudah bilang aku mau minum denganmu. Aku rindu padamu. Jadi, berapa banyak gaji agen BIN? Walau mereka banyak keluar uang untuk berobat tetap saja itu masih merupakan pekerjaan pemerintah. Akan kugaji kau dua kali lipat dari gaji agen BIN. Kenapa kau tidak kembali menjadi Kim Guard saja? Ya?"

Seol Woo menerima minum dari Un Gwang, ia menjelaskan kalau penyamarannya sudah selesai, jadi tidak ada lagi Kim Guard.


Mereka jeda sebentar untuk minum. Un Gwang kemudian bertanya, apa memang semua itu hanyalah penyamaran dan sebuah misi? Seol Woo menangguk.

"Apa memang tak ada rasa tulus sama sekali? Ingat saat kita berlari melewati jembatan sambil berpegangan tangan? Ingat saat kita terhantam dengan ledakan EMP di Rusia? Banyak kenangan kita bersama."

"Tidak ada rasa tulus sama sekali."

"Kejam sekali kau. Baiklah. Aku mengerti bagaimana perasaanmu. Kalau begitu, bagaimana dengan Do Ha? Apa kau hanya memanfaatkan dia saja?"

"Ya."

"Kau berbakat sekali."


Seol Woo mengakui, itulah misi pertama di mana ia melakukan kesalahan. Ia sangat marah ketika ia tahu Do Ha diculik.


Song Yi bertanya, apabenar Seol Woo mengganti nomornya dan pergi. Do Ha menegaskan semuanya telah berakhir, ia juga akan melupakannya. Do Ha mencari-cari foto Seol Woo di ponsellnya tapi sama sekali tidak ada.

"Apa dia juga pegang-pegang ponselmu?" Tanya Song Yi.

"Dia rupanya menghapus semua  jejaknya dan pergi begitu saja."

"Baj* sekali dia itu. Apa perlu dia seperti itu?"

"Sudahlah, tak apa. Apapun itu, aku juga tidak mau punya pacar yang menghilang tanpa sepatah kata pun. Aku akan melupakannya."

"Teman malangku ini berarti akan cukup lama bersedih."

"Aku pasti akan merasa lebih baik pada saat musim berganti, karena di sisiku ada kau dan Oppa kita."


Un Gwang menjelaskan, Do Ha mungkin kelihatannya tegar tapi dia itu aslinya peka dan rapuh. Pasti dia akan sulit menghadapi semua ini tapi walaupun Seol Woo khawatir, jangan khawatirkan dia.

"Karena di sisinya selalu ada aku. Jangan terlalu sedih, ya? Tentu saja, aku juga akan selalu di sisimu..."

"Aku baik-baik saja."

"Jangan katakan hal yang tidak sungguh-sungguh kaukatakan. Aku tahu kau itu juga tidak bisa berhenti memikirkanku."

"Mulai sekarang... jangan datang kesini lagi."

"Aku juga tak datang kesini buatmu. Aku datang buat diriku sendiri. Kau menjadi pengawalku lewat koneksimu dengan Song Mi Eun, bukan? Apa hubungan dia dengan BIN?"


Sharon dan Tae Ho bertemu, mereka membicarakan soal Mi Eun. Terlepas dari pihak mana yang dia pilih, Mi Eun pasti menyesal dan tidak menyesalinya juga pada saat bersamaan. Un Gwang dan suaminya sama-sama penting baginya. Mereka mungkin berbeda, tapi kedua-duanya cinta padanya.

"Dia mencintai kedua pria itu. Bisa juga berarti dia tidak menyukai kedua pria itu. Song Mi Eun-ssi pasti sangat menderita karena dia salah memihak dari awal." Tanggapan Tae Ho.

Ponsel Tae Ho berdering, dari Dong Hyun. Sharon melarangnya mengangkat tapi Tae Ho tidak bisa.


Dong Hyun mendatangi lokasi yang diberitahu Seol Woo. Mereka menemukan mayat, Dong Hyun yakin itu tubuh agen Yoon. Tapi masih perlu di periksa soalnya tubuhnya remuk.

"Usia dan tinggi badannya sesuai dengan Agen Yoon, dan berdasarkan KTP yang ditemukan di jenazah, sepertinya itu memang Agen Yoon Sunbae."

"Bukankah Songsan dan Anggota Kongres Baek yang mencoba menutup-nutupinya?"

"Akan kusuruh reporter kesini. Mereka tidak akan bisa mudah menutup-nutupinya kalau hal ini masuk berita."


