Tuesday, May 16, 2017

Sinopsis My Secret Romance Episode 8 Part 1

Sinopsis My Secret Romance Episode 8 Part 1

Sumber Gambar dan Konten dari OCN


Episode 8 : Kau Adalah Paderella-ku


Jin Wook menyahut tubuh Yoo Mi yang oleng karena bertabrakan dengan pelayan yang membawa nampan gelas anggur.

"Benar-benar, aku tidak bisa melepaskan pandanganky dari wanita ini."



Yoo Mi jalan duluan menjauh dari restaurant, Jin Wook menghampirinya dan memberikan saputangan untuk mengelap gaunnya yang ketumpahan wine.

Jin Wook menyindir, rasanya Yoo Mi lebih suka mengguyurkan anggur ke seluruh tubuh dari pada meminumnya. Tapi untunglah cuma kejadian kecil, tak sampai harus memanggil ambulan seperti waktu itu. Yoo Mi cemberut meminta Jin Wook berhenti.

"Kau cantik." Puji Jin Wook. Yoo Mi sudah tersipu, tapi kemudian Jin WOok melanjutkan, "maksudku gaunnya. Mahal itu."

"Tunggu.. Apa aku harus membayar untuk gaun ini?"

"Rasanya makan 10 kali saja tidak seimbang dengan gaun ini."

Yoo Mi mulai panik, ia mengingatkan kalau bukan ia yang mau memakai gaun itu, Jin Wook lah yang menyuruhnya.


Manager kafe menghampiri mereka untuk minta maaf. Jin Wook bilang tidak apa-apa, tapi manager itu malah menyuruhnya untuk minta maaf pada Yoo Mi.

"Jika karyawan Anda melakukan kesalahan, harusnya Anda meminta maaf."

Jin Wook pun terpaksa menurut dan membungkuk minta maaf pada Yoo Mi. Yoo Mi diberi hadian oleh manager untuk permintaan maaf.

"Nikmati waktu Anda berdua." Kata Manager itu lalu pergi.

 
Setelah mereka pergi, Jin Wook mengambil hadiah itu (anggur), ia yang akan menjaganya. Yoo Mi protes, itu kan miliknya toh yang ketumpahan anggur dan hampir tertimpa nampan. Jin Wook mengoreksi, ia yang menyelamatkan Yoo Mi tadi dan manager jelas bilang anggur itu untuk mereka berdua.

"Wah, tak bisa dipercaya. Jadi Anda mau kita meminumnya bersama?"

"Kenapa tidak, dengan hubungan kita."

"Hu... hubungan kita? Yang benar saja."


Yoo Mi tidak terima, ia meminta anggurnya dikembalikan. Maka terkadilah perebutan anggur itu. Jin Wook terus menghindar sampai membuat Yoo Mi kebingungan. Sampai akhirnya mereka terjebak di posisi romantis, dimana Yoo Mi tidak sengaja memeluk Jin Wook. Yoo Mi kembali cegukan.

"Tunggu aku di atas. Akan kubawakan gelas wine-nya." Ucap Jin Wook.

Yoo Mi masih diam saja, maka Jin Wook yang mengambil langkah duluan, ia pergi sambil membawa anggur itu.


Hye Ri datang ke kafe Hyun Tae untuk minum bukan untuk memaksanya mengikuti acaranya. Hyun Tae awalnya sudah mau tutup tapi ia terpaksa menemani Hye Ri.

Hye Ri menanyakan dimana Yoo Mi. Hyun Tae menjelaskan kalau Yoo Mi ada perjalanan dinas.

"Perjalanan dinas? Sama siapa..." Tapi Hye Ri sudah tahu tanpa harus melanjutkan pertanyaannya, ia jadi kesal, mulai kapan sih dia berangkat?

"Benar juga." jawab Hyun Tae.

"Kau membiarkan dia pergi? Harusnya kau cegah dia! Meskipun perjalanan dinas, ada pria lain yang bermalam dengan cewekmu!"

"Hei, kau ngebayangin apa?"

"Persis seperti yang kaubayangkan!"


Bayangan mereka: Yoo Mi selesai mandi lalu Jin Wook mengetuk kamarnya sambil membawa anggur dan mereka menghabiskan anggur itu berdua dalam kamar Yoo Mi.


Hyun Tae menyangkal, Yoo Mi jelas bukan wanita seperti itu. Hye Ri menjelaskan wanita itu seperti apa. Wanita mah makhluk licik. Dari penampilannya saja Hyun Tae mana tahu wanita.

"Cewek yang tampangnya lugu kau tahu? Mereka punya 2-3 sumpelan dada supaya payudara mereka terlihat besar bahkan ada yang dijejali tisu dan kaki. Tapi tentu saja... kalau aku tidak perlu sumpelan."


Sementara itu, Yoo Mi dan Jin Wook menikmati wine sambil memandang laut. Jin Wook berujar kalau ia teringat masa-masa dahulu. Yoo Mi sampai tersedak mendengarnya. Jin Wook hanya tersenyum,

"Terkadang... Tidak, aku lumayan sering memikirkanmu. Tiap kali aku minum wine... Tiap kali datang ke sini... Tiap kali dapat kembalian koin 500 won, aku membaliknya. Jujur saja... aku tak menyangka kau akan pergi begitu saja. Kupikir.." AKu Jin Wook.

"Kupikir aku tak akan pernah melihatmu lagi. Tidak, lebih tepatnya... aku tak ingin memulai hubungan seperti itu."

"Kau sangat tak suka padaku?"

"Ten... tentu saja."


Jin Wook hendak meminum anggurnya tapi tidak jadi, ia penasaran alasan Yoo Mi sangat tidak menyukainya.

"Anda sungguh tidak tahu? Anda mengataiku banteng ngamuk dan Anda pernah melihatku terlihat awut-awutan di kamar mandi. Dan di malam pertama kita, bukannya di tempat lain, tapi di mobil..."

"Terus apa? Katakan saja."

"Tidak, kuhentikan sampai di sini. Pokoknya, menurutku hal itu tidak baik."

"Yang terjadi malam itu, kau menyesalinya?"

"Iya."


Hye Ri menjelaskan dirinya pada Hyun Tae, kalau tidak ia akan bilang tidak. Kalau ia tidak suka seseorang akan ia katakan langsung. ia tak tahu kenapa orang repot bersikap jual mahal. Orang-orang bilang, cara terbaik adalah tidak jual mahal.

"Aku suka kepribadianmu." Aku Hyun Tae.

"Kau ini mengaku suka padaku?"

"Kau mabuk?"

"Aku belum minum banyak. Begini-begini aku tahan minum."

"Kau terlihat juga begitu."

"Sungguh? Kau tahu bagaimana rasanya? Cowok-cowok suka padaku... Tapi cowok yang kusuka tak tertarik padaku. Perasaan yang sangat kesepian."


Anggur Yoo Mi dan Jin Wook sudah habis. Yoo Mi membahas soal kotak perhiasan itu. Jin Wook segera memotongnya, kotak itu tidak ada hubungannya dengan Yoo Mi, jadi luoakan saja.

"Anda marah padaku?"

"Tidak. A-apa? Menurutmu kau berarti bagiku?"

"Anda bilang lumayan sering memikirkanku."

"Kapan aku bilang gitu?"

"Sudahlah, mungkin aku salah mengerti."

"Ayo kita pergi."


Hye Ri sudah sangat mabuk mungkin ia akan pulang tapi Hyun Tae mendudukkannya kembali dan akan mengambilkannya air. Hye Ri mendadak menangis, sudah 12 tahun aku menyukai Jin Wook Oppa. Ia hanya punya Jin Wook Oppa, meskipun cowok lain memperlihatkan ketertarikannya padanya, ia hanya memikirkan Jin Wook Oppa jadi ia tolak mereka semua.

"Kau pengecut."

"Siapa? Aku?" Tanya Hyun Tae.

"Harusnya kau jangan bilang pada siapapun. Itu cuman alasan. Kita melakukannya karena menginginkannya. Bukan untuk orang lain dan bukan karena kita memikirkan orang itu. Saat kita ingin melakukan sesuatu demi orang yang kita suka."

"Hei, kenapa kau mengira lebih baik dariku? Kau bahkan tidak jujur pada cewek yang kausuka. Jujur saja... Pengecut sebenarnya bukan aku. Tapi kau."

Setelah itu, Hye Ri pulang.


Yoo Mi memikirkan Jin Wook saat mandi. Semua yang dikatakan Jin Wook tadi tidak bisa lepas dari pikirannya.

"Hubungan kita? Entahlah. Hubungan kita ini apa? Aku juga tak tahu." Gumam Yoo Mi.


Ternyata Yoo Mi tadi juga memakai bantalan dada.


Jin Wook selesai mandi. Ia melihat kotak itu lagi dan mengambilnya, lagi-lagi ia teringat malam 3 tahun lalu.

"Sudahlah. Kalau kuperlihatkan ini padanya aku bisa bilang apa?" Jin Wook menyerah lalu melemparkan kotak itu ke dalam kopernya.


Proses penandatanganan kontrak berjalan lancar. Jin Wook bahkan dipuji karena bisa tahu kalau kelemahannya adalah makanan sehat. Ia langsung memutuskan, berkat ahli diet yang kompeten.


Usai klien pergi. Jin Wook membalas dendam pada Sekretaris Jang. ia menyuruh Sekretaris jang kembali ke Seoul naik bis sendirian seperti yang sekretaris Jang lakukan dulu padanya.


Jin Wook lalu mengirim pesan pada Yoo Mi, "Ketemuan sejam lagi."


Jin Wook mengajak Yoo Mi ke kolam renang, ia sengaja menyewa kolam itu. Ia beralasan kalau kolam itu milik ayahnya. Ia tidak suka berbagi kolam renang dengan orang lain.

"Begitu ya. Berhubung aku tak bisa renang, aku ke spa saja." Ucap Yoo Mi.


Jin Wook melarangnya, ia memeritahkan Yoo Mi untuk melihatnya. Yoo Mi protes, untuk apa coba ia melihat Jin Wook renang.

"Kakiku bisa tiba-tiba kram... atau tiba-tiba terserang arrest, aku mau ada seseorang yang minta bantuan."

"Jadi aku di sini untuk mengawasi keselamatan Anda? Bukannya Jang Biseo yang melakukannya..."


Jin Wook mendadak membuka jubahnya membuat Yoo Mi otomatis menghentikan kata-katanya dan langsung menutup mata.

"Kenapa pake tutup muka begitu? Bukan pertama kalinya kau lihat tubuhku." gumam Jin Wook lalu ia menyebur ke kolam.


Jin Wook bertanya, apa Yoo Mi masih menyesal atas kejadian malam itu? Yoo Mi balik bertanya, kenapa tiba-tiba Jin Wook mengungkitnya?

"Karena yang kaukatakan membuatku terganggu." Jawab Jin Wook.

"Anda sendiri? Anda tak menyesal?"

"Aku tak menyesalinya. Karena aku jujur dengan perasaanku. Kuharap kau tidak menyesalinya dan menganggap hal itu kenangan yang memalukan."


Jin Wook lalu meminta bantuan Yoo Mi untuk menariknya tapi Jin Wook iseng menyeburkan Yoo Mi ke dalam kolam. Yoo Mi marah, gimana coba kalau terjadi apa-apa gimana? ia kan tak bisa renang!

Ternyata Jin Wook sengaja untuk mengetas cegukan Yoo Mi dan sekarang Yoo Mi sudah tidak cegukan lagi. "Aigoo, sekarang kau tak cegukan lagi."

Baru selesai Jin Wook bicara begitu, Yoo Mi langsung cegukan, lalu ia minta diturunkan dan pergi.


Yoo Mi sudah naik tapi saat ia berbalik, Jin Wook nya mengambang. Yoo Mi mengira Jin Wook cuma pura-pura dan memintanya berhenti tapi kemudian ia ingat pesan Jin Wook tadi.


Yoo Mi panik, ia nyebur lagi untuk menolong Jin Wook sambil berteriak minta bantuan. Petugas datang dan membantu menaikkan tubuh Jin Wook. Tapi ternyata Jin Wook cuma pura-pura, ia berbisik pada petugas untuk menyuruh mereka pergi.

Yoo Mi makin panik karena mereka pergi, ia bahkan sampai menangis.


Yoo Mi menepuk-nepuk pipi Jin Wook supaya mau bangun.

"Sadarlah. Kumohon sadarlah, Direktur. Aku juga tak menyesali kejadian malam itu. Hari itu sangat spesial bagiku. Aku senang... Aku senang karena itu Anda. Aku bahkan lihat bantalan dadaku di kotak perhiasan Anda!"


Mendengar itu, Jin Wool langsung membuka mata dan kembali duduk.

"Kau.. kau sungguh melihatnya?"

"Astaga! Anda membuatku takut!"


Jin Wook kembali nyebur ke kolam, ia masih penasaran, apa benar Yoo Mi sungguh melihatnya?


Yoo Mi mengaku, malam itu saat bersembunyi di lemari Jin Wook, ia melihatnya, meskipun ia tidak tahu kenapa itu bisa ada di lemari. api mereka masing-masing punya kesukaan yang unik.

"Aku juga punya kesukaan sendiri." Lanjut Yoo Mi.

"Iya." jawab Jin Wook sambil tersenyum.


Yoo Mi penasaran, kenapa Jin Wook membawa kotak itu kesana. Rencana Jin Wook adalah untuk mengembalikan itu pada pemiliknya.

"Cabul." Kata Yoo Mi.

"Hei, dasar. Aku bukan cabul. Itu yang kautinggalkan, memangnya aku harus gimana? Kan bukan sepatu. Memangnya kau "Paderella"?"

"Paderella?"

"Benar, Paderella. Kalau kupikirkan betapa banyak hal yang kualami gara-gara benda ini... Baik, aku mengerti kenapa kau beranggapan aku cabul. Aku sendiri saja tak tahu kenapa barang itu kusimpan. Tapi... Kalau aku tak menyimpannya... aku tak akan bisa ingat kenangan kita berdua."


Yoo Mi berterimakasih karena Jin Wook masih menyimpannya. Ia membalasnya dengan sebuah kecupan mendadak di pipi.

"Kalau mau berterima kasih... Bisa lakukan sekali lagi? Kalau kau benar-benar ingin berterima kasih, kurasa setidaknya itu yang bisa kaulakukan." Pinta Jin Wook.

Yoo Mi hendak melakukannya lagi tapi Jin Wook malah curang, ia memalingkan wajahnya dan terjadilah ciuman di bibir.


Jin Wook senang karena Yoo Mi benar-benar tidak cegukan. Lalu mereka ciuman lagi...

2 komentar

Makasih sinopsisnya....akhirnya dr kemarin seharian bolak balik ke blok ini dan blok sebelah krn ga sabar pengen tau apa yg mereka bicarakan hihihihi...skali lg thanks dan ditunggu part 2 jg ep 9 nya...

Smangattt ditunggu kelanjutannya,,,makasiiii 😉

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon