Thursday, May 4, 2017

Sinopsis Whisper Episode 11 Part 2

Tags

Sinopsis Whisper Episode 11 Part 2

Sumber Gambar dan Konten dari SBS


Kabar bahwa Jeong Il mendapatkan rekaman black box itu sampai pada CEO Choi dan Soo Yeon. Tae Joon menjelaskan kalau Jeong Il belum melakukan sesuatu, masih beraktifitas seperti biasa. Soo Yeon penasaran, kenapa Jeong Il tidak mengungkapkan rekaman itu.

"Itu karena... walaupun dia mengungkapkannya, dia tidak akan dapat untung. Bukankah begitu, Soo Yeon-ah?" Jawab CEO Choi.


Dong Joon memberitahu Young Joo kalau Jeong Il mengambil rekaman itu. Entah karena isi kamera itu tidak menguntungkan dia--

"Atau... isi rekamannya tak cukup membuktikan kalau Song Tae Gon dan CEO Choi terlibat dalam insiden tersebut." Young Joo berspekulasi.


Jeong Il dan Gyeong Ho menonton rekaman itu, memang menunjukkan bahwa Tae Gon yang memasukkan mayat Ketua Choi ke mobil Young Joo tapi wajah Tae Gon tidak ter-ekspose. Gyeong Ho menjelaskan, rekaman itu hanya akan membuktikan ketidakbersalahannya Young Joo. Jika mereka mengungkapkan itu, bukannya menangkap CEO Choi, rekaman itu hanya akan membantu Young Joo dibebaskan. Tapi jika Young Joo bebas pasti akan mengincar Jeong Il untuk menangkapnya.


"Aku lagi berpikir. Bagaimana kita bisa menangkap ikan besar dengan setengah umpan?"


Jeong Il makan bersama Soo Yeon, ia mencoba membuat penawaran dengan rekaman balck box itu. Sayangnya Soo Yeon tidak tertarik, Soo Yeon yakin kalau Jeong Il tidak menemukan apa yang Jeong Il inginkan di kamera itu.

"Aku sudah dipanggil sebagai saksi untuk menghadiri sidang Shin Chang Ho." Jeong Il menakuti.

"Berarti sidang akan berakhir dengan cepat. Kau tahu sendiri bagaimana aku suka mendesak sesuatu jika ada hal yang kuinginkan. Aku juga akan muncul di persidangan. Kurasa kita harus menghadapi interogasi bersama."

"Jika kesaksian kita bertentangan, aku yakin akan timbul masalah."

"Hakim Ketua persidangan nanti sedang bertemu dengan Ayah sekarang. Istrinya pasti ketahuan meniru hasil karya disertasi orang lain. Ada masalah juga dengan pelantikannya sebagai guru besar. Shin Young Joo akan ditahan sebagai pembunuh Kang Yoo Taek dan kau akan ditahan sebagai pembunuh Kim Sung Sik. Mungkin kalian berdua nanti mendekam di penjara yang sama."






Jeong Il tak mengira Soo Yeon sudah banyak berubah. Soo Yeon menjawab, karena Jeong Il lah ia berubah. Soo Yeon menyuruh Jeong Il pergi sebelum persidangan, bahkan ia sudah menyiapkan tiket.

"Aku sudah mengosongkan vila kita yang ada di Swiss. Aku akan membiarkan pengacaraku mengirimi kekayaan ayahmu lewat bank di Swiss. Gantilah namamu, menikahlah, punya anak dan berkeluargalah, dan jalanilah hidupmu. Kirimi aku fotomu juga. Aku ingin melihat... foto anakmu."


Jeong Il mengambil tiket itu, tapi ia mengembalikannya lagi, lebih baik Soo Yeon yang menggunakan untuk liburan nanti.

"Inilah hal terakhir yang bisa kulakukan untukmu. Oppa." Soo Yeon mencoba bersabar.

Jeong Il menunjuk sudut bibir Soo Yeon yang ada sisa makanannya. Ia lalu melemparkan kain lap, "aku juga."



Jeong Il membakar screenshot rekaman itu dihadapan Young Joo dan Dong Joon. Jeong Il berkata, setengah dari masalah dunia disebabkan karena orang lain memiliki apa yang ia butuhkan. Yang ia butuhkan ada di tangan Young Joo dan apa yang Young Joo butuhkan ada di tangannya.

"Kamera balack box-nya... ada di aku. Ini pasti rencananya CEO Choi. Karena aku menjebak ayahmu, kau mengincar ayahku dan membalas dendammu. Namun, Shin Young Joo-ssi. Ada cara biar kita bisa lolos dari perangkap CEO Choi ini.

Kau harus mencabut permintaan banding ayahmu. Kalau kau mencabutnya, persidangan akan dihentikan. Aku juga berharap Shin Chang Ho bisa membuat pengakuan kalau dia membunuh Kim Sung Sik karena uang."


Jeong Il lalu memerintahkan Gyeong Ho mengeluarkan hasil pemeriksaan Tuan Shin. Gyeong Ho menjelaskan, Tuan Shin sudah mengalami koma jadi pasti cepat ataulambat akan meninggal.

"Dia tidak akan bertahan seminggu kalau seperti ini. Ayahku telah meninggal dunia. Ayahmu juga akan segera meninggal. Tapi kita harus hidup." Imbuh Jeong Il.


Dong Joon membentak Jeong Il tapi Jeong Il malah balas membentaknya, ia sedang bercakap dengan Young Joo bukan Dong Joon. 

Young Joo buka mulut, "Bukankah percakapan harusnya hanya dilakukan antar manusia?


Jeong Il terus mendesak, "CEO Choi ingin mendesakmu dan menyeretmu ke pengadilan. Kau akan segera ditahan!"

"Maka aku harus berjuang menggunakan hukum. Dia mungkin mencoba menyogok jaksa penuntut umum dan majelis hakim, tapi aku yakin ada seseorang yang bersedia bertahan juga dari penderitaannya." Jawab Young Joo lalu menoleh pada Dong Joon.


Jeong Il jamin Young Joo akan menyesal jika tidak melihat Tuan Shin di saat terakhirnya. Karena itulah yang ia sesali setelah ayahnya meninggal, seharusnya ia sering-sering menemuinya dan sering mengobrol dengannya.

"Akan kutunggu telepon darimu. Tapi jangan lama-lama. Karena ayahmu tidak punya banyak waktu."

Jeong Il pun pergi diikuti Gyeong Ho.


"Kebohongan tidak bisa membungkam kebenaran". itulah satu hal yang dijunjung tinggi oleh ayah Young Joo, tapi ibunya berkata itu hanyalah takhayul.

"Mayat yang ditemukan di mobilmu, aku akan mengatakan kalau itu hanyalah rencana untuk melawanmu. Akan kubuat alibi kalau kau berada di tempat lain pada saat kematian Ketua Kang Yoo Taek."


Dong Joon menjelaskan, untuk menang melawan kebohongan, maka mereka harus berbohong juga.

"Kita dulu sepasang kekasih. Saat Ketua Kang dibunuh, kita berada di kamarku di rumah sakit ibuku."

"Lee Dong Joon-ssi!"

"Aku ada buktinya. Rekaman malam itu. Rekaman aslinya hilang, namun rekaman itu masih diunggah di akun media sosial Taebaek. Kita juga bisa melacak hari dan tanggal saat kita pergi ke hotel bersama malam sebelum pernikahanku. Dan aku akan menyangkal hubungan kita. Namun, bukti akan terus menumpuk. Orang pasti akan percaya kata-katamu mengenai diriku."

"Kau itu hakim yang berjuang melawan Ketua MA. Apa kau mau menyingkirkan reputasi baikmu itu?"

"Aku malah lega... punya hal yang bisa disingkirkan. Demi ayahmu... aku senang bisa menyingkirkannya."


Dong Joon meminta bantuan Yeon Hwa untuk melancarkan rencananya.


Selanjutnya Dong Joon menemui ibunya. Ibunya bercerita soal reunian kemarin dimana topiknya membahas betapa hebatnya Dong Joon sampai membuat ibu-ibu yang lain iri.

"Ibu. Mulai sekarang, aku akan banyak dikritik oleh banyak orang. Ibu pasti tak tahan mendengarnya. Maafkan aku, Ibu."


Dong Joon pulang disambut oleh Soo Yeoon dengan kata-katanya.

"Waktu yang kuhabiskan denganmu di ruangan ini sebentar lagi berakhir. Pasti kau selama ini bagaikan bermimpi buruk. Aku juga begitu. Apa sekarang sudah waktunya bangun dari tidur kita?"

"Tidak. Mimpi buruk akan dimulai sekarang."


Pengacara Hwang menelfon Soo Yeon. Mengabari bahwa teman Young Joo mengunggah postingan di akun media sosialnya, mengklaim Young Joo dan Dong Joon merupakan sepasang kekasih. Pada saat kematian Ketua Kang, temannya itu mengakui kalau mereka berhubungan gelap di kamar Dong Joon di rumah sakit ibunya.


Dong Joon menjalankan semua rencananya. Saat para reporter menanyainya keesokan harinya ia menyangkal semua berita itu.

"Shin Young Joo-ssi dan saya hanyalah rekan kerja. Dan Saya hanya mencintai istri saya."


Dong Joon merangkul Soo Yeon masuk ke dalam kantor tapi saat reporter tidak melihat lagi, ia segera melepaskannya. Dong Joon lalu menghubungi Yeon Hwa untuk segera mulai langkah selanjutnya.


"Menurutmu apa rencananya?" Tanya Pengacara Hwang.


Gi Yong mewakili Dong Joon menemui Yeon Hwa untuk memberikan bahan langkah selanjutnya.


Video itu diuanggah Yeon Hwa beserta rekaman CCTV hotel saat Young Joo dan Dong Joon berjalan keluar.

Semua menyaksikan itu termasuk Jeong Il, CEO Choi, Seoo Yeon, Tae Gon bahkan ibunya Dong Joon. 


Dong Joon meminta bantuan ibunya. Ia ingin ibunya memberitahu polisi kalau pada hari Kang Yoo Taek dibunuh, ia bersama Young Joo berada disana.

"Bilang ke mereka kalau aku meminta Ibu berbohong, tapi Ibu tidak bisa merahasiakannya lagi dan memutuskan mengungkapkan kebenarannya. Maka orang akan mempercayai Ibu. Dan Shin Young Joo-ssi akan dibebaskan."


Tae Gon mengabarkan, kritik publik terhadap Dong Joon sedang hangat-hangatnya. Bahkan beberapa organisasi perempuan menuntut kebenarannya. Imabsnya, investigasi mungkin akan kembali seperti semula.

CEO Choi tidak bisa mundur lagi karena mereka sudah melangkah sangat jauh.

"Soo Yeon-ah. Ini masalah antara suami istri. Ayah akan cari cara." Janji CEO Choi.


Gi Yong mengaku sudah tidak tahan lagi, ia saja bisa gila kalau ada satu orang saja membicarakannya. Tapi DOng Joon? Jutaan orang mengkritiknya sekarang ini.

"Aku merasa tidak nyaman saat dipuji. Tapi aku merasa nyaman sekarang. Ibu akan diwawancarai sejam lagi. Beberapa wartawan akan hadir di sana. Gi Yong, tolong jaga ibuku."

Setelah Gi Yong pergi ayahnya menelfon untuk menyuruhnya datang ke rumah sakit.


Dong Joon ternyata di jebak, setelah ia sampai kantor atahnya, sudah banyak reporter disana. Tuan Lee mengatakan pada wartawan kalau pada saat Young Joo menjalin hubungan dengan Dong Joon, sebenarnya Dong Joon bertemu dokter kandungan bersama istrinya. Bahkan disana ada dokter yang mengkonfirmasi pernyataan Tuan Lee itu, lagi-lagi kebohongan.


Selanjutnya giliran Soo Yeon yang bersandiwara, "Aku baru dengar kabar perselingkuhan itu setelah kami menikah. Kenangan dia memang cukup indah. Setahuku, dia memutuskan hubungannya dengan Shin Young Joo setelah kami menikah."

Dong Joon akan menjelaskannya tapi SOo Yeon kembali memotong,

"Dia benar. Dia memang berhati lembut. Aku mencoba menghentikannya, tapi dia tidak bisa menolak Shin Young Joo karena rasa kasihan saat dia menangani kasusnya."

Soo Yeon pada Dong Joon: Apa kubilang. Kau tidak bisa memberikan bantuan ke mantan pacarmu.

Soo Yeon pada para reporter: Pada waktu itu, dia bertemu dokter kandungan bersamaku. Katanya ada saksi mata yang mengaku melihat Shin Young Joo berada di lokasi pembunuhan.

Tuan Lee menambahi: Shin Young Joo tidak punya apa-apa selain pernyataannya, dan kami punya bukti untuk mendukung pernyataan kami. Masyarakat sendirilah yang akan menjadi hakim terbaik.


Usai wawancara, Soo Yeon berpesan pada Dong Joon. Dong Joon harus menghibur Young Joo karena Young Joo akan mengalami kesulitan.


Jeong Il dan Gyeong Ho melihat berita itu. Gyeong Ho heran, posisi mereka kan sudah terpojok, bukankah ini waktunya mereka bergabung? Lee Dong Joon dan Shin Young Joo, apa lagi yang mereka tunggu?

"Gyeong Ho-ah. Kita jadi pengacara buat membantu orang. Ayo kita bantu Shin Chang Ho-ssi mengambil keputusan."


Jeong Ilpun datang ke rumah perawatan untuk menemui Tuan Shin.


Dong Joon menemui Young Joo untuk menjelaskan semuanya. Kepolisian sudah mengajukan surat perintah penangkapan. Besok, akan dilaksanakan ulasan kesalahan untuk pengurungan penjara.

"Aku akan menentang hal ini dengan mengatakan mereka tak bisa menentukan kejahatan hanya dengan kesaksian saksi. Polisi tidak menemukan bukti antara keterkaitan kau dengan kebakaran kantor itu. Jadi..."

"Tapi mereka menemukan mayat korban di bagasi mobilku. Alibinya ternyata salah. Apa ada cara buat menghindari hukuman penjara? Aku ingin bicara sama Ayah."


Dong Joon menelfon Yeon Hwan yang kemudian disambungkan pada Tuan Lee. Young Joo melarang ayahnya khawatir, Dong Joon akan membela kasusunya. Young Joo juga akan membereskan kasusnya Reporter Kim. 

"Ayah... sangat... minta maaf." Ucap Tuan Shin terbata.

"Ayah. Ayah berpulang duluan saja. Aku akan menyusul Ayah 30 tahun lagi, bukan, 50 tahun lagi, setelah mengurusi semua yang Ayah tinggalkan padaku. Bersenang-senanglah di atas sana bersama Sung Sik Ahjussi... tunggu aku, ya, Ayah." Young Joo menangis mengatakannya. Dong Joon yang melihatnya pun ikutan meneteskan airmata.


Jeong Il menemui Tuan Shin setelahnya. Ia mengenalkan diri pada Yeon Hwa lalu minta waktu berdua untuk bicara dengan Tuan Shin. Jeong Il menyebutkan nama ayahnya. Tuan Shin lalu mengisyaratkan agar Yeon Hwa keluar.


Jeong Il  menjelaskan kalau Young Joo akan ditangkap atas kasus pembunuhan. Jeong Ilbisa membereskannya asal Tuan Shin mau membantunya.

"Dengar-dengar, Anda ingin mewariskan dunia yang lebih baik kepada putrimu. Jika dia dipenjara sebagai pembunuh, dia akan mendekam di penjara selama 20 tahun. Apa Anda ingin mewariskan dunia penderitaan untuk putrimu?"


Dong Joon membela Young Joo dengan baik tapi Jaksa tetap bisa membantahnya.

"Jenazah yang kami temukan di bagasi membuktikan kejahatan Terdakwa. Karena kami harus menyelidiki apakah ada kaki tangan atau tidak, kami perlu menahan dan mempertanyakannya secara menyeluruh, Yang Mulia Hakim." Jaksa menjelaskan.


Tiba-tiba ada seorang masuk memberikan sesuatu pada Hakim. Itu adalah rekaman Black box yang ada pada Jeong Il dan dengan adanya rekaman itu, Young Joo divonis tidak bersalah.


Young Joo menebak mungkin Jeong Il yang mengajukan bukti itu tapi dapat untung apa dia melakukan itu?


Yeon Hwa menghubungi Dong Joon yang minta disambungkan pada Young Joo.

"Young Joo, cepatlah. Sepertinya ayahmu sebentar lagi berpulang." Kata Ibunya.

"Ibu, aku akan segera ke sana." Jawab Young Joo dan langsung berlari.

Saat itu Young Joo terhenti karena ayahnya muncul di TV. Diberitakan bahwa ayahnya mencabut permintaan banding untuk sidang kedua. Tuan Shin mengakui kejahatannya lewat video dan menulis surat pernyataan.


Tuan Shin: Saya meminjam 30 juta won dari Reporter Kim Sung Sik. Tapi... Saya tidak bisa mengembalikan uangnya. Saya tahu kalau dia berada di lokasi pemancingan. Saya tahu Sung Sik sendirian di sana. Jadi saya pergi menemuinya. Saya... membunuh Sung Sik. Saya mencoba menenggelamkan tubuh dia ke danau. Lalu polisi datang. Sebagai reporter, saya telah melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Kepada rekan sesama reporter senior dan junior saya, saya mohon maaf sedalam-dalamnya.


Tuan Shin meninggal saat itu dan Young Joo datang terlambat. Ia menangis sejadi-jadinya.


Dong Joon mengepalkan tangannya erat saat melihat TV.

"Kepada rekan sesama reporter senior dan junior saya, saya mohon maaf sedalam-dalamnya." Lanjut Tuan Shin dalam videonya.


1 komentar so far

Makin seru aja😆😆😆😆

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Sinopsis dengan komentar terbanyak akan diprioritaskan..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon

loading...