Seung Jae menonton berita penemua tubuh agen Yoon itu. Seung Jae langsung menghubungi Anggota Kongres Baek.


Seung Jae membenarkan kata-kata Anggota Kongres Baek, anjing pemburu menggigit majikannya. Seharusnya ia merebusnya seperti yang Anggota Kongres Baek sarankan.

"Jangan khawatir. Aku akan mengurusnya sebelum merugikan Songsan."

"Caranya?"

"Kasus pembunuhan akan ditutup begitu mereka menangkap si pembunuh. Ada orang yang bisa kujadikan pembunuh." Anggota Kongres Baek melihat kartu nama pemberian Tuan Cha.


Dua orang detektif datang ke restoran Song Yi. Mereka membawa surat perintah penangkapan Tuan Cha atas tuduhan membunuh Robert Yoon. Tuan Cha terkejut, tapi detektif tidak memberinya waktu untuk menjelaskan, mereka langsung memborgol dan membawanya ke kantor.


Song Yi menghubungi Do Ha saat itu juga. Do Ha yang sedang ada di rumah Un Gwang terkejut sekali.


Tuan Cha terus menyangkal sampai membuat Detektif jengkel. Tuan Cha menjelaskan, ia sungguh tidak tahu apa-paa, tiba-tiba saja ia tidak bisa menghubungi agen Yoon.

"Kau itu membunuhnya karena kau menginginkan uangnya."

"Tidak. Sumpah, aku tidak melakukannya."

"Kau itu terekam kamera CCTV saat menelusuri tokonya."

"Memang benar aku pergi ke sana, tapi bukan aku!"

"Beraninya kau pura-pura tak tahu? Keadaan, bukti dan motif semuanya mengarah padamu."


Seol Woo merasa sangat tidak masuk akan jika Tuan Cha membunuh agen Yoon. Dong Hyun membuka berkas penyelidikan polisi dan memang begitu adanya, tapi ia tetap menuruh kecurigaan.

"Kalau si Seo Ki Chul itu?"

"Dia bungkam lagi. Dia tidak mengetuk jarinya lagi."

"Aku pergi sekarang."


Do Ha menghubungi Dong Hyun, mengajaknya bertemu. Do Ha tidak sendiri, ia datang bersama Un Gwang. Do Ha menjelaskan bagaimana ayahnya, Ayahnya mungkin menipu orang, tapi dia tidak akan membunuh siapa pun. Dong Hyun menjawab kalau investigasinya masih berlangsung, jadi...

"Pasti ada hubungannya dengan penculikan itu, bukan?" Sela Un Gwang.

"Itu karena cincin pemberian ayahku itu, bukan? Memang kenapa dengan cincin itu sebenarnya?" Tanya Do Ha.

"Itu berkaitan keamanan nasional, jadi aku tidak bisa memberikan rincian apapun."

Un Gwang meninggikan suaranya, kemanan nasional macam apa yang mengharuskan seseorang membunuh seseorang?! Do Ha memohon agar Dong Hyun menjelaskan pada mereka dengan jujur.

Dong Hyun membaca SMS dari Seol Woo, Seol Woo sudah sampai. Dong Hyun meminta mereka percaya saja dan bersabarlah. Lalu Dong Hyun pergi.


Dong Hyun membawa Seol Woo ke ruang monitor untu melihat Ki Chul di ruang interogasi. Dong Hyun bertanya, menurut Seol Woo, kenapa Ki Chul memberi tahu tentang lokasi jenazah Agen Yoon Sunbae?

"Mungkin itu karena dia ingin memberontak, kalau dia tak mau dirugikan sendirian."

"Satu-satunya cara membersihkan nama Cha Myung Suk adalah jika orang itu buka mulut."

"Dia pasti punya alasan menggunakan kode Ghost untuk memanggilku."

Seol Woo meminta Dong Hyun mematikan kameranya dan ia akan masuk.


Ki CHul yakin kameranya pasti mati karena Seol Woo ada di sana dan ia yakin Seol Woo sudah menemukan jenazah agen Yoon. Ia juga sudah tahu kalau seorang pria tak berdosa dijebak karena pembunuhan tersebut. Tapi yah... ia yakin Anggota Kongres Baek sudah menyiapkan segalanya.

"Apa yang ingin kau katakan padaku?"

"Aku punya apa yang kauinginkan. Bukti pembunuh sebenarnya Robert Yoon."

"Lalu, apa yang kau inginkan?"

