Saturday, May 20, 2017

Sinopsis Man To Man Episode 9 Part 2

Sinopsis Man To Man Episode 9 Part 2

Sumber Gambar : jtbc


Seung Jae menemui Ketua Yamato. Ketua Yamato terkejut ketika ketua perusahaan saingan ingin bertemu diam-diam. Seung Jae ingin berhenti menjadi saingan. Ia menawari, apa Ketua Yamato tertarik ingin membeli Songsan Marine Transport?

"Itu perusahaan global dengan penjualan tinggi dan kinerjanya sangat baik, tapi kau mau menjualnya padaku?" Ketua Yamato heran.

"Jika kau tertarik. Apa kau berpartisipasi dalam Black Auction besok selama Forum Investasi Asia?"

"Ya, benar."

Seung Jae menunjukkan foto ukiran kayu itu, ia ingin Ketua Yamato membeli ukiran itu yang akan dilelang besok.


Seol Woo kembali menemui Tae Ho untuk menanyakan situasi terkini. Tae Ho sama sekali tidak bisa bergerak karena ada blokade dimana-mana.

"Bagaimana dengan Agen Lee?"

"Kurasa mereka berencana mencari alasan untuk menghentikannya. Aku juga sudah mencari tahu tentang Cha Myung Suk dan bukti palsu itu tanpa cacat, jadi dia tetap akan dihukum atas pembunuhan."


Seol Woo menyampaikan kalau Misi Black Auction itu akan dilaksanakan sesuai rencana.

"Caranya? 5.000.000 dolarnya sudah kau dapat?" Tanya Tae Ho.

"Anda harus segera menyelesaikan pembayarannya karena direktur BIN sebentar lagi kembali ke Korea."

"Bagaimana kau melakukannya tanpa bantuan?"

"Kita membutuhkan ukiran kayu itu sehingga mereka tidak bisa gegabah. Akan kudapatkan ukiran kayu yang kedua."

"Banyak Agen BIN akan berada di tempat itu sambil membawa fotomu. Kau takkan bertahan..."

Dan seperti kemarin, saat Tae Ho menoleh, Seol Woo sudah tidak ada disana.


Seseorang membawakan seragam dan peralatan untuk Ki Chul. Nama samaran Ki Shul adalah Kim Seong Hoon, seorang petugas listrik.

"Dia berpesan kau harus berhasil." Orang itu menyampaikan pesan Anggota Kongres Baek.


Mereka bertiga rapat untuk misi besok. Seol Woo menugaskan Do Ha untuk mencari alasan agar Un Gwang menghadiri sesi pukul 17:00. Do Ha akan menyiapkan pernyataan pers untukitu, ia menggunakan kedudukan Un Gwang yang merupakan pemegang saham terbesar Chewing.

"Berarti aku memang harus menghadirinya. Jangan lupa sertakan kalau aku bintang di Asia sekaligus bintang Hollywood." Ucap Un Gwang.

Do Ha bertanya pada Seol Woo, apa kenal Anggota Kongres Baek In Soo? Un Gwang mengenalnya sebagai calon walikota Seoul.

"Salah satu orang yang menjebak ayahmu adalah orang itu." Jawab Seol Woo.

"Apa?" Do Ha terkejut.


Un Gwang lebih terkejut lagi karena ia mengira Seung jae lah dalangnya. Seol Woo menjelaskan, Anggota Kongres Baek sudah jadi orang yang dibantu Songsan semenjak Ketua Mo memimpin Songsan.

"Menghasilkan uang dengan cara curang dan mengeluarkan otoritas yang tidak pantas karena uang itu. Mo Seung Jae dan Anggota Kongres Baek tampaknya berbeda, tetapi mereka punya niat yang sama." Lanjut Seol Woo.

"Jadi mereka penjahat nomor satu dan penjahat nomor dua, dan misi kita mengalahkan mereka?"

"Singkat kata, ya."


Kalau begitu, Un Gwang siap. Sudah saatnya Dark Death beraksi, Mereka akan memastikan misi besok sukses.

Do Ha bertanya, apa yang akan Seol Woo lakukan sendirian jika tidak ada mereka?

