Wednesday, May 24, 2017

Sinopsis My Secret Romance Episode 11 Part 1

Tags

Sinopsis My Secret Romance Episode 11 Part 1

Sumber Gambar :OCN

 
-=Episode 11=-
Hanya Aku yang Tak Bisa Kencan

Yoo Mi minta maaf karena pindah mendadak, tapi ia menjamin penggantinya akan lebih baik soalnya sudah berpengalaman 5 tahun, jadi dia akan lebih mudah bekerja sama.

"Tapi kita baru saja akrab..." Jawab Shin Hwa.

"Kalau begitu, akan kusiapkan daftar menu besok."

Bok Ja mengajak mengadakan pesta perpisahan untuk melepas Yoo Mi. Semua orang setuju kecuali Eun Bi yang ada janji, tapi semua sepakat memaksanya untuk membatalkan janji itu.


-="Tak Ada yang Mudah" - Sohyun=-

Kenapa kaulakukan ini padaku?
Kenapa hatiku seperti ini?
Kututup mataku, kututup telingaku...
Namun dirimu terlintas di benakku.
Meskipun saat aku jalan.


Tak ada yang mudah,
tak ada yang sesuai mauku
Walau cinta adalah kata yang umum...
Kata yang kulatih setiap hari...
Kata yang hanya di bibirku,
aku mencintaimu, sulit sekali kata itu terucap.

Kata-kata itu yang selama ini terucapkan
Kata-kata yang itu tak bisa kukatakan
Tak ada yang mudah,
tak ada yang berjalan seperti mauku
Walau cinta adalah kata yang umum...
Kata yang kulatih setiap hari...

Setiap hari hanya di bibirku saja
Aku bahkan tak tahu...



Eun Bi sedih karenaYoo Mi selama ini membodohi mereka padahal Yoo Mi tahu sendiri ia naksir berat dengan Jin Wook. Je Ni mewanti-wanti, jangan sampai Eun Bi mengatakan apapun karena ini hari terakhir Yoo Mi.

Tapi Eun Bi tidak peduli, ia menghampiri Yoo Mi lalu memeluknya, "Yoo Mi Saem, aku benci dirimu."


Untuk menghidupkan suasana sekaligus menghibur Yoo Mi, Shin Hwadan Je Ni maju dan menyayikan lagu Trouble Maker.


Bok Ja menghibur Yoo Mi dengan caranya sendiri, melarang Yoo Mi sok tahu di tempat kerja barunya, dan harus bekerja dengan baik.

"Nyonya, Aku pasti sudah banyak menyulitkanmu, ya?"

"Ya, untuk anak baru, perkembanganmu cukup pesat. Bagus."


Jin Wook masuk ke ruangan kerja Yoo Mi yang sudah kosong. Ia menatap papan nama hadiahnya untuk Yoo Mi.

Kilas Balik...


Yoo Mi mengemasi barang-barangnya dan ia melihat buku resep koleksinya. Ia membuka halamannya satu per satu dan berhenti di resep bubur abalone. Ia teringat Jin Wook pernah cerita kalau ibunya suka sekali bubur abalone dan suka juga membuatnya.


Yoo Mi lalu melihat keranjang makanan yang selama ini ia gunakan untuk mengantar makanan Jin Wook. Ia menangis mengingat semua itu.

Kilas Balik Selesai...


Kilas Balik Selesai...


Jin Wook duduk di kursi yang diduduki Yoo Mi untuk terakhir kali.


Yoo Mi membawa barang-barangnya, ia mematikan lampu dapur lalu pergi.


Nyonya Jo heran melihat Yoo Mi mengemasi barang-barangnya, ia tak mengerti kenapa Yoo Mi tiba-tiba memutuskan untuk ke luar kota.

"Asramanya bagus. Aku bisa menabung, karena kami diberi makan 3 kali sehari." Jawab Yoo Mi.

"Kalau Ibu pergi siapa yang menjaga Dong Goo?"

"Bu... Jangan merepotkan Hyun Tae karena sering ke stasiun TV. Rawatlah anak itu, ya?"


Yoo Mi lalu memilih barang lain yang akan ia bawa. Yoo Mi memegang kotak itu. Ibu menyayangkan putusnya Yoo Mi dengan Jin Wook soalnya ia sudah terlanjur suka dengan Jin Wook, Jin Wook itu tipenya sekali.

"Meski bukanlah tipe suami yang baik. Ibu tak percaya dia takut setelah menghadapi skandal." Lanjut ibu.

Yoo Mi bilang mau buang sampah sambil membawa kotak itu di kantongnya.


Yoo Mi siap membuang kotak itu tapi tidak jadi. Sementara itu, Jin Wook menatap meja yang dulunya sebangai tempat kotak itu.

Kilas Balik...


Setelah acara main-main di kolam renang resort, Yoo Mi mengakui. Malam itu, saat sembunyi di lemari Jin Wook. Saat itulah ia melihat isi kotak itu.

"Aku tak tahu kenapa itu ada di lemari. Tapi, berhubung semua punya selera masing-masing... Aku juga punya selera sendiri."


Jin Wook akhirnya memberikan kotak itu untuk Yoo Mi. Mereka masing-masing tersenyum dan tiba-tiba Jin Wook mencium Yoo Mi.

Kilas Balik Selesai...


Jin Wook kembali meminum anggurnya. Sementara Yoo Mi tidak sanggung membuang kotak itu dan kembali membawanya masuk ke rumah.


Sek Jang mengatakan pada Jin Wook bahwa beritanya sudah berhasil mereka atasi sebelum semakin meluas. Dan ia memberitahu Jin Wook bahwa Yoo Mi pindah ke kantin sebuah universitas di Daejeon.


Sek. Jang memberikan alamat Yoo Mi dalam sebuah kertas catatan yang ia tempelkan di tablet. Jin Wook tidak menganggapi itu malah menyuruh Sek. Jang untuk kembali kerja lagi.


Yoo Mi mulai kerja di tempat baru, ia sedikit terkejut mendapati semua kokinya ternyata laki-laki.

"Sebelum di sini kau kerja di mana?" Tanya kepala koki.

"Daebok Group."

"Kantin perusahan lebih mudah dari kantin sini. Mahasiswa yang lapar, makan 3 kali sehari bisa kau mengatasinya?"

"Aku akan berusaha... Tidak, aku akan kerja dengan baik."


Hari kembali berganti. Jin Wook rapat dengan stafnya membahas sample produk baru.


Yoo Mi sepertinya kulawalah melayani para mahasiswa, ia banyak mendapat keluhan dari para koki.


Sek. Jang menanyakan makan siang Jin Wook. Tapi Jin Wook bilang tidak lapar dan terus lanjut bekerja seperti kesurupan, bahkan memaksa Sek. Jang juga untuk mengimbangi cara kerjanya.


Yoo Mi menegur mahasiswa yang mengambil banyak makanan karena itu tidak diperbolehkan tapi mahasiswa itu tidak mengindahkan larangan Yoo Mi.


Saat d lobi, Jin Wook mendengar karyawan membicarakan menu makan siang hari ini. Jin Wook hanya melihat mereka sekilas dan lanjut jalan lagi.


Ketua Cha meminta Jin Wook mempersiapkan diri untuk mengambil alih posisinya.

"Ayah bilang aku tak perlu memikirkannya sampai aku menikah."

"Sebelum kau menikah, mungkin Ayah sudah mati. Akan kuumumkan secara resmi pada dewan direksi."

"Akan kupikirkan."

"Untuk sekarang ini, Ayah tak akan mendesakmu menikah. Tapi, kalau kau mau posisiku bersikaplah yang sesuai. Kalau kau berulah lagi, Ayah akan serahkan semuanya pada yang lebih layak, mengerti?"