"Aku ingin kematian seseorang."


Anggota Kongres Baek dan Seung Jae menyogok Jaksa Agung.


Seung Jae menyindir, peti simpanannya pasti kosong sekarang. Anggota Kongres Baek menjawab, tertulis di Alkitab atau di Tipitaka atau dimana pun, Seung Jae harus mengosongkan agar bisa diisi.

Anggota Kongres baek meneria telfon, ia menyampaikan pada Seung Jae kalau semua berjalan lancar. Seung Jae mengajak untuk memulai tahap kedua.


Tae Ho mendapat kabar dari bawahannya bahwa rekening kegiatan khusus sudah diblokir. Tae Ho terkejut, apa maksudnya itu??


Lau ia didatangi tim audit yang memberitahunya bahwa ia dipecat dan memintanya untuk mengembalikan tanda pengenal serta garus mengosongkan ruangannya.


Semantara itu, Dong Hyun ditahan atas tindak korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Seluruh isi kantornya disita.


Tae Ho menemui Sel Woo seorang diri, mengatakan bahwa situasinya cukup buruk. Songsan menyerang sekaligus, jadi mereka tidak bisa memperbaikinya sekarang juga.


"Setelah besok selesai, cincin Black Auction itu takkan ada gunanya lagi." Ucap Seol Woo.

"Kita butuh rencana baru."

"Jika mereka mendapatkan ukiran kayu yang kedua, bukankah misi itu akan gagal? Jika misi ukiran kayu gagal, bagaimana dengan Agen Lee Sunbae dan Cha Myung Suk? Apa kau tak mau memedulikan mereka lagi?"

"Kubilang, kita harus menunggu karena kita tidak bisa apa-apa sekarang!! Situasinya parah. Kita harus menghentikan misi untuk saat ini."

"Dengan kata lain, Anda tidak punya rencana sekarang, kan?"

Saat Tae Ho akan menegur Seol Woo, Seol Woo sudah tidak ada di tempat.


Ki Chul kabur saat akan dipindahkan. Ia melumpuhkan dua pengawalnya di dalam lift.


Mi Eun mengantarkan minum untuk suaminya, ia sengaja bertanya, apa Seung Jae mengenal Tae Oh, dari yang ia dengar Tae Oh sedang menyelidiki Songsan. Seung Jae balik bertanya, tahu darimana Mi Eun?

"Dia pacar barunya si Sharon. Aku tahu dari dia. Dia bilang dia pintar, kompeten, terampil dan dia bekerja di BIN."

"Ketua Tim Jang dan Sharon berkencan?" Seung Tersenyum mengetahui hal itu.

"Dia itu sangat keras kepala dan sangat pemalu, dan ingin meruntuhkan Songsan, tapi dia benar-benar tak berdaya di depan Sharon."

"Oh, ya?"


Junior Dong Hyun menginterogasinya dengan kasus yang pernah Dong Hyun tangani dahulu. DOng Hyun tak mengerti, apa hubungan semua kasus itu dengan korupsi dan penyalahgunaan wewenang?

" Aku hanya menuruti perintah atasan saja."

"Siapa? Siapa yang membuatku ditahan karena tuduhan tak masuk di akal ini?"


Ki Chul menghubungi Anggota Kongres Baek, ia meminta diberi kesempatan sekali lagi. Ia akan menyingkirkan Seol Woo dan membawa ukiran kayu itu pada Anggota Kongres Baek.


Seung Jae menemui Tae Ho, ia mengajaknya bicara berdua.


Un Gwang akan mencari pengacara terbaik untuk Tuan Cha jadi Do Ha tak perlu khawatir. Do Ha ragu bisa menang soalnya semua kasus ini berhubungan dengan BIN. Un Gwang menangkan, soalnya Dong Hyun juga sudah janji pada mereka. Do Ha memberitahu bahwa Dong Hyun tidak bisa dihubungi.

"Kepolisian, kejaksaan, BIN... Aku tidak tahu siapa yang harus dipercaya dan diajak bicara lagi." Ujar Do Ha.


Un Gwang mengingat perkataan Seol Woo, Agen BIN itu tidak bisa dipercaya. Un Gwang berujar, hanya ada satu orang yang bisa membantu mereka.


Un Gwang menceritakan semuanya pada Do Ha, soal Seol WOo yang bilang bahwa Anggota BIN itu tidak bisa dipercaya.

"Apa menurutmu dia masih tinggal disini?"

"Aku tak ingin memberitahumu, takutnya malah mempersulit keadaan."


Mereka melihat Seol Woo baru datang. Un Gwang akan bicara dulu dengan Seol Woo tapi Do Ha sudah keburu keluar. Do Ha akan memukul Seol Woo tapi ia yang malah ditangkis dan hampir jatuh kalau Seol Woo tidak memeganginya. Un Gwang hanya diam mematung melihat mereka.


Do Ha melepaskan diri, ia kesal mengetahui Seol Woo ternyata masih tinggal disana selama ini.

"Kau menghilang tanpa sepatah kata pun, jadi aku pun sampai tidak bisa mengucapkan terima kasih. Terima kasih telah menyelamatkanku saat aku diculik."

"Aku baru saja melakukan pekerjaanku..."

Do Ha menonjok perut Seol Woo tapi ia yang malah kesakitan. Tapi ia masih bersikap dingin, ia sungguh tidak bisa memaafkan kebohongan Seol Woo.


Anggota Kongres Baek datang ke ruang interogasi Dong Hyun, ia mengklaim akan membebaskan Dong Hyun. Dong Hyun tidak percaya itu, karena sepertinya Anggota Kongres Baek ingin membuat kesepakatan dan ingin menipunya.

"Kaulah orang yang suka menipu. Kau itu memihak siapa sebenarnya? Agen BIN atau jaksa? Pilihlah salah satu. Jangan menyulitkan hidupmu sendiri."

"Entah aku memihak BIN atau kejaksaan, apa pentingnya prosesnya? Asalkan aku menangkap orang jahat seperti Anda, maka aku telah memenuhi tugasku."

"Berhentilah ikut campur. Serahkan ukiran kayunya dan jauh-jauhlah dari BIN."

"Tak mau."

"Apa perlu kau dipecat dulu biar belajar dari kesalahanmu?"

"Mana bisa orang cepat berubah. Anda saja tidak berniat untuk bertobat dan mengubah pribadimu."

"Dasar bodoh."



Seung Jae bercerita, kakeknya melakukan kesepakatan bisnis dan politik lewat makanan. Jadi kapan pun seseorang makan sama kakeknya, mereka akhirnya dapat rumah atau mobil baru.

"Berarti itu namanya kolusi dan korupsi." Tae Ho menyimpulkan.

"Itulah sebabnya aku ingin berbeda dari kakekku."

"Dilihat dari betapa buruknya kinerja Songsan secara finansial, Anda itu sudah sangat berbeda dengan Ketua Mo."

"Semangatmu bagus juga. Aku suka itu. Jika Anda membawakan ukiran kayu ke aku, aku akan menjadikanmu direktur BIN. Bagaimana? Kenapa kita tak bergandengan tangan saja?"

"Aku tak ingin memegang tanganmu, kecuali jika aku ingin memborgolmu."

"ANda butuh kekuasaan untuk mengejar keadilan."

"Keadilan yang tidak mematuhi aturan itu namanya penyerangan."

"Uang adalah aturan dan kekuasaan adalah keadilan. Anda masih belum tahu itu? Atau Anda pura-pura tak tahu?"

"Apa menurutmu dunia akan bekerja sesuai keinginanmu?"

"Anda mau taruhan? Habiskan makanannya. Aku tak suka makanan ini."


Sebelum pergi, Seung Jae membahas soal Sharon, ia tak menyangka Tae Ho memiliki selera wanita tinggi padahal selera makanannya rendah.

"Aku penasaran apa kau bisa mengatasinya. Anda tahu dia itu sahabat terbaik istriku, bukan? Kapan-kapan, kita harus minum anggur."


Un Gwang yakin Seol Woo sudah mendengar kabar mengenai Tuan Cha, dan parahnya lagi mereka tidak bisa menghubungi Dong Hyun. Seol Woo meminta mereka menunggu.

"Mana bisa aku mempercayaimu?" Sela Do Ha.

Un Gwang menanyakan, apa ada cara lain. Jika ada katakan saja, ia bersedia membantu jika alasannya demi negara dan Do Ha. 

"Kita saja sudah berhasil bertahan dari kematian. Aku ini bisa bela diri, brother." Un Gwang mengingatkan.

Seol Woo menjawab ada satu cara, "Aku butuh uang untuk melaksanakan rencananya. Dalam kurs dolar AS. Aku butuh lima juta dolar."

Un Gwang hampir terjatuh dari duduknya mendengar nominal uang yang Seol Woo katakan itu.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...