"Misi Black Auction bisa dipimpin sendiri. Tapi untuk rencana yang akan kujelaskan, aku butuh bantuan."

"Masih ada lagi misinya?" Tanya Un Gwang dan Seol Woo mengangguk.


Hari kedua Forum Investasi Asia telah dimulai. Panel hari ini mencakup "Masa Depan Kecerdasan Buatan Dari Asia ke Seluruh Dunia" menampilkan para ilmuwan, pengusaha, pejabat pemerintah dan seniman budaya.

Anggota BIN dibawah kendali Songsan berpatroli di sekitar gedung dan mereka juga mengawasi lewat ruang kontrol CCTV. Tujuan mereka adalah menemukan Seol Woo, dimana mereka membawa foto Seol Woo kemana-mana.


Un Gwang langsung dikerubuti wartawan, mereka ingin tahu alasan seorang aktor datang ke forum investasi.

"Aku seorang aktor, tapi aku juga co-manager agensiku, Chewing. Aku ingin mendengar dan mengalami sendiri tren ekonomi mengenai seni." Jawab Un Gwang.


Sementara Un Gwang diinterview, Do Ha sedikit menjauh untuk melapr pada Seol Woo yang ada di parkiran. Seol Woo saat ini sedang mengakses kamera keamanan hotel.

Do Ha memperhatikan sekitar, ia menghitung pria yang terlihat seperti agen BIN. Mereka ada empat.

"Aku lagi melihat monitor, jadi kau tidak perlu memberi tahuku." Ucap Seol Woo.


Do Ha terkejut, ia rasa ia sudah kntak mata dengan salah satu dari mereka. Ia takut ditangkap kembali oleh mereka.

"Tak apa. Bersikaplah sewajarnya."

"Tidak. Dia menatapku seakan dia curiga padaku."

"Dengar baik-baik. Turuti apa kataku. Berdiri tegak dan angkat kepalamu. Arah jam 7-mu."


Do Ha menatap arah jam 7-nya dan menemukan kaca besar sehingga ia bisa menatap dirinya secara utuh.

"Jika pria terus menatapmu, abaikan saja. Lebih kentara mencurigakan kalau kau bicara denganku, jadi jangan bicara."

"Ya."


Ketua Yamato menyapa Ketua Lung yang datang bersama wanita yang waktu itu bersama Seol Woo. Ketua Yamato memanggil wanita itu Nn. Wang dan ia memuji kecantikan Nn. Wang. Ketua Yamato lalu meninggalkan mereka sebentar.


Nn. Wang merasa Ketua Yamato sangat senang, apa yang terjadi?

"Oh, kau memang pandai membaca pikiranku."

"Kau bisa memberitahuku? Lagipula kau tidak akan pernah rugi kalau bekerja denganku."

"Kemarin aku bertemu Tn. Mo dari Songsan."


Anggota Kongres Baek mengingatkan, Jika Songsan Marine Transport dibeli oleh Yamato, maka industri transportasi laut Korea akan kalah dari Jepang.

"Aku rela mengambil risiko kerugian jangka pendek untuk mendapatkan ukiran kayu."

"Ya. Kita harus melihat gambaran besarnya. Songsan harus kuat agar negara bisa untung."

"Ya. Kalau saja tugasmu sudah benar dari sejak awal, ekonomi negara pasti akan membaik. Kau saja tak bisa becus menangani Robert Yoon dan menghabiskan banyak uang."

" 'Kan sudah kutemukan kambing hitam dan membereskannya, jadi jangan khawatir."

"Tolong jangan ceroboh."

"Kali ini, sudah berjalan mulus."


Sementara itu, Ki Chul sudah mulai beraksi. Ia menyelinap masuk ke ruang kontrol listrik.


Do Ha berjalan ke parkiran tapi ia membeku kala melihat pria yang menyekapnya dulu berjalan menuju ke arahnya. Pria itu makin dekat dengannta tapi belum menyadari ada dirinya, lalu tiba-tiba seseorang menarinya sembunyi.


Seol Woo lah yang menariknya sembunyi. Ia menjelaskan kalau mereka juga anggota BIN, jadi jika Do Ha bersikap sewajarnya, mereka tidak akan menyentuh Do Ha.

"Jangan gugup. Aku selalu mengawasimu." Kata Seol Woo.


Un Gwang sudah memanggil Do Ha karena Pukul 17:00 panel akan dimulai. Misi mereka pun dimulai.


Ki Chul mengotak-atik beberapa kabel, ia mencabut salah satunya danmenancapkannya ke ponselnya.


Sementara itu anggota BIN di ruang kontrol mengomando agar semuanya waspada, perhatikan kalau-kalau Agen K muncul. Sementara itu, anggota yang berpatroli di luar menginformasikan kalau Un Gwang dan Do Ha baru saja memasuki aula.


Seol Woo stand by di depan monitor di dalam mobil, ia mengawasi aula. Ternyata Ki Chul juga melakukan hal yang sama. kabel yang ia tancapkan ke ponsel tadi, memungkinkannya untuk mengamati CCTV di dalam aula.


Pembukaan lelang dimulai. Ada pidato dari CEO perusahaan IT Korea, Wormsoft, Lee Soo Bum. Semua orang bertepuk tangan menyambutnya. Dan mereka semua yang duduk di sana memakai cincin itu.


Cara melenang barang-barang adalah menggunakan tablet yang disediakan di meja masing-masing dan untuk mengaktifkan tablet itu menggunakan USB yang didapatkan Seol Woo kemarin.

Acara lelang pun dimulai. Item pertama yang dilelang adalah Meja Gajah Emas. Un Gwang sudah gemes mau membelinya, kan ia punya 5 juta dolar. Do Ha melarangnya keras. Kemudian Seol Woo menjelaskan kalau itu dicuri dari Keluarga Kerajaan Inggris, Interpol mencarinya, jadi Un Gwang tidak akan bisa menjualnya.

"Untung, aku tidak menekannya." Ucap Un Gwang.

"Ingat, BIN bisa mengganti uangmu karena menjalankan misi ukiran kayu ini." Kata Seol Woo.

"Aku mengerti, Brother. Kuingat itu baik-baik, Brother."


Tae Oh mengunjungi Dong Hyun di ruang interogasi, ia membawakan Dong Hyun sup daging, ia paham Dong Hyun pasti lelah. Dong Hyun khawatir, apa tidak apa-apa Tae Ho datang menemuinya, bisa gawat kalau catatan menunjukkan Tae Ho menemuinya.

"Aku yakin tidak ada masalah." Jawab Tae Ho.

Selanjutnya Tae Ho membahas soal Dong Hyun yang kelihatan semakin tua saja. Dong Hyun menjawab kalau ia juga mulai di BIN waktu aku sudah tua dan orang-orang disana tidak akan membiarkannya tidur selama proses interogasi. Dong Hyun menulis "K" dengan tangan di meja, ia bertanya apa dia baik-baik saja.

"Dia sudah pergi. Aku khawatir menugaskan dia sendirian."

"Dia akan baik-baik saja. Jangan khawatir."


"Maaf. Aku tidak tahu bagaimana menghadapimu."

"Kau ini kenapa? Kau tak seperti biasanya. Ini jauh lebih buruk dari selama misi Jakarta. Bertahanlah sebentar lagi. Kau pasti bebas setelah dia beres."


Seol Woo dan Ki Chulterus memantau jalannya lelang, hingga pada item ke-empat, Pensive Bodhisattva (ukiran kayu itu).


Lelang dimulai dengan harga 800.000 dolar (sekitar 1 miliar won). Un Gwang mengetik tawaran 810.000 dolar. Lalu ada yang menawar 900.000 dolar. Un Gwang mengetikkan 950.000 dolar. Ada lagi yang menawar mencapai 1.500.000 dolar.

"Kenapa bisa harganya melonjak besar begitu?" Do Ha heran.

Seol Woo mengomando untuk segera membuat tawaran balasan. Un Gwang mengetikkan 1.510.000 dolar, tapi kemudian tawaran balasannya mencapai 2.000.000 dolar.


"Siapa pun itu, dia itu pasti niat sekali." gumam Un Gwang lalu ia mengetikkan angka asal, 2.345.678 dolar. Un Gwang tertawa puas tapi yang lain malah menertawakannya.

Tiba-tiba saja tawarannya sudah mencapai 3.000.000 dolar. Un Gwang menawar 3.010.000 tapi gagal, dari 3.000.000 dolar, tawaran harus dinaikkan sebesar 100.000 dolar.


Un Gwang pun mencoba 3.100.000 dolar. Tapi tawaran naik lagi mencapai 4.000.000 dolar. Un Gwang bertanya pada Seol Woo, bagaimana ini soalnya mereka hanya punya sisa 1.000.000 dolar.

"Kita mungkin kehabisan uang kalau seperti ini." Imbuh Do Ha.

"Do Ha-ssi. Plan B. (Rencana B)" Jawab Seol Woo.

Kilas Balik...


Seol Woo diam-diam menemui Nn. Wang, Seol Woo menanggapinya dingin karena transaksi mereka sudah selesai.

"Ada informasi yang mungkin ingin kauketahui. Songsan. Cincin Black Auction. Kau sudah tertarik sekarang?"

"Kau mau apa sebagai imbalannya?"

"Aku ingin asmara darimu."

"Baiklah."

"Aku tidak butuh kesepakatan palsu."

"Berarti bisnis seperti biasa."

"Ketua Yamato membuat kesepakatan dengan Songsan dengan imbalannya ukiran kayu."

Kilas Balik Selesai...


Seol Woo meminta Do Ha mendatangi meja Ketua Yamato di baris ketiga, sebelah diagonal kiri posisi Do Ha. Do Ha menghitungnya, ia menemukannya lalu ia mengeluarkan sebuah alat.


Saat di parkiran tadi Seol Woo memberinya alat itu. Seol Woo berpesan kalau benda itu bisa membantu mereka keluar dari posisi yang kurang menguntungkan. Do Ha bertanya apa itu.

"Begitu dinyalakan, semua barang elektronik dalam satu meter akan segera mati. Jika kita perlu menggunakan taktik ini, kau harus melakukannya untukku."


Do Ha meminta Un Gwang bertahan sebentar lagi dan ia mulai berjalan menuju meja Ketua Yamato. Ki Chul melihat Do Ha mulai beraksi. Sementara Un Gwang mengetikkan tawaran 4,100,000 dolar tapi tidak bisa karena harus dinaikkan sebesar 1.000.000 dolar.


Un Gwang malah ragu mau mengetikkan angka 5,000,000 dolar. Seol Woo dan Do Ha menyuruhnya untuk cepat. Tepat sat itu penjaga menegur Do Ha untuk pindah posisi. Do Ha langsung megacungkan tangan.

"Saya ingin bertanya."

"Saya akan menyisihkan waktu setelah pertanyaan Nona ini." Jawab Orang di depan tapi Do Ha memaksa. Sementara itu Un Gwang menguatkan diri untuk mengetikkan angka 5,000,000 dolar lalu menekan tombol enter.


Setelah penawaran balasan berhasil dilakukan, Do Ha menekan benda pemberian Seol Woo, otomatis tab Ketua Yamato mati jadi ia tidak bisa melakukan penawaran balasan.


Tapi tugas Do Ha tidak sampai disitu, ia harus tetap disana selama 10 detik lagi. Bahkan ia sampai harus berdebat dengan penjaga yang berusaha memaksanya menjauh dari sana.


Akhirnya misi mereka berhasil, Un Gwang mendapatkan ukiran kayu itu seharga 5 juta dolar.


Selanjutnya Seol Woo menyuruh Do Ha untuk menunjukkan cincin Black Auction, maka petugas akan memberinya kunci kamar tempat ukiran kayu itu. Do Ha melakukannya dengan patuh.


Saat Do Ha hendak menuju ruangan yang dimaksud. Ia melihat pria BIN sebelum pintu lift tertutup. Do Ha tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya dari pria itu.


Seol Woo meninggalkan pos-nya menuju Do Ha. Sementara itu Angoota BIN tadi melapor pada komandannya bahwa Do Ha bertingkah aneh, lalu si komandan memerintahkan untuk mengejar Do Ha.


Ki Chul juga mengamati kemana Do Ha pergi. Ia lalu melepas kabel dari ponselnya dan menuju tempat Do Ha.

Seol Woo sudah di dalam gedung hotel, ia meminta Do Ha menunggu tapi Do Ha tetap jalan.

"Tak perlu. Tetap ikuti rencana awal."


Anggota BIN lain mengenali Seol Woo dan mereka menyerang Seol Woo, tapi mereka bukanlah tandingan Seol Woo jadinya Seol Woo bisa lolos dengan mudah.


Do Ha masuk ke ruangan. Tapi Ki Chul mengikutinya, ia menahan pintu yang hendak tertutup.


Ki Chul keluar ruangan Do Ha tadi sambil membawa koper silver. Ia berpapasan dengan anggota BIN lain, mereka menyuruh Ki Chul memnyerahkan koper itu.


Tapi kemudian datanglah Seol Woo menghajar semua anggota BIN itu. Ki Chul membantunya dan mereka berdua lari bersama.


Mereka bertemu di tangga darurat. Ruang kontrol tidak bisa memantau karena disana tidak ada kamera CCTV.


Anehnya, Ki Chul memberikan koper itu pada Seol Woo tanpa perlawanan. Dan mereka saling menangguk. Seol Woo lalu turun membawa koper itu. Baru selang beberapa detik kemudian Ki Chul mengikutinya.

Kilas Balik...


Saat Seol Woo menemui Ki Chul di ruang interogasi, Ki Chul bilang ia memiliki bukti pembunuh sebenarnya Robert Yoon. Seol Woo lalu bertanya, apa yang diinginkan Ki Chul darinya.

"Kematian seseorang. Data pribadi dan fotoku sudah ada di tangan kejaksaan. Karirku sebagai Agen Operasi Tertutup sudah berakhir."

"Kau akan dikeluarkan dan mereka akan mencoba membunuhmu."

"Ghost yang tidak lagi berguna tidak memiliki akhir hidup yang bahagia."

"Jadi... apa yang kau inginkan adalah..."

Seol Woo tidak melanjutkan kalimatnya tapi Ki Chul sudah paham dan ia mengangguk.

Kilas Balik selesai....


Seol Woo berhasil keluar dan Ki Chul mengikutinya dari belakang.


Beberapa saat lalu yang terjadi di ruangan. Ki Chul memberikan USB yang merupakan bukti untuk membersihkan nama ayah Do Ha. Do Ha menerima itu, tapi..

"Ini bukan berarti aku memaafkanmu."

"Aku akan menerima ganjaran atas kejahatanku." Jawab Ki Chul.

Do Ha lalu memberikan koperitu pada Ki Chul.

Saat ini. Do Ha memberitahu Un Gwang kalau ia sudah mendapatkan USB-nya. Un Gwang langsung berdiri, mengajak ketemuan di lobi saja.


Seol Woo menaiki motor yang sudah ia siapkan bersama koper itu. Sementara Ki CHul masuk ke dalam mobil dibelakang motor.


Seol Woo jalan duluan. Sementara anggota BIN sampai di sana juga, Ki Chul buru-buru menaiki mobilnya. Selang beberapa detik kemudian, mobil Ki Chul meledak. Wow, mengejutkan, jadi ini yang diinginkan Ki Chul dari Seol Woo, memberikannya bom bunuh diri.


Un Gwang bertemu Do Ha di lobi dan mereka berjalan keluar bersama.


Anggota Kongres Baek mendapat laporan kalau Ki Chul dibunuh oleh Seol Woo, padahal Ki Chul yang meminta.


Seung Hyun mendapat laporan bahwa Ketua Yamato gagal memperoleh ukiran kayunya. Seung Hyun menenggak anggurnya lalu melemparkan gelasnya pada layar TV.


Sementara itu, Seol Woo berhasil menyelamatkan diri dengan ukiran kayu yang kedua.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...