Yoo Mi melihat gambar pantai di mading kampus. Ia jadi teringat Jin Wook. Apalagi di gambar itu ada tulisan, "Ikuti Tubuhmu, Ikuti Kata Hatimu". Sebenarnya itu pamflet yang menginformasikan liburan 2017, 17-20 Desember di Gangneung.


Jin Wook kembali melamu. Lalu Sek. Jang menelfonnya.

"Direktur, haruskah aku memesan buket bunga?"

"Oh, sudah waktunya ya?"

"Iya. Mau kusiapkan buket seperti tahun lalu?"

"Iya, pesankan."


Jin Wook memandang kalender di mejanya, besok adalah hari ulang tahun ibunya.

Suara Ketua Cha: Pikirkan baik-baik. Kalau dia bersamamu, kau kira dia masih bisa tersenyum atau malah akan menangis? Begitulah Ibumu dulu. Karena keserakahanmu mungkin hidup wanita itu akan sulit.


Jin Wook bicara sendiri, "Lee Yoo Mi. Hari ini aku tak makan apa-apa. Aku lapar seharian."

Jin Wook lalu mengambil alamat Yoo Mi yang diberikan Sek. Jang.


Yoo Mi selesai bekerja, ia sangat lelah kelihatannya. Ia memandangi ponselnya berharap Jin Wook menelfon tapi ia sadar,

"Tak mungkin dia menelpon. Kau licik sekali, Lee Yoo Mi."


Lalu Hyun Tae mengirim pesan dan ternyata sudah ada di depan. Mereka kemudian ngobrol berdua. Hyun Tae menebak, pasti sangat membosankan harus berada di kampus seharian. Yoo Mi membenarkan, memang terasa sangat sesak.

"Kadang aku ingin ke pantai." Lanjut Yoo Mi.

"Ah, sikuelnya "Selera Bos" sudah keluar. Aku lupa bawain."

"Hei, diam kau!"

Yoo Mi mendengar pelanggan Hyun Tae yang makin banyak. Hyun Tae sudah tahu akan seperti itu makanya ia tidak mau tampil di TV. Yoo Mi agak iri karena Hyun Tae selalu beruntung seperti biasa.

"Akhir pekan ini aku mau ke Seoul. Kenapa kau kemari?" Tanya Yoo Mi selanjutnya.

"Cafenya kututup, dan naik motor tapi akhirnya aku di sini."

"Kau naik motor dari Seoul ke Daejeon? Wah, kau segitu kangennya sama aku?"

Dan mereka hanya saling tersenyum.


Hyun Tae mulai serius, apa Yoo Mi baik-baik saja.

"Aku yakin akan makin membaik. Orang itu baik-baik saja... Jadi... aku juga akan baik-baik saja. Aku yakin."


Hyun Tae mengantar Yoo Mi kembali ke depan kampus. Yoo Mi meminta Hyun Tae berhati-hati pulangnya.

"Lee Yoo Mi. Kau tahu? Aku barusan tahu... kalau aku menyukaimu."

"Apa?"

"Aku menyukaimu. Aku tak tahu kapan mulainya... Tapi aku terlambat mengetahuinya. Harusnya aku bisa mendapatkanmu, tapi aku terlambat."

"Hyun Tae-ya."

"Aku cuman ingin kau tahu. Rasanya tak nyaman memendam perasaanku sendiri."


Yoo Mi langsung memeluk Hyun Tae. Ia jadi merasa bersalah dan ia minta maaf.

"Aku cuman ingin kau tahu."


Jin Wook ternyata datang ke sana dan ia melihat hal itu. Hyun Tae juga melihat Jin Wook tapi ia diam saja, tidak memberitahu Yoo Mi.

"Kunyuk satu itu. Hari ini kau kubiarkan." Ujar Jin Wook lalau pergi.


Hyun Tae juga pamit pergi dan sepertinya Yoo Mi masih merasa bersalah.

2 komentar

Kak mau tanya kok kalo punya ku gambarnya nggak mau langsung muncul ya? Munculnya cuma buletan ntar kalo diklik loading gambarnya baru muncul kan lama kak?

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...