Tuesday, May 2, 2017

Sinopsis My Secret Romance Episode 5 Part 1

Sinopsis My Secret Romance Episode 5 Part 1

Sumber Gambar dan Konten dari OCN


Episode 5 -- Mempermainkan Perasaanku

Jin Wook bertanya siapa Hyun Tae hingga menyela pembicaraan mereka. Hyun Tae merangkul Yoo Mi, menyuruh Jin Wook menebak sendiri apa artinya itu.

"Lee Yoo Mi-ssi, benarkah?"

Yoo Mi akan mengelaknya tapi Hyun Tae menahannya. Hyun Tae tahu pasti Jin Wook adalah bos-nya Yoo Mi. Hyun Tae memang tidak tahu apa urusan mereka tapi ia meminta bicarakannya saat dikantor saja dan hari ini Jin Wook sebaiknya pulang saja. Hyun Tae lalu mengajak Yoo Mi masuk.


Jin Wook menyetir pulang dalam keadaan marah. Ia beberapa kali menarik lalu membuang nafas untuk mengendalikan diri. Tapi sepertinya tidak berhasil karena ia masih saja merasa kesal.

"Ah, yang benar saja. Dia gadis apa sih?"

Sebelum tirin dari mobil, ia melihat kotak itu juga boneka Dong Goo yang ia letakkan di jog sampingnya.



Jin Wook membawa kotak itu masuk dan meletakkannya dimeja dengan kasar lalu ia masuk ke ruang ganti.


Hyun Tae mengajak Yoo Mi kembali ke restoran ternyata untuk mencari Game Console-nya. Yoo Mi agak cemberut tapi ia tidak memperpanjangnya, lalu ia menanyakan alasan Hyun Tae melakukan tadi.

"Aku..." Jawab Hyun Tae (suasananya udah romantis nih) "Aku tadi keren 'kan? Aku seperti pemeran utama dalam drama." Gubrak! Hyun Tae merusak semuanya.

Yoo Mi membalasnya dengan pukulan dibahu agar Hyun Tae kembali sadar. Hyun Tae beralasan kalau Yoo Mi tadi dalam situasi yang terganggu. Hyun Tae menyuruh Yoo Mi mengatakan pada Jin Wook kalau dirinya sudah memiliki pacar jika Jin Wook menggaggu lagi.

"Aku bisa menjadi pacarmu." Tambah Hyun Tae.

"Sudahlah, bukan begitu." Jawab Yoo Mi sedikit kikuk lalu ia pamit pulang.


Jin Wook terus kepikiran Yoo Mi sampai akhirnya ia maklum, tidak mungkin selama ini Yoo Mi tidak pernah pacaran. Dan malam ini Jin Wook minum.


Yoo Mi menggerutui Jin Wook, katanya Hye Ri cuma puteri mantan gurunya dan memintanya jangan salah paham, tapi apaan coba rekasinya tadi berlebihan sekali. Tapi kemudian Yoo Mi menggeleng,

"Ada apa denganku? Toh aku tidak menjalin hubungan apapun dengannya."

"Aku harap Joo Hye Ri dan Si Pria makan 3x sehari bisa makan teratur. Dan aku harap mereka bisa hidup dengan nyaman." Doa Yoo Mi sambil menatap menara Namsan.


Hye Ri minum dengan Penulis dan Produser, ia mengirim pesan pada Jin Wook untuk menjemputnya.

"Panggil saja supir pengganti!!!!!" Jawab Jin WOok singkat.

Hye Ri tidak sadar menggumamkan kekesalannya hingga Penulis bertanya. Hye Ri langsung pasang wajah ceria dan bilang bukan apa-apa.


Penulis dan Produser membicarakan soalnarasumber interview minggu depan yang katanya super sibuk. Hari ini sulit menemukan seseorang yang tampan, berbakat dan pembicara yang hebat.

"Aku bisa rekomendasikan seseorang. Aku sangat dekat dengannya." Saran Yoo Mi dan mereka berdua tersenyum karena tugasnya sudah selesai.


Hyun Tae menatap apartemen Yoo Mi sebelum menjalankan motornya, "Mimpi indah, Lee Yoo Mi."


Yoo Mi tidak bisa tidur karena teringat kembali kejadian 3 tahun lalu di pantai. Ternyata Yoo Mi tidak sendiri karena Jin Wook juga memikirkan hal yang sama.


Yoo Mi butuh beberapa saat untuk mengetuk pintu ruangan Jin Wook. Sementara di dalam, Jin Wook menghitung detik demi detik kedatangan Yoo Mi. Setelah pintunya diketuk, Jin Wook tersenyum tapi kemudian memasang wajah garang lagi dan menyuruh Yoo Mi masuk.


