Wednesday, May 3, 2017

Sinopsis Whisper Episode 11 Part 1

Tags

Sinopsis Whisper Episode 11 Part 1

Sumber Gambar dan Konten dari SBS 

Ringkasan Episode Sebelumnya:
Kang Yoo Taek ingin menyelamatkan anaknya dari tuduhan pembunuhan, jadi dia menjebak Soo Yeon sebagai pembunuh sebenarnya dan bahkan mencoba memenjarakan Choi Il Hwan.

Choi Il Hwan dalam bahaya karena kehilangan Taebaek, jadi dia membunuh Kang Yoo Taek. Song Tae Gon, saksi mata tidak punya pilihan selain menyembunyikan mayat dan menghilangkan semua bukti pembunuhan tersebut.

Sementara itu, Jeong Il tahu bahwa Choi Il Hwan telah membunuh ayahnya.

Shin Young Joo mengikuti Song Tae Gon untuk mencari mayat Kang Yoo Taek yang hilang. Song Tae Gon mengendarai mobil begitu dekat dan menjebak Shin Young Joo sebagai tersangka pembunuhan.


Berita mengenai penangkapan Young Joo atas tuduhan pembunuhan Ketua Kang Yoo Taek menjadi trending topik. Jeong Il dan Gyeong Ho juga menyaksikan berita itu.


Dong Joon bergegas menuju Rumah perawatan untuk mencegah tuan Shin menonton berita itu tapi ia terlambat, Tuan Shin sudah menontonnya bersama Yeon Hwa.


Sementara itu, CEO Choi memanjatkan doa, tidak tahu untuk siapa.


Setelah dari Rumah perawatan, Dong Joon langsung menuju kantor pilisi. Ia hendak menemui Young Joo tapi Sunbae menyebalkan itu melarangnya. Dong Joon lalu memberinya kartu namanya.

"Aku adalah pengacara Shin Young Joo, Lee Dong Joon."


Dong Joon pun masuk dan si Sunbae itu mengikutinya. Sunbae membahas masa lalu, kalau saja ia berhasil menangkap Young Joo karena pemalsuan dokumen, Ketua Kang mungkin masih hidup sekarang.

"Kita harus melindungi hak asasi tersangka terlebih dahulu. Tali atau borgol tidak diperbolehkan di ruang interogasi. Buka borgolnya." Pinta Dong Joon.

Sunbae pun membuka borgol Young Joo. Dong Joon mengingatkan lagi, detektif tidak bisa menginterogasi tersangka setelah tengah malam tanpa izin. Ia meminta Sunbae memindahkan Young Joo ke sel tahanan dalam 10 menit.

"Aku takkan menyetujui interogasi setelah tengah malam sebagai pengacaranya. Dia juga memiliki hak meminta polisi mengosongkan ruangan untuk wawancara dengan pengacaranya. Mohon Keluar!" Tegas Dong Joon.

Sunbae keluar walaupun sebal.


Young Joo yakin yang memindahkan mayat Ketua Kang ke bagasi mobilnya adalah Tae Gon. Dong Joon menanyakan keadaan Young Joo terlebih dahulu, apa Young Joo teruka? Young Joo menggeleng, lalu ia kembali membahas Tae Gon, kapan kira-kira Tae Gon melakukan itu.

Dong Joon lebih fokus ke wajah Young Joo yang kotor, ia mengeluarkan sapu tangan lalu membersihkannya.


Dong Joon tidak akan menjawab Young Joo karena setiap pernyataan yang Young Joo buat akan dilaporkan pada CEO Choi Il Hwan. Mereka akan mendistorsi pernyataan Young Joo dan melakukan langkah preemptif.

"Beri tahu aku jika ada yang kau inginkan."

"Aku ingin ayahku tidak tahu."

Dong Joon menggeleng, "Ayahmu... kesulitan bernafas saat ini. Dia memakai alat bantu pernafasan."

Young Joo hampir menangis mendengarnya. Dong Joon lalu memegang tangan Young Joo, ia akan membatu Tuan Shin meninggal dihadapan puterinya. Setidaknya mendengar itu, Young Joo bisa sedikit lega.

Waktu 10 menit habis, Sunbae masuk bersama beberapa orang untuk membawa Young Joo. Sontak Dong Joon melepaskan tangannya sebelum mereka melihat.


Sebelum mereka berpisah, Dong Joon berbisik pada Young Joo, "Percaya padaku."


CEO Choi, Soo Yeon dan Tae Gon serta jajaran staf Taebaek pergi bersama ke upacara pemakaman Ketua Kang.


Jeong Il menatap tajam CEO Choi yang tenagh memberi penghormatan di altar ayahnya.


Selanjutnya CEO dan Soo Yeon menghadap Jeong Il untuk bertukar hormat. CEO Choi mengatakan kalau tim pemakaman sudah dibentu dan ia ditunjuk sebagai ketuanya dan Soo Yeon akan memberikan eulogi (pidato).

"Yoo Taek sudah menganggapnya seperti putrinya sendiri." Lanjut CEO Choi.

"Saya merasa berutang budi pada Anda." Jawab Jeong Il.

"Ini tugasku sebagai temannya."

"Saya akan membalas budi Anda sesegera mungkin."

Setelah itu CEO Choi menjabat tangan Jeong Il lalu meninggalkan altar.


Tinggallah Soo Yeon disana, ia hendak bicara tapi Jeong Il melarangnya. Jeong Il mberterimakasih atas eulosi Soo Yeon untuk ayahnya, ia akan mempersiapakan pidatonya juga untuk CEO Choi.


Soo Yeon dan Dong Joon berpapasan di kantor tapi mereka tidak saling menyapa seperti orang yang tidak saling kenal. Dong Joon teringat kata-kata Soo Yeon bahwa CEO Choi yang menyusun rencana tapi Soo Yeon yang mengatur eksekusinya.


Dong Joon masuk ke ruangannya dan disana sudah ada Gi Yong. Ia yakin ada jejak di mobil yang dikendarai Tae Gon. Gi Yong sudah memeriksa, ternyata laporan pencurian mobil itu dibatalkan, mereka sudah menemukan mobilnya. 

"Benarkah?" Dong Joon tertarik.

"Tapi semalam mereka mendapatkan persetujuan untuk menghancurkan mobil itu."

"Gi Yong-ah, pergilah ke tempat barang rongsokan. Kita harus ambil mobil itu!"


Tae Gon menelfon putrinya yang tinggall di luar negeri. Ia hanya minta maaf, merasa bersalah pada puterinya itu.


Dong Joon mendekatinya saat ia selesaimenelfon. Dong Joon menkelaskan, pecahan vas seladon ditemukan di TKP. Orang yang mengangkat vas itu, yang berada di belakangnya Ketua Kang Yoo Taek, Tae Gon-kah orangnya?

"Dong Joon-ah."

"Walaupun Shin Young Joo dapat masalah, kau masih ada aku. Waktu kau diadili dulu, kau sudah lihat bagaimana gigihnya aku. Kau pasti tahu orang seperti apa CEO Choi itu. Jika aku mendekatimu, dia akan mengkhianatimu. Dia akan memberitahu polisi kalau kaulah yang mengangkat vas itu. Bukan begitu?

Kau diancam dan tidak punya kendali atas masalah ini. Dan kau membuang mayatnya. Jika kau meminta bantuan pengacara yang handal, kau bisa keluar penjara 2 atau tiga tahun lagi. Pikirkan itu baik-baik. Kukasih kau waktu."

Tae Gon mendapat telfon dari CEO Choi, setelah menutup telfon ia mengajak Dong Joon ikut dengannya. "CEO Choi mencarimu." bisik Tae Gon.


Di ruangan CEO Choi sudah ada brigadir polisi kepala (Bripka). Dia datang ingin mengajukan beberapa pertanyaan terkait kasus Shin Young Joo. Soo Yeon menganaslisa, Ketua Kang Yoo Taek memiliki postur tubuh yang tegap. Ia penasaran bagaimana seorang wanita bisa memindahkan tubuh sebesar itu ke bagasi sendirian, Mungkinkah ada kaki tangan?

"Ada bukti kalau Shin Young Joo mengganti pakaiannya pada saat pelarian. Siapa pun yang memberikan dia pakaian, bisa jadi kaki tangannya." Imbuh Tae Gon sambil melirik Dong Joon.

CEO Choi lalu mempersilahkan Bripka pergi. Tapi sebelum itu ia bertanya, berapa banyak polisi kepala yang menjadi menteri administrasi dan keamanan pemerintahan?

"Untuk memotivasi kepolisian, sudah saatnya seorang polisi kepala menjadi menteri." Lanjut CEO Choi.

Bripka berterimakasih lalu undur diri.


Dong Joon menyimpulkan, apa CEO Choi berencana menjebaknya sebagai kaki tangan kasus pembunuhan Ketua Kang Yoo Taek?


Gi Yong ada di lokasi barang rongsokan. Ia menghubungi Dong Joon dan mengatakan kalau mobilnya sudah dibuang. Onderdil mesin mobilnya sudah dimuat di kapal yang menuju ke Rusia.

"Pengacara Lee, aku saja tak bisa menemukan satu sekrup pun."


CEO Choi mengingatkan, ayah Dong Joon (Tuan Lee) sudah menjadi dokter keluarganya selama lebih dari 20 tahun. Jadi ia harap tak ada hal buruk yang terjadi pada keluarga Dong Joon.

"Dong Joon-ah. Hentikanlah langkahmu ini."

Tae Gon lalu membalikkan kata-kata Dong Joon tadi, "Pikirkan baik-baik. Kami akan menyediakan waktu buatmu. Dong Joon-ah."


Gyeong Ho setia mendampingi Jeong Il, ia mengataka kalau penguburannya akan dilaksanakan sejam lagi. Ia menyuruh Jeong Il berinstirahat beberapa hari di Rumah sakit setelah serangkaian acara pemakaman selesai.

Jeong Il menatap foto ayahnya, ia membayangkan foto itu berubah menjadi foto CEO Choi, "Aku harus mulai bekerja besok. Banyak kerjaanku."

Gyeong Ho sedikit memaksa karena Jeong Il sudah tak tidur semalaman selama beberapa hari ini karena ayahnya meninggal. "Jengng Il-ah, kalau aku jadi kau..."

"Janganlah membayangkan dirimu jadi aku. Cobalah kau berada di posisinya Lee Dong Joon. Shin Young Joo itu dijebak. Mayat ayahku ditemukan di bagasi mobilnya. Dia ingin membuktikan kalau Shin Young Joo tidak bersalah. Gyeong Ho-ah, Jika kita jadi Lee Dong Joon, apa tindakan kita?"


Dong Joon menggambar bagan kemungkinan terbesar kapan Tae Gon memindahkan mayatnya ke bagasi mobil Young Joo. Kemungkinan tersebsar adalah saat mereka bertemu di sungai Han kemarin. Sayangnya, tidak ada kamera dasbor di mobil Young Joo, namun Dong Joon akan menyelidiki mobil yang masuk tempat parkir yang ada kamera dasbor-nya.

" "Siapa yang membawakan baju ini? Bagaimana kau bisa memindahkan tubuh sebesar itu di bagasi mobil sendirian?" Detektif terus mengajukan pertanyaan ini sejak kemarin. Apa mereka mencoba menjebakmu sebagai kaki tangan? Kau dalam masalah sekarang, Lee Dong Joon-ssi. Kau pasti menyesalinya sekarang."

"Aku memang menyesal. Aku menyesal kenapa aku mengabaikan suara kecil itu dari ayahmu. Aku menyesal karena aku tidak memihakmu dari awal. Aku memang dalam masalah, tapi aku merasa tenang."


Young Joo yakin Biro Manajemen Kendaraan Sektor Sungai Han pasti takkan mau bekerja sama. Pasti sulit memeriksa mobil yang masuk malam itu. Sulit juga melacak nomor kendaraan tanpa bantuan dari polisi.

"Bagaimana kau bisa menanganinya sendirian tanpa aku? Mungkin sulit bagi kita melakukan ini, tapi ada beberapa orang yang tak perlu susah payah menyuruh orang menyelidikinya. Kita harus membuat orang-orang itu membantu kita."


Si Sunbae masuk dan Young Joo sengaja menjatuhkan kertas bagan Dong Joon. Ia mengambilnya dan membacanya sebelum mengembalikannya kemaja. Setelah dimeja pun ia masih melihat dan menghafalkannya. Dong Joon mengerti apa maksud Young Joo itu.


Si Sunbae lalu melapor pada Tae Gon kalau ia sudah baca bagan yang ditulis oleh Dong Joon.

Tae Gon meneruskannya pada CEO Choi dan Soo Yeon kalau Dong Joon akan memeriksa CCTV mobil di sungai Han.


Soo Yeon mengatakan Jeong Il sudah mulai bekerja hari ini setelah upacara pemakaman kemarin. Ia menduga Jeong Il sepertinya mulai bekerja setelah rapat nanti.

"Jung Il menjebak Shin Chang Ho sebagai pembunuh. Shin Young Joo membunuh Kang Yoo Taek untuk membalas dendam. Jika salah satu dari mereka mengubah ceritanya..." Jawab CEO Choi.


Ucapan CEO Choi terpotong oleh kedatangan Jeong Il dan Gyeong Ho. Jeong Il berterimakasih, karena CEO Choi lah ia sudah memberangkatkan ayahnya ke tempat peristirahatan terakhir. Ayahnya dikuburkan di samping kuburan ibunya.

"Terima kasih atas pidatomu, Soo Yeon-ah. Aku tidak akan melupakannya." Tak lupa Jeong Il juga berterimakasih pada Soo Yeon.


Jeong Il tidak datang dengan tangan kosong, ia sudah menyiapkan hadiah kecil yang ternyata adalah vas seladon yang sama persis dengan yang digunakan oleh CEO Choi untuk membunuh Ketua Kang.

"Sepertinya itu asli, ya? Katanya, karya seni asli itu akan diletakkan di ruang kerjamu." CEO Choi berbasa-basi

"Saat berpindah tempat, pasti barang milik seseorang yang pindah duluan. Barulah si pemilik pindah setelahnya. Saya akan menaruhnya disini, CEO Choi Il Hwan."


Jeong Il pun pergi. CEO Choi memerintahkan untuk mengurusi masalah ini satu persati. Ia memerintahkan Tae Gon membuat Dong Joon agar tidak melanjutkan rencananya. Tae Gon mengingat pembicaraannya dengan Dong Joon di atap kalau CEO Choi pasti akan mengkhianatimu.

Akhirnya Tae Gon cari cara aman dengan melibatkan Soo Yeon, oa tidak peduli walau pada akhirnya CEO Choi marah padanya.

"Aku tidak akan membiarkanmu membuat putriku terlibat."

"Aku juga harus melindungi diriku sendiri. CEO Choi."


Soo Yeon akhirnya mengalah, ia bertanya apa yang bisa ia bantu. Ayahnya tetap tidak setuju tapi Soo Yeon memastikan semua akan baik-baik saja.


Gyeong Ho tidak mengerti jalan pikiran Jeong Il karena biasanya Jeong Il merahasiakan rencananya bahkan untuk kliennya sendiri.

"Lagipula mereka sudah tahu. Aku hanya harus bertindak lebih cerdas. CEO Choi pasti akan cepat-cepat beraksi dan Lee Dong Joon akan mendapatkan kesempatannya. Maka... kita harus merampas kesempatan itu darinya."

Jeong Il kelihatan sangat lelah sekali jadi Gyeong Ho kembali menyuruhnya untuk istirahat. Jeong Il menjawab ayahnya sudah mewakilinya beristirahat.


Tae Gon memberikan gambar mobil-mobil yang diparkir di dekat Sungai Han yang terekam CCTV. Tae Gon sudah menemukan lokasi 7 mobil dan dua sisanya masih belum. Ia menugaskan Soo Yeon untuk mencari 2 mobil itu.

Soo Yeon memerintahkan Pengacara Hwang untuk minta bantuan polisi. Tae Gon melarang, mereka tidak boleh meninggalkan jejak. Tae Gon mengingatkan bahwa di Taebaek ada orang yang bisa menangani hal itu.

"Ada tim yang menangani kecelakaan di perusahaan. Kenapa kita tidak meminta mereka saja melacak mobil-mobil itu?"


Gi Yong mendatangi salah satu staf wanita, 'menggodanya' untuk mengorek informasi. Lalu seseorang memerintahkan wanita itu untuk melacak mobil yang dikirim oleh lantai atas (Soo Yeon). Gi Yong langsung memasang mata.

Ia mengingat plat mobil dan nomor pemilik mobil yang dimaksud. Sepanjang perjalanannya kembali ia terus mengucapkannya agar tidak lupa.


Sampai di ruangan Dong Joon, ia langsung menulisnya di kertas agar tidak lupa dan ia senang karena sukses tidak melupakannya.

"Satu mobil sedan, satunya lagi bus pelatihan Taekwondo. Pengacara Lee. Kita melacak mobil mana dulu? Aku yakin Choi Soo Yeon sudah pergi sekarang."

"Ada tempat berkemah di Taman Hangang. Aku yakin bus taekwondo menuju ke sana. Kita mulai melacak sedan saja dulu."

"Baiklah."


Gyeong Ho dan Jeong Il menunggu diluar, ternyata Soo Yeon dan Dong Joon pergi ke arah berbeda.

"Siapa yang harus kita ikuti?" Tnaya Gyeong Ho.

"Siapa yang harus kita ikuti antara Choi Soo Yun dan Lee Dong Joon? Pertanyaan yang mudah."

Gyeong Ho langsung menjalankan mobilnya mengikuti Dong Joon.


Dong Joon menemui pemilik mobil, minta ijin untuk melihat black box-nya tapi mereka terlambat. Saat mereka sampai di parkiran kaca mobilnya sudah pecah dan black box-nya hilang.

Gyeong Ho dan Jeong Il lalu melintasi mereka, sengaja menunjukkan bahwa merekalah yang mencuri black box itu.

1 komentar so far

Mantappp eonnii.... 😍😍😍😍

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...