Wednesday, May 3, 2017

Sinopsis My Secret Romance Episode 6 Part 1

Sinopsis My Secret Romance Episode 6 Part 1

Sumber Gambar dan Konten dari OCN


-=Episode 6 -- Ayo Kerja=-


Hye Ri terus menelfon Jin Wook tapi Jin WOok diamkan saja. Sek. Jang bertanya soal makanan Yoo Mi yang mereka bawa ke ruangan Jin Wook, mau diapakan emua makanan itu?


Yoo Mi melamun dimejanya lalu Sek. Jang menelfonnya untuk menyuruhnya segera ke rumah sakit. Jin Wook dirawat disana. Tanpa berpikir panjang, Yoo Mi langsung menuju kesana.


Yoo Mi panik, apa yang terjadi sebenarnya? Jin Wook balik bertanya, kenapa Yoo Mi ada disana? Sek. Jang  menjelaskan kalau ia yang menghubungi Yoo Mi. Sek. Jang jugalah yang menjelaskan pada Yoo Mi kalau Jin WOok sakit gara-gara makanan Yoo Mi.

"Karena makananku? Bukan makanannnya Joo Hye Ri?"

"Aku makan 2 setengah sandwich, dan beliau 3 setengah. Saat itulah beliu tiba-tiba merasa kesakitan jadi aku membawa beliau ke rumah sakit."

Sek. Jang bahkan mau muntah saat menjelaskannya dan ia buru-buru keluar, sekalian mau menemui dokter.


Jin Wook lalu menyuruh Yoo Mi duduk kalau tidak mau pergi karena lehernya sakit mendongak terus. Yoo Mi terkejut mendengar Jin Wook benar-benar memakan makanannya, harusnya kan dibuang saja, kenapa ceroboh sekali sih?

"Tapi kalau kubuang tanpa menyentuh makananmu nanti kau marah di depan ruanganku."

Yoo Mi mengingat dirinya dulu pernah marah-marah di depan ruangan Jin Wook karena Jin Wook membuang makanannya, ia tidak menyangka Jin Wook melihat hal itu.

"Aku melihatmu meraung seperti beruang dan cuping hidungmu melebar. Kurasa kekuatanmu patut diperhitungkan, Lee Yoo Mi."


Jin Wook menyinggung soal Yoo Mi yang menurutnya tidak ada kencan hingga bisa datang menjenguknya. Yoo Mi menjelaskan kalau Hyun Tae bukan pacarnya, hanya teman, sahabat terbaiknya. Mereka juga tidak tinggal serumah. Kafe Hyun Tae ada di lantai pertama dan lantai 2 ia yang sewa.

"Sepertinya Anda salah paham." Tutup Yoo Mi.

Jin Wook diam-diam tersenyum mendengarkan penjelasan Yoo Mi itu.


Jin Wook mempertanyakan sikap Hyun Tae kemarin, kalau bukan pacar kenapa begitu. Yoo Mi merasa Hyun Tae cuma melindunginya karena Jin Wook membentaknya.

"Antara pria dan wanita tidak ada yang namanya sahabat." Desak Jin Wook.

"Dia bukan pria. Dia hanya Jung Hyun Tae."

"Kau juga salah paham. Aku tak ada hubungan apa-apa dengan Joo Hye Ri. Dan kotak perhiasan itu... tidak ada hubungannya dengan dia. Pemeran utama wanitanya orang lain."

"Pemeran wanita?"

"Mengenai hal itu..." Jin Wook tiba-tiba tertidur.


Sek. Jang kembali dengan membawa resep obat penenang untuk Jin Wook tapi melihat Jin Wook tertidur ia tidak jadi masuk, ia malah tersenyum.

Yoo Mi membenarkan selimut Jin Wook dan saat hendak memasukkan tangan Jin Wook kedalam selimut, Jin Wook tiba-tiba menggenggam tangannya erat. Yoo Mi kembali cegukan karenanya,


Sebelum pulang, Yoo Mi membelai rambut Jin Wook lembut san berbisik, "Jangan sakit lagi!"


Yoo Mi membantu Bok Ja menangkat bahan-bahan makanan karena punggung Bok Ja sakit.


Setelahnya Yoo Mi mengucapkan maaf karena kemarin belum menyelesaikan daftar menunya soalnya Jin Wook mendadak memanggilnya.

"Selesaikan hari ini." Suruh Bok Ja.

Bok Ja juga minta maaf soal sikapnya kemarin. Karena punggungnya harusnya dioperasi tapi ia tidak punya waktu, ia harap Yoo Mi mengerti.

"Tidak apa."

"Tapi hari ini kau ceriah sekali. Kemarin-kemarin kau terlihat seperti ingin mati. Kau punya pacar?