Yoo Mi menjelaskan menunya hari ini, steak Salmon. Jin Wook menyuruh Yoo Mi mengambil boneka Dong Goo, Yoo Mi mengerti lalu ia memberikan kotak perhiasan yang semalam tidak jadi. Tapi Jin Wook malah memegang tangannya dengan muka bersungut-sungut,

"Cepat singkirkan barang ini sekarang!"

Yoo Mi kembali cegukan. Jin Wook berdiri dan melanjutkan bicaranya, ia melarang Yoo Mi membahas mengenai kotak itu lagi, Mengerti?

"Ya, saya mengerti. Tapi... s epertinya Anda bisa melepas tanganku sekarang."


Jin Wook pun melepasnya dan Yoo Mi pamit. Jin Wook menahannya dengan bertanya siapa pria semalam, apa pacar Yoo Mi?

Yoo Mi mengingat kata Hyun Tae semalam, lalu ia menjawab "Apa saya diwajibkan menjawab pertanyaan pribadi?"

Jin Wook malah bertanya lagi, apa mereka tinggal bersama. Yoo Mi mengingatkan kalau itu juga pertanyaan pribadi jadi ia tidak wajib menjawabnya, 'kan?

"Ya, kau memang tak wajib menjawabnya. Tapi, ternyata standarmu rendah saat memilih pria, Lee Yoo Mi. Dengan sekali lihat saja dia itu payah."

"Hyun Tae itu dikenal dengan wajahnya yang tampan di tempat tinggalku. Dan dia juga murah hati. Dia berbeda dengan pria lain yang memiliki kepribadian menipu."

"Siapa? Menipu?"

"Saya sibuk, jadi saya pamit dulu."


Jin Wook kesal karena Yoo Mi berani mengejeknya tapi ia langsung diam saat melihat makanan Yoo Mi yang menurutnya sangat imut. Ia lalu memotret makanan itu. 


Yoo Mi menggerutui Jin Wook di dapur karena sudah berani-berani berkomentar buruk soal teman baiknya, lebih baik kan Jin Wook memperhatikan  pacarnya itu.

"Kau sedang mengomeli apa? Kau tak kerja? Ada banyak pekerjaan nih." Tegur Bok Ja dan berlanjut kekesalan karena Yoo Mi tidak segera kembali setelah mengantar sarapan Jin Wook. Toh Yoo Mi tidak pacaran dengannya juga.

"Menarik sekali punya pacar satu kantor." celetuk Je Ni.

"Bos itu milikku." klaim Eun Bi

"Maafkan aku." Ucap Yoo Mi menutup perdebatan.


Yoo Mi merasa ada yang aneh, kenapa Shin Hwa menggigit roti. Shin Hwa menjelaskan kalau ia mengikuti saran Hye Ri dalam mengiris bawang.


Bok Ja marah lagi, Berhenti mengobrol! Jangan sampai meludahi makanannya! Ngapain masih mengobrol? Semuanya pun hanya minta maaf lalu kembali bekerja.


Jin Wook bertanya apa buku yang dibawa Sekretaris Jang itu. Sek. Jang menjelaskan kalau ia berencana akan membaca buku itu selagi menunggu. Nona Selamat Pagi... Ups! Seseorang yang merekomendasikan buku ini padanya.

Jin Wook melihat sampul buku itu dan ternyata bergambar Hyun Tae.

"Jadi dia seorang penulis." Kesimpulan Jin Wook.

"Anda mengenalnya? Saya sudah memesan tempat untuk makan malam setelah rapat. VIP..."

Jin Wook menyuruh Sek. Jang membatalkan pesanannnya, ia mau lanjut bekerja setelah rapat, ia akan memakan bekal makan malam. Jin Wook lalu berjalan dan membuang buku Hyun Tae seenaknya.

"Dasar sialan." Sek. Jang tak sadar telah mengumpat sambil memungut buku itu.


Yoo Mi panik karena Jin Wook tiba-tiba membatalkan acara makan malam di luar, ia kan jadi kelabakan. Je Niberkomentar, makan malam itu hanya alasan untuk menutupi maksud Jin Wook yang sebenarnya.

Shin Hwa pamit pulang terlebih dahulu. Yoo Mi berterimakasih karena mereka semua sudah bekerja keras seharian ini. Bok Ja tiba-tiba kembali marah karena ada pelanggan yang hampir mengajukan komplain karena mereka kehabisan kimchi mentimun.

"Kemana pikiranmu belakangan ini?!" tutup Bok Ja lalu pergi duluan.

Eun Bi merasa pasti terjadi sesuatu pada Bok Ja. Shin Hwa menjelaskan, kemungkinan besar itu terjadi karena cakram tulang belakangnya. Bok Ja sulit untuk berdiri lama, dia tidak mau menjalani operasi karena pekerjaan, dan dia adalah seorang atasan jadi dia tidak bisa berhenti bekerja. Jadi tolong maklumilah.


Yoo Mi memutuskan memasak Nasi Goreng Indonesia ala Korea untuk makan malam Jin Wook. Aromanya tidak menyengat jadi ia yakin akan sesuai dengan selera Jin Wook.

"Bagus, kau boleh pergi." Jawab Jin Wook singkat.


Setelah Yoo Mi pergi, Jin Wook memakannya dengan sangat lahap.


Yoo Mi kembali ke mejanya. Pesan masuk dari Hyun Tae "Apa kau mau pergi ke sungai Han dengan Dong Goo malam ini?"

Yoo Mi mengetik balasan, "Ya, aku akan segera pulang kerja..."

Belum sempat Yoo Mi menyelesaikannya ada pesan masuk lagi, kali ini dari Jin Wook "Kenapa porsinya sedikit sekali? Siapkan makan malam yang lain lagi sekarang."

Yoo Mi menggerutu sebal tapi ia tetap membuatkan Jin Wook makanan.


Yoo Mi memasak bola nasi dengan daging cincang halus. Karena mendadak, ia hanya memasak sesuai
dengan...

"Baiklah, kau boleh pergi." Potong Jin Wook cuek.

Yoo Mi pun pergi sambil membawa bekas wadah Nasi Goreng tadi.


Setelah Yoo Mi pergi, Jin Wook mengeluarkan minuman herbal (obat) lalu menenggaknya barulah ia menyentuh makanan Yoo Mi.


Yoo Mi bersiap pulang tapi ia duduk dulu di kantin. Hyun Tae menelfon bertanya kenapa Yoo Mi belum juga sampai rumah.

"Aku bisa gila gara-gara Si Pria makan 3x sehari. Dia menyuruhku membuatkan makanan berkali-kali. Hei, dia sudah nambah makan malam sampai dua kali. Apa itu masuk akal? Apa dia manusia? Pokoknya aku terlambat karena menyiapkan makanan untuknya, sepertinya kita harus membatalkan pergi ke sungai Han-nya." Jelas Yoo Mi panjang lebar.

"Apa aku perlu menjemputmu?"

"Benarkah? Kau bisa menjemputku?"


Yoo Mi menyadari kalau Jin Wook menguping, ia pun menyudahi telfonnya dengan berkata akan menghubungi Hyun Tae nanti.


"Kau mau dijemput?" Tanya Jin Wook.

"Anu, bukan... Tapi, kenapa Anda kemari?"

Jin Wook bilang ia lapar dan mau makan ramen. Yoo Mi pun dengan berat hati kembali ke dapur untuk memasak ramen. Diam-diam Jin Wook tersenyum.


Ibu Yoo Mi menanyakan soal Yoo Mi yang belum pulang. Hyun Tae menjawab kalau Yoo Mi sedang sibuk. Ibu Yoo Mi senang lalu mengajak Hyun Tae pergi minum setelah menutup toko.

"Entah karena udaranya dingin tapi ibu merasa sedih."

"Maafkan aku, aku minum cukup banyak tadi malam dengan temanku. Aku akan keluar sebentar mencari udara segar." Tolak Hyun Tae dan ia membawa bola basket keluar. Ibu bertanya-tanya, apa mereka berantem?


Hyun Tae main basketnya gila-gilaan, ia meluapkan kekesalannya pada setiap lemparan bola.

"Jung Hyun Tae, kenapa kau lakukan itu tadi malam? Jika temanmu diganggu, kau jangan hanya duduk saja dan membiarkannya diganggu! Apa harus seperti itu?"

Hyun Tae akhirnya berhenti kecapekan, "Aku juga tidak tahu jawabannya."


Yoo Mi memasak ramen dengan malas sambil terus menggerutu sebal,

"Sudah kuduga. Belum lama ini dia berusaha memecatku dengan tidak mau makan apapun. Tapi sekarang dia punya nafsu makan yang besar. Ini tidak benar."


"Hari ini pasti pekerjaan anda banyak. Malam ini selera makan anda diluar kebiasaan." Ujar Yoo Mi setelah ramennya matang.

"Aku banyak pekerjaan, tapi aku jadi tidak fokus kalau lapar."

Yoo Mi akan meletakkan pancinya di meja tapi ia lupa tidak bawa alas. Jin Wook lalu mengeluarkan buku Hyun Tae sebagai alasnya. Yoo Mi terbelalak, tapi Jin Wook buru-buru menarik tangannya untuk meletakkan panci diatas buku Hyun Tae.


Yoo Mi cepat-cepat menarik tangannya, ia bertanya, bukannya itu buku Hyun Tae? Jin Wook menjawab kalau itu buku sekretarinya dan menurutnya ketebalannya sangat pas sebagai tatakan.

Jin Wook menyuruh Yoo Mi duduk dan menunggunya sampai selesai makan. Yoo Mi menolaknya, ia harus bersiap-siap pulang. Yoo Mi menyuruh Jin Wook meletakkan pancinya di tempat cucian setelah selesai nanti.

"Duduklah." Paksa Jin Wook, Yoo Mi pun terpaksa menurut.


Yoo Mi kelihatan gelisah dan terus melihat jam tangannya.

"Sepertinya kau tengah bersiap pergi kencan malam ini. Apa aku mengacaukannya?" Tanya Jin Wook santai.


Yoo Mi memanggil Jin Wook. Ia bertanya untuk memastikan saja, memastikan saja lho ya. Apa Jin WOok meminta makan malam sampai tiga kali karena Hyun Tae? Jin Wook tersedak dan langsung menatap tajam Yoo Mi.

"Lee Yoo Mi-ssi. Apa aku seperti orang yang kurang kerjaan?"

"Anu, bukan."

Hyun Tae terus menatap Yoo Mi sampai menghentikan makannya. Yoo Mi mengingatkan kalau mie-nya nanti bisa lembek.

"Lee Yoo Mi-ssi. Ada sesuatu yang ingin aku pastikan."

"Apa itu?"


Jin Wook mendekati Yoo Mi hingga sangat dekat. Cegukan Yoo Mi kembali dan Jin Wook kelihatan puas. Jin Wook pun memalingkan wajahnya. Yoo Mi lalu menggunakan kesempatan itu untuk menjauh dengan berkata akan mengambilkan air tapi Jin Wook malah menarik tangannya.

"Kebiasaan cegukanmu itu... sepertinya aku tahu apa maksud cegukan itu." Jin Wook mengingat kalau Yoo Mi selalu cegukan saat dekat-dekat dengannya.


Jin Wook lalu menyingkirkan kursi yang menghalagi mereka agar ia bisa berdiri lebih dekat dengan Yoo Mi dan ia bisa memegang kedua pundak Yoo Mi.

"Cegukan itu... hanya terjadi saat bersamaku. 'kan? Ada apa? Apa aku membuatmu gugup?"


"Bukan itu pertanyaanku." Koreksi Jin Wook.

"Bukan karena aku gugup, tapi karena aku tidak nyaman."

"Ti... tidak nyaman? Karena apa? Aku?"

"Ya. Apa anda sadar dengan ketidaknyamanan yang anda sebabkan? Setiapkali aku melihat anda, aku teringat dengan kenangan masa lalu yang ingin aku lupakan. Dan itu membuatku sangat tidak nyaman."

"Lee... Lee Yoo Mi."

"Sudah kujawab 'kan? aku pamit dulu."

Jin Wook tidak bisa berkata apa-apa lagi mendengar jawaban itu. Hargadirinya runtuh.

13 komentar

Terimakasih sinopnya mbak diana... Dah lama nunggu akhirnya keluar... Ditunggu part 2 nya ya...

Hah? Iya ta? aku coba buka kok lengkap ya gambarnya?
Yang lain gimana? Ada gambarnya atau gak?

Thanks Mbak, Part 2 nya ditunggu ya Mbak

Ada gambarnya kok mba..
Makasih sinop nya ya
Semangat yaa

Part 2'y mna yach??? Koq bLom updet jg min???
emang klo up jam bRpa??? Soal'y drtd scroll blom ada jg :(

Kok di hpku ga mncul gmbrnya. Part 2nya blm update ya mnk!!!

Ga sabar nunggu part 2 nya .

Eonni faighting buat sinopsisnya

Kalo yang lain bisa mungkin sambungan internetnya kali..☺

Suka bgt nih drama mski telat baru nntn v sukses bikin baper chemistry keduanya ok bgt aku jh ost ny nntny jg ga full bgt v sukaaaa

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...