Tuesday, May 16, 2017

Sinopsis My Secret Romance Episode 8 Part 2

Sinopsis My Secret Romance Episode 8 Part 2

Sumbar Gambar dan Konten dari OCN


Jin Woo mengantar Yoo Mi kembali ke kamar sambil bergandengan tangan. Yoo Mi mengucapkan selamat malam lalu membuka pintu kamarnya. Yoo Mi hendak menutupnya tapi Jin Wook menahannya.

"Ngomong-ngomong, aku penasaran sesuatu. Soal inisalnya (bantalan dada). Kenapa "M.H." bukannya "Y.M."? Itu juga bukan nama merk-nya."

"Anda tak perlu tahu." Jawab Yoo Mi sekenanya karena itu adalah milik ibunya dan ia tidak mungkin jujur.

Yoo Mi hendak menutup pintunya lagi dan Jin Wook kembali menahannya. Ia bertanya apa Yoo Mi tidak lapar, Yoo Mi kembali mengucapkan selamat malam lalu menutup pintunya.


"Kalau... ramyeon gimana?" Jin Wook masih belum menyerah.

Tapi Yoo Mi tetap tidak membuka pintunya lagi. Jin Wook bergumam, dingin banget Yoo Mi ternyata.


Jin Wook mengirim pesan, "Tidur nyenyak ya."

Yoo Mi membayangkan lagi yang tadi, ia menyentuh bibirnya sambil menatap cermin, "Aku harus gimana?"


Jin Wook di kamarnya minum anggur, "Apa lagi? Aku akan pergi kemanapun kata hatiku membawaku. Hingga sejauh apa, kita lihat saja." Ucapnya mantap.


Ketua Cha kesal mendapat laporan kalau Jin Wook berhubungan dengan Yoo Mi. Sekretarisnya menawarkan, apa perlu ia menyuruh Jin Wook untuk datang?

"Jangan. Kalau tindakanku tergesa-gesa tidak ada yang tahu bagaimana reaksinya. Untuk saat ini, selidiki gadis ini. Cari tahu siapa dia, dari keluarga mana dan apa dia punya aib."


Yoo Mi menyapa Hyun Tae yang tumben bangun oagi. Hyun Tae berkata kalau ia mau menulis naskah.

"Baru datang dari perjalanan dinas, tampangmu terlihat bahagia sekali." Ujar Hyun tae.

"Apa? Oh. Setelah berbagi kasur dengan 2 orang, tidur sendiri memang sangat nyaman."

"Sendiri?" Lalu Hyun Tae berbalik dan bergumam, "Aku merasa lega dengar barusan, menyedihkan sekali."


Yoo Mi bertanya, apa yang Hyun tae katakan tadi. Hyun Tae cerita kalau Hye Ri datang untuk minum saat Yoo Mi perjalanan dinas.

"Sepertinya dia lagi suntuk." Lanjut Hyun Tae.

"Oh, masa?"

"Perjalanan dinasmu sama Si Makan Tiga Kali gimana?"

Yoo Mi mengalihkan pembicaraan, ia terlambat jadi harus cepat pergi. "Untuk ultahnya Dong Goo nanti kau mau menemaniku belanja?"

"Boleh, habis kerja kujemput."

Setelah Yoo Mi pergi, Hyun Tae memukul kepalanya sendiri, menyesali diri karena bodoh sekali tadi.


Yoo Mi mengganti nama kontak Jin Wook dari "Makan Tuga Kali" menadi "Direktur 'heart' " pada nama Kontak Jin Wook, ia lalu mengirim pesan "Anda ingat makan siang?"

Jin Wook hanya membalasnya "iya".

Yoo Mi sebenarnya agak kecewa, tapi kemudian SMS masuk lagi dari Jin Wook, "Tak seharusnya aku menghentikanmu membuatkanku dosirak. Aku jadi tak punya alasan bertemu denganmu di kantor."


Yoo Mi tersenyum, lalu menulis balasan. "Dikit... aku sedikit... syedih."

Jin Wook bergumam, "Dia mah tak bisa sok jual mahal." lalu tersenyum.

Sekretaris Jang yang ada di sana berujar, "aku tak tahu Anda bisa senyum seperti itu."

"Seperti apa?" Tanya Jin Wook seperti biasa. Sekretaris Jang hanya tersenyum.

Jin Wook masih sibuk dengan ponselnya, ia menulis balasan. "Habis kerja kita makan malam bersama."
Ternyata Yoo Mi menolaknya karena anjingnya ulang tahun. Jin Wook kesal, "Aku ditolak gara-gara anjing?"


Yoo Mi keluar kantor, ia masih memikirkan Jin Wook yang menurutnya tidak harus sedih karena ia tolak ajakan makan malamnya demi pesta ultah anjing.

Hyun Tae memanggilnya, saat itu Jin Wook melihat Yoo Mi. Ia melotot sebal,

"Wanita itu, dasar."


Yoo Mi dibantu Hyun Tae berbelanja untuk keperluan pesta ulang tahun Dong Goo dan sepertinya Hyun Tae lebih tahu kesukaan Dong Goo daripada Hyun Tae.


Ibu terkejut melihat pesta yang dipersiapkan untuk Dong Goo. Ia mengapresiasi usaha Hyun Tae dan Yoo Mi. Kemudian mereka menyanyikan lagu ulang tahun dan meniup lilin.

Setelah itu, Hyun Tae menyalakan lampu dan bertepatan dengan Jin Wook yang membuka pintu kafe. Yoo Mi panik melihat Jin Wook yang datang.


"Direktur~" Ucap Yoo Mi sambil melepas topi ulang tahunnya.

Ibu mengira Yoo Mi yang mengundang Jin Wook, tapi Yoo Mi cepat-cepat membantahnya. Jin Wook menjelaskan bahwa ia datang atas inisiatif sendiri.

"Tapi kenapa kau bawa makanan anjing?" Tanya Ibu, "Kurasa di rumah kita punya anjing imut."

"Tapi, anak itu siapa?" Tanya Jin Wook.

"Kebanggaan keluarga kami. Dong Goo adalah--"

"Bu!" Sela Yoo Mi. Ia lalu meminta ibunya untuk segera membawa Dong Goo pulang karena ini waktu tidur Dong Goo. Yoo Mi bahkan membujuk Dong Goo dengan kartun Dino agar Dong Goo mau pulang.


Yoo Mi terus memaksa bahkan menggendong Dong Goo agar ibunya mau cepat. Sebelum pergi ibu berujar pada Hyun Tae, "Hyun Tae, kurasa kau punya saingan."


Tinggallah hanya Hyun Tae dan Jin Wook disana. Jin Wook duduk dengan canggung.


Yoo Mi mengatakan kalau ia tidak ingin menjelaskan kehidupan keluarganya yang rumit pada bosnya.

"Bosmu? Cih... Bukan pacarmu?" tanya ibu.

Yoo Mi tidak menjawabnya, hanya menyuruh ibunya cepat masuk.



Yoo Mi kembali ke kafe Hyun Tae, dimana aura peperangan sangat terasa diantara Hyun Tae dan Jin Wook. Jin Wook membuka pembicaraan.

"Aku yakin kau tak masuk rumah wanita yang tinggal sendirian, kan?"

"Kadang iya, tapi ada alasannya."

"Oh ya, kau buka usaha di sini? Bukan bar, juga bukan toko buku. Ga jelas. Mungkin seperti pemiliknya."

"Penghasilanku lumayan. Aku tak perlu kerja sampai pingsan karena kurang gizi."


Yoo Mi mencairkan suasana dengan mengajak mereka bersulang. Tapi mereka menanggapinya dengan dingin. Mereka hanya bersulang berdua tanpa melibatkan Yoo Mi. Dan mereka terus minum sampai mabuk.


Yoo Mi membantu Hyun Tae masuk taksi, walaupun sebenarnya ia terus berontak ingin minum lagi.


Yoo Mi kembali ke kafe dan menemukan Jin Wook duduk di belakang kursi. Yoo Mi membangunkannya, ia akan memanggilkan supir pengganti untuk Jin Wook tapi Jin Wook menolaknya.

"Tidak, tak akan. Aku tak mau pulang. Aku tak mau tidur sendirian... Aku juga tak mau makan sendirian. Jadi jangan menyentuhku."

"Ya sudah, aku tak akan meminta Anda pulang. Tidur di sini ya?"

"Bilang dari tadi kek."


Pagi-pagi Yoo Mi sudah memasak banyak soalnya ia ada pelatihan. Ibu menghubungi Lee PD untuk mengajaknya ketemuan.

"Aku luang saat makan siang. Bisa mampir ke stasiun TV, Seonbaenim?" Jawab Lee PD.

Yoo Mi berpesan pada ibunya agar menyuruh Jin Wook sarapan dulu sebelum pulang. "Ibu jangan bilang apa-apa."


Kafe Hyun Tae di tutup karena pemiliknya kebanyakan minum.

Dong Goo menarik-narik rambut Jin Wook yang masih tertidur disana, ia bahkan mengikat rambut Jin Wook. Jin Wook merengek kesakitan dan lama-lama ia terbagun.


Jin Wook celingukan menatap tempat asing itu, apalagi ada Dong Goo disana. 


Ibu datang kemudian, ia tersenyum melihat keadaan Jin Wook. Ibu menyampaikan kalau Yoo Mi membuat sup ikan, jadi Jin Wook keataslah dan makan. Jin Wook bangun tapi ia tidak sadar kalau ia cuma memakai kolor. Ibu menutup matanya terkejut, lacu ia cepat-cepat menutupinya dengan selimut.

"Apa yang terjadi?" Tanya Jin Wook.

"Aih, kau tidak ingat?"

"Iya, tidak ingat."


Lalu tiba-tiba sebuah ingatan muncul dikepala Jin Wook. Ia teringat semalam ia duel minum dengan Hyun Tae.


"Kau siapa? Kau bukan temannya, kan?" Tanya Jin Wook.

"Apa ya? Kalau mengenai hubungan manusia, selalu ada misteri. Jangan melewati batas sebagai bosnya Yoo Mi."

"Apa aku terlihat cuman jadi bosnya Yoo Mi saja?"

"Jangan merayu Yoo Mi."

"Terus kenapa kau tak tetapkan berdiri di mana daripada statusmu ga jelas!"

"Jangan mengganggu wanita lugu dengan memanfaatkan jabatanmu."

"Kuharap kau nyerah."

"Apa? Kalau aku mau lanjut gimana? Kau mau apa?"

"Berdiri kau, Nyuk! Hei, berdiri."


Tepat saat itu Yoo Mi datang tapi tiba-tiba Hyun Tae terbaring tak sadarkan diri. Yoo Mi menjelaskan pada Jin Wook kalau Hyun tae kebanyakan minum ya seperti itu, seperti orang mati.


Yoo Mi membujuk Jin Wook supaya pulang, ia akan memanggilkan supir penggangti. Jin Wook malah mengata-ngatai Hyun Tae,

"Dasar! cemen lu! Dia bukan teman. Dia punya motif lain! Dasar licik! Bangun kau!"

"Aku tak ngerti dia ngomong apa." Gumam Yoo Mi.


Yoo Mi memegang bahu Yoo Mi, ia kesal sekali, ia tidak suka Yoo Mi dengan pria lain. Jin Wook tiba-tiba merebahkan kepalanya pada Yoo Mi. Karena itu cegukan Yoo Mi kembali lagi.


"Kau cegukan lagi. Kau imut, imut banget..." Jin Wook bangun sebentar tapi ia tertidur lagi.

Yoo Mi membangunkan Jin Wook tapi Jin Wook-nya tidak merespon.


Yoo Mi lalu meninggalkan Jin Wookdisana, tapi ia menyelimuti Jin Wook sebelum pergi.


Jin Wook berkata pada Ibu bahwa ia sudah ingat semuanya dan akan permisi setelah minta maaf.

"Tidak, jangan cemaskan hal itu. Begini... Aku harus pergi karena ada meeting penting."

"Iya, kalau begitu aku akan segera--"

"Tapi, tidak ada yang menjaga Dong Goo."

"Begitu ya."

"Tolong jaga dia beberapa jam."

"Maaf? Kenapa aku?"

"Apa ya... Kalau kau mau membuat Yoo Mi terkesan... perlakukan anak itu dengan baik."


Jin Wook membaca pesan Yoo Mi di obat anti mabuk, "Sebelum sarapan, minum ini dulu. Kunyah dengan baik, atau langsung telan saja. Terserah Direktursaja deh."

Setelah makan usai, Jin Wook melihat-lihat isi rumah Yoo Mi. Ia penasaran, apa Hyun Tae sering kesana dan ia menanyakan hal itu pada Dong Goo. Tentu saja Dong Goo hanya tersenyum.

"Kenapa aku tanya anak kecil?" Akhirnya Jin Wook sadar diri.


Jin Wook menemukan VCD film dewasa, ia tak menyangka Yoo Mi juga suka nonton begituan. Jin Wook tak memperhatikan covernya tapi setelah ia lihat sekali lagi, ia menyadari bahwa pemerannya adalah ibu Yoo Mi. Jin Wook langsung cepat-cepat mengembalikan itu ke tempatnya.


Jin Wook meminta ponselnya yang sejak tadi dibuat main-main sama Dong Goo. Ia menjelaskan kalau itu tidak baik, lalu ia mengajak Dong Goo main di luar.


Jin Wook sangat berkarisma saat menggandeng Dong Goo menuju taman bermain kompleks, tidak hanya sampai di situ, ia juga sangat keren saat menemai Dong Goo main ayunan. Hal itu sukses membuat ibu-ibu lupa sama anaknya dan memilih untuk memperhatikannya.


Selanjutnya, Jin Wook membantu Dong Goo naik perosotan. Tapi kemudian banyak anak yang datang juga meminta bantuannya, akhirnya ia seperti penjaga disana yang harus menemani anak-anak main.


Lama-lama Jin Wook menikmati juga, ia mulai rileks bermain dengan anak-anak disana.


Ketua Cha hendak mendatangi rumah Yoo Mi diantar sekretarisnya.

"Standarnya soal wanita payah sekali. Akarnya harus kucabut sebelum berkecambah." Ucap Ketua Cha.


Lalu ia melihat Jin Wook dan ia meminta sekretarisnya untuk menghentikan mobil. Ketua Cha memperhatikan Jin Wook yang sedang main-main bersama anak-anak. 

"Kunyuk satu itu ngapain di sini? Anak itu siapa? Kunyuk satu itu."

Tapi kemudian Ketua Cha seperti menyadari sesuatu.

***

E P I L O G


- Gaya Tidur Direktur Cha yang Pemilih

Kekenyangan, Ga nyaman. Pakaiannya juga bikin gerah. Dia menggeliat, dia melepas celananya sendiri. Dan begitulah gaya tidurnya Direktur perusahaan celana dalam.


- Love Love Love Is So Good

Beberapa kali Jin Wook mengecup bibir Yoo Mi. Mereka lagi kasmaran. Inilah yang disebut cinta. Mereka main-main sepuasnya disana.

"Kolam renangnya kubooking. Aku menunggu 3 tahun supaya kita bisa berduaan."

3 komentar

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...