"Maaf?" Yoo Mi terkejut lalu cepat-cepat mengelaknya dengan salting membuat Bok Ja semakin curiga.


Sek. Jang membantu Jin Wook bersiap ke kantor. Sek. Jang membahas alasa Jin Wook masuk rumah sakit, dulu karena kurang makan tapi sekarang kelebihan makan. Jin Wook memasang wajah kesal, ia berpesan agar Sek. Jang jaga rahasia mengenai dirinya yang masuk rumah sakit dari staf kantor, menyebalkan sekali kalau Ketua sampai dengar.

"Saya mengerti. Kurasa sudah lama Anda tidur begitu pulas. Dia mengawasi Anda hingga larut malam sebelum akhirnya pulang. Maksudku si Ahli Gizi Lee."


Dalam perjalanan, Jin Wook mengingat-ingat kejadian semalam. Yang ia ingat/rasa adalah Yoo Mi menciumnya, ia menghubungkannya dengan penjelasan Sek. Jang kalau Yoo Mi menungguninya sampai larut malam.


Di kantor pun ia terus kepikiran, jadi artinya itu bukan mimpi?


Yoo Mi datang menangtarkan sarapan, ia membuatkan ginseng dan bubur ayam supaya Jin Wook cepat pulih. Jin Wook hanya meliriknya saja dan pura-pura cuek. Yoo Mi memastikan keadaan Jin Wook dan setelah Jin Wook bilang tidak apa-apa ia permisi.

"Jangan, duduk di situ sebentar."


Yoo Mi pun duduk di depan Jin Wook. Jin Wook menyuruhnya untuk tanggung jawab karena sudah membuatnya sakit perut dan menyebabkan kerjaanku berantakan serta karena tidak menjalankan tugas sebagai ahli gizinya. Jin Wook mengatakannya sambil berdiri dibelakang Yoo Mi, back hug.

"Kau harus tanggung jawab atas semua itu. Jangan lupakan soal kotak perhiasannya juga. Kita selesaikan semuanya."

"Bagaimana aku harus bertanggung jawab--"

"Makanlah denganku."

"Kalau aku makan dengan..." Yoo Mi menghentikan kalimatnya, lalu ia memandang Jin Wook, "Anda bilang apa?"


Jin Wook akhirnya melepaskan Yoo Mi dan duduk di meja, ia mengulangi lagi kalau Yoo Mi mau minta maaf padanya maka harus makan dengannya. Yoo Mi menjawab itu tidak masuk akal. Jin Wook mengartikan itu sebagai penolakan.

"Tidak, bukan begitu... saya pikir saya salah dengar. Anda sungguh meminta saya makan bersama Anda?" Tanya Yoo Mi.

"Sudah kukatakan. Aku tak percaya masakanmu itu sebabnya... aku memintamu makan bersamaku. Hanya 10 kali. Tidak kurang, tidak lebih. Anggap makananku setara 1 juta won. Dan tiap kali makan anggap kau bayar 100 ribu won. Aku memberimu kesempatan. Terserah padamu. kau mau berhenti kerja... atau makan bersamaku?"


Yoo Mi kesal sampai ia kembali ke mejanya, apa-apaan coba Jin Wook itu. Apa kali ini dia mau menyiksanya dengan makanan?


Tak jauh dari Yoo Mi ada Je Ni. Ia menerima pesan dari Sek. Jang yang mengajaknya makan malam jika tidak sibuk.


Jin Wook masih belum yakin, apa semalam itu ia hanya bermimpi? Sepertinya ia melewatkan sesuatu.

"Benar. 10 kali lebih dari cukup. Meskipun enak, kalau kau makan lebih dari 10 kali..." Gumam Jin Wook.

Saat itu, Sek Jang menerima balasan Je Ni yang menyetujui ajakannya. Sek. Jang pun berjingkrak senang dalam hati.


Jin Wook memberinya perintah, jam 7 siapakan mobilnya dan cari restoran yang makanannya enak. Sek. Jang panik, makanan enak? Jin Wook lalu menanyakan jadwalnya malam ini. Sek. Jang melotot memotong kalau ia sudah memiliki rencana.

"Bukan kau, aku. Aku tak memintamu makan denganku."

"Oh, Anda harus ke salah satu tempat. Tidak begitu penting."

"Kalau begitu, tunda besok."

"Baik."

"Dan... Lebay."

"Apa maksud Anda?"

"Jasmu, Sek. Jang. Lebay."

"Pakaian bagiku adalah harga diri dan ciri khasku. Jangan dicela." Tegas Sek. Jang sambil menggebrak meja.

"Suka-suka kaulah."


Yoo Mi menyiapkan makanan untuk kantin sambil melamunkan ucapan Jin Wook tadi, ia kesal.

"Sebentar. Aku belum pernah terhina oleh seseorang yang memintaku makan bersama. Dia tahu betul cara membuat orang merasa bersalah karena kata-katanya." Gerutunya keras-keras.

Yoo Mi bahkan tidak sadar telah memasukkan banyak daun bawang ke mangkuk sampau Eun Bi menegurnya.


Jin Wook mengirimi Yoo Mi pesan, "Malam ini jam 7, temui aku di depan perusahaan."


Yoo Mi hendak mengatakan apa yang sudah dipikirkannya tapi Jin Wook menyela. Jin Wook menanyakan apa yang Yoo Mi suka, Masakan Barat, Jepang, Korea atau China? ia sudah reservasi semuanya, jadi Yoo Mi pilih saja mau makan apa.

"Tidak bisa begini."

"Apa? Apanya yang tak bisa? Yoo Mi-ssi, kau bilang akan bertanggung jawab, dan aku memberimu kesempatan."

"Benar, aku setuju untuk bertanggung jawab sebagai ahli gizi Anda."

"Terus?"

"Aku yang milih kita mau makan di mana. Aku kan ahli gizi Anda. Maksudku, ini bukan kencan. Ini bagian dari kerjaan."

"Hei, aku tidak bilang ini kencan. Baik, Lee Yoo Mi Yeongyangsa-nim. Kau bisa pilih makan di mana."


Yoo Mi memberi arahan Jin Wook untuk belok kanan. Jin Wook pun memutar strir moblnya tapi yang terjadi Yoo Mi malah terpental dan kepalanya mendarat dipangkuan Jin Wook. Yoo Mi terkejut, apalagi tangannya tak sengaja menyentuh paha Jin Wook. Setelah sadar ia pun cepat-cepat duduk dengan benar. Oh ya! Cegukannya kembali.

"Pahaku mengejutkan banyak orang." Kata Jin Wook santai.

Yoo Mi kesal dan memerahu Jin Wook untuk menyetir dengan benar sambil memeukulinya.


Mereka sampai di restoran rekomendasi Yoo Mi tapi Jin Wook kelihatannya enggan masuk karena restorannya kecil.

"Aku yakin kau tahu, bagaimana pemilihnya aku. Aku benci tempat yang tidak bersih. Dan sepertinya kita harus duduk di lantai. Aku juga tidak bisa begitu. Kakiku panjang, tahu!"

Yoo Mi tidak peduli, ia tetap berjalan masuk. Jin Wook pun tidak punya pilihan lain selain mengikuti Yoo Mi masuk ke dalam.


Yoo Mi menyuruh Jin WOok untuk memakai celemek senelum makan agar pakaian mahal Jin Wook tidak kotor.

"Aku tak butuh celemek. Tidak usah." Tolak Jin Wook.

"Semua yang makan di sini pake. Jangan dibesar-besarkan. Baru pertama kali makan sup ikan ya?"

"Baru kali ini, dan kurasa akan jadi yang terakhir."

"Cobalah. Saat merasa lemah sup ikan bagus untuk tubuh."

Yoo Mi menunjukkan cara makannya, pertama tambahkan bubuk perilla sesuai selera. Yoo Mi menambahkan dua sendok ful kedalam sup-nya tapi Jin Wook hanya seujung sendok saja.


Yoo Mi kelihatan sangat menikmati suapan pertamanya. Jin Wook penasaran lalu ikut makan juga dan ternyata rasanya jauh dari yang ia bayangkan. Yoo Mi lalu menyuruh Jin Wook memasukkan nasi dan acar lobaknya.

Jin Wook mengikutinya tapi supnya malah muncrat ke kemejanya. Ia kesal tapi Yoo Mi tambah kesal lagi karena Jin Wook ngeyel tadi, Yoo Mi pun refleks mengelap kemeja Jin Wook.

"Lee Yoo Mi-ssi, jangan lakukan ini. Tanpa seizinku, kenapa kau main sentuh dadaku?" Jin Wook menjauh.

"Aku tak berniat--"

"Waktu itu di mobil kau juga begini. Kau ini tidak malu bersentuhan."

"Kapan aku gitu?!"

Jin Wook tidak peduli dan lanjut makan.


Selesai makan, Yoo Mi meminta Jin Wook untuk mengulurkan tangannya. Jin Wook tersenyum nakal, bener-benar agresif Yoo Mi itu.

Malas berdebat, Yoo Mi mengambil tangan Jin Wook lalu meletakkan sesuatu di telapak tangannya. Ternyata itu permen penyegar mulut.

Jin Wook pun memakannya, lalu ia membahas soal bungkusan yang Yoo Mi bawa. Yoo Mi menjelaskan kalau itu sup ikan. Jin Wook tenya lagi, untuk siapa? bukan Hyun Tae, 'kan?

"Untuk Ibuku. Ibu pelanggan di sini."

"Kau tinggal dengan Ibumu?"

"Iya, begitulah."

"Syukurlah."

"Maaf?"

"Tidak, bukan apa-apa... Ayo."


Jin Wook merasa Yoo Mi pasti dekat dengan ibunya. Yoo Mi membantah, mereka malah bertengkar setiap hari, beberapa hari yang lalu juga. Giliran Yoo Mi yang menanyakan soal ibu Jin Wook.

"Aku tidak banyak ingat mengenai ibuku. Saat masih kecil orang tuaku berpisah."

"Oh, maafkan saya."

"Ibuku... tinggal di Gangwon-do. Ibuku suka sekali makan bubur abalon. Beliau juga suka membuatnya."

"Lain kali, kita makan bubur abalon ya?"

"Tidak apa. Bubur abalon buatan Ibuku tak ada tandingannya."


Jin Wook terpaksa menurunkan Yoo Mi di jalan padahal ia mau mengantar Yoo Mi sampai rumah. Yoo Mi menjawab kalau ia harus mampir ke toko beli untuk Dong Goo... eh maksudnya beli makanan untuk anjingnya.

"Ya sudah." Lalu Jin Wook masuk kembali ke mobilnya.

Yoo Mi menyesal, harusnya tadi ia tidak membicarakan soal ibunya pada Jin Wook.


Jin Wook hendak berganti pakaian dan saat melihat noda di kemejanya ia jadi teringat kejadian tadi dan kejadian yang ia ingat dirumah sakit.

"Apa itu mimpi?" Batinnya tapi kemudian ia tidak mempermasalahkannya lagi karena itu adalah mimpi yang indah.


Ibu makan sup yang dibelikan Yoo Mi sambil nonton drama. Ibu mengomentari pemeran utamanya yang katanya melakukan operasi pada seluruh bagian tubuhnya. Lalu ibu membahas Yoo Mi yang tumben sampai membelikannya sup ikan dan snack untuk Dong Goo.

"Makan atau maki. Pilih salah satu saja."

"Wanita itu jadi aktris gara-gara Ibu. Kalau saja Ibu tak menikah karena hamil dirimu. Ibu pasti sudah main di "Bakalan Pecah 2". Begitulah dia bisa jadi aktris!"

"Nah itu dia. Kenapa Ibu hamil? Ibu harusnya main semua sikuel "Mau Pecah"."

"Sisi mananya dia yang lebih bagus dariku? Wajahku, tubuhku. Oke-an Ibu kemana-mana. Dasar!"


Pagi-pagi, ibu menyelinap keluar diam-diam saat Dong Goo dan Yoo Mi masih tidur. Ibu ke kafe Hyun Tae untuk dandan.


Hyun Tea datang setelah ibu selesai,  bertanya mau kemana ibu pagi-pagi dengan dandan cantik begitu. Ibu mau ke stasiun TV ketemu teman lama dan kebetulan ada Hyun Tae, ibu pun meminta diantar kesana.


Hyun Tae dengan senang hati mengantarnya. Ibu berpesan agar Hyun Tae jangan sampai bilang Yoo Mi. Hyun Tae janji akan menjaga rahasia. Ibu berterimakasih lalu masuk. 


Hyun Tae mau balik tapi tiba-tiba seseorang (Hye Ri) memberinya baju karena mengira ia dari laundry. Hyun Tae akan menjelaskannya tapi Hye Ri tak memberinya kesempatan, Hye Ri mengira Hyun tae minta bayaran, ia pun memberinya uang dan bergegas kembali masuk.

"Hei, bukan begitu." Panggil Hyun Tae lagi.

"Maaf, lain kali saja kau boleh foto denganku. Aku ada syuting live, jadi harus buru-buru masuk. Maaf ya. Terima kasih!" Jawab Hye Ri lalu kembali masuk.

Hyun Tae bertanya-tanya, siapa gerangan wanita yang seenaknya tadi itu?

9 komentar

Mbk knp kok ga mncul gmbarny pdhal ga da gangguan internet.. di tnggu part 2

Wah gak tau ya kalo gitu. Soalnya aku coba buka pake hp maupun laptop ada gambarnya kok. Aku juga udah buka pake berbagai browser (opera, crome, firefox) semua tetep muncul gambarnya.

Wahhhh mb'dian keren. Sdah nulis eps 6.. daebakkkkk. D tnggu part 2 ny mb'dian. Fighting🤗🤗

Iya keren deh..pagi" dah nongol epis 6..fighting..dtunggu part 2nya..

Ditunggu part 2 ya... Trims mbk dian

Thanks Mbak Dian, ditunggu part 2 nya ya Mbak☺😊

Ada kok gambarnya,
Ditunggu ya mbak part 2 nya.
Fitting.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon